.

Tampilkan postingan dengan label @Q01-Wawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @Q01-Wawan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Februari 2020

Konsep, Definisi, Inovasi dan Aplikasi Industri Hijau





Oleh : @Q01 - WAWAN 

Abstrak                :
Definisi industri hijau, industri yang berkelanjutan atau definisi yang lebih luas seperti Green Development atau Green Economy seringkali diangkat dari sudut pandang yang beragam sehingga terminologi tersebut saat ini memiliki dimensi yang luas. Konsep industri hijau tidak hanya terkait dengan pembangunan industri yang ramah lingkungan tetapi juga berhubungan dengan penerapan sistem industri yang terintegrasi, holistik dan efisien. Pemikiran tentang konsep industri hijau juga memunculkan kajian, termasuk dalam manufaktur sehingga dikenal istilah sistem manufaktur yang berkelanjutan atau sustainable manufacturing. NACFAM-USA mendefinisikan sustainable manufacturing sebagai “penciptaan produk manufaktur yang bebas polusi, menghemat energi dan sumber daya alam, serta ekonomis dan aman bagi karyawan, masyarakat dan pelanggan”.

Kata Kunci          : Industri Hijau, sustainable development, efektifitas, efisiensi.


Isi                          :

A.                   KONSEP DAN DEFINISI
Menurut Mulya (2012), konsep industri hijau menekankan kepada efisiensi serta efektifitas penggunaan bahan baku, jangan sampai terlalu banyak bahan baku yang terbuang percuma. Efisien dan efektifitas merupakan salah satu kunci utama konsep hijau. Bayangkan betapa banyaknya bahan yang bisa digunakan kalau ternyata bahan tersebut tidak terpakai karena penggunaan bahan baku yang tidak efisien. Input sama dengan output adalah hal minimal yang harus dicapai oleh setiap perusahaan. Bayangkan betapa sayangnya bahan terbuang, dan dampaknya sangat terasa bagi alam. Bahan mentah diproduksi dengan energi dari minyak bumi atau fosil, karena Indonesia masih didominasi energi fosil sebesar 37% berdasarkan data WWF. Berapa banyak karbon yang keluar terbuang sia-sia jika membuang bahan baku.
Menurut Hidayat dalam Permenperin (2011), industri hijau didefinisikan sebagai industri berwawasan lingkungan yang menyelaraskan pertumbuhan dengan kelestarian lingkungan hidup, mengutamakan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya alam serta bermanfaat bagi masyarakat. Industri hijau dikaitkan dengan aktivitas perusahaan industri yang merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan di bidang usaha industri yeng berbentuk perorangan, badan usaha, atau badan hukum dan berkedudukan di Indonesia.
Melalui penerapan industri hijau diupayakan dapat dipastikan semua industri, yang meliputi semua sektor, lokasi dan ukuran, untuk terus meningkatkan kinerja lingkungannya. Dalam hal ini termasuk komitmen dalam wujud tindakan untuk mengurangi beragam dampak lingkungan dari proses produksi, yaitu melalui penggunaan sumber daya yang lebih efisien, pengurangan bahkan penghilangan penggunaan bahan kimia beracun, subtitusi bahan bakar fosil dengan energi terbarukan, lebih mementingkan kesehatan dan keselamatan kerja, tuntutan supaya produsen lebih bertanggung jawab, dan pengutangan resiko secara keseluruhan.
Menurut Atmawinata (2012), secara operasional, setiap industri dapat menyusun definisi masing-masing. Namun agar sejalan dengan semangat RUU Perindustrian, paling tidak definisi tersebut hendaknya mencakup 1) pengutamaan penggunaan sumber daya yang terbarukan, dan 2) menggunakan rangkauan proses produksi yang efisien dan efektif, keduanya ditujukan untuk 3) ikut serta dalam upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup.

