.

Sabtu, 11 Agustus 2018

Pencemaran lingkungan


Abstrak

Di zaman yang serba modern ini banyak industri dan tekhnologi  yang berkembang dengan pesat, untuk menambah kenyamanan manusia agar hidupnya lebih efektif dan serba praktis. Disisi lainya manusia tidak memperhatikan apa pengaruh buruk dari perkembangan industri dan teknologi bagi lingkungan hidup, banyak pencemaran lingkungan yang terjadi dimana mana dan menjadi masalah besar bagi umat manusia. Hasilnya  zat-zat yang seharusnya tidak ada tetapi malah merebak dan menjadi polutan bagi alam. Pencemaran lingkungan berpengaruh pada kehidupan manusia. Jadi, tidak hanya industri yang menjadi penyebab pencemaran tetapi teknologi yang maju juga menjadi penyebab merebaknya pencemaran lingkungan yang terjadi.
Keyword : industri, teknologi dan pencemaran
       Pendahuluan
Peningkatan kualitas hidup manusia untuk meningkatkan kenyamanan manusia sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Manusia selalu berupaya untuk meningkatkan kenyamanan mereka agar hidup mereka lebih dapat dinikmati dan juga berguna untuk orang lain. Peningkatan kualitas hidup manusia tidak akan berhenti hingga akhir zaman karena manusia tidak pernah puas. Usaha peningkatan kualitas hidup manusia di mulai sejak revolusi industri yang terjadi di benua Eropa dan kemudian menyebar ke Amerika. Pada saat itu hampir semua manusia mulai menciptakan mesin-mesin baru guna untuk dapat membantu pekerjaan manusia. Dengan bantuan mesin-mesin yang di ciptakan manusia dapat lebih cepat menyelesaikan pekerjaannya. Sumber daya alam juga di gunakan manusia guna memenuhi kebutuhan manusia, akan tetapi manusia kurang bertanggung jawab dalam pengambilan sumber daya alam ini manusia mengeksplor tanpa memperhatikan kelangsungan dari sumber daya alam, manusia juga memanfaatkan teknologi umtuk mengeruk sumber daya alam sebanyak- banyaknya, tanpa memikirkan dampak jangka panjangnya.
Kekhawatiran manusia atas masalah lingkungan ini sudah mulai tampak pada akhir pertengahan abad ke 20 ini. Pencemaran telah terjadi di beberapa wilayah, khususnya di wilayah perkotaan. Kenyataan  di lapangan menunjukan bahwa kebanyakan kota-kota besar berkembang dengan mengabaikan kepentingan sosial budaya masyarakat dan sekaligus juga merusak keseimbangan ekosistem. Keadaan ekosistemnya tidak seimbang akibat masuknya polutan ke dalam lingkungan tersebut. Sedangkan lingkungan alami memiliki ekosistem yang seimbang. Seperti contoh, udara di desa terasa segar karena banyak ditumbuhi pepohonan hijau. Hal ini menunjukkan di desa itu udaranya belum tercemar. Adapun di kota yang padat penduduknya, udara akan terasa panas dan pernapasan menjadi tidak nyaman. Hal ini menunjukkan udara sudah tercemar. Maka dari itu manusia harus sadar bahwa pencemaran sudah merebak hampir di setiap daerah, manusia harus melakukan upaya untuk mengurangi pencemaran yang terjadi dan di dasari oleh keinginan sendiri bukan karena paksaan dari orang lain.

     Pengertian Lingkungan Hidup
Pengertian dari lingkungan hidup menurut para ahli yaitu adalah suatu kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk didalamnya manusia dan perilakunya yang berpengaruh pada kelangsungan perikehidupan dan kesejahtraan manusia serta mahkluk hidup lainnya. Antara manusia dan lingkungan hidupnya terdapat hubungan timbal balik. Manusia mempengaruhi lingkungan hidupnya, dan sebaliknya manusia dipengaruhi oleh lingkungan hidupnya. Manusia ada didalam lingkungan hidupnya dan ia tidak dapat terpisahkan.
Pengertian dari pencemaran lingkungan yaitu masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Definisi ini sesuai dengan pengertian pencemaran pada (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982.Sedangkan bahan pencemar disebut dengan polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup, hal ini dapat terjadi jika terdapat pada kondisi : (1)Jumlahnya melebihi jumlah normal (2)Berada pada waktu yang tidak tepat (3)Berada pada tempat yang tidak tepat. Macam-macam  pencemaran lingkungan yaitu (1)Pencemaran udara (2) pencemaran air (3) pencemaran daratan.
    
     Usaha penaggulangan dampak pencemaran lingkungan

Untuk menanggulangi pencemaran tersebut ada 2 macam cara utama, yaitu Penaggulangan secara non teknis  dan penaggulangan secara teknis. Contoh penanggulangan secara non teknis yaitu: (1) Penyajian Informasi Lingkungan, (2) Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), (3) Perencanaan Kawasan Kegiatan Industri dan Teknologi, (4) Pengaturan dan Pengawasan Kegiatan, (4) Menanamkan perilaku disiplin. Sedangkan penanggulangan secara teknis dapat dilakukan dengan cara: (1) mengubah proses, (2) Mengganti sumber energy, (3) Mengolah limbah, (4) Menambah alat bantu (Wisnu Arya, 1995:160-169).

       Kesimpulan
Analisis mengenai pencemaran lingkungan ini menunjukkan bahwa memang pencemaran lingkungan 80% terjadi karena ulah manusia yang kurang bertanggung jawab dalam mengelola alam, sesungguhnya pencemaran lingkungan sangat merugikan manusia. Maka sudah seharusnya kesadaran manusia dalam mengelola lingkungan harus lebih di tingkatkan untuk melestarikan lingkungan kita karena lingkungan merupakan penunjang hidup manusia dan tempat hidup manusia. Apabila lingkungan hidup kita buruk maka kehidupan manusia juga akan terkena imbasnya. Pelestarian lingkungan dapat dilakukan dengan berbagai macam cara yang bisa di lakukan oleh manusia.

Daftar pustaka
Budihardjo, Eko. (ed). (2003), Kota dan Lingkungan, Jakarta: LP3ES
http://www.menlh.go.id/amdal/  “Alternative solusi dampak negative”. Di unduh pada Minggu, 3 November 2013.
Pengertian dan Macam-macam _ Perpustakaan Cyber.htm . Di unduh pada Minggu, 3 November 2014.
Republik Indonesia. (1982). Undang-Undang No. 4/1982 tentang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta.
Sastrawijaya,T.A. (2009), Pencemaran Lingkungan, Jakarta: Rineka Cipta.
Silalahi,Daud. (1996), Hukum Lingkungan Dalam Sistem Penegakan Hukum Lingkungan Indonesia, Bandung: Alumni.
Wardhana,Arya.Wisnu. (2009), Dampak Pencemaran Lingkungan,Yogyakarta: Andi Offset.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar