.

Senin, 18 September 2017

Bahan Bakar Minyak : Minyak Bakar

Bahan bakar berkualitas yaitu satu materi apa pun yang dapat dirubah jadi daya. Umumnya bahan bakar memiliki kandungan daya panas yang bisa dilepaskan dan dimanipulasi. Umumnya bahan bakar dipakai manusia lewat sistem pembakaran (reaksi redoks) di mana bahan bakar itu akan melepas panas sesudah direaksikan dengan oksigen di hawa. Sistem lain untuk melepas daya berbahan bakar yaitu lewat reaksi eksotermal dan reaksi nuklir (seperti Fisi nuklir atau Fusi nuklir). Hidrokarbon (termasuk juga di dalamnya bensin dan solar) selama ini adalah jenis bahan bakar yang seringkali dipakai manusia. Bahan bakar yang lain yang dapat digunakan yaitu logam radioaktif.
Minyak bakar atau minyak berat adalah hasil distilasi dari penyulingan minyak tetapi belum membentuk residu akhir dari proses penyulingan itu sendiri. Biasanya warna dari minyak bakar ini adalah hitam . Selain itu minyak bakar lebih pekat dibandingkan dengan bahan bakar diesel. Secara umum kegunaan minyak bakar adalah untuk bahan bakar pengapian langsung pada industri - industri besar, PLTU dan juga digunakan sebagai salah satu alternatif bahan bakar pada industri menengah kecil lainnya. Minyak bakar juga sering dikenal dengan istilah fuel oil.
Bio Rubber Fuel adalah Rubber Compound Oil (RCO) yang merupakan jenis dari minyak bakar. Biasa disebut minyak RCO. Ini adalah bahan bakar minyak pengganti solar yang berasal dari karet dan ban bekas yang di suling dan bisa langsung digunakan sebagai bahan bakar mesin boiler dan burner untuk menggantikan solar atau minyak tanah.

Untuk menggunakan minyak bakar RCO atau rubber compund oil (RCO) ini, tidak perlu merubah instalasi yang sudah ada seperti ukuran nozel atau control burner. Bio Rubber Fuel memiliki warna hitam yang pekat, berbau agak tajam, mudah terbakar dan kandungan kalorinya diatas solar, sehingga tidak perlu dipanaskan terlebih dahulu (pre-heating).

Berat jenis Bio Rubber Fuel ini berkisar antara 0,90-0,93gr/liter. Jenis minyak bakar ini memiliki viskositas yang berada sedikit diatas solar namun memiliki kandungan kalori 11.000 kkal dan memiliki tingkat pelumasan yang jauh lebih baik daripada solar. Hal ini bisa membuat efisiensi boiler menjadi meningkat.
Bio Rubber Fuel berguna sebagai bahan bakar alternatif untuk mesin boiler atau burner yang sebelumnya menggunakan solar, minyak tanah atau bahkan batu bara saat pengapian awal. Minyak bakar alternatif ini juga dapat digunakan untuk kompor api masak atau tungku api semawar, akan tetapi saat ini belum dapat direkomendasikan karena jenis minyak bakar ini agak berbau karet saat terbakar sehingga dikhawatirkan mengkontaminasi makanan yang dimasak.

Bio Rubber Fuel adalah minyak bakar RCO yang berbahan dasar karet, sehingga Bio Rubber Fuel tidak mengandung mineral yang akan menyebabkan terjadinya korosi pada mesin. Begitu juga dengan pengapian mesin pada saat mesin dinyalakan, tidak akan menyisakan endapan (sisa pembakaran setelah mesin beroperasi).


Untuk ukuran nozel yang masih standard ataupun yang sudah dimodifikasi, dianjurkan tidak melebihi ukuran normal. Untuk satu pengapian, menggunakan ukuran nozel 1 s/d 2 mm dan untuk yang dua pengapian menggunakan 0.8 s/d 1mm pada nozel pertama dan 0.6 s/d 0.8 mm pada nozel ke dua.

sumber
http://www.juragansolar.com/pengertian-bahan-bakar/ 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.