.

Tampilkan postingan dengan label @Z12-RAFLI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @Z12-RAFLI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Desember 2023

Senyawa Dasar dalam Kimia Organik (Hidrokarbon, Alkana, Alkena, Alkuna)

 Rafli Imam Madluthfi (@Z12-RAFLI)

Abstrak

Dalam artikel ini, berfokus pada perngertian senyawa,ciri, sifat senyawa, dan senyawa dasar dalam kimia organik, yaitu hidrokarbon, alkana, alkena, dan alkuna. Kimia organik merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari dan memiliki berbagai aplikasi dalam berbagai bidang. Oleh karena itu, penting untuk memahami struktur dan sifat kimia dasar ini.

Sabtu, 09 Desember 2023

Elektrokimia : Aplikasi Baterai dan Sel Bahan Bakar


Rafli Imam Madluthfi (@Z12-RAFLI)

Abstrak

Artikel ini membahas tentang aplikasi baterai dan sel bahan bakar dalam kehidupan sehari-hari. Baterai dan sel bahan bakar telah menjadi komponen penting dalam teknologi modern, digunakan dalam berbagai perangkat elektronik, kendaraan listrik, dan aplikasi energi terbarukan. Artikel ini akan membahas perkembangan terkini dalam teknologi baterai dan sel bahan bakar, serta aplikasi praktisnya.

Pendahuluan

Baterai dan sel bahan bakar adalah sumber daya energi yang penting dalam masyarakat modern. Mereka digunakan dalam berbagai aplikasi, mulai dari ponsel dan laptop hingga kendaraan listrik dan penyimpanan energi terbarukan. Dengan perkembangan teknologi yang pesat, aplikasi baterai dan sel bahan bakar terus berkembang dan semakin penting dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat.

Rumusan Masalah

·       Jenis-jenis baterai

·       Prinsip kerja baterai

·       Teknologi sel bahan bakar

 

Tujuan

·       Mengetahui jenis-jenis baterai

·       Mengetahui prinsip kerja baterai

·       Mengetahui teknologi sel bahan bakar

Pembahasan

  • Baterai primer adalah baterai sekali pakai yang tidak bisa diisi ulang karena reaksi kimianya bersifat irreversible (tidak dapat dibalikkan).

 


  • Baterai zinc-carbon Baterai zinc –cabon terbuat dari seng dan karbon sebagai bahan utamanya. Seng digunakan sebagai pembukus baterai sekaligus wadah elektroda negatif. Sedangkan karbon berbentuk batang ditengah baterai digunakan sebagai elektroda positif. Contoh baterai zinc-carbon adalah baterai berbentuk tabung yang digunakan untuk jam dinding.

 


  • Baterai alkalin, baterai alkalin menghasilkan tiga hingga lima kali energi lebih banyak dari baterai zinc-carbon dengan ukuran yang sama. Sehingga baterai alkalin jauh lebih tahan lama daripada baterai zinc-carbon.

 


  •  Baterai sekunder Baterai sekunder adalah baterai yang bida dipakai berkali-kali atau diisi ulang. Hal tersebut memungkinkan karena reaksi elektrokimia dalam baterai sekunder bersifat reversible (bolak-balik).

 



  •   Baterai nikel-kadmium (NiCd) Baterai NiCd adalah baterai yang katodanya terbuat dari logam nikel, sedangkan anodanya terbuat dari kadmium yang digulung berlapis dengan lapisan pemisah di antara keduanya. Baterai NiCd mengeluarkan lebih banyak daya dari baterai alkalin dan dapat diisi ulang sebanyak 1000 kali.

 


  • Baterai litium-ion (Li-Ion) Baterai Li-Ion adalah baterai yang paling sering digunakan dalam alat elektronik portable seperti ponsel pintar dan juga laptop. Hal ini dikarenakan baterai Li-Ion menghasilkan listrik dalam jumlah besar, tegangan yang konstan, hemat daya, dan juga jauh lebih ringan dibanding jenis baterai sekunder lainnya.


  • Baterai asam-timbal Baterai asam timbal adalah baterai yang terdiri dari ksida timbal sebagai elektroda positif dan timbal sebagai elektroda negatif yang tersendam dalam larutan asam H2SO4. Bateri asam-timbal menghasilkan tegangan dan arus yang tinggi sehingga digunakan untuk menyalakan mesin kendaraan bermotor seperti, mobil, motor, dantruk.

 




Prinsip kerja baterai

Baterai bekerja dengan dua cara yang berbeda namun berkesinambungan, yaitu prinsip pengisian dan pengosongan. Prinsip pengisian adalah mekanisme konvensi energi listrik untuk disimpan ke dalam bentuk energi kimia. Dalam pengisian, baterai yang telah digunakan energi kimianya diisi ulang agar dapat kembali menghasilkan listrik. Prinsip pengosongan adalah mekanisme konvensi energi kimia menjadi energi listrik. Pada pengosongan, energi kimia dipecah dengan cara elektrokimia menjadi energi listrik. Energi listrik dilepaskan ke perangkat elektronik, sedangkan energi kimia menjadi kosong atau habis.

 

Teknologi sel bahan bakar

Teknologi sel bahan bakar (fuel cell) menawarkan tenaga listrik yang bersih, efisien, andal untuk hampir semua perangkat yang membutuhkan tenaga listrik. Fuel cell digunakan dalam berbagai aplikasi portabel, stasioner, dan transportasi, mulai dari pengisi baterai, pemanas rumah, dan listrik mobil. Fuel cell merupakan peralatan konversi energi (mesin) yang cocok diterapkan sebagai energi alternatif untuk kendaraan modern sebagai teknologi hijau. Berbeda dengan mesin berbasis minyak dan gas alam, fuel cell dengan hidrogen tidak menghasilkan emisi carbon. Pengembangan kendaraan fuel cell menjadi konsentrasi produsen otomotif untuk mendorongnya sebagai kendaraan komersial.

Fuel cell adalah suatu perangkat konversi energi yang bekerja seperti baterai, dimana keduanya menghasilkan listrik dari proses reaksi elektrokimia. Baik fuel cell maupun baterai mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Selama proses reaksi berlangsung juga menghasilkan energi lain dalam bentuk kalor. Contoh susunan fuel cell disajikan dalam gambar di depan, dimana hidrogen akan bereaksi dengan oksigen dengan bantua katalis untuk menghasilkan muatan listrik.



Baterai menyediakan listrik dalam kapasitas tertentu dan ketika muatan listrik habis atau berkurang dapat dilakukan pengisian (re-charging) melalui sumber listrik eksternal untuk mendorong reaksi elektrokimia dalam arah sebaliknya. Di sisi lain, fuel cell hanya dapat bekerja jika ada suplai energi kimia dari luar dan dapat bekerja tanpa batas jika suplai energi kimia tidak diputus.

Hidrogen (H2) dan Oksigen (O2) adalah dua jenis sumber kimia sebagai energi pemasok pada fuel cell. Hidrogen umumnya disebut sebagai bahan bakar, meskipun tidak ada reaksi pembakaran yang terjadi  ketika tidak ada oksigen. Selama oksidasi, atom hidrogen bereaksi dengan atom oksigen untuk membentuk air dengan sangat efiesien. Selama proses, elektron dilepaskan dan mengalir melalui sirkuit eksternal dan menghasilkan arus listrik.

Fuel cell memiliki variasi model dan sistem kerja yang beragam, mulai dari perangkat kecil yang memproduksi listrik hanya beberapa watt, sampai ke pembangkit listrik besar yang mampu memproduksi listik dalam kapasitas megawatt. Namun demikian, semua fuel cell tetap berbasis pada desain dasar, yaitu proses elektrokimia menggunakan dua buah elektroda yang dipisahkan oleh elektrolit yang membawa partikel bermuatan listrik. Untuk mempercepat reaksi pada kedua elektroda, pada fuel cell ditambahkan dengan katalis.

                            

Kesimpulan

Baterai dan sel bahan bakar memiliki peran yang penting dalam masyarakat modern, dan aplikasinya terus berkembang dengan pesat. Meskipun terdapat beberapa tantangan dalam pengembangan teknologi ini, perkembangan terkini menjanjikan solusi yang inovatif dan berkelanjutan. Dengan terus mendorong inovasi dan investasi dalam penelitian dan pengembangan, kita dapat memanfaatkan potensi penuh dari baterai dan sel bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat di masa depan.

Daftar Pustaka

Zheng j., Masa Depan Teknologi Baterai, sciencedirect.com, https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0921344919300230.

Concordia University, Sel Bahan Bakar, users.encs.concordia.ca, https://users.encs.concordia.ca/~pillay/fuel-cells.html.

Setiyo M. Sel Bahan Bakar (fuel cell), muji.blog.unimma.ac.id, https://muji.blog.unimma.ac.id/sel-bahan-bakar-fuel-cell/.

Utami S.N. , Gischa S., Baterai: Definisi, Jenis, Fungsi, dan Prinsipnya, kompas.com, https://www.kompas.com/skola/read/2021/09/06/124328469/baterai-definisi-jenis-fungsi-dan-prinsipnya?page=all#:~:text=Fungsi%20baterai,tanpa%20harus%20tersambung%20ke%20listrik

Senin, 27 November 2023

REFRIGASI DAN POMPA PANAS

 

  RAFLI IMAM M. (@Z12-RAFLI)

Abstrak

Artikel ini membahas tentang termodinamika, yaitu ilmu yang mempelajari hubungan antara kalor, kerja, dan perubahan energi dalam suatu sistem. Artikel ini juga membahas tentang dua aplikasi termodinamika, yaitu refrigerasi dan pompa panas, yang berhubungan dengan penyerapan dan pelepasan kalor dari suatu tempat ke tempat lain. Artikel ini menjelaskan prinsip kerja dan analisis siklus refrigerasi (siklus vapor kompresi) serta efisiensi refrigerator dan pompa panas. Artikel ini menggunakan sumber-sumber yang relevan dan terpercaya dari internet.

Pendahuluan

Termodinamika adalah cabang ilmu fisika yang mempelajari hubungan antara kalor, kerja, dan perubahan energi dalam suatu sistem. Termodinamika memiliki empat hukum dasar, yaitu hukum nol, hukum pertama, hukum kedua, dan hukum ketiga termodinamika. Hukum-hukum ini menggambarkan sifat-sifat dasar dari sistem termodinamika, seperti suhu, tekanan, volume, entropi, dan lain-lain. Termodinamika memiliki banyak aplikasi dalam bidang-bidang seperti mesin, kimia, biologi, dan teknik.

Refrigasi dan pompa panas adalah dua aplikasi termodinamika yang berhubungan dengan penyerapan dan pelepasan kalor dari suatu tempat ke tempat lain. Refrigerasi adalah proses menurunkan suhu suatu ruang atau benda dengan cara menyerap kalor dari dalamnya dan membuangnya ke lingkungan yang lebih panas. Pompa panas adalah proses meningkatkan suhu suatu ruang atau benda dengan cara menyerap kalor dari lingkungan yang lebih dingin dan memindahkannya ke dalamnya. Refrigerasi dan pompa panas dapat menggunakan prinsip yang sama, yaitu siklus kompresi uap, yang melibatkan empat komponen utama, yaitu kompresor, kondensor, katup ekspansi, dan evaporator.

Refrigerasi dan pompa panas memiliki perbedaan dalam hal arah aliran kalor dan tujuan penggunaannya. Refrigerasi bertujuan untuk menurunkan suhu media yang akan didinginkan, sehingga kalor mengalir dari media tersebut ke evaporator, lalu ke kondensor, dan akhirnya ke lingkungan yang lebih panas. Pompa panas bertujuan untuk meningkatkan suhu media yang akan dipanaskan, sehingga kalor mengalir dari lingkungan yang lebih dingin ke evaporator, lalu ke kondensor, dan akhirnya ke media tersebut. Refrigerasi dan pompa panas memiliki manfaat yang beragam, seperti pengkondisian udara, pengawetan makanan, pembuatan es, pemanasan air, dan lain-lain.

 

Rumusan masalah

- Bagaimana prinsip kerja dan analisis siklus refrigerasi (siklus vapor kompresi)?

- Bagaimana efisiensi refrigerator dan pompa panas?

Tujuan masalah

- Menjelaskan prinsip kerja dan analisis siklus refrigerasi (siklus vapor kompresi).

- Menjelaskan efisiensi refrigerator dan pompa panas.

 

Pembahasan

Termodinamika adalah ilmu yang mempelajari tentang perubahan energi dan kerja dalam suatu sistem fisik. Salah satu penerapan termodinamika adalah refrigasi dan pompa panas, yaitu sistem yang dapat memindahkan panas dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan kerja mekanis atau listrik. Refrigasi dan pompa panas memiliki banyak manfaat, seperti untuk mendinginkan makanan, minuman, ruangan, atau bahan industri, serta untuk menghangatkan air, udara, atau ruangan.

 

Prinsip kerja dan analisis siklus refrigerasi (siklus vapor kompresi)

 

Siklus refrigerasi adalah siklus termodinamika yang digunakan oleh banyak sistem refrigasi dan pompa panas. Siklus ini terdiri dari empat proses utama, yaitu:

 

- Kompresi: refrigeran (zat pendingin) yang berupa uap bertekanan rendah dan bertemperatur rendah masuk ke kompresor, di mana tekanan dan temperaturnya dinaikkan. Refrigeran keluar dari kompresor sebagai uap superheat (uap yang temperaturnya lebih tinggi dari titik didihnya) bertekanan tinggi dan bertemperatur tinggi.

- Kondensasi: refrigeran yang berupa uap superheat melewati kondensor, di mana ia melepaskan panas ke lingkungan sekitar dan berubah menjadi cairan. Refrigeran keluar dari kondensor sebagai cairan bertekanan tinggi dan bertemperatur sedang.

- Ekspansi: refrigeran yang berupa cairan melewati katup ekspansi (throttle valve), di mana tekanan dan temperaturnya diturunkan secara tiba-tiba. Refrigeran keluar dari katup ekspansi sebagai campuran cairan dan uap bertekanan rendah dan bertemperatur rendah.

- Evaporasi: refrigeran yang berupa campuran cairan dan uap melewati evaporator, di mana ia menyerap panas dari lingkungan yang ingin didinginkan dan berubah menjadi uap. Refrigeran keluar dari evaporator sebagai uap bertekanan rendah dan bertemperatur rendah, dan kembali ke kompresor untuk memulai siklus lagi.

Efisiensi refrigerator dan pompa panas

Efisiensi refrigerator dan pompa panas dapat diukur dengan menggunakan rasio antara kalor yang dipindahkan dan kerja yang diperlukan.

Efisiensi refrigerator menunjukkan seberapa besar kalor yang dapat diserap dari lingkungan yang didinginkan per satuan kerja yang diberikan.

Efisiensi pompa panas menunjukkan seberapa besar kalor yang dapat dilepaskan ke lingkungan yang dihangatkan per satuan kerja yang diberikan.

Kesimpulan

- Prinsip kerja dan analisis siklus refrigerasi (siklus vapor kompresi) melibatkan empat komponen utama, yaitu kompresor, kondensor, katup ekspansi, dan evaporator. Siklus ini terdiri dari empat proses, yaitu proses 1-2 (kompresi isentropik), proses 2-3 (kondensasi isobarik), proses 3-4 (ekspansi isentalpik), dan proses 4-1 (evaporasi isobarik). Analisis siklus refrigerasi dapat menggunakan diagram P-h (pressure-enthalpy) untuk menggambarkan perubahan sifat-sifat termodinamika dari refrigeran selama siklus berlangsung.

Daftar Pustaka

Trian Verson T., FadillaSofa A., Ahmad Hasbi S., FarisKamal Ishlahi, Menganalisis siklus termodinamika pompa panas dengan menggunakan diagram mollier, diakses pada tanggal 27 november 2023, https://www.academia.edu/52425560/MENGANALISIS_SIKLUS_TERMODINAMIKA_POMPA_PANAS_DENGAN_MENGGUNAKAN_DIAGRAM_MOLLIER.

UKP, TEORI DASAR Prinsip-prinsip Dasar Sistem Refrigerasi, di akses pada tanggal 27 november 2023,

https://dewey.petra.ac.id/repository/jiunkpe/jiunkpe/s1/mesn/2003/jiunkpe-ns-s1-2003-24498062-6051-showcase-chapter2.pdf.

                                                                                                           

 


Senin, 13 November 2023

KEKUATAN ASAM DAN BASA : BASA KUAT

 

Rafli Imam Madluthfi (@Z12-RAFLI)







Abstrak

Dalam kehidupan sehari-hari, asam dan basa adalah dua jenis senyawa yang sering ditemukan oleh manusia, melalui makanan, minuman, tubuh manusia, hewan, bahkan sampai ke suku cadang kendaraan bermotor. Beberapa jenis makanan, minuman, dan organ tubuh manusia mengandung asam. Sementara produk rumah tangga banyak mengandung senyawa basa, contohnya terdapat pada sabun mandi, detergen, dan pembersih peralatan rumah tangga. Dan biasamya basa memiliki sifat seperti mempunyai rasa yang pait, nilai ph lebih dari 7

Pendahuluan

Pada dasanya, pengertian basa diambil dari kata dalam bahasa Arab, yaitu "alquili" yang berarti abu. Larutan basa memiliki rasa pahit dan bersifat kaustik.

Contoh larutan basa dalam kehidupan sehari-hari adalah air kapur, air soda, dan air sabun. Sementara larutan basa yang ada di laboratorium kimia biasanya berjenis natrium hidroksida, kalium hidroksida, dan kalsium hidroksida.

Rumusan masalah

·     1.   Definisi basa kuat

·       2. Apa yang membuat basa dikategorikan sebagai basa kuat?

·       3. Apa dampak basa kuat terhadap reaksi kimia?

·       4. Bagaimana penggunaan basa kuat dapat dioptimalkan dalam industry?

Tuan masalah

·      1. Mengetahui Definisi dari basa kuat

·       2. Menganalisis sifat-sifat dasar basa kuat

·       3. Mengetahui reaksi kimia basa kuat

·       4. Mengidentifikasi aplikasi basa kuat dalam industry

Pembahasan

1.    1.  Definisi basa kuat

Basa kuat yaitu senyawa basa yang dalam larutannya terion seluruhnya menjadi ion-ionnya. Reaksi ionisasi basa kuat merupakan reaksi berkesudahan. Secara umum, ionisasi basa kuat dirumuskan sebagai berikut:

B(OH) (aq) → B(aq) + OH(aq)

[OH] = a.[B(OH)] atau [OH-] = a.M

Dimana: a = valensi basa; M = konsentrasi basa.

 

2.     2. Sifat dasar basa kuat

Basa kuat memiliki sifat-sifat unik yang membedakannya dari basa lemah. Secara kimiawi, basa kuat dapar sepenuhnya mengionisasi  dalam larutan, menghasilkan ion hidroksida (OH-) dalam jumlah besar. Contohnya termasuk logam alkali seperti natrium hidroksida (NaOH) dan kalium hidroksida (KOH). Keberadaan ion OH- dalam jumlah signifikan adalah ciri khas basa kuat.

3.    3.  Dampak dalam reaksi kimia

Kemampuan basa kuat untuk sepenuhnya mengionisasi memberikan dampak besar dalam reaksi kimia. Larutan basa kuat memiliki kemampuan untuk secara efektif mengambil proton dari asam, membentuk air dan garam. Reaksi ini seriing disebut sebagai netralisasi dan memiliki aplikasi luas dalam pembuatan sabun, farmasi, dan industry kimia lainnya.

4.     4. Aplikasi dalam industri

 Basa kuat memiliki peran penting dalam berbagai industry. Dalam produksi kertas, natrium hidroksida digunakan untuk memisahkan serat kayu dan memproduksi pulp. Dalam produksi makanan, basa kuat digunakan sebagai zat pengatur keasaman dan pengawet. Di industry farmasi, basa kuat sering digunakan dalam sintesis obat-obatan. Pemahaman tentang sifat basa kuat memungkinkan penggunaan yang efisien dalam berbagai konteks industry.

Kesimpulan

Dalam meresapi dunia kimia, kekuatan asam dan basa menjadi bagian tak terpisahkan. Focus pada basa kuat memberikan pandangan memdalam tentang sifat-sifatnya yang unik, dampaknya dalam reaksi kimia, serta aplikasinya yang luas dalam industry an kehidupan sehari hari

Contoh soal

1. Berapakah nilai dari 100 ml larutan NaOH 0,02 M?

[OH-] = b . Mb

= 1 . 2.10^-2

= 2.10^-2

pOH = - log [OH-]

= - log 2.10^-2

= 2 – log 2

pH = 14 – pOH

= 14 – (2 – log 2)

= 12 + log 2

Sehingga nilai Ph dari senyawa NaOH adalah 12 + log 2

Daftar Pustaka

Jurusan MPLK Politani Negeri Kupang,Kekuatan asam dan basa, mplk.politanikoe.ac.id, diakses pada tanggal 13 November 2023, https://mplk.politanikoe.ac.id/index.php/28-matakuliahkimiadasar/kimia-dasar/853-kekuatan-asam-basa.

Harian,K , Pengertian Basa: Sifat dan Indikator yang Menentukannya, Kumparan.com, diakses pada tanggal 13 november 2023, https://kumparan.com/kabar-harian/pengertian-basa-sifat-dan-indikator-yang-menentukannya-1wg94XPJCwB/1.

Wikipedia, Basa, id.wikipedia.org, diakses pada tanggal 13 november 2023, https://id.wikipedia.org/wiki/Basa.

Susianto N, S.Si., Larutan asam dan basa, studiobelajar.com, diakses pada tanggal 13 November 2023, https://www.studiobelajar.com/larutan-asam-basa/.

 

 

 

 

 


Minggu, 05 November 2023

KONDUKTIVITAS PANAS DAN LISTRIK ZAT PADAT

 



Rafli Imam Madluthfi

(@Z12- RAFLI) 





Abstrak

            Konduktivitas panas yang diartikan sebagai kemampuan suatu materi untuk menghantarkan panas, merupakan salah satu perameter yang diperlukan dalam mendapatkan material dengan konduktivitas panas yang rendah. Konduktivitas disebut sebagai sifat listrik suatu material. Konduktivitas listrik suatu zat dicirikan sebagai kapasitasnya untuk mentransmisikan energi panas atau energi listrik (dan dalam beberapa kasus juga energi suara). Dengan demikian konduktor listrik yang baik dapat dengan mudah menyalurkan energi tanpa mendidih, melelehkan atau mengubah komposisinya dengan cara apa pun. Contohnya seperti kawat tembaga, besi, almunium dll.

Pendahuluan

            Konduktivitas panas adalah suatu besaran intensif bahan yang menunjukkan kemampuannya untuk menghantarkan panas. Konduksi termal adalah suatu fenomena transport di mana perbedaan temperatur menyebabkan transfer energi termal dari satu daerah benda panas ke daerah yang sama pada temperatur yang lebih rendah. Panas yang di transfer dari satu titik ke titik lain melalui salah satu dari tiga metode yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi.

Rumusan masalah

·       Apa rumus dari konduktivitas panas / termal?

·       Bagaimana cara kerja konduktivitas termal?

·       Apa factor yang mempengaruhi konduktivitas termal bahan?

·       Sebutkan jenis padatan berdasarkan konduktivitas listriknya?

Tujuan masalah

·       Mengetahui rumus konduktivitas panas

·       Mengetahui cara kerja konduktivitas termal

·       Mengetahui factor yang mempengaruhi konduktivitas termal bahan

·       Mengetahui jenis padatan berdasarkan konduktivitas listrik

Penjelasan

·       Setiap zat mempunyai kapasitasnya masing-masing untuk menghantarkan dan memindahkan panas. Konduktivitas termal suatu bahan dijelaskan dengan rumus berikut:

Q = K.A. (T1-T2)/d

Keterangan : K = Konduktivitas termal bahan

                       A = Luas penampang

                      d = Tebal penampang

           (T1-T2) = Perbedaan suhu (T1-T2) antara sisi panas (T1) dan sisi dingin (T2) 

                            Material

       

·       Cara kerja konduktivitas termal

Konduktivitas termal berkaitan dengan kemampuan suatu bahan untuk memindahkan panas secara bertahap dari suhu tinggi ke suhu rendah. Apa yang kita anggap sebagai "panas" ketika kita menyentuh suatu benda adalah efek makroskopis dari getaran skala atom di dalam material tersebut. Ketika energi panas diserap oleh suatu material, energi tersebut diubah menjadi energi kinetik atom. Atom-atom dalam benda padat tidak dapat bergerak banyak, sehingga ia bergetar. Atom-atom yang bergetar secara langsung terkena energi panas bertabrakan dengan atom tetangganya. Hal ini mentransfer energi kinetik ke tetangganya, yang kemudian mengeksitasi atom lebih jauh ke hilir dari sumber panas. Getaran yang disebabkan oleh energi panas berpindah melalui material ke daerah yang lebih dingin, seperti riak yang menyebar dari kerikil yang menghantam permukaan kolam.

·       Faktor yang mempengaruhi konduktivitas termal bahan

1. Suhu

Dengan bahan konduktif seperti logam, konduktivitas termal umumnya menurun seiring dengan meningkatnya suhu. Saat logam memanas, atom dan fonon akan mulai bergetar lebih kuat. Hal ini akan mengurangi jalur bebas rata-rata elektron bebas melalui mekanisme yang disebut hamburan fonon elektron. Untuk nonlogam, hubungan antara suhu dan konduktivitas termal lebih kompleks, dan kenaikan suhu dapat meningkatkan atau menurunkan konduktivitas termal.

 

2. Kepadatan

Kepadatan yang lebih tinggi dalam suatu bahan umumnya dapat dikaitkan dengan kepadatan pengepakan atom yang lebih tinggi dalam kisi kristal atau struktur molekul suatu bahan. Kepadatan pengepakan yang lebih tinggi ini akan meningkatkan konduktivitas panas dengan meningkatkan efisiensi perpindahan panas melalui fonon atau elektron bebas.

 

3. Tekanan

Apabila suatu material terkena tekanan yang cukup tinggi, ada kemungkinan densitasnya dapat meningkat. Hal ini dapat mengakibatkan peningkatan konduktivitas termal karena pengepakan atom atau molekul yang lebih rapat. Dampak potensial lainnya dari tekanan adalah perubahan fasa material, yaitu dari padat menjadi cair. Perubahan fasa ini dapat mempengaruhi konduktivitas termal material. 

 

4. Komposisi

Jenis atom, molekul, atau ion dalam suatu bahan dapat mempengaruhi konduktivitas termalnya. Misalnya, logam cenderung memiliki konduktivitas termal yang tinggi karena elektronnya dapat bergerak bebas dan mudah mentransfer panas. Namun bahan bukan logam seperti polimer atau keramik cenderung memiliki konduktivitas termal yang lebih rendah karena struktur molekulnya yang lebih kaku dan kurang bergerak.

 

5. Struktur

Struktur kisi suatu material dapat mempengaruhi konduktivitas termalnya karena beberapa struktur lebih efisien dalam perpindahan panas dibandingkan struktur lainnya. Misalnya, bahan dengan kristal yang lebih besar dapat mentransfer panas lebih efektif karena batas butirnya lebih sedikit yang dapat menghambat aliran elektron bebas. Selain itu, bentuk struktur kristal juga dapat berpengaruh, misalnya struktur FCC (face-centered cube) seperti yang terdapat pada tembaga memiliki konduktivitas termal yang lebih baik dibandingkan struktur BCC (body-centered cube) seperti yang terdapat pada besi. .

 

6. Porositas

Porositas mengacu pada adanya rongga atau kantong gas di dalam struktur suatu material. Kekosongan ini dapat terjadi secara alami, sengaja ditambahkan, atau karena metode pengolahan yang buruk. Konduktivitas termal melalui kantong gas ini berkurang secara signifikan jika dibandingkan dengan bahan dasarnya. Hal ini kemudian akan mengurangi konduktivitas termal material secara keseluruhan.

 

7. Kotoran

Pengotor dalam suatu material dapat mempengaruhi konduktivitas termal melalui mekanisme yang disebut hamburan pengotor elektron. Pengotor dapat menciptakan anomali lokal pada potensi listrik di dalam kisi kristal. Hal ini dapat menghambat atau membelokkan pergerakan elektron bebas, sehingga mengurangi konduktivitas termal suatu material.

 

·       Jenis padatan berdasarkan konduktivitas listriknya

1.     Konduktor

Konduktor adalah benda padat yang mempunyai daya hantar listrik kuat. Mereka memungkinkan energi panas dan arus listrik mengalir dengan mudah dan cepat melaluinya. Konduktor memungkinkan transfer energi ini terjadi melalui aliran elektron bebas dari atom ke atom. Ketika arus hanya dialirkan ke satu bagian tubuh mereka, mereka mempunyai kekuatan untuk membawa energi ini ke seluruh tubuh mereka.

 

Konduktor terkuat dipahami sebagai semua logam. Konduktivitasnya bergantung pada jumlah elektron valensi atomnya. Elektron-elektron tersebut tidak terikat erat satu sama lain dan bebas untuk lewat. Logam mempunyai elektron seperti ini dalam atomnya, itulah sebabnya logam dapat menghantarkan panas dan listrik dengan sangat baik. Logam memungkinkan medan listrik ditransmisikan dalam rentang konduktivitas 106-108 ohm-1 melaluinya.

 

2.     isolator

Berbeda dengan konduktor, isolator adalah bahan yang tidak menghantarkan energi listrik atau arus sama sekali. Mereka tidak membiarkan muatan listrik apa pun (atau sangat sedikit) melewatinya. Mereka memiliki celah pita yang cukup besar yang mencegah aliran listrik. Kaca, kayu, plastik, karet, dll adalah beberapa contohnya.

 

Karena isolator adalah konduktor yang sangat lemah, ada kegunaan lain dari isolator. Untuk mengisolasi konduktor dan semikonduktor, kami menggunakannya. Anda pasti pernah melihat kabel tembaga, misalnya, dilapisi plastik atau sejenis polimer. Tanpa membiarkan arus listrik melewatinya, mereka mengamankan kabel dan kabel. Ini adalah isolasi kawat.

 

3.     Semikonduktor

Yang berada di antara konduktor dan isolator adalah semikonduktor. Ini adalah padatan yang mempunyai kemampuan, namun hanya dalam kondisi tertentu, untuk menghantarkan listrik melaluinya. Kemampuan semikonduktor untuk menghantarkan energi, panas, dan pengotor terganggu oleh dua kondisi tersebut.

 

4.     Semikonduktor Intrinsik: Ini adalah bahan murni, sehingga diklasifikasikan sebagai semikonduktor tidak terdoping tanpa tambahan pengotor. Kami menambahkan energi panas ke material di sini dan menciptakan kekosongan pada pita valensi. Hal ini memungkinkan energi untuk bergerak. Namun, konduktor ini tidak terlalu kuat dan memiliki sedikit aplikasi. Semikonduktor Ekstrinsik: Ini adalah semikonduktor dengan doping. Untuk meningkatkan konduktivitas produk, kami menambahkan beberapa pengotor. Ada dua jenis semikonduktor ekstrinsik: tipe-n dan tipe-p. Contohnya melalui teknik ini, kami meningkatkan konduktivitas silikon dan germanium.

 

Contoh soal :  Hitung jumlah perpindahan panas untuk bahan yang konduktivitas termalnya 0,181. Luas penampang 1200 m persegi dan tebal 2 m. Suhu panasnya 250 derajat c, sedangkan suhu dinginnya 25 derajat C.

Jawab : Diketahui : K = 0,181

                                 A = 1200m

                                  d = 2m

                         T1-T2 = 250-25 = 225 derajat

 Ditanya : Q

Jawaban : Q = K.A.(T2-T1)/d

                 Q = 0,181.1200.(225)/2

                 Q = 48.870/2

                 Q = 24.435 Watt

Daftar Pustaka

Vedantu. Sifat listrik padatanVedantu.com. diakses pada tanggal 5 November 2023. https://www.vedantu.com/chemistry/electrical-properties-of-solids.

Ensiklopedia Dunia, Konduktivitas termal, p2k.stekom.ac.id, diakses pada 5 November 2023. https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Konduktivitas_termal.

Toppr. Rumus konduktivitas termal, toppr.com, diakses pada tanggal 5 November 2023. https://www.toppr.com/guides/physics-formulas/thermal-conductivity-formula/.

Tim xometri. Konduktivitas Termal: Pengertian, Cara Kerja, Pentingnya, Perhitungan, dan Faktornya. Xometri.com, diakses pada tanggal 5 November 2023. https://www.xometry.com/resources/materials/thermal-conductivity/.