.

Sabtu, 17 Februari 2018

Industri Hijau

@F09-Arief
Oleh : Arief Risaldi








Abstrak
Industri Hijau merupakan program pemerintah lewat Kementerian Perindustrian yang dikeluarkan pada tahun 2010. Industri Hijau merupakan program yang ditujukan untuk industri manufaktur di Indonesia agar lebih berwawasan lingkungan, menjaga kelestarian lingkungan, efisien dalam penggunaan energi, dan mempunyai sistem manajemen perusahaan yang baik.

Kata Kunci : Industri Hijau

Menurut Permenperin, 2011 dalam Hidayat dan Kholil, industry hijau dapat didefinisikan sebagai industry berwawasan lingkungan yang menyelaraskan pertumbuhan dengan kelestarian lingkungan hidup, mengutamakan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumberdaya alam serta bermanfaat bagi masyarakat.

Pendahuluan
lingkungan yang mempromosikan dan mengajak seluruh kalangan untuk menjaga lingkungan. Industri dinilai menjadi salah satu penyebab isu lingkungan saat ini industri merupakan penyumbang gas CO2, limbah B3, dan limbah padat maupun cair yang sangat membahayakan Selain penyumbang limbah, industri manufaktur juga diklaim sebagai pengguna sumber daya alam dan energi terbesar. Bey dkk (2013) mengatakan bahwa isu lingkungan menjadi sangat penting sekarang ini, berbagai tekanan dari berbagai pihak mulai dari masyarakat sekitar hingga permintaan pasar akan proses produksi dan produk yang ramah lingkungan. Upaya untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang diakibatkan oleh industri telah banyak dikembangkan oleh masyarakat ataupun industri itu sendiri. Shapira dkk, 2014 mengatakan upaya untuk membantu perkembangan program “green” pada industri sudah diperkenalkan seluruh negara. di Eropa, sudah diperkenalkan program Eco-Innovation melalui the Executive Agency for Competitiveness and Innovation pada tahun 2008. Dengan berkembangnya kewaspadaan mengenai masalah perlindungan lingkungan maka diwujudkannya program-program peduli lingkungan untuk industri manufaktur seperti Green Manufacture, Green Supply Chain, Green Building, Green Construction, Green Product, Green Technology dan masih banyak yang lain.

Isi
Konsep industri hijau
Konsep Industri Hijau menekankan kepada efisiensi serta efektifitas penggunaan bahan baku, jangansampai terlalu banyak bahan baku yag terbuang percuma. efisien dan efektifitas merupakan salah satukunci utama di konsep hijau. bayangkan betapa banyaknya bahan yang bisa digunakan kalau ternyata bahan tersebut tidak terpakai karena penggunaan bahan baku yang tidak efisien.Input masuk sama dengan output adalah hal minimal yang harus dicapai oleh setiap perusahaan bayangkan betapa sayangnya bahan terbuang, dan dampaknya sangat terasa bagi alam. bahan mentahdiproduksi dengan energi yang berasal dari minyak bumi atau fosil, karena di Indonesia masihdidominasi energi fosil sebesar 37% berdasarkan data dari WWF. berapa banyak karbon yang keluar dan terbuang sia-sia jika kita membuang bahan baku.


Daftar Pustaka :
Hidayat, Atep afia dan Muhammad Kholil. 2017. Kimia Industri dan Teknologi Hijau. Pantona Media Jakarta.
Mulya, Rudini. 2012. Apa Itu Insdutri Hijau. https://www.scribd.com/document/105397640/Apa-Itu-Industri-Hijau-Rudini-Mulya

Teknologi Hijau

Oleh : @F07_agung

Abstrak

 “Teknologi” lebih bermakna sebagai penerapan pengetahuan untuk tujuan praktis. Sedangkan “teknologi hijau” adalah teknik untuk menghasilkan energi dan/atau produk yang tidak mencemari atau meracuni lingkungan hidup. Teknologi hijau masih terus dikembangkan hingga saat ini.

Industri Hijau


Oleh : @F07_agung
Abstrak
Dalam definisinya, Industri hijau atau industri ramah lingkungan merupakan industri yang dalam proses produksinya mengutamakan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan, sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat.

Penggunaan Lampu LED dalam Industri Hijau Hemat Energi



Oleh: Kurniyanto Bayu Anggoro
@ProyekD08

Kata Kunci: Proses produksi hemat bahan, air, dan energi


Abstrak
LED adalah salah satu produk terbaru yang saat ini banyak digunakan, terutama dalam produk lampu. Menggantikan teknologi dari produk lampu sebelumnya, seperti lampu fluoresent, dan lampu pijar. Hal ini sebagai bentuk perkembangan IPTEK, dan tuntutan akan industri hijau.

Pengolahan Air Limbah

Oleh : Dedy Suryana (@F21-Dedy)








 Abstrak

Manusia dalam kehidupannya sehari-hari tidak lepas dari berbagai aktivitas yang dapat menyebabkan bertambahnya kuantitas limbah cair dan salah satu sumber penghasilnya adalah rumah tangga. Meningkatnya aktivitas manusia di rumah
tangga menyebabkan semakin besarnya volume limbah yang dihasilkan dari waktu ke waktu. Volume limbah rumah tangga meningkat 5 juta m3 pertahun dengan peningkatankandungan rata-rata 50% (Haryoto, 1999 dalam Yusuf, 2008).
Keadaan tersebut menyebabkan terjadinya pencemaran yang banyak menimbulkan
kerugian bagi manusia dan lingkungan. Sumber utama air limbah rumah tangga dari masyarakat berasal dari Indonesia membuang ratusan ribu ton deterjen yang mengandung fosfor serta bahan organik seperti sisa makanan, dan sebagainya ke saluran air, yang akibatnya juga mencemarkan perairan (Khiatuddin, 2003). Air
limbah yang mengandung bahan organik dapat membusuk atau terdegradasi oleh mikroorganisme  sehingga bila dibuang ke badan air akan meningkatkan populasi mikroorganisme, sehingga akan menaikkan kadar BOD sedangkan sabun dan deterjen yang mengakibatkan naiknya pH air.

Kata Kunci : Air Limbah, Limbah Cair

Isi

Jenis Pengolahan Air Limbah

Dibedakan menjadi tiga jenis yaitu : pengolahan secara fisik, kimiawi dan biologi.
Pengolahan secara fisik :
Pengolahan secara fisik tidak dapat di terapkan untuk berbagai pengolahan limbah. Dalam pengolahan limbah secara fisik, polutan akan di pisahkan dengan cara di endapkan. Hasil yang dicapai sangant terbatas dan memerlukan waktu yang cukup lama.
Pengolahan secara kimiawi :
Pengolahan limbah secara kimiawi dilakukan dengan menambahkan bahan-bahan kimia kedalam air limbah. Dalam hal ini yang sangat penting adalah menentukan jenis bahan-bahan kimia yang diperlukan.
Dalam pengolahan limbah secara kimiawi, waktu dan area yang di perlukan jauh lebih kecil dibandingkan pengolahan limbah secara fisik dan biologi. Air limbah yang mengandung zat-zat kimia termasuk logam berat, sangat tepat bila pengolahan limbah dilakukan secara kimiawi.
Pengolahan secara biologi :
Pengolahan limbah secara biologi terutama memanfaatkan kerja mikroorganisme. Dalam pengolahan limbah secara biologi, polutan yang degradabel yang segera dapat dihilangkan. Polutan yang degradabel merupakan makanan bagi bakteri, sehingga dalam waktu singkat bakteri akan berkembangbiak dan menghabiskan makanan yang ada didalam air limbah.
Proses penghancuran polutan secara biologi dapat dipercepat dengan memacu pertumbuhan bakteri.
Bakteri akan tumbuh dan berkembang dengan pesat, apabila kondisi yang sesuai bagi kehidupan bakteri terpenuhi. Kondisi yang sesuai antara lain adalah pH air limbah sekitar 7, dan suhu air limbah sekitar 350 C.

Pengolahan limbah secara biologi sangat baik, tetapi memerlukan waktu yang lama dan area yang luas.

Proses pengolahan air limbah pada banyak perusahaan terdiri dari 5 tahapan, antara lain:

1. Tahap pengolahan air limbah dalam bentuk fisik.
Artinya, semua zat padat dihilangkan pada tahap ini, sehingga tersisa zat cair saja.
2. Tahap pengolahan fisik lanjutan.
Kali ini, dilakukan pemurnian air yang lebih dalam lagi, agar semua zat pada yang tercampur didalam air limbah benar-benar hilang.
3. Tahap ketiga adalah pengolahan air limbah tahap lanjutan.
Tahap ini diperlukan untuk menghilangkan zat-zat yang tidak dapat dihilangkan pada 2 tahap pertama.
4. Tahap keempat adalah tahap pemurnian.
Biasanya, pengolahan air limbah tahap ini sudah mulai memasuki tahap ionisasi dan penyerapan karbon. Sehingga, air benar-benar aman untuk dibuang dan diuraikan di alam.
5. Tahap terakhir adalah tahap pengolahan sisa-sisa 4 proses pengolahan sebelumnya.
Sisa-sia  4 Proses pengolahan air limbah yang pertama biasanya berbentuk seperti lumpur. Lumpur ini akan diolah dan dihilangkan, seperti dengan dikeringkan, dibakar dan lainnya. Setelah itu, lumpur sisa-sia pengolahan aman untuk dibuang ke alam.
Namun, ada juga sistem pengolahan air limbah yang bertujuan untuk memurnikan air agar air dapat dikonsumsi kembali oleh manusia. Akan tetapi, proses ini sangat beresiko, karena belum tentu semua zat berbahaya dapat dihilangkan. Meskipun jumlahnya kecil, bila dikonsumsi terus menerus, maka akan dapat terakumulasi dan menimbulkan penyakit.
Sistem pengolahan air limbah jenis ini biasanya dilakukan pada daerah-daerah yang benar-benar kekurangan air. Namun, di Indonesia proses pemurnian air limbah untuk kebutuhan air minum tidak dilakukan.

Daftar Pustaka

Hidayat, Atep Afia dan Muhammad Kholil. 2017. Kimia, Industri dan Teknologi Hijau. Pantona Media. Jakarta.

Diunduh Tanggal 16 Februari 2018.

Solusi Mengatasi Polusi Udara





Oleh : Dedy Suryana (@F21-Dedy)







Abstrak

Udara merupakan faktor yang penting dalam kehidupan, namun dengan meningkatnya pembangunan fisik kota dan pusat – pusat industri, kualitas udara telah mengalami perubahan. Udara yang dulunya segar, kini kering dan kotor. Keadaan ini apabila tidak segera di tanggulangi dapat membahayakan kesehatan manusia, kehidupan hewan, serta tumbuhan. Perubahan lingkungan udara disebabkan pencemaran udara, yaitu masuknya zat pencemar (berbentuk gas – gas dan partikel kecil / aerosol) kedalam udara. Zat pencemar masuk kedalam udara dapat secara alamiah (asap kebakaran hutan, akibat gunung berapi, debu meteorit, dan pancaran garam dari laut) dan aktivitas manusia (transportasi, industri pembuangan sampah). Konsentrasi pencemaran udara di beberapa kota besar dan daerah industri Indonesia menyebabkan adanya gangguan pernafasan, iritasi pada mata dan telinga, timbulnya penyakit tertentu serta gangguan jarak pandang.
Pembahasan dibawah ini bertujuan untuk mengetahui gambaran secara umum tentang udara dan permasalahanya serta mengetahui tentang upaya - upaya dalam pengendalian pencemaran udara.

Kata Kunci : Polusi udara, Pencemaran Udara

BANGUNAN HIJAU ( Green Building)

Dibuat oleh : Fernando Andreas, @F15-Fernando,


Abstrak
Relatif cepatnya pertambahan jumlah penduduk dibarengi dengan perubahan dinamika sosial budaya masyarakat yang cenderung bersifat materialistik dan konsumtif serta perkembangan ipteks dan politik yang relatif cepat, telah banyak memunculkan kota-kota baru dan mendorong kota-kota yang sudah ada berkembang secara ekonomis dengan berbagai fasilitas infrastruktur fisik kota yang umumnya mengabaikan faktor lingkungan kota tersebut.

''Teknologi Hijau a.k.a Green Technology''

Oleh: Marselina Umasugi (@F13-Marselina)

Abstrak
Teknologi sudah masuk dalam kategori kebutuhan primer atau utama dalam kehidupan masnusia, kini apapun yang dilakukan oleh manusia pasti berdampingan atau menggunakan teknologi Teknologi diartikan sebagai alat atau sistem yang menyederhanakan kehidupan manusia, membantu memberikan kemudahan di segala bidang, inilah alasanya kenapa manusia begitu tergantung dengan teknologi.

INDUSTRI HIJAU UNTUK MENCIPTAKAN PRODUK RAMAH LINGKUNGAN

Oleh : Siti Fatimatuzzahra (f08-Siti)

Abstrak

Sumber daya alam yang kian menipis yang dibarengi dengan pertumbuhan populasi penduduk yang terus meningkat, membuat pemerintah mencari cara agar Indonesia tidak kehabisan cadangan energi, salah satunya dengan mendorong pertumbuhan industri hijau. Pengembangan industri hijau dapat dilakukan melalui beberapa penerapan seperti produksi bersih (cleaner production), konservasi energi (energy efficiency), efisiensi sumberdaya (resource efficiency eco-design), proses daur ulang, dan low-carbon technology


Kata Kunci : Industri Hijau, Lingkungan

DAMPAK ENERGI FOSIL

Oleh : Fatkhur Rokhman (F05-Fatkhur)
ABSTRAK
Seiring perkembangan zaman ini seperti kita ketahui yaitu zaman sudah modern.Segala sesuatu bisa kita peroleh atau kita dapatkan dimanapun dan kapanpun sehingga mempermudah kita untuk lebih kreatif dan berkarya lagi. Seperti kita ketahui banyak sekali energi fosil yang sudah terbarukan dengan diganti oleh bahan bakar Biomasa. Indonesia adalah negara yang terletak diantara gari katulistiwa yang mempunyai keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati ini banyak dilirik oleh negara tetangga yang ingin memanfaatkannya. Adapun dampak dari bahan bakar fosil itu sendiri membuat negara-negara yang memakainya bisa terkontaminasi oleh bahan bakar fosil tersebut.
Kata kunci : Energi Fosil

Teknologi Hijau (greentech)



Oleh : Gilang pratama(f14-gilang)






Abstrak : Teknologi hijau (greentech) dikenal juga sebagai telnologi lingkungan dan teknologi bersih, merupakan integrase antara teknologi modern dan ilmu lingkungan untuk lebih mengoptimalkan pelestarian lingkungan global dan sumber daya ala, serta meminimalisir dampak negatif dari berbagai kegiatan seluruh umat manusia diplanet ini.

Kata kunci : Teknologi hijau dan perkembangannya

Menurut karyono (2009) dalam Hidayat (2017) teknologi hijau muncul sebagai konsekuensi hadirnya formulasi komisi PBB, World Commission on Environment and Development (WCED), tahun 1987 mengenai pembangunan berkelanjutan.

Macam Macam Studi Teknologi Hijau

Gambar :  https://greenfreshday.wordpress.com/2013/01/14/teknologi-hijau/











Studi tentang teknologi hijau yang masih terus dikembangkan dan merupakan kecenderungan teknologi di masa datang, antara lain mencakup bidang-bidang, a.l: Energi terbarukan (renewable energy); Bangunan hijau/ramah lingkungan (green building); Kimia hijau (green chemistry) dan Teknologi Nano Hijau (green nanotechnology).
TEKNOLOGI NANO HIJAU
Disini saya hanya akan menjelaskan tentang Teknologi Nano hijau, Teknologi-Nano adalah pembuatan dan penggunaan materi atau devais pada ukuran sangat kecil. Materi atau devais ini berada pada ranah 1 hingga 100 nanometer (nm). Satu nm sama dengan satu-per-milyar meter (0.000000001 m), yang berarti 50.000 lebih kecil dari ukuran rambut manusia. Saintis menyebut ukuran pada ranah 1 hingga 100 nm ini sebagai skala nano (nanoscale), dan material yang berada pada ranah ini disebut sebagai kristal-nano (nanocrystals) atau material-nano (nanomaterials). Skala nano terbilang unik karena tidak ada struktur padat yang dapat diperkecil. Hal unik lainnya adalah bahwa mekanisme dunia biologis dan fisis berlangsung pada skala 0.1 hingga 100 nm. Pada dimensi ini material menunjukkan sifat fisis yang berbeda; sehingga saintis berharap akan menemukan efek yang baru pada skala nano dan memberi terobosan bagi teknologi.
Menurut Kaehler (1994) pengertian dari Nano Teknologi adalah, “Molecular nanotechnology is an engineering discipline in which the goal is to build devices and structures that have every atom in the proper place. By means of this general purpose material-processing technology it will be possible to build almost any rigid, covalently bonded structure. Identical parts will be truly identical, enabling energy conversion and computation systems to have extremely high performance and reliability”

Gambar :http://nanosmartfilter.com/tag/filter-air-limbah-industri-nano-teknologi/

“nanoteknologi molekul adalah disiplin teknik di mana tujuannya adalah untuk membangun perangkat dan struktur yang memiliki setiap atom di tempat yang tepat . Dengan cara tujuan teknologi pengolahan bahan umum ini akan mungkin untuk membangun hampir semua kaku , struktur kovalen . bagian yang identik akan benar-benar identik , memungkinkan sistem konversi energi dan komputasi untuk memiliki kinerja yang sangat tinggi dan kehandalan “.

APLIKASI TEKNOLOGI NANO

Teknologi Nano adalah teknologi masa depan. Diperkirakan dalam 5 tahun kedepan seluruh aspek kehidupan manusia akan menggunakan produk-produk yg menggunakan teknologi nano yg diaplikasikan dalam bidang : 

      1. Medis dan pengobatan
2. Home appliance
3. Farmasi
4. Lingkungan hidup
5. Komputer
      6. Kosmetik
      7. Militer
      8. Tekstil
      9. Konversi energi
 

DAFTAR PUSTAKA
Wibowo, Arif Sony. 2015. Apa Itu Nano Teknologi, https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=4413885301223085724#editor/target=post;postID=9014414797528661306;onPublishedMenu=allposts;onClosedMenu=allposts;postNum=2;src=link
Diakses pada tgl 19-08-2016

Kaehler. 1994. Nanotechnology: basic concepts and definitions, http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/8070103
Diakses pada tgl 19-08-2016

Anonimus. 2016. Teknologi Nano Hijau, https://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_nano_hijau
Diakses pada tgl 19-08-2016

Shidqi, Fauzul. 2015. Teknologi Nano Dan Teknologi Pangan, http://nanotechb.blogspot.co.id/
Diakses pada tgl 19-08-2016

Nuris, Dini. 2013. Teknologi Hijau Solusi Cerdas Bagi Pemanasan Global, http://www.kompasiana.com/dininuris/teknologi-hijau-solusi-cerdas-bagi-pemanasan-global_552931adf17e61824a8b458f
Diakses pada tgl 19-08-2016