.

Selasa, 21 November 2017

PERANCANGAN EFISIENSI ENERGI

 @D15-Lutfi, @ProyekB08
Oleh Lutfi Bayhaqi


Menurut wardhani Efisiensi energi sendiri dapat diartikan sebagai penggunaan energi yang lebih sedikit untuk mencapai hasil yang sama. Misalnya, pemilihan penggunaan lampu LED dibandingkan dengan lampu pijar – lampu LED merupakan lampu yang paling hemat energi dibanding yang lain karena menggunakan daya (dihitung dalam satuan watt) yang lebih kecil untuk menghasilkan kadar keterangan yang sama. Lampu LED hanya membutuhkan 4 watt untuk menghasilkan keterangan yang sama dengan lampu pijar berdaya 25 watt. Praktis, selama masa hidup lampu tersebut, jumlah listrik yang digunakan akan jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah listrik yang dibutuhkan lampu pijar.
Salah satu  penyebab terjadinya pemborosan energi listrik adalah  tidak seimbangnya pemakian  beban  penerangan. Dimana pemakaian lampu tidak seimbang dengan aktifitas orang dalam    ruangan tersebut. Hal ini tentu  akan  menyebabkan pemborosan energi. Masalah ini timbul pada saat jumlah orang dalam ruangan berbeda dengan kapasitas yang seharusnya (lebih sedikit atau   lebih banyak)  terutama pada saat kondisi sepi. Hal inilah  yang  menyebabkan terjadinya pemborosan energi listrik.

Penggunaan sensor dapat difungsikan sebagai media pendukung pada sistem perancangan instalasi penerangan dengan metoda himpunan.

      Isu pemanfaatan sumber daya alam maupun energi buatan (artificial energy) secara bijak,  memberikan andil besar terhadap perkembangan dan proses desain bangunan dan tampilan  bangunan yang ramah lingkungan, baik dari sisi material/bahan bangunan, pemanfaatan tata udara, cahaya, sumber air bersih, air kotor, kotoran, pemanfaatan lingkungan, sampai pelaksanaan konstruksi dan keterlibatan Industrialisasi konstruksi.Tantanganbagi arsitek kini adalah dengan kemajuan industrialisasi material di bidang Jasa Konstruksi, berinovasi  dalam  penggunaan  utilitas  bangunan  menuju Green Architecture.Smart  Building atadesain  bangunan  yang‘smart’ dan  futuristik  menjadi  pilihan untuk  menjawab tantangan  ini. Konsep desain ini  adalah  pemanfaatan energi alam, energi buatan, maupun energi terbarukan untuk utilitas bangunan tinggi dan kompleks. Efisiensi energi pada sistem pencahayaan dan  penghawaan tersebut dapat dilakukan dengan  menggunakan  material  berteknologi  terkini,  yang  mengacu  pada sistem sensor dan digitasi.

Beberapa peningkatan efisiensi energi dari sumber bumi, yaitu:

*      Meningkatkan efisiensi di bidang industri
*      Efisiensi pada transportasi
*      Pembangunan bangunan rumah yang efisien atau hemat energi

Pada sektor industri efisiensi energi dijalankan dengan jalan mengoptimasi proses, penggunaan kembali limbah produksi menjadi produk sampingan, dan menggunakan teknologi tercanggih saat ini. Teknologi tercanggih dituntut untuk digunakan dalam dunia industri. Karena penggunaan teknologi konvensional dan semi-konvensional diyakini masih menggunakan energi yang terlalu besar dan belum mampu memperoleh hasil produksi secara maksimal.
Transportasi sebagai pengguna energi fosil terbesar ditekan penggunaan energinya dengan cara pengoptimasian mesin dalam efisiensi penggunaan bahan bakar, penggunaan part ringan, peningkatan aerodinamis dari bentuk kendaraan. Penggunaan energi di sektor rumahtangga ditekan dengan cara menekan turun penggunaan peralatan yang boros energi. Selain itu mengurangi intensitas penggunaan peralatan tersier, dalam artian tidak dibutuhkan secara khusus. Penggunaan energi di rumah tangga juga diakibatkan oleh kebutuhan dalam menjaga teperatur ruangan.


Daftar Pustaka:
Wardhani, C (2017) Konservasi dan Efisiensi Energi, Cara Paling Murah Untuk Pengembangan Energi Berkelanjutan. Dalam  https://www.kompasiana.com/cahyawardhani/59a43da513ed2c603e2c2e54/konservasi-dan-efisiensi-energi-cara-paling-murah-untuk-pengembangan-energi-berkelanjutan

Febriyanti. jurnal Aplikasi Teori Himpunan (Set Theori) untuk Efisiensi Energi Listrik pada Perancangan Instalasi Penerangan  Volume 8, Nomor 1, Oktober 2012

Meivirina Hanum, dan Chairul Murod (2012) EFISIENSI ENERGI PADA „SMART BUILDING‟

Khairurreza, M (2015) Efisiensi Energi Untuk Dunia Kita di 2030. Dalam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.