.

Tampilkan postingan dengan label @Z21-SANTIKA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @Z21-SANTIKA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Desember 2023

Kimia Organik Lingkungan (Dampak Senyawa Organik, Pencemaran)

 Oleh: Santika Tria Ananda Saputri
(@Z21-SANTIKA)


Abstrak
Kimia organik lingkungan adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari senyawa organik yang terkandung dalam lingkungan hidup dan dampaknya terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

Selasa, 05 Desember 2023

Elektrokimia: Korosi

 

Oleh: Santika Tria Ananda Saputri

@Z21-SANTIKA

Abstrak 

Korosi adalah proses degradasi material dan penurunan kualitas suatu material akibat pengaruh reaksi kimia dan elektrokimia dengan lingkungannya.

Pendahuluan

Korosi adalah proses perusakan material, khususnya logam, akibat lingkungannya yang terjadi secara elektrokimia. Pada logam, terjadinya korosi akibat reaksi kimia pada suhu yang tinggi. Korosi dapat dicegah dengan cara memperlakukan logam yang dilindungi sebagian katoda atau dengan pengendalian secara preventif untuk menghambat serangan korosi. Faktor yang berpengaruh terhadap korosi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu yang berasal dari bahan itu sendiri dan dari lingkungan. Faktor dari bahan meliputi kemurnian bahan, struktur bahan, bentuk kristal, teknik pencampuran bahan, dan sebagainya. Faktor lingkungan meliputi tingkat polusi udara, suhu, kelembaban, keberadaan zat-zat kimia yang bersifat korosif, dan lain sebagainya.

Tujuan

Untuk mengetahui dan memahami pencegahan korosi logam dan faktor yang mempengaruhi korosi pada logam.

Rumusan Masalah

1. Apa saja faktor yang mempengaruhi korosi pada logam?

2. Bagaimana cara mencegah korosi pada logam?

3. bernuansa lembab negatif korosif!

Pembahasan

1. Faktor-faktor yang mempengaruhi korosi pada logam antara lain :

•Kontak langsung dengan oksigen dan udara.

•Keberadaan zat pengotor.

•Keberadaan elektrolit.

•Suhu.

•kelembaban.

•pH (Tingkat keasaman).

•Mikroba.

•Korosi stress, yang terjadi ketika logam berada di bawah tegangan mekanik, seperti tegangan tarik atau tekanan. Faktor-faktor ini dapat mempercepat terjadinya korosi pada logam dan perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan korosi.


2. Korosi pada logam dapat dicegah dengan beberapa cara, antara lain:

•Mengontrol atmosfer agar tidak lembab dan banyak oksigen.

•Memberikan lapisan oli atau minyak secara berkala untuk mencegah kontak langsung besi dengan oksigen dan udara.

•Melakukan pelapisan atau rekayasa permukaan, proteksi katodik, dan pengondisian lingkungan.

Selain itu, pemilihan bahan yang tepat dan desain instalasi yang benar juga dapat mengendalikan korosi.


3. Beberapa dampak negatif korosi meliputi:

•Penurunan kualitas dan kualitas logam, yang dapat mengurangi umur pakai dari logam

•Kerusakan permukaan logam, yang dapat mengakibatkan kerugian besar baik dari segi ekonomi maupun lingkungan

•Serangan infrastruktur, seperti perencanaan jembatan, bangunan, dan pelat besi

Kesimpulan

korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki. Korosi sering terjadi dalam industri, seperti industri migas, di mana peralatan yang terbuat dari logam minyak dan gas bumi sangat rentan bahaya korosi.

Daftar Pustaka

Trethewey, KR dan Chamberlain, J. (1991). Korosi. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.


Jones, DA (1996). “Prinsip dan Pencegahan Korosi.” Aula Prentice.


Fontana, MG, Greene, ND (2015). "Teknik Korosi: Prinsip dan Praktek." Pendidikan McGraw-Hill.

Senin, 27 November 2023

Hidrolisis dan Kesetimbangan Ion Hidrogen (H+)

 


Oleh: Santika Tria Ananda Saputri 
(@Z21-SANTIKA)


Abstrak
Hidrolisis adalah reaksi kimia antara udara dan suatu senyawa yang menghasilkan perubahan pH lingkungan tersebut. Reaksi hidrolisis sering terjadi pada senyawa yang merupakan garam atau asam/basa lemah. Keseimbangan ion hidrogen (pH) adalah suatu konsep yang mengacu pada konsentrasi ion hidrogen (H+) dalam suatu lingkungan. Keseimbangan ion hidrogen dapat dipengaruhi oleh reaksi asam basa yang terjadi dalam larutan.

Kata kunci: Hidrolisis, kesetimbangan, ion, hidrogen, pH.


Pendahuluan
Jika ion hidrolisis adalah anion, maka larutan tersebut akan bersifat basa. Sebaliknya, jika ion hidrolisis adalah kation, larutan cenderung bersifat asam. Namun, ada beberapa garam yang dapat menghasilkan larutan netral saat mengalami hidrolisis, tergantung pada kekuatan asam dan basa kation serta anion yang terlibat.

Tujuan 
Untuk mengetahui perthitungan pH larutan garam yang terdiri dari 3 macam, yaitu:
1. Garam Asam
2. Garam Basa
3. Garam Netral 

Rumusan Masalah
1. Jelaskan pengertian kesetimbangan hidrolisis garam!

2. Sebutkan macam- macam perhitungan pH larutan garam!

3. Jelaskan pengaruh konsentrasi ion hidrogen (H+) pada kesetimbangan hidrolisis!

Pembahasan
1. Kesetimbangan hidrolisis garam terjadi ketika suatu garam terdisosiasi dalam air dan menyebabkan ion-ion dalam garam tersebut berinteraksi dengan air. Proses hidrolisis dapat menghasilkan larutan asam atau basa tergantung pada jenis ion yang terbentuk. Pada umumnya, dalam kimia analitik, kesetimbangan hidrolisis dipelajari dalam konteks larutan garam yang merupakan hasil dari reaksi asam dan basa. Salah satu contoh yang umum adalah hidrolisis garam natrium asetat (CH3COONa), di mana ion asetat (CH3COO-) akan mendonorkan ion hidroksida (OH-) ke dalam larutan sehingga membuat larutan bersifat basa. Pemahaman mengenai kesetimbangan hidrolisis garam penting dalam mempelajari reaksi kimia dalam larutan garam dan juga dapat diterapkan dalam berbagai bidang, seperti dalam industri, farmasi, dan lingkungan.

2. •Garam Asam: Jika garam tersebut merupakan hasil dari reaksi antara asam kuat dengan basa lemah, maka ion hidroksida (OH-) akan melepaskan sedikit OH- ke dalam larutan, sehingga larutan tersebut akan bersifat sedikit basa. Untuk menghitung pH larutan garam asam, Anda perlu mempertimbangkan ion-ion hidroksida dan ion-ion asam yang ada dalam larutan.
•Garam Basa: Jika garam tersebut merupakan hasil dari reaksi antara asam lemah dengan basa kuat, maka ion hidrogen (H+) akan melepaskan sedikit H+ ke dalam larutan, sehingga larutan tersebut akan bersifat sedikit asam. Untuk menghitung pH larutan garam basa, Anda perlu mempertimbangkan ion-ion hidrogen dan ion-ion basa yang ada dalam larutan.
•Garam Netral: Jika garam tersebut merupakan hasil dari reaksi antara asam kuat dengan basa kuat atau asam lemah dengan basa lemah, maka ion hidroksida (OH-) dan ion hidrogen (H+) akan saling menetralkan sehingga larutan garam tersebut bersifat netral. pH larutan garam netral biasanya sekitar 7.

3. Pengaruh konsentrasi ion hidrogen pada kesetimbangan hidrolisis dapat dijelaskan menggunakan Prinsip Le Chatelier. Jika konsentrasi ion hidrogen meningkat, kesetimbangan akan bergeser ke arah produk hidrolisis yang mengandung ion hidrogen (H+). Jika konsentrasi ion hidrogen menurun, kesetimbangan akan bergeser ke arah reaktan hidrolisis.

Kesimpulan 
Keseimbangan ion hidrogen (pH) mengacu pada konsentrasi ion hidrogen dalam larutan. Skala pH berkisar dari 0 hingga 14, di mana nilai 7 menunjukkan larutan basa, kurang dari 7 menunjukkan larutan asam, dan lebih dari 7 menunjukkan larutan basa. Hidrolisis beberapa senyawa juga dapat mempengaruhi keseimbangan pH larutan, tergantung pada sifat asam atau basa senyawa tersebut. Keseimbangan ion hidrogen dan hidrolisis memiliki peran penting dalam memahami sifat asam-basa senyawa dan sekumpulan larutan.

Daftar Pustaka

Chaplin, Martin. Struktur dan Perilaku Air. Diterima dari


Atkins, Peter, and de Paula, Julio. Physical Chemistry. Oxford University Press, 2014.

Nelson, David, and Cox, Michael. Lehninger Principles of Biochemistry. W.H. Freeman and Company, 2017.

Ball, David W. Water Structure and Science. Retrieved from


Chang, Raymond. Kimia. Pendidikan McGraw-Hill, 2013.

Selasa, 14 November 2023

Reaksi Asam Basa


 Oleh:  Santika Tria Ananda Saputri
(@Z21-SANTIKA)

Abstrak
Asam basa sudah dikenal sejak zaman dulu. Istilah asam (acid) berasal dari bahasa latin 
asetum yang berarti cuka. Istilah basa (alkali) berasal dari bahasa arab yang berarti abu. Asam dan basa secara tidak sadar merupakan bagian dari kehidupan kita. Kita selalu berinteraksi dengan asam dan basa setiap hari. Makanan yang kita konsumsi sebagian besar bersifat asam, sedangkan pembersih yang kita gunakan (sabun, deterjen, dll) adalah basa. (Munif, A dkk. 2018). Enzim-enzim dan protein dalam tubuh kita juga merupakan asam.

Kata kunci: Asam, basa, reaksi.

Pendahuluan
Reaksi dasar dalam titrasi asam-basa adalah netralisasi/penetralan, yaitu reaksi asam dan basa, yang dapat dinyatakan dalam persamaan reaksi seperti berikut :
H+ + OH- → H2O
Berdasarkan pengertian asam basa ARRHENIUS, suatu senyawa bersifat asam di dalam udara karena adanya ion H+. Sedangkan senyawa bersifat basa di udara karena adanya ion OH-. Arrhenius mengemukakan suatu teori dalam disertasinya (1883) yaitu bahwa senyawa ionik dalam lingkungan akan terdissosiasi menjadi ion-ion penyusunnya (Utomo, 2008). Menurut Arrhenius:  Reaksi netralisasi adalah reaksi antara asam dengan basa yang menghasilkan garam: HCl + NaOH ->NaCl + H2O.

Tujuan
Untuk mengetahui dan memahami reaksi netralisasi asam basa dan cara penggunaan indikator.

Rumusan Masalah
1. Menjelaskan Pengertian Indikator dan Kegunaannya!
2. Refleksi macam-macam Indikator yang digunakan dalam titrasi asam basa!

Pembahasan
1. Indikator (penunjuk) adalah suatu bahan kimia yang ditambahkan dalam suatu penitaran yang memberikan perubahan warna atau kekeruhan pada waktu titik akhir tercapai. Bila suatu indikator digunakan untuk menunjukkan titik akhir titrasi, maka : 
  • Indikator harus berubah warna tepat pada saat  titran menjadi ekivalen dengan titrat. 
  • Perubahan warna itu harus terjadi secara otomatis  Tiba-tiba, agar tidak ada keraguan-kerraguan tentang kapan titrasi harus dihentikan. 

2. •Metil merah
    •Bromtimol biru
    •Fenoflatein

Kesimpulan
Dari hasil pemaparan diatas dapat kita simpulkan bahwa reaksi netralisasi adalah reakai antara asam dengan basa yang menghasilkan garam. 

Daftar Pustaka 
Harjanti. 2008. Pemungutan Kurkumin dari Kunyit (Curcuma domestica val.)
 dan Pemakaiannya Sebagai Indikator Analisis Volumetri. Politeknik LPP, Jl Urip Sumoharjo, Yogyakarta. (Di akses pada tanggal 13 November 2023)


Salirawati, Das dan Regina Tutik Padmaningrum. 2010. PENGEMBANGAN PROSEDUR PENENTUAN KADAR ASAM CUKA SECARA TITRASI ASAM–BASA DENGAN BERBAGAI INDIKATOR ALAMI (SEBAGAI ALTERNATIF PRAKTIKUM TITRASI ASAM–BASA DI SMA). FMIPA-UNY, Yogyakarta. (Diakses pada tanggal 13 November 2023)


Senin, 06 November 2023

Struktur Molekul Kristal Zat Padat


 Oleh: Santika Tria Ananda Saputri
(@Z21-SANTIKA)

Abstrak 
Struktur kristal mempunyai beberapa tipe yang tergantung pada geometrinya 
susunan atomnya, pengetahuan tentang geometri dari susunan atom ini sangat 
penting dalam fisika zat padat, karena struktur ini biasanya mempengaruhi sifat-sifat zat padat. 

Kata kunci: Struktur kristal, zat padat, geometri.

Pendahuluan 
Zat padat secara umum fokus pada atom dan elektron di dalam kristal. Zat padat dimulai pada permulaan abad 20 mengikuti penemuan difraksi sinar-X oleh kristal, publikasi dari serangkaian perhitungan sederhana, dan berhasil memprediksi sifat-sifat kristal. Ketika sebuah kristal tumbuh di sebuah lingkungan yang konstan, bentuknya berkembang seperti balok-balok identik yang ditambah secara terus-menerus. Balok-balok tersebut adalah atom atau kumpulan atom sehingga kristal adalah barisan atom periodik tiga dimensi. Hal ini sudah diketahui pada abad ke-18 ketika ahli mineral menemukan bahwa angka-angka indeks dari arah semua muka kristal adalah angka bulat.

Tujuan
Untuk mengetahui struktur kristal kubik memiliki 3 macam, yaitu: struktur kubik sederhana, kubik berpusat badan, dan kubik berpusat muka.

Rumus Masalah
1. Memikirkan macam-macam struktur kristal kubik!
2. menjelaskan tentang struktur kristal heksagonal!

Pembahasan
1. Struktur kristal kubik terdiri dari 3 macam, yaitu:
A. Struktur Simple Cubic (SC) atau Kubik Sederhana
•Dalam struktur kubik sederhana, atom-atom hanya terletak di bagian 
sudut saja sisi sehingga hanya bersinggungan di sepanjang kubus. Total atom yang berada dalam suatu unit sel dengan struktur SC berjumlah 1 yang diperoleh dari penjumlahan seperdelapan atom yang terletak di sudut. Struktur ini kurang rapat dan memiliki koordinasi yang berkumpul enam. Bilangan koordinasi diartikan sebagai banyaknya atom tetangga terdekat atau banyaknya atom yang bersentuhan.
B. Struktur Tubuh Centered-Cubic (BCC)
•Dalam struktur ini terdapat atom-atom yang terletak di semua sudut (delapan sudut) dan atom tunggal di bagian pusat kubus. Masing-masing unit sel BCC memiliki dua atom; satu atom berasal dari penjumlahan satu per delapan atom yang terletak di delapan sudut kubus dan satu lagi berasal dari atom yang terletak di pusat kubus, ketika posisi atom yang terletak di bagian sudut dengan di bagian pusat adalah sama. 
C. Struktur Wajah Berpusat-Kubik
•Dalam struktur kristal atom-atom FCC terletak pada bagian sudut dan juga di pusat dari seluruh permukaan kubus. Untuk struktur kristal FCC, masing-masing atom yang terletak pada sudut dibelah-bagi ke dalam delapan unit sel, oleh karena itu pusat atom muka yang terletak pada bagian sisi terbagi menjadi dua. Total atom yang dimiliki oleh struktur kristal FCC ada 4 yang 
diperoleh dari penjumlahan satu per delapan dari masing-masing atom yang 
terletak di delapan sudut dengan setengah bagian atom yang terletak di enam 
permukaan sel.

2. Struktur Kristal Heksagonal Closed Packed (HCP). Permukaan atas dan bawah unit sel ini terdiri atas enam atom yang 
membentuk segi enam dan mengelilingi sebuah atom tunggal di bagian pusat. Bidang lain yang membentuk tiga atom tambahan dalam satuan sel diletakkan di antara bidang bagian atas dan bawah.

Kesimpulan
Dari hasil pemaparan diatas di ketahui Untuk kristal kubus mempunyai 3 kisi bravais sebagai berikut.
A. SC (Kubik Sederhana/kubus sederhana).
B. BCC (Body-Centered Cubic/kubus pusat badan).
C. FCC (Kubik Berpusat Wajah/kubus pusat muka).

Daftar Pustaka
Dr. I Made Astra, M.Si. 2019. Struktur Kristal. Universitas Terbuka, Jakarta. (Diakses pada tanggal 6 November 2023)


Su'ud, Ibnu dan Hufri. 1998. Struktur Kristal dan Ikatan. FPMIPA IKIP, Padang. (Diakses pada tanggal 6 November 2023)




Senin, 23 Oktober 2023

Komposisi Molekuler Zat Cair

 


Oleh: Santika Tria Ananda Saputri

(@Z21-SANTIKA)


Abstrak 

Suatu cairan akan mendidih jika jumlah molekulnya cukup energi untuk melepaskan diri dari sel molekul yang kemudian berubah menjadi uap. Ketika zat lain yang larut dalam udara, maka zat tersebut akan menjadi partikel, yang nantinya partikel tersebut akan mengikat partikel udara dan keluar ke dalamnya uap, dengan kata lain molekul udara akan membutuhkan energi yang lebih tinggi untuk mendidih.

Kata kunci: Molekul, zat cair, partikel.


Tujuan

Untuk mengetahui sifat-sifat zat cair dan memahami keadaan cair suatu zat berdasarkan tingkat molekulernya.


Pendahuluan

Sifat-sifat suatu larutan sangat dipengaruhi oleh komposisinya. Untuk menyatakan komposisi lingkungan  tersebut maka digunakan istilah konsentrasi larutan yang menunjukkan perbandingan  jumlah zat terlarut terhadap pelarut  (Khikmah, N.2015). Untuk jumlah terlarut  yang berbeda pada setiap lingkungan, maka  dibutuhkan energi panas yang berbeda pula, yang selanjutnya akan mempengaruhi titik-titik di lingkungan tersebut. Titik didih suatu  larutan merupakan suhu larutan pada saat tekanan uap jenuh larutan itu sama dengan  tekanan udara luar (tekanan yang diberikan  pada permukaan cairan) (Wolke, 2003). Sifat cairan, volumenya konstan, tetapi bentuknya mengikuti wadahnya. Hal ini disebabkan gaya Tarik antar molekul yang bekerja pada cairan jauh lebih besar dari bentuk gas, dan ini mengakibatkan molekul saling berdekatan. Untuk memahami secara lengkap keadaan cair suatu zat, diperlukan pemahaman tentang perilaku pada tingkat molekuler.


Rumusan Masalah

1. Apa maksudnya dengan Fungsi potensial antar molekul?

2. Apa maksudnya dengan Fungsi distribusi radial?

3. Sebutkan komposisi molekuler pada air!


Pembahasan

1. Fungsi potensial berpasangan, u , adalah bilangan positif besar untuk r kurang dari d , dengan asumsi nilai minimum di lokasi yang paling disukai dan berkurang menjadi nol ketika r mendekati tak terhingga .

2. Fungsi distribusi radial suatu cairan adalah perantara antara padatan dan gas, dengan sejumlah puncak kecil sebagai jarak pendek, ditumpangkan pada peluruhan tetap hingga nilai konstan pada jarak yang lebih jauh.

3. Air mempunyai rumus kimia H2O , satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang berikatan kovalen dengan satu atom oksigen.

Kesimpulan

Dari hasil pemaparan diatas diketahui bahwa sifat-sifat suatu lingkungan sangat dipengaruhi oleh susunan komposisinya dan suatu cairan akan mendidih jika jumlah molekulnya cukup energi untuk melepaskan diri dari sesama molekul yang kemudian berubah menjadi uap.


Contoh Soal 

1. Sebutkan ciri-ciri dari zat cair!

   Jawaban:

   •Bentuknya berubah-ubah.

   •Volumenya tetap.

   •Mengikuti bentuk wadahnya.

   •Pada Ikatan antar partikelnya lemah.

   •Pada Susunan partikelnya kurang tetatur dan renggang.


2. Sebuah benda terapung di atas permukaan udara yang dilapisi minyak dengan 50% volume benda berada di dalam udara, 30% volume benda berada di minyak, dan sisanya berada di permukaan minyak. Jika massa jenis minyak adalah 0,8 g/cm3 maka massa jenis benda tersebut adalah.... g/cm3

Jawaban:

ρ udara = 1 g/cm3VbTair = 50%

ρ Minyak = 0,8 g/cm3VbTminyak = 30%

Kasus ini dapat diselesaikan melalui hubungan antara gaya berat dan gaya apung. Adapun persamaannya sebagai berikut:

Fa = w

ρ . g .VbT= ρ . G . Vb

ρ .VbT= ρ . Vb

ρ udara .VbTair + ρ minyak . Vb minyak = ρb . Vb(1) . (50% Vb) + (0,8) . (30% Vb) = ρb . Vb

ρ = 0,5 + 0,24 = 0,74Jadi, massa jenis zat benda tersebut adalah 0,74 gram/cm3


Daftar Pustaka

Putri, Laili Mei Ari, Trapsilo Prihandono dan Bambang Supriadi. 2017. PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN TERHADAP LAJU KENAIKAN SUHU LARUTAN. FKIP Universitas Jember, Jember. (Diakses pada tanggal 23 Oktober 2023)

https://core.ac.uk/download/pdf/291838096.pdf

Rangkuti, Maksum. 2023. Ciri-Ciri Perubahan Kimia. Fakultas Teknik UMSU, Medan. (Diakses pada tanggal 23 Oktober 2023)

https://fatek.umsu.ac.id/2023/08/21/ciri-ciri-perubahan-kimia/