.

Jumat, 16 Februari 2018

Efisiensi dan Efektivitas dalam Implementasi Industri Hijau

Efisiensi dan Efektivitas dalam Implementasi Industri Hijau

Oleh : Kevin Reinier (@G19-kevin, @ProyekC08) 

Abstrak 
Definisi industri hijau, industri yang berkelanjutan atau definisi yang lebih luas 
seperti Green Development atau Green Economy seringkali diangkat dari sudut 
pandang yang beragam sehingga terminologi tersebut saat ini dapat memiliki 
dimensi yang luas. Konsep industri hijau tidak hanya terkait dengan pembangunan 
industri yang ramah lingkungan tetapi juga berhubungan dengan penerapan 
sistem industri yang terintegrasi, holistik dan efisien. Pemikiran tentang konsep 
industri hijau juga memunculkan berbagai kajian, termasuk dalam manufaktur 
sehingga dikenal istilah sistem manufaktur yang berkelanjutan atau sustainable 
manufacturing. NACFAM-USA mendefinisikan sustainable manufacturing sebagai 
“penciptaan produk manufaktur yang bebas polusi, menghemat energi dan 
sumberdaya alam, serta ekonomis dan aman bagi karyawan, masyarakat dan 
pelanggan

Kata kunci: Industri Hijau, Kimia Hijau, implementasi Industri Hijau


ISI
Di dalam Konsep Hijau secara luas, infrastruktur, desain dan sistem dibuat sedekat 
mungkin dengan karakteristik ekosistem, dimana energi dimanfaatkan secara efisien 
dan materi, alat atau bahan baku dimanfaatkan dari satu
entitas ke entitas yang lain dalam sistem siklus yang terbarukan (renewable inputs) 
serta ikut serta dalam mensejahterakan masyarakat. Berikut adalah prinsip-prinsip 
yang dikembangkan dalam penerapan Konsep Hijau secara luas:

1. Efisiensi energi dan energi terbarukan
Di dalam ekosistem dan metabolisme organisme, energi dimanfaatkan secara 
fisik. Energi yang terlepas dalam bentuk kalor dimanfaatkan sebagai sumber 
energi panas bagi subsistem lain di dalam sistem, atau diserap oleh sistem lain. 
Panas yang diserap oleh sistem selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai 
keperluan. Konsep Hijau dilakukan dengan memanfaatkan energi terbarukan 
yang tersedia di alam. Selanjutnya pemanfaatan energi terbarukan yang semakin 
banyak akan mendorong pengurangan penggunaan bahan bakar fosil. Sumber 
energi terbarukan yang ada di alam yang paling utama dan berlimpah adalah 
energi yang disediakan oleh sinar matahari. Sumber energi terbarukan lainnya 
meliputi angin, energi potensial air, panas bumi dan biomassa.

2. Efisiensi pemanfaatan sumber daya
Di dalam konsep hijau, sumber daya yang pada umumnya tersedia dalam jumlah 
terbatas harus dimanfaatkan secara efisien. Teknologi Hijau adalah teknologi 
yang dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya sehingga
mengurangi limbah yang dihasilkan atau yang dikenal sebagai zero-waste.
Konsep zero-waste production tidak hanya berhubungan dengan efisiensi 
pemanfaatan sumber daya, tetapi juga dengan penerapan siklus materi di 
dalam 
sistem. Limbah yang dihasilkan oleh satu subsistem harus dapat dijadikan 
sebagai sumber daya bagi subsistem lainnya. Konsep seperti Recycle dan 
Reuse adalah penerapan dari siklus materi dan efisiensi pemanfaatan 
sumber daya dalam Konsep Hijau.

3. Keterkaitan sistem alam – manusia
Green development tidak dapat dilepaskan dari pembangunan masyarakat. 
Konsep Sistem Ekologi Sosial (SES) memperhatikan masyarakat sebagai 
bagian yang tidak terpisahkan dari sistem alam (ekosistem). Alam 
memberikan sumberdaya bagi manusia, tetapi manusia juga memberikan 
masukan bagi siklus materi di dalam ekosistem. Pembangunan 
berwawasan lingkungan yang tidak mengindahkan masyarakat memiliki 
tendensi untuk gagal dan berpotensi menimbulkan masalah atau bahkan 
dapat berpotensi menimbulkan bencana. Masyarakat dapat merusak 
lingkungan melalui pemanfaatan eksploitatif, tetapi juga dapat berperan 
dalam memelihara lingkungan melalui sistem pengelolaan yang 
berkelanjutan. Konsep Hijau harus turut serta dalam mengedepankan 
pemberdayaan masyarakat sekitar sebagai bagian dari pembangunan 
yang ramah lingkungan.

4. Green Industrial Park
Daerah Kalundborg di Denmark merupakan salah satu daerah yang telah 
menerapkan konsep Eco-Industrial Park yang terintegrasi dengan 
pemukiman dan perkotaan. Di Kalundborg, berbagai industri seperti 
farmasi, penyulingan minyak, pengolahan limbah pertanian, dan 
permunian air saling terintegrasi dengan memanfaatkan energi dari Power 
Station yang memanfaatkan bahan baku batubara disamping penggunaan 
energi terbarukan lain. Di kota ini, masyarakat dapat berenang di danau 
yang mengandung air luaran dari pabrik (yang tentunya telah diolah lebih 
dahulu) dan minum dari air kran hasil pengolahan air dalam sistem eko￾industrinya. Innovista Industrial Park di kota Hinnon, Kanada juga 
membangun pemukiman dan komplek industri berwawasan Hijau dengan 
membangun bangunan hijau, mempertahankan jalur hijau dan taman kota di 
sebagian besar kawasan, hingga mendesain tata letak pabrik agar asap 
pabriknya dapat diserap oleh hutan kota di sekitarnya.

Definisi
Sebagaimana diuraikan di muka, cara pandang tentang permasalahan 
perlestarian lingkungan hidup oleh industri sangat beragam, akibatnya definisi 
industri hijau juga menjadi bervariasi. Untuk memperbaharui konsep-konsep 
tentang industri, Kementerian Perindustrian mengajukan Rancangan Undang￾Undang (RUU) tentang Perindustrian dimana didalamnya didefinisikan “Industri 
Hijau adalah industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya 
efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan 
sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian 
fungsi lingkungan hidup serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat.”
Sebagai tindak lanjut operasional, Kementerian Perindustrian menyusun konsep 
industri hijau dalam Permenperind No. 05/M-IND/PER/1/2011 dimana industri 
hijau didefinisikan sebagai industri berwawasan lingkungan yang 
menyelaraskan pertumbuhan dengan kelestarian lingkungan hidup, 
mengutamakan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumberdaya alam serta 
bermanfaat bagi masyarakat



Daftar Pustaka:

http://kemenperin.go.id/artikel/12667/Menperin-Terbitkan-Pedoman-Standar-Industri-Hijau

Tidak ada komentar:

Posting Komentar