.

Tampilkan postingan dengan label @B20-Bayu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @B20-Bayu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Februari 2017

Perkembanag Teknology Transportasi

PERKEMBANGAN TEKNOLOGY TRANSPORTASI



Teknologi telah dikenal manusia sejak jutaan tahun yang lalu karena dorongan untuk hidup yang lebih nyaman, lebih makmur dan lebih sejahtera. Jadi sejak awal peradaban sebenarnya telah ada Teknologi, meskipun istilah “teknologi belum digunakan.
Transportasi diartikan sebagai pemindahan barang dan manusia dari tempat asal ke tempat tujuan. Proses pengangkutan merupakan gerakan dari tempat asal, dari mana kegiatan angkutan dimulai, ke tempat tujuan, kemana kegiatan pengangkutan diakhiri. Peranan transportasi sangat penting untuk saling menghubungkan daerah sumber bahan baku, daerah produksi, daerah pemasaran dan daerah pemukiman sebagai tempat tinggal konsumen.
          Ada beberapa moda transportasi yang kita ketahui saat ini, baik transportasi Datat, Laut maupun Udara. Moda transportasi diatas sudah banyak mengalami perkembangan dari awal kemunculanya. Dari yang metode yang sangat sederhana hingga sekarang banyak ditemukan berbagai macam technology  transportasi yang sangat canggih. Kali ini penulis akan membahas perkembangan transportasi darat khusunya mobil.

Perkembangan Teknology Transportasi Darat (mobil)

          Mobil merupakan salah satu moda transportasi darat yang banyak digunakan dimasyarakat. Awal kemunculanya mobil memiliki konsep yang sangat sederhana dan masih digerakan secara manual. Seiring berjalannya waktu banyak ilmuan  mengembangkan technology transportasi mobil.  Seperti dikutip dari “Izeldin Blog” berikut Ilmuan – ilmuan yang menemukan dan mengembangkan moda transportasi mobil sebagai berikut  :

1.   Nicolas-Joseph Cugnot

Kendaraan pertama yang menggunakan tenaga mesin uap dibuat pada akhir abad 18. Nicolas-Joseph Cugnot dengan sukses mendemonstrasikan kendaraan tersebut pada tahun 1769. Nikolaus August Otto adalah penemu Jerman yang pada tahun 1876 menciptakan mesin dengan empat dorongan pembakaran. Pembakaran bagian dalam mesin merupakan suatu hasil pemikiran yang cermat dan ini dipakai untuk penggunaan dalam gerakan mesin mobil. Banyak percobaan dilakukan membuat mobil sebelum Otto menciptakan mesinnya. Beberapa penemu seperti Siegfried Marcus (1875), Etienne Lenoir (1862) dan Nicolas Joseph Cugnot (1769), telah berhasil membikin model yang bisa bergerak. Tetapi berhubung kekurangan dalam mengkombinasikan antara keringanan dan kecepatan, tak satu pun model itu punya arti praktis untuk digunakan.

2.   Gottlieb Wilhelm Daimler

Gottlieb Wilhelm Daimler yang terlahir tanggal 17 Maret 1834 adalah seorang insinyur Jerman yang membuat mobil pertama (bersama dengan Carl Friedrich Benz). Pada tahun 1882 Gottlieb Daimler memisahkan diri dari perusahaan karena dia mengambil keputusan mau memprodusir mesin untuk sepeda. Menjelang tahun 1883 dia berhasil menciptakan mesin dengan sistem pembakaran sempurna yang mampu menggerakkan mesin dengan kecepatan putaran 700-900 per menit.

3.   Karl Friedrich Benz

Karl Friedrich Benz yang lahir pada tanggal 25 November 1844 adalah seorang insinyur otomobil Jerman. Umumnya ia (bersama Gottlieb Daimler yang sezamannya) dipandang sebagai salah satu pencipta otomobil berbahan bakar bensin. Ia juga putra seorang masinis. Karl Benz membikin mobil beroda tiga, dengan tekun terus menyempurnakan mobilnya dan dalam beberapa tahun berhasil memasarkannya. Mobil Benz dapat melaju dalam kecepatan mesin di bawah 400 putaran per menit, ini sudah memadai untuk dianggap mobil praktis. Karl Friedrich Benz merupakan pendiri perusahaan mobil raksasa di jerman yang sekarang bernama “Mercedes Benz”.


4.   Karl Friedrich Benz

Garis-produksi skala besar pembuatan mobil harga terjangkau dilakukan oleh Oldsmobil pada 1902 dan kemudian dikembangkan besar-besaran oleh Henry Ford pada 1910-an. Dalam periode dari 1900 ke pertengahan 1920-an perkembangan teknologi otomotif sangat cepat, disebabkan oleh jumlah besar pembuat mobil kecil yang semuanya bersaing untuk meraih perhatian dunia. Pengembangan utama termasuk penyalaan elektronik dan self-starter elektronik (keduanya oleh Charles Kettering, untuk Perusahaan mobil Cadillac di tahun 1910-1911), suspensi independen, dan rem empat ban.

Seiring berjalanya waktu bahan bakar utama kendaraan – kendaraan masa kini akan semakin berkurang dan dimasa yang akan datang akan habis. Fosil murpakan bahan baku pembuatan bahan bakar kendaraan bermotor. Yang tercipta dari pembekuan mahkluk hidup dizaman dahulu yang membutuhkan beribu – ribu tahun untuk pembentukananya. Maka dari itu moda transportasi mulai menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dan efisien.
Kandaraan bertenaga listrik adalah salah satu jawaban dari permaslah transportasi dimasa yang akan datang. Listri dapat diciptakan  dari bahan – bahan yang  dapat diperbaharui baik dengan memanfaatkan energy matahari, arus air (Kincir air) dan  Udara. Penggunaan energy listrik untuk penggerak moda transportasi dapat memberikan efek yang sangat baik baik dari sisi Ekonomi, Sosial dan Lingkungan.

Berikut bebrapa keuntungan yang didapat dari penggunaan kendaraan berbahan bakar listrik.

a.    Mobil listrik jauh lebih hemat energi dibandingkan dengan mobil berbahan bakar konvensional. Efisiensi keseluruhan mobil listrik adalah 48 persen, secara signifikan lebih baik dibandingkan dengan mobil berbahan bakar konvensional yang mencapai efisiensi sekitar 25%.
b.    Tidak seperti mobil tradisional, mesin mobil listrik sangat halus sehingga mereka tidak menyebabkan masalah polusi suara.
c.    Mobil listrik juga menjamin keamanan maksimum karena tidak melibatkan bahan bakar minyak sehingga mereka tidak akan terbakar atau meledak jika menabrak sesuatu.
d.    Mobil listrik juga sangat kompak dan nyaman.
e.    Biaya isi ulang mobil listrik juga sangat terjangkau. Rata-rata mobil listrik memerlukan biaya isi ulang 2 sen per mil dibandingkan dengan 12 sen per mil pada kendaraan berbahan bakar konvensional.
f.     Masa pakai motor mobil listrik diperkirakan sekitar 90 tahun, jika dikendarai sejauh lima puluh mil per hari.
g.    Mobil listrik juga memiliki biaya pemeliharaan yang secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan mobil berbahan bakar konvesional karena mobil listrik hanya memiliki sekitar 5 bagian di motornya, dibandingkan dengan mobil tradisional yang memiliki ratusan komponen dalam mesin pembakaran internal.

Mobil listrik juga memiliki beberapa kelemahan dan berikut adalah beberapa di antaranya:


h.    Harga baterai mobil listrik masih tinggi, lebih dari $ 10000. Baterai yang mahal ini masih menjadi alasan utama di balik tingginya harga mobil listrik secara keseluruhan.
i.      Fakta bahwa mobil listrik tidak bersuara saat hidup tak selalu merupakan suatu keuntungan karena senyapnya suara mobil bisa menimbulkan bahaya bagi orang buta, orang tua dan anak-anak.
j.     Type mobil listrik masih terbatas dan juga mengisi ulang daya secara signifikan lebih lama dibandingkan dengan proses yang relatif cepat pada pengisian bahan bakar ke tangki pada mobil tradisional.
k.    Ada juga masalah pemanasan. Mobil listrik yang digunakan dalam iklim yang lebih dingin memerlukan banyak energi untuk memanaskan interior dan defrost jendela. Pada kendaraan yang menggunakan BBM, proses pembakaran sudah mentransfer panas dari mesin, sedangkan pada mobil listrik pemanas membutuhkan energi ekstra dari baterai mobil.
l.       
Dapat disimpulkan penggunaan mobil listrik memiliki banyak keuntungan dibandingkan dengan mobil berbahan bakar konsfensional, Baik dari sisi ekonomi, Sosial maupun lingkungan. Disamping berbagai kelebihan yang dimiliki, mobil listri masih memiliki bebrapa kekurangan. Namun saya yakin kekurangan yang ada akan dapat terselesaikan seiring berjalanya waktu.



Referensi :
1.    “ILMUAN PENEMU KOBIL.COM”
2.    “INDOENERGI.COM”,Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik.

Kamis, 23 Februari 2017

Green Building

MIND MAP TEKNOLOGY HIJAU


TEKNOLOGY HIJAU

Teknologi Hijau diciptakan dan dikembangkan memiliki tujuan untuk pembangunan dan aplikasi produk, peralatan serta sistem untuk memelihara alam sekitar dan mengurangi dampak negative yang ditimbulkan akibat perbuatan manusia. Dalam pengaplikasian, teknologi hijau banyak menggunakan bahan- bahan dan cara yang lebih ramah lingkungan. Meminimalkan penggunaan material yang berbahaya terhadap alam sekitar baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Dinegara – negara maju technology hijau sudah banyak digunakan. Teknology Hijau banyak memberikan dampak posistif bagi kehidupan manusia, baik dari sisi Ekonomi, Eenergi, Lingkungan maupun Kesejahteraan masyarakat. Ada beberapa contoh pengaplikasian technology hijau diantaranya Sepedah listrik, Pembagkit Listri mini Hidro, Pemanfaatan Eenergi Tenaga Surya, Gedung Ramah Lingkungan, dll.


GREEN BUILDING

Green building adalah konsep untuk ‘bangunan berkelanjutan’ dan mempunyai syarat tertentu, yaitu lokasi, sistim perencanaan dan perancangan, renovasi dan pengoperasian, yang menganut prinsip hemat enrgi serta harus berdampak positif bagi lingkungan, ekonomi dan sosial
Menarik membahas Gedung Ramah Lingkungan “Green Building” . Green Building merupakan konsep bangunan yang memanfaatkan atau memadukan aspek alam ke dalam desain bangunan. Green Building lebih mengutamakan ruang terbuka (sedikit tembok) sehingga angin dari luar dapat langsung masuk ke ruangan dan hal tersebut berdampak terhadap penggunaan AC dan Juga Lampu. Penambahan tanaman hijau di hampir sebagian besar area  menambah kesejukan bangunan.
A.    Manfaat “Green Building”
    Ada beberapa manfaat dari green building itu sendiri :
1.    Manguragi Penggunaan daya listrik.
2.    Kualitas Udara menjadi lebih baik
3.    Memperbaiki tata kota
4.    Meminimalkan limbah dan daur ulang limbah
5.    Melindungi kesehatan dan produktifitas penghuninya

B.    Kelemahan  “Green Building”
Dalam upaya penerapan green building dimasyarakat khususnya Indonesia, masih banyak kita temui kendala – kendala dalam pelaksanaannya :
1.    Modal Awal Yang Cukup Besar
2.    Penentuan Lokasi
3.    Keterbatasan Waktu

Kesimpulanya Green Building merupakan inovasi yang sangat baik bagi kehidupan manusia dimasa yang akan datag. Diperlukan kesadaran masyarakat dan juga tindakan pemerintah untuk mendorong terwujudnya green Building di Indonesia. Sehingga kualitas hidup dan martabat bangsa Indonesia menjadi lebih baik.  


  

Referensi :
1.    “Teknologi Hijau Tingkat Kualiti Hidup, Pacu Ekonomi Negara“http://www.bharian.com.my/node/40615


Sabtu, 18 Februari 2017

ASBUT




Pengertian
Asbut, istilah adaptasi dari bahasa Inggris smog (smoke and fog), adalah kasus pencemaran udara berat yang bisa terjadi berhari-hari hingga hitungan bulan.
Di bawah keadaan cuaca yang menghalang sirkulasi udara, asbut bisa menutupi suatu kawasan dalam waktu yang lama. Perkataan "asbut" adalah singkatan dari "asap" dan "kabut", walaupun pada perkembangan selanjutnya asbut tidak harus memiliki salah satu komponen kabut atau asap. Asbut juga sering dikaitkan dengan pencemaran udara. Asbut sendiri merupakan koloid jenis aerosol padat dan aerosol cair.
Istilah "smog" pertama kali dikemukakan oleh Dr. Henry Antoine Des Voeux pada tahun 1950 dalam karya ilmiahnya "Fog and Smoke", dalam pertemuan di Public Health Congress. Pada 26 Juli 2005, surat kabar London, Daily Graphic mengutip istilah ini "He said it required no science to see that there was something produced in great cities which was not found in the country, and that was smoky fog, or what was known as 'smog.'" (Dr Henry Antoine Des Voeux menyatakan bahwa sebenarnya tidak diperlukan pengetahuan ilmiah apapun untuk mendeteksi keberadaan sesuatu yang telah diproduksi di kota besar tetapi tidak ditemukan di perkampungan, yaitu "smoky fog" (kabut bersifat asap), atau disebut juga dengan smog (asbut). Hari berikutnya surat kabar tersebut kembali memberitakan "Dr. Des Voeux did a public service in coining a new word for the London fog" (Dr. Des Voeux menjalankan tugas pelayanan masyarakatnya dengan memperkenalkan istilah baru, asbut).


Jenis-Jenis Asap Kabut

1. Asap Kabut Fotokimia
Asap kabut jenis ini pada umumnya disebabkan oleh beberapa jenis hasil pembakaran bahan kimia yang dikatalisasi oleh kehadiran cahaya matahari. Asbut ini mengandung:

hasil oksidasi nitrogen, misalnya nitrogen dioksida
ozon troposferik
VOCs (volatile organic compounds)
peroxyacyl nitrat (PAN)
VOC's adalah hasil penguapan dari bahan bakar minyak, cat, solven, pestisida dan bahan kimia lain. Sementara oksida nitrogen banyak dihasilkan oleh proses pembakaran dalam bahan bakar fosil seperti mesin mobil, pembangkit listrik, dan truk.
Asbut fotokimia biasanya terjadi di daerah-daerah industri atau kota padat mobil yang menghasilkan emisi berat dan terkonsentrasi. Tetapi asbut fotokimia tidak hanya menjadi masalah di kota-kota industri, sebab bisa menyebar ke daerah non industri.
Menurut Clean Water Action Council of Northeastern Wiscounsin, gasolin dan pelarut dan bahan kimia berbasis minyak seringkali menguap secara langsung ke udara, bergabung bersama ozon. Sumber utamanya adalah pemotong rumput berbahan bakar minyak dan cairan pemancing api pemanggang barbeque.

2. Asap Kabut Industri
Merupakan asbut yang terjadi di London setelah terjadinya revolusi industri yang menghasilkan pencemaran besar-besaran dari pembakaran batu bara. Pembakaran ini menghasilkan campuran asap dan sulfur dioksida. Gunung berapi yang juga menyebabkan berlimpahnya sulfur dioksida di udara, menghasilkan asbut gunung berapi, atau vog (vulcanic smog, asbut vulkanis).

Contoh Jenis Kasus Asap Kabut
1)Asbut bisa terjadi pada hampir seluruh musim, tapi sejauh ini yang paling berbahaya adalah saat cuaca hangat dan cerah saat udara di lapisan atas terlalu panas untuk bisa mendukung terjadinya sirkulasi vertikal atmosfer bumi. Hal ini diperparah jika didukung keadaan dataran rendah yang dikelilingi perbukitan atau pegunungan.

2)Asbut menjadi kejadian biasa di London pada awal abad 19 dan diberi nama "pea-soupers". Kejadian The Great Smog of 1952 (Asbut hebat tahun 1952) menghitamkan seluruh langit London dan membunuh sekitar 12.000 orang. Pemerintah Inggris Raya saat itu mengkambinghitamkan wabah flu, karena keberatan untuk menyalahkan asap batubara yang memang terjadi. Pada 1956, regulasiClean Air Act 1956 memperkenalkan area bebas asap kepada negara ini. Hanya bahan bakar bebas asap yang boleh digunakan di wilayah yang telah ditentukan. Secara bertahap namun pasti, konsentrasi sulfur dioksida yang terus berkurang membuat asbut hanya menjadi kenangan di London. Hanya saja, asbut dari kendaraan tetap terjadi hingga sekarang.
3)Pembukaan lahan dengan cara pembakaran hutan di Indonesia juga telah beberapa kali menyebabkan kasus asap di negara tetangga Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand. Kepadatan tinggi kilang yang terletak di Tiongkok daratan juga mencemari Hong Kong. Kini, bangunan tinggi Hong Kong sukar dilihat dengan jelas.

Dampak Asap Kabut Bagi Lingkungan
Asbut menjadi masalah bagi banyak kota di dunia dan terus mengancam lingkungan. Menurut EPA U.S., udara dalam status bahaya karena problem kabut jika telah melewati batas 80 bagian persejuta (parts per billion) (ppb) atau 0.5 ppm ozone (komponen utama asbut) [1], melebihi dari 53 ppb nitrogen dioksida atau 80 ppb partikel. Asbut dalam keadaan berat merusak dan bahkan menyebabkan masalah pernapasan bagi manusia, termasuk penyakit emphysema, bronchitis, dan asma. Kejadian klinis sering terjadi saat konsentrasi ozone levels sedang tinggi.

Cara Penanggulangan Asbut
Solusi yang memungkinkan untuk masalah asbut fotokimia ini adalah dengan pemadaman kebakaran di darat dan dari udara, membuat hukum emisi yang ketat di seluruh dunia dan sosialisasi secara menyeluruh. Banyak negara yang telah mengesahkan hukum mengenai batas legal NOx, karbon dioksida, dan sulfur dioksida. Solusi lain yang memungkinkan adalah dengan membuat bahan bakar yang lebih bersih untuk mobil-mobil. Beberapa mobil telah dapat dioperasikan menggunakan hidrogen, listrik, tenaga matahari, dan bahkan air. Masalahnya adalah bahwa kendaraan-kendaraan ini tidak diproduksi secara massal sehingga dunia masih bergantung pada bensin atau diesel sebagai sumber utama energy.

