.

Sabtu, 17 Februari 2018

Energi Terbarukan


Oleh : Mochamad Dadan Rhamdani (@G17-Mochamad)

Abstrak

Sumber energi utama digolongkan menjadi dua yaitu energi konvensioanal dan energi terbarukan. Energi terbarukan adalah energi yang dihasilkan dari sumber alami. Sumber akan selalu tersedia dan tidak merugikan lingkungan. Indonesia sesungguhnya memiliki potensi sumber energi terbarukan dalam jumlah besar. Beberapa diantaranya adalah solar, air, biomassa, dan panas bumi.

Kata kunci: Energi, Terbarukan









Harga minyak (BBM) yang kian naik aktivitas perekonomian di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Hal ini dapat menjadi waktu yang tepat untuk menata dan menerapkan substitusi terhadap bahan bakar fosil. Meski saat ini sangat sulit, namun implementasi sumber energi terbarukan sangat penting untuk segera dimulai.


 Energi terbarukan adalah energi yang dihasilkan dari sumber alami seperti matahari, angin, dan air dan dapat dihasilkan lagi dan lagi. Sumber akan selalu tersedia dan tidak merugikan lingkungan. Indonesia sesungguhnya memiliki potensi sumber energi terbarukan dalam jumlah besar. Beberapa diantaranya bisa segera diterapkan di tanah air, seperti: bioethanol sebagai pengganti bensin, biodiesel untuk pengganti solar, tenaga panas bumi, mikrohidro, tenaga surya, tenaga angin, bahkan sampah/limbah pun bisa digunakan untuk membangkitkan listrik. Hampir semua sumber energi tersebut sudah dicoba diterapkan dalam skala kecil di tanah air.


 Energi Terbarukan harus segera dikembangkan secara nasional bila tetap tergantungan energi fosil, ini akan menimbulkan setidaknya tiga ancaman serius yakni:


  1. Menipisnya cadangan minyak bumi yang diketahui (bila tanpa temuan sumur minyak baru)
  2. Kenaikan/ketidakstabilan harga akibat laju permintaan yang lebih besar dari produksi minyak, dan
  3. Polusi gas rumah kaca (terutama CO2) akibat pembakaran bahan bakar fosil.Kadar CO2 saat ini disebut sebagai yang tertinggi selama 125,000 tahun belakangan.
Berikut ini merupakan potensi energi terbarukan yang ada di Indonesia :


  1. Solar
    Matahari terletak berjuta-juta kilometer dari Bumi (149 juta kilometer) akan tetapi menghasilkan jumlah energy yang luar biasa banyaknya. Energi yang dipancarkan oleh matahari yang mencapai Bumi setiap menit akan cukup untuk memenuhi kebutuhan energi seluruh penduduk manusia di planet kita selama satu tahun, jika bisa ditangkap dengan benar. Setiap hari, kita menggunakan tenaga surya, misal untuk mengeringkan pakaian atau mengeringkan hasil panen. Tenaga surya bisa dimanfaatkan dengan cara-cara lain: Sel Surya (yang disebut dengan sel Energi Solar ‘fotovoltaik’ yang mengkonversi cahaya matahari menjadi listrik secara langsung.
  2. Air
    Indonesia memiliki potensi besar untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga air. Itu disebabkan kondisi topografi Indonesia bergunung dan berbukit serta dialiri oleh banyak sungai dan daerah daerah tertentu mempunyai danau/waduk yang cukup potensial sebagai sumber energy air.
    Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) adalah salah satu teknologi yang sudah terbukti (proven), tidak merusak lingkungan,menunjang diversifikasi energi dengan memanfaatkan energi terbarukan menunjang program pengurangan pemanfaatan BBM, dan sebagian besar memakai kandungan lokal.
  3. Biomassa


Biomassa merupakan salah satu sumber energi yang telah digunakan orang sejak dari jaman dahulu kala: orang telah membakar kayu untuk memasak makanan selama ribuan tahun. Biomassa adalah semua benda organic (misal: kayu, tanaman pangan, limbah hewan & manusia) dan bisa digunakan sebagai sumber energi untuk memasak, memanaskan dan pembangkit listrik. Sumber energi ini bersifat terbarukan karena pohon dan tanaman pangan akan selalu tumbuh dan akan selalu ada limbah tanaman. Ada empat jenis biomassa yaitu bahan bakar padat limbah organik (contohnya kayu), bahan bakar padat limbah anorganik (contohnya plastik) , bahan bakar gas (contohnya gas methan yang dihasilkan sampah), bahan bakar hayati berbentuk cair (contohnya bioethanol).
4. Panas Bumi


Energi panas bumi adalah energy panas yang berasal dari dalam Bumi. Pusat Bumi cukup panas untuk melelehkan bebatuan. Tergantung pada lokasinya, maka suhu Bumi meningkat satu derajat Celsius setiap penurunan 30 hingga 50 m di bawah permukaan tanah. Suhu Bumi 3000 meter di bawah permukaan cukup panas untuk merebus air. Kadang-kadang, air bawah tanah merayap mendekati bebatuan panas dan menjadi sangat panas atau berubah menjadi uap. Pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTPB) adalah seperti pembangkit listrik tenaga batu bara biasa, hanya tidak memerlukan bahan bakar. Uap atau air panas langsung berasal dari bawah tanah dan menggerakkan turbin yang dihubungkan dengan generator yang menghasilkan listrik.




DAFTAR PUSTAKA




Hidayat, A.A., dan Kholil, M. 2017. Kimia, Industri dan Teknologi Hijau. Jakarta: Pantona Media.


Lubis, A. 2007. Energi Terbarukan dalam Pembangunan Berkelanjutan. Jurnal Teknik Lingkungan, vol.8(2).
Jakarta PNPM Mandiri. 2010. Buku Panduan Energi yang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar