.

Sabtu, 25 Februari 2017

Penyakit dan Teknologi Tidak Ramah Lingkungan

Penyakit-penyakit yang Ditimbulkan dari Teknologi yang Tidak Ramah Lingkungan
Berikut beberapa penyakit yang aka ditimbulkan dari penggunaan teknologi yang tidak ramh lingkungan:

1. Kanker Paru-paru
Kanker paru-paru merupakan penyakit yang sangat mematikan dan sangat ditakuti oleh banyak orang, oleh karena itu butuh biaya yang tidak sedikit untuk mengobati penyakit ini. Penggunaan teknologi yang tidak ramah lingkungan akan menyebabkan terjadinya pencemaran udara yang mana hal tersebut merupakan faktor utama penyebab kanker paru-paru.
Penyebab :
a. Polusi Udara
Menurut data WHO, Asia Tenggara berada di posisi kedua sebagai wilayah penyumbang buruknya polusi udara di dunia. Risiko terkena kanker paru-paru akan meningkat jika kita terkena pajanan polusi udara contohnya dari asap kendaraan atau asap pabrik. Sekitar satu dari 100 kematian karena kanker paru-paru diakibatkan oleh tingkat polusi yang tinggi. Menghirup asap pembuangan dari kendaraan maupun pabrik bisa memiliki dampak yang sama seperti merokok pasif.
b. Pajanan di Tempat Kerja
Beberapa pekerjaan memiliki kemungkinan kaitan dengan meningkatnya risiko terkena kanker paru-paru. Pegawai yang terkena pajanan beberapa senyawa kimia yang bersifat karsinogenik, seperti asbes, nikel, batu bara, silika, dan arsenik memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita kanker paru-paru.
c. Pajanan Radiasi
Radon adalah bagian dari udara yang kita hirup. Radon adalah gas radioaktif yang muncul secara alami. Gas ini berasal dari batuan dan tanah dalam jumlah yang sangat kecil.
Gas radon ini bisa berpindah tempat melalui tanah. Gas ini akan masuk ke dalam rumah melalui celah-celah pondasi, pipa, saluran air atau lubang terbuka lainnya. Gas ini bisa diuji dengan alat pengujian sederhana, karena gas radon bersifat tidak kasat mata dan tidak berbau. Jika dihirup, gas radon dapat merusak paru-paru, terutama bagi seorang perokok.

2. Emfisema
Emfisema adalah penyakit yang disebabkan oleh penyempitan saluran pernapasan, penyakit ini merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh polusi udara yang ditimbulkan oleh teknologi yang tidak ramah akan lingkungan. Emfisema adalah penyakit progresif jangka panjang pada paru-paru yang umumnya menyebabkan napas menjadi pendek. Jaringan paru-paru, yang berperan pada bentuk fisik paru-paru dan fungsi pernapasan, pada penderita emfisema sudah rusak.
Emfisema merupakan salah satu penyakit yang termasuk dalam kelompok penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Penyakit ini digolongkan sebagai penyakit paru-paru obstruktif  karena kerusakan jaringan paru-paru di sekitar saluran udara yang lebih kecil, bronkiolus. Kerusakan ini akan membuat bentuk fisik paru-paru tidak normal saat kita menghembuskan napas keluar. Bentuk abnormal ini akan mengganggu pertukaran udara kotor dan udara bersih, sehingga oksigen yang masuk dan karbondioksida yang keluar dari aliran darah di paru tidak maksimal.
Secara bertahap, kerusakan jaringan paru pada emfisema akan membuatnya kehilangan elastisitas. Kantung-kantung udara (alveoli) pada paru-paru penderita juga rusak. Elastisitas membantu kantung-kantung udara mengembang dan mengempis. Kehilangan elastisitas akan  menyebabkan udara terperangkap di dalam kantung, sehingga mengurangi ruang untuk masuknya udara segar.
a. Gejala Emfisema
Gejala adalah sesuatu yang dirasakan dan diceritakan oleh penderita. Penderita bisa mengidap emfisema selama bertahun-tahun tanpa menyadari gejalanya. Gejala utama dari emfisema adalah napas pendek atau lebih dikenal dengan istilah sesak napas. Penderita kesulitan untuk menghembuskan napas keluar. Umumnya gejala ini akan yang berkembang secara bertahap.
Umumnya penderita mulai menghindari aktivitas yang menyebabkan sesak napas. Emfisema bahkan bisa menyebabkan napas pendek walaupun penderita sedang tidur.
Selain napas pendek, gejala-gejala umum enfisema lainnya adalah batuk dan suara mengi saat bernapas. Segera temui dokter jika mengalami gejala-gejala seperti:
1. Kemampuan untuk berolahraga dan menjalani aktivitas rutin menurun secara bertahap.
2. Napas pendek sehingga tidak bisa menaiki tangga.
3. Bibir dan kuku menjadi biru atau abu-abu.
4. Menjadi kurang awas secara mental.
b. Penyebab Emfisema
Penyebab utama terjadinya emfisema adalah asap rokok yang masuk ke paru-paru. Asap rokok dapat menyebabkan beberapa hal berikut:
1. Menghancurkan jaringan paru-paru sehingga menimbulkan obstruksi.
2. Menyebabkan peradangan dan iritasi saluran pernapasan yang bisa memperburuk emfisema.
3. Melemahkan sel kekebalan tubuh di paru-paru, sehingga tidak efektif saat melawan bakteri atau membersihkan paru-paru dari partikel-partikel yang terkandung dalam rokok.
Selain asap rokok, ada beberapa penyebab lain enfisema yaitu:
1. Polusi udara, yang memberikan efek mirip seperti asap rokok pada paru-paru.
2. Kekurangan zat Alpha-1-antitrypsin, protein yang berfungsi melindungi struktur elastis pada paru-paru.
3. Usia. Jaringan paru-paru pada orang-orang lansia akan lebih rentan rusak sehingga bisa menyebabkan emfisema.
c. Diagnosis Emfisema
Diagnosis merupakan langkah dokter untuk mengidentifikasi penyakit atau kondisi yang menjelaskan gejala dan tanda-tanda yang dialami oleh pasien. Jika dicurigai menderita emfisema, maka dokter akan meminta pasien untuk menjalani beberapa pemeriksaan seperti:
1. Pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa suara napas, detak jantung, dan kondisi fisik pasien secara umum.
2. Uji pencitraan, seperti sinar-X akan membantu untuk mengidentifikasi adanya perubahan pada paru-paru yang menandakan emfisema.
3. Tes darah, berfungsi untuk memeriksa kondisi zat Alpha-1-antitrypsin, mengecek adanya infeksi, dan melihat kemampuan paru-paru menyalurkan oksigen serta memindahkan karbon dioksida dari aliran darah.
4. Tes fungsi paru, akan memberikan dokter informasi mendetail tentang bagaimana fungsi paru-paru penderita berfungsi.
d. Pengobatan dan Pencegahan Emfisema
Sebelum menjalani pengobatan, biasanya dokter akan menyarankan semua penderita emfisema perokok untuk menghentikan kebiasaan merokoknya. Sebab, berhenti merokok bisa menghentikan efek kerusakan akibat emfisema.
Emfisema tidak dapat disembuhkan, namun penanganan dilakukan untuk menurunnya Tingkat Kesuburan
Berdasarkan sebuah penelitian, menjelaskan bahwasannya polusi udara seperti asap kendaraan bermotor dapat mengurangi tingkat kesuburan pada sel sprema dan ovarium.
3. Perusakan Sel Syaraf Otak
Berdasarkan sebuah fakta yang ada menunjukan bahwasannya polusi yang ditimbulkan oleh teknologi yang tidak ramah akan lingkungan akan menyebabkan terjadinya perusakan sel-sel otak.
Otak merupakan organ yang benar-benar vital, sebab otak selain untuk mengontrol otot, diri sendiri, juga untuk menjalankan fungsi kognitif. Selain itu otak juga memiliki fungsi kontrol atau pengendalian motorik bagi semua organ tubuh. Apabila terjadi kerusakan pada otak itu akan memiliki pengaruh pada tubuh secara keseluruhan, Anda pun juga akan langsung merasakan pengaruh negatif yang ditimbulkan karenanya. Gangguan pada perkembangan otak dan sistem saraf yang sekaligus juga termasuk gangguan perkembangan dan pertumbuhan otak juga sistem saraf pusat. Gangguan fungsi otak ini bisa mempengaruhi emosi seseorang juga, kemampuan mengingat, dan kemampuan untuk berpikir, dan juga akan mengakibatkan gangguan pada sistem motorik, serta pergerakan tubuh.
Bentuk Lain Penyakit Saraf
Selain yang disebutkan sebelumnya, masih ada juga bentuk lain dari penyakit saraf. Contohnya yaitu kerusakan barang otak atau trauma (Traumatic brain injury), ketidakmampuan untuk berkomunikasi (Asperger syndrome), keterbelakangan mental (Down syndrome), epilepsi(Epilepsy), dan ketidakmampuan untuk berbicara (Speech and language disorderds, communication disorders). Selain itu juga penyakit disorientasi (Alzheimer), gangguan kejiwaan (Psychiatric disorders), kelumpuhan (Paralyses), kelainan otak kronis dan mengganggu motorik (Parkinson), serta kematian atau kerusakan pada sebagian bagian otak (Partial brain degenerative disorder). Untuk penyakit kelainan otak dan sistem saraf tersebut hingga sekarang tetap menjadi masalah serius dalam dunia medis atau kedokteran, dan hingga sekarang tetap sulit untuk disembuhkan. Namun penelitian tentu saja masih terus dilanjutkan hingga ditemukan pengobatan yang terbaik.
a. Pengobatan Penyakit Saraf Dan Otak Yang Efektif
Belakangan ini pengobatan dilakukan dengan cara pemberian obat-obatan yang bersifat konvensional serta metode operasi, namun tentu saja terdapat bermacam-macam efek samping yang akan dirasakan pasien. Karena itulah kesembuhan pasien masih tetap tak dapat maksimal, sebab efek samping yang ditimbulkan karenanya tidaklah sedikit.
Perkembangan ilmu biologi molecular dan kedokteran, dan didukung kecanggihan teknologi masa kini metode pengobatan terbaru ditemukan, yang mempunyai kemampuan menentukan struktur protein pada reseptor, dan juga tempat kerja obat dengan lebih tajam, jadi memungkinkan untuk membuat desain proses kerja obat yang tentunya lebih efektif dan lebih aman untuk pasien. Di dalam percobaan yang dilakukan, potensi dari suatu agen bisa ditentukan dari seberapa kuatkah suatu molekul obat dalam menempel ke reseptor ataupun sasaran protein yang ada di dalam tubuh pasien. Kemudian selanjutnya ilmuwan bisa menggunakan variasi struktur obat dalam meningkatkan efektivitas dari obat itu ke target yang diinginkan. Oleh karenanya, obat generasi berikutnya bisa dirancang untuk dapat berinteraksi dengan lebih selektif dan juga tepat sasaran, di dalam banyak kasus, hingga tingkat subtipe spesifik dari target reseptor obat. Keadaan ini akan memproduksi efek terapi dengan lebih baik, dan yang terbaik yakni efek samping yang lebih sedikit.
b. Pengobatan Penyakit Saraf Otak Dengan Metode Stem Cell
Pengobatan yang terbaru dalam mengobati saraf otak yakni dengan menggunakan metode steam cell. Metode ini dengan cara memasukkan bahan genetik dengan tujuan memperbaiki fungsi neurotransmitter, maupun faktor tropik ke virus tertentu atau stem cell yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa dengan metode mokular. Namun pengobatan ini masih dalam tahap percobaan, dan diharapkan ke depannya sudah siap digunakan untuk mengobati berbagai penyakit saraf yang cukup berat

4. Penurunan IQ
Berdasarkan sebuah penelitian menunjukan bahwasannya penumpukan kadar timbal di udara sangat berpengaruh terhadap penurunan IQ pada anak-anak.
Dari Segi makanan dan Minuman :
1. Bekas botol air mineral
Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang botol plastik (Aqua, VIT, etc) dan menaruhnya di mobil atau di kantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol (disebut juga sebagai polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai di botol2 ini mengandung zat2 karsinogen (atau DEHA). Botol ini aman untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama, tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh ditempat yang jauh dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih baik membeli botol air yang memang untuk dipakai ber-ulang2, jangan memakai botol plastik.
2. Sate
Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran arang yang dapat menyebabkan kanker dan mengakibatkan Sel2 pada otak tidak berkembang dan pada akhirnya bsa membuat anda susah berkonsentrasi. Untuk itu kita punya obatnya yaitu timun yang disarankan untuk dimakan setelah makan sate. Karena sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab kanker) tetapi timun ternyata punya anti Karsinogen. Jadi jangan lupa makan timun setelah makan sate
3. Udang dan vitamin c
Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C. Karena ini akan menyebabkan keracunan dari racun Arsenik (As) yang merupakan proses reaksi dari Udang dan Vitamin C di dalam tubuh dan berakibat keracunan yang fatal dalam hitungan jam. Mengkonsumsi udang dan Vitamin C secara bersamaan dapat mengakibatkan sel2 stimulus otak menjadi gampang terganggu,pada akhirnya dapat mengakibatkan Kebodohan dan IQ menjadi Turun.
4. Mi instan
Untuk para penggemar mi instan, pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3 (tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi mi instan, jika Anda akan mengkonsumsinya lagi, dari informasi kedokteran, ternyata terdapat lilin yang melapisi mi instan. Itu sebabnya mengapa mi instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi mie instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti kanker. Seseorang, karena begitu sibuknya dalam berkarir tidak punya waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi mi instan setiap hari. Akhirnya dia menderita kanker. Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin dalam mi instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan lilin tersebut.
5. Bahaya dibalik kemasan makanan
Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai "pelindung" makanan. Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan. Sebaiknya mulai sekarang Anda cermat memilik kemasan makanan. Kemasan pada makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman, promosi, dan informasi. Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan. Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya.
6. Kopi
Minum Kopi secara berlebihan, para Ilmuwan menganjurkan minum kopi maxsimal hanya 3 gelas cangkir ,itupun cangkir yang berukuran kecil.
Dari segi kebiasaan :
1. Tidak mau sarapan
Banyak orang yang menyepelekan sarapan. Padahal tidak mengkonsumsi apapun di pagi hari menyebabkan turunnya kadar gula dalam darah. Hal ini berakibat pada kurangnya masukan nutrisi pada otak yang akhirnya berakhir pada kemunduran otak.
2. Makanan berlebihan
Terlalu banyak makan mengeraskan pembuluh otak yang biasanya menuntun orang pada menurunnya kekuatan mental. Jadi makanlah dalam porsi yang normal. Biasakan menahan diri dengan cara berhenti makan sebelum anda kekenyangan.
Http://www.satujam.com/teknologi-ramah-lingkungan/
Http://www.alodokter.com/kanker-paru-paru/penyebab
Http://www.alodokter.com/emfisema
Http://www.penyakitsaraf.com/penyakit-saraf-otak-dan-kelainan-pada-saraf-termasuk-pengobatannya.html
Http://www.asalasah.com/2013/08/hal-hal-yang-dapat-menyebabkan-turunnya.html?M=1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.