.

Sabtu, 11 Agustus 2018

Peluang dan Tantangan Industri Komponen Otomotif Indonesia



 @H24-RIDWAN

Disusun Oleh  : Muhamad Ridwan

ABSTRAK


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peluang dan tantangan yang dihadapi industri komponen otomotif Indonesia. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh melalui studi dokumentasi dengan mempelajari industri komponen otomotif melalui laporan penelitian terdahulu, artikel, dan kebijakan pemerintah. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Indonesia memiliki peluang yang besar untuk mengembangkan industri komponen otomotif terutama untuk memenuhi permintaan pasar replacement market. Komponen yang sangat potensial untuk dipenuhi permintaannya adalah komponen-komponen yang masuk ke dalam kategori fast moving. Peluang ini dapat digunakan untuk menumbuhkan pabrikan skala kecil dan menengah. Tantangan yang dihadapi untuk mengembangkan industri komponen otomotif adalah meningkatkan kualitas bahan baku dari dalam negeri untuk mengurangi impor dan meningkatkan kapabilitas pabrikan agar dapat memproduksi komponen dalam jumlah yang memenuhi skala ekonomis produksi dengan tetap memperhatikan kualitas produk yang dihasilkan.

Kata kunci: Peluang dan tantangan, industri komponen otomotif, replacement market, fast moving.

Pendahuluan

Sejalan dengan tujuan pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara industri yang tangguh pada tahun 2025, dan mengacu pada tiga misi utama industri nasional yaitu 1. pertumbuhan ekonomi di atas 7%, 2. peningkatan daya tarik investasi dan daya saing bangsa, dan 3. penciptaan lapangan kerja dan penurunan angka kemiskinan maka terdapat 10 klaster industri yang akan dikembangkan sesuai dengan perannya.
Industri otomotif dan komponen otomotif (Kamar Dagang dan Industri Indonesia2010) merupakan salah satu klaster industri unggulan yang berperan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di atas 7%. Pengembangan industri otomotif sangat strategis (Departemen Perindustrian 2010) karena beberapa hal diantaranya yaitu memiliki keterkaitan yang luas dengan sektor ekonomi lainnya, menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang cukup banyak, dapat menjadi penggerak pengembangan industri kecil menengah, dan menggunakan teknologi sederhana sampai teknologi tinggi.

Pembahasan

Komponen-komponen kendaraan bermotor dapat dikelompokkan ke dalam lima kategori yaitu 1) engine system, 2) transmissionsystem, 3)fuel system, 4) Cooling & Lubrication System, dan 5) electrical system. Masing-masing kategori terdiri dari beberapa komponen. Sebagai contoh, kategori engine system terdiri dari komponen cylinder block, cylinder head, cylinder head gasket, piston, piston pin, connecting rod, piston ring, crankshaft, crankshaft bearing/main bearing/metal, valve, valve spring, valve rocker arm, valve rockershaft, timing belt, intake manifold, dan exhaust manifold.
Berdasarkan kegunaannya, komponen dikelompokkan ke dalam tiga kategori yaitu 1) universal atau general, 2) functional part, dan 3) original equipment. Kategori komponen universal atau general merupakan kategori untuk komponen-komponen yang dapat digunakan untuk beberapa merk kendaraan, sedangkan komponen-komponen yang termasuk dalam kategori komponen original equipment hanya dapat digunakan untuk kendaraan merk tertentu.PermintaanBerdasarkan pasar,industri komponen otomotif dikelompokkan ke dalam dua kategori yaitu 1) industri yang memasok.
Original Equipment Market (OEM), dan 2) industri yang memasok Replacement Market(REM).

Kesimpulan

Indonesia memiliki peluang yang besar untuk mengembangkan Industri komponen otomotif terutama untuk memenuhi permintaan pasarreplacement market. Komponen yang sangat potensial untuk dipenuhi permintaannya adalah komponen-komponen yang masuk ke dalam kategori fast moving. Peluang ini dapat digunakan untuk menumbuhkan pabrikan skala kecil dan menengah.
Tantangan yang dihadapi untuk mengembangkan industri komponen otomotif adalah meningkatkan kualitas bahan baku dari dalam negeri untuk mengurangi impor dan meningkatkan kapabilitas pabrikan agar dapat memproduksi komponen dalam jumlah yang memenuhi skala ekonomis produksi dengan tetap memperhatikan kualitas produk yang dihasilkan.


Daftar putsaka

Departemen Perindustrian. 2009. Peta Panduan Pengemba
ngan Klaster Industri Prioritas
Industri Alat Angkut Tahun 2010 –2014.Herbawati, Neneng. 2003.
Analisa Manufaktur : Menyoal Arah Industri Mobil Nasional.
Bisnis Indonesia, Rabu 23 Juli 2003, diunduh dari
www.bisnis.com
Kamar Dagang dan Industri Indonesia
2010.
Kebutuhan Teknologi dan Potensi Kerjasama Riset dengan industri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar