.

Minggu, 02 Februari 2020

PENCEMARAN UDARA


OLEH : AULYA ANINDYA PUTRI (@Q12-Aulya)
                                                                 

ABSTRAK
KIMIA KONTEKSTUAL MENGENAI PENCEMARAN UDARA
Masalah pencemaran udara pada era teknologi pada masa ini telah sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan. Hal ini dengan semakin banyaknya zat-zat polutan yang dihasilkan dari kegiatan sehari-hari. Banyaknya pabrik-pabrik industri, pembangkit listrik, dan kendaraan bermotor yang setiap harinya selalu menghasilkan polutan serta kebakaran hutan yang mencemari udara bersih. Hal ini menjadi sumber masalah bagi keberlangsungan makhluk hidup di muka bumi ini. Udara yang telah tercemar oleh zat-zat polutan bukan saja mempengaruhi kesehatan manusia tetapi seluruh makhluk hidup dan lingkungan juga akan terkena efek dari pencamaran udara tersebut.
Pada manusia akan mengakibatkan penyakit berbahaya seperti gangguan pernapasan yang bisa mengakibatkan kematian. Pencemaran udara ada yang dapat dilihat secara langsung, ada juga yang tidak dapat dilihat, ada yang memiliki bau dan ada juga yang tak berbau. Banyak masyarakat awam yang belum paham akan pentingnya menjaga udara bersih dan resiko akan diakibatkan oleh pencemaran udara. Dalam pengenalan proses terjadinya penyebaran pencemaran udara kepada masyarakat umum bisa dilakukandengan memberikan contoh secara langsung proses pencemaran udara seperti asap polutan yang keluar dari cerobong asap pabrik. Selain secara langsung proses penyebaran pencemaran udara juga bisa dijelaskan dengan melakukan simulasi atau sebuah pemodelan untuk melihat sebaran polutan. Simulasi atau pemodelan yang dilakukan dapat dilakukan dengan menggunakan model dispersi Gauss untuk memodelkan proses sebaran dari konsentrasi polutan.
Kata kunci: Pencemaran Udara, Polutan, Kesehatan, Dispersi Gauss

PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Penelitian ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan bahaya dari pencemaran udara. Pencemaran udara menyebabkan udara bersih terkontaminasi oleh berbagai zat-zat berbahaya yang berupa partikel berbentuk padat, cair dan gas. Zat yang terkontaminasi di udara dengan berbagai bentuk ini disebut polutan. Bahaya polutan di udara seringkali tidak disadari oleh masyarakat.Padahal polutan udara dapat mengganggu kesehatan sampai menyebabkan kematian. Sehingga untuk menjelaskan proses penyebaran polutan kepada masyarakat dengan 2 cara yaitu secara langsung dan secara tidak langsung. Untuk secara langsung, masyarakat bisa dibawa ke dekat sumber emisi contohnya cerobang pabrik atau di lokasi kebakaran hutan.Tentunya secara langsung dapat dilihat bagaimana polutan menyebar ke udara bebas.Sedangkan untuk secara tidak langsung, dengan melakukan sebuah pemodelan penyebaran polusi udara dengan menggunakan model dispersi Gauss yang bersumber dari cerobong pabrik
B.       Rumusan Masalah
Berdasarkan  pembahasan tersebut di atas maka penyusun dapat merumuskan beberapa hal yang menjadi masalah sebagai berikut :
1.    Menjelaskan  pengertian kimia kontekstual
2.    Menjelaskan pembelajaran kimia kontekstual
3.    Penjelasan mengenai pencemaran udara
4.    Kaitannya dunia industri dengan pencemaran udara
C.       Tujuan
Tujuan penyusunan makalah ini adalah :
1.      Untuk memperoleh gambaran tentang pandangan terhadapat kimia kontekstual
2.     Agar mampu menjelaskan dan memahami hubungan kimia kontekstual dengan     pencemaran udara
3.      Agar mengetahui hubungan antara kimia dan industri

PEMBAHASAN


1.      Kimia Kontekstual
1.1 Peta Pengetahuan Kimia
Tak dapat dipungkiri kimia menjadi solusi untuk berbagai persoalan yang dihadapi manusia, sehingga menjadikan kehidupan lebih sejahtera dan lebih mudah. kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kimia di satu sisi menjadi sebuah solusi dari berbagai persoalan yang dihadapi manusia.Namun,di sisi lain juga menimbulkan beragam persoalan termasuk penurunan kualitas kehidupan manusia.

