.

Tampilkan postingan dengan label " Tugas Pekan 5 ". Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label " Tugas Pekan 5 ". Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Oktober 2023

Kepolaran Ikatan dan Senyawa

 KEPOLARAN IKATAN DAN SENYAWA

Rizky Aprilia Sudrajat (Z16-RIZKY)

 


 

ABSTRAK 

Kepolaran mencerminkan distribusi muatan dalam suatu ikatan atau molekul dan memainkan peran penting dalam memprediksi sifat larut, titik didih, titik leleh, serta interaksi kimia antara molekul-molekul. KEPOLARAN IKATAN DAN SENYAWA berakar dari perbedaan elektronegativitas antara atom-atom yang terlibat dalam ikatan.

PENDAHULUAN

  Polaritas adalah suatu kemampuan senyawa untuk membuat/membentuk dipol. Polaritas ini dari suatu senyawa dijelaskan dalam istilah nomer dipole polaritas suatu senyawa juga dihubungkan dengan konstanta dielektriknya (E) dimana jika nilai E meningkat, maka kepolaran dari suatu senyawa juga meningkat. Kepolaran senyawa adalah bagian dari ikatan kovalen. 

Rumusan Masalah

1.apa itu kepolaran ikatan?

2.apa itu kepolaran senyawa?

Tujuan

1.untuk mengetahui kepolaran ikatan

2.untuk mengetahui kepolaran senyawa

Pembahasan

Kepolaran ikatan

Kepolaran adalah suatu keadaan dimana distribusi penyebaran elektron tidak merata atau elektron lebih cenderung terikat pada salah satu atom.

Kepolaran erat kaitannya dengan keelektronegatifan dan bentuk molekul, dalam hal kepolaran suatu senyawa tergantung dari harga momen dipolnya.

Momen dipol sendiri adalah selisih harga keelektronegatifan antara atom yang berkaitan. Kepolaran senyawa akan bertambah jika beda keelektronegatifan atom yang berkaitan semakin besar.

Berdasarkan kepolaran atom-atom yang berkaitan dibagi atas kovalen polar dan kovalen non polar.

1.Kovalen Polar

Didalam molekul HCI pasangan elektron yang dipergunakan bersama lebih tertarik kepada CI, Karena atom CI lebih kuat menarik elektron dari pada atom H (keelektronegatifan CI lebih besar dari pada H). Akibatnya dalam molekul HCI terbentuk dwi kutub (bersifat polar). Ikatan kovalen semacam ini disebut ikatan kovalen polar.

Ikatan kovalen polar suatu ikatan juga dapat ditentukan dengan mudah yaitu apabila ikatan tersebut mengandung dua atom yang tidak sejenis (molekul senyawa). Misalnya HCI, HBr, NH³ dan sebagainya.

2.Kovalen non polar

Dalam molekul H², CI², O² pasangan elektron yang digunakan bersama tertarik sama kuat oleh atom yang berkaitan oleh karena itu tidak terjadi dwi kutub (dipol). Ikatan kovalen yang demikian disebut ikatan kovalen non polar.

Molekul-molekul unsur yang terdiri dari dua atom yang sejenis memiliki ikatan kovalen non polar. Misalnya N², H², Br², CI², O² dan sebagainya.

Kepolaran SENYAWA

Kepolaran dalam ikatan kimia adalah suatu keadaan dimana distribusi penyebaran elektron tidak merata atau lebih cenderung berikat pada salah satu atom. Bagaimana menyatakan senyawa bersifat kovalen murni (non polar) atau kovalen polar.

Kepolaran erat kaitannya dengan keelektronegatifan dan bentuk molekul. dalam hal kepolaran suatu senyawa tergantung dari harga momen dipolnya. Momendipol sendiri adalah selisih harga keelektronegatifan antara atom yang berkaitan. ada beberapa yang mengusulkan tentang nilai keelektronegatifan tiap unsur tapi yang akan kita gunakan sementara ini adalah yang diusulkan oleh pauling.


kepolaran senyawa yang terdiri lebih dari dua atom

Untuk molekul yang mengandung atom lebih dari dua atau tidak sejenis, ikatan kimianya tetap merupakan ikatan kovalen polar, tetapi dapat bersifat non polar jika bentuk molekulnya simetris dan atom pusat tidak mempunyai pasangan elektron bebas (PEB).

Contoh:
CH⁴, BF³, SiO³, CO², ikatan antar atomnya adalah ikatan kovalen polar, tetapi molekul tersebut bersifat non polar.

H²O, NH³, PCI³ ikatan antar atomnya adalah ikatan kovalen polar dan molekul bersifat polar.

Kepolaran  senyawa yang lebih dari dua atom




Kepolaran bermacam senyawa






KESIMPULAN                                                                                                            

   Kepolaran ikatan adalah keadaan dimana distribusi penyebaran elektron tidak merata atau elektron lebih cenderung terikat pada salah satu atom. dalam kepolaran senyawa perbedaan keelektronegatifan dan bentuk molekul sangat berkaitan erat. kepolaran ikatan sangat berhubungan dengan kepolaran senyawa. Dimana kepolaran senyawa adalah bagian dari ikatan kovalen polar maupun non logam serta yang memiliki selisih keelektronegatifan dan bentuk molekulnya.                                                                                                                                                                         

Contoh soal!                                                                                                                                           

1. Molekul senyawa berikut yang bukan merupakan senyawa kovalen polar adalah:
a.HCI b.H2O c.NH3 d.CI

2. Diantara molekul-molekul tersebut yang paling polar adalah?
a.F2 b.CF4 c.NF3 d.BF3


  Jawaban

1. d.CI

2. c.NF3

DAFTAR PUSTAKA

Barsasella, D,., 2012,Buku Wajib Kimia Dasar , Penerbit Buku Kesehatan,Jakarta.

Brady, J. E,., 1999.Kimia Universitas Asas dan Struktur,Binarupa Aksara,Jakarta.

Kartini, I,., 2010,Ikatan Kimia I , Erlangga, Jakarta.

Syukri S,., 1999,Kimia Dasar , Institut Teknologi Bandung, Bandung.

Sukardjo, 1985. Ikatan Kimia, Bina Aksara, Jakarta


Senin, 09 Oktober 2023

Ikatan Van Der Waals


Bima Ghritrif Aldrajat 41623010027


Abstrak

Ikatan Van der Waals adalah gaya antarmolekuler yang terjadi akibat fluktuasi distribusi elektron dan momen dipol sesaat pada atom atau molekul. Walaupun lemah, ikatan ini memiliki peran penting dalam menentukan sifat fisik dan kimia zat, termasuk titik didih, titik lebur, viskositas, dan kelarutan. Jenis-jenis ikatan Van der Waals meliputi gaya dispersi London, gaya tarik-dipol, dan gaya dipol-induced.

Gaya dispersi London terjadi pada semua zat, bahkan pada atom tunggal, karena fluktuasi sementara distribusi elektron. Gaya tarik-dipol terjadi antara molekul polar dan non-polar, sedangkan gaya dipol-induced terjadi ketika molekul non-polar mengalami polarisasi sementara akibat interaksi dengan molekul polar. Pemahaman mendalam tentang ikatan Van der Waals memainkan peran penting dalam berbagai bidang ilmu, membuka jalan untuk penelitian lebih lanjut dan pengembangan aplikasi yang lebih canggih.


Pendahuluan

Ikatan Van der Waals adalah salah satu konsep penting dalam kimia yang membahas gaya-gaya antarmolekuler yang lemah namun penting dalam berbagai aspek ilmu kimia. Nama ini diambil dari ilmuwan Belanda Johannes Diderik van der Waals yang memainkan peran kunci dalam mengembangkan pemahaman kita tentang interaksi ini. Meskipun ikatan Van der Waals bersifat lemah dibandingkan dengan ikatan kimia lainnya seperti ikatan kovalen atau ionik, pengaruhnya sangat besar terutama dalam membentuk sifat fisik dan kimia dari berbagai zat, termasuk fase zat, titik didih, titik lebur, dan kelarutan.

Gaya-gaya Van der Waals meliputi gaya dispersi London, gaya tarik-dipol, dan gaya dipol-induced. Mereka timbul akibat fluktuasi distribusi elektron atau adanya momen dipol sesaat di antara atom atau molekul. Pemahaman yang mendalam tentang ikatan Van der Waals penting dalam memahami perilaku zat dan aplikasinya dalam ilmu kimia, fisika, biologi, dan banyak bidang lainnya.


Pengertian ikatan Van der waals

Ikatan Van der Waals adalah jenis interaksi atau ikatan antara molekul yang terjadi antara atom atau molekul non-logam. Ikatan ini lebih lemah daripada ikatan kovalen atau ionik, tetapi masih memegang peranan penting dalam menentukan sifat fisik dan kimia zat.

Ikatan Van der Waals melibatkan gaya-gaya antar-molekular yang muncul akibat polarisasi muatan atau distribusi elektron yang tidak merata di sekitar atom atau molekul. 


Perbedaan ikatan van der waals dengan ikatan lainnya

Perbedaan utama antara ikatan Van der Waals, ikatan kovalen, dan ikatan ionik terletak pada sifat, kekuatan, dan cara atom atau molekul terhubung satu sama lain. Berikut adalah perbandingan antara ketiganya:

1. Ikatan Kovalen

   - Sifat: Ikatan kovalen terjadi antara dua atom non-logam yang saling berbagi pasangan elektron untuk mencapai konfigurasi elektron yang lebih stabil.

   - Kekuatan: Ikatan kovalen lebih kuat daripada ikatan Van der Waals namun lebih lemah dibandingkan ikatan ionik.

   - Cara Terbentuk: Terbentuk melalui pembagian elektron antara atom-atom yang berikatan, membentuk molekul dengan susunan tertentu.

   - Contoh: Air (H2O) adalah contoh ikatan kovalen, di mana dua atom hidrogen berikatan dengan satu atom oksigen dengan berbagi pasangan elektron.


2. Ikatan Ionik:

   - Sifat: Ikatan ionik terjadi antara atom logam dan non-logam, di mana elektron dari atom logam ditransfer ke atom non-logam untuk membentuk ion.

   - Kekuatan: Ikatan ionik lebih kuat daripada ikatan kovalen dan ikatan Van der Waals.

   - Cara Terbentuk: Terbentuk melalui penyerahan (transfer) elektron dari satu atom ke atom lain, membentuk garam atau senyawa ionik.

   - Contoh: Natrium klorida (NaCl) adalah contoh ikatan ionik, di mana atom natrium kehilangan elektron untuk membentuk ion positif (Na+) dan atom klorin menerima elektron untuk membentuk ion negatif (Cl-).


3. Ikatan Van der Waals:

   - Sifat: Ikatan Van der Waals terjadi antara atom atau molekul yang tidak memiliki muatan atau muatan sekecil dipolar, melibatkan gaya tarik dan tolak yang lemah.

   - Kekuatan: Ikatan Van der Waals adalah ikatan yang paling lemah di antara ketiganya.

   - Cara Terbentuk: Terjadi akibat fluktuasi dalam distribusi elektron di sekitar atom atau molekul yang menghasilkan momen dipol sesaat atau perubahan sementara dalam muatan.

   - Contoh: ikatan antar molekul air (H2O) adalah contoh ikatan Van der Waals.


Jenis-jenis ikatan van der waals

Terdapat tiga jenis utama ikatan Van der Waals:


Gaya Dispersi London (London Dispersion Forces):

Merupakan ikatan yang paling lemah dan terjadi pada semua molekul. Gaya ini muncul karena adanya fluktuasi sementara dalam distribusi elektron di sekitar atom atau molekul. Meskipun lemah, gaya ini penting pada molekul besar dengan jumlah elektron yang banyak.

Contoh: Molekul gas mulia seperti helium (He) dan neon (Ne).


Gaya Tarik-dipol (Dipole-Dipole Forces):

Terjadi antara molekul-molekul polar, yaitu molekul yang memiliki momen dipol permanen. Gaya ini terjadi karena adanya tarikan antara ujung positif molekul dengan ujung negatif molekul lainnya.

Contoh: Molekul air (H2O).


Gaya Dipol-induced (Induced Dipole Forces):

Terjadi ketika molekul non-polar dipengaruhi oleh molekul polar, menyebabkan molekul non-polar mengalami polarisasi sementara dan menimbulkan momen dipol sesaat. Ini juga menghasilkan tarikan antara molekul-molekul.

Contoh: Interaksi antara molekul helium (He) dengan molekul klorin (Cl2).


Pengaruh ikatan Van der waals terhadap sifat molekul

Ikatan Van der Waals mempengaruhi berbagai sifat fisik zat seperti titik didih, titik lebur, viskositas, dan kepadatan. Berikut adalah bagaimana pengaruhnya:


1. Titik Didih dan Titik Lebur

   - Molekul dengan ikatan Van der Waals yang lebih kuat cenderung memiliki titik didih dan titik lebur yang lebih tinggi. Gaya tarik yang lebih kuat antar molekul memerlukan energi yang lebih besar untuk memutuskan ikatan, sehingga meningkatkan titik didih dan titik lebur. Sebaliknya, molekul dengan ikatan Van der Waals yang lebih lemah memiliki titik didih dan titik lebur yang lebih rendah.


2. Viskositas

   - Ikatan Van der Waals dapat meningkatkan viskositas cairan. Molekul dengan gaya tarik-dipol yang signifikan atau momen dipol yang lebih besar akan saling tarik-menarik dengan lebih kuat, sehingga cairan menjadi lebih kental atau memiliki viskositas yang lebih tinggi.


3. Kepadatan

   - Pengaruh ikatan Van der Waals terhadap kepadatan dapat bervariasi tergantung pada komposisi dan struktur molekuler. Namun, dalam banyak kasus, ikatan Van der Waals cenderung meningkatkan kepadatan. Gaya tarik-dipol atau gaya dispersi London dapat membawa molekul lebih erat bersama-sama, sehingga meningkatkan kepadatan zat.


Dalam kesimpulannya, kekuatan ikatan Van der Waals mempengaruhi sejumlah sifat fisik suatu zat. Ikatan yang lebih kuat menyebabkan peningkatan titik didih, titik lebur, viskositas, dan kepadatan. Sedangkan ikatan yang lebih lemah akan menghasilkan sifat-sifat yang lebih rendah dalam hal titik didih, titik lebur, viskositas, dan kepadatan.


Manfaat ikatan Van der waals dalam bidang industri

Ikatan Van der Waals memiliki peran penting dalam berbagai bidang industri dan aplikasi teknologi. Meskipun lemah dibandingkan dengan ikatan kimia lainnya, interaksi Van der Waals mempengaruhi berbagai sifat dan perilaku zat, memungkinkan penggunaan yang bermanfaat di sejumlah industri. Berikut adalah beberapa manfaat ikatan Van der Waals dalam bidang industri:

1. Farmasi

   - Dalam industri farmasi, ikatan Van der Waals mempengaruhi sifat-sifat fisik dan kimia obat-obatan. Pemahaman yang baik tentang interaksi ini membantu dalam desain obat dengan bioavailabilitas yang lebih baik dan kemampuan pengiriman yang tepat.

2. Kimia Material

   - Dalam pengembangan material, ikatan Van der Waals dapat mempengaruhi struktur kristal, stabilitas termal, dan sifat mekanik material. Penggunaan material dengan ikatan Van der Waals dihasilkan dalam teknologi termasuk cat, pernis, dan polimer yang penting dalam industri bahan kimia dan material.

3. Minyak dan Gas

   - Dalam industri minyak dan gas, ikatan Van der Waals mempengaruhi perilaku fluida dan interaksi antarmolekuler dalam reservoir minyak dan gas bumi. Pemahaman tentang gaya-gaya ini membantu dalam ekstraksi, penyimpanan, dan transportasi minyak dan gas.

4. Nanoteknologi

   - Dalam nanoteknologi, ikatan Van der Waals digunakan untuk mempengaruhi perilaku partikel nano dan memungkinkan pengembangan nanopartikel dengan sifat-sifat yang diinginkan, seperti dalam pengembangan sensor, nanoelektronika, dan perangkat nano lainnya.

5. Katalisis

   - Dalam industri katalisis, interaksi Van der Waals dapat mempengaruhi adsorpsi molekul pada katalis dan meningkatkan efisiensi reaksi kimia. Pemahaman ini membantu dalam pengembangan katalis yang lebih efektif untuk berbagai proses industri.

6. Industri Kimia Umum

   - Dalam berbagai industri kimia, ikatan Van der Waals mempengaruhi sifat fisik dan kimia dari berbagai senyawa dan bahan kimia yang digunakan dalam produksi, pemrosesan, dan formulasi produk akhir.

Pemahaman yang lebih baik tentang ikatan Van der Waals dan penerapannya dalam berbagai industri memainkan peran penting dalam inovasi, efisiensi, dan pengembangan teknologi yang lebih baik.


Penutup

Ikatan Van der Waals, dengan segala keunikan dan peran pentingnya dalam dunia kimia, membuka jendela ke kompleksitas interaksi antar molekul. Meskipun lemah dibandingkan dengan ikatan kovalen atau ionik, gaya-gaya Van der Waals memainkan peran utama dalam membentuk sifat-sifat zat, memengaruhi struktur, titik didih, titik lebur, dan banyak aspek fisik dan kimia lainnya.

Ketiga jenis ikatan Van der Waals—gaya dispersi London, gaya tarik-dipol, dan gaya dipol-induced—mempertontonkan dinamika antarmolekuler yang mengagumkan. Dari atom tunggal hingga molekul kompleks, ikatan Van der Waals memungkinkan bermacam-macam zat untuk berinteraksi dan membentuk kerangka dasar bagi pemahaman kita tentang perilaku zat dalam berbagai situasi.

Pemahaman mendalam tentang ikatan Van der Waals menjadi landasan bagi ilmuwan, peneliti, dan praktisi kimia untuk mengembangkan berbagai aplikasi dalam berbagai bidang, seperti farmasi, teknologi material, ilmu hayati, dan ilmu lingkungan. Dalam perjalanan eksplorasi ilmiah yang tak pernah berakhir, ikatan Van der Waals akan terus menjadi bintang yang menyinari penelitian dan inovasi di dunia kimia modern.


Soal

1. Apakah yang dimaksud dengan ikatan Van der Waals? 

Ikatan Van der Waals adalah gaya antarmolekuler yang lemah yang muncul akibat fluktuasi dalam distribusi elektron atau adanya momen dipol sesaat pada molekul


2. Sebutkan 3 jenis ikatan Van der Waals dan berikan contohnya!

Gaya Dispersi London

Contoh: Interaksi antara molekul gas mulia seperti helium (He) atau neon (Ne)

Gaya Tarik-dipol

Contoh: Interaksi antara molekul air (H2O)

Gaya Dipol-Induced

Contoh: Molekul gas non-polar seperti nitrogen (N2) yang dipengaruhi oleh molekul air (H2O) yang polar


Daftar Pustaka

Gaya van der Waals - Universitas STEKOM Semarang https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Gaya_van_der_Waals

Ikatan Van Der Walls | PDF - Scribd https://id.scribd.com/document/358022677/Ikatan-Van-Der-Walls

(DOC) IKATAN VAN DER WAALS Van Der | Vivi Ajs - Academia.edu https://www.academia.edu/7007294/IKATAN_VAN_DER_WAALS_Van_Der

Ikatan Logam

 








Jenny utamy putry
41623010039


Ikatan Logam

 

 

 

Abstrak

 

Ikatan logam adalah salah satu tipe ikatan kimia yang sangat penting dalam kimia. Materi ini mencakup struktur, sifat, dan aplikasi ikatan logam dalam berbagai konteks. Pada dasarnya, ikatan logam terbentuk karena adanya elektron bebas yang bergerak dalam jaringan kristal logam. Ini menghasilkan sifat-sifat seperti konduktivitas listrik yang tinggi, keuletan, dan titik lebur yang rendah.

Dalam ikatan logam, atom-atom logam bersatu dalam jaringan tiga dimensi yang terorganisir dengan baik, dengan elektron valensi yang terbagi di antara atom-atom tersebut. Elektron bebas ini memungkinkan logam untuk menghantarkan listrik dengan sangat baik, yang merupakan salah satu alasan mengapa logam digunakan dalam kabel listrik dan komponen elektronik.

Selain itu, ikatan logam memiliki sifat-sifat mekanis yang luar biasa. Mereka mampu ditekuk, datary, dan dibentuk dengan mudah tanpa patah atau retak, sehingga mereka digunakan dalam pembuatan berbagai barang, dari kendaraan hingga peralatan rumah tangga.

 

Keywords

Ikatan kimia, ikatan logam, Lautan elektron,

 

Pendahuluan

 

Latar Belakang  

 


Salah satu petunjuk dalam pembentukan ikatan kimia adalah adanya suatu golongan unsur yang sulit membentuk senyawa kimia. Unsur ini termasuk golongan gas mulia. Ikatan Kimia mengacu pada gaya atau kekuatan yang mempertahankan atom-atom bersama dalam bentuk molekul atau senyawa kimia. Ikatan logam memiliki sifat konduktivitas listrik dan panas yang tinggi, serta kekuatan dan kekerasan yang besar.

Rumusan Masalah:

1.       Apa itu Ikatan Logam ?

2.       Contoh Ikatan Logam ?

 

Tujuan:

1.      Mengetahui apa itu Ikatan logam

2.      Mengetahui  apa saja yang termasuk ikatan logam


 

 


Pembahasan

 

1.      Ikatan Logam

 

Ikatan logam adalah ikatan kimia antara dua atau lebih atom logam yang terbentuk melalui pemakaian elektron valensi dari atom logam yang terlibat. Ikatan ini memiliki sifat konduktivitas listrik dan panas yang tinggi serta kekuatan yang kuat. Contoh ikatan logam antara tembaga dan timah dapat ditemukan pada komposit matrik logam Cu-10%wtSn. Selain itu, ikatan logam juga dapat terbentuk pada proses pengelasan logam. Ikatan logam bukanlah ikatan ion maupun ikatan kovalen. Salah satu teori yang dikemukakan untuk menjelaskan ikatan logam adalah Teori Lautan Eleltron

 

2.      Contoh Ikatan Logam

Misal untuk logam besi. Logam besi mengandung atom besi (Fe). Kedudukan elektron valensi dari suatu atom besi sebenarnya saling tumpang tindih dengan tempat kedudukan elektron valensi dari atom-atom besi (Fe) lain.

Tumpang tindih antar elektron valensi ini memungkinkan elektron valensi dari setiap atom Fe bergerak bebas dalam ruang antara ion-ion Fe+ membentuk lautan elektron. Karena muatannya berlawanan (Fe²+ dan 2 e-), maka terjadi gaya tarik menarik antara ion-ion Fe+ dan elektron-elektron bebas.





 

 

Fenomena Ikatan Logam yang paling sering terlihat disekitar kita adalah pada saat mengasah besi.

Karena ikatan logam tersebut, besi tidak langsung hancur ketika besi diasah sekalipun, tapi semakin diasah semakin menipis.

 

 

 

Penutup

 

Dengan pemahaman tentang Ikatan Kimia maka tentunya kita akan mengenal Ikatan Logam dan juga dapat mengetahui contoh penjelasan seperti apa proses dalam ikatan logam juga fenomena yang dapat kita ketahui melalui Ikatan Logam. Dengan pemahaman yang mendalam tentang ikatan logam, ilmuwan dan insinyur dapat merancang material logam yang lebih baik dan memahami bagaimana mengoptimalkan sifat-sifat mereka untuk berbagai aplikasi. Ini menjadikan ikatan logam sebagai bagian penting dari dunia teknologi dan industri modern.

 

 

Daftar Pustaka

 

Sulastri dan RFI Rahmayani. 2017. Kimia Dasar 1. Penerbit Syah Kuala University Press. Banda Aceh.  Dalam :   https://rp2u.usk.ac.id/uploads/Sulastri_buku.pdf

Suyanta.2019.Buku Ajar Kimia Dasar.UGM Press

Yusnidar, Yusuf. 2018. Kimia Dasar. Penerbit EduCenter Indonesia, Jakarta. 2018. Dalam : http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/1238/1/BUKU%20AJAR%20KIMIA%20DASAR%20FIX.pdf 

 M Hasan, Z Fitri, RFI Rahmayani.2017.Ikatan Kimia.Syiah Kuala University Press.

  https://www.academia.edu/28235622/Ikatan_Logam_Ikatan_Hidrogen_dan_Ikatan_Van_Der_Wals

 

 

 

 


Minggu, 08 Oktober 2023

Ikatan kovalen koordinasi

Ikatan kovalen koordinasi

Oleh : Bagus Julian Tri Kusuma (@Z20-BAGUS)

Abstrak

      Ikatan kimia adalah sebuah proses fisika yang bertanggung jawab dalam interaksi gaya tarik menarik antara dua atom atau molekul yang menyebabkan suatu senyawa diatomik atau poliatomik menjadi stabil. Penjelasan mengenai gaya tarik menarik ini sangatlah rumit dan dijelaskan oleh elektrodinamika kuantum. Dalam praktiknya, para kimiawan biasanya bergantung pada teori kuantum atau penjelasan kualitatif yang kurang kaku.

Kata kunci : ikatan kimia, ikatan kovalen, nonpolar, polar, atom

Pendahuluan

     Ikatan kovalen adalah sejenis ikatan kimia yang memiliki karakteristik berupa pasangan elektron yang saling terbagi (pemakaian bersama elektron) di antara atom-atom yang berikatan. Singkatnya, stabilitas tarikan dan tolakan yang terbentuk di antara atom-atom ketika mempergunakan bersama elektron dikenal sebagai ikatan kovalen. Ikatan kovalen dibagi menjadi dua, yaitu ikatan kovalen polar dan ikatan kovalen nonpolar. Ikatan kovalen polar terjadi jika salah satu atom yang berikatan mempunyai elektronegativitas yang jauh lebih besar daripada yang lain. Ikatan kovalen nonpolar terjadi jika kedua atom berikatan mempunyai afinitas elektron yang sama.

 

Rumusan Masalah

A.    Apa yang dimaksud dengan ikatan kovalen koordinasi ?

B.    Apa jenis-jenis ikatan kovalen dan cara menggambar menurut struktur lewis !

 

Tujuan

A.    Untuk mengetahui pengertian ikatan kovalen koordinasi

B.    Untuk memahami dan mengetahui jenis-jenis dan cara menggambar

 

Pembahasan

A.    Pengertian ikatan kovalen koordinasi


     Ikatan kovalen koordinasi merupakan jenis ikatan kovalen yang dapat dibedakan dari sumber elektron dengan penggunaannya bersamaan. Ikatan ini bisa terjadi, jika terdapat satu atom yang menyerahkan pasangan elektron, sehingga atom dari pasangannya tidak akan mampu memberikan elektron. Jenis ikatan ini hanya akan terjadi pada unsur-unsur non logam. Contoh dari ikatan koordinasi terdapat beberapa molekul.

B.    Jenis-jenis ikatan kovalen

Ikatan kovalen Tunggal

Ikatan kovalen tunggal adalah ikatan kovalen yang melibatkan penggunaan 1 pasangan elektron (2 elektron) oleh dua atom yang saling berikatan. Contoh ikatan kovalen jenis ini adalah pembentukan senyawa HCl dan CH4.

Pembentukan HCl Konfigurasi elektron 1H : 1s1 sehingga elektron valensinya = 1. Untuk mencapai konfigurasi elektron yang stabil (sesuai kaidah duplet) diperlukan 1 elektron. Konfiguarsi elektron 17Cl adalah 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5 sehingga CI dan mempunyai elektron valensi = 7. Untuk mencapai konfigurasi elektron yang stabil (sesuai kaidah oktet) diperlukan 1 elektron, maka struktur Lewis pembentukan HCl.

Pembentukan CH4 Konfigurasi elektron 1H : 1s1 sehingga elektron valensinya = 1. Untuk mencapai konfigurasi elektron yang stabil (sesuai kaidah duplet) diperlukan 1 elektron. Di mana, konfigurasi elektron 6C adalah 1s2 2s2 2p2 sehingga elektron valensinya = 4. Untuk mencapai konfigurasi elektron yang stabil (sesuai kaidah oktet) diperlukan 4 elektron, maka struktur Lewis pembentukan CH4.

 

 

Ikatan kovalen koordinasi

1. HNO3

Pada pelajaran kimia, HNO3 mempunyai elektron yang berasal dari atom H dengan tanda (x).

Lalu, elektron dari N (x) dan elektron dari O memiliki tanda (.). Jadiz molekul HNO3 mempunyai 3 kovalen dengan 1 kovalen koordinasi.

2. NH4Cl

NH4Cl merupakan contoh kovalen koordinasi yang pembentukannya berasal dari ion NH4+ dan ion Cl–. Ion NH4+ berasal dari molekul NH3 dan ion H+. Pembentukan ion H+ dapat terjadi jika hidrogen melepas salah satu elektronnya.

3. NH3

NH3 terdiri dari tiga pasangan elektron. Atom N pada NH3 mempunyai 5 elektron valensi, sehingga masih terdapat sepasang elektron. Perlu diketahui bahwa sepasang elektron tersebut bukansepasang elektron penyendiri atau lone pair electron.

Dalam kimia, ikatan kovalen koordinasi ditunjukkan dengan anak panah (--> ) yang arahnya menunjuk arah dari atom donor menuju ke atom reseptor.

 

Ikatan Kovalen Polar

Jenis ikatan ini terjadi antara dua atom dengan keelektronegatifan yang berbeda. Molekul yang dibentuknya dinamakan molekul polar. Contohnya H‒Cl, H‒F, N‒H.

 

Ikatan Kovalen Nonpolar

Kebalikan dari ikatan kovalen polar, jenis ikatan ini terjadi antara dua atom dengan keelektronegatifan yang sama besar. Misalnya, ikatan H‒H, O=O, dan Cl‒Cl.

 

Cara menggambar Ikatan Kovalen 

Ikatan kovalen biasanya digambarkan dengan menggunakan struktur Lewis. Berikut cara menggambarnya. 

  • Tentukan atom pusatnya terlebih dahulu. Misalnya senyawa H2O, artinya jumlah atom H ada 2 dan atom O berjumlah satu, maka atom pusatnya adalah O.
  • Hitung semua elektron valensi dari masing-masing atom dan kebutuhan elektron untuk mencapai kestabilan. Contoh, atom O, elektron valensinya adalah 6 sehingga untuk mencapai oktet, atom O butuh 2 elektron lagi. Sementara atom H memiliki 1 elektron valensi dan membutuhkan 1 elektron lagi untuk mencapai kestabilan duplet (kestabilan tercapai bila atom memiliki dua elektron di kulit terluarnya). 
  • Pasangkan setiap elektron. Contoh, 1 elektron pada atom O dipasangkan dengan 1 elektron pada atom H. 
  • Setelah itu, periksa apakah atom O dan atom H sudah memenuhi kaidah oktet dan duplet atau belum. 
  • Jika belum memenuhi kaidah oktet atau duplet, maka harus dibentuk ikatan rangkap dua atau rangkap tiga agar tercapai kaidah oktet. 

 

Contoh Soal

1.     Gambar struktur Lewis senyawa SO2 yang paling tepat adalah … (nomor atom S = 16; O = 8).
 
Pembahasan:

Untuk dapat mengetahui struktur lewis senyawa SO2, kita harus menentukan elektron valensi dari S dan O, yaitu:
16S  = 2  8  6
8O = 2  6
seperti kita lihat, kedua unsur sama-sama memerlukan 2 elektron lagi untuk stabil. Sehingga, Struktur Lewisnya:


2.     Perhatikan gambar struktur Lewis beberapa senyawa berikut!






Senyawa yang tidak mengikuti kaidah oktet atau duplet adalah ….

Pembahasan : 

BCl3 tidak mengikuti kaidah oktet atau duplet karena pada atom B hanya terdapat 6 elektron.


Kesimpulan

    Ikatan konvalen dimana elektron dalam pasangan elektron yang di gunakan bersama berasal dari satu atom.

Daftar Pustaka

Winarto, Dwi. Ikatan Kovalen. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2023 jam 20.44 WIB.

Sukardjo, Kimia koordinasi, PT Bina Aksara, 1985.

Sastrohamidjojo, Hardjono. 2016. Kimia Dasar. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Madura, Herring, dkk. 2008. Kimia Dasar (Prinsip – Prinsip Dan Aplikasi Modern). Ciracas, Jakarta; Erlangga.


Rabu, 04 Oktober 2023

Ikatan kovalen ; Sifat, Pembentukan, dan Implikasinya dalam Kimia

 





Nama : Rifqi Mahdi Saputra

Nim : 41623010038

Prodi : Teknik Industri

Mata Kuliah : Kimia

Dosen : Atep Afia Hidayat, Ir.MP




 Ikatan Kovalen : Sifat, Pembentukan, dan Implikasinya dalam Kimia


ABSTRAK

Ikatan kovalen adalah salah satu jenis ikatan kimia yang sangat penting dalam kimia organik dan anorganik. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan konsep ikatan kovalen secara rinci, termasuk pembentukannya, sifat-sifatnya, dan implikasinya dalam kimia. Pembahasan meliputi pendahuluan tentang ikatan kimia secara umum, tujuan pembuatan artikel, rumusan masalah, serta kesimpulan yang mencerminkan pentingnya pemahaman ikatan kovalen dalam berbagai konteks kimia.


PENDAHULUAN

Dalam kimia, ikatan kimia adalah interaksi antara atom-atom yang menggabungkan mereka menjadi molekul atau ion. Salah satu jenis ikatan kimia yang paling umum dan penting adalah ikatan kovalen. Ikatan ini terjadi ketika dua atau lebih atom berbagi elektron untuk mencapai konfigurasi elektron yang lebih stabil. Artikel ini akan membahas secara rinci ikatan kovalen, termasuk cara pembentukannya, sifat-sifatnya, dan implikasinya dalam berbagai bidang kimia.


TUJUAN

Tujuan utama dari artikel ini adalah untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang ikatan kovalen kepada pembaca. Ini mencakup penjelasan mengenai mekanisme pembentukan ikatan kovalen, karakteristik ikatan ini, serta peran dan aplikasinya dalam kimia modern. Dengan pemahaman yang kuat tentang ikatan kovalen, pembaca akan dapat mengenali dan menginterpretasikan berbagai reaksi kimia serta aplikasi praktisnya.


RUMUSAN MASALAH

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, artikel ini akan menjawab beberapa pertanyaan utama, yaitu:

1. 1. Apa itu ikatan kovalen, dan bagaimana mekanisme pembentukannya?
2.  Apa karakteristik sifat ikatan kovalen?
3.Bagaimana ikatan kovalen berperan dalam pembentukan senyawa kimia?
4. Apa aplikasi dan implikasi ikatan kovalen dalam kimia modern?


IKATAN KOVALEN : KONSEP DASAR

Ikatan kovalen adalah hasil dari dua atom yang berbagi pasangan elektron untuk mencapai konfigurasi elektron yang lebih stabil. Atom-atom ini umumnya terdiri dari nonlogam, yang cenderung memiliki afinitas elektron yang tinggi dan kecenderungan untuk menarik elektron. Ketika dua atom nonlogam mendekati satu sama lain, elektron-elektron dari kulit terluar masing-masing atom mulai berinteraksi.

Misalnya, mari kita pertimbangkan ikatan kovalen sederhana antara dua atom hidrogen (H2). Setiap atom hidrogen memiliki satu elektron di kulit terluarnya. Ketika dua atom ini mendekat, elektron dari atom satu dan elektron dari atom dua berinteraksi, dan akhirnya, keduanya berbagi elektron. Ini menghasilkan molekul H2, di mana dua atom hidrogen terikat bersama oleh ikatan kovalen.

Mekanisme pembentukan ikatan kovalen ini terjadi karena kedua atom berusaha mencapai konfigurasi elektron yang lebih stabil, yang sering kali mirip dengan konfigurasi gas mulia (seperti helium, neon, atau argon) yang sangat stabil. Dalam kasus ikatan H2, kedua atom hidrogen mencapai konfigurasi elektron yang stabil dengan berbagi satu elektron masing-masing, sehingga keduanya memiliki dua elektron di kulit terluar mereka.


SIFAT IKATAN KOVALEN

Ikatan kovalen memiliki beberapa sifat khas yang membedakannya dari jenis ikatan lainnya, seperti ikatan ionik atau ikatan logam. Berikut adalah beberapa sifat ikatan kovalen yang penting untuk dipahami:

1. 1. Pembagian Elektron: Dalam ikatan kovalen, elektron-elektron di antara dua atom berbagi. Ini berarti kedua atom memiliki akses ke elektron yang sama, dan elektron tersebut "dibagi" antara keduanya. Sebagai contoh, dalam ikatan kovalen H2, kedua atom hidrogen berbagi sepasang elektron.
2. Kekuatan Ikatan: Kekuatan ikatan kovalen bergantung pada jumlah pasangan elektron yang dibagikan antara atom-atom yang terlibat. Semakin banyak pasangan elektron yang dibagikan, semakin kuat ikatan kovalennya. Jadi, ikatan tunggal (seperti dalam H2) lebih lemah daripada ikatan rangkap (seperti dalam O2).
3. Keadaan Materi: Ikatan kovalen umumnya ada dalam bentuk molekul. Molekul-molekul ini dapat berwujud padat, cair, atau gas, tergantung pada jenis atom yang terlibat dan kondisi fisik tertentu.
4.   Titik Didih dan Titik Lebur: Ikatan kovalen memiliki titik didih dan titik lebur yang lebih rendah dibandingkan dengan ikatan ionik atau ikatan logam. Hal ini disebabkan oleh kekuatan yang lebih rendah dalam ikatan kovalen, sehingga energi yang diperlukan untuk mengatasi interaksi antarmolekul juga lebih rendah.
5.   Sifat Listrik: Molekul yang terikat dengan ikatan kovalen dapat memiliki muatan parsial di berbagai bagian molekul. Ini menghasilkan sifat-sifat listrik, seperti polaritas molekul. Molekul polar memiliki distribusi muatan yang tidak merata, sementara molekul nonpolar memiliki distribusi muatan yang seragam.


PEMBENTUKAN IKATAN KOVALEN

Pembentukan ikatan kovalen terjadi melalui serangkaian langkah yang melibatkan elektron-elektron dari atom-atom yang terlibat. Proses ini dapat dijelaskan dengan menggunakan contoh ikatan kovalen antara dua atom hidrogen (H2).

1.    1.  Inisiasi: Proses dimulai ketika dua atom hidrogen mendekati satu sama lain. Elektron-elektron dari masing-masing atom berada di kulit terluar mereka. Saat mendekat, elektron-elektron ini berinteraksi dan berbagi, sehingga terbentuk pasangan elektron yang bersama-sama dimiliki oleh kedua atom.
2.  Proliferasi: Setelah pasangan elektron terbentuk, keduanya berbagi elektron tambahan untuk mencapai konfigurasi elektron yang lebih stabil. Dalam kasus H2, setiap atom hidrogen berbagi satu elektron tambahan, sehingga keduanya memiliki dua elektron di kulit terluar mereka.
3.      Terminasi: Proses ini berlanjut hingga kedua atom mencapai konfigurasi elektron yang lebih stabil, atau hingga tidak ada elektron tambahan yang tersedia untuk berbagi. Molekul H2 yang terbentuk memiliki dua atom hidrogen yang terikat bersama oleh dua pasangan elektron.

Ikatan kovalen juga dapat terbentuk melalui ikatan rangkap, di mana dua atom berbagi lebih dari satu pasangan elektron. Contoh yang paling umum adalah ikatan rangkap dalam oksigen molekuler (O2), di mana dua atom oksigen berbagi dua pasangan elektron, menghasilkan dua ikatan rangkap.


IMPLIKASI DALAM KIMIA

Ikatan kovalen memiliki implikasi yang sangat penting dalam kimia modern. Mereka membentuk dasar dari kimia organik, di mana senyawa-senyawa organik terdiri dari atom-atom nonlogam yang terikat bersama oleh ikatan kovalen. Kimia organik mencakup studi tentang senyawa-senyawa yang mengandung unsur karbon dan hidrogen, serta unsur-unsur lain seperti oksigen, nitrogen, sulfur, dan banyak lainnya.

Selain itu, ikatan kovalen juga penting dalam kimia anorganik. Senyawa-senyawa anorganik seperti air (H2O), amonia (NH3), dan garam melebur (NaCl) juga terdiri dari ikatan kovalen yang membentuk struktur molekulnya. Kimia anorganik mempelajari senyawa-senyawa ini serta sifat-sifat fisik dan kimianya.

Dalam kimia fisik, ikatan kovalen memainkan peran penting dalam pemahaman tentang struktur molekul dan sifat-sifatnya. Ilmuwan dapat menggunakan teori ikatan kovalen untuk memprediksi bagaimana molekul akan berinteraksi dalam berbagai kondisi, seperti tekanan dan suhu yang berbeda.


APLIKASI DALAM KEHIDUPAN SEHARI – HARI

Ikatan kovalen juga memiliki banyak aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa contoh termasuk:

1.   1.   Obat-obatan: Banyak obat-obatan yang digunakan dalam pengobatan adalah senyawa organik yang terikat bersama oleh ikatan kovalen. Pemahaman tentang ikatan kovalen membantu ilmuwan dalam merancang dan mengembangkan obat-obatan yang lebih efektif dan aman.
2.  Industri Kimia: Kimia industri melibatkan produksi berbagai senyawa kimia, yang sering kali melibatkan reaksi kimia dengan ikatan kovalen. Contoh industri ini termasuk industri farmasi, kimia petrokimia, dan kimia makanan.
3.   Pertanian: Pemahaman tentang kimia ikatan kovalen juga penting dalam pertanian. Pupuk kimia yang digunakan dalam pertanian sering kali mengandung senyawa dengan ikatan kovalen yang berperan dalam memberikan nutrisi kepada tanaman.


KESIMPULAN

Ikatan kovalen adalah jenis ikatan kimia yang terjadi ketika dua atau lebih atom berbagi elektron untuk mencapai konfigurasi elektron yang lebih stabil. Mekanisme pembentukannya melibatkan serangkaian langkah, termasuk inisiasi, proliferasi, dan terminasi. Ikatan kovalen memiliki sifat-sifat yang khas, termasuk pembagian elektron, kekuatan ikatan, keadaan materi, titik didih dan titik lebur, serta sifat listrik. Ikatan kovalen memiliki implikasi yang luas dalam kimia, termasuk dalam kimia organik, anorganik, fisik, dan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman yang kuat tentang ikatan kovalen adalah kunci untuk memahami berbagai reaksi kimia dan aplikasinya dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan industri.


SOAL

1.   1. Apakah ada contoh senyawa yang terdiri dari ikatan kovalen yang memiliki sifat nonpolar?
2. Bagaimana ikatan kovalen mempengaruhi sifat fisik suatu senyawa?

JAWABAN

1.   1. Contoh senyawa nonpolar yang terdiri dari ikatan kovalen adalah metana (CH4), di mana ikatan kovalen antara atom karbon dan empat atom hidrogen menghasilkan molekul yang memiliki distribusi muatan seragam.
2.  Ikatan kovalen dapat mempengaruhi sifat fisik suatu senyawa karena kekuatan ikatan ini memengaruhi titik didih, titik lebur, serta sifat listrik dan polaritas molekul tersebut.


 DAFTAR PUSTAKA

1.  1. MATERI IKATAN KOVALEN ( Gaferianto Hulu, dan Kusumawati Dwiningsih; Penerbit Universitas Negeri Surabaya; 2021 )
https://www.academia.edu/download/75430094/33457.pdf
2.   IKATAN KOVALEN ( Arina Sukma Tanjung Asri; Penerbit Universitas Negeri Surabaya; 2022 )
https://ejournal.unib.ac.id/pendipa/article/view/20020
3.   IKATAN KOVALEN KOORDINASI ( Lailatul Maghfiroh, dan Kusumawati Dwiningsih; Penerbit Universitas Negeri Surabaya; 2021 )
https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/journal-of-chemical-education/article/view/38188
4.  MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP IKATAN KOVALEN ( Apriyanto Syawal, Lukman Rauf Laliyo, Mangara Sihaloho, dan Haris Munandar; Penerbit Universitas Negeri Gorontalo; 2022 )
https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jjec/article/view/13222
5.    PEMAHAMAN KONSEP IKATAN KOVALEN MENDASAR ( Mitra Otania, Abudarin, dan Nopriawan Berkat Asi; Penerbit Universitas Palangka Raya; 2019 )
https://www.chem-upr.education/ojs/index.php/JIKT/article/view/24