.

Minggu, 11 Februari 2018

Kimia Hijau

Oleh : Agus Rahman Saleh (@F16-Agus)

Abstrak : semakin tinggi nya mobilitas manusia, maka semakin banyak juga limbah yang dihasilkan baik itu limbah industri, limbah rumah tangga. Sehingga dewasa ini kita dituntut untuk bisa mengurangi limbah yang dihasilkan, kalaunpun tidak, limbah yang dihasilkan harus tidak boleh membahayakan lingkungan serta kehidupan umat manusia. Green Chemistry adalah solusi nya.

Kata kuci : Kimia, hijau


Menurut EPA (2015) kimia hijau adalah desain produk dan proses kimia yang berupaya mengurangi atau menghilangkan penggunaan zat berbahaya. Kimia hijau berlaku untuk seluruh siklus hidup produk kimia, termasuk desain, manufaktur, penggunaan dan pengembangan akhir. Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi, baik yangberasal dari industri, pertanian, maupundomestik rumah tangga. 
menurut Anggraeni dkk (2012) Telah disadari bahwa kehadiran limbah tersebut tidak dikehendaki. Untuk mengatasinya diperlukan kreativitas, sehingga limbah tersebut berubah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi, sejalan dengan falsafah 5 R yaitu limbah tersebut bisa bermanfaat dan dapat mengurangi kuantitas limbah. Hal ini sangat penting disosialisasikan kepada masyarakat dan menjadikannya sebagai falsafah dan GAYA HIDUP 5 R dalam kehidupan seharihari.
1. Reuse: Memanfaatkan ulang (reuse) yaitu menggunakan kembali barang bekas tanpa pengolahan bahan, untuk tujuan yang sama atau berbeda dari tujuan asalnya. Contohnya penggunaan bahan-bahan plastik/ kertas bekas untuk benda-benda sovenir, bekas ban untuk
tempat pot atau kursi taman, botolbotol minuman yang telah kosong diisi kembali, dan sebagainya.
2. Recycle: Mengolah kembali (recycle) yaitu kegiatan yang memanfaatkan barang bekas dengan cara mengolah materinya untuk digunakan lebih lanjut. Contohnya kertas atau sampah bekas, pecahan-pecahan gelas atau kaca, besi atau logam bekas dibuat menjadi benda
kain dan sampah organik yang berasal dari dapur atau pasar dapat didaur ulang
menjadi kompos (pupuk). Dalam proses daur ulang ini juga sampah dapapt diubah menjadi energi panas yang dikenal dengan proses insenerasi. Insenerasi sederhana sudah ada yang melakukannya, misalnya oleh beberapa industri di Jakarta, yaitu hasil akhir pengolahan air limbah padat dalam lumpur tidak dibuang ke tanah tetapi digunakan sebagai bahan bakar setelah mengalami pengeringan.
3. Reduce: Mengurangi (reduce) adalah semua bentuk kegiatan atau perilaku yang dapat mengurangi produksi sampah, misalnya ibu-ibu rumah tangga kembali ke pola hidup lama yaitu membawa keranjang belanja ke pasar sehingga jumlah kantong plastik yang di bawa ke rumah akan berkurang (terreduksi). Selain itu, bila setiap orang enggunakan saputangan bukan tisu, di samping sampahnya berkurang, dapat terjadi penghematan bahan baku untuk
tisu berupa kayu yang diperoleh dari hutan. Kalau setiap orang melakukan hal tersebut. Berton-ton sampah akan terreduksi per bulan dan hutan-hutan pun dapat terselamatkan.
4. Replace: Menggantikan dengan bahan yang bisa dipakai ulang (replace), adalah upaya mengubah kebiasaan yang dapat mempercepat produksi sampah, terutama sampah yang mempunyai sifat sukar diolah dan berbahaya.
5. Refill: Refill artinya mengisi kembali wadah-wadah produk yang dipakai. Satu hal tambahan yang tidak boleh diabaikan Repair yaitu pemeliharaan atau perawatan agar tidak menambah produksi limbah.

Daftar Pustaka 

Hidayat, Atep Afia., Kholil, Muhammad. 2017. Kimia Industri dan Teknologi Hijau. Jakarta: Pantona Media.
Anggareni, Kamara, dan Dahlan. 2012. sosialisasi kimia hijau daur ulang limbah organik dan anorganik di desa padakembang dan cilampung hilir kecamatan cisayong kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat. Vol. 1, No. 1, Mei 2012: 49 – 56.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar