.

Tampilkan postingan dengan label @B37-Sefrina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @B37-Sefrina. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Februari 2017

TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN


Pemakaian energi semakin lama semakin meningkat menyebabkan sumber energi fosil seperti minyak, batubara dan gas alam semakin menipis.

Jumat, 24 Februari 2017

Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) sebagai Biofilter alami



Air sangat penting bagi kehidupan manusia Karena digunakan untuk berbagai macam kebutuhan seperti minum, mandi, mencuci, dan memasak. Masalah utama yang dihadapi oleh sumber daya air saat ini adalah kuantitas air semakin sedikit sementara kualitasnya juga menurun. Air bersih semakin sedikit persediaannya karena banyak sumber daya air yang tercemar. Salah satu upaya meminimalisir jumlah mikroorganisme penyebab penurunan kualitas air yang disebabkan pencemaran air  dengan cara alami yaitu menggunakan tumbuhan sebagai Biofilter alami.

Biofilter adalah sistem pengolahan air limbah dengan memanfaatkan mikroorganisme yang tumbuh dan berkembang, salah satunya yaitu dengan menggunakan tanaman sebagai biofilter alami. Air limbah yang mengandung zat organik, unsur hara dan mineral akan tersaring melalui mekanisme proses yang terjadi dalam tanaman. Tanaman yang dapat menjadi biofilter alami yaitu tanaman air, salah satunya eceng gondok (Eichhornia crassipes).

Enceng gondok (Eichhornia crassipes) dianggap sebagai tanaman yang mengganggu ekosistem air karena pertumbuhannya sangat pesat dapat menutupi aliran sungai maupun danau. Tetapi tanaman ini memiliki banyak manfaat dan salah satunya yaitu sebagai stabilisator suatu perairan dan kemampuannya menetralisir bahan tercemar yang masuk ke dalam perairan. Akar tanaman enceng gondok dapat menyerap partikel logam berat, fenol, dan senyawa fosfat.

Sistem biofilter alami yang terjadi pada enceng gondok berlangsung melalui proses transportasi dan fotosintesis. Kedua proses tersebut merupakan kegiatan yang berlangsung dalam tanaman enceng gondok dalam mempertahankan hidupnya.

Mekanisme Biofilter Alami melalui Transportasi Enceng Gondok

Di dalam akar, tanaman biasa melakukan perubahan pH kemudian membentuk suatu zat khelat yang disebut fitosiderofor. Zat inilah yang kemudian mengikat logam kemudian dibawa ke dalam sel akar. logam yang dibawa masuk ke sel akar kemudian ke jaringan pengangkut yaitu xylem dan floem, ke bagian tumbuhan lain. untuk mencegah keracunan logam terhadap sel, maka tanaman akan melakukan detoksofikasi, misalnya menimbun logam kedalam organ tertentu seperti akar.

Kecepatan penyerapan zat pencemar dari dalam air limbah oleh eceng gondok dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya:

 1) komposisi dan kadar zat yang terkandung dalam air limbah

2) kerapatan eceng gondok

3) waktu tinggal eceng gondok dalam air limbah.

Dengan mekanisme transportasi seperti itulah enceng gondok mampu menyerap zat-zat organik, logam berat dan mineral tinggi yang terkandung dalam air yang tercemar oleh limbah rumah tangga dan industri.



Mekanisme Biofilter Alami melalui Fotosintesis Enceng Gondok

Di dalam air yang tercemar terdapat kandungan karbondioksida (CO2) yang berlebihan. Dalam mekanisme proses fotosintesis inilah karbondioksida diubah sedemikian hingga untuk mengurangi pencemaran air yang disebabkan oleh limbah rumah tangga dan industri. Enceng gondok bersifat autotrof. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung dari senyawa anorganik. Enceng gondok menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Proses fotosistesis dari tanaman enceng gondok seperti inilah yang diterapkan pada sistem biofilter alami, sehingga hasil akhir dari proses fotosintesis ini, selain menghasilkan energi berupa karbohidrat yang digunakan untuk pertumbuhan enceng gondok itu sendiri, juga dapat meningkatkan kadar oksigen (O2) dalam air dan udara yang berguna bagi makluk hidup disekitar.



Pengaruh Pemanfaatan Enceng Gondok (Eichhornia crassipes) Terhadap Kualitas Air

  1. Penurunan TDS (Total Dissolved Solid) atau ukuran jumlah materi atau bahan–bahan yang terlarut dalam air.
  2. Mengurangi Konsentrasi Warna Air
  3. Peningkatan DO (Disolved Oxygen) atau oksigen bebas dalam air.



Daftar Pustaka:

Triyanto, Lilik. 2011. PEMANFAATAN ENCENG GONDOK (Eichornia crassipes) SEBAGAI BIOFILTER ALAMI PADA PRE-TREATMENT PENGELOLAAN KUALITAS AIR  .dalam  http://tukangbaksokeliling.blogspot.co.id/2011/09/pemanfaatan-enceng-gondok-eichornia.html

Rahwidhiyasa, Viva. 2009. Know How - Biofilter dengan Tanaman Air .


Riyadi, Kurniawan. 2012. Sistem Penyaring Alami (biofilter). Dalam http://kolambuatan.blogspot.co.id/2012/05/penyaring-alami-biofilter.html

Blog Aplesi. penyaring air ( Biofilter) .Dalam http://www.aplesi.com/2012/07/penyaring-air-biofilter.html

Sabtu, 18 Februari 2017

BIOGAS


Biogas merupakan gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik atau fermentasi dari bahan-bahan organik termasuk di antaranya: kotoran manusia dan hewan, limbah domestik (rumah tangga), sampah biodegradable atau setiap limbah organik yang biodegradable dalam kondisi anaerobik.

PARTICULATE MATTER

Partikulat debu melayang (Suspended Particulate Matter/SPM) merupakan campuran yang sangat rumit dari berbagai senyawa organik dan anorganik yang terbesar di udara dengan diameter yang sangat kecil, mulai dari < 1 mikron sampai dengan maksimal 500 mikron.

PEMBAKARAN SAMPAH

Masih banyak yang belum mengetahui bahwa membakar sampah yang ada disekitar kita dapat membahayakan baik berdampak buruk terhadap lingkungan maupun terhadap kesehatan.

Minggu, 12 Februari 2017

POLUSI TANAH


Definisi: keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan mengubah lingkungan tanah alami.

Ciri – Ciri Dari Tanah Yang Tercemar :

  • Tanah yang telah hilang kesuburannya
  • Ph tanah yang sudah tidak seimbang lagi bisa dibawah six atau pada golongan tanah asam serta terlalu gede ph tadinya 8 hingga tanah tersebut menjadi basa
  • Tanah mengeluarkan bau busuk
  • Tanah kering
  • Tanah yang mengandung berbagai kandungan logam berat di dalamnya
  • Tanah yang mengandung berbagai sampah anorganik di dalamnya

Penyebab Pencemaran Tanah:

  • Pembuangan benda-benda yang sulit terdekomposisi seperti sampah plastik, pecahan kaca, logam, dan karet ke tanah.
  • Penggunaan pestisida dalam kegiatan pertanian yang meninggalkan residu melalui peresapan ke tanah.
  • Sisa sabun dan deterjen yang dibuang ke tanah.
  • Pengikisan humus oleh air.
  • Penimbunan senyawa asam akibat peristiwa hujan asam sehingga akan mencemari ekosistem air tawar.

Dampak Pencemaran Tanah:

  • Menurunnya tingkat kesuburan tanah akibat buangan sampah plastik, pecahan kaca, logam, dan karet sulit diuraikan oleh organisme dekomposer dalam tanah.
  • Matinya organisme pengurai tanah akibat pembuangan limbah deterjen dan residu pestisida dalam tanah.
  • Menurunnya produktivitas tanah karena terkikisnya lapisan humus dari permukaan tanah
  • Perubahan pH tanah akibat adanya deposit senyawa asam yang berasal dari hujan asam. Adapun perubahan keasaman tanah ini akan berpengaruh buruk terhadap penyerapan hara dari tanah oleh tanaman.
  • Penyakit terhadap manusia seperti diare, dan lainnya.

Cara Menanggulangi Pencemaran Tanah:

  1. daur ulang sampah plastik, kaca, karet dan logam menjadi produk baru yang dapat kembali dimanfaatkan.
  2. Penampungan limbah deterjen agar terjadi pengendapan, penyaringan, dan penjernihan sebelum dibuang
  3. Upaya penggunaan insektisida atau pestisida nabati yang ramah lingkungan


DAFTAR PUSTAKA




Website Dosenpendidikan.com. 2016. Pengertian, Penyebab, Dampak Negatif, Dan Penyebab Pencemaran Tanah. http://www.dosenpendidikan.com/pengertian-penyebab-dampak-negatif-dan-penyebab-pencemaran-tanah/

POLUTAN


Definisi : Polutan adalah Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran terhadap lingkungan baik (Pencemaran Udara, Tanah, Air, dsb).





Suatu zat dapat disebut polutan apabila:
1. Jumlahnya melebihi jumlah normal
2. Berada pada waktu yang tidak tepat
3. Berada pada tempat yang tidak tepat



     Syarat polutan:

  1. Merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat lingkungan tidak merusak lagi
  2. Merusak dalam jangka waktu lama. Contohnya Pb tidak merusak bila konsentrasinya rendah. Akan tetapi dalam jangka waktu yang lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh sampai tingkat yang merusak.

     Sifat polutan:

  1. polutan fisik; yaitu polutan yang fisiknya mencemarkan lingkungan. Contohnya: pecahan botol, pecahan keramik, besi tua.
  2. polutan kimiawi; yaitu polutan yang berbentuk senyawa kimia baik senyawa sintetis maupun yang alami, yang karena konsentrasinya cukup tinggi sehingga dapat menimbulkan pencemaran. Contohnya: gas CO, CO2, SO4, logam Pb(timbal), merkuri.
  3. polutan biologis; yaitu polutan yang berbentuk makhluk hidup yang dapat menimbulkan pencemaran. Contohnya: bakteri E.Coli, tumbuhan gulma, dan sebagainya.
  4. polutan sosial budaya; yaitu polutan yang dapat berbentuk perilaku atau hasil budaya yang tidak sesuai dengan norma sosial budaya setempat, sehingga mengganggu kehidupan sosial budaya masyarakat. Contohnya: anak-anak yang tawuran di daerah sekitar masyarakat



Jenis:

  1. Polutan Udara udara umumnya berupa debu, asap, dan gas buangan hasil pembakaran bahan bakarfosil, seperti minyak dan batu bara oleh kendaraan/alat transportasi dan mesin-mesin pabrik
  2. Polutan Air antara lain limbah air, limbah kimia, limbah radioaktif, dll.
  3. Polutan Tanah berasal dari limbah industri, limbah rumah tangga, hujan asam, tumpahan minyak, dan Iain-Iain. Benda-benda yang mencemari tanah berupa benda padat seperti kertas, plastik, aluminium, kaleng, botol, dan benda cair, seperti tumpahan minyak dan limbah cair pabrik.



Daftar pustaka

Blog Hamdan Nawawi. 2013. Pengertian dan Macam Macam Polutan (Zat Pencemar) Air Udara Tanah. http://hamdannawawi.blogspot.co.id/2013/02/Pengertian-Polutan-udara-air-dan-tanah.html

Wikipedia. 2014. Polutan. https://id.wikipedia.org/wiki/Polutan

Blog Belajar Kita Bersama. Pengertian Polusi dan Polutan. https://sites.google.com/site/satuuntukkitasemua/pengertian-polusi-dan-polutan


ATMOSFER BUMI


Definisi: Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi bumi


Komposisi atmosfer:


  • Gas nitrogen dengan kadar 78,17 %
  • Gas oksigen (O2) sebesar 20,97 %
  • Gas argon sebesar 0,9 %
  • Gas karbon dioksida (CO2) sebanyak 0.0357 %
  • Uap air dan beberapa gas pendukung lainnya yang memiliki kad lebih rendah.
    Fungsi Atmosfer:
    1. Pelindung bumi.
    2. Penyeimbang keadaan di dalam dan di luar bumi.
    3. Mengurangi rasa panas yang diberikan langsung oleh cahaya matahari.
    4. Melindungi bumi dari serangan meteor-meteor atau benda-benda luar angkasa.
    5. Menjaga agar grafitasi bumi tetap stabil.
    Lapisan Atmosfer:

  1. Troposfer(0 - 12 km dari permukaan bumi)
    berada pada level yang terendah, campuran gasnya paling ideal untuk menopang kehidupan di bumi.
  2. Stratosfer (diatas 12 – 60 km)
    Lapisan ozon ini menyerap radiasi sinar ultra violet.
  3. Mesosfer (60 – 80 km)
    Udara yang di sini akan mengakibatkan pergeseran yang berlaku dengan objek yang datang dari angkasa dan menghasilkan suhu yang tinggi. Kebanyakan meteor yang sampai ke bumi terbakar pada lapisan ini .
  4. Termosfer (80 – 100 km)
    lapisan ini berguna untuk membantu memancarkan gelombang radio.
  5. Ionosfer ( 100 – 800 km)
    lapisan pelindung bumi dari batu meteor yang berasal dari luar angkasa karena ditarik oleh gravitasi bumi.
  6. Lapisan Eksosfer ( 800 – 3.620 km)
    terjadi banyak interaksi dan hubungan antara gas-gas yang ada di dunia luar bumi, serta gas-gas yang membentuk atmosfer bumi




    Daftar Pustaka

    Website llmuGeografi.com. 2015. 6 Lapisan Atmosfer : Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya. http://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/meteorologi/lapisan-atmosfer
    Khair, Berkah. 2017. Penjelasan Lengkap Tentang Pengertian, Manfaat dan Lapisan Atmosfer. http://berkahkhair.com/atmosfer/
    Blog Zona Siswa. Atmosfer (Lapisan Udara) : Pengertian, Lapisan, & Manfaat. http://www.zonasiswa.com/2014/07/atmosfer-lapisan-udara.html

Sabtu, 04 Februari 2017

Efek Rumah Kaca

Menurut Wikipedia Efek rumah kaca merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya.
Efek rumah kaca dapat digunakan untuk menunjuk dua hal berbeda: efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di bumi, dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat kegiatan manusia (lihat juga pemanasan global). 
Secara general efek rumah kaca merupakan peristiwa memantulnya kembali panas yang dipantulkan bumi ke angkasa kembali kebumi karena adanya gas yang memiliki sifat seperti kaca sehingga panas bumi meningkat.
Penyebab efek rumah kaca disebabkan karena meningkatnya konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Meningkatnya konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh banyaknya pembakaran bahan bakar minyak, batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melebihi kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya.
Dampak Negatif Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim, terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga berakibat kepada beberapa pulau kecil tenggelam di negara kepulauan , yang membawa dampak perubahan yang sangat besar.


Link
Wardhana, Wisnuarya. 2010. Penyebab Rumah Kaca dan Dampaknya. http://www.pengertianpakar.com/2015/04/pengertian-dan-proses-terjadinya-efek-rumah-kaca.html#
Informasi Pendidikan. 2015. Pengertian dan Penyebab Rumah Kaca. http://www.informasi-pendidikan.com/2015/09/pengertian-dan-penyebab-rumah-kaca.html
Sahabat Sayanda. Pengertian Efek Rumah Kaca dan Penanggulangannya. https://www.sayanda.com/efek-rumah-kaca/
Academia. Makalah: Efek Rumah Kaca. https://www.academia.edu/8849783/Makalah_efek_rumahkaca
Glacomelli, gene A. Pengertian Efek Rumah Kaca. https://id.wikipedia.org/wiki/Efek_rumah_kaca

Pengertian Limbah B3 dan Bagaimana Cara Mengendalikannya

Limbah ialah salah satu unsur yang sudah tak terpakai atau yang berasal dari hasil pembuangan. Biasanya, limbah ini ditemukan dari hasil industri yang akhir, seperti hasil pembuangan. Akan tetapi, zat ini tak bisa dibiarkan begitu saja, karena terdapat unsur tertentu yang berbahaya bagi lingkungan sekitar. Untuk itu, diperlukan proses pengelolaan, termasuk pada pengendalian limbah dengan bahan beracun dan berbahaya.
Limbah yang berbahaya atau yang dikenal dengan limbah b3 ini pun memiliki ciri-cirinya. Termasuk pada beberapa karakter dari limbah bahan beracun dan berbahaya, seperti:

1. Memiliki sifat korosif.
2. Mempunyai sifat irritated.
3. Termasuk pada bahan radioaktif.
4. Mengandung racun.
5. Dapat menyebabkan iritasi.
6. Mudah untuk meledak.
7. Mudah untuk terbakar.
8. Mempunyai sifat reaktif.
Selain dari karakteristiknya, limbah berbahan beracun tersebut dapat dibedakan lagi menjadi beberapa jenis, diantaranya:
1. Limbah dari sumber yang spesifik ialah suatu limbah b3 yang dihasilkan oleh suatu pabrik ataupun industri, tetapi pada bagian tertentu.
2. Limbah dari sumber yang tidak spesifik termasuk pada limbah b3 yang dihasilkan pada aktifitas proses pemeliharaan alat, pelarutan kerak, dan lainnya.
3. Limbah dari sumber lainnya yaitu pada hasil dari proses yang berbahan kimia tetapi sudah kadaluarsa atau produk tertentu yang sudah tidak memenuhi spesifikasi.
Tidak sedikit yang bisa dijumpai dari adanya limbah dengan sebutan limbah beracun dan berbahaya atau limbah b3. Untuk itu, tindakan pengelolaan limbah ini sangat diperlukan, terlebih lagi untuk industri ataupun bagi pabrik yang menghasilkan unsur yang disebut dengan limbah.
Tujuan pengelolaan hasil akhir yang tak terpakai ini guna melindungi lingkungan sekitar serta menjaga kesehatan yang ada. Tindakan pengendalian dan juga pengelolaan limbah b3 ini tidaklah sulit, bisa dengan mengikuti beberapa prosedur yang telah direncanakan. Sesuai dengan urutan yang pasti, yaitu:
1. Penyimpanan
2. Pengumpulan
3. Pengangkatan
4. Pemanfaatan
5. Pengelolaan
6. Penimbunan
Dari beberapa urutan tersebut, pada nantinya akan memproses limbah yang berbahaya menjadi limbah yang aman. Sehingga, tidak membahayakan lingkungan dan kesehatan di sekitarnya. Untuk lebih detailnya, bisa dengan beberapa penjelasan berikut ini, yaitu:
1. Pada proses penyimpanan dan pengumpulan ini bertujuan untuk menghindari limbah b3 ke lingkungan sekitar.
2. Pengangkatan ini mencakup pada proses pemilihan limbah yang aman dan yang harus diproses.
3. Pada proses pemanfaatan ini termasuk pada kegiatan untuk mendaur ulang beberapa limbah yang bisa dipakai dan memang aman.
4. Pengelolaan limbah b3 ini bertujuan untuk mengurangi kadar racun dari limbah yang dihasilkan. Sehingga, dari limbah yang berbahaya, menjadi aman dan tak berbahaya.
5. Proses pengolahan ini merupakan langkah penambahan zat senyawa pada limbah b3.
Penimbunan ini termasuk pada kegiatan untuk menampung ataupun mengisolasi limbah b3. Karena limbah tersebut sudah tak bisa dimanfaatkan lagi dan lebih aman untuk ditimbun.

Source:
Sugianto .2015 Pengertian Limbah B3 dan Bagaimana Cara Mengendalikannya. 
Jokowarino.Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Pengertian dan Jenis. https://alamendah.org/2014/10/05/bahan-berbahaya-dan-beracun-b3-pengertian-dan-jenis/
Lembaga penelitian univ negeri malang. 2009. Jenis dan Penggolongan Bahan Berbahaya dan Beracun. http://www.pintarbiologi.com/2014/11/mengenal-limbah-b3.html?m=1
Witasharer Blogspot . 2013. Metode Pengolahan secara Kimia, Fisik, dan Biologi. b3-pengertian-dan-jenis/ http://www.pintarbiologi.com/2014/11/mengenal-limbah-b3.html?m=1


Produk Olahan Kelapa Sawit dan Turunannya

Kelapa Sawit merupakan komoditas tanaman perkebunan khas Indonesia yang mempunyai nilai produksi yang tinggi. Kelapa sawit merupakan bahan baku utama pembuat minyak goreng, margarin, sabun, kosmetik bahkan kabel hingga industri farmasi, ini di sebabkan oleh keunggulan sifatnya yang tahan terhadap oksidasi dengan tekanan tinggi dan mampu melarutkan bahan kimia yang tidak larut oleh bahan pelarut lainnya, mempunyai daya melapis yang tinggi dan tidak menimbulkan iritasi pada tubuh dalam bidang kosmetik.. Bukan hanya itu saja, yang paling menarik adalah tidak ada sampah di dalam proses produksi minyak sawit. Sisa produksinya di antaranya serat, cangkang, batang, tandan dan pelepah dapat diolah menjadi kompos dan yang sudah di gunakan sebagai sumber energi terbarukan, yaitu Biodiesel. 

Tanaman kelapa sawit menghasilkan buah yang disebut tandan buah segar (TBS), setelah diolah tandan buah segar akan menghasilkan minyak yang terdiri atas 2 macam :

- Minyak berasal dari daging buah (messocarp) yang dihasilkan melalui perebusan dan pemerasan (press), minyak jenis ini dikenal sebagai minyak sawit kasar atau crude palm oil (CPO). Crude Palm Oil adalah minyak kelapa sawit mentah yang berwarna kemerah-merahan yangdiperoleh dari hasil ekstraksi atau dari proses pengempaan daging buah kelapa sawit.
Minyak sawit termasuk minyak yang memiliki kadar lemak jenuh yang tinggi. Minyak sawit berwujud setengah padat pada temperatur ruangan dan memiliki beberapa jenis lemak jenuh asam laurat (0.1%), asam miristat (1%), asam stearat (5%), dan asam palmitat (44%). Minyak sawit juga memiliki lemak tak jenuh dalam bentuk asam oleat (39%), asam linoleat (10%), dan asam alfa linoleat (0.3%)
Secara alami minyak sawit berwarna kemerahan karena kandungan karotena yang tinggi, termasuk alfa-karotena, beta-karotena, dan likopen, nutrisi yang sama yang memberikan warna merah pada tomat, wortel, dan buah dan sayur lainnya. Minyak sawit murni mengandung setidaknya 10 jenis karotena, bersama dengan tokoferol dan tokotrienol (anggota famili Vitamin E), fitosterol, dan gikolipid.
- Minyak Goreng berasal dari inti sawit, dikenal sebagai minyak inti sawit atau palm kernel oil (PKO). Minyak inti kelapa sawit diperoleh dari biji kelapa sawit. Minyak inti sawit memiliki kandungan asam lemak yang mirip dengan minyak kelapa sehingga dapat digunakan sebagai pengganti minyak kelapa. Minyak inti sawit memiliki kandungan asam lemak tak jenuh lebih tinggi dan asam lemak rantai pendek lebih rendah daripada minyak kelapa.

Produk Turunan Olahan Kelapa Sawit

Consumer goods
Produk yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Produk seperti sabun, shampoo, deterjen, pasta gigi, dan kosmetik bahkan makanan. Salah satu keunggulan produk yang dihasilkan dari turunan minyak sawit adalah kadar lemak yang rendah dan relative aman untuk jangka panjang. Selain itu produk yang berasal dari minyak sawit lebih ramah lingkungan karena mudah terurai dan juga tidak menyebabkan iritasi.
Selain minyak dan bahan solid lain, dihasilkan juga beberapa padatan yang dapat langsung digunakan atau harus diproses lebih lanjut.

Bahan Baku Makanan
 Produk turunan ini sangat baik karena mengandung gizi dan bersifat non-kolesterol selain tidak berlemak. Produk turunan berupa makanan yang berasal dari minyak sawit juga mengandung asam linoleat yang merupakan asam lemak yang sangat esensial untuk tubuh.
Vitamin yang terkandung dalam makanan yang merupakan turunan dari minyak sawit adalah pro-vitamin A dan Vitamin E. produk-produk ini juga mengandung beta-karoten dan terdapat karbohidrat serta energy dan protein.
Produk makanan minyak sawit juga mengandung omega 9 yang tinggi sehingga dapat mencegah penyakit jantung koroner. Dibandingkan dengan minyak nabati lain minyak sawit mampu mengurangi radikal bebas dan juga memperlambat proses penuaan.
seperti mentega, lemak untuk masakan (shortening), bahan tambahan coklat, bahan baku es krim, pembuat asam lemak, vanaspati, bahan baku berbagai industry, dan bahan makanan ternak.

Bahan Baku kosmetik dan obat-obatan
seperti krim, shampoo, lotion dan vitamin A, minyak sawit lebih mudah diserap kulit dibandingkan dengan jenis minyak lain.

Bahan baku industri
Digunakan sebagai pelembut dan pelunak, pada industry tekstil karena mudah dibersihkan, sebagai pelumas cukup baik digunakan karena tahan terhadap tekanan dan suhu tinggi, sebagai bahan flotasi pada pemisah biji tembaga dan kobalt, pada industry ringan dijadikan salah satu bahan baku pembuatan sabun, semir sepatu, lilin, deterjen, dan tinta cetak.
Source:
Informasi Pengetahuan Blogspot. Produk Olahan Kelapa Sawit. http://informasipengetahuan.blogspot.co.id/2015/12/produk-olahan-kelapa-sawit-dan.html
Rahman, Agus. 2011. Produk Turunan Kelapa Sawit.  http://sapotongcarita.blogspot.co.id/2013/11/produk-turunan-minyak-sawit.html
Ensiklopedia. 2016. Minyak Sawit. https://id.wikipedia.org/wiki/Minyak_sawit

Ensiklopedia. 2016. Minyak Inti Kelapa Sawit. https://id.wikipedia.org/wiki/Minyak_inti_kelapa_sawit