.

Tampilkan postingan dengan label @TA05. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @TA05. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Februari 2017

Kimia Industri


Industri kimia menurut Wikipedia merujuk pada suatu industri yang terlibat dalam produksi zat kimia. Industri ini mencakup petrokimia, agrokimia, farmasi, polimer, cat, dan oleokimia. Industri ini menggunakan proses kimia, termasuk reaksi kimia untuk membentuk zat baru, pemisahan berdasarkan sifat seperti kelarutan atau muatan ion, distilasi, transformasi oleh panas, serta metode-metode lain.

Industri Kimia Dasar


Menurut bahannya maka Industri Kimia dapat dikelompokan menjadi :

A. Petrokimia
Petrokimia adalah suatu industri yang bergerak pada pengolahan bahan kimia dengan menggunakan bahan baku dari hasil dari proses pengolahan minyak bumi dan gas bumi. Pada dasarnya, industri petrokimia terbagi dalam tiga bagian besar, yaitu:

Pestisida



Pestisida adalah sebutan untuk semua jenis obat (zat/bahan kimia) pembasmi hama yang ditujukan untuk melindungi tanaman dari serangan serangga, jamur, bakteri, virus dan hama lainnya seperti tikus, bekicot, dan nematoda (cacing).

Benzena

STRUKTUR  BENZENA

Benzena merupakan suatu senyawa hidrokarbon dengan rumus molekul C6H6, dan rumus strukturnya merupakan rantai lingkar (siklis) dengan ikatan rangkap selang seling.

Jarangnya Industri Bahan baku obat di Indonesia












  


Menurut Kamenperin RI Industri Kimia terbagi menjadi Industri Hulu dan Industri Hilir. Industri Hulu adalah industri  yang hanya mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi. Industri ini sifatnya hanya menyediakan bahan baku untuk kegiatan industri yang lain. Misalnya: industri kayu lapis, industri alumunium, industri pemintalan, dan industri baja. Pada artikel ini akan dijelaskan Industri Hulu farmasi.

Sampai saat ini Industri Hulu farmasi di Indonesia masih sangat kurang. Kebanyakan Industri Hulu farmasi masih ketergantungan impor bahan baku obat. Bahan baku obat tersebut biasanya di impor dari Jerman dan China. Karena bahan baku yang masih impor ini yang menyebabkan harga pokok produksi tidak efisien. Jika Indutri hulu farmasi berkembang di Indonesia akan menekan harga obat dan membuka lapangan kerja baru. Salah satu bahan baku obat yang biasa di impor adalah garam farmasi atau NaCl. Garam farmasi ini biasa digunakan untuk bahan baku sediaan infus, tablet, oralit, dan minuman kesehatan.  

Banyaknya penyebab mengapa industri bahan baku obat di Indonesia sulit berkembang. Pemerintah masih belum mendukung dalam pembangunan industri hulu farmasi dan tidak adanya investasi di bidang industri bahan baku obat.

Solusi agar industri hulu farmasi ini bisa berkembang di Indonesia adalah dengan membuka kesempatan bagi perusahaan asing untuk berinvestasi. dan BUMN di Indonesia kini tengah mempercepat skema sinergi usaha antar BUMN farmasi untuk membuat industri bahan baku obat di Indonesia.

Semoga industri bahan baku obat bisa berkembang di Indonesia sehingga kita tidak perlu lagi membeli obat dengan harga yang mahal dan masyarakat kurang mampu bisa terbantu. Terimakasih.

Referensi . 

Pengertian Limbah B3 dan Bagaimana Cara Mengendalikannya

Limbah ialah salah satu unsur yang sudah tak terpakai atau yang berasal dari hasil pembuangan. Biasanya, limbah ini ditemukan dari hasil industri yang akhir, seperti hasil pembuangan. Akan tetapi, zat ini tak bisa dibiarkan begitu saja, karena terdapat unsur tertentu yang berbahaya bagi lingkungan sekitar. Untuk itu, diperlukan proses pengelolaan, termasuk pada pengendalian limbah dengan bahan beracun dan berbahaya.
Limbah yang berbahaya atau yang dikenal dengan limbah b3 ini pun memiliki ciri-cirinya. Termasuk pada beberapa karakter dari limbah bahan beracun dan berbahaya, seperti:

