.

Tampilkan postingan dengan label @N10-Fathan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @N10-Fathan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Desember 2019

Teknologi Hijau

Disusun Oleh : @N10-Fathan


Abstrak
Perkembangan teknologi negara-negara di dunia semakin meningkat. Hal ini ditunjukkandengan diproduksinya berbagai macam peralatan yang dapat mempermudah manusia dalammenunjang kehidupannya, baik dalam sektor industri maupun transportasi, Namun terkadang kemajuan teknologi tersebut tidak diiringi dengan kepedulian kita sebagaipengguna teknologi untuk peduli terhadap lingkungan sekitar. Salah satu dampak tidak langsung yang diakibatkan oleh perkembangan teknologi adalah masalah pencemaran udara dan kemacetan.

Kata kunci : Teknologi Hijau

Pendahuluan
Satu dekade ini isu yang sedang hangat diperbincangkan diseluruh belahan bumi adalah isu tentang global warming atau pemanasan global. Fenomena alam ini telah disadari oleh seluruh umat manusia sebagai dampak dari aktivitas manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada di dalam perut dan muka bumi. Upaya yang bisa dilakukan oleh manusia hanya menahan laju dampak dari pemanasan global tersebut, dampak yang terjadi apabila tidak ditahan lajunya akan berakibat fatal bagi kehidupan manusia di muka bumi. Dari upaya-upaya yang telah dilakukan oleh manusia munculah konsep Green Technology/Teknologi Hijau atau dapat disebut juga Clean Technology/Environmental Technology.

Rumusan Masalah
Kami menemukan berbagai masalah mengenai Teknologi Hijau, diantaranya :
1.      Apakah pengertian dari Teknologi Hijau ?
2.      Apa saja tujuan dari pelaksanaan Teknologi Hijau ?
3.      Apa saja yang termasuk ke dalam konsep Teknologi Hijau ?
4.      Apa saja prinsip utama Teknologi Hijau ?

Pembahasan
Pengertian Teknologi Hijau
Teknologi Hijau adalah teknologi yang penggunaannya minim meenggunakan sumberdaya alam, termasuk sumberdaya energi, mineral, air dan material, serta minim menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan manusia. Dengan demikian terdapat keterkaitan yang erat antara teknologi hijau dengan teknologi ramah lingkungan, teknologi bersih bahkan teknologi hijau dengan teknologi ramah lingkungan.

Tujuan Teknologi Hijau
Teknologi Hijau berkaitan dengan green engineering atau green productivity, di mana menurut Billatos dan Basaly (1997), mempunyai empat tujuan umum dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan dan ekonomi produksi, yaitu :
1.      Pengurangan limbah (waste reduction)
2.      Manajemen material (material management)
3.      Pencegahan polusi (pollution prevention)
4.      Peningkatan nilai produk (product enhancement)

Konsep Teknologi Hijau
Perkembangan teknologi hijau semakin pesat, antara lain dengan mengacu pada beberapa konsep yang menjadi tujuan aplikasi :
1.  Konsep keberlanjutan. Kebutuhan saat ini dapat terpenuhi tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhannya sendiri.
2.   Konsep daur ulang. Kegiatan daur ulang dimaksudkan untuk menghemat sumberdaya alam dan energi, salah satu caranya ialah penerapan teknologi hijau.
3.      Konsep pengurangan limbah dan polusi. Di mana pola produksi dan konsumsi diubah sedemikian rupa sehingga hanya menghasilkan seminimal mungkin limbah dan polusi.
4.      Konsep Inovasi. Dalam hal ini selalu berupaya dalam mengembangkan teknologi alternaif.
5.    Konsep Visabilitas. Intinya bagaimana kegiatan produksi dan konsumsi ramah lingkungan senantiasa terpelihara keberadaannya.
6.   Konsep edukasi. Upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat secara keseluruhan melalui pendidikan dan pelatihan.

Prinsip Teknologi Hijau
Adapun prinsip utama teknologi hijau meliputi tiga aspek, yaitu :
1.      Kenyamanan Sosial.
Dalam hal ini kenyamanan hendaknya bersifat jangka panjang atau berkelanjutan.
2.      Ekonomis.
Penerapan teknologi hijau sedapat mungkin harus rendah biaya dengan nilai manfaat yang seoptimal mungkin.
3.      Ramah Lingkungan.
Teknologi hijau merupakan teknologi bersih dan ramah lingkungan. Dengan demikian dalam setiap rancangan, pengembangan dan aplikasinya prinsip ramah lingkungan harus menjadi salah satu patokan.

Kesimpulan
Dari pembahasan tersebut dapat di simpulkan bahwa lingkungan harus dijaga dengan baik dan alangkah baiknya menjaga lingkungan dengan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan, sehingga tidak ada salah satu dari makhluk hidup yang merasa di rugikan.

Daftar Pustaka :
·    Hidayat, A A., Kholil Muhammad. 2018. Kimia dan Pengetahuan Lingkaran Industri. Yogyakarta: Penerbit Wahana Resolusi
·       Thesman Vanessa, Cikitha Virginia. 2017.Makalah Green Technology
·       Anonim. 2017. Makalah Teknologi Ramah Lingkungan
   

Industri Hijau


Disusun Oleh : @N10-Fathan

Abstrak
Industri nasional perlu mengantisipasi gencarnya isu lingkungan dalam perdagangan internasional, agar dapat tetap bersaing dengan negara-negara lain. Kementerian Perindustrian telah merespon hal tersebut dengan memasukkan Industri Hijau sebagai bagian penting dari Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional 2015 – 2035. Untuk mendorong industri menerapkan prinsip industri hijau, sejak tahun 2010 Kementerian Perindustrian menyelenggarakan kegiatan Penghargaan Industri Hijau. Meskipun jumlah penerima penghargaan terus meningkat setiap tahunnya, namun bila dibandingkan dengan jumlah industri yang ada di Indonesia persentase tersebut sangatlah kecil. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk melakukan pengukuran kinerja lingkungan (environmental performance) terhadap beberapa industri di Indonesia agar dapat diketahui kesiapan mereka untuk mengaplikasikan standar industri hijau.

Kata Kunci : Industri Hijau

Pendahuluan
Sektor manufaktur menghadapi tantangan dan peluang guna meningkatkan efisiensi energi dan sumber daya alam. Hal ini diakibatkan karena keterbatasan sumber daya alam dan sumber energi yang ada. Selain itu di tengah gencarnya isu lingkungan dalam Proses manufaktur juga bertanggung jawab atas 17% gangguan kesehatan yang bersumber dari polusi udara. Biaya yang harus dikeluarkan untuk mengatasi gangguan kesehatan ini nilainya setara dengan 1-5% dari Produk Domestik Bruto Global – jauh lebih tinggi dari biaya yang dibutuhkan untuk melakukan transisi ke ekonomi ramah alam (UNEP, 2011). Salah satu tujuan penyelenggaraan perindustrian di Indonesia adalah mewujudkan industri yang mandiri, berdaya saing dan maju serta industri hijau. UU No 3 tahun 2014 tentang perindustrian memberikan pengertian industri hijau sebagai “industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat”.

Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari Industri Hijau itu sendiri ?
2.      Apa manfaat dari Industri Hijau ?
3.      Apa prinsip dari Industri Hijau itu ?
4.      Apa saja aplikasi Industri Hijau ?

Pembahasan

Pengertian Industri Hijau
Industri Hijau merupakan industri yang berkomitmen untuk ramah lingkungan dengan berfokus pada pengembangan dan perbaikan secara terus menerus, dan praktek bisnis yang bertanggung jawab terhadap masyarakat baik di dalam maupun di luar organisasi, serta memperhatikan rantai pasok untuk pembangunan berkelanjutan. Industri Hijau didasarkan pada dua prinsip, yaitu perbaikan terus menerus dan pembangunan berkelanjutan (Simachokedee dalam GIM, 2013).
Perwujudan konsep industry hijau menimbulkan konsekuensi setiap industri harus memperhatikan kepentingan lingkungan, termasuk di dalamnya pemanfaatan bahan baku ramah lingkungan, penerapan kimia hijau, pengelolaan sampah dan daur ulang, penerapan teknologi untuk energi terbarukan, dan analisis dampak lingkungan yang diterapkan dengan penuh kesungguhan.

Manfaat Industri Hijau
Berbagai input sumberdaya dalam proses produksi senantiasa memperhatikan prinsip industri hijau. Hal itu akan berdampak terhadap peningkatan efisiensi dan keunggulan kompetitif industri.
1.      Meningkatkan profitabilitas (keuntungan) melalui peningkatan efisiensi.
2.      Meningkatakan image perusahaan.
3.      Meningkatkan kinerja perusahaan.
4.      Mempermudah akses pendanaan.
5.      Fleksibilitas dalam regulasi.
6.      Terbuka peluang pasar baru.
7.      Menjaga kelestarian fungsi lingkungan.

Prinsip Industri Hijau
Efisiensi energi, yaitu dengan pengurangan konsumsi per unit energy melalui peningkatan efisiensi.
1.    Efisiensi Terbarukan, yaitu pembangkit listrik atau panas dengan menggunakan sumber energi dari matahari, angina, biomassa, panas bumi atau sumber daya hidro.
2.   Produksi Cleaner, yaitu meminimalkan limbah dan emisi dari proses industri dan memaksimalkan keluaran produk.
3.  Carbon Finance, yaitu menyangkut keuangan karbon yang menyediakan sumber daya keuangan untuk proyek-proyek atau program yang berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) yang diverifikasi dan dijual di pasar karbon global.
4.   Rantai Pasok Berkelanjutan, yaitu menyangkut pengelolaan isu lingkungan dan social di seluruh rantai pasok dan menggabungkan standar keberlanjutan antara off-taker dan pemasok.

Aplikasi Industri Hijau
Sektor industri tidak hanya mengeksploitir lingkungan, namun juga turut merawat dan melestarikannya. Demikian pula sebaliknya, faktor lingkungan makin menunjang sektor industri. Industri Hijau dapat dicapai antara lain melalui :
1.      Meningkatkan upaya-upaya pengelolaan internal/housekeeping.
2.      Meningkatkan proses pengawasan.
3.      Daur ulang bahan/material. 
4.      Modifikasi peralatan yang ada.
5.      Teknologi bersih.
6.      Perubahan bahan baku.
7.      Modifikasi produk.
8.      Pemanfaatan produk samping.

Kesimpulan
Industri Hijau adalah rezim ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan manusia dan kesetaraan sosial, yang sekaligus mengurangi risiko lingkungan secara signifikan. Industri Hijau juga berarti perekonomian yang rendah karbon atau tidak menghasilkan emisi dan polusi lingkungan, hemat sumber daya alam dan berkeadilan sosial. Untuk menjalankan Industri hijau tersebut, maka sektor industri harus berperan dalam hal pengurangan resiko lingkungan dari limbah hasil industrinya, bekerja dengan produksi bersih agar bisa mengurangi emisi gas karbon, menghemat penggunaan energi, dan memperhatikan penggunaan bahan baku yang berkelanjutan. Untuk mencapai hal tersebut maka sektor industri juga harus berproduksi secara Industri Hijau.

Daftar Pustaka :
·    Hidayat, A A., Kholil Muhammad. 2018. Kimia dan Pengetahuan Lingkaran Industri. Yogyakarta: Penerbit Wahana Resolusi
·   Christiani Agustina, Juliana Helena, Hadi Linasani, Christine Priskila. 2017. Pengukuran Kinerja Lingkungan Industri di Indonesia berdasarkan Standar Industri Hijau. Jurnal Rekayasa Sistem Industri Volume 6
·       Avenia Jacinta. 2018. Makalah Industri Hijau




Minggu, 01 Desember 2019

Wujud Zat


Abstrak
Materi atau zat dikelompokan menjadi zat tunggal (murni) dan campuran. Zat murni terdiri dari unsur dan senyawa. unsur merupakan zat murni yang paling sederhana. Sedangkan senyawa gabungan dari dua atau lebih unsur yang terbentuk melalui reaksi kimia. Suatu zat bisa berupa gas, cair, atau padat. Saat benda padat berubah menjadi cair, maka disebut meleleh atau melebur atau juga mencair. Jika benda cair berubah menjadi padat, maka disebut menguap. Ada keunikan diantara zat tersebut. Ada beberapa zat yang sama yang juga dapat dijumpai dalam bentuk yang berbeda. Air bisa kita jumpai dalam bentuk gas (uap), cair (air), atau padat.
Kata Kunci : Wujud Zat

Pendahuluan
Perubahan wujud zat yaitu perubahan termodinamika dari satu fase benda ke keadaan wujud yang lain. Wujud zat merupakan bentuk-bentuk berbeda yang didapatkan dari berbagai materi berlainan. Pada dasarnya perbedaan fase ini didasari oleh perbedaan kualitatif dalam sifat baik dengan keadaan padatan zat untuk mempertahankan bentuk dan volumenya. Dalam keadaan cairan zat mempertahankan volume tetapi menyesuaikan dengan wadah tersebut. Sedangkan pada keadaan gas zat mengembang untuk menempati volume yang tersedia.

Pembahasan

Wujud Zat
Zat adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Sedangkan wujud zat merupakan bentuk-bentuk berbeda yang diambil oleh berbagai fase materi berlainan.
Sifat – sifat partikel suatu zat adalah sebagai berikut :
  • Partikel tidak diam, tetapi selalu bergerak atau bergetar
  • Diantara satu partikel dengan partikel yang lain terdapat gaya tarik-menarik
  • Diantara satu partikel dengan partikel yang lain terdapat ruang antarpartikel yang disebut pori-pori
Macam-Macam Wujud Zat
Wujud zat dikelompokkan menjadi 3, yaitu :
a.   Zat Padat
Ciri zat padat yaitu bentuk dan volumenya tetap. Contohnya kelereng yang berbentuknya bulat, dipindahkan ke gelas akan tetap berbentuk bulat. Begitu pula dengan volumenya. Volume kelereng akan selalu tetap walaupun berpindah tempat ke dalam gelas. Hal ini disebabkan karena daya tarik antarpartikel zat padat sangat kuat. Pada umumnya zat padat berbentuk kristal (seperti gula pasir atau garam dapur) atau amorf (seperti kaca dan batu granit). Partikel zat padat memiliki sifat seperti berikut:
1.          Letaknya sangat berdekatan
2.          Susunannya teratur
3.          Gerakannya tidak bebas, hanya bergetar dan berputar di tempatnya
b.   Zat Cair
Zat cair memiliki volume tetap tetapi bentuk berubah-ubah sesuai dengan yang ditempatinya. Apabila air dimasukkan ke dalam gelas, maka bentuknya seperti gelas, apabila dimasukkan ke dalam botol akan seperti botol. Tetapi volumenya selalu tetap. Hal ini disebabkan partikel-partikel penyusunnya agak berjauhan satu sama lain. Selain itu, partikelnya lebih bebas bergerak karena ikatan antar partikelnya lemah. Partikel zat cair memiliki sifat seperti berikut:
1.       Letaknya berdekatan
2.       Susunannya tidak teratur
3.       Gerakannya agak bebas, sehingga dapat bergeser dari tempatnya, tetapi tidak lepas dari kelompoknya
c. Zat Gas
Ciri dari gas di antaranya bentuk dan volume berubah sesuai dengan tempatnya. Gas yang terdapat di balon memiliki bentuk dan volume yang sama dengan balon. Gas yang terdapat di dalam botol, bentuk dan volumenya sama dengan botol. Partikel-partikel gas bergerak acak ke segala arah dengan kecepatan bergantung pada suhu gas, akibatnya volumenya selalu berubah. Partikel zat gas memiliki sifat seperti berikut:
1.       Letaknya sangat berjauhan
2.       Susunannya tidak teratur
3.       Gerakannya bebas bergerak, sehingga dapat bergeser dari tempatnya dan lepas dari kelompoknya, sehingga dapat memenuhi ruangan

Perubahan Wujud Zat
Perubahan wujud zat adalah perubahan termodinamika dari satu fase benda ke keadaan wujud zat yang lain. Perubahan wujud zat ini bisa terjadi karena peristiwa pelepasan dan penyerapan kalor.

a.       Membeku
                  Peristiwa perubahan wujud dari cair menjadi padat. Dalam peristiwa ini zat melepaskan energi panas. Contoh peristiwa mencair yaitu air yang dimasukkan dalam freezer akan menjadi es batu, lilin cair yang didinginkan.
b.      Mencair
                  Peristiwa perubahan wujud zat dari padat menjadi cair. Dalam peristiwa ini zat memerlukan energi panas. Contoh peristiwa mencair yaitu pada batu es yang berubah menjadi air, lilin yang dipanaskan.
c.       Menguap
                  Peristiwa perubahan wujud dari cair menjadi gas. Dalam peristiwa ini zat memerlukan energi panas. Contohnya air yang direbus jika dibiarkan lama-kelamaan akan habis, bensin yang dibiarkan berada pada tempat terbuka lama-lama juga akan habis berubah menjadi gas.
d.      Mengembun
                  Peristiwa perubahan wujud dari gas menjadi cair. Dalam peristiwa ini zat melepaskan energi panas. Contoh mengembun adalah ketika kita menyimpan es batu dalam sebuah gelas maka bagian luar gelas akan basah, atau rumput di lapangan pada pagi hari menjadi basah padahal sore harinya tidak hujan.
e.       Menyublim
                  Peristiwa perubahan wujud dari padat menjadi gas. Dalam peristiwa ini zat memerlukan energi panas. Contoh menyublim yaitu pada kapur barus (kamper) yang disimpan pada lemari pakaian lama-lama akan habis.
f.        Mengkristal
                  Peristiwa perubahan wujud dari gas menjadi padat. Dalam peristiwa ini zat melepaskan energi panas. Contoh mengkristal adalah pada peristiwa berubahnya uap menjadi salju.

Kesimpulan
1.     Wujud zat terbagi menjadi tiga yaitu padat, cair dan gas. Pada saat tertentu umumnya zat hanya berada dalam satu wujud saja, tetapi zat dapat berubah dari wujud yang satu ke wujud yang lain.
2.     Perubahan wujud zat merupakan perubahan termodinamika dari satu fase benda ke keadaan wujud zat yang lain. Perubahan wujud zat ini bisa terjadi karena peristiwa pelepasan dan penyerapan kalor.

Daftar Pustaka :
·       Hidayat, A A., Kholil Muhammad. 2018. Kimia dan Pengetahuan Lingkaran Industri. Yogyakarta: Penerbit Wahana Resolusi
·       Aktins.2001. Kimia Fisika. Jakarta: Erlangga
·   Teguh Sugiyarto. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam 1 untuk SMP/ MTs Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
·       Nhunu Khuznulhatimah. 2016. Wujud Zat
·       Ningsih Nunung. 2014. Makalah Perubahan Wujud Zat