.

Tampilkan postingan dengan label @TA09. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @TA09. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Februari 2017

Limbah B3




Pengertian Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) - Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga).

Kamis, 23 Februari 2017

Pengolahan Sampah Berdasarkan Bentuknya

Latar Belakang
Kegiatan pembangunan yang paling banyak menimbulkan pencemaran adalah limbah industri, limbah permukiman dan kota, limbah kendaraan bermotor, limbah pertanian dan pariwisita. Akibatnya lingkungan hidup yang tercemar adalah adalah perairan, sungai, danau, pesisir, udara dan tanah. Untuk mengurangi tingkat pencemaran, maka yang harus dilakukan adalah meningkatkan efisiensi pengolahan bahan dalam setiap kegiatan pembangunan, dan pengembangan teknologi daur ulang limbah dalam kegiatan-kegiatan tersebut. Selain dari pada itu perlu pula dikembangkan industri hilir yang menggunakan limbah dari industri hulu sebagai bahan bakunya, serta dikembangkan pengaturan nilai ambang batas limbah maksimum yang masih dibolehkan dibuang ke dalam lingkungan hidup, yaitu limbah yang tidak melebihi kemampuan lingkungan alam untuk mencernanya. Sehubungan dengan hal tersebut maka jelaslah bahwa pengolahan dan daur ulang limbah wajib dilakukan oleh setiap industri. Dari kajian yang telah dilakukan mengenai sampai seberapa jauh pihak industri telah melaksanakan kewajiban tentang pengolahan limbah, diketahui bahwa ada industri yang telah melaksanakan sistem pengolahan daur ulang limbah, demi terciptanya lingkungan yang kondusif, sehat dan nyaman.



A. Pengertian Limbah ( Sampah )
Menurut Sugiharto (1987) Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Dimana masyarakat bermukim, disanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water).
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung.Akan tetapi karena dalam kehidupan manusia didefinisikan konsep lingkungan maka Sampah dapat dibagi menurut jenis-jenisnya.

B.  Karakteristik Limbah Industri
Berdasarkan karakteristiknya limbah industri dapat dibagi menjadi empat bagian :
1.      Limbah cair biasanya dikenal sebagai entitas pencemar air. Komponen pencemaran air pada umumnya terdiri dari bahan buangan padat, bahan buangan organik, dan bahan buangan anorganik.
2.      Limbah padat
3.      Limbah gas dan partikel
4.      Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).
Macam Limbah Beracun:
a.             Limbah mudah meledak adalah limbah yang melalui reaksi kimia dapat menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan tinggi yang dengan cepat dapat merusak lingkungan.
b.            Limbah mudah terbakar adalah limbah yang bila berdekatan dengan api, percikan api, gesekan atau sumber nyala lain akan mudah menyala atau terbakar dan bila telah menyala akan terus terbakar hebat dalam waktu lama.
c.              Limbah reaktif adalah limbah yang menyebabkan kebakaran karena melepaskan atau menerima oksigen atau limbah organik peroksida yang tidak stabil dalam suhu tinggi.
d.            Limbah beracun adalah limbah yang mengandung racun yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Limbah B3 dapat menimbulkan kematian atau sakit bila masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, kulit atau mulut.
e.             Limbah penyebab infeksi adalah limbah laboratorium yang terinfeksi penyakit atau limbah yang mengandung kuman penyakit, seperti bagian tubuh manusia yang diamputasi dan cairan tubuh manusia yang terkena infeksi.
f.              Limbah yang bersifat korosif adalah limbah yang menyebabkan iritasi pada kulit atau mengkorosikan baja, yaitu memiliki pH sama atau kurang dari 2,0 untuk limbah yang bersifat asam dan lebih besar dari 12,5 untuk yang bersifat basa.