1. Memiliki sifat korosif.
2. Mempunyai sifat irritated.
3. Termasuk pada bahan radioaktif.
4. Mengandung racun.
5. Dapat menyebabkan iritasi.
6. Mudah untuk meledak.
7. Mudah untuk terbakar.
8. Mempunyai sifat reaktif.
Selain dari karakteristiknya, limbah berbahan beracun tersebut dapat dibedakan lagi menjadi beberapa jenis, diantaranya:
1. Limbah dari sumber yang spesifik ialah suatu limbah b3 yang dihasilkan oleh suatu pabrik ataupun industri, tetapi pada bagian tertentu.
2. Limbah dari sumber yang tidak spesifik termasuk pada limbah b3 yang dihasilkan pada aktifitas proses pemeliharaan alat, pelarutan kerak, dan lainnya.
3. Limbah dari sumber lainnya yaitu pada hasil dari proses yang berbahan kimia tetapi sudah kadaluarsa atau produk tertentu yang sudah tidak memenuhi spesifikasi.
Tidak sedikit yang bisa dijumpai dari adanya limbah dengan sebutan limbah beracun dan berbahaya atau limbah b3. Untuk itu, tindakan pengelolaan limbah ini sangat diperlukan, terlebih lagi untuk industri ataupun bagi pabrik yang menghasilkan unsur yang disebut dengan limbah.
Tujuan pengelolaan hasil akhir yang tak terpakai ini guna melindungi lingkungan sekitar serta menjaga kesehatan yang ada. Tindakan pengendalian dan juga pengelolaan limbah b3 ini tidaklah sulit, bisa dengan mengikuti beberapa prosedur yang telah direncanakan. Sesuai dengan urutan yang pasti, yaitu:
1. Penyimpanan
2. Pengumpulan
3. Pengangkatan
4. Pemanfaatan
5. Pengelolaan
6. Penimbunan
Dari beberapa urutan tersebut, pada nantinya akan memproses limbah yang berbahaya menjadi limbah yang aman. Sehingga, tidak membahayakan lingkungan dan kesehatan di sekitarnya. Untuk lebih detailnya, bisa dengan beberapa penjelasan berikut ini, yaitu:
1. Pada proses penyimpanan dan pengumpulan ini bertujuan untuk menghindari limbah b3 ke lingkungan sekitar.
2. Pengangkatan ini mencakup pada proses pemilihan limbah yang aman dan yang harus diproses.
3. Pada proses pemanfaatan ini termasuk pada kegiatan untuk mendaur ulang beberapa limbah yang bisa dipakai dan memang aman.
4. Pengelolaan limbah b3 ini bertujuan untuk mengurangi kadar racun dari limbah yang dihasilkan. Sehingga, dari limbah yang berbahaya, menjadi aman dan tak berbahaya.
5. Proses pengolahan ini merupakan langkah penambahan zat senyawa pada limbah b3.
Penimbunan ini termasuk pada kegiatan untuk menampung ataupun mengisolasi limbah b3. Karena limbah tersebut sudah tak bisa dimanfaatkan lagi dan lebih aman untuk ditimbun.

Source:
Sugianto .2015 Pengertian Limbah B3 dan Bagaimana Cara Mengendalikannya
Jokowarino.Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Pengertian dan Jenis. https://alamendah.org/2014/10/05/bahan-berbahaya-dan-beracun-b3-pengertian-dan-jenis/
Lembaga penelitian univ negeri malang. 2009. Jenis dan Penggolongan Bahan Berbahaya dan Beracun. http://www.pintarbiologi.com/2014/11/mengenal-limbah-b3.html?m=1
Witasharer Blogspot . 2013. Metode Pengolahan secara Kimia, Fisik, dan Biologi. b3-pengertian-dan-jenis/ http://www.pintarbiologi.com/2014/11/mengenal-limbah-b3.html?m=1















  

  • PETROKIMIA

Petrokimia adalah bahan kimia apapun yang diperoleh dari bahan bakar fosil. Ini termasuk bahan bakar fosil yang telah dipurifikasi seperti metana, propana, butana, bensin, minyak tanah, bahan bakar diesel, bahan bakar pesawat, dan juga termasuk berbagai bahan kimia untuk pertanian seperti pestisida, herbisida, dan pupuk, serta bahan-bahan seperti plastik, aspal, dan serat buatan.

Industri Petrokimia adalah industri yang berkembang berdasarkan suatu pola yang mengkaitkan suatu produk-produk industri minyak bumi yang tersedia, dengan kebutuhan masyarakat akan bahan kimia atau bahan konsumsi dalam kehidupan sehari-hari. Contoh produk-produk industri petrokimia hulu antara lain Methanol, Ethylene, Propylene, Butadine, Benzene, Toluene, Xylenes, Fuel Coproducts, Pyrolisis Gasoline, Pyrolisis Fuel Oil, Raffinate dan Mixed C4.


  • POLIMER

Polimer merupakan suatu makromolekul atau disebut juga molekul raksasa yang tersusun atas beberapa monomer (molekul-molukul kecil yang sederhana). Molekul kecil/monomer yang menyusun polimer dapat berupa senyawa berikatan rangkap maupun senyawa yang  memiliki gugus fungsional.

Sifat-sifat Polimer
Polimer merupakan makromolekul yang terdiri atas banyak kelas material alami dan sintetik dengan sifat-sifat yang sangat beragam. Perbedaan kedua material tersebut  terletak pada mudah tidaknya sebuah polimer didegradasi atau dirombak oleh mikroba. Biasanya, polimer bahan sintetik akan lebih sulit diuraikan oleh mikroorganisme dibanding polimer bahan alami. Perbedaan sifat-sifat polimer tersebut dipengaruhi oleh struktur polimernya, yang meliputi:

a. Panjang rantai polimer
Semakin panjang rantai polimer, maka kekuatan dan titik leleh senyawanya semakin tinggi.

b. Gaya antar molekul
Semakin besar gaya antar molekul pada rantai polimer maka polimer akan menjadi kuat dan sukar meleleh.

c. Percabangan
Rantai polimer yang bercabang banyak memiliki daya tegang rendah dan mudah meleleh.

d. Ikatan silang antar rantai polimer
Semakin banyaknya ikatan silang maka polimer semakin kaku dan rapuh sehingga mudah patah. Hal tersebut dikarenakan Ikatan silang antar rantai polimer menyebabkan terjadinya jaringan yang kaku dan membentuk bahan yang keras.



  • .      KIMIA ANORGANIK
Kimia anorganik adalah cabang kimia yang mempelajari sifat dan reaksi senyawa anorganik. Ini mencakup semua senyawa kimia kecuali yang berupa rantai atau cincin atom-atom karbon, yang disebut senyawa organik dan dipelajari dalam kimia organik. Perbedaan antara kedua bidang ilmu ini tidak mutlak dan banyak tumpang-tindih, khususnya dalam subbidang kimia organologam. Bidang ini memiliki banyak aplikasi dalam setiap aspek industri kimia, termasuk katalisis, material, pigmen, surfaktan, pelapis, industri medis, bahan bakar, dan pertanian.

Bahan Kimia Dasar Anorganik
Amonia
Brom
Kalsium karbonat
Klorin
Fluor
Hidrogen
Hidrogen klorida
Hidrogen fluorida
Hidrogen peroksida
Asam Nitrat
Oksigen, nitrogen dan gas mulia
Asam fosfat
Fosfor
Natrium karbonat
Natrium hidroksida
Belerang
Asam sulfat
Titanium dioksida


Bahan Kimia Dasar Organik
Benzene dan methylbenzenes
Buta-1,3-diena
Epoxyethane (Ethylene oxide)
Etana-1,2-diol (Ethylene glycol)
Asam etanoat (asam asetat)
Etanol
Etena (Ethylene)
Metanal (formaldehida)
Metanol
Metil tersier-butil eter
Fenol
Propanon (Aseton)
Propena (Propylene)
Urea


Daftar Pustaka : 




JENIS-JENIS BAHAN KIMIA

Zat Kimia adalah semua materi dengan komposisi kimia tertentu. Sebagai contoh, suatu cuplikan air memiliki sifat yang sama dan rasio hidrogen terhadap oksigen yang sama baik jika cuplikan tersebut diambil dari sungai mauun di laboratorium.


Pengertian Kimia Organik dan Anorganik

Kimia Organik
Kimia organik adalah cabang dari ilmu kimia tentang struktur, sifat, komposisi, reaksi, serta sistesis senyawa organik. Senyawa organik dibangun terutama oleh karbon serta hidrogen, dan dapat juga mengandung unsur-unsur lain seperti nitrogen, oksigen, fosfor, halogen, serta belerang.

Kimia Anorganik
Kimia anorganik adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari sifat  dan reaksi senayawa anorganik. Ini mencakup semua senyawa kimia kecuali yang berupa rantai atau cincin atom-atom karbon, yang disebut senyawa organik yang dipelajari dalam kimia organik. Perbedaan antara kedua ilmu ini tidak mutlak dan banyak tumpang tindih, khususnya dalam bidang organologam.

Kimia organik dan anorganik adalah subdisiplin dalam kimia. Dalam kimia organik, studi ilmiah terkonsentrasi terhadap senyawa karbon dan senyawa berbasis karbon lainnya seperti hidrokarbon dan turunannya.

Kimia anorganik yang bersangkutan dalam studi ilmiah semua senyawa kimia kecuali kelompok karbon. Jadi untuk memangkas singkat, transaksi kimia organik cerita dengan karbon sementara transaksi kimia anorganik dengan sisa senyawa kimia kecuali karbon.

Perbedaan Senyawa Organik dan Anorganik

Senyawa organik


  • Kebanyakan berasal dari makhluk hidup dan beberapa dari hasil sintesis
  • Senyawa organik lebih mudah terbakar
  • Strukturnya lebih rumit
  • Semua senyawa organik mengandung unsur karbon
  • Hanya dapat larut dalam pelarut organik
  • CH4, C2H5OH, C2H6 dan sebagainya.

Senyawa Anorganik

  • Berasal dari sumber daya alam mineral ( bukan makhluk hidup)
  • Tidak mudah terbakar
  • Struktur sederhana
  • Tidak semua senyawa anorganik yang memiliki unsur karbon
  • Dapat larut dalam pelarut air atau organik
  • NaF, NaCl, NaBr, NaI dan sebagainya.




Daftar Pustaka

http://bumikimia.blogspot.co.id/2015/09/pengertian-kimia-organik-dan-anorganik.html

http://ilmualam.net/perbedaan-kimia-organik-dan-anorganik.html

http://www.sridianti.com/perbedaan-kimia-organik-dan-kimia-anorganik.html

http://mazmuiz.blogspot.co.id/2015/01/perbedaan-antara-senyawa-organik-anorganik.html

http://kliksma.com/2015/09/perbedaan-organik-dan-anorganik.html











SENYAWA ESTER



SENYAWA ESTER 
Dalam kimia, Ester adalah suatu senyawa organik yang terbentuk melalui penggantian satu (atau lebih) atom hidrogen pada gugus karboksil dengan suatu gugus organik (biasa dilambangkan dengan R'). Asam oksigen adalah suatu asam yang molekulnya memiliki gugus -OH yang hidrogennya (H) dapat menjadi ion H+.

Pengertian Ester, Sifat, Kegunaan, Isomer, Dampak, Bahaya, Pembuatan, Sintesis, Kimia - Ester adalah senyawa yang dapat dianggap turunan dari asam karboksilat dengan mengganti ion hidrogen pada gugus hidroksil oleh radikal hidrokarbon. Beberapa contoh ester (R–COOR') ditunjukkan berikut ini.




Berdasarkan contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa rumus umum ester adalah :
 
Gugus –OH dari gugus karboksil diganti oleh gugus –OR'. Dalam ester, R dan R' dapat sama atau berbeda.

Gugus karboksilat ditunjukkan dengan huruf tebal (bold).

a. Aturan Penamaan / Tata Nama Ester

Penataan nama ester dimulai dengan menyebutkan gugus alkil diikuti gugus asam karboksilat yang menyusun ester dengan menghilangkan kata –asam. Contoh penataan nama ester ditunjukkan berikut ini.

Dari asam format (HCOOH) :

HCOO–CH3
Metil format
HCOO–CH2CH3
Etil format
HCOO–CH2CH2CH3
n–propil format

Dari asam asetat (CH3COOH) :

CH3COO–CH3
Metil asetat
CH3COO–CH2CH3
Etil asetat
CH3COO–CH2CH2CH3
n–propil asetat

Contoh Soal Penamaan Ester (1) :

Tuliskan nama senyawa ester berikut.

Jawaban :

Residu alkil adalah suatu isobutil, sedangkan gugus karboksilatnya adalah suatu butanoat atau butirat. Jadi, nama ester tersebut adalah isobutil butanoat atau isobutil butirat.

b. Isomer Ester

Ester memiliki isomer struktural dan isomer fungsional dengan asam karboksilat. Contoh isomer struktur dan isomer fungsional ester untuk rumus molekul C4H8O2 adalah sebagai berikut.

Isomer struktur :



Isomer fungsional :

Keenam rumus struktur di atas memiliki rumus molekul sama, yaitu C4H8O2, tetapi berbeda baik dari aspek struktur maupun fungsionalnya. Jadi, ester dan asam karboksilat berisomer fungsional satu dengan lainnya.

c. Pembuatan Ester (Esterifikasi)

Berbagai metode pembuatan ester telah dikembangkan. Salah satu metode umum yang digunakan adalah reaksi alkohol dengan asam karboksilat. Pada reaksi ini, asam sulfat ditambahkan sebagai pendehidrasi (katalis).

Gambar 1. Pembuatan ester di laboratorium.
Reaksi keseluruhannya adalah :

Pada sintesis ester, asam asetat melepaskan gugus –OH dan alkohol melepaskan gugus H yang dikeluarkan sebagai H2O. Reaksi tersebut adalah reaksi kesetimbangan. Oleh karena itu, untuk memperoleh hasil yang banyak, dilakukan dengan salah satu pereaksi berlebih, atau dapat juga dilakukan mengeluarkan ester yang terbentuk agar kesetimbangan bergeser ke arah produk.

Untuk memproduksi ester dalam jumlah banyak, metode tersebut kurang efisien dan tidak praktis sebab tetapan kesetimbangan untuk reaksi ini relatif kecil (Kc = 3). Oleh karena tetapan kesetimbangan kecil, produk yang dihasilkan pun sedikit.

Di industri, ester disintesis dalam dua tahap. Pertama, asam karboksilat diklorinasi menggunakan tionil klorida menjadi asil klorida. Selanjutnya, asil klorida direaksikan dengan alkohol menjadi ester. Persamaan reaksi yang terjadi adalah :

Basa menyerap HCl yang dihasilkan dari reaksi. Hal ini mendorong reaksi ke arah produk hingga sempurna.

d. Sifat dan Kegunaan Ester

Ester dapat dihidrolisis dengan menggunakan asam atau basa. Hidrolisis ester disebut juga reaksi penyabunan. Hidrolisis ester tiada lain adalah mengubah ester menjadi alkohol dan garam yang berasal dari turunannya. Misalnya, hidrolisis etil asetat. Proses hidrolisis berlangsung sempurna jika dididihkan dengan pelarut basa, seperti NaOH. Reaksi penyabunan bukan merupakan reaksi kesetimbangan sebagaimana pada esterifikasi sebab pada akhir reaksi, ion alkoksida mengikat proton dari asam karboksilat dan terbentuk alkohol yang tidak membentuk kesetimbangan.


H2SO4

C2H5COOC2H5 + H2O
C2H5COOH + C2H5OH



C2H5COOC2H5 + NaOH
C2H5COONa + C2H5OH

Ester asam karboksilat dengan massa molekul relatif rendah umumnya tidak berwarna, berwujud cair, mudah menguap, dan memiliki bau yang sedap. Ester-ester ini umumnya memiliki rasa buah. Ester-ester ini banyak ditemukan dalam buah-buahan atau bunga. Beberapa ester minyak dan makanan ditunjukkan berikut ini.

Ester banyak digunakan sebagai esens buatan yang berbau buah-buahan (Gambar 2). Pisang juga mengandung ester etil asetat.


Gambar 2. Kegunaan ester.
Misalnya, etil asetat (rasa pisang), amil asetat (rasa nanas), oktil asetat (rasa jeruk orange), dan etil butirat (rasa stroberi). Terdapat beberapa ester penting yang diturunkan dari asam anorganik. Misalnya, nitrogliserin, yakni suatu ester yang diperoleh melalui reaksi asam nitrat dengan gliserol dalam asam sulfat pekat.

Nitrogliserin merupakan cairan seperti minyak dan mudah meledak. Jika disisipkan ke dalam absorben tertentu, disebut dinamit.


Anda sekarang sudah mengetahui Ester. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :



Daftar Pustaka
Sunarya, Y. dan A. Setiabudi. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Kimia 3 : Untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 298.

http://kimiastudycenter.com/kamus-reaksi/93-tata-nama-ester-dan-pembuatannya