.

Tampilkan postingan dengan label " Tugas Pekan 8 ". Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label " Tugas Pekan 8 ". Tampilkan semua postingan

Senin, 20 November 2023

TEORI ASAM BASA : PERHITUNGAN pH

PERHITUNGAN PH


Oleh : Bagus Julian Tri Kusuma (@Z20-BAGUS)

Abstrak

Materi berikut ini membahas adalah tentang Asam dan Basa. Sebagaimana larutan elektrolit yang dibedakan atas elektrolit kuat dan elektrolit lemah, maka larutan asam dan larutan basa yang merupakan larutan elektrolit juga dibedakan atas asam-basa kuat dan asam basa lemah. Perbedaan kekuatan larutan asam-basa ini dipengaruhi oleh banyak sedikitnya ion-ion pembawa sifat asam dan ion-ion pembawa sifat basa yang dihasilkan saat terionisasi.

Kata kunci : kimia, asam dan basa, eletrolit, larutan, ion-ion.

Pendahuluan

istilah pH pertama kali dicetuskan oleh seorang ahli biokimia asal Denmark bernama Soren Peter Lauritz Sorensen pada tahun 1909. pH adalah kepanjangan dari Potential Hydrogen. Potensial berasal dari kata bahasa Jerman “potenz” yang berarti kekuatan. Dan Hydrogen adalah salah satu unsur di alam. Sehingga, pH sering dikatakan juga sebagai Kekuatan Hidrogen atau Power of Hydrogen.

 

Rumusan Masalah

A. Apa yang dimaksud pH ?

B. Jelaskan Rumus Dasar pH ?

C. Jelaskan Rumus Asam dan Basa Kuat ?

D. Jelaskan Rumus Asam dan Basa Lemah ?

 

Pembahasan

A. Pengertian pH

pH adalah jumlah konsentrasi ion hidrogen (H+) pada larutan yang menyatakan tingkat keasaman dan kebebasan yang dimiliki. pH asam adalah nilai pH yang lebih 7. Semakin kecil nilai pH-nya, maka akan semakin asam larutan tersebut. Sehingga, jika suatu larutan menunjukkan ph = 4 kemungkinan larutan tersebut berupa larutan asam. Adapun pH basa adalah nilai pH yang lebih besar dari 7. Semakin besar nilai pH-nya, maka akan semakin basa larutan tersebut. Sehingga, ika suatu larutan mempunyai ph 9 larutan tersebut merupakan basa.

pH meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kadar asam – bassa dalam suatu larutan. Jika larutan yang dibaca memiliki nilai pH antar 1 – 6, maka larutan tersebut tergolong larutan asam. Jika terbaca 7 maka tergolong larutan netral. Kemudian, jika terbaca 8-14 berarti tergolong larutan basa.

Berdasarkan pengertian asam basa ARRHENIUS, suatu senyawa bersifat asam dalam air karena adanya ion H+ . Sedangkan senyawa bersifat basa dalam air karena adanya ion OH- . Arrhenius mengemukakan suatu teori dalam disertasinya (1883).

 

B. Rumus Dasar pH

1. Rumus pH

pH = -log[H+]

Semakin rendah nilai pH, semakin asam larutan tersebut.

2. Rumus pOH

pOH = -log[OH-]

Semakin rendah nilai pOH, semakin basa larutan tersebut.

3. Konstanta disosiasi asam (Ka)

Ka = [H+][A-]/[HA]

Semakin besar nilai Ka, semakin besar kemampuan asam untuk melepaskan ion H+.

4. Konstanta disosiasi basa (Kb)

Kb = [BH+][OH-]/[B]

Semakin besar nilai Kb, semakin besar kemampuan basa untuk menerima ion H+.

 

C. Rumus Asam dan Basa Kuat

1. Asam Kuat

asam kuat melepaskan ion hidrogen ketika dilarutkan dalam air hingga terionisasi secara sempurna.

Contoh asam kuat adalah HCl.

Dalam air, HCl akan terionisasi sempurna dengan persamaan reaksi sebagai berikut:

HCl (l)  H+ (aq) + Cl- (aq)

Rumus :

dengan :    

a = banyak H+ yang diikat  

Ma = Molaritas asam  


2. Basa Kuat

Basa kuat adalah zat yang dalam air terionisasi sempurna dan melepaskan ion OH-.

Contoh basa kuat adalah NaOH.

Rumus :

Dengan :                    

b = banyak OH-  yang diikat

Mb = Molaritas basa  

 

D. Rumus Asam dan Basa Lemah

1. Asam Lemah

Asam lemah adalah zat yang dalam air terionisasi sebagian dan melepaskan ion H+. Karena terionisasi sebagian (0 < α < 1), maka larutan asam lemah juga merupakan larutan elektrolit lemah.

Contoh asam lemah adalah CH3COOH. Dalam air, CH3COOH akan terionisasi sebagian dengan persamaan reaksi sebagai berikut :

CH3COOH (aq) ==> CH3COO- (aq) + H+ (aq)

Karena reaksinya merupakan reaksi kesetimbangan, maka reaksi ionisasi asam lemah memiliki tetapan kesetimbangan yang disebut Ka.

Rumus :  




[H+] =  α . Ma

α = √(Ka/Ma)  

dengan :

Ka = Tetapan ionisasi asam

Ma = Molaritas asam

α = derajat ionisasi


2. Basa Lemah

Basa lemah adalah zat yang dalam air terionisasi sebagian dan melepaskan ion OH-.

Karena terionisasi sebagian (0 < α < 1), maka larutan asam lemah juga merupakan larutan elektrolit lemah.

Contoh basa lemah adalah NH4OH.

Dalam air, NH4OH akan terionisasi sebagian dengan persamaan reaksi sebagai berikut:

NH4OH (aq)  ===>  NH4+ (aq) + OH- (aq)

Rumus :  

[OH-] =  α . Mb    

α = √(Kb/Mb)  

dengan :  

Kb = Tetapan ionisasi basa

Mb = Molaritas basa

α = derajat ionisasi

 

Kesimpulan

Asam adalah zat yang dalam air menghasilkan ion H+

 dan basa adalah zat yang dalam airterionisasi menghasilkan ion OH-

 

Daftar Pustaka

Ihsanto, E., Hidayat, S., 2014, Rancang Bangun Sistem Pengukuran pH Meter Dengan Menggunakan Mikrokontroler Arduino Uno, Jurnal Teknik Elektro, Vol. 5 No. 3, hal 136-146.

Kustanti, I., 2014, Pengendalian Kadar Keasaman (pH) Pada Sistem Hidroponik Stroberi Menggunakan Kontroler PID Berbasis Arduino Uno, Media Neliti, Vol. 2 No. 1, hal 1-6.

Selasa, 14 November 2023

Teori Asam Basa: Sifat Asam dan Sifat Basa

 







Sifat Asam dan Sifat Basa

Abstrak

Sifat asam dan sifat basa adalah dua sifat yang paling mudah dikenali dalam zat kimia. Sifat asam, seperti nama, disebutkan dari kata "asam" yang berarti masam, sementara sifat basa disebutkan dari kata "basa" yang berarti pahit. Kita dapat mengenali asam dan basa dariRasanya. Namun, kita dilarang mengenali asam dan basa dengan cara mencicipi karena care tersebut bukan merupakan cara yang aman untuk mengidentifikasi asam dan basa yang baik dan aman dapat dengan menggunakan indikator. Indikator yaitu suatu bahan yang dapat bereaksi dengan asam, basa, atau garam sehingga akan menimbulkan perubahan warna

Abstract

Acidic properties and basic properties are two of the most easily recognizable properties in chemicals. Acidic properties, as the name suggests, are mentioned from the word "acid" which means sour, while basic properties are mentioned from the word "base" which means bitter. We can recognize acids and bases by their taste. However, we are prohibited from recognizing acids and bases by tasting because care is not a safe way to identify acids and bases that are good and safe can be by using indicators. An indicator is a material that can react with acids, bases, or salts so that it will cause a color change.

Keywords

Sifat Zat Kimia, Basa, Asam

Pendahuluan

Latar Belakang

Reaksi antara asam dan basa menjadi pusat kimiawi sistem kehidupan, lingkungan, dan berbagai proses industri. Selain itu, reaksi ini dapat menghasilkan air dan garam, yang disebutkan dengan penggaraman. Asam dan basa memiliki dampak yang signifikan dalam berbagai bidang, seperti industri kimia, makanan, kesehatan, dan lingkungan.

Contoh asam dalam kehidupan sehari-hari meliputi jeruk, lemon, dan cuka, sementara contoh basa meliputi soda kue, air sabun, dan amonia. Reaksi antara asam dan basa dapat ditempatkan melalui tingkat keasaman (pH) suatu zat, di mana zat asam berada pH lebih rendah daripada 7, dan zat basa berada pH lebih tinggi daripada 7.

Para ahli kimia mendefinisikan, suatu zat dalam larutan airnya berasa asam, dapat merubah warna lakmus biru menjadi merah dapat menetralkan basa, begitu juga basa dapat didefinisikan zat larutannya dalam air terasa pahit, merubah lakmus merah menjadi biru, terasa licin seperti sabun dan dapat menetralkan asam.

Senyawa asam dan basa merupakan larutan elektrolit. Larutan tersebut dikenal pula karena memiliki ciri yang khas, Yaitu berupa asam dan memiliki rasa yang masam, sedangkan basa merupakan senyawa yang memiliki rasa pahit, serta memiliki tekstur licin apabila dipegang. Contohnya seperti pasta gigi, kapur sirih bahkan hingga detergen. 

Rumusan Masalah:

1. Apa itu asam ?

2. Apa itu basa ?

Tujuan:

1. Mengetahui apa itu sifat asam.

2. Mengetahui lebih lanjut tentang sifat basa zat kimia.

Pembahasan

1. Sifat Asam

Asam merupakan salah satu penyusun dari berbagai bahan makanan dan minuman misalnya cuka, keju, dan buah-buahan. Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang dalam air akan melepaskan ion H+. Jadi, pembawa sifat asam adalah ion H+ (ion hidrogen), sehingga rumus kimia asam selalu mengandung atom hidrogen. lon adalah atom atau sekelompok atom yangbermuatan listrik. Kation adalah ion yang bermuatan listrik positif. Adapun anion adalah ion yang bermuatan listrik negatif Sifat khas lain dari asam adalah dapat bereaksi dengan berbagai bahan seperti logam, marmer, dan keramik. Reaksi antara asam dengan logam bersifat korosif. Contohnya, logam besi dapat bereaksi cepat dengan asam klorida (HCl) membentuk Besi (Il) klorida (FeCI2).

Asam dikelompokkan dalam 2 golongan, yaitu asam organik dan asam Anorganik. Asam organik umumnya bersifat Asam lemah, korosif, dan banyak terdapat di alam. Asam anorganik umumnya bersifat asam Kuat dan korosif. Karena sifat-sifatnya itulah, maka asam-asam anorganik banyak digunakan diberbagai kebutuhan manusia.

Teori Asam Basa Bronsted -Lowry

Teori asam basa Bronsted-Lowry merupakan teori asam basa untuk menyempurnakan kekurangan pada teori Arrhenius. dengan keterbatasan pelarut, yaitu hanya pelarut air saja, tidak dapat menjelaskan reaksi dari asam basa yang terjadi pada fase cair, gas, serta fase padat. Dalam teori asam basa yang dicetuskan oleh Bronsted dan Lowry, ada istilah berupa asam basa konjugat dimana asam konjugat tersebut adalah senyawa yang ada pada bagian kanan maupun reaksi yang mendapatkan tambahan dari satu atom hidrogen dari reaktan. Sedangkan yang dimaksud dengan basa konjugat merupakan senyawa yang ada pada bagian kanan reaksi dan kehilangan satu atom hidrogen dari reaktannya. Sebetulnya semua asam Arrhenius merupakan asam Bronsted dan Lowry serta semua basa Bronsted Lowry mengandung OH adalah basa Arrhenius.

1. Sifat Senyawa Asam

Senyawa asam memiliki sifat sebagai berikut:

1) Senyawa asam dapat menghasilkan ion H+atau ion hidrogen apabila dilarutkan dalam air.

2) Bersifat elektrolit dan mampu menghantarkan arus listrik.

3) Asam dapat menghasilkan gas hidrogen (H2)ketika bereaksi dengan unsur maupun senyawa logam.

4) Cenderung memiliki rasa masam atau asam.

5) Memiliki sifat merusak atau korosif.

6) Senyawa asam dapat mengubah warna kertas lakmus biru menjadi warna merah.

2. Sifat basa

Dalam keadaan murni, basa umumnya berupa Kristal padat dan bersifat kaustik. Beberapa Produk rumah tangga seperti deodoran, obat Maag (antacid) dan sabun serta deterjen mengandung basa. Basa adalah suatu senyawa yang jika dilarutkan dalam air (larutan) dapat melepaskan Ion Hidroksida (OH-). Oleh karena itu, semua rumus kimia basa umumnya mengandung gugus OH. Jika diketahui rumus kimia suatu basa, maka untuk memberi nama Basa, cukup dengan menyebut nama logam dan diikuti kata hidroksida.

2. Sifat Senyawa Basa

Senyawa basa memiliki sifat sebagaai berikut:

1) Senyawa basa dapat menghasilkan ion OH atau ion hidroksil apabila dilarutkan dalam air.

2) Senyawa basa memiliki sifat elektrolit atau mampu menghantarkan arus listrik.

3) Cenderung memiliki rasa pahit.

4) Memiliki sifat kaustik serta dapat merusak kulit.

5 Basa memiliki tekstur licin serta bersabun.

Senyawa basa mampu mengubah warna kertas

6) Merubah lakmus merah menjadi warna biru.


Penutup

Dengan demikian, Titik leleh adalah suhu di mana zat padat berubah menjadi cair, sementara titik beku adalah suhu di mana cairan berubah menjadi padat. Dan perubahan wujud zat terjadi karena adanya penyerapan kalor sehingga terbentuklah 3 wujud zat yaitu Cair, Gas, dan Padat.

Daftar Pustaka

Petrucci, Ralph H.2010. Kimia Dasar.Jakarta.Erlangga.

Giancolli. Fisika Edisi Kelima. Jakarta:Erlangga, 1999.

Sukardjo. Kimia Fisika. Yogyakarta:Rineka Cipta, 2013.

Satriawan,D Wahidtn, Chusnur Rahml, Rahmawati, Anisa A,N, Sanda L, Fitriyah L,A, Astuti,D.Kimia: Asam, Basa Dan Larutan Penyangga.2023.PT Global Eksekutif Teknologi.


Faktor yang Mempengaruhi Kekuatan Asam dan Basa : Ikatan Hidrogen


Abstrak

Ikatan hidrogen adalah gaya tarik antar-molekul yang terjadi antara atom hidrogen yang terikat dengan atom sangat elektronegatif seperti nitrogen (N), oksigen (O), atau fluorin (F). Ikatan ini memiliki peran penting dalam sifat-sifat asam dan basa suatu senyawa. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan pengertian ikatan hidrogen, faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatannya, serta dampaknya pada sifat asam dan basa.


Pendahuluan

Asam dan basa merupakan dua golongan zat kimia yang sangat penting. Sifat asam-basa dari suatu larutan dapat ditunjukkan dengan mengukur nilai pH-nya. pH adalah parameter yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman larutan. Larutan asam memiliki pH lebih kecil dari 7, sedangkan larutan basa memiliki pH lebih besar dari 7. Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana ikatan hidrogen mempengaruhi sifat asam dan basa suatu molekul. Mari kita eksplorasi lebih lanjut tentang faktor-faktor yang memengaruhi kekuatan asam dan basa pada ikatan hidrogen. 


Penjelasan

Kekuatan asam dan basa dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah ikatan hidrogen. Ikatan hidrogen adalah ikatan kimia yang terbentuk karena adanya gaya tarik menarik antara atom hidrogen yang terikat pada atom elektronegatif dengan atom elektronegatif lainnya. Ikatan hidrogen dapat terjadi antara molekul yang sama atau berbeda, atau antara gugus fungsional dalam satu molekul. Ikatan hidrogen memengaruhi sifat fisik dan kimia senyawa, seperti titik didih, titik leleh, kelarutan, dan keasaman.


Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan ikatan hidrogen antara lain:

- Elektronegatifitas. Elektronegatifitas adalah kecenderungan suatu atom untuk menarik pasangan elektron yang akan digunakan untuk membentuk suatu ikatan. Semakin besar elektronegatifitas suatu atom, semakin kuat ikatan hidrogen yang terbentuk. Contohnya, ikatan hidrogen antara molekul HF (elektronegatifitas F = 4,0) lebih kuat daripada ikatan hidrogen antara molekul HI (elektronegatifitas I = 2,5).

- Jari-jari atom. Jari-jari atom adalah ukuran suatu atom yang ditentukan oleh jarak antara inti atom dengan elektron terluar. Semakin besar jari-jari atom, semakin lemah ikatan hidrogen yang terbentuk. Contohnya, ikatan hidrogen antara molekul HF (jari-jari atom H = 25 pm, F = 64 pm) lebih kuat daripada ikatan hidrogen antara molekul HI (jari-jari atom H = 25 pm, I = 133 pm).

- Struktur molekul. Struktur molekul adalah bentuk tiga dimensi suatu molekul yang ditentukan oleh susunan atom-atom dan ikatan-ikatan dalam molekul tersebut. Struktur molekul memengaruhi kemampuan suatu molekul untuk membentuk ikatan hidrogen dengan molekul lain. Semakin mudah suatu molekul membentuk ikatan hidrogen, semakin kuat ikatan hidrogen yang terbentuk. Contohnya, molekul air (H2O) memiliki struktur molekul yang bengkok, sehingga atom hidrogen dan oksigen dapat membentuk ikatan hidrogen dengan molekul air lainnya. Molekul metana (CH4) memiliki struktur molekul yang tetrahedral, sehingga atom hidrogen dan karbon tidak dapat membentuk ikatan hidrogen dengan molekul metana lainnya.


Kekuatan ikatan hidrogen memengaruhi kekuatan asam dan basa, karena ikatan hidrogen menentukan kemudahan suatu molekul untuk melepaskan atau menerima ion hidrogen (H+). Asam adalah senyawa yang dapat melepaskan ion hidrogen, sedangkan basa adalah senyawa yang dapat menerima ion hidrogen. Kekuatan asam dan basa dapat diukur dengan menggunakan skala pH, yang merupakan ukuran konsentrasi ion hidrogen dalam larutan. Semakin rendah pH suatu larutan, semakin asam larutan tersebut. Semakin tinggi pH suatu larutan, semakin basa larutan tersebut.


Contoh pengaruh ikatan hidrogen terhadap kekuatan asam dan basa adalah sebagai berikut:

- Asam biner. Asam biner adalah senyawa yang terdiri dari atom hidrogen dan atom non-logam lainnya. Contohnya adalah asam halida (HX), asam sulfida (H2S), dan asam nitrida (HN3). Kekuatan asam biner sangat bergantung pada kekuatan ikatan hidrogen dengan atom non-logamnya. Semakin kuat ikatan hidrogennya, semakin lemah asam biner tersebut. Contohnya, asam fluorida (HF) memiliki ikatan hidrogen yang sangat kuat, sehingga asam fluorida merupakan asam biner yang paling lemah. Asam iodida (HI) memiliki ikatan hidrogen yang sangat lemah, sehingga asam iodida merupakan asam biner yang paling kuat.

- Asam oksigen. Asam oksigen adalah senyawa yang terdiri dari atom hidrogen, atom oksigen, dan atom non-logam lainnya. Contohnya adalah asam karboksilat (RCOOH), asam sulfat (H2SO4), dan asam fosfat (H3PO4). Kekuatan asam oksigen sangat bergantung pada jumlah atom oksigen yang terikat pada atom non-logamnya. Semakin banyak atom oksigennya, semakin kuat asam oksigen tersebut. Contohnya, asam asetat (CH3COOH) memiliki satu atom oksigen yang terikat pada atom karbon, sehingga asam asetat merupakan asam oksigen yang lemah. Asam sulfat (H2SO4) memiliki empat atom oksigen yang terikat pada atom sulfur, sehingga asam sulfat merupakan asam oksigen yang kuat.

- Basa oksigen. Basa oksigen adalah senyawa yang terdiri dari atom hidrogen, atom oksigen, dan atom logam atau non-logam lainnya. Contohnya adalah hidroksida (OH-), karbonat (CO3 2-), dan amonia (NH3). Kekuatan basa oksigen sangat bergantung pada kekuatan ikatan hidrogen dengan atom oksigen atau atom non-logamnya. Semakin kuat ikatan hidrogennya, semakin lemah basa oksigen tersebut. Contohnya, hidroksida (OH-) memiliki ikatan hidrogen yang sangat lemah, sehingga hidroksida merupakan basa oksigen yang paling kuat. Amonia (NH3) memiliki ikatan hidrogen yang sangat kuat, sehingga amonia merupakan basa oksigen yang lemah.


Contoh molekul asam kuat, asam lemah, basa kuat, dan basa lemah adalah sebagai berikut:

- Asam kuat: Asam kuat adalah asam yang terionisasi secara sempurna dalam larutan air, sehingga melepaskan semua ion hidrogen (H+) yang dimilikinya. Contoh molekul asam kuat adalah asam nitrat (HNO3), asam sulfat (H2SO4), dan asam klorida (HCl).

- Asam lemah: Asam lemah adalah asam yang terionisasi secara sebagian dalam larutan air, sehingga hanya melepaskan sebagian ion hidrogen (H+) yang dimilikinya. Contoh molekul asam lemah adalah asam asetat (CH3COOH), asam fluorida (HF), dan asam sitrat (C6H8O7).

- Basa kuat: Basa kuat adalah basa yang terionisasi secara sempurna dalam larutan air, sehingga melepaskan semua ion hidroksida (OH-) yang dimilikinya. Contoh molekul basa kuat adalah natrium hidroksida (NaOH), kalium hidroksida (KOH), dan kalsium hidroksida (Ca(OH)2).

- Basa lemah: Basa lemah adalah basa yang terionisasi secara sebagian dalam larutan air, sehingga hanya melepaskan sebagian ion hidroksida (OH-) yang dimilikinya. Contoh molekul basa lemah adalah amonia (NH3), aluminium hidroksida (Al(OH)3), dan besi (III) hidroksida (Fe(OH)3).


Pembentukan Larutan Asam. 

HNO3 adalah contoh asam kuat yang jika larut dalam air akan melepaskan semua ion hidrogennya. Ion-ion hidrogen yang terlepas ini akan berikatan dengan molekul air dan membentuk ion hidronium (H3O+). Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:


HNO3 + H2O -> H3O+ + NO3-


Ion hidronium (H3O+) ini yang memberikan sifat asam pada larutan, karena dapat menurunkan pH larutan. Semakin banyak ion hidronium yang terbentuk, semakin asam larutan tersebut. 


Pembentukan Larutan Basa.

NaOH adalah contoh basa hidroksida yang jika larut dalam air akan melepaskan ion hidroksida atau OH-. Ion hidroksida yang terlepas ini akan berikatan dengan molekul air dan membentuk ion hidroksida (OH-) yang bebas. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:


NaOH + H2O -> Na+ + OH- + O


Ion hidroksida (OH-) ini yang memberikan sifat basa pada larutan, karena dapat meningkatkan pH larutan. Semakin banyak ion hidroksida yang terbentuk, semakin basa larutan tersebut. Ion hidroksida juga dapat bereaksi dengan ion hidrogen atau asam untuk membentuk air dan garam. Misalny


OH- + H+ -> H


Reaksi ini disebut reaksi netralisasi, karena menghasilkan larutan yang bersifat netral atau memiliki pH 7. 


Kesimpulan.

- Ikatan hidrogen adalah ikatan kimia yang memengaruhi sifat fisik dan kimia senyawa, termasuk kekuatan asam dan basa.

- Kekuatan ikatan hidrogen dipengaruhi oleh elektronegatifitas, jari-jari atom, dan struktur molekul.

- Kekuatan asam dan basa dapat diukur dengan skala pH, yang menunjukkan konsentrasi ion hidrogen dalam larutan.

- Contoh asam kuat, asam lemah, basa kuat, dan basa lemah adalah HNO3, CH3COOH, NaOH, dan NH3.

- Larutan asam dan basa bersifat destruktif, tetapi memiliki perbedaan dalam pH, rasa, efek terhadap indikator, dan reaksi terhadap logam, lemak, dan minyak.


Soal

1. Sebutkan contoh Molekul asam dan basa!

-HNO3(asam) dan NaOH(basa)

2. Sebutkan Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan ikatan hidrogen!

- Elektronegatifitas, Jari-jari atom, dan Struktur molekul