C.  Pengolahan Limbah Padat dan Limbah Cair Di Industri
Beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas limbah padat dan limbah cair adalah volume limbah, kandungan bahan pencemar, dan frekuensi pembuangan limbah. Untuk mengatasi limbah padat dan limbah cair ini diperlukan pengolahan dan penanganan limbah yang tepat. Pada dasarnya pengolahan limbah ini dapat dibedakan menjadi :
1. Pengolahan menurut tingkatan perlakuan
a. Metode pengangkutan limbah padat dan limbah cair
b. Pemilihan tempat dan penggunaan tanah
c. Metoda pembuangan :
1. penimbunan darat.
2. pembakaran/pengkremisan.
3. metode daur ulang.
4. pengolahan biologis


2. Pengolahan menurut karakteristik limbah
a. Hydropulping (Pembuburan encer).
Hydropulping adalah sebuah teknik penanganan limbah, khususnya kertas dan makanan, disiram dengan air dan dipadatkan.
b. Pyrolisis (Peninggian Suhu).
Pyrolisis adalah sebuah proses pemanasan, pemindahan oksidasi organik tidak dimungkinkan terjadi. Bahkan zat organik tersusun atas sampah dengan kalor (Panas), sebagian besar terdiri dari zat-zat non organik misalnya logam dan kaca yang tidak dipisahkan sebelum hydrolisis.
Gas-gas yang telah menguap diembunkan pada saat bahan yang tersisa dibakar untuk menyuplai panas (energi) yang diperlukan untuk meninggikan suhu benda-benda tersebut. Karena oksidasi dicegah, proses pyrolisis harus dilakukan pada udara yang mengandung argon, helium, nitrogen.
c. Pembakaran dengan suhu tinggi

Sumber Referensi :
1. www.limbahB3dankesehatan.com
2. www.penenganansampahpadat.com
3. www.masalahsampahdanlingkungan.com

5. Modul Bab 9 Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Universitas Mercubuana Fak. Tehnik
6. Jurnal “PENERAPAN PENGELOLAAN LIMBAH B3 DI PT. TOYOTA MOTOR  MANUFACTURING INDONESIA” Oleh ; Cesar Ray Ratman1 dan Syafrudin2 1 Alumni Program  Studi Teknik Lingkungan FT UNDIP 2 Program Studi Teknik Lingkungan FT UNDIP, Jl. Prof. H.  Sudarto, SH Tembalang Semarang,

Minggu, 12 Februari 2017

POLUSI TANAH


Definisi: keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan mengubah lingkungan tanah alami.

Ciri – Ciri Dari Tanah Yang Tercemar :

  • Tanah yang telah hilang kesuburannya
  • Ph tanah yang sudah tidak seimbang lagi bisa dibawah six atau pada golongan tanah asam serta terlalu gede ph tadinya 8 hingga tanah tersebut menjadi basa
  • Tanah mengeluarkan bau busuk
  • Tanah kering
  • Tanah yang mengandung berbagai kandungan logam berat di dalamnya
  • Tanah yang mengandung berbagai sampah anorganik di dalamnya

Penyebab Pencemaran Tanah:

  • Pembuangan benda-benda yang sulit terdekomposisi seperti sampah plastik, pecahan kaca, logam, dan karet ke tanah.
  • Penggunaan pestisida dalam kegiatan pertanian yang meninggalkan residu melalui peresapan ke tanah.
  • Sisa sabun dan deterjen yang dibuang ke tanah.
  • Pengikisan humus oleh air.
  • Penimbunan senyawa asam akibat peristiwa hujan asam sehingga akan mencemari ekosistem air tawar.

Dampak Pencemaran Tanah:

  • Menurunnya tingkat kesuburan tanah akibat buangan sampah plastik, pecahan kaca, logam, dan karet sulit diuraikan oleh organisme dekomposer dalam tanah.
  • Matinya organisme pengurai tanah akibat pembuangan limbah deterjen dan residu pestisida dalam tanah.
  • Menurunnya produktivitas tanah karena terkikisnya lapisan humus dari permukaan tanah
  • Perubahan pH tanah akibat adanya deposit senyawa asam yang berasal dari hujan asam. Adapun perubahan keasaman tanah ini akan berpengaruh buruk terhadap penyerapan hara dari tanah oleh tanaman.
  • Penyakit terhadap manusia seperti diare, dan lainnya.

Cara Menanggulangi Pencemaran Tanah:

  1. daur ulang sampah plastik, kaca, karet dan logam menjadi produk baru yang dapat kembali dimanfaatkan.
  2. Penampungan limbah deterjen agar terjadi pengendapan, penyaringan, dan penjernihan sebelum dibuang
  3. Upaya penggunaan insektisida atau pestisida nabati yang ramah lingkungan


DAFTAR PUSTAKA




Website Dosenpendidikan.com. 2016. Pengertian, Penyebab, Dampak Negatif, Dan Penyebab Pencemaran Tanah. http://www.dosenpendidikan.com/pengertian-penyebab-dampak-negatif-dan-penyebab-pencemaran-tanah/

Sabtu, 11 Februari 2017

Limbah Industri Tekstil


Limbah tekstil merupakan limbah yang dihasilkan dalam proses pengkanjian, proses penghilangan kanji, penggelantangan, pemasakan, merserisasi, pewarnaan, pencetakan dan proses penyempurnaan. Proses penyempurnaan kapas menghasilkan limbah yang lebih banyak dan lebih kuat dari pada limbah dari proses penyempurnaan bahan sistesis.



Pengolahan Limbah


        
        
          Saat ini masalah pencemaran air telah menjadi masalah yang serius. Masih banyak orang yang belum peduli dengan lingkungan ini. Maka dari itu jika bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga lingkungan ini tetap bersih dan asri. Dalam artikel ini akan di bahas apa saja cara mengolah limbah agar tidak mencemari lingkungan.

         Salah satu penyebab pencemaran air adalah air limbah rumah tangga, yakni air yang berasal dari buangan dapur, kamar mandi, air bekas cucian ataupun kotoran manusia (tinja). Air limbah tersebut harus diolah agar tidak mencemari dan tidak membahayakan kesehatan lingkungan. Air limbah harus dikelola untuk mengurangi pencemaran.
        Beberapa contoh pengolahan air limbah rumah tangga yaitu pengolahan air limbah sistem sanitasi. Sistem Sanitasi adalah sebuah siklus yang mengolah tinja dan urine manusia sebagai sumber daya, tinja berproses sampai terbebas dari mikroba patogenik, tinja yang telah tersanitasi disiklus ulang untuk keperluan pertanian (pemulihan dan penggunaan kembali nutrisi).

         Selain limbah domestik,limbah industri pun sangat berperan mencemari lingkungan. Limbah dari industri terutama yang mengandung bahan-bahan kimia, sebelum dibuang harus diolah terlebih dahulu. Hal tersebut akan mengurangi bahan pencemar di perairan. Dengan demikian, bahan dari limbah pencemar yang mengandung bahan-bahan yang bersifat racun dapat dihilangkan sehingga tidak mengganggu ekosistem. Menempatkan pabrik atau kawasan industri di daerah yang jauh dari keramaian penduduk. Hal ini dilakukan untuk menghindari pengaruh buruk dari limbah pabrik dan asap pabrik terhadap kehidupan masyarakat.

         Cara lain dalam mengolah limbah domestik maupun industri adalah IPAL. IPAL adalah suatu perangkat peralatan teknik beserta perlengkapannya yang memproses / mengolah air sisa proses produksi pabrik, rumah tangga, dll. IPAL sangat bermanfaat bagi manusia serta makhluk hidup lainnya, natara lain:

a. Mengolah Air Limbah domestik atau industri, agar air tersebut dapat di gunakan kembali sesuai kebutuhan masing-masing

b. Membuat air limbah yang akan di alirkan ke sungai tidak tercemar

c.Menjaga kehidupan biota-biota sungai





Pencemaran Air sungai jakarta



Pencemaran Air sungai jakarta

Pencemaran air merupakan keadaan dimana adanya berbagai zat asing yang masuk ke dalam air dan itu bersifat merusak atau bahan tersebut lebih dikenal sebagai polutan. Sebuah benda dapat dikatakan sebagai polutan jika memiliki kadar yang sudah melampaui batas, dan berada di tempat serta waktu yang tidak tepat. jenis-jenis polutan ini dapat berupa debu, bahan kimia, paparan radiasi dan lainnya. polutan yang terdapat di dalam lingkungan tertentu ini mampu merusak lingkungan tersebut tergantung pada seberapa besar kadar polutan di dalamnya dan makhluk hidup yang dipengaruhinya. Semakin banyak jumlah polutan maka semakin rusak sebuah lingkungan yang terkena begitu pula sebaliknya.




a. Logam berat
Bahaya yang dapat ditimbulkan oleh Logam Berat di dalam Tubuh Manusia :
Barium (Ba): Dalam bentuk serbuk, mudah terbakar pada temperatur ruang. Jangka panjang, menyebabkan naiknya tekanan darah dan terganggunya sistem syaraf.
Cadmium (Cd): Dalam bentuk serbuk mudah terbakar. Beracun jika terhirup dari udara atau uap. Dapat menyebabkan kanker. Larutan dari kadmium sangat beracun. Jangka panjang, terakumulasi di hati, pankreas, ginjal dan tiroid, dicurigai dapat menyebabkan hipertensi
Kromium (Cr): Kromium hexavalen bersifat karsinogenik dan korosif pada jaringan tubuh. Jangka panjang, peningkatan sensitivitas kulit dan kerusakan pada ginjal
Timbal (Pb): Beracun jika termakan atau terhirup dari udara atau uap. Jangka panjang, menyebabkan kerusakan otak dan ginjal; kelainan pada kelahiran
Raksa (Hg): Sangat beracun jika terserap oleh kulit atau terhirup dari uap. Jangka panjang, beracun pada sistem syaraf pusat, dapat menyebabkan kelainan pada kelahiran.
Perak (Ag): Beracun. Jangka panjang, pelunturan abu-abu permanen pada kulit, mata dan membran mukosa (mucus)
b.  Tumpahan minyak
Minyak yang mengapung berbahaya bagi kehidupan burung laut yang suka berenang diatas permukaan air. Tubuh burung akan tertutup minyak. Untuk membersihkannya, mereka menjilatinya. Akibatnya mereka banyak minum minyak dan mencemari diri sendiri serta dapat menyebabkan keracunan pada burung tersebut.
c.  Sampah
Banyak hewan yang hidup pada atau di laut mengonsumsi plastik karena tak jarang plastik yang terdapat di laut akan tampak seperti makanan bagi hewan laut. Plastik tidak dapat dicerna dan akan terus berada pada organ pencernaan hewan ini,  sehingga menyumbat saluran pencernaan dan menyebabkan kematian melalui kelaparan atau infeksi. Selain berpengaruh terhadap kesehatan biota laut, adanya sampah dilaut juga nerpengaruh terhadap kesehatan manusia. Penyakit yang paling sederhana seperti gatal-gatal pada kulit setelah bersentuhan dengan air laut, dll.
d.  Pestisida
Pengaruh pestisida terhadap kehidupan organisme air :
1.    Penumpukan pestisida dalam jaringan tubuh, bersifat racun dan dapat mempengaruhi system syaraf pusat.
2.    Bahan aktifnya selain bisa membunuh organism perairan, juga dapat merubah tingkah laku ikan dan menghambat perkembangan telur moluska dan juga ikan.
3.    Daya racun berkisar dari rendah-tinggi. Moluska cenderung lebih toleran terhadap racun pestisida dibandingkan dengan Crustacea dan teleostei (ikan bertulang sejati), dll.
e.  Eutrofikasi
Eutrofikasi adalah perairan menjadi terlalu subur sehingga terjadi ledakan jumlah alga dan fitoplankton yang saling berebut mendapat cahaya untuk fotosintesis. Karena terlalu banyak maka alga dan fitoplankton di bagian bawah akan mengalami kematian secara massal,  serta terjadi kompetisi dalam mengonsumsi O2 karena terlalu banyak organisme pada tempat tersebut. Sisa respirasi menghasilkan banyak CO2 sehingga kondisi perairan menjadi anoxic dan menyebabkan kematian massal pada hewan-hewan di perairan tersebut.
Reverensi :