TEKNOLOGI HIJAU SELAMATKAN BUMI
I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Kesadaran masyarakat terhadap teknologi hijau masih belum mencapai tahap yang memuaskan. Masih banyak kilang-kilang yang mengeluarkan asap hitam yang membahayakan, penggunaan bahan bakar kendaraan bermotor, sungai-sungai yang kotor dan pelepasan karbon ke udara. Oleh karena itu, pemerintah terus meningkatkan kesadaran umum tentang teknologi hijau dan pengurusan sumber tenaga. Teknologi adalah bentuk penerapan dari sebuah karya ide ilmiah yang memerlukan tahap pengujian secara menyeluruh demi sebuah perubahan selamatkan bumi yang lebih baik dari sebelumnya, yang kesemuanya untuk sebuah peningkatan kualitas dan mutu yang bisa di gunakan bersama-sama oleh seluruh umat manusia di muka bumi ini. Dampak dan hasil teknologi itu sendiri nantinya akan bisa di rasakan oleh kita sebagai pengguna teknologi dan juga lingkungan di sekitar kita..
1.2 RUMUSAN MASALAH
Pentingkah teknologi hijau untuk kehidupan?
Apa dampak positif teknologi hijau?
II PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN TEKNOLOGI HIJAU
Teknologi hijau adalah aplikasi sains alam untuk memelihara sumber daya alam daridampak negative yang ditimbulkan akibat aktivitas manusia. Teknologi hijau adalah teknologi rendah karbon dan lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan teknologi yang sudah ada. Teknologi hijau juga mampu mengurangi pelepasan gas karbon ke udara yang menyebabkan fenomena perubahan cuaca. Tanda-tanda perubahan cuaca dunia yang kita rasakan ialah cuaca yang tidak menentu. Seringkali cuaca panas yang sangat menyengat di saat seharusnya musim penghujan. Dari aspek energi, teknolgi hijau akan mencari manfaat untuk mengurangi penggunaan energi dan pada waktu yang sama tetap meningkatkan energi. Dari aspek alam sekitar, dapat memelihara dan menjaga lingkungan. Dari aspek ekonomi, teknologi hijau meningkatkan pembangunan ekonomi negara. Dari segi sosial pula, kualitas hidup masyarakat dapat meningkat. Energi berperanan penting dalam semua aktivitas. Sumber energi dibagi menjadi dua jenis yaitu sumber tenaga konvensional (tidak boleh diperbaharui) dan tidak konvensional (boleh diperbaharui).
2.2 ENERGI YANG TERMASUK TEKNOLOGI HIJAU
Terdapat berbagai bahan yang dapat dijadikan alternatif untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil seperti tenaga solar (matahari), tenaga air, tenaga angin, hidrogen, dan biodiesel kelapa sawit. Cahaya matahari pada waktu siang dapat dimanfaatkan sebagai sumber tenaga untuk menggantikan tenaga elektrik. Walaupun biaya untuk sistem solar tinggi dan setengah kawasan tidak mendapat matahari untuk jangka panjang karena keadaan cuaca tidak menentu, tetapi manfaatnya tidak dapat diabaikan. Tenaga matahari dapat mengurangi pencemaran udara dan efek rumah kaca serta energinya dapat disimpan untuk penggunaan listrik pada waktu malam.
a. Tenaga hidro/ air
berasal dari air yang mengalir mengandung tenaga yang boleh diubah menjadi tenaga listrik. Tenaga hidro menampung keperluan pertanian.
b. Hidrogen juga merupakan bahan penggantian untuk bahan bakar fosil. Hidrogen boleh digunakan sebagai sejenis bahan api yang menggerakkan kendaraan. Hidrogen dibakar dalam mesin melalui cara yang serupa dengan kereta petrol tradisional. Kendaraan yang menggunakan hidrogen sebagai nahan bakar dapat mengurangi penggunaan gas rumah kaca dan perusak lapisan ozon. Tetapi untuk mendapatkan bahan ini terbilang sulit karena hidrogen diperoleh melalui termokimia yang menggunakan gas asli, arang, gas petroleum , biodiesel, melalui proses termolisis atau dihasilkan dari air melalui elektrolisis. Oleh itu, hidrogen dikenal sebagai cara yang kurang tepat dan paling mahal untuk mengurangi gas rumah hijau.
c. Biofuel juga merupakan bahan bakar alternatif untuk bahan bakar fosil yang dihasilkan dari bahan-bahan organik. Biofuel dapat dihasilkan secara langsung dari tanaman atau limbah industri, komersial, domestik, atau pertanian. Ada tiga cara untuk menghasilkan boifuel yaitu limbah organik kering (limbah rumah tangga), fermentasi limbah basah (kotoran hewan) atau fermentasi tebu atau jagung dan tenaga dari hutan. Biofuel menghasilkan karbon dioksida yang jauh lebih sedikit daripada bahan bakar fosil yang mencemarkan udara. Biofuel dapat terurai dan sumber bahan buatan biofuel terjamin serta mampu menghindari dampak dari efek rumah kaca.
2.3 CASE STUDY
Sebagai upaya Daihatsu dalam pemakaian dan penerapan Teknologi Hijau, daihatsu memiliki tiga rahasia teknologi hijau sebagai pedoman Teknologi Ramah Lingkungan yang di terapkan pada mesinnya di masa mendatang, diantaranya penggunaan teknologi sumber tenaga baru melalui bahan bakar cair Hidrazin Hidrat pada aki mobil yang di percaya zat ini memiliki energi tinggi namun tidak menghasilakan CO2. Selanjutnya Penggunaan mesin dua silinder yang dikenal dengan teknologi active ignition yaitu sistem penghemat bahan bakar yang mampu menghemat hingga 30 persen. Namun demikian meskipun mesin ini memiliki cc kecil tapi tetap memiliki daya performa terjaga karena telah di balut dengan teknologi turbo. Yang menarik dan unik dari teknologi daihatsu mobil, dalam teknologinya mesin mobi ini akan mampu menghasilkan pembakaran sempurna melalui sistem i-EGR sehingga mengurangi karbondioksida serta mesin mobil akan mati secara otomatis jika dalam keadaan macet parah yang tentu saja akan menghemat bahan bakar. Dalam ulasan di atas nampak jelas bahwa teknologi yang dimiliki Daihatsu telah membawa perubahan pada teknologi mesin yang diterapkan serta sebagai upaya mendukung Teknologi Hijau yang Ramah Lingkungan, di harapkan teknologi hijau tersebut bisa di terima oleh konsumen cerdas dan bisa selamatkan bumi kita dari era global warming menuju Teknologi Go Green.
III PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Berdasarkan artikel di atas dapat disimpulkan bahwa satu sistem sumber daya perlu dipelihara guna menjamin kelangsungan hidup manusia di masa yang akan datang. Untuk mencegah bumi dari pemanasan global, pemakaian tenaga alternatif sangat dianjurkan bahkan digalakkan oleh pemerintah. Saya percaya bahwa teknologi hijau akan dapat membantu dalam memelihara alam sekitar.
DAFTAR PUSTAKA
Benholt-Thomson, Veronika, and Maria Mies. 1999. The Subsistence Perspective: Beyond the Globalized Economy, London/NY: Zed Books.
Hawken, P. 1993. The Ecology of Commerce: A Declaration of Sustainability , New York: Harper Business.
Jackson, T. 1996. Material Concerns: Pollution, Profit and Quality of Life , London/New York: Routledge.
Morris, D. 2001. Seeing the Light: Regaining Control of Our Electricity System, Minneapolis/Washington DC: Institute for Local Self-Reliance.
Sachs, Wolfgang, Reinhard Loske, and Manfred Linz. 1998. The Wuppertal Institute for Climate, Environment and Energy, Greening the North: A Post-Industrial Blueprint for Ecology and Equity , London: Zed Books.
Tampilkan postingan dengan label @C22-Zahrita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @C22-Zahrita. Tampilkan semua postingan
Jumat, 24 Februari 2017
Rabu, 22 Februari 2017
Energi Hijau
Apakah Energi Hijau itu ?
Energi hijau adalah energi yang dihasilkan dari sumber energi yang
lebih ramah lingkungan (atau "hijau") dibandingkan dengan bahan bakar
fosil (batubara, minyak, dan gas alam). Karena itulah energi hijau mencakup
semua sumber energi terbarukan (surya, angin, panas bumi, biofuel, tenaga air),
dan menurut definisi juga harus mencakup energi nuklir meskipun ada banyak
penggiat lingkungan yang menentang gagasan mengenai energi nuklir masuk ke
dalam energi hijau karena nuklir memiliki masalah limbah, dan efeknya yang
berbahaya terhadap lingkungan.
Terminologi energi hijau diciptakan untuk memisahkan bahan basar fosil yang mengakibatkan tingkat polusi yang tinggi dengan bahan bakar lainnya yang mengakibatkan polusi lebih rendah dan ramah lingkungan seperti pada sumber energi terbarukan. Perubahan iklim telah menjadi ancaman global, dan dunia perlu menemukan pilihan energi bersih (lebih sedikit emisi), dan dengan demikian energi hijau penting untuk terus berkembang.
Energi hijau masih tidak cukup kuat untuk bersaing dengan bahan bakar fosil. Hal ini terutama karena energi hijau masih menjadi pilihan energi yang secara signifikan lebih mahal dibandingkan dengan bahan bakar fosil, dan dengan demikian banyak negara, terutama negara berkembang, tetap menggunakan bahan bakar fosil yang lebih murah seperti batubara.
Istilah energi hijau tidak hanya mencakup sumber energi terbarukan tetapi dapat diperluas untuk mencakup konservasi energi (contohnya energi hijau juga dipakai untuk menyebut bangunan yang dibangun dengan cara agar tetap dingin di siang hari dan tetap panas di malam hari melalui desain arsitektur yang tidak mengandalkan AC atau sistem pemanas ruangan).
Promosi energi hijau tidak hanya dengan menggunakan sumber energi terbarukan di tahun-tahun mendatang, tetapi juga untuk membuat dominasi teknologi bahan bakar fosil saat ini menjadi lebih hijau dan mengurangi tingkat polusi (seperti teknologi batubara bersih).
Istilah energi hijau kadang-kadang diidentifikasikan dengan istilah energi berkelanjutan, tetapi hal ini tidak sepenuhnya benar karena energi yang berkelanjutan juga mencakup teknologi untuk meningkatkan efisiensi energi. Energi hijau tidak mengacu pada efisiensi sumber energi terbarukan tetapi hanya menekankan pada dampak positif mereka terhadap lingkungan (dibandingkan dengan bahan bakar fosil).
Pengertian Energi Terbarukan dan Energi Tak Terbarukan
a. Energi Terbarukan
Energi terbarukan adalah energi yang berasal dari "proses alam
yang berkelanjutan", seperti tenaga matahari, tenaga angin, tenaga air,
dan biomassa.
Secara sederhana, energi terbarukan didefinisikan sebagai energi
yang dapat diperoleh ulang (terbarukan) seperti sinar matahari dan angin.
Sumber energi terbarukan adalah sumber energi ramah lingkungan yang
tidak mencemari lingkungan dan tidak memberikan kontribusi terhadap perubahan
iklim dan pemanasan global seperti pada sumber-sumber tradisional lain.
Energi terbarukan merupakan sumber energi alam yang dapat langsung
dimanfaatkan dengan bebas. Selain itu, ketersediaan energi terbarukan ini tak
terbatas dan bisa dimanfaatkan secara terus menerus. Adapun contoh dari energi
terbarukan ini adalah sebagai berikut :
1. Angin
Angin merupakan salah satu sumber energi yang tak
pernah ada habisnya. Selama bumi ini masih ada, maka angin akan tetap ada
selamanya karena ketersediaannya tidak terbatas. Angin sendiri seringkali dimanfaatkan
dalam teknologi kincir angin, khususnya di negara dengan intensitas angin
sangat banyak. Angin ini nantinya akan mendorong turbun dari kincir angin yang
bisa menghasilkan energi listrik.
2. Matahari
Matahari merupakan sumber energi paling penting dalam
kehidupan manusia. Sumber energi panas dari matahari juga banyak digunakan
untuk berbagai macam aktivitas, seperti fotosintesis buatan, listrik tenaga
surya, menjemur pakaian dan lain sebagainya.
3. Air
Selain air laut pasang, energi air juga energi
alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar fosil. Sumber
energi yang satu ini didapatkan dengan memanfaatkan energi potensial dan energi
kinetik yang dimiliki oleh air Di Indonesia sendiri sudah terdapat puluhan PLTA
untuk menghemat sumber daya tak terbarukan.
4. Biomassa
Biomassa merupakan energi terbarukan yang mengacu pada
bahan biologis yang berasal dari organisme yang masih hidup ataupun yang belum
lama mati. Sumber utama dari energi biomassa sendiri adalah limbah, alkohol dan
juga bahan bakar kayi. Saat ini di Indonesia juga sudah terdapat pembangkit
listrik biomassa salah satunya yaitu PLTBM Pulubala di Gorontalo yang
memanfaatkan tongkol jagung
Manfaat Energi Terbarukan.
·
Tersedia secara
melimpah.
·
Lestari dan tidak akan
habis.
·
Ramah lingkungan (
rendah atau tidak ada limbah dan polusi )
·
Sumber energi bisa dimanfaatkan
secara cuma-cuma dengan investasi teknologi yang sesuai.
·
Tidak memerlukan
perawatan yang banyak dibandingkan dengan sumber-sumber energi konvensional
dan mengurangi biaya operasi.
·
Membantu mendorong
perekonomian dan menciptakan peluang kerja.
·
“Mandiri energi” –
tidak perlu mengimpor bahan bakar fosil dari Negara ketiga.
·
Lebih murah
dibandingkan energi konvensional dalam jangka panjang, bebas dari fluktuasi
harga pasar terbuka bahan bakar fosil.
·
Beberapa teknologi
mudah digunakan ditempat-tempat terpencil.
·
Distribusi, energi bias
diproduksi diberbagai tempat tidak tersentralisir.
Kerugian Energi Terbarukan
·
Biaya awal yang relatif
besar.
·
Kehandalan pasokan,
sebagian besar energi terbarukan tergantung kepada kondisi cuaca.
·
Saat ini, energi konvensional
menghasilkan lebih banyak volume yang bisa digunakan dibandingkan dengan energi
terbarukan.
·
Energi tambahan yang
dihasilkan energi terbarukan harus disimpan, karena infrastruktur belum lengkap
agar bisa dengan segera menggunakan energi yang belum terpakai dijadikan
cadangan di negara-negara lain dalam bentuk akses terhadap jaringan listrik.
·
Kurangnya
tradisi/pengalaman, energi terbarukan merupakan teknologi yang masih
berkembang.
·
Masing-masing energi
terbarukan memiliki kekurangan teknis dan sosialnya sendiri.
b. Energi Tak Terbarukan
Sumber
daya tak terbarukan adalah sumber daya yang persediaan atau keberadaannya
terbatas. Pasokan sumber daya ini berasal dari bumi itu sendiri yang biasanya
memakan waktu jutaan tahun untuk bisa terdapat suatu sumber daya tersebut.
Sumber daya alam jenis ini akan habis apabila
dipakai terus menerus. Jumlah sumber daya alam ini terbatas. Contoh kelompok
sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui misalnya :
1. Minyak
bumi
- Gas alam
- Batubara
·
Minyak Bumi
Minyak
bumi adalah cairan kental berwarna coklat gelap atau kehijauan yang mudah
terbakar. Minyak bumi menempati lapisan atas dari lapisan kerak bumi. Minyak
bumi tersusun dari campuran senyawa hidrokarbon, sebagian besar seri
alkana dengan sejumlah kecil belerang, nitrogen, dan unsur-unsur lainnya.
Hidrogen ini tidak mirip dengan hirokarbon dalam tumbuhan dan tanaman laut atau
darat. Namun banyak molekul yang akan dihasilkan jika molekul-molekul organik
(misalnya khlorofil) yang terpecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Oleh
karena itu, minyak dan gas bumi diduga secara tidak langsung berasal dari
sisa-sisa organisme hidup.
Sisa-sisa dari berbagai bentuk tumbuhan dan
binatang laut yang hidup jutaan tahun yang lalu tertimbun dalam lumpur dan
pasir dibawah air laut. Semuanya tidak hanya membantu terbentuknya batuan
sedimen, tetapi juga membantu terbentuknya endapan minyak bumi dan gas alam
saat ini. Tekanan besar dan kerja bakteri membantu proses pembentukan endapan
minyak bumi dan gas alam dari sisa-sisa tumbuhan dan binatang tersebut.
Bilamana air laut tidak lagi menyelubungi
endapan-endapan tersebut, minyak bumi dan gas tetap menggenangi batas-batas
batuan dibawah permukaan bumi. Minyak tersimpan dalam ruang pori-pori antara
butiran-butiran pasir dalam batuan batu pasir. Bilamana batuan pasir berisi
air, minyak bumi akan bergerak kebagian atas lapisan batuan berair. Minyak bumi
cenderung naik ke atas jika tercampur dengan air. Gerakan minyak bumi ke atas
ini berlanjut sampai minyak bumi tercebak dan mulai terkumpul genangan minyak
bumi. Suatu tempat berkumpulnya minyak bumi di bawah tanah disebut cebakan
minyak bumi.
Bensin, minyak tanah, avtur, LPG, Butana,
Diesel, oli, parafin, sulfur, alkena (bahan plastik) aspal merupakan hasil
olahan dari minyak bumi berdasarkan titik didih dalam proses penyulingan. Tentu
hasil dari penyulingan minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat
diperbaharui.
Unsur-unsur utama cebakan minyak bumi adalah
batuan berpori dan parmeabel yang mengandung hidrokarbon, batuan diatas
merintangi minyak dan gas agar tidak bergerak ke atas, dan susunan geometrisnya
membentuk tempat yang cekung ke bawah.
·
Gas Alam
Gas alam
juga termasuk sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Gas alam sering
juga disebut gas bumi atau gas rawa adalah bahan bakar fosil berbentuk gas yang
terdiri dari metana. Gas alam pada umumny dapat diperoleh dari ladang minyak
bumi dan dapat dijumpai pada pertambangan batu bara. Gas alam dimanfaatkan
sebagai bahan bakar Pembangkit listrik tenaga gas atau uap. Bahan bakar
kendaraan bermotor (BBG/NGV). Gas alam juga merupakan bahan baku pembuatan
pupuk, petrokimia,metanol, plasik, juga digunakan sebagai bahan pengawet
makanan, hujan buatan.
·
BatuBara
Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui
berikutnya adalah batu bara. Batu bara adalah salah satu bahan bakar fosil.
Merupakan batuan sedimen yang mudah terbakar. Batu bara terbentuk dari endapan
oragnik trutama kumpulan sisa-sisa tumbuhan dalam suatu rawa. Kumpulan ini
dikenal sebagai gambut, yaitu suatu endapan lunak mirip bunga karang yang
berwarna kecoklatan dengan struktur tumbuhan yang dapat dikenal dengan mudah.
Dalam perjalan waktu dan karena tekanan yang dihasilkan oleh penimbunan serta
kadang-kadang oleh gerakan tanah, materi organik tersebut berubah secara
perlahan menjadi batubara. Selama proses ini persentase karbon bertambah selama
hidrokarbon yang mudah menguap dan air yang dipaksa keluar dari endapan itu.
Unsur utama dari batu bara adalah karbon, hidrogen dan oksigen. Batubar
diurutkan menurut persentase karbon yang dikandung. Gambut, dengan jumlah
karbon yang paling sedikit, adalah urutan pertama; kemudian menjadi lignit atau
batubara coklat, bituminus atau batubara lunak, dan akhirnya antrasit atau
batubara keras. Antrasit merupakan batubara yang mengandung persentase karbon
yang palng tinggi. Batu bara digunakan sebagai bahan bakar, dapat pula digunkan
untuk pembuatan baja.
Minyak bumi dan batu bara serta gas alam, saat
ini merupakan sumber bahan bakar utama. Dan kebutuhan akan sumber daya alam ini
terus meningkat. Disisi lain ketersedian sumber daya alam ini terus menipis.
Tidak ada kata lain sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui ini hanya
menunngu terkuras dari dalam bumi. Dan kita sebagai pengguna tidak dapat
menyelamatkan ketersediaan sumber daya alam ini, kecuali dengan berhemat dari
bahan bakar, energi yang berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat
diperbaharui ini. Dan upaya penggunaan bahan bakar yang bersumber dari minyak
bumi, batu bara digantikan dengan sumber energi alternatif perlu secara global
didukung.
DAFTAR PUSTAKA
Sabtu, 18 Februari 2017
Pelarut Hijau
Pelarut Hijau
Pelarut hijau atau istilah asingnya “Green Solvent”. Sesungguhnya
bukanlah pelarut yang berwarna hijau tapi hanya sebuah istilah yang kini sedang
populer dibidang teknologi ramah lingkungan. Pelarut hijau adalah pelarut yang
benar-benar memberikan dampak negatif seminimal mungkin terhadap mahluk hidup
dan lingkungan. Tentu saja pelarut yang paling memenuhi syarat tersebut adalah
air sebagai pelarut universal. Sayangnya sifat kimia dari air membatasi
penggunaannya sebagai pelarut dalam proses produksi. Sedangkan teknologi yang
berkembang seiring dengan isyu “green chemistry” adalah ionic liquids, fluida
superkritis dan yang paling mutakhir adalah sistem pelarut dua fasa menggunakan
turunan senyawa fluor. Walau demikian, kedua sistem yang disebutkan terakhir masih
menemukan kendala dalam pemanfaatannya secara massal disebabkan masalah teknis
sehingga ionic liquids merupakan satu-satunya kandidat yang layak dan siap
digunakan oleh industri terutama sebagai sistem pelarut dalam reaksi kimia.
Sekilas tentang Ionic Liquid
Apa itu ionic liquid? Sebelum membahas lebih
lanjut, kita harus membedakan antara liquid (cairan/lelehan/leburan) dengan
solution (larutan). Larutan itu berasal dari padatan yang dilarutkan dalam
pelarut tertentu atau dari gas yang dikompres sehingga menjadi larutan.
Cairan/lelehan/leburan merupakan padatan garam yang dipanaskan sehingga
meleleh. Berangkat dari definisi ini, maka perbedaan antara larutan dengan
lelehan terletak dengan ada atau tidaknya pelarut. Larutan mengandung pelarut
dan lelehan tidak mengandung pelarut.
Garam-garam ionik anorganik biasanya memiliki titik leleh yang tinggi, di atas 1000 C. Kebalikan dari garam-garam anorganik, ionic liquid merupakan garam ionik/senyawa ionik yang memiliki titik leleh di bawah 100 C atau biasanya meleleh pada suhu ruangan. Biasanya ionic liquid merupakan garam-garam dari senyawa organik. Beberapa di antaranya dapat dilihat pada gambar.
Garam-garam ionik anorganik biasanya memiliki titik leleh yang tinggi, di atas 1000 C. Kebalikan dari garam-garam anorganik, ionic liquid merupakan garam ionik/senyawa ionik yang memiliki titik leleh di bawah 100 C atau biasanya meleleh pada suhu ruangan. Biasanya ionic liquid merupakan garam-garam dari senyawa organik. Beberapa di antaranya dapat dilihat pada gambar.
Beberapa sifat fisik dari ionic liquid
ditampilkan pada tabel berikut
Anggaplah sebuah garam KCl, kita tahu garam KCl dibentuk dari transfer elektron
antar masing-masing elemen, sementara di garam organik dapat dianggap sebagai
transfer proton antara asam-basa. Kation organik seperti emim+ dan bupy+
dihasilkan dari alkilasi basa Hmim+ dan py+. Anion seperti NO3- dihasilkan dari
reaksi asam basa Lewis. Lalu apakah perbedaannya dengan kimiawi proton di air?
Pertama proton asam di ionic liquid sering terjadi sebagai anion seperti HCl2-,
HBr2-, H2Br3- daripada kation. Kedua, proton yang diikat oleh basa seperti
1-metilimidazole dan piridin tidak bersifat labil. Basa di ionic liquid tidak
selalu sebanding dengan pKb di air melainkan dengan afinitas proton fasa
gasnya.
Apa yang
terjadi ketika air ditambahkan ke ionic liquid atau tidak dihilangkan secara
total ketika tahap preparasi? Pertama, beberapa anion seperti AlCl4- dan HCl2-
akan terdekomposisi secara irreversibel. Kedua, Air mungkin berinteraksi dengan
kuat dengan salah satu ion. Ketiga, air mungkin akan melarutkan garam hingga
membentuk larutan garam jenuhnya. Keempat, pda temperatur tinggi mungkin akan
mendekomposisi beberapa spesies anionik.Lalu apa sih manfaat dari ionic liquid? Jawabannya sangat banyak antara lain sebagai high energetic material, solvent dll. Oia, mungkin ada yang bertanya bagaimana mungkin garam memiliki titik leleh yang sedemikian rendahnya? Jawabannya terletak pada struktur garamnya. Perhatikan gambar di bawah ini.
Jika kita lihat, struktur garam NaCl sangat kompak, sehingga menghasilkan interaksi yang sangat kuat antara kation-anion sehingga dibutuhkan energi tinggi untuk melelehkannya atau dengan kata lain butuh suhu tinggi untuk melelehkannya, sementara di ionic liquid struktur antar masing-masing garam tidak kompak, sehingga interaksi antar kation-anion lemah ataudengan kata lain diperlukan energi yang rendah untuk melelehkannya.
Pemisahan dan Pemurnian
Pemisahan dan pemurnian merupakan suatu cara yang dilakukan untuk memisahkan atau memurnikan suatu senyawa atau sekelompok senyawa yang mempunyai susunan kimia yang berkaitan dari suatu bahan, baik dalam skala laboratorium maupun skala industri. Pada prinsipnya, pemisahan dilakukan untuk memisahkan dua zat atau lebih yang saling bercampur, sedangkan pemurnian dilakukan untuk mendapatkan zat murni dari suatu zat yang telah tercemar oleh zat lain.
Pemisahan dan pemurnian campuran memiliki manfaat yang sangat penting dalam ilmu kimia, industri maupun dalam kehidupan sehari-hari, dalam banyak kasus kita dapat menggunakan material tanpa pemurnian, baik material itu dari alam (misalnya minyak tanah) atau yang disintesis di laboratorium, Pemisahan atau pemurnian dengan metode tertentu perlu dilakukan. Demikian pula dalam pekerjaan di laboratorim maupun dalam proes industi banyak yang melibatkan pemisahan dan pemurnian. Misalnya pengolahan bijih dari pertambangan, pemisahan logam dari mineralnya, pengolahan minyak bumi, pengolahan air minum dan lain-lain. Sedangkan contoh sederhana pemisahan dan pemurnian yang sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari misalnya pemisahan ampas kelapa dengan santannya yang dilakukan dengan metode penyaringan.
Dalam melakukan pemisahan dan pemurnian diperlukan pengetahuan dan keterampilan, terutama jika harus memisahkan komponen dengan kadar yang sangat kecil. Untuk tujuan itu, dalam ilmu kimia telah dikembangkan berbagai cara pemisahan dari pemisahan sederhana yang sering dilakukan sehari-hari sampai metode pemisahan dan pemurnian yang kompleks atau tidak sederhana.
Zat atau materi dapat dipisah dari campurannya karena campuran tersebut memiliki perbedaan sifat, itulah yang mendasari pemisahan campuran atau dasar pemisahan.
Dalam kenyataannya pemisahan dan pemurnian tidak dapat dipisah satu sama lain. Kita akan melihat bahwa ketika metode pemisahan dan pemurnian baru dikembangkan, ilmu kimia akan mendapatkan kemajuan yang besar.
Percobaan pemisahan dan pemurnian ini dilakukan agar kita dapat mengetahui jeni-jenis pemisahan dan pemurnian pada campuran dan bagaimana aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan
-
Mengetahui cara-cara pemurnian suatu campuran
-
Mengetahui zat murni dari zat yang telah tercemar atau tercampur
-
Mengetahui penggolongan pada campuran
Daftar Pustaka
http://ceengineermu.weebly.com/pemisahan-dan-pemurnian.html
Label:
@C22-Zahrita,
@C23-Reza,
@C33-Asikin,
@TB11
AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan)
Analisis Dampak Lingkungan (Bahasa Inggris: Environmental Impact Assessment) atau Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (di Indonesia, dikenal dengan nama AMDAL) adalah
kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang
direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses
pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia.
AMDAL ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan
memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Yang dimaksud
lingkungan hidup di sini adalah aspek abiotik, biotik dan kultural. Dasar hukum
AMDAL di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2012 tentang
"Izin Lingkungan Hidup" yang merupakan pengganti PP 27 Tahun 1999
tentang Amdal. Amdal telah dilaksanakan sejak 1982 di Indonesia.
Alasan mengapa diperlukannya AMDAL
ialah untuk diperlukannya suatu studi kelayakan dikarenakan didalam
undang-undang dan juga peraturan pemerintah dan untuk menjaga lingkungan
dari suatu operasi proyek kegiatan industri atau juga kegiatan-kegiatan lainnya
yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan. Komponen-komponen AMDAL
adalah suatu
- PIL (Penyajian informasi lingkungan),
- KA (Kerangka Acuan),
- ANDAL (Analisis dampak lingkungan),
- RPL ( Rencana pemantauan lingkungan),
- RKL (Rencana pengelolaan lingkungan).
Manfaat
AMDAL
Dilihat dari fungsi
atau kegunaan AMDAL yang sangat menjaga rencana usaha atau juga kegiatan
usaha sehingga tidak merusak lingkungan. Manfaat AMDAL meliputi antara
lain:
Manfaat AMDAL bagi Pemerintah
- Mencegah dari pencemaran dan juga kerusakan lingkungan.
- Menghindarkan terjadinya suatu konflik dengan masyarakat.
- Menjaga agar pembangunan tersebut sesuai terhadap suatu prinsip pembangunan yang berkelanjutan.
- Perwujudan mengenai tanggung jawab pemerintah didalam pengelolaan lingkungan hidup.
Manfaat AMDAL bagi Pemrakarsa.
- Menjamin adanya suatu keberlangsungan usaha.
- Menjadi suatu referensi untuk peminjaman kredit.
- Interaksi atau bersosial yang saling menguntungkan dengan masyarakat sekitar untuk dapat bukti ketaatan hukum.
Manfaat AMDAL bagi Masyarakat
- Mengetahui sejak dari awal dampak terjadinya dari suatu kegiatan.
- Melaksanakan dan juga menjalankan kontrol.
- Terlibat pada suatu proses pengambilan keputusan.
Tujuan
AMDAL
Tujuan utama AMDAL
adalah untuk menjaga dengan kemungkinan terjadinya dampak dari suatu rencana
usaha atau juga kegiatan. Tujuan AMDAL adalah suatu penjagaan dalam
rencana usaha atau juga kegiatan agar tidak memberikan suatu dampak buruk bagi
lingkungan sekitar. berikut ini adalah tujuan amdal
- sebagai bahan perencanaan pembangunan suatu wilayah
- Membantu suatu proses didalam pengambilan keputusan terhadap suatu kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha atau juga kegiatan
- Memberikan suatu masukan didalam penyusunan rancangan rinci teknis dari rencana usaha atau juga kegiatan
- Memberi masukan didalam melakukan penyusunan rencana pengelolaan serta juga pemantauan lingkungan hidup
- Memberikan suatu informasi terhadap masyarakat dari dampak yang ditimbulkan dari adanya suatu rencana usaha atau juga kegiatan
- Tahap pertama ialah dari rekomendasi mengenai izin usaha
- sebagai Scientific Document dan juga Legal Document
- sebagai Izin Kelayakan Lingkungan
Prinsip-Prinsip AMDAL :
- AMDAL bagian integral dari Studi Kelayakan Kegiatan Pembangunan
- AMDAL menjaga keserasian hubungan antara berbagai kegiatan agar dampak dapat diperkirakan sejak awal perencanaan
- AMDAL berfokus pada analisis: Potensi masalah, Potensi konflik, Kendala sumber daya alam, Pengaruh kegiatan sekitar terhadap proyek
- Dengan AMDAL, pemrakarsa dapat menjamin bahwa proyeknya bermanfaat bagi masyarakat & aman terhadap lingkungan
5 dokumen kajian AMDAL yaitu :
1.
Dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KAANDAL).
KA-ANDAL adalah suatu dokumen yang berisi tentang ruang lingkup serta kedalaman
kajian ANDAL.
2.
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL).
Dampak-dampak penting yang telah diidentifikasi di dalam dokumen KAANDAL
kemudian ditelaah secara lebih cermat dengan menggunakan metodologi yang telah
disepakati. Telaah ini bertujuan untuk menentukan besaran dampak.
3.
Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL).
Mengendalikan dan menanggulangi dampak penting lingkungan hidup yang bersifat
negatif serta memaksimalkan dampak positif yang terjadi akibat rencana suatu
kegiatan.
4.
Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL).
RPL adalah dokumen yang memuat program-program pemantauan untuk melihat
perubahan lingkungan yang disebabkan oleh dampak-dampak yang berasal dari
rencana kegiatan
5.
Dokumen Ringkasan Eksekutif
Ringkasan Eksekutif adalah dokumen yang meringkas secara singkat dan jelas
hasil kajian ANDAL.
Label:
@C22-Zahrita,
@C23-Reza,
@C33-Asikin,
@TB12
Langganan:
Postingan (Atom)




