.

Tampilkan postingan dengan label @V20-Roy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @V20-Roy. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Juni 2022

ENERGI SURYA SEBAGAI SOLUSI KEBUTUHAN ENERGI TERBARUKAN DI INDONESIA

 ENERGI SURYA SEBAGAI SOLUSI KEBUTUHAN ENERGI TERBARUKAN DI INDONESIA

Oleh: Roy Irawan (@V20-Roy)



Energi pada saat ini merupakan salah satu hal yang menjadi kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Hampir segala aspek kehidupan manusia saat ini membutuhkan energi di dalamnya. Seperti yang kita tahu bahwa manusia saat ini masih menggantungkan energi yang berasal dari bahan bakar fosil yang notabene nya merupakan sumber energi yang tidak terbarukan. Tidak terkecuali juga bagi Indonesia, sebagai negara berkembang yang pastinya membutuhkan banyak energi dalam aktivitas pembangunan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat Indonesia.


Tidak dapat dipungkiri bahwa kebutuhan akan energi semakin meningkat dari tahun ke tahun, sedangkan cadangan sumber energi fosil semakin menipis. Konsumsi yang cepat dari sumber daya energi ini menciptakan situasi yang mengkhawatirkan untuk masa depan kebutuhan energi dan menantang baik negara maju maupun negara maju untuk mengetahui sumber daya energi untuk kebutuhan masa depan mereka. 


Menurut Journal of Physics: Conference Series, konsumsi energi primer dunia telah tumbuh 2,5% pada tahun 2011 dibandingkan dengan tahun 2010 . Tidak diragukan lagi, cadangan minyak dan bensin meningkat karena cadangan baru ditemukan di berbagai negara, tetapi tingkat peningkatan cadangan sumber daya energi ini jauh lebih kecil daripada tingkat peningkatan konsumsi sumber daya ini di industri, transportasi. dan sektor pembangkit listrik. Kelemahan lain dari bahan bakar konvensional adalah bahwa harga minyak bumi meningkat ke tingkat yang sangat tinggi. 


Gambar 1. Perkiraan konsumsi energi dunia dan harga minyak di masa depan, 2010-2035

Pada gambar diatas menunjukkan perkiraan kenaikan harga dan konsumsi energi sumber daya di masa depan. Dalam grafik ini, satuan yang digunakan untuk harga minyak adalah dolar per barel dan untuk konsumsi energi digunakan satuan termal Inggris. Gambar tersebut dengan jelas menunjukkan bagaimana konsumsi energi dan harga bahan bakar akan meningkat di masa depan.


Gambar 2. Konsumsi energi listrik dunia 1973-2009

 Permintaan listrik juga meningkat pesat dan telah meningkat dari 439 juta ton setara minyak menjadi 1441 juta ton setara minyak selama periode 1973 hingga 2009. Ini telah ditunjukkan pada gambar 2 sebagai pangsa sektor konsumsi listrik yang berbeda. Emisi Karbon dioksida dan efek rumah kaca adalah masalah besar lainnya dari bahan bakar konvensional.


Energi Surya di Indonesia


Energi  surya  merupakan  salah  satu  energi  yang  sedang  giat  dikembangkan saat   ini   oleh   pemerintah   Indonesia   karena   sebagai   negara   tropis,   Indonesia mempunyai  potensi  energi  surya yang  sangat potensial. Berdasarkan  data  penyinaran matahari potesi penyinaran matahari rata-rata Indonesia sekitar 4,8 kWh/m 2  /hari  dengan  variasi  bulanan  sekitar  9%.


Matahari  adalah  sumber  energi  utama yang  memancarkan  energi  yang  luar  biasa  besarnya  ke  permukaan  bumi.  Pada keadaan  cuaca  cerah,  permukaan  bumi  menerima  sekitar  1000  watt  energi  matahari per-meter  persegi.  Kurang  dari  30  %  energi  tersebut  dipantulkan  kembali  ke angkasa, 47% dikonversikan menjadi panas, 23 % digunakan untuk seluruh sirkulasi kerja  yang  terdapat  di  atas  permukaan  bumi,  sebagaian  kecil  0,25  %  ditampung angin,  gelombang  dan  arus  dan  masih ada  bagian  yang  sangat  kecil  0,025  % disimpan  melalui  proses  fotosintesis  di  dalam  tumbuh-tumbuhan  yang  akhirnya digunakan  dalam  proses  pembentukan  batu  bara  dan  minyak  bumi  (bahan  bakar fosil, proses fotosintesis yang memakan jutaan tahun) yang saat ini digunakan secara ekstensif  dan  eksploratif  bukan  hanya  untuk  bahan  bakar  tetapi  juga  untuk  bahan pembuat  plastik,  formika,  bahan  sintesis  lainnya.Sehingga  bisa  dikatakan  bahwa sumber  segala  energi  adalah  energi  surya.  Energi  surya  adalah  sangat  luar  biasa karena  tidak  bersifat  polutif,  tidak  dapat  habis,  dapat  dipercaya  dan  tidak  membeli. 


Kejelekannya  dari  energi  surya  ini  adalah  sangat  halus  dan  tidak  konstan.  Arus energi  surya  yang  rendah mengakibatkan dipakainya system dan  kolektor  yang luas permukaannya besar  untuk  mengumpul  dan  mengkonsentrasikan  energi  itu.  Sistem kolektor  ini  berharga  cukup  mahal  dan  ada  masalah  lagi  bahwa  system-sistem  di bumi  tidak  dapat  diharapkan  akan  menerima  persediaan  yang  terus  menerus  dari energy  surya.  Hal  ini  berarti  diperlukan  semacam  system  penyimpanan  energi  atau konversi  lain  diperlukan  untuk  menyimpan  energi  pada  malam  hari  serta  pada  saat cuaca mendung.

Gambar 3. Grafik Distribusi Penyinaran di Indonesia

Energi  surya  atau  matahari  telah  dimanfaatkan  di  banyak  belahan  dunia  dan  jika dieksplotasi  dengan  tepat,  energi  ini  berpotensi  mampu  menyediakan  kebutuhan konsumsi  energi  dunia  saat  ini  dalam  waktu  yang  lebih  lama.  Matahari  dapat digunakan  secara  langsunguntuk  memproduksi  listrik  atau  untuk  memanaskan bahkan  untuk  mendinginkan.  Potensi  masa  depan  energi  surya  hanya  dibatasi  oleh keinginan kita untuk menangkap kesempatan. 


Gambar 4. Potensi solar energi di Indonesia

Kita memanfaatkan energi ini dengan memakan dan membakar kayu. Bagimanapun, istilah  “tenaga  surya”  mempunyai  arti  mengubah  sinar  matahari secara  langsung menjadi  panas  atau  energi  listrik  untuk  kegunaan  kita.  Dua  tipe  dasar  tenaga matahari   adalah   “sinar   matahari”   dan   “photovoltaic”   (photo = cahaya, voltaic = tegangan).  Photovoltaic  tenaga  matahari  melibatkan  pembangkit  listrik  dari cahaya.  Rahasia  dari  proses  ini  adalah  penggunaan  bahan  semi  konduktor  yang dapat   disesuaikan   untuk   melepas   elektron,   pertikel   bermuatan   negative   yang membentuk dasar listrik. Untuk  memanfaatkan  potensi  energi  surya  tersebut,  ada  2  (dua)  macam  teknologi yang sudah diterapkan, yaitu:

1.Teknologi energi surya fotovoltaik, Energi  surya  fotovoltaik  digunakan  untuk  memenuhi  kebutuhan  listrik, pompa air, televisi, telekomunikasi, dan lemari pendingin di Puskesmas dengan kapasitas total ± 6 MW.

Teknologi  sel  fotovoltaik  yang  banyak  dikembangkan  dewasa  ini  pada  umumnya merupakan  jenis  teknologi  kristal  yang  dibuat  dengan  bahan  baku  berbasis  silikon. Produk  akhir  dari  modul  fotovoltaik  menyerupai  bentuk  lembaran  kaca  dengan ketebalan  sekitar  6 -8  milimeter.  Kemudian  ada  Balance  of  System  (BOS)  yang meliputi  controller,  inverter  ,  kerangka  modul,peralatan  listrik,  seperti  kabel,  stop kontak,  dan  lain-lain.  Ada  juga  unit  penyimpan  energi  (baterai)  danperalatan penunjang lain seperti  inverter , sistem terpusat, sistem hibrid, dan lain-lain.


Gambar 5. Skema Sistem Solar Fotovoltaik 


Sumber: Buku Panduan ENERGI yang Terbarukan

2.Teknologi energi surya termal, Energi surya termal pada umumnya digunakan untuk memasak (kompor surya),     mengeringkan     hasil     pertanian     (perkebunan,     perikanan, kehutanan, tanaman pangan) dan memanaskan air.

Selama  ini,  pemanfaatan  energi  surya  termal  di  Indonesia  masih  dilakukan secara tradisional. Para petani dan nelayan di Indonesia memanfaatkan energi  surya untuk   mengeringkan   hasil   pertanian   dan   perikanan   secara   langsung. Secara  umum, teknologi  surya  termal  yang  kini dapat  dimanfaatkan  termasuk  dalam  teknologi  sederhana  hingga  madya.  Beberapa teknologi  untuk   aplikasi   skala   rendah  dapat  dibuat  oleh  bengkel  pertukangan kayu/besi  biasa. Untuk  aplikasi  skala  menengah  dapat  dilakukan  oleh  industri manufaktur nasional. Beberapa  peralatan  yang  telah  yang  mengguanakan  energy  surya  termal seperti sistem atau unit berikut:

  • Pengering pasca panen
  • Pemasak/oven
  • Penyuling air (Solar Distillation)
  • Pendingin (radiatif, absorpsi, evaporasi, termoelektrik, kompressip, tipe jet).
  • Sterilisator surya.
  • Pembangkit listrik dengan menggunakan konsentrator dan fluida kerja dengan titik didih rendah.


Gambar 6. Kompor Surya

Penutup


Dari uraian di atas, dapat diambil kesimpulan yaitu :

1. Energi surya atau matahari telah dimanfaatkan di banyak belahan dunia dan jika dieksplotasi dengan tepat, energi ini berpotensi mampu menyediakan kebutuhan konsumsi energi dunia saat ini dalam waktu yang lebih lama.

2. Untuk memanfaatkan potensi energi surya tersebut, ada 2 (dua) macam teknologi yang sudah diterapkan, yaitu Teknologi Energi Surya Fotovoltaik dan Teknologi Energi Surya Termal.


Daftar Pustaka

Tim Contained Energy Indonesia, Energi Yang Terbarukan, PNPM Mandiri, Kementrian Dalam Negeri Indonesia

Journal of Physics: Conference Series, Tersedia pada Open Access proceedings Journal of Physics: Conference series (iop.org)

Jusuf   Tedjo, 2010,  Listrik   Sel   Surya   sebagai   Energi   Alternatif,   Surabaya, Jawa Pos .

Saiful  Manan,  2011, Energi  Matahari,  Sumber  Energi  Alternatif  Yang Effisien, Handal  Dan  Ramah  Lingkungan  Di  Indonesia, Semarang, Universitas Diponogoro.

Senin, 16 Mei 2022

DAMPAK INDUSTRI KIMIA TERHADAP MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN Oleh: Roy Irawan (@V20-Roy)

 

DAMPAK INDUSTRI KIMIA TERHADAP MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN

Oleh: Roy Irawan (@V20-Roy)


 1. Pendahuluan 

Mind Mapp

     Istilah industri sering digunakan bagi suatu bagian produksi ekonomi yang terfokus pada proses manufakturisasi tertentu yang harus memiliki permodalan yang besar sebelum bisa meraih keuntungan. Dalam kasus ini sebenarnya lebih tepat disebut industri besar. Sebagai contoh pada tahun 2004, bisnis jasa keuangan adalah industri terbesar di dunia dalam kategori pendapatan. 

     Industri sebagai tempat produksi yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku atau bahan siap pakai untuk memenuhi kebutuhan manusia, memang sangat dirasakan dampaknya. Keberadaannya sangat dibutuhkan sekali di zaman sekarang ini, tidak hanya untuk memenuhi tuntutan kebutuhan pokok tetapi juga tuntutan yang beragam. 

      Tuntutan sosial pada perusahaan muncul sebagai refleksi pertanggungan jawab dari perusahaan (social responsibility) pada seluruh stakeholder utamanya. Mereka terdiri dari karyawan, pembeli, investor/nasabah, pemerintah, masyarakat dan kelangsungan lingkungan hidup bagi generasi penerus. Tanggung jawab sosial ini didefinisikan sebagai: “The way in which a business behaves towards other groups or individuals in its social environment: customer, other business, employees and investors”. 

     Dengan dipenuhinya kewajiban-kewajiban ini maka perusahaan telah melakukan kegiatannya secara berkelanjutan dan tidak merugikan kepentingan para stakeholdernya. Perusahaan dalam mencari laba diperbolehkan, tetapi jangan pula mengabaikan hak-hak yang terkandung dan dimiliki oleh konsumen, investor dan masyarakat.

2. Sejarah dan Klasifikasi Industri Di Indonesia

a. Sejarah sektor industri

     Pada tahun 1920an sektor industri di indonesia masih banyak yang dikuasai asing. Jenis industri yng ada ada saat itu adalah alat- alat rumah tangga. Tenaga kerja terpusat pada pertanian dan perkebunan demi memenuhi kebutuhan kolonial balanda. Perusahaan besar hanya ada dua buah saja. Pada tahun 1939 mayoritas tenaga kerja bekerja pada pengolahan makanan, tekstil, dan barang logam. 

     Investasi pada masa itu sebagian besar dikuasai swasta. Pada masa kependudukan jepang industri berkembang buruk, ha itu karena larangan impor bahan mentah. Pada tahun 1951 pemerintah mendorong perkembangan industri kecil dan membatasi berkembangnya industri besar yang dikuasai asing. Tahun 1957 sektor indstri mulai mengalami kemunduran karena situasi politik yang belum mendukung dan kurangnya tenaga kerja yang trampil. Pada saat orde baru kebijakan ekonomi dikomplekskan dan salah satunya adalah mengundang investor asing. Kebijakan- kebijakan ekonomi ini mampu membawa indonesia kedalam kondisi yang lebih baik.


Klasifikasi Industri

     Di Indonesia, industri dapat digolongkan berdasarkan kelompok komoditas, skala usaha, dan berdasarkan hubungan arus produknya. Penggolongan paling universal berdasarkan “baku internasional klasifikasi industri” (International Standard of Industrial Classification, ISIC) penggolongan tersebut dibedakan menjadi 9 yaitu:


3. Industri Kimia Di Indonesia

    

 Industri kimia  yaitu jenis industri yang mengolah sebuah bahan baku atau bahan mentah untuk menghasilkan sebuah produk bahan bahan kimia.

Beberapa contoh jenis industri kimia yaitu sebagai berikut :

  • Industri pupuk terdapat di wilayah Palembang-Sumatra Selatan (Pupuk Sriwijaya) dan Bontang-Kaltim (Pupuk Kaltim).
  • Industri bahan-bahan kimia, seperti pada pabrik Soda di Waru- Surabaya (Jawa Timur), Amoniak di Cepu (Jawa Tengah), dan pada Super Posfat di Cilacap (Jawa Tengah).
  • Industri semen yang tersebar di wialayah Padang (Sumatra Barat), Cibinong (Jawa Barat), Gresik (Jawa Timur), dan diwilayah Tonasa (Gowa-Sulawesi Selatan).
  • Ban kendaraan yang berada diwilayah Bogor (Jawa Barat), Tegal (Jawa Tengah), dan Palembang (Sumatra Selatan).
  • Industri kertas yang berada di wialayah Padalarang (Jawa Barat), Probolinggo dan Banyuwangi (Jawa Timur), dan Pematangsiantar (Sumatra Selatan).

4. Dampak Industri Kimia Bagi Masyarakat dan Lingkungan


     Kegiatan industri merupakan salah satu unsur penting dalam menunjang pembangunan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kegiatan industri selain berdampak positif juga menimbulkan dampak negatif. Dampak positif menghasilkan barang dan jasa, meningkatkan lapangan kerja yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan kualitas hidup. Dampak negatif dari kegiatan industri salah satunya yaitu menghasilkan limbah yang dapat mencemari lingkungan sekitar kegiatan industri. Dampak dari limbah industri terhadap lingkungan terbukti besar pengaruhnya terhadap kesehatan manusia juga menghasilkan limbah yang dapat mencemari lingkungan bila tidak dikelola dengan baik, kegiatan industri dapat menyebabkan timbulnya bau yang tidak enak, bising, panas dan radiasi.

     Masalah pencemaran lingkungan selalu berkaitan erat dengan proses kegiatan industri. Limbah industri yang toksik akan memperburuk kondisi lingkungan, meningkatkan penyakit pada manusia, dan kerusakan pada komponen lingkungan lainnya. Pencemaran industri adalah kegiatan industri yang menyebabkan penurunan kualitas lingkungan karena masuknya zat-zat pencemar yang dihasilkan ke suatu lingkungan, yaitu tanah, air atau udara berupa bahan buangan atau hasil sampingan dari proses produksi industri yang berbentuk padat/debu, cair atau gas yang dapat menimbulkan pencemaran.

     Dalam kawasan industri sangat diperlukan pengawasan yang baik untuk memiliki perusahaan industri yang sangat berkualitas dan mampu bersaing dengan beberapa perusahaan yang lain. Dalam contoh industri pabrik semen  bahwa industri ini pasti memiliki sasaran pengawasan dimulai dari sistem kerja para pekerja juga pada sistem akhir dari hasil kerja yang ada.

     Menurut Victor M. Situmorang dan Jusuf Juhir  pengertian pengawasan adalah setiap usaha dan tindakan dalam rangka untuk mengetahui sampai dimana pelaksanaan tugas yang dilaksanakan menurut ketentuan dan sasaran yang hendak dicapai. Pengawasan merupakan salah satu fungsi manajemen yang sangat penting, sehingga berbagai ahli manajemen dalam memberikan pendapatnya tentang fungsi manajemen selalu menempatkan unsur pengawasan sebagai fungsi yang penting. Pengawasan adalah proses pengamatan dari pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Dalam suatu industri sangat di perlukan pengawasan-pengawasan yang baik untuk memiliki suatu perusahaan industri yang berkualitas yang mampu persaing dengan perusahaan yang lainnya. Begitu pentingnya pengawasan dalam suatu organisasi sehingga keberhasilan atau kinerja suatu organisasi menjadi ukuran, sampai dimana pelaksanaan pengawasan terhadap organisasi tersebut. Tujuan Pengawasan yaitu, sebagai berikut :

  • Menjamin ketetapan pelaksanaan tugas sesuai dengan rencana tersebut, kebijaksanaan dan perintah.
  • Melaksanakan koordinasi kegiatan-kegiatan.
  • Mencegah pemborosan dan penyelewengan.
  • Menjamin terwujudnya kepuasan masyarakat atas barang dan jasa yang dihasilkan.
  • Membina kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan organisasi (pemerintah).