Sumber:




Pengolahan Limbah dengan cara Sanitary Landfill

A.      Definisi Sanitary Landfill

Sistem sanitary landfill merupakan sarana pengurugan sampah ke lingkungan yang disiapkan dan dioperasikan secara sistematis. Ada proses penyebaran dan pemadatan sampah pada area pengurugan dan penutupan sampah setiap hari. Penutupan sel sampah dengan tanah penutup juga dilakukan setiap hari. Metode ini merupakan metode standar yang dipakai secara internasional. Untuk meminimalkan potensi gangguan timbul, maka penutupan sampah dilakukan setiap hari. Namun, untuk menerapkannya diperlukan penyediaan prasarana dan sarana yang cukup mahal. Di Indonesia, metode sanitary landfilled dianjurkan untuk diterapkan di kota besar dan metropolitan.

Secara umum Sanitary Landfill terdiri atas elemen sebagai berikut :

1)      Lining System
Berguna untuk mencegah atau mengurangi kebocoran leachate ke dalam tanah yang akhirnya bisa mencemari air tanah. Biasanya Lining System terbuat dari compacted clay, geomembran, atau campuran tanah dengan bentonite.

2)      Leachate Collection System
Dibuat di atas Lining system dan berguna untuk mengumpulkan leachate dan memompa ke luar sebelum leachate menggenang di lining system yang akhirnya akan menyerap ke dalam tanah. Leachate yang dipompa keluar melalui sumur yang disebut Leachate Extraction System.

3)      Cover atau cap system
Berguna untuk mengurangi cairan akibat hujan yang masuk kedalam landfill. Dengan berkurangnya cairan yang masuk akan mengurangi leachate.

4)      Gas ventilation System
Berguna untuk mengendalikan aliran dan konsentrasi di dalam dengan demikian mengurangi risiko gas mengalir di dalam tanah tanpa terkendali yang akhirnya dapat menimbulkan peledakan.

5)      Monitoring system
Bisa dibuat di dalam atau di luar landfill sebagai peringatan dini kalau terjadi kebocoran atau bahaya kontaminasi di lingkungan sekitar.
Salah satu masalah terbesar dengan sanitary landfill adalah bahaya lingkungan. Sebagai bahan dalam lapisan sampah dipadatkan memecah, mereka menghasilkan gas, termasuk metana yang mudah terbakar. Namun gas metana yang dihasilkan melalui teknik sanitary landfill dapat dimanfaatkan untuk sumber listrik yang dapat dialirkan kerumah-rumah penduduk.
Tempat pembuangan sampah juga menghasilkan lindi, lindi adalah cairan yang dihasilkan sebagai akibat dari perkolasi air atau cairan lain melalui sampah, dan kompresi dari limbah. Lindi dianggap cairan terkontaminasi, karena banyak mengandung bahan terlarut dan tersuspensi. Lindi merupakan bahan-bahan yang dapat merusak lingkungan alam jika mereka berakhir di meja air. Namun air sampah atau air lindi mempunyai manfaat yaitu dapat diolah menjadi pupuk cair. Manajemen yang baik teknik yang dapat membatasi dampak negatif dari lindi pada tanah dan air permukaan termasuk kontrol produksi lindi dan debit dari TPA, dan koleksi air lindi dengan perlakuan final dan / atau pembuangan.

B.      Metode yang digunakan dalam Sanitary Landfill:

1.       Metode galian parit (trench method)
Sampah dibuang ke dalam galian parit yang memanjang. Tanah bekas galian digunakan untuk menutup parit tersebut. Sampah yang ditimbun dan tanah penutup dipadatkan dan diratakan kembali. Setelah satu parit terisi penuh, dibuat parit baru di sebelah parit terdahulu.

2.      Metode area
Sampah yang dibuang di atas tanah seperti pada tanah rendah, rawa-rawa, atau pada lereng bukit kemudian ditutup dengan lapisan tanah yang diperoleh dari tempat tersebut.

3.       Metode ramp
Metode ramp merupakan teknik gabungan dari kedua metode di atas. Prinsipnya adalah bahwa penaburan lapisan tanah dilakukan setiap hari dengan tebal lapisan sekitar 15 cm di atas tumpukan sampah.

C.       Keuntungan dan Kerugian Sanitary Landfill

1)      Keuntungan:

a)      Biaya usaha dan investasi usaha rendah.
b)      Dapat memasuki operasi dalam waktu singkat.
c)      Jika dirancang dan dioperasikan dengan baik dan dapat memperkecil hama, acsthetic, penyakit, polusi udara, permasalahan polusi air.
d)     Gas metan dapat digunakan sebagai bahan bakar.
e)      Dapat menerima berbagai macam sampah.
f)       Dapat digunakan untuk reklamasi meningkatkan submarginal daratan.

2)      Kerugian:

a)      Dapat merosot menjadi tempat sampah terbuka jika tidak dirancang dan diatur dengan baik.
b)      Memerlukan lokasi yang sangat luas.
c)      Sulit menentukan lokasi oleh karena penolakan penduduk dan harga tanah yang naik
d)     Menyebabkan polusi air, produksi metana dari dekomposisi limbah, dapat menimbulkan bahaya kebakaran atau resiko ledakan material.
e)      Membawa limbah/sampah ke lokasi yang jauh memerlukan biaya mahal.

Referensi:


Prinsip Bahan Kimia Ramah Lingkungan



Dalam menggunakan bahan-bahan kimia tentunya diusahakan tidak membahayakan lingkungan ataupun makhluk hidup. Bagi anda yang sering menggunakan bahan kimia bagi study ataupun kepentingan lainnya diharapkan mengetahui wawasan penggunaan bahan-bahan kimia yang ramah lingkungan. 

Cegah limbah.
Rancang sintesis kimia yang tidak menyisakan limbah apa pun yang harus diolah atau dibersihkan.
Rancang bahan kimia dan produk yang lebih aman.
Rancang produk kimia yang sangat efektif, namun hanya mengandung sedikit racun atau tidak sama sekali.
Rancang sintesis bahan kimia yang tidak terlalu berbahaya.
Rancang sintesisuntuk menggunakan dan menghasilkan zat dengan toksisitas rendah atau tidak beracun sama sekali bagi manusia dan lingkungan.
Gunakan bahan mentah yang dapat diperbarui.
Hindari menghabiskan bahanmentah dan bahan mentah untuk industri. Bahan mentah untuk industri yangdapat diperbarui dibuat dari produk pertanian atau limbah dari proses lainnya.Bahan mentah untuk industri yang tidak dapat diperbarui ditambang atau terbuatdari bahan bakar fosil (yaitu, minyak tanah, gas alam, batu bara).
Gunakan katalis, bukan reagen stoikiometrik.
Katalis digunakan dalam jumlah kecil dan dapat melakukan reaksi tunggal beberapa kali. Katalis tersebut sebaiknya reagen stoikiometrik, yang digunakan dalam jumlah berlebihan dan hanya bekerja sekali.
Hindari derivatif kimia.
Derivatif menggunakan reagen tambahan dan menghasilkan limbah. Hindari menggunakan kelompok penghambat atau pelindung atau modifkasi apa pun.
Maksimalkan ekonomi atom.
Rancang sintesis sehingga produk akhirmengandung proporsi maksimal bahan awal. Hanya boleh ada sedikit, jika ada,atom yang terbuang.
Gunakan pelarut dan kondisi reaksi yang lebih aman.
Hindari menggunakanpelarut, bahan pemisah, atau bahan kimia tambahan lainnya. Jika bahan inidiperlukan, gunakan bahan kimia yang tidak berbahaya.
Tingkatkan efisiensi energi.
Jalankan reaksi kimia pada suhu ruang dan tekanan bila memungkinkan.
Rancang bahan kimia dan produk agar terurai setelah digunakan.
Produk kimia yang terurai menjadi zat yang tidak berbahaya setelah digunakan tidak berakumulasi di lingkungan

Referensi :