B.                    INOVASI INDUSTRI HIJAU
Hidayat dalam UNIDO (2011), mengungkapkan penerapan industri hijau menjadi penentu utama bagi meningkatan daya saing dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Industri hijau dapat berperan dalam mengentaskan kemiskinan, mengutamakan penghematan energi termasuk lebih memanfaatkan energi terbarukan, lebih memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja, serta berpotensi meningkatan produktivitas.  Penerapan industri hijau dapat menumbuhkan inovasi untuk pengembangan industri yang menyediakan jasa dan produk untuk “perlindungan” lingkungan. Industri hijau akan terus tumbuh dan berkembang, dalam hal ini mencakup semua jenis layanan dan teknologi yang bertujuan untuk memberikan kontribusi terhadap pengurangan berbagai dampak negatif kegiatan industri terhadap lingkungan.
Menurut Hidayat dalam FFS (2016), melalui industri hijau dapat dikembangkan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang daur ulang limbah, manajemen limbah, konsultan limbah, penelitian limbah, pengakutan limbah, peralatan penanganan limbah, penyewaan lahan untuk mengelola limbah, pengolahan air limbah, dan sebagainya. Begitu pula untuk penanganan polusi udara, industri hijau memungkinkan untuk menjadi inspirasi bagi didirikannya berbagai perusahaan yang bergerak dalam lingkup tersebut.

Industri Hijau
Sumber : http://sp.beritasatu.com/


C.                    APLIKASI INDUSTRI HIJAU
Adapun di Indonesia aplikasi Industri Hijau yang telah dilakukan antara lain (Hidayat dalam Kemenperin, 2012) :
a)      Penggunaan mesin ramah lingkungan melalui program restrukturisasi permesinan untuk industri tekstil dan produk tekstil, alas kaki dan gula.
b)     Penerapan produksi bersih dengan memberikan pelatihan kepada pelaku industri dan aparatur, menyusun pedoman teknis produksi bersih untuk beberapa komiditi industri dan bantuan teknis kepada beberapa industri.
c)      Kebijakan teknis, yaitu perlindungan terhadap lapisan ozon menlalui kontrol penggunaan Bahan Perusak Ozon (BPO) secara bertahap.
d)     Penyusunan Grand Strategi Konservasi Energi.
e)     Penyusunan Konservasi Energi pada 35 perusahaan industri baja dan 15 perusahaan industri pulp dan kertas.
f)       Himbauan kepada sektor industri agar lebih memanfaatkan mekanisme pembangunan bersih.

D.                   TINGKATAN INDUSTRI HIJAU
Menurut Hidayat dalam TIR (2011), ada lima tingkatan perkembangan industri hijau, yaitu sebagai berikut.
a)     Level 1 Green Commitment
Dapat dicapai dengan oleh setiap perusahaan industri atau pabrik yang membuat komitmen untuk mengurangi dampak lingkungan dan kegiatannya dan melakukan komunikasi internal untuk mempromosikan hal tersebut.
b)     Level 2 Green Activity
Dapat tercapai ketika pabrik atau perusahaan industri mengadopsi kegiatan khusus yang dapat mengurangi dampak lingkungan dari kegiatannya.
c)      Level 3 Green System
Dapat tercapai ketika perusahaan memiliki sistem pengelolaan lingkungan hidup, yang meliputi tindak lanjut, penilaian dan ulasan untuk pembangunan yang berkelanjutan.
d)     Level 4 Green Culture
Dalam hal ini semua orang yang ada di perusahaan atau organisasi bekerja sama dalam menciptakan kesadaran lingkungan, dan menjadikannya sebagai bagian dari budaya organisasi.
e)      Level 5 Green Network
Merupakan tingkat tertinggi, dapat dicapai ketika perusahaan atau organisasi bekerja untuk memperluas jaringan lingkungan mereka tetap mempertahankan rantai pasokan yang hijau. Selain itu juga mempromosikan kebijakan indutri hijau kepada semua mitra usaha atau pemasok.