       Departemen Perindustrian dalam tugasnya untuk pengendalian pencemaran industri mencakup pengaturan, pembinaan  dan pengawasan. Secara rinci tugas-tugas tersebut dalam Pasal 3 Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 20/M/SK/1/1986, sebagai berikut:

  •  Membuat peraturan-peratuaran tentang pengendalian pencemaran industri yang harus dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan dalam kaitannya dengan izin usaha industri, serta menunjang instansi-instansi pemerintah lainnya dalam menyusun peraturan peraturan yang berkaitan dengan pengendalian pencemaran lingkungan hidup pada umumnya.
  •  Membuat peraturan-peraturan tentang pemilIhan lokasi untuk industri dalam rangka pengembangan wilayah, dalam hal ini wilayah Pusat Pertumbuhan Induatri, yang dikaitkan dengan Rencana Umum Tata Ruang di sana terdapat penentuan tentang letak geografis dan zona-zona industri, kawasan-kawasan industri dan Lingkungan Industri Kecil.

     Dalam proses produksi industri kimia sebagian besar menggunakan bahan bakar fosil, jadi menimbulkan dampak gas rumah kaca. Disamping itu, dalam proses produksi industri kimia juga memberikan dampak fisik secara langsung baik pada pekerja dan masyarakat sekitar, yaitu dampak tingkat kebisingan serta getaran mekanik dari rangkaian proses produksi.. Limbah yang terbesar dari industri kimia adalah asap dan partikel, yang termasuk limbah gas dan limbah B3. Udara adalah media pencemar untuk limbah gas. Limbah gas atau asap yang diproduksi pabrik keluar bersamaan dengan udara. Secara alamiah udara mengandung unsur kimia seperti O2, N2, NO2, CO2, H2 dan lain-lain. Penambahan gas ke dalam udara melampaui kandungan alami akibat kegiatan manusia akan menurunkan kualitas udara.

     Dalam roses produksi industri kimia, akan terjadi berbagai dampak bagi lingkungan maupun masyarakat. Adapun dampak tersebut dapat bersifat positif maupun negatif. 

Dampak positif yang dapat dihasilkan  yaitu :

  • Menghasilkan devisa atau pendapatan bagi Negara, Pemerintah daerah, dan pemilik saham.
  • Menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
  • Meningkatkan wawasan dan keterampilan masyarakat.
  • Meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sedangkan ada juga dampak negatif yang dapat dihasilkan yaitu : 

  • Pencemaran udara hasil dari proses industri kimia berdampak terhadap penurunan kualitas udara, pemanasan global, dan juga menurun nya derajat kesehatan seperti sesak nafas dan penyakit pernafasan lainya.
  • Pencemaran tanah, dalam hal ini berpengaruh terhadap kesuburan tanah, berkurangnya lahan pertanian, serta ketersediaan lahan yang semakin berkurang.
  • Pencemaran air, baik air laut, sungai, maupun air dalam tanah akibat dari proses pembuangan limbah industri kimia oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. 

5. Pencegahan dan penanggulangan Dampak Negatif Industri Kimia

     Tidak dapat dipungkiri bahwa adanya eskalasi besar-besaran dalam bidang industri memberikan banyak keuntungan bagi berbagai pihak dan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembangunan daerah lingkungan setempat. Keberadaan industri-industri di Indonesia memberi lapangan kerja baru serta membantu pertumbuhan ekonomi dan pendapatan negara. Meskipun demikian, kegiatan industri juga memberikan dampak negatif yang tak kalah banyak dari dampak positif yang diberikan. Dampak negatif yang diberikan kegiatan industri yaitu berupa pencemaran lingkungan. Suatu proses industrialisasi pasti akan selalu diiringi dengan limbah industri. Limbah industri adalah sisa dari kegiatan industri. Limbah industri terbagi menjadi empat jenis: limbah padat, limbah cair, limbah gas, serta limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Dengan demikian, untuk mengatasi pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh limbah industri maka dibutuhkan rencana pengolahan limbah industri yang baik. 

a. Pengolahan Limbah Padat

      Dalam mengolah limbah padat, langkah yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan penimbunan terbuka bagi limbah padat organik agar dapat diuraikan oleh organisme-organisme pengurai sehingga akan membuat tanah menjadi lebih subur. Langkah lainnya yang dapat dilakukan adalah sanitary landfill, yaitu upaya pencegahan pembesaran tanah dengan menggunakan lubang yang sudah dilapisi plastik dan tanah liat. Selain itu, limbah padat juga dapat didaur ulang dan diolah menjadi bahan kerajinan atau kompos limbah agar dapat bermanfaat bagi lingkungan.

b. Pengolahan Limbah Cair

     Selain limbah padat, kegiatan industri juga dapat menghasilkan limbah cair. Pengolahan limbah cair berbeda dengan limbah padat karena keduanya memiliki bentuk yang berbeda. Upaya pengolahan limbah cair dapat dibagi menjadi pengolahan primer dan sekunder. Pengolahan primer limbah cair dapat dilakukan dengan proses penyaringan, pengolahan, pengendapan, pengapungan, dan disinfeksi. Pengolahan primer ini efektif untuk polutan minyak dan juga lemak. Sedangkan, pengolahan sekunder limbah cair dilakukan dengan menggunakan mikroorganisme untuk mengurai bahan.

c. Pengolahan Limbah Gas

     Beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam pengolahan limbah gas adalah dengan menghilangkan materi partikulat dari udara pembuangan dan mengontrol emisi gas buang. Selanjutnya, pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dapat dilakukan dengan metode pengolahan secara biologi, fisika, dan kimia. Selain itu, langkah lain yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan metode pembuangan limbah B3, berupa pembuatan sumur injeksi dan kolam penyimpanan.

6. Kesimpulan dan Saran

    Pencemaran lingkungan merupakan isu lingkungan yang paling menarik perhatian di kawasan industri. Limbah industri yang dihasilkan oleh kegiatan industri menyebabkan berbagai dampak negatif bagi lingkungan maupun makhluk hidup lainnya. Berbagai upaya pengolahan limbah industri dapat dilakukan untuk mengurangi polutan yang berasal dari limbah sisa industri. Oleh karena itu, dalam mengatasi permasalahan tersebut dibutuhkan kerja sama yang baik antara berbagai pihak terkait agar lingkungan dapat terjaga asri dan lestari

     Berbagai tindakan dan upaya perlu dilakukan agar pabrik-pabrik di Negara kita  bisa menghasilkan produk yang berkualitas tinggi tanpa menimbulkan limbah yang berbahaya bagi masyarakat serta lingkungan sekitar. Perijinan ketat dan implementasi AMDAL yang sesuai dengan ketentuan nya saya rasa harus dilakukan dengan disiplin, karena saya meyakini mencegah lebih mudah daripada menanggulangi dampak negatif dari industri kimia.

7. Daftar Pustaka

Ridwan, Ita Rustiati, 2007. Dampak Industri Terhadap Lingkungan dan Sosial. Tersedia di (https://ejournal.upi.edu/index.php/gea/article/view/1716/1166) diakses pada 16 Mei 2022.

Burul Maghfiroh, 2018. Dampak Industri PT Petrokimia Gresik Terhadap Kehidupan Sosio-Kultural Masyarakat Sekitar Tahun 1980-2000. Tersedia di (https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/22360) diakses pada 16 mei 2022.

Supraptini, 2002. Pengaruh Limbah Industri Terhadap Lingkungan Di Indonesia.                Tersedia di (http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/MPK/article/view           /1063/563) diakses pada 16 Mei 2022.

Afrizal  Fahdilah,  2013. Perkembangan   Kawasan  Industri. Tersedia  di (http://a-research.upi.edu/operator/upload/s_geo_0705517_chapter_ii.pdf) diakses pada 16 Mei 2022.

Kwanda Timoticin, 2000. Pengembangan Kawasan Industri Di Indonesia, Universitas Kristen Petra. Tersedia di (http://dimensi.petra.ac.id/index.php/ars/article/viewFile/15727/15719) diakses pada 16 Mei 2022.


Minggu, 20 Maret 2022

Kesetimbangan Kimia dan Jenisnya

 KESETIMBANGAN KIMIA DAN JENISNYA

Oleh: Roy Irawan (@V20-Roy)

 

 MIND MAPPING


1.       DEFINISI

Kesetimbangan kimia  adalah  proses  dinamis  ketika  reaksi ke  depan dan  reaksi  balik  terjadi  pada  laju  yang  sama  tetapi  pada  arah  yang berlawanan.  Ikatan  pada  reaksi  kesetimbangan  akan  terputus  atau terbentuk  di  antara  molekul  reaktan  dan  produk.  Konsentrasi  awal  pada reaktan  besar,  maka  tumbukan  antara  molekul-molekulnya  akan membentuk molekul-molekul produk. Konsentrasi produk tersebut ketika sudah cukup banyak, reaksi kebalikannya (pembentukan “reaktan”  dari “produk”) mulai berlangsung (Stephen,2002).


Reaksi  kimia  umumnya  berlangsung  secara  reversible  atau  bisa disebut dua arah, juga cukup banyak yang berjalan tidak sempurna dimana artinya reaksi-reaksi tersebut  berjalan  hanya sampai  pada  suatu  titik  dan akhirnya  berhenti  dengan  meninggalkan  zat-zat  yang  tidak  bereaksi. Temperatur,  tekanan  dan  konsentrasi  tertentu,  titik  pada  saat  reaksi tersebut  berhenti  sama,  hubungan  antara  konsentrasi  peraksi  dan  hasil reaksi  tetap.  Kecepatan  reaksi  pada  saat  setimbang  akan  bergerak  ke kanan sama dengan kecepatan reaksi ke kiri. (Sukardjo, 1997).

Tanda  “[  ]”  merupakan  tanda  konsentrasi  kesetimbangan. Kecepatan reaksi kimia pada suhu konstan  sebanding dengan hasil kali konsentrasi  zat  yang  bereaksi.  Reaksi  kimia  bergerak  menuju kesetimbangan yang dinamis, dimana terdapat reaktan dan produk, tetapi kedudukannya  tidak  lagi  mempunyai  kecenderungan  untuk  berubah. Terkadang  konsentrasi  produk  jauh  lebih  besar  daripada  konsentrasi reaktan yang belum bereaksi1 di dalam campuran kesetimbangan, sehingga reaksi dikatakan reaksi yang “sempurna”.(Syukri,1999).

Sistem  dalam  kesetimbangan,  dimana  suatu  katalis  menaikkan kecepatan  reaksi  maju  dan  reaksi  balik  dengan  sama  kuatnya.  Katalis tidak  mengubah  kuantitas  relatif  yang  ada  dalam  kesetimbangan  nilai tetapan  kesetimbangan  tidaklah  berubah,  katalis  dapat  mengubah  waktu yang  diperlukan  untuk  mencapai  kesetimbangan.  Reaksi  yang berlangsung dengan laju yang sesuai hanya pada temperatur yang sangat tinggi, dapat berjalan dengan cepat pada temperatur yang jauh lebih rendah bila digunakan katalis (Keenan,1984).

Kegunaan  konstanta  salah  satunya  dalam  kesetimbangan  kimia adalah  memprediksi  arah  reaksi.  Mempelajari  kecenderungan  arah reaksi,  digunakan  besaran  Qc,  yaitu  hasil  perkalian  konsentrasi  awal produk  dibagi  hasil  perkalian  konsentrasi  awal  reaktan  yang  masing-masing  dipangkatkan  dengan  koefisien  reaksinya.  Nilai  Qc  apabila dibandingkan dengan nilai Kc, terdapat tiga kemungkinan hubungan yang terjadi, antara lain : 

1. Qc < Kc Sistem reaksi reversibel kelebihan reaktan dan kekurangan produk.  Untuk  mencapai  kesetimbangan,  sejumlah  reaktan  diubah menjadi produk.  Akibatnya, reaksi  cenderung  ke arah produk (ke kanan). 

