.

Tampilkan postingan dengan label @TB02. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @TB02. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Februari 2017

Lingkungan Kimia













Lingkungan Kimia adalah studi ilmiah terhadap fenomena kimia dan biokimia yang terjadi di alam. Bidang ilmu ini dapat didefinisikan sebagai studi terhadap sumber, reaksi, transpor, efek, dan nasib zat kimia di lingkungan udara, tanah, dan air; serta efek aktivitas manusia terhadapnya. Kimia lingkungan adalah ilmu antardisiplin yang memasukkan ilmu atmosfer, akuatik, dan tanah, dan juga sangat bergantung dengan kimia analitik,ilmu lingkungan , dan bidang-bidang ilmu lainnya.
Kimia lingkungan pertama kali mempelajari bagaimana cara kerja lingkungan yang tak terkontaminasi, zat kimia apa dan berapa konsentrasi yang ada secara alami, dan apa efeknya. Tanpa hal ini, mustahil untuk mempelajari secara akurat efek manusia terhadap lingkungan dengan pelepasan zat kimia.
Pencemaran udara adalah suatu kondisi di mana kualitas udara menjadi rusak dan terkontaminasi oleh zat-zat, baik yang tidak berbahaya maupun yang membahayakan kesehatan tubuh manusia. Pencemaran udara biasanya terjadi di kota-kota besar dan juga daerah padat industri yang menghasilkan gas-gas yang mengandung zat di atas batas kewajaran. Rusaknya ata semakin sempitnya lahan hijau atau pepohonan di suatu daerah juga dapat memperburuk kualitas udara di tempat tersebut. Semakin banyak kendaraan bermotor dan alat-alat industri yang mengeluarkan gas yang mencemarkan lingkungan akan semakin parah pula pencemaran udara yang terjadi. Untuk itu diperlukan peran serta pemerintah, pengusaha dan masyarakat untuk dapat menyelesaikan permasalahan pencemaran udara yang terjadi
Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial, penggunaan pestisida, masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan, zat kimia, atau limbah. air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat. Jika suatu zat berbahaya telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya.
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Menurut Keputusan Menteri Negara Kepedudukan dan Lingkungan Hidup No.02/MENLH/I/1998, yang dimaksud dengan polusi/pencemaran air adalah masuk/dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain kedalam air/udara oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, kurang atau tidak dapat berfungsi lagi dengan peruntukannya. 
Air biasanya disebut tercemar ketika terganggu oleh kontaminan antropogenik dan ketika tidak bisa mendukung kehidupan manusia, seperti air minum, dan/atau mengalami pergeseran ditandai dalam kemampuannya untuk mendukung komunitas penyusun biotik, seperti ikan. Fenomena alam seperti gunung berapi, algae blooms, badai, dan gempa bumi juga menyebabkan perubahan besar dalam kualitas air dan status ekologi air. Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia. Pemanfaatan terbesar danau, sungai, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya berpotensi sebagai objek wisata. Di negara-negara berkembang, seperti Indonesia, pencemaran air merupakan penyebab utama gangguan kesehatan manusia/penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di seluruh dunia, lebih dari 14.000 orang meninggal dunia setiap hari akibat penyakit yang ditimbulkan oleh pencemaran air.


 Referensi


Reaksi Kimia

Reaksi kimia adalah perubahan dalam struktur molekul. Reaksi ini bisa menghasilkan penggabungan molekul membentuk molekul yg lebih besar. Pembelahan molekul menjadi dua atau lebih molekul yg lebih kecil atau penataulangan atom atom dalam molekul.
Reaksi kimia merupakan suatu proses alam yg selalu menghasilkan antar ubahan senyawa kimia. Senyawa atau senyawa –senyawa awal yang terlibat dalam reaksi disebut sebagai reaktan. Reaksi kimia biasanya dikarakteristikan dengan perubahan kimiawi dan akan menghasilkan suatu atau lebih produk yg biasanya memiliki ciri-ciri berbeda dari reaktan. Secara kalasik reaksi kimia melibatkan perubahan yg melibatkan elektron dalam pembentukan dan pemutusan ikatan kimia walaupun pada dasarnya konsep uum rekasi kimia juga dapat diterapkan pada transformasi partikel-partikel elementer pada reaksi nuklir

 Jenis reaksi kimia
A.    Pembakaran adalah suatu reaksi dimana suatu unsur atau senyawa bergabung dengan oksigen membentu senyawa yg mengandung oksigen sedrhana
B.     Penguraian (sintesis) reksi dimana sebuah zat yg lebih komplek terbentuk dari dua atau lebih zat yg lebih sedrhana  bik unsur ataupun senyawa
C.     Penguraian adalah suatu reaksi dimana suatu zat dipecah menjadi zat-zat yg lebih sederhana
D.    Penggantian adalah suatu reaksi dimana sebuah unsur pindahan unsur lain dalam suatu senyawa
E.     Metatesis adalah suatu reaksi dimana terjadi pertukaran antara dua reaks
            Jika terjadi reaksi kimia dapat diamati 3 macam perubahan
·         Perubahan sifat
·         Perubahan susunan
·         Perubahan energi
Semua perubahan kimia tentu induk pada hukum pelestarian hukum energi dan pelestarian energi massa. Susunan senyawa kimia tertentu oleh hukum susunan pasti dan hukum perbandingan berbeda. Azas fundamental yg mendasari semua perubahan kimia merupakan daerah kimia teoritis,kolerasi antar konsep unsur dan senyawa dengan keempat hukum tersebut diperoleh dari teori adam dalton

Reaksi kimia sangat sering digunakan oleh para ahli teknik kimia untuk mensintesis senyawa baru dari sumber daya alam mentah di alam, seperti minyak bumi dan bijih-bijih mineral. Merupakan suatu hal yang penting untuk membuat reaksi yang seefisien mungkin, memaksimalkan hasil yang bisa diperoleh dan meminimalkan reagen yang dipakai, energi masuk dan energi keluar. Katalis biasanya digunakan untuk mengurangi energi aktivasi sehingga meningkatkan laju reaksinya.
Beberapa reaksi yang spesifik mempunyai penggunaan yang khusus. Misalnya, reaksi termit dipakai untuk menghasilkan cahaya dan panas pada piroteknik dan pengelasan. Meskipun reaksi ini lebih agak sulit dikontrol daripada reaksi-reaksi sebelumnya, tetapi alat-alat yang dibutuhkan jauh lebih sedikit dan sampai saat ini masih digunakan untuk memperbaiki jalur-jalur kereta api di tempat-tempat terpelosok.











Referensi

Sabtu, 21 Januari 2017

KIMIA KONTEKSTUAL



 KIMIA KONTEKSTUAL
Dalam bahasa inggris, miyak bumi adalah Petroleum dari bahasa latin Petrus(karang) dan Oleum(Minyak). Minyak Bumi adalah cairan kental berwarna hitam yang bersifat mudah terbakar. Minyak bumi terletak pada lapisan atas pada kerak bumi. Minyak bumi dijuluki sebagai emas hitam. Minyak Bumi adalah senyawa kimia yng mengandung hidro dan karbon. Minyak bumi yang belum diolah disebut minyak mentah dan belum dapat digunakan. Minyak bumi terbentuk dari sisa-sisa fosil hewan kecil / renik yang hidup di laut jutaan tahun yang lalu. Ketika hewan tersebut mati, bangkainya akan jatuh ke dasar laut dan terperangkap di dalam lumpur dan pasir selama jutaan tahun, bangkai hewan tersebut akan melapuk membentuk fosil dan tertimbun di dasar laut

Komposisi Penyusun Minyak Bumi dan Gas Alam.
    Minyak bumi dan gas alam adalah campuran kompleks hidrokarbon dan senyawa-senyawa organik lain. Komponen hidrokarbon adalah komponen yang paling banyak terkandung di dalam minyak bumi dan gas alam. Gas alam terdiri dari alkana suhu rendah, yaitu metana, etana, propane, dan butane. Selain alkana terdapat juga berbagai gas lain seperti karbondioksida dan hydrogen sulfide, beberapa unsure gas juga men gandung helium. Sedangkan hidrokarbon yang terkandung dalam minyak bumi terutama adalah alkana dan sikloalkana, senyawa lain yang terkandung di dalam minyak bumi diantaranya adalah sulfur, oksigen, nitrogen dan senyawa-senyawa yang mengandung konstituen logam terutama nikel, besi dan tembaga. Komposisi minyak bumi sangat bervariasi dari satu sumur ke sumur lainnya, dan dari satu daerah ke daerah lainnya.

Proses Pengolahan Minyak Bumi.
    Minyak bumi biasanya berada 3-4 km di bawah permukaan laut. Minyak bumi diperoleh dengan membuat sumur bor. Minyak mentah yang diperoleh ditampung dalam kapal tanker atau dialirkan melalui pipa ke stasiun tangki / ke kilang minyak dan selanjutnya diolah menjadi berbagai produk sebagai berikut :
Produk Minyak Bumi.
  • LPG
    LPG merupakan singkatan dari Liquified Petroleum Gas (gas minyak bumi yang dicairkan) LPG adalah campuran dari berbagai unsur hidrokarbon yang berasal dari fraksi gas hasil penyulingan minyak mentah. Komponen LPG yang jumlahnya banyak adalah propane dan butane. LPG juga mengandung hidrokarbon lainnya, seperti etana dan pentane.


  • Bensin
    Bensin merupakan fraksi minyak bumi yang paling banyak digunakan masyarakat. Bensin mengandung senyawa hidrokarbon dengan jumlah atom karbon antara 5 hingga 12 yang berasal dari fraksi nafta dan fraksi minyak gas berat hasil penyulingan minyak bumi. Senyawa hidrokarbon yang terkandung dalam bensin dapat berupa alkana rantai lurus, alkana rantai bercabang, sikloalkana, aromatik, dan alkena. Bensin cocok digunakan sebagai bahan bakar kendaraan yang tidak bermesin diesel, seperti sepeda motor dan sebagian kendaraan bermotor roda empat.
  • Kerosin
    Kerosin adalah cairan hidrokarbon yang tidak berwarna dan mudah terbakar. Kerosin diperoleh dengan cara distilasi fraksional dari minyak mentah pada 150 derajat celcius dan 275 derajat celcius. Kerosin digunakan sebagai bahan bakar kompor masak, bahan bakar alat penerang, dan bahan bakar pesawat terbang. Kualitas kerosin untuk bahan bakar kompor masak dan alat penerang lebih rendah dari kerosin untuk bahan bakar pesawat terbang. Kerosin yang digunakan sebagai bahan bakar kompor masak dan alat penerang dikenal dengan istilah minyak tanah, sedangkan untuk pesawat terbang disebut avtur.
  • Minyak solar
    Solar adalah fraksi minyak bumi dengan titik didih antara 250-340 derajat celcius (fraksi minyak gas ringan). Minyak solar digunakan sebagai bahan bakar kendaraan yang menggunakan mesin diesel. Umumnya solar menggunakan belerang dengan kadar yang cukup tinggi. Kualitas minyak solar dinyatakan dengan angka / bilangan setana. Angka setana adalah tolok ukur kemudahan menyala atau terbakar dari suatu bahan bakar di mesin diesel.
  • Minyak pelumas dan Aspal
     Minyak pelumas atau minyak oli berasal dari fraksi minyak gas berat. Kegunaan dari minyak pelumas adalah mencegah karat dan mengurangi gesekan. Aspal berasal dari residu minyak bumi. Kandungan utama aspal adalah senyawa karbon jenuh dan tak jenuh, alifatik dan aromatik yang mempunyai atom karbon sampai 150 per molekul. Atom-atom selain hydrogen dan karbon yang juga menyusun aspal adalah nitrogen, oksigen, belerang, dan beberapa atom lain. Secara kuantitatif, biasanya 80 persen massa aspal adalah karbon, 10 persennya adalah hydrogen, 6 persen belerang, dan sisanya oksigen dan nitrogen, serta sejumlah renik besi, nikel, dan vanadium. Aspal digunakan untuk melapisi permukaan jalan.






Dampak Penggunaan Produk Minyak Bumi.
Keuntungan
Minyak bumi memiliki beberapa keuntungan saat di kelola diantaranya adalah :
  1. Bahan bakar
  2. Sumber gas cair
  3. Industri Kimia
  4. Bahan Serat
  5. Produk Dapur
  6. Bahan Mobil
  7. Sumber olahan pupuk
  8. Pembangkit listrik
  9. Bahan obat
Kerugian
Minyak bumi memiliki beberapa kerugian saat di kelola diantaranya adalah :
·         Menyebabkan pencemaran iklim dan udara
·         Dapat mencemari Perairan
·         Menimbulkan kerusakan Tanah akibat penambangan pada saat proses pengeboran
·         Dampak Asap kendaraan bermotor
Kesimpulan.
Minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Minyak bumi merupakan hasil tambang yang nantinya dapat diolah menjadi berbagai macam bahan bakar. Minyak bumi merupakan anugerah dari Tuhan yang harus kita syukuri dengan menggunakan dengan sebaik-baiknya.
    Namun, pembakaran Minyak bumi dapat menimbulkan polusi atau pencemaran. Oleh karena itu, kita harus dapat menggunakan dan menjaga dampak negatif yang ditimbulkan seminimal mungkin agar tidak merusak lingkungan sekitar. Untuk itu perlunya pengembangan ilmu kimia yang lebih ramah lingkungan agar tidak banyak merugikan masyarakat.

Daftar Pustaka.





Pencemaran Udara

Kimia kontekstual atau kimia kekinian berkaitan dengan kehidupan manusia dan makhluk hidup, dan pengkajiannya terpengaruh dengan isu yang sedang trending topik. Saya akan membahas tentang Pencemaran Udara.





1. Pengertiann dari Pencemaran Udara
                Pencemaran udara adalah keadaan dimana udara disekitar kita tidak murni lagi, mengandung berbagai macam substansi yang bersifat fisika, kimia, maupun biologi yang jumlahnya sangat banyak, sehingga menimbulkan bahaya bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup yang ada di bumi.

2. Sumber Polusi Udara

    1. Sumber Alami

1. Abu, asap, dan material vulkanik yang dihasilkan oleh letusan gunung berapi.
2. Bau tidak sedap dari rawa-rawa.
3. Asap dan abu yang sebabkan oleh kebaran hutan.
               
  2. Sumber Lain-Lain

1. Asap cerobong pabrik, dan kenalpot kendaraan bermotor yang melepaskan CO2 dan CO keudara.
2. Asap pembakaran batu bara dari pembangkit listrik membebaskan partikel nitrogen oksida (NO2), dan oksida sulfur (SO2).
3. Chloro Fluoro Carbon (CFC) dari kebocoran mesin pendingin, kulkas, dan AC mobil.

3. Dampak dari Polusi Udara
Polusi udara menimbulkan dampak negatif diantaranya :
1. Menyebabkan terjadinya gangguan pernapasan seperti misalnya gangguan pada paru-paru.
2. Menyebabkan kambuhnya penyakit asma. Penyakit asma merupakan salah satu penyakit yang berhubungan dengan paru- paru dan sering timbul ketika menghirup udara yang kotor selama beberapa waktu.
3. Menimbulkan terjadinya pemanasan global.
4. Mengganggu kesehatan kulit, sehingga kulit akan nampak kusam, elastisitas merosot, penuaan dini, keruput dini, flek hitam, hingga penyakit kanker kulit.
5. Menimbulkan atau memicu terjadinya hujan asam.
6. Mengganggu kelangsungan hidup dari tumbuhan.

4. Pencegahan dan Penanggulan Pencemaran Udara
                Mengingat bahwa dampak negatif dari pencemaran udara sangat merugikan dan berbahaya bagi kelangsungan manusian dan makhluk hidup maka perlu adanya tindakan pencegahan dan penanggulangan dari pencemaran udara. Berikut tindakan pencegahann dan penanggulangan dari pencemaran udara.
1. Dengan membuat jalur hijau dengan kegiatan penanaman pohon-pohon di kota-kota besar  agar CO2 dapat terserap kembali melalui melalui proses fotosintesis.
2. Mengurangi penggunaan minyak bumi dan bahan bakar fosil pada industri, pembangkit listrik, dan rumah tangga untuk mengurangi jumlah limbah udara yang terlepas ke atmosfer.
3. Melarang warga membakar hutan saat melakukan pembukaan lahan pertanian.
4. Dengan memanfaatkan energi alternatif yang ramah lingkungan.




Referensi :
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Pencemaran_udara
2. http://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/udara/pengertian-pencemaran-udara




HUJAN ASAM

HUJAN ASAM
Hujan asam diartikan sebagai segala macam hujan dengan pH di bawah 5,6. Hujan secara alami bersifat asam (pH sedikit di bawah 6) karena karbondioksida (CO2) di udara yang larut dengan air hujan memiliki bentuk sebagai asam lemah.
Hujan asam disebabkan oleh belerang (sulfur) yang merupakan pengotor dalam bahan bakar fosil serta nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Zat-zat ini berdifusi ke atmosfer dan bereaksi dengan air untuk membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh bersama air hujan. Air hujan yang asam tersebut akan meningkatkan kadar keasaman tanah dan air permukaan yang terbukti berbahaya bagi kehidupan ikan dan tanaman. Usaha untuk mengatasi hal ini saat ini sedang gencar dilaksanakan.

Penyebab Hujan Asam

Terjadinya sebuah peristiwa tentu ada sebabnya, begitu juga dengan fenomena hujan asam. Terjadinya hujan asam dewasa ini lebih sering disebabkan oleh berbagai macam aktivitas menusia. Dan inilah beberapa penyebab hujan asam:
  • Sulfur dan nitrogen yang dihasilkan oleh industri.
  • Sulfur dan nitrogen yang dihasilkan oleh pembangkit listrik.
  • Sulfur dan nitrogen yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor.
  • Amonia yang dihasilkan oleh kegiatan pertanian.
Dampak Hujan Asam

Manfaat Hujan Asam

Sebagai salah satu jenis fenomena alam, hujan sangat dikenal sebagai fenomena alam yang mempunyai banyak sekali manfaat bagi alam dan juga makhluk hidup yang ada di dalamnya. Bukan hanya manusia, namun juga binatang dan tumbuh- tumbuhan.
Seperti halnya hujan pada umumnya, hujan asam pun juga mempunyai sisi positif. Sisi positif ini adalah sisi kemanfaatan dari hujan asam sendiri bagi alam sekitar atau alam semesta raya. Meskipun sebenarnya hujan asam lebih identik dengan sesuatu hal yang negatif, namun keberadaannya di Bumi ternyata juga membawa sedikit manfatat. Satu- satunya manfaat dari hujan asam yang banyak diketahui oleh banyak orang adalah hujan asam ini mampu melarutkan berbagai mineral yang sangat di butuhkan oleh binatang dan juga tumbuhan yang ada di Bumi. Kandungan asam yang tinggi inilah yang mampu melakukannya (melarutkan mineral di dalam tanah). Sementara hanya inilah manfaat dari hujan asam yang mampu dipecahkan. Selain manfaat tersebut, masih ada manfaat lain yang akan kita peroleh dari turunnya hujan asam ini.

Dampak negatif hujan asam
Kejadian hujan asam memberikan dampak yang merugikan bagi bumi dan kehidupan yang ada didalamnya. Dan inilah beberapa dampak hujan asam yang mengancam bumi serta kehidupan umat manusia, silahkan disimak baik-baik.
  • Menyebabkan gangguan pernapasan pada manusia.
  • Menyebabkan korosi pada bangunan-bangunan.
  • Menyebabkan tumbuhan kering, layu dan mati.
  • Merusak ekosistem perairan.
  • Merusak sarana prasarana (infrastruktur) dibumi.
Penanggulangan
Ada setidaknya 5 upaya untuk menaggulangi terjadinya hujan asam diantaranya adalah:
§  Gunakanlah bahan bakar yang memiliki kandungan belerang yang rendah. Karena perlu diketahui penggunaan belerang untuk setiap bahan bakar kadarnya berbeda-beda. Oleh karena itu untuk mencegah penggunaan bahan bakar belerang berlebihan maka bisa digunakan bahan bakar lain seperti etanol, hydrogen dan methanol.
§  Apabila terjadi pembakaran maka dapat dicegah dengan mengurangi emisi gas SO2 dan Nox dengan menggunakan salah satu teknologi yang biasa dinamakan lime injection in multiple burners.
§  Dapat mengendalikan pencemaran apabila terjadi pembakaran. Yakni bisa menggunakan bahan alami yang berasal dari pembakaran itu sendiri. Bisa menggunakan teknologi fle gas desulfurization (FGD) atau zat pengikat ammonia dan limbah yang bermanfaat untuk pupuk.
§  Bisa menerapkan 3R yaitu Reuse, Recycle dan Reduce. Hal ini merupakan cukup efektif untuk mengurangi sampah dan limbah.
§  Kurangi penggunaan sulfur sebelum membakar. Yaitu dengan menggunakan teknologi tertentu.
§  Kurangi penggunaan sulfur sebelum membakar. Yaitu dengan menggunakan teknologi tertentu.
§  Pakailah bahan bakar dengan bijak yakni jangan terlalu berlebihan. Intinya jangan terlalu banyak menggunakan bahan bakar fosil.
§  Gunakan kendaraan umum untuk bepergian.
§  Jangan menebang pohon secara berlebihan ataupun sembarangan dan tanamlah dengan sistem reboisasi.
§  Dan pastikan gunakan peralatan yang ramah lingkungan.











http://ipemanasanglobal.blogspot.com/2014/08/pengertian-penyebab-dampak-hujan-asam.html

MINYAK BUMI



MINYAK BUMI
 
Peranan Minyak Bumi di lingkungan industri

Proses pembentukan minyak bumi

Proses pembentukan minyak bumi itu berawal dari sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang tertimbun oleh endapan pasir,lumpur dan zat-zat lain selama jutaan tahun. Kemudian mendapat tekanan serta panas bumi secara alami. Bersamaan dengan proses tersebut,bakteri pengurai merombak senyawa kompleks dalam jasad organic menjadi senyawa hidrokarbon. Selanjutnya jasad renik tersebut membentuk bintik-bintik yang tersimpan di dalam lumpur  yang mengandung minyak dan mendapat tekanan dari panas bumi sehingga batuan menjadi panas dan mengeluarkan minyak kental. Kesimpulanya semakin dalam batuan terkubur di perut bumi maka minyak yang di hasilkan akan semakin  banyak  

 Komposisi kimia dalam minyak bumi
Penampakan fisik dari minyak bumi itu tergantung dari komposisinya.Pada dasarnya Minyak bumi tersusun dari senyawa hidrokarbon yang berbeda-beda. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan senyawa hidrokarbon tersebut yaitu:

1.alkana(parafin)
banyak terdapat dalam minyak bumi adalah n-alkana dan isoalkana.
~n-alkana adalah alkane jenuh berantai lurus dan tidak bercabang.
~Isoalkana adalah alkana jenuh yang rantai induknya memepunyai atom c tersier dan bercabang.
Parafin adalah senyawa hidrokarbon tersaturasi yang mengandung rantai lurus atau bercabang yang molekulnya hanya terdiriatas atom karbon(C) dan hydrogen(H)

2.sikloalkana (neptena)
sikloalkana adalah senyawa hidrokarbon berantai tunggal dan berbentuk cincin.Golongan sikloalkana ‘;
yang terdapat dalam  minyak bumi adalah siklopentana seperti metal siklopentana dan sikloheksana.                                                                    Senyawa hidrokarbon dalam minyak bumi
NO
 HIDROKARBON
RATA-RATA
           RENTANG
 1
NEPTENA
49%
30-60%
2
PARAFIN
30%
15-60%
3
AROMATIK
15%
3-30%
4
ASPALTENA
6%
SISA-SISA

Berdasarkan komponen terbanyak dalam minyak bumi,minyak bumi dibedakan menjadi tiga golongan yaitu paraffin,naftalena,dan campuan paraffin-naftalena.

a.Minyak bumi golongan paraffin
minyak bumi jenis ini dimanfaatkan untuk bahan bakar karena merupakan sumber penghasil galosin.(bensin)

b.Minyak bumi golongan naftalena
minyak bumi jenis ini digunakan untuk pengeras jalan dan pelumas

c.Minyak bumi golongan campuran paraffin-naftalena
Pengolahan minyak bumi

a.Desalting
merupakan proses pengolahan untuk menghilangkan kotoran atau garam yang tercampur dalam minyak mentah(crude oil).pada proses ini ditambahkan senyawa asam dan basa kedalam minyak mentah untuk menghilangkan senyawa-senyawa nonhidrokarbon. proses desalting dilakukan untuk mencegah terjadinya korosi di pipa-pipa minyak dan mencegah tersumbatnya lubang-lubang di menara fraksinasi. Selanjutnya minyak mentah yang telah mengalami proses desalting dialirkan ke tangki pemanas untuk diuapkan.uap selanjutnya dialirkan ke menara distilasi atau fraksinasi untuk di proses lebih lanjut. 

b.Distilasi (penyulingan)
setelah senyawa-senyawa nonhidrokarbon dipiahkan dari minyak mentah dengan proses desalting, selanjutnya minyak mentah dapat didistilasi untuk memisahkan komponen penyusun minyak mentah yang berupa senyawa hidrokarbon berdasarkan perbedaan titik didih.proses distilasi diawali dengan memanaskan minyak mentah hingga suhu 350 di dalam tanur(furnace). Selanjutnya memompakan minyak mentah panas kedalam kolom fraksinasi di bagian flash chamber(di sepertigabagianbawah). proses fraksinasi di bantu dengan pemanasan steam.

FRAKSI-FRAKSI MINYAK MENTAH DAN KEGUNAANYA

FRAKSI
TITIK DIDIH
JUMLAH ATOM C
                 KEGUNAAN
GAS
(-160)-(-40)
1-4
Bahan bakar komporgas,gastabung,bahan bakar mobil dan umpan proses petrokimia
PROTELIUM ETER
30-90
5-7
Pelarut dan dry cleaning
BENSIN
35-75
5-10
Bahan bakar kendaraan bermotor,bahan bakar penerbangan bermesin piston,dan umpan proses petrokimia
NAFTA
70-170
8-12
Bahan baku industry petrokimia
KEROSIN DAN AFTUR
170-250
10-14
Bahan bakar pesawat terbang,bahan bakar pesawat bermesinjet,kompor minyak dan bahan bakar industri
SOLAR
250-340
15-25
Bahan bakar mesin disel
OLI
350-500
19-35
pelumas
PARAFIN
350
>20
Bahan baku lilin
RESIDU
>500
>70
Pengeras jalan,bahan pelapis anti bocor,dan bahanbakar boiler (mesinpembangkituappanas)

Sumber/refrensi :
    5.       https://id.wikipedia.org
    6.       http://www.chem-is-try.org
    7.       energitoday.com