Interaksi di antara ilmu atau sains, masyarakat dan industri menyebabkan riset dasar (fundamental) dan riset terapan (engineering) semakin berbaur, begitu pula kolaborasi dengan disiplin ilmu lainnya makin meluas. Menurut Sjostrom (2006), saat ini telah berkembang dua bidang superscience yang baru, yaitu Sains Material dan Sains Biomolekuler dengan berbagai turunannya seperti Nanoteknologi, Bioteknologi, Bionanoteknologi, Kimia Hijau (sebagai unteraksi antara kimia dengan  masyarakat yang makin peduli lingkungan), Kimia Komputasi (simulasi dan pemodelan molekul, sebagai interaksi antara kimia dengan komputer), Sejarah Kimia, Filsafat Kimia, Pendidikan Kimia, dan sebagainya.

Dinamika dalam kehidupan manusia selalu disertai dengan keterkaitan baik secara langsung atau tidak langsung dengan ilmu kimia, sehingga muncul kajian Kimia Kontekstual (Chemistry in Context).

1.2 Pembelajaran Kimia Kontekstual
Kimia kontekstual berkaitan dengan beragam aspek kehidupan manusia. Pembahasannya sangat tergantung pada isu atau persoalan yang sedang menjadi trending topics.

Menurut Mudasir (2012), kimia kontekstual dirancang untuk membekali mahasiswa dengan persoalan-persoalan kemasyarakatan dan kekinian yang terkait dengan bidang kimia serta memperkenalkan mahasiswa terhadap trend global penelitian kimia dimasa yang akan datang.
Topics mengenai kimia kontekstual, antara lain seperti Pencemaran Udara

1.3 Topics Mengenai Pencemaran Udara


Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.

Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global.

Pencemaran udara di dalam ruangan dapat mempengaruhi kesehatan manusia sama buruknya dengan pencemaran udara di ruang terbuka.
Pencemaran udara begitu penting bagi kelangsungan hidup manusia, sehingga menjadi salah satu kajian dalam kimia kontekstual. Udara merupakan atmosfer disekeliling bumi yang memiliki 3 komponen, yaitu :
-          Udara Kering
-          Uap
Uap air yang berasal dari evaporasi (penguapan) air laut, sungai, danau, dan sumberdaya perairan lainnya.
-          Aerosol
Merupakan benda berukuran kecil, seperti garam, karbon, sulfat, nitrat, kalium, kalsium, serta partikel dari gunung berapi (abu vulkanik seperti silika)
                                DAMPAK PENCEMARAN UDARA
Ada banyak dampak yang dihasilkan dari pencemaran udara diantaranya:
-          Mengganggu kesehatan makhluk hidup
-          Kerusakan lingkungan ekosistem
-          Hujan asam

Kesehatan pada manusia akan terganggu akibat udara yang tercemar yang bisa mengakibatkan timbulnya penyakit seperti infeksi saluran pernapasan, paru-paru, jantung dan juga sebagai pemicu terjadinya kanker yang sangat berbahaya. Selanjutnya efek yang ditimbulkan pada lingkungan ekosistem adalah kerusakan dimana lingkungan ekosistem tempat tinggal berbagai macam makhluk hidup seperti akibat kebakaran hutan merusak tumbuh-tumbuhan dan hewan.

Sedangkan hujan asam disebabkan oleh belerang (sulfur) yang merupakan polutan dalam bahan bakar fosil serta nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur dioksida dan nitrogen dioksida. Polutan tersebut berasal dari knalpot mobil dan industri yang mmenggunakan bahan bakar minyak dan batubara. Diatmosfir, polutan tersebut membentuk asam sulfat (H2SO4) dan asam nitrat (HNO3). Akhirnya mereka jatuh ke tanah sebagai hujan asam


KESIMPULAN
Dari Paparan atau penjelasan di atas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa Kesimpulan yang dapat diambil adalah pengaruh dari tinggi efektif emisi (H) sangat berpengaruh. Ketika tinggi H 30 m penyebaran konsentrasi sangat tinggi di jarak 480 m dan jarak jangkauannya cuma sampai sejauh 7400 m tetapi ketika nilai H nya dinaikkan maka terjadi perubahan. Jadi untuk mengatasi efek dari penyebaran konsentrasi polutan diharuskan cerobong pabrik dibuat tinggi.

SARAN
Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber - sumber yang lebih dapat dipertanggung jawabkan.

DAFTAR PUSTAKA
1.       Afia Hidayat, Atep dan Muhammad Kholil .2018. Kimia dan Pengatahuan Lingkungan Industri, Yogyakarta:Wahana Resolusi
2.       https://id.wikipedia.org/wiki/Pencemaran_udara (Akses 02 Februari 2020)
4.       www.jurnal.lapan.go.id (Akses 02 Februari 2020)



Kimia dan Perkembangannya

Kimia dan Perkembangannya



Oleh : Andyka Febriyansyah

Abstrak

Dalam ilmu pengetahuan dasar alam terdapat banyak cabang ilmu didalamnya, salah satu nya adalah ilmu kimia. Dalam ilmu kimia ini juga mempunya berbagai banyak unsur materi dalam alam semesta ini. Kimia itu sendiri adalah ilmu terkait bahan kimia yang mencakup benda disekitar kita. Kimia itu juga mencakup akan perubahan transformasi dan interaksi dalam membentuk materi yang ditemukan di kehidupan sehari-hari. Hingga muncul berbagai teori seperti teori atom unuk pertama kalinya yang membuat ilmu kimia sejak saat itu menjadi berkembang lebih pesat salah satu nya pada dunia industri.

Kata Kunci : Pengertian kimia, sejarah kimia

 1. Pendahuluan

Kimia meruapakan salah satu acuan aspek para ahli untuk melakukan berbagai uji coba ataupun eksperimen untuk menghasilkan berbagai hasil percobaan, yang mana ilmu kimia ini akan memiliki banyak penjelasan setalah adanya berbagai percobaan atau eksperimen yang telah dilakukan para ahli terutamanya, Sehingga menjadikan ilmu kimia ini sangat penting dalam kehidupan maupun lingkungan.

2. Pembahasan 

2.1 Apa yang dimaksud dengan kimia?

Menurut Brady, Kimia adalah ilmu terkait bahan kimia yang mencakup benda di sekitar  kita. Ilmu kimia didefinisikan ilmu murni yang membahas bahan bahan yang terdapat di alam semesta. Definisi kimia juga mencakup akan perubahan transformasi serta interaksi dalam membentuk materi yang ditemukan dalam kehidupan sehari hari. Kimia juga membahas akan pemahaman sifat dan juga interaksi suatu atom individu dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan.

2.2 Bagaimana perkembangan ilmu kimia?


Sekitar pada abad 3500 SM, di Mesir Kuno sudah mempraktekan reaksi kimia seperti cara membuat anggur dan membuat pengawet. Sekitar pada abad ke-4 SM, Berbagai filosofis terutama filosifis Yunani seperti Democtritus dan Aristoteles menoba memahmi hakekat materi. Pada sekitar abad pertengahan (tahun 500-1600), yang dipelopori oleh berbagai ahli kimia, Kimia lebih tertuju pada segi praktis yang menghasilkan berbagai jenis zat seperti alcohol, asam sulfat, dan asam nitrat.

Sekitar pada abad ke -18, muncul istilah Kimia Modern yang dipelopori dari berbagai ahli salah satunya ahli kimia dari prancis Antoine Laurent Lavoisier (tahun 1743-1794) yang berhasil mengemukakan ‘Hukum kekelakan massa’. Pada Tahun 1803, salah satu seorang ahli kimia inggris yang bernama John Dalton (Tahun 1766-1844) mengajukan teori atom untuk pertama kalinya. Sejak saat itu, ilmu kimia terus berkembang pesat hingga saat ini.

2.3 Kimia terkini


Kimia pada zaman sekarang sudah mengalami berbagai perkembangan sehingaa menghasilkan beberapa cabang, yakni seperti berikut:

1. Kimia analisis, Kimia analisis ini sangat berkaitan dengan analisis zat, tentang mempelajari pemisahan maupun identifikasi senyawa kimia yang dilakukan dengan metode eksperimen
2. Biokimia, pada biokimia ini akan mempelajari bagaimana peranan molekul dalam reaksi kimia dan bagaimna proses nya tersebut
3. Bioteknologi, didalam bioteknologi kita akan mempelajari bagaimana pemanfaatan makhluk hidup seperti bakteri dan virus
4. Kimia anorganik, kimia anorganik mempelajari berbagai senyawa anorganik. Kimia anorganik antara lain dapat diterapkan dalam berbagai banyak bidang seperti bidang katalis, sains, bahan bakar hingga pertanian

5. Kimia organic, salah satu cabang kimia yang menampatkan focus nya terhadap kajian mengenai struktur, sifat, komposisi dan reaksi dari senyawa organic yang ada.

2.4 Kimia dan Industri


Industry dalam proses kimia adalah industry yang dapat mengolah suatu bahan baku atau bahan mentah untuk dijadikan suatu hasil dalam bentuk produk dengan cara menggunakan proses-proses dalam kimia, proses yang dilakukan itu berupa reaksi kimia dan peristiwa kimia fisik. Peristiwa kimia fisik meliputi dari beberapa yaiut seperti pencampuran molekul bahan dengan rumus, adanya perubahan fase mulai dari penguapan hingga pengkristalan dan pemisahan campuran dengan tujuan untuk menjadikan zat-zat.

Yang termasuk dalam industry kimia ada beberapa seperti industry petrokimia, industry minyak bumi industry pengolahan logam dan sebagainya.


3. Daftar Pustaka

Anonim "Pengertian kimia, Fungsi, Cabang ilmu, Manfaat & Kimia menurut para Ahli" https://www.artikelsiana.com/2018/06/Pengertian-Kimia-Fungsi-Cabang-Ilmu-Manfaat-Kimia-Menurut-Para-Ahli.html# (Diakses Tanggal : 2-2-2020).

Sunarya, Yayan. 2010, Kimia Dasar 1. Berdasarkan Prinsip-prinsip Kimia Terkini. Yrama Widya-Bandung.

Setiawan, Parta. 2019 "Pengertian Ilmu Kimia"  https://www.gurupendidikan.co.id/ilmu-kimia/  (Diakses Tanggal : 2-2-2020).

Atmojo, Susilo Tri. 2011 "Pengertian Industri Kimia" http://chemistry35.blogspot.com/2011/05/pengertian-industri-kimia.html (Diakses Tanggal : (2-2-2020)

PENGGOLONGAN MATERI KIMIA ANALISIS

PENGGOLONGAN MATERI KIMIA ANALISIS


Oleh : Adesita Nursabaniah (@Q04-Adesita)




ABSTRAK
Analisis Kimia merupakan salah satu cabang sains Kimia dari 5 ilmu lainnya yakni : Biokimia, Bioteknologi, Kimia organik dan Kimia anorganik. Dalam Analisis kimia kita dapat mempelajari pemisahan dan identifikasi senyawa kimia, baik secara kualitatif maupun kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Dalam hal ini analisis kualitatif menunjukan adanya indikasi dari suatu idetitas zat kimia pada sample, sedangkan analisis kuantitatif menunjukan jumlah dari senyawa yang diidentifikasi. Beberapa materi kimia analisis seperti Asam Basa, Hidrolisis Garam, Larutan Penyangga, Kelarutan, Pemisahan dsb (Atep Afia Hidayat, Muhammad kholil 2018:7)

KATA KUNCI : Analisis Kimia, Analisis kuantitatif, analisis kualitatif
I. Pendahuluan
Analisis merupakan suatu bidang ilmu kimia yang mempelajari tentang identifikasi suatu spesies, penentuan komposisi, dan elusidasi strukturnya (Khopkar, 1990). Berdasarkan tujuannya, analisis kimia dapat diklasifikasikan menjadi analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kuantitatif bertujuan untuk mengetahui jumlah dan komposisi suatu spesies. Analisis kualitatif bertujuan untuk mengidentifikasi suatu spesies dan elusidasi struktur spesies tersebut (W. Haryadi, 1990).

II. PERMASALAHAN
1. Apa perbedaan Analisis Kuantitatif dan kualitatif  ?

III. PEMBAHASAN

1.  Pengertian Analisis Kualitatif
Analisis Kualitatif adalah Analisis Kualitatif merupakan metode analisis kimia yang digunakan untuk mengenali atau mengidentifikasi suatu unsur atau senyawa kimia (anion atau kation) yang terdapat dalam sebuah sampel berdasarkan sifat kimia dan fisikanya. Sifat fisika suatu zat kimia adalah sifat yang dapat diamati dengan pancaindera dan sifat yang dapat diukur tanpa mengubah susunan kimia zat tersebut. Sifat yang dapat diamati dengan panca indera adalah wujud/rupa, warna, bau, rasa, tekstur, terbentuknya gelembung gas, dan terbentuknyaendapan, sedangkan sifat yang dapat diukur tanpa mengubah susunan kimia zat antara lain bobot jenis, indeks bias, titik didih, dan titik leleh/beku. 
Analisis kualitatif berdasarkan kepada sifat kimia dan fisika zat, uji coba dapat dilakukan dengan dua acara yakni :
1. Cara Kering : Pemanasan, Peniupan dengan nyala api, Uji warna nyala, Uji boraks, Uji fosfat.
2. Cara Basah : Penggolongan Kation, Klasifikasi Anion,  Kelarutan Asam Basa Garam, Konvensi penulisan rekasi dalam pelarut air.

2. Pengertin Analisis Kuantitatif
Analisis Kuantitatif adalah suatu analisa yang digunakan untuk mengetahui kadar suatuzat (Svehla, 1985). Analisa kuantitatif berkaitan dengan penetapan beberapa banyaksuatu zat tertentu yang terkandung dalam suatu sampel. zat yang ditetapkan tersebut,yang sering kali dinyatakan sebagai konstituen atau analit, menyusun sebagian kecil atau sebagian besar sampel yang di analisis (Day dan Underwood, 2002).Pengertian laindari analisa kuantitatif adalah analisa yang bertujuan untuk mengetahui jumlah kadar senyawa kimia dalam suatu bahan atau campuran bahan (Sumardjo, 1997). Pelaksanaan kuantitatif reaksi kimia merupakan dasar dari analisis kimia metode konvensional yaitu gravimetri, titrimetri atau volumetri.

IV. PENUTUP

 KESIMPULAN
Analisis Kualitatif adalah metode analisis kimia yang digunakan untuk mengenaliatau mengidentifikasi suatu unsur atau senyawa kimia (anion atau kation) atau hanya secara kualitasnya dengan metoda Kering (Pemanasan, Peniupan dengan nyala api, Uji warna nyala, Uji boraks, Uji fosfat), dan metode kering (Penggolongan Kation, Klasifikasi Anion,  Kelarutan Asam Basa Garam, Konvensi penulisan rekasi dalam pelarut air).
Analisis kuantitatif adalah metode analisis untuk mengetahui kadar suatu zat (dengan kuantitas / quantity). Dengan metoda yaitu gravimetri, titrimetri atau volumetri.

V. DAFTAR PUSTAKA
DARSATI, Siti. Kimia Analitik 1. 2007.
Day, R. A. Dan A. L. Underwood. 2002. Analisi Kimia Kuantitatif. Erlangga, Jakarta.
Hidayat, A A; kholil, Muhamad. 2018. Kimia dan Pengetahuan Lingkaran Industri. Yogyakarta: Penerbit  Wahana Resolusi.
Khoppar, S.M. Konsep dasar kimia Analitik. Universitas Indonesia, Jakarta.
Padmaningrum tutik Regina, 2010. Dasar – dasara Analisis Kimia. UNY – Yogyakarta.
Shevla, G. 198. Kimia Analisis. PT. Kalmaan Media Pusaka , Jakarta. Terjemahan Setiono
Sumardjo. 1997. Petunjuk Praktikum Kimia Dasar I. Fakultas Kedokteran Umum, Semarang

KIMIA DAN PERKEMBANGANNYA


OLEH : AULYA ANINDYA PUTRI (@Q12-Aulya)

ABSTRAK
KIMIA DAN PENGEMBANGANNYA
Kimia ini mengupas ilmu dasar dan penerapannya yang semakin luas, dan merambah diberbagai aspek kehidupan, sehingga banyak muncul kajian-kajian terkait kimia. Dalam mempelajari kimia ini. Akar ilmu kimia dapat dilacak hingga fenomena pembakaran. Api merupakan kekuatan mistik yang mengubah suatu zat menjadi zat lain dan karenanya merupakan perhatian utama umat manusia. Adalah api yang menuntun manusia pada penemuan besi dan gelas. Setelah emas ditemukan dan menjadi logam berharga, banyak orang yang tertarik menemukan metode yang dapat mengubah zat lain menjadi emas. Hal ini menciptakan suatu protosains yang disebut Alkimia. Alkimia dipraktikkan oleh banyak kebudayaan sepanjang sejarah dan sering mengandung campuran filsafat, mistisisme, dan protosains.
Alkimiawan menemukan banyak proses kimia yang menuntun pada pengembangan kimia modern. Seiring berjalannya sejarah, alkimiawan-alkimiawan terkemuka (terutama Abu Musa Jabir bin Hayyan dan Paracelsus) mengembangkan alkimia menjauh dari filsafat dan mistisisme dan mengembangkan pendekatan yang lebih sistematik dan ilmiah.

PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Sejalan dengan perkembangan ilmu kimia yang semakin luas terutama pada aspek lingkungan disekitar kita. Maka banyaknya muncul kajian-kajian kimia dalam kehidupan ini, para ilmuan selalu mengkaji persoalan yang terjadi baik dalam lingkungan maupun alam secara keseluruhan. Dengan hal tersebut sejarah perkembangan yang diangkat lewat latar belakang ini adalah sejarah perkembangan ilmu kimia di dunia. Pengembangan ilmu dikimia antara lain adanya kimia analisi, biokimia, bioteknologi, kimia anorganik dan kimia organik.
B.       Rumusan Masalah
Berdasarkan  pembahasan tersebut di atas maka penyusun dapat merumuskan beberapa hal yang menjadi masalah sebagai berikut :
1.    Menjelaskan  pengertian kimia
2.    Menjelaskan pengembangan ilmu kimia
3.    Pengelompokan ilmu-ilmu kimia
4.    Menjelaskan hubungan antara kimia dan industri
C.       Tujuan
Tujuan penyusunan makalah ini adalah :
1.      Untuk memperoleh gambaran tentang pandangan terhadapat kimia
2.      Agar mampu menjelaskan dan memahami tentang ilmu kimia
3.      Agar mengetahui hubungan antara kimia dan industri

PEMBAHASAN
1.       Kimia & Pengembangannya
1.1   Apakah kimia itu ?
Kimia adalah cabang dari ilmu fisik yang mempelajari tentang susunan, struktur, sifat, dan perubahan materi. Ilmu kimia meliputi topik-topik seperti sifat-sifat atom, cara atom membentuk ikatan kimia untuk menghasilkan senyawa kimia, interaksi zat-zat melalui gaya antarmolekul yang menghasilkan sifat-sifat umum dari materi, dan interaksi antar zat melalui reaksi kimia untuk membentuk zat-zat yang berbeda. Kimia kadang-kadang disebut sebagai ilmu pengetahuan pusat karena menjembatani ilmu-ilmu pengetahuan alam, termasuk fisika, geologi, dan biologi.

Kimia merupakan disiplin ilmu yang mempelajari sifat, komposisi dan transformasi materi. Kimia juga memiliki potensi yang sangat besar untuk menjelaskan dan memberikan pemahaman mengenai berbagai hal yang ada dikehidupan manusi atau apapun didunia ini. Ada banyak hal yang memerlukan dari sudut pandang kimia, mulai dari mengapa besi berkarat? Mengapa propana cukup effisien sebagai bahan bakar dan bersih, dsb.



1.2   Pengembangan Ilmu Kimia
Ilmu kimia hampir selalu berkembang. Perkembangan ilmu kimia sejalan dengan fenomena alam, kemajuan teknologi, dan perkembangan ilmu-ilmu lain yang berhubungan dengan kimia. Hal ini dapat dilihat dari teori atom yang terus
mengalami perkembangan dari teori atom democritus sampai yang terakhir teori atom berdasarkan mekanika kuantum. Selain itu, bisa dilihat juga perkembangan ilmu kimia dari artikel jurnal atau publikasi lain yang hampir setiap saat terbit.

Artikel atau dalam bentuk publikasi lain ini ada yag bersifat lokal, nasional, maupun international. Perkembangan ilmu kimia juga dapat dilihat dari jumlah senyawa kompleks yang berhasil disintesis. Tidak kurang dari 10000 senyawa kompleks baru yang berhasil disintesis setiap tahun (Effendy, 2000). Termasuk senyawa kompleks dari logam alkali dan alkali tanah. Dengan ini, anggapan bahwa senyawa kompleks hanya dapat dibentuk dengan logam-logam transisi sebagai atom atau ion pusat perlu direvisi.

Awal kemunculan alkimia di Mesir dan pengembangan alkimia selanjutnya publikasi yang dirilis dari Perpustakaan Universitas Miskatonik. Pada abad ke 18 muncullah kimia modern, temuan-temuan pakar ilmiah dikaji menggunakan metode ilmiah. Ada yang menyatakan kimia modern dikebangkan oleh ilmuwan kebangsaan Prancis yang bernama Antonie Laurent Lavoisier (1743 – 1794).

Kimia modern berakar dari pengembangan alkimia, metalurgi dan farmasi dibenua Eropa, Afrika, dan Asia. Meskipun tidak dapat dipungkiri sangat kental dipengaruhi oleh filsafat Yunani Kuno yaitu Aristotle dan Plato yang berupaya menjelaskan alamiah dengan landasa logika, meskipun belum disertai kajian teroritis dan empiris.

Dengan demikian, kimia modern sebagai hilir sangat dipengaruhi oleh peristriwa dimasa lampau. Sampai dengan pengembangan kimia modern yang paling mutakhir yaitu kimia analisi, biokimia, bioteknologi, kimia anorganik, kimia organik dan kimia fisika yang mengalami fase panjang selama puluhan abad.

1.3   Kimia Terkini
Salah satu cabang sains kimia terus mengalami pengembangan, sehingga harus dibagi beberapa cabang, seperti :

-          Kimia Analisis
Berkaitan erat dengan analisis zat, memperlajari pemisahan dan identifikasi senyawa kimia, baik secara kualitatif maupun kuantitatif menggunakan metode eksperimen.

-          Biokimia
Mempelajari tentang peranan berbagai molekul dalam reaksi kimia dan proses yang berlangsung dalam makhluk hidup (seperti : pencernaan, metabolisme, reproduksi, pernafasan, dsb).

-          Bioteknologi
Mempelejari pemanfaatan makhluk hidup seperti bakteri, fungi, virus, dsb, maupun produk dari makhluk hidup tersebut (enzim, dsb) dalam proses produksi untuk menghasilkan produk tertentu.

-          Kimia Anorganik
Mempelajari senyawa anorganik (semua senyawa kecuali senyawa organik yaitu senyawa yang karbon dan ikatan C-H) dan organologam.

-          Kimia Organik
Merupakan cabang ilmu kimia yang lebih fokus pada kajian mengenai struktur, sifat, komposisi, reaksi dan sintesis senyawa organik.

1.4   Kimia dan Industri
Perkembangan ilmu kimia secara langsung mempengaruhi terhadap pegembangan teknologi industri. Aplikasi kimia dalam bidang industri :
-          Industri kimia dasar : pengolahan minyak bumi, petrokimia, pengolahan logam, oleokimia, argokimia.
-          Makanan dan minuman : bahan pewarna, pencelup
-          Bahan peledak
-          Bubur kertas
-          Semen dan keramik
-          Karet, kulit, plastik
-          Dll
Industri merupakan suatu kelompok usaha proses yang merubah bahan baku menjadi produk yang berguna atau memiliki nilai tambah, serta produk dapat langsung digunakan oleh konsumen sebagai pengguna akhir dari produk tersebut dengan produk akhir.


KESIMPULAN
Dari Paparan atau penjelasan di atas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa ilmu kimia terus berkembang untuk melengkapi kekurangan yang ada. Untuk hubungan kimia dan industri sangat berkaitan erat karena saling menghubungakan satu sama lainnya.

SARAN
Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber - sumber yang lebih dapat dipertanggung jawabkan.

DAFTAR PUSTAKA
1.       Afia Hidayat, Atep dan Muhammad Kholil .2018. Kimia dan Pengatahuan Lingkungan Industri, Yogyakarta:Wahana Resolusi
2.       www.jurnal.unsyiah.ac.id (Akses 02 Februari 2020)
3.       https://id.wikipedia.org/wiki/Kimia (Akses 02 Februari 2020)

Kimia dan Perkembangannya

Kimia dan Perkembangannya


Oleh : Wawan Septian (@Q01-Wawan)

Abstrak :
Kimia (dari bahasa Arab : ÙƒÙŠÙ…ياء, transliterasi: kimiya = perubahan benda/zat atau bahasa Yunani : χημεία, transliterasi: khemeia) adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi, struktur, dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan sehari-hari. Kimia juga mempelajari pemahaman sifat dan interaksi atom individu dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut pada tingkat makroskopik. Menurut kimia modern, sifat fisik materi umumnya ditentukan oleh struktur pada tingkat atom yang pada gilirannya ditentukan oleh gaya antar atom dan ikatan kimia.
Kata kunci :
Ilmu Kimia, Sejarah Ilmu Kimia, Kimia dan Industri.

1. Pendahuluan 
Sejak dahulu kimia terkenal sebagai bidang ilmu yang berlandaskan pada percobaan/eksperimen. Karena memang semua penjelasan-penjelasan ilmiah yang dipaparkan selalu dilandaskan pada hasil percobaan. Dalam arti bahwa pemahaman kimia atau teori-teori baru timbul setelah melakukan pengamatan terhadap hasil-hasil percobaan.

2. Permasalahan
    2.1 Apakah Kimia Itu?
    2.2 Perkembangan Ilmu Kimia
    2.3 Kimia Terkini
    2.4 Kimia dan Industri

3. Pembahasan
   3.1 Apakah Kimia Itu?
Ilmu Kimia, berasal dari bahasa Arab, yaitu al-kimia yang berarti perubahan materi, oleh ilmuan Arab Jabir bin Hayyan(700-778M).
Dari kata al-kimia diatas, dapat disimpulkan secara singkat bahwa ilmu kimia berarti: ilmu yang mempelajari rekayasa materi, yaitu mengubah materi menjadi materi lain. Secara lengkapnya, Kimia merupakan suatu bagian dari ilmu pengetahuan alam yang mempelajari materi mengenai struktur dan sifat materi (zat), perubahan materi (zat) dan energi yang turut serta dalam perubahan suatu zat atau materi.
   3.2 Perkembangan Ilmu Kimia
        3.2.1 Awal Perkembangan Ilmu Kimia Tradisional
Awal perkembangan ilmu kimia bersumber dari keterampilan tradisional masa lampau juga pengaruh dari filsafat yunani kuno, karena itu perkembangan ilmu kimia bersifat teoritis, praktis.
        3.2.2 Ilmu Kimia Modern
Ilmu kimia modern mempelajari bagaimana proses kimia dapat dikembangkan tanpa merusak lingkungan. Perubahan kimia adalah suatu perubahan materi yang tidak disertai pembentukan materi jenis baru.
    3.3 Kimia Terkini
Kimia terkini terdiri dari lima cabang utama:
  • Kimia analitik adalah analisis cuplikan bahan untuk memperoleh pemahamman tentang susunan kimia dan strukturnya. Kimia anlatikik melibatkan metide eksperimen standar dalam kimia.
  • Biokimia mempelajari senyawa kimia, reaksi kimia, dan interaksi kimia yang terjadi dalah organisme hidup.
  • Kimia anorganik perbedaan antara bidang organik dan anorganik tidaklah mutla dan banyak terdapat tumpang tindih khususnya dalam bidang kimia organologam.
  • Kimia organik mengkaji struktur, sifat, komposisi, mekanisme dan reaksi senyawa organik. Suatu senyawa organik didefinisikan sebagai segala senyawa yang berdasarkan rantai karbon.
  • Kimia fisik mengkaji dasar fisik siste dan proses kimia, khususnya energitika dan dinamika sistem dan proses tersebut.
    3.4 Kimia dan Industri 
Kimia Industri adalah cabang ilmu kimia yang menerapkan pengetahuan kimiawi terhadap produksi material dan zat kimia khusus dengan sedikit dampak buruk pada lingkungan.
Aplikasi ilmu kimia dalam bidang industri (industri proses kimia) semakin meluas baik untuk industri kimia dasar seperti :
Pengolahan minyak bumi, petrokimia, pengolahan logam, oleokimia, argokimia, makanan dan minuman, bahan pewarna dan pencelup, bahan peledak, bubur kertas, semen dan keramik.
Berikut contoh Industri Kimia:


(https://monitor.co.id/wp-content/uploads/2018/07/IMG_20180708_070552.jpg)
Pemerintah telah menetapkan industri kimia sebagai salah satu dari lima sektor yang akan menjadi pionir dalam penerapan industri 4.0 di Indonesia. Dan berikut adalah contoh PT. Pupuk Kaltim, Bontang, Kalimantan Timur.

4. Kesimpulan
Ilmu kimia berperan dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu kimia berperan dalam peningkatan kesejahteraan manusia dan perkembangan lain, misalnya dalam pemenuhan kebutuhan lain, misalnya dalam kebutuhan rumah tangga, kemajuan ilmu kedokteran, peningkatan produktivitas pertanian, kemajuan teknologi dll. Misalnya dalam hal medis ilmu kimia berguna dalam hal penelitian penyakit dilaboratorium, pemberian resep obat-obatan. Dalam pemenuhan kebutuhan rumah tangga adalah penggunakan obat anti nyamuk, pupuk kimia, sabun. Dalam hal pertanian, mampu memberikan informasi tentang kandungan tanah terkait dengan kesuburan tanah dan penggunakan pestisida.

5. Daftar Pustaka

Buku : Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri;



Sabtu, 01 Februari 2020

Daftar Peserta Kelas Q

NO
PESERTA
KODE PESERTA



1
@Q01-Wawan
2
ASEP SUPRIYADI
@Q02-Asep
3
IKA SETYANINGSIH
@Q03-Ika
4
@Q04-Adesita
5
JESSICA CHRESSTELLA
@Q05-Jessica

Beragam Efek Pencemaran Udara

Oleh: Fahtu Rokhman Sidik

Masalah pencemaran udara merupakan masalah serius yang dihadapi oleh kota-kota besar di Indonesia bahkan di dunia. Pencemaran udara dapat bersumber dari berbagai macam, antara lain : asap kendaraan bermotor, asap pabrik, limbah indutri, limbah rumah tangga dan sebagainya.