2. Qc =  Kc Sistem berada dalam keadaan kesetimbangan. Laju reaksi, baik ke arah reaktan maupun produk, sama.

3. Qc > Kc Sistem reaksi reversibel kelebihan produk dan kekurangan reaktan.  Untuk  mencapai  kesetimbangan,  sejumlah  produk  diubah menjadi reaktan. Akibatnya, reaksi cenderung ke arah reaktan (ke kiri) (Syukri,1999).

 

2.       FAKTOR PERGESERAN KESETIMBANGAN KIMIA

Menurut  Chang  (2005)  ada  beberapa  faktor  yang  mempengaruhi kesetimbangan, yaitu:

1.       Perubahan konsentrasi


Sebagai contoh, besi (III) tiosianat mudah larut dalam air dan menghasilkan larutan berwarma  merah.  Warna  tersebut  disebabkan  oleh  adanya  ion terhidrasi FeSCN2+ . Kesetimbangan antara ion-ion FeSCN2+ yang tidak terurai dan Fe3+ dan SCN- dituliskan sebagai berikut:

FeSCN2+ ⇌ Fe3+ + SCN-

Saat ditambahkan sedikit natrium tiosianat ke dalam larutan akan mengakibatkan  larutan  bertambah  merah  tua. Begitupula  ketika ditambahkan besi  (III) nitrat  ke  dalam  larutan  asal,  warna  merah akan bertambah tua akibat ion Fe3+ tambahan dari besi (III) nitrat akan menggeser kesetimbangan dari kanan ke kiri.

Percobaan ini menunjukkan  bahwa  pada  kesetimbangan,  semua  reaktan  dan produk sama dalam sistem reaksi. Kedua, peningkatan konsentrasi produk  akan  menggeser  kesetimbangan  ke  kiri  dan  penurunan konsentrasi produk akan menggeser kesetimbangan ke arah kanan. Hal tersebut sesuai dengan asas Le Chatelier.

2.       Perubahan suhu

Perubahan  konsentrasi,  tekanan,  atau  volume  dapat  mengubah posisikesetimbangan,  tetapi  suhu  mengubah  nilai  konstanta kesetimbangan.  Hanya  perubahan  suhu  yang  dapat  mengubah konstanta  kesetimbangan.  Contoh  suhu  mempengaruhi kesetimbangan  adalah  pembentukan    CoCl22-   yang  merupakan proses endotermik, jika dipanaskan kesetimbangan bergeser ke kiri dan  larutan  menjadi  biru.  Pendinginannya  akan  menghasilkan reaksi eksotermik dan larutan menjadi merah muda. Peningkatan suhu akan menghasilkan  reaksi  endotermik dan penurunan suhu akan menghasilkan reaksi eksotermik.

3.       Perubahan tekanan dan volume

Tekanan dan volume berbanding terbalik. Semakin besar tekanan maka semakin kecil volume dan begitupula sebaliknya. Konsentrasi gas berdasarkan rumus merupakan konsentrasi gas dalam mol per liter  sehingga  konsentrasinya  berbanding  lurus  dengan  tekanan. Pada  umumnya  peningkatan  tekanan  dan  penurunan  volume menghasilkan  reaksi  yang  menurunkan  jumlah  total  mol  gas. Tekanan suatu sistem dapat diubah tanpa mengubah volumenya. Sesuai hukum Boyle maka :  Jika tekanan diperbesar (volume diperkecil) maka reaksi bergeser ke arah jumlah mol gas yang terkecil.  Jika tekanan diperkecil (volume diperbesar) maka reaksi bergeser ke arah jumlah mol gas yang terbesar.

4.       Pengaruh katalis

Katalis  meningkatkan  laju  terjadinya  reaksi.  Untuk  reaksi reversibel,  katalis  mempengaruhi  laju  reaksi  maju  sama  besar dengan  reaksi  balik.  Jadi,  keberadaan  katalis  tidak  mengubah konstanta  kesetimbangan  dan  tidak  menggeser  posisi  sistem kesetimbangan. Penambahan  katalis  pada campuran reaksi  yang tidak  berada  pada  kesetimbangan  akan  mempercepat  laju  reaksi maju dan reaksi balik sehingga campuran kesetimbangan tercapai lebih cepat. Campuran kesetimbangan yang sama dapat diperoleh tanpa  katalis,  tetapi  mungkin  menunggu  lebih  lama  agar kesetimbangan terjadi. Katalis  dalam  kesetimbangan  dapat  mempercepat  laju  reaksi  agar kesetimbangan cepat  tercapai. Katalis adalah suatu  substansi  yang dapat meningkatkan  laju  reaksi  untuk  mencapai  kesetimbangan  tanpa  ikut bereaksi  secara  permanen.  Contoh  katalis  pada  fuel  cell  hidrogen berfungsi untuk memecah molekul oksigen (katoda) menjadi atom atau ion oksigen yang bereaksi dengan atom atau ion hidrogen dari anoda (Darmin, dkk. 2013)

 

3.       JENIS KESETIMBANGAN KIMIA

Berdasarkan wujud zat-zat dalam keadaan setimbang, reaksi kesetimbangan kimia dibedakan menjadi dua, yaitu kesetimbangan homogen dan heterogen.

1. Kesetimbangan Homogen
Kesetimbangan homogen adalah kesetimbangan kimia yang di dalamnya terdapat satu wujud zat, seperti gas atau larutan. Contoh:



2. Kesetimbangan Heterogen
Kesetimbangan heterogen adalah kesetimbangan kimia yang di dalamnya terdapat berbagai macam wujud zat, misalnya gas, padat, cair dan larutan. Contoh:


REFERENSI MATERI VIDEO

https://youtu.be/9XuUic3EklY

Kesetimbangan Kimia dan Hubungan nya dengan Termodinamika

DAFTAR PUSTAKA

Modul Pertemuan 3. UMB. Kesetimbangan Kimia. Jakarta

Keenan, W. Charles. 1984. Kimia Untuk Universitas. Jakarta : Erlangga. 

Purwoko, Agus. 2006. Kimia Dasar 1. NTB : Mataram University Press. 

Stephen, Bresnick. 2002. Istilah Kimia Umum. Jakarta: Erlangga. 

Sukardjo. 1997. Kimia Fisika. Yogyakarta: Rineka Cipta. 

Syukri, S dan Sadijah Achmad. 1999. Kimia Dasar : Jilid dua. Bandung: ITB Press


Senin, 14 Maret 2022

Termodinamika dan Pengaplikasianya

TERMODINAMIKA dan PENGAPLIKASIANYA

Oleh: Roy Irawan (@V20-Roy)

Mind Mapping

Mind Map


1.DEFINISI TERMODINAMIKA

Termodinamika dalam bahasa Yunani berasal dari kata: thermos: (panas)dan dynamic: (perubahan).  Termodinamika membahas fenomena energi yang berubah-ubah karena adanya aliran panas dan usaha yang muncul atau memunculkan. Pada sistem terjadi proses perubahan wujud atau pertukaran energi, termodinamika klasik tidak berhubungan dengan kinetika reaksi (kecepatan suatu proses reaksi berlangsung).

A. SISTEM TERMODINAMIKA

Ada tiga jenis sistem berdasarkan jenis pertukaran yang terjadi antara sistem dan lingkungan:

1. Sistem Terbuka: Ada pertukaran massa dan energi sistem dengan lingkungan sekitarnya.

Misal: lautan, tumbuh-tumbuhan.

2. Sistem Tertutup: Ada pertukaran energi tetapi tidak terjadi pertukaran massa sistem dengan lingkungannya.

Misal: Green House ada pertukaran kalor tetapi tidak terjadi pertukaran kerja dengan lingkungan.

3. Sistem Terisolasi: Tidak ada pertukaran massa dan energi sistem dengan lingkungan.

Misal: Tabung gas yang terisolasi.

 

B. HUKUM TERMODINAMIKA

Termodinamika adalah pernyataan tentang hubungan antara usaha dengan perubahan kalor menjadi sebuah energi. Hubungan tersebut sangat erat kaitannya dengan usaha, energi, suhu, mekanika statik, dan juga sebuah proses.

Hukum termodinamika memiliki hukum awal atau hukum ke-0 yang menjelaskan tentang kesetimbangan, dimana 2 sistem baru berada di antara kedua sistem yang sedang setimbang.

1.       Hukum Termodinamika I

Hukum tentang sebuah kekekalan energi merupakan hukum dari termodinamika 1, bunyi hukum tersebut adalah : "Energi tidak dapat diciptakan maupun dihancurkan, hanya dapat melakukan perubahan bentuk".

Pernyataan bunyi hukum termodinamika 1 menjelaskan bahwa suatu energi tidak akan memiliki pertambahan maupun pengurangan dalam sebuah sistem.

Hukum Termodinamika I

Rumus Hukum Termodinamika

Energi dalam sistem tersebut berasal dari kalor dan usaha yang bekerja dalam sistem. Apabila dijadikan dalam sebuah persamaan matematis akan menjadi :

Q= △U+W

Penjelasannya, yaitu:

Q = Kalor atau Panas (diterima maupun dilepaskan): satuan Joule (J).

△U = Perubahan Energi (Energi akhir dikurangi energi mula – mula): satuan Joule (J).

W = Usaha: satuan Joule (J).

Persamaan tersebut menyatakan bahwa kalor yang diterima maupun dilepaskan dari suatu benda, maka akan menjadi usaha ditambah perubahan energi.

Sifat kalor yang diterima atau kalor yang dilepaskan akan menentukan suatu besaran nilai tersebut positif (+) ataukah negatif (-).

Sifat Kalor

Q = positif (+), jika menerima kalor. Q = positif (-), jika melepakan kalor.

W = positif (+), jika melakukan sebuah usaha. W = negatif (-), jika diberikan usaha.

△U = positif (+), jika ada penambahan energi. △U = negatif (-), jika mengalami penurunan energi.

 

2.       Hukum Termodinamika II

Hukum kedua ini membatasi perubahan energi mana yang bisa terjadi dan yang tidak. Pembatasan ini dinyatakan dengan berbagi cara, yaitu : “Hukum II termodinamika dalam menyatakan aliran kalorKalor mengalir secara spontan dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah dan tidak mengalir secara spontan dalam arah kebalikannya”

Hukum II termodinamika dalam pernyataan tentang mesin kalor
Tidak mungkin membuat suatu mesin kalor yang bekerja dalam suatu siklus yang semata-mata menyerap kalor dari sebuah reservoir dan mengubah seluruhnya menjadi usaha luar.

Hukum II termodinamika dalam pernyataan entropi (besaran termodinamika yang menyertai suatu perubahan setiap keadaan dari awal sampai akhir sistem dan menyatakan ketidakteraturan suatu sistem)
Total entropi semesta tidak berubah ketika proses reversibel terjadi dan bertambah ketia proses irreversible terjadi.

Hukum Termodinamika II

3.       Hukum Termodinamika III

Hukum ketiga termodinamika terkait dengan temperatur nol absolut. Hukum ini menyatakan bahwa pada saat suatu sistem mencapai temperatur nol absolut (temperatur Kelvin) semua proses akan berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai minimum. Hukum ini juga menyatakn bahwa entropi benda berstruktur kristal sempurna pada temperatur nol absolut bernilai nol.

Mesin Panas Carnot

https://youtu.be/NilKh3R9Ayk

Referensi video Termodinamika

2. PENGAPLIKASIAN TERMODINAMIKA

Aplikasi Hukum Termodinamika

Mesin diesel

Mesin diesel adalah sejenis mesin pembakaran dalam; lebih spesifik lagi, sebuah mesin pemicu kompresi, dimana bahan bakardinyalakan oleh suhu tinggi gas yang dikompresi, dan bukan oleh alat berenergi lain (seperti busi).

Mesin ini ditemukan pada tahun 1892 oleh Rudolf Diesel, yang menerima paten pada 23 Februari1893. Diesel menginginkan sebuah mesin untuk dapat digunakan dengan berbagai macam bahan bakar termasuk debu batu bara. Dia mempertunjukkannya pada Exposition Universelle (Pameran Dunia) tahun 1900 dengan menggunakan minyak kacang (lihat biodiesel). Kemudian diperbaiki dan disempurnakan oleh Charles F. Kettering.

Prinsip kerja motor diesel adalah merubah energi kimia menjadi energi mekanis. Energi kimia di dapatkan melalui proses reakasi kimia (pembakaran) dari bahan bakar (solar) dan oksidiser (udara) di dalam silinder (ruang bakar). Pada motor diesel ruang bakarnya bisa terdiri dari satu atau lebih tergantung pada penggunaannya dan dalam satu silinder dapat terdiri dari satu atau dua torak. Pada umumnya dalam satu silinder motor diesel hanya memiliki satu torak.

Tekanan gas hasil pembakaran bahan bakan dan udara akan mendorong torak yang dihubungkan dengan poros engkol menggunakan batang torak, sehingga torak dapat bergerak bolak-balik (reciprocating). Gerak bolak-balik torak akan diubah menjadi gerak rotasi oleh poros engkol (crank shaft). Dan sebaliknya gerak rotasi poros engkol juga diubah menjadi gerak bolak-balik torak pada langkah kompresi. Berdasarkan cara menganalisa sistim kerjanya, motor diesel dibedakan menjadi dua, yaitu motor diesel yang menggunakan sistim airless injection (solid injection) yang dianalisa dengan siklus dual dan motor diesel yang menggunakan sistim air injection yang dianalisa dengan siklus diesel (sedangkan motor bensin dianalisa dengan siklus otto).

Pada mesin Diesel, dibuat ”ruangan” sedemikian rupa sehigga pada ruang itu akan terjadi peningkata suhu hingga mencapai ”titik nyala” yang sanggup ”membakar” minyak bahan bakar. Pemampatan yang biasanya digunakan hingga mencapai kondisi ”terbakar” itu biasanya 18 hingga 25 kali dari volume ruangan normal. Sementara suhunya bisa naik mencapai 500°C . Cara kerjanya mudah, minyak solar yang sudah dicampur udara (seperti yang keluar dari semprotan obat nyamuk) disemprotkan ke dalam ruangan yang telah ”mampat” dan bersuhu tinggi, sehingga dapat langsung membuat ”kabut solar” tadi meledak dan mendorong ”piston” yang kemudian akan menggerakkan poros-poros roda, singkatnya menjadi tenaga. Kejadian ini berulang-ulang dan tenaga yang muncul pun dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan mobil, generator listrik, dan sebagainya.

             Ketika udara dikompresi suhunya akan meningkat (seperti dinyatakan oleh Hukum Charles), mesin diesel menggunakan sifat ini untuk proses pembakaran. Udara disedot ke dalam ruang bakar mesin diesel dan dikompresi oleh piston yang merapat, jauh lebih tinggi dari rasio kompresi dari mesin bensin. Beberapa saat sebelum piston pada posisi Titik Mati Atas (TMA) atau BTDC (Before Top Dead Center), bahan bakar diesel disuntikkan ke ruang bakar dalam tekanan tinggi melalui nozzle supaya bercampur dengan udara panas yang bertekanan tinggi. Hasil pencampuran ini menyala dan membakar dengan cepat. Penyemprotan bahan bakar ke ruang bakar mulai dilakukan saat piston mendekati (sangat dekat) TMA untuk menghindari detonasi. Penyemprotan bahan bakar yang langsung ke ruang bakar di atas piston dinamakan injeksi langsung (direct injection) sedangkan penyemprotan bahan bakar kedalam ruang khusus yang berhubungan langsung dengan ruang bakar utama dimana piston berada dinamakan injeksi tidak langsung (indirect injection).

Ledakan tertutup ini menyebabkan gas dalam ruang pembakaran mengembang dengan cepat, mendorong piston ke bawah dan menghasilkan tenaga linear. Batang penghubung (connecting rod) menyalurkan gerakan ini ke crankshaft dan oleh crankshaft tenaga linear tadi diubah menjadi tenaga putar. Tenaga putar pada ujung poros crankshaft dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

Untuk meningkatkan kemampuan mesin diesel, umumnya ditambahkan komponen : Turbocharger atau supercharger untuk memperbanyak volume udara yang masuk ruang bakar karena udara yang masuk ruang bakar didorong oleh turbin pada turbo/supercharger.

Untuk aplikasi generator listrik, komponen penting dari mesin diesel adalah governor, yang mengontrol suplai bahan bakar agar putaran mesin selalu para putaran yang diinginkan. Apabila putaran mesin turun terlalu banyak kualitas listrik yang dikeluarkan akan menurun sehingga peralatan listrik tidak dapat berkerja sebagaimana mestinya, sedangkan apabila putaran mesin terlalu tinggi maka bisa mengakibatkan over voltage yang bisa merusak peralatan listrik. Mesin diesel modern menggunakan pengontrolan elektronik canggih mencapai tujuan ini melalui elektronik kontrol modul (ECM) atau elektronik kontrol unit (ECU) – yang merupakan “komputer” dalam mesin. ECM/ECU menerima sinyal kecepatan mesin melalui sensor dan menggunakan algoritma dan mencari tabel kalibrasi yang disimpan dalam ECM/ECU, dia mengontrol jumlah bahan bakar dan waktu melalui aktuator elektronik atau hidrolik untuk mengatur kecepatan mesin.

PENUTUP

Termodinamika berasal dari bahasa Yunani: thermos: (panas) dan dynamic: (perubahan). Termodinamika berkaitan dengan fenomena aliran panas dan perubahan energi karena kerja yang dihasilkan atau disebabkan. Perubahan keadaan atau pertukaran energi terjadi di dalam sistem. Termodinamika klasik tidak ada hubungannya dengan kinetika reaksi (laju terjadinya reaksi).

Termodinamika memiliki 3 sistem kerja, yaitu sistem terbuka, sistem tertutup, dan sistem terisolasi. Contoh sistem dalam pemanfaatan sehari-hari banyak kita jumpai misal dalam penggunaan kendaraan bermotor, mesin pendingin, termos, AC, dll.

Termodinamika sendiri memiliki hukum awal atau hukum 0 yang menjelaskan tentang kesetimbangan. Selain itu terdapat juga Hukum Termodinamika I, II, dan III.

Ilmu tentang termodinamika sangat bermanfaat untuk dunia industri, misalnya dalam pengembangan kendaraan bermotor, penggunaan chiller dan boiler, dan masih banyak manfaat lainya.

DAFTAR PUSTAKA

http://yudhipri.wordpress.com/2010/07/05/thermodinamika-maglev-dunia/

Giancoli. 2001. Fisika Universitas Jilid 1. Erlangga: Jakarta.

Http://.goegle.com/2012/11/23/teori-panas-kalor-dunia/

Hukum ketiga termodinamika - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas