.

Sabtu, 10 Februari 2018

Kimia Hijau

@F09-Arief
Oleh : Arief Risaldi


ABSTRAK
Pengolahan daur ulang limbah padat yang tidak berbahaya, baik itu limbah organik, maupun limbah anorganik dapat disosialisasikan sehingga menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (KKNM) dilaksanakan di Desa Padakembang dan Desa Cilampung Hilir Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya. Untuk melestarikan lingkungan, masyarakat desa perlu dimotivasi pengetahuannya mengenai pengolahan pemanfaatan serta pemasaran produk daur ulang limbah. Metode kegiatan pengabdian masyarakat diterapkan melalui sosialisasi penyuluhan Kimia Hijau (green chemistry) dan 5R (Reduse, Reuse, Recycling, Replace, Refil), pendistibusian tempat-tempat limbah, demplot, dan percontohan di areal kelompok masyarakat desa. Kegiatan pengabdian pada masyarakat dimulai dengan dilakukannya survei pada tanggal 10 Juni-2011, dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan workshop pada tanggal 14 Juli-2011, dan evaluasi pada tanggal 25 Agustus-2011, kemudian diakhiri pada tanggal25 September 2011. Karya utama masyarakat desa percontohan melalui program KKNM yaitu masyarakat setempat dapat memisahkan limbah organik dan anorganik, memelihara dan mengembangkan bak-bak tempat limbah yang berada di jalan-jalan atau di setiap halaman rumah, memproduksi kompos dari limbah organik, mendaur ulang limbah kertas menjadi kertas berkualitas untuk karya seni, serta pemahaman aplikasi biopore untuk resapan air. Pemanfaatan daur ulang limbah ini memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga dapat dipasarkan. Simpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat melalui KKNM-PPMD sekitar 90% berminat ingin mengembangkan industri kompos, sekitar 40 % melakukan proses limbah anorganik seperti plastik menjadi minyak pelumas. Hasil evaluasi yang diperoleh ialah bahwa masyarakat telah menyediakan tempat-tempat limbah yang terpisah antara organik dan anorganik. Manfaat dari kegiatan ini ialah bahwa masyarakat memahami tentang : pemilah dan pemilihan limbah organik dan anorganik, pemanfaatan limbah, produksi pemanfaatan limbah, serta penentuan harga pasar produk yang sesuai dengan kualitas limbah.

Kata Kunci : Kimia Hijau

Menurut Hidayat dan Kholil kimia hijau membuat langkah-langkah kreatif dan inovatif ragam proses kimia, baik dengan menggeser, menambah (atau mengurangi), dan memperbaharui proses kimia tradisional-konvensional menjadi lebih ramah terhadap kelangsungan hidup umat manusia dan lingkungan sekitar, dengan tetap mengedepankan prinsip optimasi dalam proses produksi.

PENDAHULUAN 
Desa Padakembang dan Desa Cilampung Hilir berpotensi untuk dicanangkan sebagai desa yang produktif dengan prioritas sistem pengembangan produksi pertanian, perikanan dan perkebunan, serta ramah lingkungan. Hal ini berbasis pada pakan ikan, limbah anorganik dan organik yang memiliki dampak positif pada sektor daya beli masyarakat Index Pembangunan Manusia. Seiring dengan semakin tingginya populasi manusia di Desa tersebut, maka produksi limbah juga meningkat. Hasil pengamatan selama ini, ibu-ibu rumah tangga membiarkan limbah organik menumpuk di suatu tempat, sampai membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap, dan membiarkan limbah organik dan limbah anorganik bersatu. Untuk itu, perlu ditingkatkan kesadaran untuk dapat memilah-milah limbah organik yang dapat lapuk dan limbah anorganik yang sulit lapuk, serta perlu dimotivasi pemikiran dengan gaya hidup 5 R (Reuse, Reduce, Recycling, Replace, Refill). Pada tabel 1 terlihat data kuantitatif limbah di kedua desa tersebut.

Isi


Kimia hijau, juga disebut kimia berkelanjutan, adalah filsafat penelitian dan rekayasa/teknik kimia yang menganjurkan desain produk dan proses yang meminimasi penggunaan dan penciptaan senyawa-senyawa berbahaya. Sementara kimia lingkungan adalah cabang kimia yang membahas lingkungan hidup dan zat-zat kimia di alam, kimia hijau justru berupaya mencari cara untuk mengurangi dan mencegah pencemaran pada sumbernya. Pada tahun 1990 Pollution Prevention Act (Undang-Undang Pencegahan Pencemaran) telah disahkan di Amerika Serikat. Undang-undang ini membantu menciptakan modus operandi untuk berurusan dengan pencemaran secara inovatif dan asli. Undang-undang ini bertujuan untuk mencegah masalah sebelum mereka terjadi.

Sebagai sebuah filsafat kimia, kimia hijau berlaku pada kimia organik, kimia anorganik, biokimia, kimia analitik, dan bahkan kimia fisis. Sementara kimia hijau tampak berfokus pada terapan-terapan industri, sebenarnya ia berlaku juga pada sembarang cabang kimia. Kimia klik seringkali disebut sebagai sebuah gaya sintesis kimia yang konsisten dengan tujuan-tujuan kimia hijau. Fokusnya adalah meminimasi bahaya dan memaksimasi efisiensi sembarang bahan kimia. Ia berbeda dengan kimia lingkunganyang berfokus pada gejala-gejala kimia di lingkungan.

Pada tahun 2005 Ryōji Noyori mengenali tiga pengembangan-penting di dalam kimia hijau: penggunaan karbondioksida superkritis sebagai pelarut hijau, larutan-air hidrogen peroksida untuk oksidasi bersih dan penggunaan hidrogen di dalam sintesis asimetris. Contoh-contoh kimia hijau terapan adalah oksidasi air superkritis, reaksi pada air, dan reaksi media kering.

Biorekayasa atau bioteknik juga dipandang sebagai sebuah teknik yang menjanjikan untuk mencapai tujuan-tujuan kimia hijau. Sejumlah bahan kimia proses penting dapat disintesis dalam organisma-organisma terekayasa, seperti asam shikimat, sebuah prakursor oseltamivir yang difermentasi oleh Roche di dalam bakteri.

Istilah kimia hijau diperkenalkan oleh Paul Anastas pada tahun 1991

Daftar Pustaka :

Hidayat, Atep afia dan Muhammad Kholil. 2017. Kimia Industri dan Teknologi Hijau. Pantona Media Jakarta.
Anonim. 2016. Kimia Hijau. https://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_hijau. Diakses Pada Tanggal 17 Februari 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.