.

Tampilkan postingan dengan label @A13-RIFKA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @A13-RIFKA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Desember 2016

PENCEMARAN UDARA!



Di Pagi yang cerah ini saya akan menulis artikel tentang “Pencemaran Udara”.

Pencemaran udara adalah kehadiran substansi fisik, biologi, atau kimia di lapisan udara bumi dalam jumlah yang bisa membahayakan kesehatan seluruh komponen biotik penyusun ekosistem, mengganggu keindahan dan kenyamanan, dan merusak properti. Pencemaran udara timbul akibat adanya sumber-sumber pencemaran, baik yang bersifat alami ataupun karena kegiatan manusia. Beberapa pengertian gangguan fisik seperti pencemaran suara, pencemaran panas, pencemaran radiasi dan pencemaran cahaya di anggap sebagai bagian dari pencemaran udara. Adapun karena sifat alami udara yang bisa menyebar tanpa batasan ruang,  membuat dampak pencemaran udara bisa bersifat lokal, regional, maupun global.

Penyebab Pencemaran Udara
  • Asap cerobong pabrik dan knalpot kendaraan bermotor, asap rokok, pembakaran, atau kebakaran hutan, membebaskan CO2 dan CO ke udara.
  • Asap vulkanik hasil dari aktivitas gunung berapi menebarkan partikel-partikel debu ke udara.
  • Bahan radioaktif dari percobaan nuklir atau bom atom membebaskan partikel-partikel debu radioaktif ke udara.
  • Asap pembakaran batu bara dari pembangkit listrik membebaskan partikel nitrogen oksida (NO2), dan oksida sulfur (SO2).
  • Chloro Fluoro Carbon (CFC) dari kebocoran mesin pendingin, kulkas, dan AC mobil.

Dampak Pencemaran Udara

  • Menurunkan kualitas udara untuk penafasan semua organisme, terutama manusia sehingga akan menurunkan derajat kesehatan masyarakat.
  • Asap kebakaran hutan menyebabkan gangguan iritasi dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
  • Menyebabkan terjadinya keracunan akibat pengikatan CO2 hasil dari pencemaran udara.
  • Menyebabkan kebocoran lapisan ozon sehingga membuat keseimbangan ekosistem jadi terganggu akibat efek rumah kaca.
  • Meningkatkan potensi penyakit kanker kulit, mata, dan katarak.
  • Menyebabkan hujan asam karena oksida belerang dan oksida nitrogen hasil pembakaran batu bara yang ada ke udara bereaksi dengan uap air membentuk awan asam (asam sulfat, asam nitrat).

Pencegahan dan Penanggulangan

  • Dengan membuat jalur hijau berupa penanaman pohon-pohon di kota-kota besar  agar CO2 sebagai salah satu bahan pencemaran udara dapat terserap kembali melalui daur oksigen dan fotosintesis.
  • Mengurangi penggunaan minyak bumi dan bahan bakar fosil pada industri, pembangkit listrik, dan rumah tangga untuk mengurangi jumlah limbah udara yang terlepas ke atmosfer.
  • Memanfaatkan energi alternatif yang ramah lingkungan, seperti biogas, energi surya, atau energi panas bumi.
  • Melakukan pengawasan lebih ketat di wilayah hutan yang rawan terbakar.
  • Melarang warga membakar hutan saat melakukan land clearing lahan pertanian.
  • Tidak melakukan percobaan nuklir secara masif untuk mengurangi pencemaran radioaktif.
 DAFTAR PUSTAKA:

Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya”. Juli 04. 2015. http://www.ebiologi.com/2015/07/pencemaran-udara-pengertian-penyebab.html

“Dampak polusi udara terhadap lingkungan”. Desember 12. 2016. http://www.perpusku.com/2015/12/dampak-pencemaran-udara.html


Selasa, 06 Desember 2016

karbondioksida



Assalamualaikum.
Artikel saya hari ini tentang Karbon Dioksida (CO2).

Karbon dioksida (rumus kimia: CO2) adalah sejenis senyawa kimia yang terdiri dari dua atom oksigen yang terikat secara kovalen dengan sebuah atom karbon. Ia berbentuk gas pada keadaan temperatur dan tekanan standar dan hadir di atmosfer bumi. Karbon dioksida dihasilkan oleh semua hewan, tumbuh-tumbuhan, fungi, dan mikroorganisme pada proses respirasi dan digunakan oleh tumbuhan pada proses fotosintesis. Oleh karena itu, karbon dioksida merupakan komponen penting dalam siklus karbon. Karbon dioksida juga dihasilkan dari hasil samping pembakaran bahan bakar fosil. Karbon dioksida anorganik dikeluarkan dari gunung berapi dan proses geotermal lainnya seperti pada mata air panas.

Produksi Dalam Skala Industri
Karbon dioksida secara garis besar dihasilkan dari enam proses
  1. Sebagai hasil samping dari pengilangan ammonia dan hidrogen, di mana metana dikonversikan menjadi CO2.
  2. Dari pembakaran kayu dan bahan bakar fosil;
  3. Sebagai hasil samping dari fermentasi gula pada proses peragian bir, wiski, dan minuman beralkohol lainnya;
  4. Dari proses penguraian termal batu kapur, CaCO3;
  5. Sebagai produk samping dari pembuatan natrium fosfat;
  6. Secara langsung di ambil dari mata air yang karbon dioksidanya dihasilkan dari pengasaman air pada batu kapur atau dolomit
Dampak Pencemaran Karbon Dioksida
Dampak pencemaran Karbon Dioksida yaitu dapat Menimbulkan efek sistematik, karena meracuni tubuh dengan cara pengikatan hemoglobin yang amat vital bagi oksigenasi jaringan tubuh akaibatnya apabila otak kekurangan oksigen dapat menimbulkan kematian.
Dalam jumlah kecil dapat menimbulkan gangguan berfikir, gerakan otot, gangguan jantung.

Penanggulangan Pencemaran Karbon Dioksida
Cara yang paling mudah untuk mengurangi karbon dioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbon dioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Di seluruh dunia, tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Di banyak area, tanaman yang tumbuh kembali sedikit sekali karena tanah kehilangan kesuburannya ketika diubah untuk kegunaan yang lain, seperti untuk lahan pertanian atau pembangunan rumah tinggal. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca.

Manfaat Karbon Dioksida

·         Peranan Biologi
Karbon dioksida merupakan produk akhir dari organisme yang mendapatkan energi dari penguraian gula, lemak, dan asam amino dengan oksigen sebagai bagian dari metabolisme dalam proses yang dikenal sebagai respirasi sel. Ini mencakup semua tumbuhan, hewan, jamur banyak dan beberapa bakteri.
  • Peranan pada fotosintesis
Tanaman menghilangkan karbon dioksida dari atmosfer oleh fotosintesis, disebut juga sebagai asimilasi karbon, yang menggunakan energi cahaya untuk memproduksi materi organik dengan mengkombinasi karbon dioksida dan air. Oksigen bebas dilepaskan sebagai gas dari dekomposisi molekul air, sedangkan hidrogen dipisahkan menjadi proton dan elektron, dan digunakan untuk menghasilkan energi kimia via fotofosforilasi.
  • Toksisitas
Menurut Otoritas Keselamatan Maritim Australia, “Terlalu lama untuk konsentrasi karbon dioksida dapat menyebabkan asidosis dan efek samping moderat pada metabolisme kalsium fosfor yang menyebabkan peningkatan endapan kalsium pada jaringan lunak. Karbon dioksida adalah racun bagi hati dan menyebabkan penurunan kekuatan kontraktil.
Pada konsentrasi tiga persen berdasarkan volume di udara, itu agak narkotika dan menyebabkan tekanan darah meningkat dan denyut nadi, dan menyebabkan penurunan daya dengar. Pada konsentrasi sekitar lima persen berdasarkan volume, ia menyebabkan stimulasi pusat pernapasan, pusing, kebingungan, dan kesulitan bernapas disertai dengan sakit kepala dan sesak napas. Pada konsentrasi delapan persen, ia menyebabkan sakit kepala, berkeringat, penglihatan kabur, tremor, dan kehilangan kesadaran setelah paparan selama lima sampai sepuluh menit.“

Dampak Karbon Dioksida(CO2) Kendaraan Untuk kesehatan

Gas karbon dioksida atau CO2 merupakan hasil pembakaran sempurna bahan bakar minyak bumi maupun batu bara. Dengan semakin banyaknya jumlah kendaraan bermotor dan juga pabrik, berarti meningkat juga jumlah atau kadar CO2 di atmosfer bumi. Keberadaan karbon dioksida atau CO2 yang berlebihan di udara memang tidak berakibat langsung untuk manusia, sebagaimana gas karbon monoksida atau CO yang berbahaya buat kesehatan manusia. Namun demikian kandungan CO2 berlebihan bias menyebabkan sinar inframerah dari matahari diserap oleh bumi dan juga kelebihan sinar inframerah ini tidak bisa kembali ke atmosfer karena terhalang oleh lapisan CO2 yang terdapat di atmosfer dan juga berakibat pada suhu bumi semakin panas.
Dalam mengurangi kadar karbon dioksida atau CO2 di atmosfer bumi maka butuh dilakukan penghijauan dengan menanam pohon,membuat taman-taman kota lalu menjaga kelestarian hutan supaya kelebihan karbondioksida bisa diserap oleh tanaman. Kembali kepada judul entri mengenai ban mobil dan pemanasan global, pada kendaraan bermotor atau bermesin pada hasil pembakaran sempurna menghasilkan gas karbon dioksida atau CO2 sedangkan bila pembakaran tidak sempurna bisa menghasilkan karbon monoksida yang beracun dan juga berbahaya buat kesehatan manusia. Ban mobil atau ban kendaraan pula ikut berperan pada penambahan kadar karbon dioksida atau pun karbon monoksida apa bila kita berkendara dengan ban mobil yang kondisi kurang tekanan angin ban. Karena kurang tekanan angin ban akan menyebabkan beban mesin bertambah dan juga diperlukan konsumsi bahan bakar lebih jika beban mesin bertambah yang artinya akan menambah kadar karbon dioksida terhadap hasil pembakaran lalu menambah kadar karbon dioksida di atmosfer.

DAFTAR PUSTAKA:



Kurniawan. Aris. “Sifat, Manfaat, Pengertian Karbon Dioksida”. Desember 05.2016. http://www.gurupendidikan.com/sifat-manfaat-pengertian-karbon-dioksida-serta-peranannya-dalam-biologi/

“Dampak Karbon Dioksida(CO2) Kendaraan Untuk kesehatan”. November 18. 2012. http://www.jualban.com/dampak-karbon-dioksidaco2-kendaraan-untuk-kesehatan/