.

Tampilkan postingan dengan label @C22-Zahrita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @C22-Zahrita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Februari 2017

TEKNOLOGI HIJAU SELAMATKAN BUMI

TEKNOLOGI HIJAU SELAMATKAN BUMI









I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Kesadaran masyarakat terhadap teknologi hijau masih belum mencapai tahap yang memuaskan. Masih banyak kilang-kilang yang mengeluarkan asap hitam yang membahayakan, penggunaan bahan bakar kendaraan bermotor, sungai-sungai yang kotor dan pelepasan karbon ke udara. Oleh karena itu, pemerintah terus meningkatkan kesadaran umum tentang teknologi hijau dan  pengurusan sumber tenaga. Teknologi adalah bentuk penerapan dari sebuah karya ide ilmiah yang memerlukan tahap pengujian secara menyeluruh demi sebuah perubahan selamatkan bumi yang lebih baik dari sebelumnya, yang kesemuanya untuk sebuah peningkatan kualitas dan mutu yang bisa di gunakan bersama-sama oleh seluruh umat manusia di muka bumi ini. Dampak dan hasil teknologi itu sendiri nantinya akan bisa di rasakan oleh kita sebagai pengguna teknologi dan juga lingkungan di sekitar kita..

1.2 RUMUSAN MASALAH
Pentingkah teknologi hijau untuk kehidupan?
Apa dampak positif teknologi hijau?

II PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN TEKNOLOGI HIJAU
Teknologi hijau adalah aplikasi sains alam untuk memelihara sumber daya alam daridampak negative yang ditimbulkan akibat aktivitas manusia. Teknologi hijau adalah teknologi rendah karbon dan lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan teknologi yang sudah ada. Teknologi hijau juga mampu mengurangi pelepasan gas karbon ke udara yang menyebabkan fenomena perubahan cuaca. Tanda-tanda perubahan cuaca dunia yang kita rasakan ialah cuaca yang tidak menentu. Seringkali cuaca panas yang sangat menyengat di saat seharusnya musim penghujan. Dari aspek energi, teknolgi hijau akan mencari manfaat untuk mengurangi penggunaan energi dan pada waktu yang sama tetap meningkatkan energi. Dari aspek alam sekitar, dapat memelihara dan menjaga lingkungan. Dari aspek ekonomi, teknologi hijau meningkatkan pembangunan ekonomi negara. Dari segi sosial pula, kualitas hidup masyarakat dapat meningkat. Energi berperanan penting dalam semua aktivitas. Sumber energi dibagi menjadi dua jenis yaitu sumber tenaga konvensional (tidak boleh diperbaharui) dan tidak konvensional (boleh diperbaharui).

2.2 ENERGI YANG TERMASUK TEKNOLOGI HIJAU
Terdapat berbagai bahan yang dapat dijadikan alternatif untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil seperti tenaga solar (matahari), tenaga air, tenaga angin, hidrogen, dan biodiesel kelapa sawit. Cahaya matahari pada waktu siang dapat dimanfaatkan sebagai sumber tenaga untuk menggantikan  tenaga elektrik. Walaupun biaya untuk sistem solar tinggi dan setengah kawasan tidak mendapat matahari untuk jangka panjang karena  keadaan cuaca tidak menentu, tetapi manfaatnya tidak dapat diabaikan. Tenaga matahari dapat mengurangi pencemaran udara dan efek rumah kaca serta energinya dapat disimpan untuk penggunaan listrik pada waktu malam.
a. Tenaga hidro/ air
berasal dari air yang mengalir mengandung tenaga yang boleh diubah menjadi tenaga listrik. Tenaga hidro menampung keperluan pertanian.
b. Hidrogen juga merupakan bahan penggantian untuk bahan bakar fosil. Hidrogen boleh digunakan sebagai sejenis bahan api yang menggerakkan kendaraan. Hidrogen dibakar dalam mesin melalui cara yang serupa dengan kereta petrol tradisional. Kendaraan yang menggunakan hidrogen sebagai nahan bakar dapat mengurangi penggunaan gas rumah kaca dan perusak lapisan ozon. Tetapi untuk mendapatkan bahan ini terbilang sulit karena hidrogen diperoleh melalui termokimia yang menggunakan gas asli, arang, gas petroleum , biodiesel, melalui proses termolisis atau dihasilkan dari air melalui elektrolisis. Oleh itu, hidrogen dikenal sebagai cara yang kurang tepat dan paling mahal untuk mengurangi gas rumah hijau.
c. Biofuel juga merupakan bahan bakar alternatif untuk bahan bakar fosil yang dihasilkan dari bahan-bahan organik. Biofuel dapat dihasilkan secara langsung dari tanaman atau limbah industri, komersial, domestik, atau pertanian. Ada tiga cara untuk menghasilkan boifuel yaitu limbah organik kering (limbah rumah tangga), fermentasi limbah basah (kotoran hewan) atau fermentasi tebu atau jagung dan tenaga dari hutan. Biofuel menghasilkan karbon dioksida yang jauh lebih sedikit daripada bahan bakar fosil yang mencemarkan udara. Biofuel dapat terurai dan sumber bahan buatan biofuel terjamin serta mampu menghindari dampak dari efek rumah kaca.

