Lingkungan adalah keadaan sekeliling
tempat industry/organisasi beroperasi, termasuk udara, air, tanah, sumberdaya
alam, flora, fauna, manusia dan keterkaitannya.
Tampilkan postingan dengan label @C31-Retno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @C31-Retno. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 25 Februari 2017
BIOTEKNOLOGI MODERN
Bioteknologi modern, contoh, dan manfaatnya
Bioteknologi Modern – Bioteknologi modern adalah bagian dari penerapan ilmu bioteknologi yang telah menggunakan alat – alat canggih dan modern,
Bioteknologi Modern – Bioteknologi modern adalah bagian dari penerapan ilmu bioteknologi yang telah menggunakan alat – alat canggih dan modern,
Teknologi Ramah Lingkungan
Bila
kita melihat, mendengar serta merasakan, maka akan muncul sebuah kondisi nyata
yang cukup membuat miris hati kita.
Energi terbarukan
ENERGI TERBARUKAN
Energi
terbarukan adalah energi yang
bersumber dari alam dan secara berkesinambungan dapat terus diproduksi tanpa
harus menunggu waktu jutaan tahun layaknya energi berbasis fosil.
Label:
@C25-Sari,
@C31-Retno,
@TB14
Sabtu, 11 Februari 2017
Pencemaran air merupakan keadaan dimana adanya berbagai zat
asing yang masuk ke dalam air dan itu bersifat merusak atau bahan tersebut
lebih dikenal sebagai polutan ( jika
memiliki kadar yang sudah melampaui batas, dan berada di tempat serta waktu
yang tidak tepat. jenis-jenis polutan ini dapat berupa debu, bahan kimia,
paparan radiasi dan lainnya)
Penyebab Pencemaran air
- Limbah industri biasanya dari pabrik
- Limbah pertanian
- Limbah rumah tangga
Jenis jenis pencemar air
- Pencemaran
Mikroorganisme Air
- Pencemaran
dari Bahan Arnorganik Nutrisi Tanaman
- Pencemar
Bahan Kimia Anorganik
- Pencemar
Bahan Kimia Organik
Dampak pencemaran air
·
Kehidupan organisme dan ekosistem yang ada di dalam wilayah air
tercemar tersebut akan mengalami gangguan bahkan kerusakan karena kadar oksigen
di dalam air menjadi berkurang drastis.
- Terjadinya mutasi sel di dalam
tubuh yang akan menyebabkan kanker dan leukemia.
- Pencemaran air ini juga mampu
menyebabkan erosi
- Kekurangan sumber daya air yang
bersih yang aman dikonsumsi oleh manusia
- Menjadi sumber dari berbagai
jenis penyakit yang serius
Penanggulangan
·
Menghemat Air Cara menangani pencemaran air dengan metode ini adalah metode
yang paling sederhana namun yang paling utama harus dilakukan yaitu dengan
menghemat air
·
Membuang Sampah pada Tempatnya Usahakan untuk tidak membuang sampah langsung
ke dalam air karena selain menyebabkan air keruh juga bisa menyebabkan
penyumbatan pada perairan sehingga sangat rawan terjadi peluapan
·
Melakukan Servis elakukan servis kendaraan secara rutin mungkin tidak memiliki
kaitan dengan pencemaran air.
·
Awasi Penggunaan Pupuk Kimia dan
Pestisida mengurangi dan melakukan penyiraman tanaman pada saat pagi dan
sore hari supaya mengurangi terjadinya pengupan dan juga mampu membantu dalam
melakukan penghematan air.
https://www.wedaran.com/19448/penyebab-pencemaran-air/ S, Wedaran (Oct, 5 2016)
Label:
@B14-Hary,
@C25-Sari,
@C31-Retno,
@TB08
KERUSAKAN EKOSISTEM LAUT
Pengertian kerusakan ekosistem laut
Perusakan
ekosistem laut adalah tindakan yang menimbulkan perubahan langsung atau tidak
langsung terhadap sifat fisik dan hayatinya yang melampuai kriteria baku
kerusakan laut. Hal ini berarti bahwa perlu ditetapkan kriteria baku kerusakan
laut yang berfungsi sebagai tolak ukur untuk menentukan tingkat kerusakan laut.
