.

Tampilkan postingan dengan label @Z19-JENNY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @Z19-JENNY. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Desember 2023

Aplikasi Kimia Organik dalam Kesehatan (Farmasi)

 

Abstrak

Kimia organik mempelajari senyawa yang mengandung karbon, termasuk hidrokarbon dan turunannya. Sumber utama senyawa organik melibatkan kehidupan, seperti tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme. Contoh sumbernya termasuk minyak bumi (hidrokarbon alifatik dan aromatik), tumbuhan yang menghasilkan senyawa organik kompleks seperti glukosa, dan makhluk hidup lainnya yang mengandung senyawa organik esensial seperti protein, lipid, dan asam nukleat.

Selasa, 05 Desember 2023

Elektrokimia : Elektrolisis

 







Elektrokimia: Elektrolisis

Abstrak

Elektrokimia adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari interaksi antara substansi kimia dan arus listrik. Salah satu proses elektrokimia yang penting adalah elektrolisis. Elektrolisis adalah proses di mana arus listrik digunakan untuk menyebabkan reaksi kimia non-spontan dalam sebuah sel elektrokimia. Salah satu contoh elektrolisis yang umum adalah pemisahan air menjadi hidrogen dan oksigen. Pada elektroda negatif (katoda), ion-ion hidrogen menerima elektron dan membentuk hidrogen gas. Di elektroda positif (anoda), ion-ion oksigen melepaskan elektron dan membentuk oksigen gas.

Abstract

Electrochemistry is a branch of chemistry that studies the interaction between chemical substances and electric current. One important electrochemical process is electrolysis. Electrolysis is a process in which an electric current is used to cause a non-spontaneous chemical reaction in an electrochemical cell. One common example of electrolysis is the splitting of water into hydrogen and oxygen. At the negative electrode (cathode), hydrogen ions accept electrons and form gaseous hydrogen. At the positive electrode (anode), oxygen ions give up electrons and form gaseous oxygen.

Keywords

Elektrikimia, ion kompleks, elektrolisis

Pendahuluan

Latar Belakang

Elektrolisis adalah proses kimia yang menggunakan arus listrik untuk memisahkan substansi kimia menjadi komponen-komponennya melalui reaksi redoks. Proses ini terjadi di dalam sel elektrolisis, di mana elektroda terendam dalam larutan elektrolit. Reaksi elektrokimia yang terjadi pada elektrolisis dapat menghasilkan gas, logam, atau senyawa-senyawa lainnya tergantung pada substansi yang diuraikan.

Pada reaksi elektrolisis, terjadi reaksi reduksi pada katoda (kutub negatif) dan reaksi oksidasi pada anoda (kutub positif). Terdapat dua faktor yang mempengaruhi terjadinya elektrolisis yaitu jenis kation-anion yang bereaksi dan jenis elektroda yang digunakan. Terdapat dua jenis elektroda, yaitu elektroda yang tidak ikut bereaksi (elektroda inert) dan elektroda yang ikut bereaksi (elektroda non inert).

Rumusan Masalah:

1. Apa itu Elektrolisis ?

2. Contoh pemanfaatan proses Elektrolisis dalam kehidupan sehari-hari ?

Tujuan:

1. Mengetahui lebih lanjut dari Elektrolisis.

2. Mengetahui contoh dan manfaat dari proses elektrolisis.

Pembahasan

1. Elektrolisis

Elektrolisis adalah proses penguraian suatu elektrolit oleh arus listrik pada sel elektrolisis. Reaksi kimia akan terjadi jika arus listrik dialirkan melalui larutan elektrolit, yaitu energi listrik (arus listrik) diubah menjadi energi kimia (reaksi redoks). Sel elektrolisis tersusun dari tiga komponen utama yaitu katode, anode, dan elektrolit. Katode adalah tempat terjadinya reaksi reduksi yang elektrodanya negatif (-) dan anode adalah tempat terjadinya reaksi oksidasi yang elektrodanya positif (+). Sel elektrolisis dapat digunakan untuk memurnikan logam yang kotor, proses penyepuhan logam menggunakan logam mulia, dan membantu dalam proses produksi aluminium dan natrium

Elektrolisis adalah proses kimia yang menggunakan arus listrik untuk memisahkan substansi kimia menjadi komponen-komponennya melalui reaksi redoks. Proses ini terjadi di dalam sel elektrolisis, di mana elektroda terendam dalam larutan elektrolit. Reaksi elektrokimia yang terjadi pada elektrolisis dapat menghasilkan gas, logam, atau senyawa-senyawa lainnya tergantung pada substansi yang diuraikan.

2. Contoh dan Manfaat pada proses Elektrolisis

Proses elektrolisis memiliki berbagai contoh yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa contoh penggunaan elektrolisis:

1. Pembuatan zat: Elektrolisis digunakan untuk membuat zat kimia seperti aluminium, magnesium, klorin, fluotin, dan natrium dengan reaksi redoks.

2. Penyepuhan logam: Proses penyepuhan logam, seperti penyepuhan logam besi dengan logam perak, digunakan untuk melapisi logam dan mencegah korosi.

3. Pemurnian logam: Elektrolisis digunakan untuk memurnikan logam yang kotor, seperti tembaga dan magnesium.

4. Produksi gas: Proses elektrolisis digunakan dalam metode pembuatan gas oksigen, hidrogen, dan gas klorin di laboratorium.

5. Energi terbarukan: Elektrolisis memungkinkan energi listrik untuk diubah menjadi energi kimia, yang dapat digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti dalam baterai.

Elektrolisis memiliki berbagai manfaat yang membantu menjalankan berbagai kegiatan manusia, mulai dari membuat zat-zat kimia hingga menyediakan energi terbarukan.

Penutup

Dengan memahami proses elektrolisis dan manfaatnya dalam berbagai aplikasi, kita dapat menyimpulkan bahwa elektrolisis merupakan proses yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dari membuat zat-zat kimia hingga menyediakan energi terbarukan, elektrolisis menjadi alat yang tidak dapat dilepas dalam keberbagai bidang seperti farmasi, industri, dan kehidupan bersama. Selamat dan semoga kita dapat menggunakan pengetahuan ini untuk mengembangkan kehidupan lebih berkelanjutan dan menjaga kualitas hidup di sekitar.

Daftar Pustaka

Giancolli.1999. Fisika Edisi Kelima. Jakarta:Erlangga.

Bard, A.J., and Faulkner, L.R.2001. Electrochemical Methods: Fundamentals and Applications. Wiley.

Petrucci, Ralph H.2010. Kimia Dasar.Jakarta.Erlangga.

Sukardjo.2013. Kimia Fisika. Yogyakarta:Rineka Cipta.


Senin, 27 November 2023

Kesetimbangan Kimia: Kesetimbangan Ion Kompleks

 









Kesetimbangan Kimia: Kesetimbangan Ion Kompleks

Abstrak

Kesetimbangan kimia adalah keadaan di mana kedua reaktan dan produk hadir dalam konsentrasi yang tidak memiliki kecenderungan lebih lanjut untuk berubah seiring waktu. Kesetimbangan ion kompleks merujuk pada kesetimbangan yang terjadi dalam larutan ketika ion kompleks (molekul yang mengandung kation logam atau anion) berinteraksi satu sama lain. Reaksi pembentukan ion kompleks terjadi melalui reaksi asam basa Lewis, di mana kation logam bergabung dengan hasil basa Lewis

Abstract

Chemical equilibrium is a state in which both reactants and products are present in concentrations that have no further tendency to change over time. Complex ion equilibrium refers to the equilibrium that occurs in solution when complex ions (molecules containing metal cations or anions) interact with each other. Complex ion formation reactions occur via Lewis acid-base reactions, where a metal cation combines with a Lewis base resulting in

Keywords

Kesetimbangan kimia, ion kompleks, Reaksi asam basa

Pendahuluan

Latar Belakang

Reaksi antara asam dan basa menjadi pusat kimiawi sistem kehidupan, lingkungan, dan berbagai proses industri. Selain itu, Pembentukan ion kompleks melibatkan reaksi asam basa Lewis, di mana kation logam bergabung dengan hasil basa Lewis.

Ion kompleks sangat dibutuhkan dalam proses kimia dan biologi, dan unsur logam yang banyak digunakan untuk membentuk ion kompleks berasal dari golongan transisi. Logam transisi lebih cenderung membentuk ion kompleks karena konfigurasi elektronnya memiliki orbital yang kosong, memungkinkan logam tersebut bertindak sebagai asam Lewis dalam reaksi pembentukan kompleks.

Ion kompleks merupakan ion yang terjadi dari sebuah penggabungan ion logam (terutama logam transisi) dengan satu atau lebih ion/molekul. Komponen yang bergabung dengan ion logam adalah ligan yang biasanya bersifat basa lewis.

Rumusan Masalah:

 Apa itu Kesetimbangan Ion Kompleks?

 Pembentukan Kesetimbangan Ion Kompleks ?

Tujuan:

 Mengetahui apa itu Kesetimbangan Ion Kompleks.

 Mengetahui bagaimana pembentukan Kesetimbangan Ion Kompleks.

Pembahasan

 Kesetimbangan Ion Kompleks

Ion kompleks terbentuk melalui reaksi asam basa Lewis, di mana kation logam bergabung dengan hasil basa Lewis. Ion kompleks merupakan ion yang mengandung kation logam pusat yang terikat pada satu atau lebih molekul atau ion. Logam transisi cenderung membentuk ion kompleks karena memiliki orbital kosong. Contohnya, larutan kobalt (II) klorida memiliki warna merah muda yang dihasilkan dari reaksi dengan ion Co(H2O)62+.

 Kesetimbangan ion kompleks dapat dijelaskan dengan konstanta kesetimbangan K, yang merupakan produk dari konstanta kesetimbangan dari reaksi individu. Perubahan konsentrasi yang dihasilkan dari pembentukan ion kompleks digunakan untuk mencari nilai kelarutan molar AgCl. Ion kompleks juga dapat mempengaruhi warna larutan, misalnya perubahan warna larutan kompleks dari hijau ke biru menunjukkan adanya perubahan kimia.

  Pembentukan Ion Kompleks

Kesetimbangan ion kompleks melibatkan proses pembentukan dan penguraian kompleks logam dengan ligan. Dalam konsep ini, ligan-ligan, yang dapat berupa molekul atau ion dengan pasangan elektron bebas, berinteraksi dengan ion logam untuk membentuk senyawa kompleks. Proses pembentukan dan penguraian ini diatur oleh berbagai faktor, termasuk konsentrasi reagen, kondisi lingkungan, dan sifat-sifat kimia dari ion kompleks tersebut.

Pembentukan Ion Kompleks:

Pembentukan ion kompleks terjadi ketika suatu ion logam berinteraksi dengan molekul atau ion lainnya, membentuk suatu struktur yang kompleks. Koordinasi ion dan ligand, serta stabilitas kompleks, merupakan poin kunci dalam pembentukan ion kompleks.

Kesetimbangan ion kompleks terbentuk melalui reaksi antara ion-ion logam dan ligan (molekul atau ion kompleks). Kesetimbangan ini dijelaskan dengan persamaan reaksi kimia di mana reaktan dan produk memiliki konsentrasi tetap. Keseimbangan ini dipengaruhi oleh nilai konstanta kesetimbangan (K).

Contoh untuk reaksi pembentukan kompleks :

Ag+ + 2 NH3   Ag(NH3)2+

Kform = Ag(NH3)2+/[Ag+][NH3]2

Dimana Kform adalah tetapan stabilitas atau tetapan pembentukan

Kform = 1/(K inst)

(K inst adalah tetapan instabilitas)

Tabel Harga dari K form dan K inst dari beberapa senyawa kompleks pada suhu 25°



Penutup

Dengan memahami kesetimbangan ion kompleks, kita dapat merinci proses-proses kompleks yang terjadi di dalam larutan, termasuk reaksi kompleksasi, perubahan warna, dan aktivitas katalitik. Lebih dari itu, pemahaman ini juga relevan dalam konteks aplikasi teknologi, seperti dalam industri dan lingkungan.

Seiring dengan berkembangnya pengetahuan kita tentang kesetimbangan ion kompleks, terbuka peluang untuk penelitian lebih lanjut dan pengembangan aplikasi baru. Penggabungan konsep ini dengan teknologi modern dapat membawa dampak positif dalam berbagai bidang, seperti pengolahan air, pengembangan obat-obatan, dan pemurnian logam.

Daftar Pustaka

Giancolli.1999. Fisika Edisi Kelima. Jakarta:Erlangga.

Huheey, J.E., Keiter, E.A., & Keiter, R.L. 1993. Inorganic Chemistry: Principles of Structure and Reactivity. New York: HarperCollins.

Petrucci, Ralph H.2010. Kimia Dasar.Jakarta.Erlangga.

Sukardjo.2013. Kimia Fisika. Yogyakarta:Rineka Cipta.

https://www.scribd.com/presentation/360631007/Kelarutan-Dan-Kesetimbangan-Ion-Kompleks


Selasa, 14 November 2023

Teori Asam Basa: Sifat Asam dan Sifat Basa

 







Sifat Asam dan Sifat Basa

Abstrak

Sifat asam dan sifat basa adalah dua sifat yang paling mudah dikenali dalam zat kimia. Sifat asam, seperti nama, disebutkan dari kata "asam" yang berarti masam, sementara sifat basa disebutkan dari kata "basa" yang berarti pahit. Kita dapat mengenali asam dan basa dariRasanya. Namun, kita dilarang mengenali asam dan basa dengan cara mencicipi karena care tersebut bukan merupakan cara yang aman untuk mengidentifikasi asam dan basa yang baik dan aman dapat dengan menggunakan indikator. Indikator yaitu suatu bahan yang dapat bereaksi dengan asam, basa, atau garam sehingga akan menimbulkan perubahan warna

Abstract

Acidic properties and basic properties are two of the most easily recognizable properties in chemicals. Acidic properties, as the name suggests, are mentioned from the word "acid" which means sour, while basic properties are mentioned from the word "base" which means bitter. We can recognize acids and bases by their taste. However, we are prohibited from recognizing acids and bases by tasting because care is not a safe way to identify acids and bases that are good and safe can be by using indicators. An indicator is a material that can react with acids, bases, or salts so that it will cause a color change.

Keywords

Sifat Zat Kimia, Basa, Asam

Pendahuluan

Latar Belakang

Reaksi antara asam dan basa menjadi pusat kimiawi sistem kehidupan, lingkungan, dan berbagai proses industri. Selain itu, reaksi ini dapat menghasilkan air dan garam, yang disebutkan dengan penggaraman. Asam dan basa memiliki dampak yang signifikan dalam berbagai bidang, seperti industri kimia, makanan, kesehatan, dan lingkungan.

Contoh asam dalam kehidupan sehari-hari meliputi jeruk, lemon, dan cuka, sementara contoh basa meliputi soda kue, air sabun, dan amonia. Reaksi antara asam dan basa dapat ditempatkan melalui tingkat keasaman (pH) suatu zat, di mana zat asam berada pH lebih rendah daripada 7, dan zat basa berada pH lebih tinggi daripada 7.

Para ahli kimia mendefinisikan, suatu zat dalam larutan airnya berasa asam, dapat merubah warna lakmus biru menjadi merah dapat menetralkan basa, begitu juga basa dapat didefinisikan zat larutannya dalam air terasa pahit, merubah lakmus merah menjadi biru, terasa licin seperti sabun dan dapat menetralkan asam.

Senyawa asam dan basa merupakan larutan elektrolit. Larutan tersebut dikenal pula karena memiliki ciri yang khas, Yaitu berupa asam dan memiliki rasa yang masam, sedangkan basa merupakan senyawa yang memiliki rasa pahit, serta memiliki tekstur licin apabila dipegang. Contohnya seperti pasta gigi, kapur sirih bahkan hingga detergen. 

Rumusan Masalah:

1. Apa itu asam ?

2. Apa itu basa ?

Tujuan:

1. Mengetahui apa itu sifat asam.

2. Mengetahui lebih lanjut tentang sifat basa zat kimia.

Pembahasan

1. Sifat Asam

Asam merupakan salah satu penyusun dari berbagai bahan makanan dan minuman misalnya cuka, keju, dan buah-buahan. Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang dalam air akan melepaskan ion H+. Jadi, pembawa sifat asam adalah ion H+ (ion hidrogen), sehingga rumus kimia asam selalu mengandung atom hidrogen. lon adalah atom atau sekelompok atom yangbermuatan listrik. Kation adalah ion yang bermuatan listrik positif. Adapun anion adalah ion yang bermuatan listrik negatif Sifat khas lain dari asam adalah dapat bereaksi dengan berbagai bahan seperti logam, marmer, dan keramik. Reaksi antara asam dengan logam bersifat korosif. Contohnya, logam besi dapat bereaksi cepat dengan asam klorida (HCl) membentuk Besi (Il) klorida (FeCI2).

Asam dikelompokkan dalam 2 golongan, yaitu asam organik dan asam Anorganik. Asam organik umumnya bersifat Asam lemah, korosif, dan banyak terdapat di alam. Asam anorganik umumnya bersifat asam Kuat dan korosif. Karena sifat-sifatnya itulah, maka asam-asam anorganik banyak digunakan diberbagai kebutuhan manusia.

Teori Asam Basa Bronsted -Lowry

Teori asam basa Bronsted-Lowry merupakan teori asam basa untuk menyempurnakan kekurangan pada teori Arrhenius. dengan keterbatasan pelarut, yaitu hanya pelarut air saja, tidak dapat menjelaskan reaksi dari asam basa yang terjadi pada fase cair, gas, serta fase padat. Dalam teori asam basa yang dicetuskan oleh Bronsted dan Lowry, ada istilah berupa asam basa konjugat dimana asam konjugat tersebut adalah senyawa yang ada pada bagian kanan maupun reaksi yang mendapatkan tambahan dari satu atom hidrogen dari reaktan. Sedangkan yang dimaksud dengan basa konjugat merupakan senyawa yang ada pada bagian kanan reaksi dan kehilangan satu atom hidrogen dari reaktannya. Sebetulnya semua asam Arrhenius merupakan asam Bronsted dan Lowry serta semua basa Bronsted Lowry mengandung OH adalah basa Arrhenius.

1. Sifat Senyawa Asam

Senyawa asam memiliki sifat sebagai berikut:

1) Senyawa asam dapat menghasilkan ion H+atau ion hidrogen apabila dilarutkan dalam air.

2) Bersifat elektrolit dan mampu menghantarkan arus listrik.

3) Asam dapat menghasilkan gas hidrogen (H2)ketika bereaksi dengan unsur maupun senyawa logam.

4) Cenderung memiliki rasa masam atau asam.

5) Memiliki sifat merusak atau korosif.

6) Senyawa asam dapat mengubah warna kertas lakmus biru menjadi warna merah.

2. Sifat basa

Dalam keadaan murni, basa umumnya berupa Kristal padat dan bersifat kaustik. Beberapa Produk rumah tangga seperti deodoran, obat Maag (antacid) dan sabun serta deterjen mengandung basa. Basa adalah suatu senyawa yang jika dilarutkan dalam air (larutan) dapat melepaskan Ion Hidroksida (OH-). Oleh karena itu, semua rumus kimia basa umumnya mengandung gugus OH. Jika diketahui rumus kimia suatu basa, maka untuk memberi nama Basa, cukup dengan menyebut nama logam dan diikuti kata hidroksida.

2. Sifat Senyawa Basa

Senyawa basa memiliki sifat sebagaai berikut:

1) Senyawa basa dapat menghasilkan ion OH atau ion hidroksil apabila dilarutkan dalam air.

2) Senyawa basa memiliki sifat elektrolit atau mampu menghantarkan arus listrik.

3) Cenderung memiliki rasa pahit.

4) Memiliki sifat kaustik serta dapat merusak kulit.

5 Basa memiliki tekstur licin serta bersabun.

Senyawa basa mampu mengubah warna kertas

6) Merubah lakmus merah menjadi warna biru.


Penutup

Dengan demikian, Titik leleh adalah suhu di mana zat padat berubah menjadi cair, sementara titik beku adalah suhu di mana cairan berubah menjadi padat. Dan perubahan wujud zat terjadi karena adanya penyerapan kalor sehingga terbentuklah 3 wujud zat yaitu Cair, Gas, dan Padat.

Daftar Pustaka

Petrucci, Ralph H.2010. Kimia Dasar.Jakarta.Erlangga.

Giancolli. Fisika Edisi Kelima. Jakarta:Erlangga, 1999.

Sukardjo. Kimia Fisika. Yogyakarta:Rineka Cipta, 2013.

Satriawan,D Wahidtn, Chusnur Rahml, Rahmawati, Anisa A,N, Sanda L, Fitriyah L,A, Astuti,D.Kimia: Asam, Basa Dan Larutan Penyangga.2023.PT Global Eksekutif Teknologi.


Senin, 06 November 2023

Titik Leleh dan Beku Zat Padat

 







Titik Leleh dan Titik Beku Zat Padat

Abstrak

Perubahan wujud zat yaitu perubahan termodinamika dari satu fase benda Ke keadaan wujud yang lain. Perbedaan fase ini didasari oleh perbedaan kualitatif dalam sifat baik dengan keadaan padatan zat untuk mempertahankan bentuk dan volumenya. Wujud zat berubah ketika titik tertentu tercapai oleh asam atau senyawa zat tersebut. Titik leleh adalah suhu di mana zat padat berubah menjadi cair. Sementara itu, titik beku adalah suhu di mana cairan berubah menjadi zat padat

Abstract

A change in the state of a substance is a thermodynamic change from one phase of a body to another. This phase difference is based on qualitative differences in good properties with the solid state of the substance to maintain its shape and volume. The form of a substance changes when a certain point is reached by the acid or compound of the substance. Melting point is the temperature at which a solid substance turns into a liquid. Meanwhile, freezing point is the temperature at which a liquid turns into a solid.

Keywords

Wujud Zat, Zat Padat, Titik Leleh, Titik Beku

Pendahuluan

Latar Belakang

Perubahan wujud zat yaitu perubahan termodinamika dari satu fase benda Ke keadaan wujud yang lain. Wujud zat merupakan bentuk-bentuk berbeda yang didapatkan dari berbagai materi berlainan. Pada dasarnya perbedaan fase ini didasari oleh perbedaan kualitatif dalam sifat baik dengan keadaan padatan zat untuk mempertahankan bentuk dan volumenya. Dalam keadaan cairan zat mempertahankan volume tetapi menyesuaikan dengan wadah tersebut. Sedangkan Pada keadaan gas zat mengembang untuk menempati volume yang tersedia.

Perubahan wujud zat dapat terjadi karena adanya peristiwa dan penyerapan kalor. Wujud zat berubah ketika titik tertentu tercapai oleh asam atau senyawa zat tersebut yang biasnya zat tersebut dapat dikuantitaskan dalam angka dan suhu, misalnya pada air untuk menjadi padat harus mencapai titik bekunya dan air menjadi gas dengan harus mencapai titik didihnya. Selain itu, wujud zat juga dapat didefinisikan sebagai keadaan fase. Sebuah transisi fase menandakan perubahan struktur dan dapat dikenali dari perbedaan drastis dari sifat-sifatnya. Perbedaan Wujud zat ini merupakan tiap keadaan termodinamika yang diberikan dari sebuah Transisi fase. Perubahan wujud zat terbagi atas tiga yaitu zat padat, cair dan gas

Rumusan Masalah:

1. Apa itu wujud zat padat ?

2. Penjelasan tentang titik leleh dan titik beku pada zat padat ?

Tujuan:

1. Mengetahui apa itu wujud zat padat.

2. Mengetahui lebih lanjut tentang titik leleh dan beku pada zat padat.

Pembahasan

1. Wujud Zat Padat

Zat padat adalah zat yang mempunyai bentuk dan volume tetap. Zat padat tersusun atas partikel-partikel yang teratur dan mempunyai jarak antarpartikel yang sangat rapat. Gaya tarik-menarik antara partikel zat padat sangat kuat. Hal Ini menyebabkan partikel tidak dapat bergerak secara bebas untuk berpindah tempat, Keadaan ini menyebabkan zat padat dapat mempertahankan bentuk dan volumenya sehingga zat padat selalu mempunyai bentuk dan volume yang tetap contohnya kayu, batu dan besi. ciri-cirinya yaitu memiliki letak Molekul yang sangat rapat, molekulnya berdekatan, molekul penyusunnya sangat kuat sehingga gaya tarik antar molekul sangat kuat, gerakan molekulnya sangat terbatas.

2. Titik Leleh dan Titik Beku

Titik leleh (titik beku) suatu zat adalah temperatur pada fase padat dan cair ada dalam kesetimbangan. Jika kesetimbangan semacam itu diganggu dengan menambahkan atau menarik energi panas, sistem akan berubah Membentuk lebih banyak zat cair atau lebih banyak zat padat. Namun temperatur akan tetap pada titik leleh selama kedua fase itu masih ada (Petrucci, 2010: 1).

Titik leleh adalah suhu di mana zat padat berubah menjadi cair. Sementara itu, titik beku adalah suhu di mana cairan berubah menjadi zat padat

Penutup

Dengan demikian, Titik leleh adalah suhu di mana zat padat berubah menjadi cair, sementara titik beku adalah suhu di mana cairan berubah menjadi padat. Dan perubahan wujud zat terjadi karena adanya penyerapan kalor sehingga terbentuklah 3 wujud zat yaitu Cair, Gas, dan Padat.

Daftar Pustaka

Petrucci, Ralph H.2010. Kimia Dasar.Jakarta.Erlangga.

Nurbury, J.W.2000. Elementary Mechanics &Thermodynamics. Physics Department University of Wisconsin-Milwaukee, Wilwaukee.

Giancolli. Fisika Edisi Kelima. Jakarta:Erlangga, 1999.

Sukardjo. Kimia Fisika. Yogyakarta:Rineka Cipta, 2013.


Selasa, 24 Oktober 2023

Hukum Gas Ideal

 







Hukum Gas Ideal

Abstrak

Hukum gas ideal adalah dasar pemahaman sifat-sifat gas dalam ilmu kimia dan fisika. Artikel ini membahas konsep hukum gas ideal, yang dijelaskan dalam persamaan (PV = nRT), serta asumsi-asumsi yang mendasarinya. Hukum gas ideal menggambarkan perilaku ideal gas dalam kondisi tertentu, di mana partikel gas dianggap sebagai titik dan tidak ada interaksi tarik-menarik antara mereka. Hukum ini memiliki aplikasi luas dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari dan industri, membantu kita dalam perhitungan tekanan, volume, dan suhu gas. Pemahaman hukum gas ideal adalah langkah awal penting dalam memahami sifat-sifat gas yang ada di sekitar kita.

Abstract

This article is about The Ideal Gas Law, also known as Avogadro's Law, is a fundamental concept in the fields of chemistry and physics, serving as a critical framework for understanding the behavior of gases. Discovered by the Italian scientist Amedeo Avogadro in the 19th century, the Ideal Gas Law is a cornerstone in comprehending the properties of gases

Keywords

Hukum gas, gas ideal, avogrado

Pendahuluan

Latar Belakang

Persamaan keadaan yang paling sederhana yaitu persamaan gas ideal. Satu jenis gas dikatakan ideal apabila gaya tarik-menarik antar molekul gas diabaikan.

Gas akan berbentuk sesuai dengan wadah/objek yang ditempatinya, semakin besar massa suatu gas maka akan semakin besar pula volumenya. Massa suatu gas biasanya dinyatakan dalam jumlah mol.

Perbedaan diantara Massa gas dan masa molekul yaitu jika pada massa gas digunakan untuk menyatakan ukuran zat sedangkan massa molekul adalah massa yang diukur pada skala relatifnya.

Misalnya pada suatu balon atau alat penyemprot dimasukkan gas atau udara maka akan banyak udara atau gas yang masuk kedalamnya sehingga volume udara/gas meningkat dan balon membesar.

Menurut anonymous pada bukunya yang berjudul ideal gas law menyebutkan bahwa Gas ideal didefinisikan sebagai satu bagian dari seluruh tumbukkan yang terjadi antara atom-atom yang elastik sempurna, dimana gaya tarik antar molekul diabaikan karena begitu kecilnya molekul tersebut

Rumusan Masalah:

  Apa itu Hukum Gas Ideal ?

Tujuan:

 Mengetahui apa itu Hukum Gas Ideal

Pembahasan

1. Hukum Gas Ideal

Pada sembarang gas yang memiliki massa jenis cukup rendah, maka tekanan(p) dikaitkan pada suhu (T) dan volume (V) dengan pola yang spesifik. Gas yang diperlakukan seperti itu dinamakan gas ideal. Dan persamaan yang mengkaitkan kuantitas ini dinamakan hukum gas ideal. Digunakan istilah ideal karena gas riil tidak mengikuti hukum gas ideal dengan tepat, terutama pada tekanan tinggi atau ketika gas dekat dengan titik cair atau titik didih.

Hukum gas ideal sebenarnya mengikhtisarkan tiga macam eksperimen yang menghasilkan tiga hukum gas yaitu hukum Boyle-Mariotte, hukum Charles, dan hukum Gay-Lussac.

Hukum boyle “jika suhu suatu gas dijaga konstan, maka tekanan gas akan berbanding terbalik dengan volumenya” atau isotermal.



Hukum Charles “jika tekanan suatu gas dijaga konstan, maka volume gas akan sebanding suhu mutlaknya” atau isobar.



Hukum Gay-Lussac “jika volume suatu gas dijaga konstan, tekanan gas akan sebanding dengan suhu mutlaknya” atau isokhorik.



Hukum gas ideal adalah model idealisasi yang digunakan untuk menggambarkan perilaku gas dalam kondisi tertentu. Terdapat tiga asumsi utama dalam hukum gas ideal:

1. Partikel gas ideal tidak memiliki volume (titik) dan tidak saling berinteraksi secara tarik -menarik.

2. Tidak ada energi kinetik yang hilang dalam tumbukan antarpartikel gas.

3. Gas ideal berperilaku sesuai hukum ideal pada semua tekanan dan suhu.

Hukum gas ideal dapat diungkapkan dalam bentuk persamaan umum:

[PV = nRT]

Di mana:

- (P) adalah tekanan gas (dalam pascal, Pa).

- (V) adalah volume gas (dalam liter, L).

- (n) adalah jumlah mol gas.

- (R) adalah konstanta gas universal (\(8.314 \, J/(mol \cdot K)\)).

- (T) adalah suhu gas (dalam kelvin, K).

Hukum gas ideal digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk perhitungan tekanan dan volume gas dalam kondisi tertentu. Ini juga menjadi dasar untuk mengembangkan model-model gas yang lebih kompleks, seperti hukum gas non-ideal.

Dalam kehidupan sehari-hari, pemahaman hukum gas ideal membantu kita dalam situasi seperti mengisi tangki gas kendaraan, pemahaman proses pembekuan nitrogen cair, dan banyak aplikasi industri lainnya.

Penutup

Dengan demikian, hukum gas ideal adalah konsep kunci dalam ilmu kimia dan fisika yang membantu kita memahami perilaku gas dalam berbagai situasi, dari laboratorium hingga kehidupan sehari-hari. Dan juga merupakan dasar hukum dari penemuan isobar, isotermal, dan isokhorik.

Daftar Pustaka

Anonymous, 2009. Ideal Gas Law., Intruction Manual and Experiment Guide for the Pasco scientific, USA.

Nurbury, J.W.2000. Elementary Mechanics &Thermodynamics. Physics Department University of Wisconsin-Milwaukee, Wilwaukee.

Souisa, M. (2011).Penentuan Jumlah Mol dalam Selinder dan Bola Menggunakan Hukum Boyle-Mariotte.Jurnal Matematika FMIPA, 5(1), 41-45.

https://www.google.com/amp/s/katadata.co.id/amp/safrezi/berita/614aa50f2a14c/rumus-persamaan-teori-kinetik-gas-dan-sifat-sifat-gas-ideal


Senin, 09 Oktober 2023

Ikatan Logam

 








Jenny utamy putry
41623010039


Ikatan Logam

 

 

 

Abstrak

 

Ikatan logam adalah salah satu tipe ikatan kimia yang sangat penting dalam kimia. Materi ini mencakup struktur, sifat, dan aplikasi ikatan logam dalam berbagai konteks. Pada dasarnya, ikatan logam terbentuk karena adanya elektron bebas yang bergerak dalam jaringan kristal logam. Ini menghasilkan sifat-sifat seperti konduktivitas listrik yang tinggi, keuletan, dan titik lebur yang rendah.

Dalam ikatan logam, atom-atom logam bersatu dalam jaringan tiga dimensi yang terorganisir dengan baik, dengan elektron valensi yang terbagi di antara atom-atom tersebut. Elektron bebas ini memungkinkan logam untuk menghantarkan listrik dengan sangat baik, yang merupakan salah satu alasan mengapa logam digunakan dalam kabel listrik dan komponen elektronik.

Selain itu, ikatan logam memiliki sifat-sifat mekanis yang luar biasa. Mereka mampu ditekuk, datary, dan dibentuk dengan mudah tanpa patah atau retak, sehingga mereka digunakan dalam pembuatan berbagai barang, dari kendaraan hingga peralatan rumah tangga.

 

Keywords

Ikatan kimia, ikatan logam, Lautan elektron,

 

Pendahuluan

 

Latar Belakang  

 


Salah satu petunjuk dalam pembentukan ikatan kimia adalah adanya suatu golongan unsur yang sulit membentuk senyawa kimia. Unsur ini termasuk golongan gas mulia. Ikatan Kimia mengacu pada gaya atau kekuatan yang mempertahankan atom-atom bersama dalam bentuk molekul atau senyawa kimia. Ikatan logam memiliki sifat konduktivitas listrik dan panas yang tinggi, serta kekuatan dan kekerasan yang besar.

Rumusan Masalah:

1.       Apa itu Ikatan Logam ?

2.       Contoh Ikatan Logam ?

 

Tujuan:

1.      Mengetahui apa itu Ikatan logam

2.      Mengetahui  apa saja yang termasuk ikatan logam


 

 


Pembahasan

 

1.      Ikatan Logam

 

Ikatan logam adalah ikatan kimia antara dua atau lebih atom logam yang terbentuk melalui pemakaian elektron valensi dari atom logam yang terlibat. Ikatan ini memiliki sifat konduktivitas listrik dan panas yang tinggi serta kekuatan yang kuat. Contoh ikatan logam antara tembaga dan timah dapat ditemukan pada komposit matrik logam Cu-10%wtSn. Selain itu, ikatan logam juga dapat terbentuk pada proses pengelasan logam. Ikatan logam bukanlah ikatan ion maupun ikatan kovalen. Salah satu teori yang dikemukakan untuk menjelaskan ikatan logam adalah Teori Lautan Eleltron

 

2.      Contoh Ikatan Logam

Misal untuk logam besi. Logam besi mengandung atom besi (Fe). Kedudukan elektron valensi dari suatu atom besi sebenarnya saling tumpang tindih dengan tempat kedudukan elektron valensi dari atom-atom besi (Fe) lain.

Tumpang tindih antar elektron valensi ini memungkinkan elektron valensi dari setiap atom Fe bergerak bebas dalam ruang antara ion-ion Fe+ membentuk lautan elektron. Karena muatannya berlawanan (Fe²+ dan 2 e-), maka terjadi gaya tarik menarik antara ion-ion Fe+ dan elektron-elektron bebas.





 

 

Fenomena Ikatan Logam yang paling sering terlihat disekitar kita adalah pada saat mengasah besi.

Karena ikatan logam tersebut, besi tidak langsung hancur ketika besi diasah sekalipun, tapi semakin diasah semakin menipis.

 

 

 

Penutup

 

Dengan pemahaman tentang Ikatan Kimia maka tentunya kita akan mengenal Ikatan Logam dan juga dapat mengetahui contoh penjelasan seperti apa proses dalam ikatan logam juga fenomena yang dapat kita ketahui melalui Ikatan Logam. Dengan pemahaman yang mendalam tentang ikatan logam, ilmuwan dan insinyur dapat merancang material logam yang lebih baik dan memahami bagaimana mengoptimalkan sifat-sifat mereka untuk berbagai aplikasi. Ini menjadikan ikatan logam sebagai bagian penting dari dunia teknologi dan industri modern.

 

 

Daftar Pustaka

 

Sulastri dan RFI Rahmayani. 2017. Kimia Dasar 1. Penerbit Syah Kuala University Press. Banda Aceh.  Dalam :   https://rp2u.usk.ac.id/uploads/Sulastri_buku.pdf

Suyanta.2019.Buku Ajar Kimia Dasar.UGM Press

Yusnidar, Yusuf. 2018. Kimia Dasar. Penerbit EduCenter Indonesia, Jakarta. 2018. Dalam : http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/1238/1/BUKU%20AJAR%20KIMIA%20DASAR%20FIX.pdf 

 M Hasan, Z Fitri, RFI Rahmayani.2017.Ikatan Kimia.Syiah Kuala University Press.

  https://www.academia.edu/28235622/Ikatan_Logam_Ikatan_Hidrogen_dan_Ikatan_Van_Der_Wals

 

 

 

 


Senin, 02 Oktober 2023

Perhitungan Mol

 

Jenny Utamy Putry 41623010039






Perhitungan Mol

 

 

Abstrak

 

Untuk menyatakan jumlah penyusun suatu zat, digunakan suatu satuan jumlah zat yaitu mol. Satu mol zat ialah sejumlah zat yang mengandung 6.0225×10²³ butir partikel (sejumlah bilangan avogrado). Konsep mol adalah salah satu dasar dalam kimia yang digunakan untuk mengukur jumlah zat dalam skala mikroskopis. Mol merupakan singkatan dari molekul.

 

Keywords

Stoikiometri, Mol, Perhitungan atom, Molekul

 

Pendahuluan

 

Latar Belakang  

 

Bilangan Avogrado adalah konstanta fundamental dalam kimia yang digunakan untuk menghubungkan partikel dengan massa dalam satuan mol. Konsep mol digunakan dalam berbagai aspek kimia, termasuk perhitungan stoikiometri, reaksi kimia, pembuatan resep dalam  laboratorium, dan pemahaman tentang komposisi zat. Bagaimanakah penjelasan lebih lanjut mengenai  konsep mol dalam perhitungan stoikiometri.


 

Rumusan Masalah:

1.       Apa itu perhitungan mol ?

2.      Bagaimana peran konsep mol didalam perhitungan stoikiometri ?

 

Tujuan:

1.      Mengetahui apa itu perhitungan mol

2.      Mengetahui peran konsep mol dalam stoikiometri


 

 


Pembahasan

 

1.      Perhitungan Mol

Konsep Mol memungkinkan kita untuk menghitung jumlah mol dalam sebuah zat berdasarkan massa zat tersebut dan massa molekulernya.

Rumus yang digunakan adalah:

Jumlah Mol (mol) = Massa zat (gram) / Massa Molekuler (g/mol)

 

Ruang lingkup konsep mol juga mencakup perhitungan massa molekuler suatu zat yang merupakan jumlah massa atom-atom dalam molekul tersebut. Massa molekuler diukur dalam satuan dalton. Massa atomik adalah massa rata-rata dari isotop-isotop yang ada dalam unsur tersebut.

 

Misalnya, jika anda memiliki 2 mol hidrogen (H2) dan 1 mol oksigen (O²), anda dapat menggunakan konsep mol untuk mengetahui bahwa dalam reaksi kimia, 2 mol hidrogen akan bereaksi dengan 1 mol oksigen untuk membentuk 2 mol air (H²O)

 

Contoh Soal 1: Terdapat 45 gram natrium (Na). Berapa jumlah mol natrium dalam sampel ini?

Langkah 1: Temukan massa molar natrium di tabel periodik unsur. Massa Molar Na = 22.99 g/mol

Langkah 2: Gunakan rumus mol: Mol Na = Massa Zat (gram) / Massa Molar (gram/mol) Mol Na = 45 g / 22.99 g/mol ≈ 1.96 mol

Jadi, ada sekitar 1.96 mol natrium dalam sampel 45 gram.

 

2.      Perhitungan Stoikiometri

 

Stoikiometri berasal dari bahasa Yunani yaitu ”stoicheon”artinya unsur, dan ”metrei” artinya mengukur. Jadi, stoikiometri berarti mengukur unsur-unsur. Pengertian unsur-unsur dalam hal ini adalah partikel-pertikel atom, ion, molekul atau elektron yang terdapat dalam unsur atau senyawa yang terlibat dalam reaksi kimia. Stoikiometri menyangkut cara (perhitungan kimia) untuk menimbang dan menghitung zat-zat kimia. Dengan kata lain stoikiometri adalah perhitungan kimia yang menyangkut hubungan kuantitatif zat yang terlibat dalam reaksi kimia.Top of Form

Amadeo Avogadro merupakan pakar kimia yang berasal dari Italia. Berdasarkan fakta yang ditemukan oleh Gay-Lussac pada tahun 1811 ia mengajukan hipotesis barunya saat itu. Hipotesis Avogadro dikenal dengan nama “teori molekul”. Hipotesis Avogado menyatakan bahwa “Gas-gas yang volumenya sama, jika diukur pada suhu dan tekanan sama, mengandung jumlah molekul yang sama”

Hipotesis ini didasarkan pada sejumlah material yang berasal dari jenis gas yang sama dengan volume yang berbeda dan pada material gas yang volumenya sama tetapi jenis gasnya berbeda.

n gas I = n gas II






 

Avogadro menyatakan bahwa bagian terkecil dari suatu materi itu tidak selalu merupakan atom tunggal, tetapi dapat juga merupakan kumpulan atom yang dinamakan dengan molekul. Pada reaksi antara gas hidrogen dan gas klorin menghasilkan dua buah molekul hidogen klorida. Bermakna bahwa molekul hidrogen dan moleku klorin terdiri dari dua buah atom sejenis. Dengan penjelasan ini, hipoteis molekul dari avogadro dapat diterima, dan dikenal sebagai teori molekul. Satu molekul apa saja mengandung sebanyak 6,02 x 1023 jumlah partikel.

Contoh:

Bila N adalah bilangan Avogadro sama dengan 6,02 x 1023, maka

berapa jumlah moleku air yang terkandung dalam 0,5 mol air?

Jawaban :

1 mol suatu senyawa = 6,02 x 1023 molekul,

0,5 mol = 0,5 mol x 6,02 x 1023 = 3,01 x 1023 molekul

 

 

Penutup

 

Dengan pemahaman tentang perhitungan mol, kita sekarang memiliki alat yang kuat untuk mengukur jumlah partikel dalam suatu zat dan melakukan berbagai perhitungan kimia yang penting dalam laboratorium dan dunia nyata. Konsep mol sangat penting dalam stoikiometri, yang berkaitan dengan perhitungan kimia. Dengan menggunakan perbandingan jumlah mol, kita dapat memprediksi jumlah reagen yang diperlukan dan prosuk yang akan dihasilkan dalam suatu reaksi kimia. Oleh karena itu ilmu perhitungan mol seharusnya perlu dikuasi agar dapat mengimplementasikannya.


Soal 

1. Sebuah padatan beratnya 10 gram. Hitunglah jumlah mol atom tersebut jika massa atomnya adalah 2 gram/mol !

Jawab

1. Langkah pertama adalah mencari tahu berat molar (massa atom relatif) dari unsur yang terkandung dalam contoh tersebut. Dalam kasus ini, berat molar adalah 2 gram/mol.

2. Selanjutnya, kita perlu menghitung jumlah mol dengan rumus:

   Jumlah Mol (n) = Berat Contoh (m) / Berat Molar (M)

   

   Jadi, n = 10 gram / 2 gram/mol = 5 mol


 

Daftar Pustaka

 

Sulastri dan RFI Rahmayani. 2017. Kimia Dasar 1. Penerbit Syah Kuala University Press. Banda Aceh.  Dalam :   https://rp2u.usk.ac.id/uploads/Sulastri_buku.pdf

Suyanta.2019.Buku Ajar Kimia Dasar.UGM Press

Yusnidar, Yusuf. 2018. Kimia Dasar. Penerbit EduCenter Indonesia, Jakarta. 2018. Dalam : http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/1238/1/BUKU%20AJAR%20KIMIA%20DASAR%20FIX.pdf 

ADB Simangunsong, EP Pane - Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 2021 - edukatif.org

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



 

 

 

 

 

 


Senin, 25 September 2023

Sifat Periodisitas Unsur : Warna dan Sifat Spektroskopis

 

Jenny Utamy Putry

41623010039








Sifat Periodisitas Unsur : Warna dan Sifat Spektroskopis

Abstrak

 

Unsur-unsur didapatkan dalam berbagai wujud dan dapat berupa atom, ion, serta senyawa. Suatu unsur dapat memiliki beberapa isotop dengan nomor atom yang sama. Bila unsur-unsur dikelompokkan atas dasar kemiripan sifat, baik sifat atom maupun senyawanya, dihasilkanlah sistem periodik. Kimia telah mencapai perkembangan yang sangat cepat dalam usaha memahami sifat semua unsur. Sistem periodik unsur telah memainkan peran yang sangat penting dalam penemuan zat baru, serta klasifikasi dan pengaturan hasil akumulasi pengetahuan kimia. Sistem periodik merupakan tabel terpenting dalam kimia dan memegang peran kunci dalam perkembangan sains material. Berdasarkan jenis penyusunan atomiknya senyawa anorganik diklasifikasikan atas senyawa molekular dan padatan.

Keywords

Periodik, unsur periodik, nomor atom, sifat periodisitas

Pendahuluan

 

Latar Belakang  

 

Keyakinan yang sudah lama ada, yakni bahwa semua zat terdiri atas atom, dilihat dari rentang waktu sejarah baru saja dibuktikan; walaupun unsur-unsur, seperti karbon, belerang, besi, tembaga, perak, emas, raksa, timbal, dan timah, telah lama dianggap berperilaku mirip atom. Tepatnya apa yang menyusun unsur telah dikenali dengan tumbuhnya kimia modern sejak masa


alkemi, dan sekitar 25 unsur telah dikenal di abad ke-18. Sekitar 60 unsur telah dikenali di      pertengahan abad ke-19, dan periodisitasnya telah diamati pula.

Salah satu tujuan penentuan kelimpahan unsur-unsur di alam semesta adalah dalam rangka mengungkap misteri mengenai asal usul unsur yang juga berarti asal usul alam semesta.


 

Rumusan Masalah:

1.      Apa itu sifat periodisitas unsur?

2.      Apa maksud dari sifat periodisitas unsur warna dan spektroskopis?

Tujuan:

1.      Mengetahui pengertian/penjelasan mengenai sifat periodisitas unsur

2.      Mengetahui penjelasan mengenai salah satu sifat periodisitas unsur yaitu warna  & spektroskopis

Pembahasan

 

1.      Sifat Periodisitas Unsur

Sifat periodik adalah sifat yang berubah secara beraturan sesuai dengan kenaikkan nomor atom, yaitu dari kiri ke kanan dalam satu periode, atau dari atas ke bawah sesuai golongan.

Henry Moseley pada tahun 1913 menyatakan bahwa sifat kimia unsur adalah fungsi dari nomor atom. Apabila unsur-unsur diurutkan sesuai dengan kenaikan nomor atom maka akan mengalami pengulangan sifat unsur secara periodik. Sifat periodisitas unsur adalah pola berulang yang membantu kita memahami bagaimana sifat-sifat unsur berubah sesuai dengan peningkatan nomor atom atau posisi unsur dalam tabel periodik.

Sifat periodisitas ini terkait dengan lokasi unsur dalam tabel periodik. Beberapa sifat periodis yang paling penting meliputi:

·         Ukuran Atom

·         Energi Ionisasi

·         Afinitas Elektron

·         Sifat Kimia

·         Reaktivitas

·         Titik didih dan Titik leleh

 

2.      Warna dan Sifat Spektroskopis berkaitan dengan sifat periodisitas unsur 

·        Warna unsur dalam keadaan padat atau dalam senyawa bisa bervariasi berdasarkan elektron-elektron dalam atom. Beberapa unsur dan senyawa tertentu memiliki warna yang khas atau karakteristik. Misalnya, unsur natrium (Na) memiliki cahaya kuning karakteristik saat terbakar. Warna ini disebabkan oleh perpindahan elektron-elektron dalam atom saat mereka berpindah ke tingkat energi yang lebih tinggi dan kemudian kembali ke tingkat energi yang lebih rendah. Ini menghasilkan pancaran cahaya dengan panjang gelombang tertentu, yang kita lihat sebagai warna.

·         Spektroskopi adalah teknik yang digunakan untuk memeriksa interaksi cahaya dengan materi, termasuk unsur-unsur. Dalam spektroskopi, cahaya (biasanya cahaya tampak atau cahaya elektromagnetik lainnya) diarahkan ke sampel, dan kemudian cahaya yang tersebar atau diserap oleh sampel dianalisis. Setiap unsur atau senyawa memiliki spektrum yang unik, yang berarti mereka akan menyerap atau mengemisikan cahaya pada panjang gelombang tertentu. Ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi unsur atau senyawa dalam sampel.

Spektrum emisi adalah spektrum cahaya yang dipancarkan oleh unsur atau senyawa saat elektron-elektron mereka berpindah dari tingkat energi yang lebih tinggi ke tingkat energi yang lebih rendah. Ini sering digunakan dalam analisis spektroskopi untuk mengidentifikasi unsur-unsur dalam sampel.Spektrum serapan adalah spektrum cahaya yang diserap oleh unsur atau senyawa saat elektron-elektron mereka menyerap energi dan berpindah ke tingkat energi yang lebih tinggi. Ini juga digunakan dalam spektroskopi untuk menganalisis senyawa-senyawa kimia.

Sifat-sifat ini terkait dengan distribusi elektron dalam atom dan energi yang diperlukan atau dilepaskan saat elektron berpindah antara tingkat energi. Oleh karena itu, sifat periodisitas unsur seperti energi ionisasi, afinitas elektron, dan struktur elektronik juga dapat memengaruhi cara unsur berinteraksi dengan cahaya dan menciptakan spektrum cahaya yang unik. 


 Penutup

Sifat periodisitas unsur adalah pola perubahan yang teratur antara sifat-sifat kimia dan fisika,unsur-unsur kimia dalam tabel periodik. Ini adalah pola berulang yang membantu kita memahami bagaimana sifat-sifat unsur berubah sesuai dengan peningkatan nomor atom atau posisi unsur dalam tabel periodik. Keterkaitan diantara sifat periodisitas unsur dengan warna dan sifat spektroskopis ternyata dapat dikembangkan dan menjadi bahan penelitian baru bahwa kemungkinan bukan hanya warna dan spektroskopis yang memiliki keterkaitan dengan sifat periodisitas tentunya sesuatu yang memiliki atom bisa jadi berhubungan dengan sifat periodisitas unsur.

Daftar Pustaka

 

Taro S.2004.Buku Tes Kimia Anorganik Online.Iwamani shoten

Indayatmi.2021.Analisis Anorganik.Alif Gemilang Pressindo.

Suyanta.2019.Buku Ajar Kimia Dasar.UGM Press

Lestario N L.2017.Antosianin.UGM Press

H Sastrohamidjojo.2018.Dasar-dasar Spektoskopi.UGM Press

  Soal 

1. Apa tujuan memahami sifat-sifat periodisitas?

2. Berapa banyak unsur kimia dalam tabel periodik?

jawab

1.  Memprediksi sifat unsur, klasifikasi unsur, merancang reaksi kimia

2. Ada 118 unsur kimia yang telah diidentifikasi dan ditemukan hingga saat ini