2.3 CASE STUDY
Sebagai upaya Daihatsu dalam pemakaian dan penerapan Teknologi Hijau, daihatsu memiliki tiga rahasia teknologi hijau sebagai pedoman Teknologi Ramah Lingkungan yang di terapkan pada mesinnya di masa mendatang, diantaranya penggunaan teknologi sumber tenaga baru melalui bahan bakar cair Hidrazin Hidrat pada aki mobil yang di percaya zat ini memiliki energi tinggi namun tidak menghasilakan CO2. Selanjutnya Penggunaan mesin dua silinder yang dikenal dengan teknologi active ignition yaitu sistem penghemat bahan bakar yang mampu menghemat hingga 30 persen. Namun demikian meskipun mesin ini memiliki cc kecil tapi tetap memiliki daya performa terjaga karena telah di balut dengan teknologi turbo. Yang menarik dan unik dari teknologi daihatsu mobil, dalam teknologinya mesin mobi ini akan mampu menghasilkan pembakaran sempurna melalui sistem i-EGR sehingga mengurangi karbondioksida serta mesin mobil akan mati secara otomatis jika dalam keadaan macet parah yang tentu saja akan menghemat bahan bakar. Dalam ulasan di atas nampak jelas bahwa teknologi yang dimiliki Daihatsu telah membawa perubahan pada teknologi mesin yang diterapkan serta sebagai upaya mendukung Teknologi Hijau yang Ramah Lingkungan, di harapkan teknologi hijau tersebut bisa di terima oleh konsumen cerdas  dan bisa selamatkan bumi kita dari era global warming menuju Teknologi Go Green.



III PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Berdasarkan artikel di atas dapat disimpulkan bahwa satu sistem sumber daya perlu dipelihara guna menjamin kelangsungan hidup manusia di masa yang akan datang. Untuk mencegah bumi dari pemanasan global, pemakaian tenaga alternatif sangat dianjurkan bahkan digalakkan oleh pemerintah. Saya percaya bahwa teknologi hijau akan dapat membantu dalam memelihara alam sekitar.

DAFTAR PUSTAKA
Benholt-Thomson, Veronika, and Maria Mies. 1999. The Subsistence Perspective: Beyond the Globalized Economy, London/NY: Zed Books.
Hawken, P. 1993. The Ecology of Commerce: A Declaration of Sustainability , New York: Harper Business.
Jackson, T. 1996. Material Concerns: Pollution, Profit and Quality of Life , London/New York: Routledge.
Morris, D. 2001.  Seeing the Light: Regaining Control of Our Electricity System, Minneapolis/Washington DC: Institute for Local Self-Reliance.
Sachs, Wolfgang, Reinhard Loske, and Manfred Linz. 1998.  The Wuppertal Institute for Climate, Environment and Energy, Greening the North: A Post-Industrial Blueprint for Ecology and Equity , London: Zed Books.






Rabu, 22 Februari 2017

Energi Hijau

Apakah Energi Hijau itu ?
Energi hijau adalah energi yang dihasilkan dari sumber energi yang lebih ramah lingkungan (atau "hijau") dibandingkan dengan bahan bakar fosil (batubara, minyak, dan gas alam). Karena itulah energi hijau mencakup semua sumber energi terbarukan (surya, angin, panas bumi, biofuel, tenaga air), dan menurut definisi juga harus mencakup energi nuklir meskipun ada banyak penggiat lingkungan yang menentang gagasan mengenai energi nuklir masuk ke dalam energi hijau karena nuklir memiliki masalah limbah, dan efeknya yang berbahaya terhadap lingkungan.

Terminologi energi hijau diciptakan untuk memisahkan bahan basar fosil yang mengakibatkan tingkat polusi yang tinggi dengan bahan bakar lainnya yang mengakibatkan polusi lebih rendah dan ramah lingkungan seperti pada sumber energi terbarukan. Perubahan iklim telah menjadi ancaman global, dan dunia perlu menemukan pilihan energi bersih (lebih sedikit emisi), dan dengan demikian energi hijau penting untuk terus berkembang.


Energi hijau masih tidak cukup kuat untuk bersaing dengan bahan bakar fosil. Hal ini terutama karena energi hijau masih menjadi pilihan energi yang secara signifikan lebih mahal dibandingkan dengan bahan bakar fosil, dan dengan demikian banyak negara, terutama negara berkembang, tetap menggunakan bahan bakar fosil yang lebih murah seperti batubara.

Istilah energi hijau tidak hanya mencakup sumber energi terbarukan tetapi dapat diperluas untuk mencakup konservasi energi (contohnya energi hijau juga dipakai untuk menyebut bangunan yang dibangun dengan cara agar tetap dingin di siang hari dan tetap panas di malam hari melalui desain arsitektur yang tidak mengandalkan AC atau sistem pemanas ruangan).

Promosi energi hijau tidak hanya dengan menggunakan sumber energi terbarukan di tahun-tahun mendatang, tetapi juga untuk membuat dominasi teknologi bahan bakar fosil saat ini menjadi lebih hijau dan mengurangi tingkat polusi (seperti teknologi batubara bersih).

Istilah energi hijau kadang-kadang diidentifikasikan dengan istilah energi berkelanjutan, tetapi hal ini tidak sepenuhnya benar karena energi yang berkelanjutan juga mencakup teknologi untuk meningkatkan efisiensi energi. Energi hijau tidak mengacu pada efisiensi sumber energi terbarukan tetapi hanya menekankan pada dampak positif mereka terhadap lingkungan (dibandingkan dengan bahan bakar fosil).

Pengertian Energi Terbarukan dan Energi Tak Terbarukan

a.     Energi Terbarukan

Energi terbarukan adalah energi yang berasal dari "proses alam yang berkelanjutan", seperti tenaga matahari, tenaga angin, tenaga air, dan biomassa.
Secara sederhana, energi terbarukan didefinisikan sebagai energi yang dapat diperoleh ulang (terbarukan) seperti sinar matahari dan angin. 
Sumber energi terbarukan adalah sumber energi ramah lingkungan yang tidak mencemari lingkungan dan tidak memberikan kontribusi terhadap perubahan iklim dan pemanasan global seperti pada sumber-sumber tradisional  lain.
Energi terbarukan merupakan sumber energi alam yang dapat langsung dimanfaatkan dengan bebas. Selain itu, ketersediaan energi terbarukan ini tak terbatas dan bisa dimanfaatkan secara terus menerus. Adapun contoh dari energi terbarukan ini adalah sebagai berikut :
1. Angin
Angin merupakan salah satu sumber energi yang tak pernah ada habisnya. Selama bumi ini masih ada, maka angin akan tetap ada selamanya karena ketersediaannya tidak terbatas. Angin sendiri seringkali dimanfaatkan dalam teknologi kincir angin, khususnya di negara dengan intensitas angin sangat banyak. Angin ini nantinya akan mendorong turbun dari kincir angin yang bisa menghasilkan energi listrik.
2. Matahari
Matahari merupakan sumber energi paling penting dalam kehidupan manusia. Sumber energi panas dari matahari juga banyak digunakan untuk berbagai macam aktivitas, seperti fotosintesis buatan, listrik tenaga surya, menjemur pakaian dan lain sebagainya.
3. Air
Selain air laut pasang, energi air juga energi alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar fosil. Sumber energi yang satu ini didapatkan dengan memanfaatkan energi potensial dan energi kinetik yang dimiliki oleh air Di Indonesia sendiri sudah terdapat puluhan PLTA untuk menghemat sumber daya tak terbarukan.
4. Biomassa
Biomassa merupakan energi terbarukan yang mengacu pada bahan biologis yang berasal dari organisme yang masih hidup ataupun yang belum lama mati. Sumber utama dari energi biomassa sendiri adalah limbah, alkohol dan juga bahan bakar kayi. Saat ini di Indonesia juga sudah terdapat pembangkit listrik biomassa salah satunya yaitu PLTBM Pulubala di Gorontalo yang memanfaatkan tongkol jagung
Manfaat Energi Terbarukan.
·         Tersedia secara melimpah.
·         Lestari dan tidak akan habis.
·         Ramah lingkungan ( rendah atau tidak ada limbah dan polusi )
·         Sumber energi bisa dimanfaatkan secara cuma-cuma dengan investasi teknologi yang sesuai.
·         Tidak memerlukan perawatan yang banyak dibandingkan dengan sumber-sumber energi konvensional dan     mengurangi biaya operasi.
·         Membantu mendorong perekonomian dan menciptakan peluang kerja.
·         “Mandiri energi” – tidak perlu mengimpor bahan bakar fosil dari Negara ketiga.
·         Lebih murah dibandingkan energi konvensional dalam jangka panjang, bebas dari fluktuasi harga pasar terbuka bahan bakar fosil.
·         Beberapa teknologi mudah digunakan ditempat-tempat terpencil.
·         Distribusi, energi bias diproduksi diberbagai tempat tidak tersentralisir.

Kerugian Energi Terbarukan
·         Biaya awal yang relatif besar.
·         Kehandalan pasokan, sebagian besar energi terbarukan tergantung kepada kondisi cuaca.
·         Saat ini, energi konvensional menghasilkan lebih banyak volume yang bisa digunakan dibandingkan dengan energi terbarukan.
·         Energi tambahan yang dihasilkan energi terbarukan harus disimpan, karena infrastruktur belum lengkap agar bisa dengan segera menggunakan energi yang belum terpakai dijadikan cadangan di negara-negara lain dalam bentuk akses terhadap jaringan listrik.
·         Kurangnya tradisi/pengalaman, energi terbarukan merupakan teknologi yang masih berkembang.
·         Masing-masing energi terbarukan memiliki kekurangan teknis dan sosialnya sendiri.

b.    Energi Tak Terbarukan

Sumber daya tak terbarukan adalah sumber daya yang persediaan atau keberadaannya terbatas. Pasokan sumber daya ini berasal dari bumi itu sendiri yang biasanya memakan waktu jutaan tahun untuk bisa terdapat suatu sumber daya tersebut.
Sumber daya alam jenis ini akan habis apabila dipakai terus menerus. Jumlah sumber daya alam ini terbatas. Contoh kelompok sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui misalnya :
1.       Minyak bumi
  1. Gas alam
  2. Batubara
·         Minyak Bumi
Minyak bumi adalah cairan kental berwarna coklat gelap atau kehijauan yang mudah terbakar. Minyak bumi menempati lapisan atas dari lapisan kerak bumi. Minyak bumi  tersusun dari campuran senyawa hidrokarbon, sebagian besar seri alkana dengan sejumlah kecil belerang, nitrogen, dan unsur-unsur lainnya. Hidrogen ini tidak mirip dengan hirokarbon dalam tumbuhan dan tanaman laut atau darat. Namun banyak molekul yang akan dihasilkan jika molekul-molekul organik (misalnya khlorofil) yang terpecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Oleh karena itu, minyak dan gas bumi diduga secara tidak langsung berasal dari sisa-sisa organisme hidup.
Sisa-sisa dari berbagai bentuk tumbuhan dan binatang laut yang hidup jutaan tahun yang lalu tertimbun dalam lumpur dan pasir dibawah air laut. Semuanya tidak hanya membantu terbentuknya batuan sedimen, tetapi juga membantu terbentuknya endapan minyak bumi dan gas alam saat ini. Tekanan besar dan kerja bakteri membantu proses pembentukan endapan minyak bumi dan gas alam dari sisa-sisa tumbuhan dan binatang tersebut.
Bilamana air laut tidak lagi menyelubungi endapan-endapan tersebut, minyak bumi dan gas tetap menggenangi batas-batas batuan dibawah permukaan bumi. Minyak tersimpan dalam ruang pori-pori antara butiran-butiran pasir dalam batuan batu pasir. Bilamana batuan pasir berisi air, minyak bumi akan bergerak kebagian atas lapisan batuan berair. Minyak bumi cenderung naik ke atas jika tercampur dengan air. Gerakan minyak bumi ke atas ini berlanjut sampai minyak bumi tercebak dan mulai terkumpul genangan minyak bumi. Suatu tempat berkumpulnya minyak bumi di bawah tanah disebut cebakan minyak bumi.
Bensin, minyak tanah, avtur, LPG, Butana, Diesel, oli, parafin, sulfur, alkena (bahan plastik) aspal merupakan hasil olahan dari minyak bumi berdasarkan titik didih dalam proses penyulingan. Tentu hasil dari penyulingan minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.
Unsur-unsur utama cebakan minyak bumi adalah batuan berpori dan parmeabel yang mengandung hidrokarbon, batuan diatas merintangi minyak dan gas agar tidak bergerak ke atas, dan susunan geometrisnya membentuk tempat yang cekung ke bawah.

·         Gas Alam
Gas alam juga termasuk sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Gas alam sering juga disebut gas bumi atau gas rawa adalah bahan bakar fosil berbentuk gas yang terdiri dari metana. Gas alam pada umumny dapat diperoleh dari ladang minyak bumi dan dapat dijumpai pada pertambangan batu bara. Gas alam dimanfaatkan sebagai bahan bakar Pembangkit listrik tenaga gas  atau uap. Bahan bakar kendaraan bermotor (BBG/NGV). Gas alam juga merupakan bahan baku pembuatan pupuk, petrokimia,metanol, plasik, juga digunakan sebagai bahan pengawet makanan, hujan buatan.

·          BatuBara
Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui berikutnya adalah batu bara. Batu bara adalah salah satu bahan bakar fosil. Merupakan batuan sedimen yang mudah terbakar. Batu bara terbentuk dari endapan oragnik trutama kumpulan sisa-sisa tumbuhan dalam suatu rawa. Kumpulan ini dikenal sebagai gambut, yaitu suatu endapan lunak mirip bunga karang yang berwarna kecoklatan dengan struktur tumbuhan yang dapat dikenal dengan mudah. Dalam perjalan waktu dan karena tekanan yang dihasilkan oleh penimbunan serta kadang-kadang oleh gerakan tanah, materi organik tersebut berubah secara perlahan menjadi batubara. Selama proses ini persentase karbon bertambah selama hidrokarbon yang mudah menguap dan air yang dipaksa keluar dari endapan itu. Unsur utama dari batu bara adalah karbon, hidrogen dan oksigen. Batubar diurutkan menurut persentase karbon yang dikandung. Gambut, dengan jumlah karbon yang paling sedikit, adalah urutan pertama; kemudian menjadi lignit atau batubara coklat, bituminus atau batubara lunak, dan akhirnya antrasit atau batubara keras. Antrasit merupakan batubara yang mengandung persentase karbon yang palng tinggi. Batu bara digunakan sebagai bahan bakar, dapat pula digunkan untuk pembuatan baja.
Minyak bumi dan batu bara serta gas alam, saat ini merupakan sumber bahan bakar utama. Dan kebutuhan akan sumber daya alam ini terus meningkat. Disisi lain ketersedian sumber daya alam ini terus menipis. Tidak ada kata lain sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui ini hanya menunngu terkuras dari dalam bumi. Dan kita sebagai pengguna tidak dapat menyelamatkan ketersediaan sumber daya alam ini, kecuali dengan berhemat dari bahan bakar, energi yang berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui ini. Dan upaya penggunaan bahan bakar yang bersumber dari minyak bumi, batu bara digantikan dengan sumber energi alternatif perlu secara global didukung.




DAFTAR PUSTAKA


Sabtu, 18 Februari 2017

Pelarut Hijau



Pelarut Hijau
Pelarut hijau atau istilah asingnya “Green Solvent”. Sesungguhnya bukanlah pelarut yang berwarna hijau tapi hanya sebuah istilah yang kini sedang populer dibidang teknologi ramah lingkungan. Pelarut hijau adalah pelarut yang benar-benar memberikan dampak negatif seminimal mungkin terhadap mahluk hidup dan lingkungan. Tentu saja pelarut yang paling memenuhi syarat tersebut adalah air sebagai pelarut universal. Sayangnya sifat kimia dari air membatasi penggunaannya sebagai pelarut dalam proses produksi. Sedangkan teknologi yang berkembang seiring dengan isyu “green chemistry” adalah ionic liquids, fluida superkritis dan yang paling mutakhir adalah sistem pelarut dua fasa menggunakan turunan senyawa fluor. Walau demikian, kedua sistem yang disebutkan terakhir masih menemukan kendala dalam pemanfaatannya secara massal disebabkan masalah teknis sehingga ionic liquids merupakan satu-satunya kandidat yang layak dan siap digunakan oleh industri terutama sebagai sistem pelarut dalam reaksi kimia.

Sekilas tentang Ionic Liquid
Apa itu ionic liquid? Sebelum membahas lebih lanjut, kita harus membedakan antara liquid (cairan/lelehan/leburan) dengan solution (larutan). Larutan itu berasal dari padatan yang dilarutkan dalam pelarut tertentu atau dari gas yang dikompres sehingga menjadi larutan. Cairan/lelehan/leburan merupakan padatan garam yang dipanaskan sehingga meleleh. Berangkat dari definisi ini, maka perbedaan antara larutan dengan lelehan terletak dengan ada atau tidaknya pelarut. Larutan mengandung pelarut dan lelehan tidak mengandung pelarut.

Garam-garam ionik anorganik biasanya memiliki titik leleh yang tinggi, di atas 1000 C. Kebalikan dari garam-garam anorganik, ionic liquid merupakan garam ionik/senyawa ionik yang memiliki titik leleh di bawah 100 C atau biasanya meleleh pada suhu ruangan. Biasanya ionic liquid merupakan garam-garam dari senyawa organik.
Beberapa di antaranya dapat dilihat pada gambar.



Beberapa sifat fisik dari ionic liquid ditampilkan pada tabel berikut

Perbedaan mendasar antara ionic liquid dengan lelehan garam alkali hailda adalah di ionic liquid yang ada hanyalah ion dan pasangan ion sementara lelehan garam halida murni ionik dan larutannya terdiri antara solven dan kation/anion yang terhidrat. Beberapa perbedaan sifat fisik antara garam biasa dengan ionic liquid dapat dilihat di tabel di bawah ini.

Anggaplah sebuah garam KCl, kita tahu garam KCl dibentuk dari transfer elektron antar masing-masing elemen, sementara di garam organik dapat dianggap sebagai transfer proton antara asam-basa. Kation organik seperti emim+ dan bupy+ dihasilkan dari alkilasi basa Hmim+ dan py+. Anion seperti NO3- dihasilkan dari reaksi asam basa Lewis. Lalu apakah perbedaannya dengan kimiawi proton di air? Pertama proton asam di ionic liquid sering terjadi sebagai anion seperti HCl2-, HBr2-, H2Br3- daripada kation. Kedua, proton yang diikat oleh basa seperti 1-metilimidazole dan piridin tidak bersifat labil. Basa di ionic liquid tidak selalu sebanding dengan pKb di air melainkan dengan afinitas proton fasa gasnya.
Apa yang terjadi ketika air ditambahkan ke ionic liquid atau tidak dihilangkan secara total ketika tahap preparasi? Pertama, beberapa anion seperti AlCl4- dan HCl2- akan terdekomposisi secara irreversibel. Kedua, Air mungkin berinteraksi dengan kuat dengan salah satu ion. Ketiga, air mungkin akan melarutkan garam hingga membentuk larutan garam jenuhnya. Keempat, pda temperatur tinggi mungkin akan mendekomposisi beberapa spesies anionik.
Lalu apa sih manfaat dari ionic liquid? Jawabannya sangat banyak antara lain sebagai high energetic material, solvent dll. Oia, mungkin ada yang bertanya bagaimana mungkin garam memiliki titik leleh yang sedemikian rendahnya? Jawabannya terletak pada struktur garamnya. Perhatikan gambar di bawah ini.


Jika kita lihat, struktur garam NaCl sangat kompak, sehingga menghasilkan interaksi yang sangat kuat antara kation-anion sehingga dibutuhkan energi tinggi untuk melelehkannya atau dengan kata lain butuh suhu tinggi untuk melelehkannya, sementara di ionic liquid struktur antar masing-masing garam tidak kompak, sehingga interaksi antar kation-anion lemah ataudengan kata lain diperlukan energi yang rendah untuk melelehkannya.

Pemisahan dan Pemurnian

          Pemisahan dan pemurnian merupakan suatu cara yang dilakukan untuk memisahkan atau memurnikan suatu senyawa atau sekelompok senyawa yang mempunyai susunan kimia yang berkaitan dari suatu bahan, baik dalam skala laboratorium maupun skala industri. Pada prinsipnya, pemisahan dilakukan  untuk memisahkan dua zat atau lebih yang saling bercampur, sedangkan pemurnian dilakukan untuk mendapatkan zat murni dari suatu zat yang telah tercemar oleh zat lain.
Pemisahan dan pemurnian campuran memiliki manfaat yang sangat penting dalam ilmu kimia, industri maupun dalam kehidupan sehari-hari, dalam banyak kasus kita dapat menggunakan material tanpa pemurnian, baik material itu dari alam (misalnya minyak tanah) atau yang disintesis di laboratorium, Pemisahan atau pemurnian dengan metode tertentu perlu dilakukan. Demikian pula dalam pekerjaan di laboratorim maupun dalam proes industi banyak yang melibatkan pemisahan dan pemurnian. Misalnya pengolahan bijih dari pertambangan, pemisahan logam dari mineralnya, pengolahan minyak bumi, pengolahan air minum dan lain-lain. Sedangkan contoh sederhana pemisahan dan pemurnian yang sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari misalnya pemisahan ampas kelapa dengan santannya  yang dilakukan dengan metode penyaringan.

Dalam melakukan pemisahan dan pemurnian diperlukan pengetahuan dan keterampilan, terutama jika harus memisahkan komponen dengan kadar yang sangat kecil. Untuk tujuan itu, dalam ilmu kimia telah dikembangkan berbagai cara pemisahan dari pemisahan sederhana yang sering dilakukan sehari-hari sampai metode pemisahan dan pemurnian yang kompleks atau tidak sederhana.
Zat atau materi dapat dipisah dari campurannya karena campuran tersebut memiliki perbedaan  sifat, itulah yang mendasari pemisahan campuran atau dasar pemisahan.
Dalam kenyataannya pemisahan dan pemurnian tidak dapat dipisah satu sama lain. Kita akan melihat bahwa ketika metode pemisahan dan pemurnian baru dikembangkan, ilmu kimia akan mendapatkan kemajuan yang besar.
Percobaan pemisahan dan pemurnian ini dilakukan agar kita dapat mengetahui jeni-jenis pemisahan dan pemurnian pada campuran dan bagaimana aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan
-          Mengetahui cara-cara pemurnian suatu campuran
-          Mengetahui zat murni dari zat yang telah tercemar atau tercampur
-          Mengetahui penggolongan pada campuran


Daftar Pustaka
http://ceengineermu.weebly.com/pemisahan-dan-pemurnian.html

AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan)



AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).
  
DEFINISI AMDAL 
Analisis Dampak Lingkungan (Bahasa Inggris: Environmental Impact Assessment) atau Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (di Indonesia, dikenal dengan nama AMDAL) adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia. AMDAL ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Yang dimaksud lingkungan hidup di sini adalah aspek abiotik, biotik dan kultural. Dasar hukum AMDAL di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2012 tentang "Izin Lingkungan Hidup" yang merupakan pengganti PP 27 Tahun 1999 tentang Amdal. Amdal telah dilaksanakan sejak 1982 di Indonesia.
     Alasan mengapa diperlukannya AMDAL ialah untuk diperlukannya suatu studi kelayakan dikarenakan didalam undang-undang dan juga peraturan pemerintah dan untuk menjaga lingkungan dari suatu operasi proyek kegiatan industri atau juga kegiatan-kegiatan lainnya yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan. Komponen-komponen AMDAL adalah suatu
  • PIL (Penyajian informasi lingkungan),
  • KA (Kerangka Acuan),
  • ANDAL (Analisis dampak lingkungan),
  • RPL ( Rencana pemantauan lingkungan),
  • RKL (Rencana pengelolaan lingkungan).

Manfaat AMDAL

       Dilihat dari fungsi atau kegunaan AMDAL yang sangat menjaga rencana usaha atau juga kegiatan usaha sehingga tidak merusak lingkungan. Manfaat AMDAL meliputi antara lain:

Manfaat AMDAL bagi Pemerintah
  1. Mencegah dari pencemaran dan juga kerusakan lingkungan.
  2. Menghindarkan terjadinya suatu konflik dengan masyarakat.
  3. Menjaga agar pembangunan tersebut sesuai terhadap suatu prinsip pembangunan yang berkelanjutan.
  4. Perwujudan mengenai tanggung jawab pemerintah didalam pengelolaan lingkungan hidup.
Manfaat AMDAL bagi Pemrakarsa.
  1. Menjamin adanya suatu keberlangsungan usaha.
  2. Menjadi suatu referensi untuk peminjaman kredit.
  3. Interaksi atau bersosial yang saling menguntungkan dengan masyarakat sekitar untuk dapat bukti ketaatan hukum.
Manfaat AMDAL bagi Masyarakat
  1. Mengetahui sejak dari awal dampak terjadinya dari suatu kegiatan.
  2. Melaksanakan dan juga menjalankan kontrol.
  3. Terlibat pada suatu proses pengambilan keputusan.
Tujuan AMDAL

       Tujuan utama AMDAL adalah untuk menjaga dengan kemungkinan terjadinya dampak dari suatu rencana usaha atau juga kegiatan. Tujuan AMDAL adalah suatu penjagaan dalam rencana usaha atau juga kegiatan agar tidak memberikan suatu dampak buruk bagi lingkungan sekitar. berikut ini adalah tujuan amdal
  1. sebagai bahan perencanaan pembangunan suatu wilayah
  2. Membantu suatu proses didalam pengambilan keputusan terhadap suatu kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha atau juga kegiatan
  3. Memberikan suatu masukan didalam penyusunan rancangan rinci teknis dari rencana usaha atau juga kegiatan
  4. Memberi masukan didalam melakukan penyusunan rencana pengelolaan serta juga pemantauan lingkungan hidup
  5. Memberikan suatu informasi terhadap masyarakat dari  dampak yang ditimbulkan dari adanya suatu rencana usaha  atau juga kegiatan
  6. Tahap pertama ialah dari rekomendasi mengenai izin usaha
  7. sebagai Scientific Document dan juga Legal Document
  8. sebagai Izin Kelayakan Lingkungan

 Prinsip-Prinsip AMDAL :
  1. AMDAL bagian integral dari Studi Kelayakan Kegiatan Pembangunan
  2. AMDAL menjaga keserasian hubungan antara berbagai kegiatan agar dampak dapat diperkirakan sejak awal perencanaan
  3. AMDAL berfokus pada analisis: Potensi masalah, Potensi konflik, Kendala sumber daya alam, Pengaruh kegiatan sekitar terhadap proyek  
  4. Dengan AMDAL, pemrakarsa dapat menjamin bahwa proyeknya bermanfaat bagi masyarakat & aman terhadap lingkungan

 5 dokumen kajian AMDAL yaitu :

1. Dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KAANDAL).
     KA-ANDAL adalah suatu dokumen yang berisi tentang ruang lingkup serta kedalaman kajian ANDAL.  

2. Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL).
     Dampak-dampak penting yang telah diidentifikasi di dalam dokumen KAANDAL kemudian ditelaah secara lebih cermat dengan menggunakan metodologi yang telah disepakati. Telaah ini bertujuan untuk menentukan besaran dampak.

3. Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL).
       Mengendalikan dan menanggulangi dampak penting lingkungan hidup yang bersifat negatif serta memaksimalkan dampak positif yang terjadi akibat rencana suatu kegiatan. 

4. Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL).
     RPL adalah dokumen yang memuat program-program pemantauan untuk melihat perubahan lingkungan yang disebabkan oleh dampak-dampak yang berasal dari rencana kegiatan

5. Dokumen Ringkasan Eksekutif
     Ringkasan Eksekutif adalah dokumen yang meringkas secara singkat dan jelas hasil kajian ANDAL.