Selain itu juga sangat berguna bagi penentuan status mutu laut. Karena sangat
erat kaitannya antara tingkat kerusakan laut dengan status mutu laut itu
sendiri.
Ciri-Ciri
Ekosistem Air Laut.
Dari
pengertian tentang ekosistem air laut yang telah dijelaskan di atas, maka kita
dapat menyimpulkan bahwa ekosistem air laut memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut
:
1.
Memiliki
salinitas (kadar garam) tinggi, semakin mendekati katulistiwa semakin
tinggi.
2.
NaCl mendominasi mineral ekosistem
laut hingga mencapai 75%.
4.
Memiliki
variasi perbedaan suhu
di permukaan dengan di kedalaman.
5.
Memiliki
kadar mineral yang tinggi, ion terbanyak ialah Cl`(55%), namun kadar garam di
laut bervariasi, ada yang tinggi (seperti di daerah tropika) dan ada yang
rendah (di laut beriklim dingin).
6.
Ekosistem
air laut tidak dipengaruhi oleh iklim dan cuaca.
Penyebab
Kerusakan Ekosistem Laut
Berdasarkan
pembahasan diatas terdapat masalah-masalah yang ada pada ekosistem laut yang
disebabkan oleh manusia-manusia yang tidak memperdulikan dan tidak menjaga
kelestarian alam laut. Berikut merupakan faktor penyebab rusaknya ekosistem
laut antara lain:
1.
Terumbu
karang yang hidup di dasar laut merupakan sebuah pemandangan yang cukup indah.
Banyak wisatawan melakukan penyelaman hanya untuk melihatnya. Sayangnya,
tidak sedikit dari mereka menyentuh bahkan membawa pulang terumbu karang
tersebut. Padahal, satu sentuhan saja dapat membunuh terumbu karang.
2. Membuang sampah ke laut dan pantai
yang dapat mencemari air laut.
3. Mungkin tidak banyak yang sadar, penggunaan pupuk dan
pestisida buatan pada lahan pertanian turut merusak terumbu karang di lautan.
Karena meskipun jarak pertanian dan bibir pantai sangat jauh, residu kimia dari
pupuk dan pestisida buatan pada akhirnya akan terbuang ke laut melalui air
hujan yang jatuh di lahan pertanian.
4. Boros menggunakan air, karena semakin banyak air
yang digunakan semakin banyak pula limbah air yang dihasilkan dan akhirnya
mengalir ke laut. Limbah air tersebut biasanya sudah mengandung bahan kimia.
5. Terumbu karang merupakan tujuan wisata yang sangat
diminati. Kapal akan lalu lintas di perairan. Membuang jangkar pada pesisir
pantai secara tidak sengaja akan merusak terumbu karang yang berada di bawahnya
6. Penambangan pasir atau bebatuan di laut dan
pembangunan pemukiman di pesisir turut merusak kehidupan terumbu karang. Limbah
dan polusi dari aktifitas masyarakat di pesisir secara tidak langsung berimbas
pada kehidupan terumbu karang. Selain itu, sangat banyak yang pengambilan
karang untuk bahan bangunan dan hiasan akuarium.
7. Masih banyak yang menangkap ikan di laut dengan
menggunakan bom dan racun sianida. Ini sangat mematikan terumbu karang
8. Selain karena kegiatan manusia, kerusakan terumbu
karang juga berasal dari sesama mahkluk hidup di laut. Siput drupella salah
satu predator bagi terumbu karang.
9. Pengundulan hutan di lahan atas sedimen hasil erosi
dapat mencapai terumbu karang di sekitar muara sungai, sehingga mengakibatkan
kekeruhan yang menghambat difusi oksigen ke dalam polip atau hewan karang.
10. Pengerukan di sekitar terum-bu karang Meningkatnya kekeruhan yang meng-ganggu
pertumbuhan karang.
11. Penangkapan ikan hias dengan menggunakan bahan beracun. Mengakibatkan ikan
pingsan, mematikan karang dan biota avertebrata.
12. Penangkapan
ikan dengan bahan peledak Mematikan ikan tanpa dikriminasi, karang dan biota
avertebrata yang tidak bercangkang.
Cara Mengatasi Perusakan Ekosistem Laut
Cara mengatasi kerusakan di lingkungan laut,
sebenarnya ada dalam diri manusia itu sendiri tergantung dari kemauan mereka
mau atau tidaknya seseorang melakukan hal tersebut. Diantaranya:
1. Meningkatkan pendayagunaan potensi laut
dan dasar laut Peningkatan pendayagunaan potensi yang ada di lingkungan laut,
baik luar maupun dalam laut. Misalnya dalam pendayagunaan lingkungan laut
sebagai pariwisata,budidaya rumput laut, maupun budidaya ikan. Dimana dalam
peningkatan ini peran pemerintah juga harus diikut sertakan dalam proses
pendayagunan laut ini, seperti yang sudah diatur dalam Undang-Undang Repubik Indonsia
Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan yaitu dalam BAB IV Pasal 8
Ayat 1 dan Pasal 9 Ayat 1 dan Ayat 2.
2.
Meningkatkan harkat dan taraf hidup
nelayan
Penangkapan ikan sebagai cara mencari nafkah para nelayan ataupun untuk
indutri perikanan dapat diperbolehkan. Asal cadangan ikan yang mereka tangkap
tidak dalam keadaan punah, sedangkan untuk ikan yang belum mencapai besar
tertentu, harus dilepaskan kembali ke dalam laut, yang teah diatur dalam
Undang-Undang Repubik Indonsia Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan
Lingkungan yaitu dalam BAB III Pasal 5 dan Pasal 6.
3.
Mengembangkan potensi industri kelautan
Pengendalian pencemaran oleh indutri, hendaknya bersifat bahwa jumlah bahan
yang mengakibatkan polusi tidak harus berbahaya dan tidak mengganggu keberadaan
biota laut. Oleh karena itu, buangan limbah sebelum dialirkanke sungai ataupun
perairan perlu teknik pengolahan imbah seuai bata yang ditentukan. Hasil ampah
yang berasal dari kegiatan manusia harus di kurangi dan didorong untuk mendaur
ulang kotoran maupun limbah lain. Bahkan, kalau perlu melarang pembuangan semua
limbah ke lingkungan laut.
4.
Mempertahankan daya dukung dan kelestarian
fungsi lingkungan laut.
Penanggulangan kerusakan tersebut,diharapkan warga yang ada di daerah
pesisir laut untuk dapat mempertahankan aset-aset yang terdapat dalam
lingkungan laut tersebut, menyadari akan kepentingan laut dan ekosistemnya
yaitu sebagai sumber hayati, meletarikan kemampuan alam untuk menjadikan sumber
mata pencaharian penduduk sekitar laut sehingga menadikan suatu kesejahteraan
masyarakatnya.
Sumber :
http://bloggerchandrahermawan.blogspot.co.id/2016/06/makalah-kerusakan-ekosistem-laut-di.html, Kerusakan Ekosistem Laut di Indonesia (
Hermawan, Chandra : 16 Juli 2016 )
http://raishananda.blogspot.co.id/2016/09/kerusakan-ekosistem-laut.html Kerusakan Ekosistem Laut ( Nanda, Raisha
: 28 September 2016 )
http://www.bppp-tegal.com/web/index.php/artikel/konservasi/518-permasalahan-kerusakan-ekosistem-laut permasalahan Ekosistem Laut ( Afriyani,
Ade Yunaifah : 05 September 2016 )
http://wacanalingkungan.blogspot.co.id/2015/09/kerusakan-ekosistem-laut.html Kerusakan Ekosistem Laut ( Weren, Rendi Notan : 29 September
2015 )
https://sandyharfianto.wordpress.com/2015/02/11/kerusakan-ekosistem-bawah-laut/
Keruskan Ekosistem Laut ( Harfianto,
Sandy : 11 Februari 2015 )
Label:
@B14-Hary,
@C25-Sari,
@C31-Retno,
@TB09
Pencemaran Udara Industri
Pencemaran udara industri
pencemaran udara adalah masuknya atau
dimasukkannya zat, energi dan atau komponen lain ke dalam udara oleh kegiatan
manusia, sehingga mutu udara turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan
atau mempengaruhi kesehatan manusia. Mengacu pada definisi tersebut maka segala
bahan padat, gas, cair, panas, mikroorganisme yang ada di udara dan dapat
menimbulkan gagguan terhadap kualitas kehidupan disebut polutan udara.
Oksigen merupakan satu-satunya elemen yang
mampu menggabungkan dengan hampir setiap elemen lainnya untuk membentuk
komponen penting yang diperlukan untuk membangun dan memelihara tubuh manusia,
contohnya:
·
(protein) oksigen, nitrogen, hydrogen
·
(karbohidrat) oksigen, karbon, hydrogen
·
(air) oksigen, hydrogen
Macam-macam
polusi udara
Asap
Asap berasal dari pembakara rumah tangga, cerobong asap pabrik, dan kendaraan bermotor.
Dampak
:
Jika
dihirup oleh manusia menyebabkan peradangan pada saluran pernafasan, bronkitis,
asma, dan infeksi paru-paru yang lain. Asap juga menyebabkan turunnya
intensitas cahaya matahari sehingga berpengaruh terhadap proses fotosintesis
yang akhirnya akan mempengaruhi rantai makanan dan jaring-jaring makanan.
Karbon monoksida
Karbon
monoksida berasal dari pembakaran bahan bakar fosil. Karbon monoksida merupakan
gas yang sangat beracun, tidak berwarna, dan berbau tidak enak gas ini
berikatan kuat dengan hemoglobin sehingga menghalangi pengikatan oksigen dengan
hemoglobin, akibatnya ketersediaan oksigen di dalam tubuh sangat menurun.
Dampak:
Jika
konsentrasi karbon monoksida di udara lebih dari 100 ppm dapat mengakibatkan
sakit kepala, kejang lambung, dan kematian.
Sulfur dioksida
Sulfur
dioksida berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dan bersifat korosif.
Dampak:
Sulfur
menyebabkan iritasi pada mata dan kerusakan pada paru-paru. Sifat korosif
menyebabkan bangunan, jebatan, dan monumen menjadi rusak, serta memberikan
kontribusi pada terjadinya hujan asam.
Nitrogen
dioksida
Polusi
ini berasal dari pembakaran bahan bakar pada temperatur tinggi, sisa pembakaran
kendaraan bermotor, industri ketel uap, dan pembangkit tenaga listrik.
Dampak:
Nitrogen
dioksida yang terlarut dalam air di udara dapat membentuk hujan asam.
Karbon dioksida
Karbon
dioksida berasal dari sisa respirasi sebanding dengan yang diperlukan untuk
proses fotosintesis. Sisa pembakaran benda organik dan anorganik, hasil
dekomposisi dan beberapa proses lain yang menghasilkan karbon dioksida
dapat meningkatkan konsentrasi karbon dioksida di atmosfer, sehingga
menyebabkan terjadinya efek rumah kaca.
Efek
rumah kaca menyebabkan radiasi panas bumi terhalang sehingga panas tersebut
kembali lagi ke bumi. Peristiwa tersebut dinamakan pemanasan global.
Pemerintah harus lebih respek dalam menghadapi polusi udara dengan membatasi penggunaan alat/lainya yg menyebabkan polusi udara.
Daftar pustaka
http://tersains.blogspot.co.id/2016/01/macam-macam-polusi-dan-dampak-polusi.html?m=1
Label:
@B14-Hary,
@C25-Sari,
@C31-Retno,
@TA07
Langganan:
Postingan (Atom)