Daftar Pustaka  :

Hidayat, Atep Afia dan M. Kholil. 2017. Kimia, Industi dan Teknologi Hijau. Jakarta. Pantona Media

Atmawinata, Achdiat. 2012. Pendalaman Struktur Industri : Efisiensi dan Efektifitas dalam Implementasi Industri Hijau. Dalam http://kemenperin.go.id/artikel/12667/Menperin-Terbitkan-Pedoman-Standar-Industri-Hijau . Di akses 22 Feb 2020

Mulya, Rudini. 2012. Apa Itu Industi Hijau. Dalam https://www.scribd.com/document/105397640/Apa-Itu-Industri-Hijau-Rudini-Mulya . Di akses 22 Feb 2020



Ruang Lingkup Teknologi Hijau



Oleh : @Q01 - WAWAN
Abstrak
   Kesadaran masyarakat terhadap teknologi hijau masih belum mencapai tahap yang memuaskan. Masih banyak kilang-kilang yang mengeluarkan asap hitam yang membahayakan, penggunaan bahan bakar kendaraan bermotor, sungai-sungai yang kotor dan pelepasan karbon ke udara. Oleh karena itu, pemerintah terus meningkatkan kesadaran umum tentang teknologi hijau dan  pengurusan sumber tenaga. Teknologi adalah bentuk penerapan dari sebuah karya ide ilmiah yang memerlukan tahap pengujian secara menyeluruh demi sebuah perubahan selamatkan bumi yang lebih baik dari sebelumnya, yang kesemuanya untuk sebuah peningkatan kualitas dan mutu yang bisa di gunakan bersama-sama oleh seluruh umat manusia di muka bumi ini. Dampak dan hasil teknologi itu sendiri nantinya akan bisa di rasakan oleh kita sebagai pengguna teknologi dan juga lingkungan di sekitar kita.

Kata Kunci : Teknologi Hijau; Teknologi Ramah Lingkungan; Selamatkan Lingkungan

Sumber: http://greenlookme.blogspot.co.id
Dalam perkembangannya, penggunaan energi fosil, terutama minyak bumi dan batubara, kecuali gas, baik dalam industri maupun dalam kegiatan sehari-hari menjadi sumber persoalan pemanasan global dan perubahan iklim, berupa peningkatan suhu bumi, peningkatan permukaan air laut anomali  cuaca yang sangat mengakhawatirkan. Itu semua mengakibatkan banyak bencana alam yang semakin sering terjadi diantaranya adalah banjir dan kekeringan, sering munculnya badai, puting beliung, dan timbulnya hama penyakit.

      Pertemuan PBB tentang Perubahan Iklim ke-21 Desember 2015 telah menyepakati Paris Agreement menyatakan bahwa setiap negara berkewajiban mempertahankan suhu bumi 20C. Kesepakatan ini bersifat mengikat secara hukum. Untuk melaksanakannya diperlukan rencana aksi penurunan GRK. Antara lain komitmen Indonesia untuk mereduksi GRK sebesar 29%  dari BAU (Business as usual) dan 41% jika ada bantuan asing, dengan periode 2020-2030. Selain komitmen, SDM dan kelembagaan, peraturan perundangan dan pendanaan, teknologi ramah lingkungan atau teknologi hijau menjadi satu faktor utama mendukung  upaya mengatasi persoalan Lingkungan, termasuk Perubahan Iklim. ( MSI, 2016)

      Menurut Nuris (2015) Teknologi hijau adalah teknik untuk menghasilkan energi dan/atau produk yang tidak mencemari atau meracuni lingkungan hidup. Tujuannya adalah untuk memelihara alam sekitar dan meminimalkan dampak negatif dari aktivitas manusia. Teknologi Hijau adalah teknologi rendah karbon dan lebih ramah lingkungan. Dengan begitu sangat diharapkan penggunaan teknologi hijau dapat segera direalisasikan di setiap bidang. Menurut Hidayat (2017) Prinsip utama dalam Teknologi Hijau meliputi 3 aspek, yaitu: Kenyamanan Sosial; Ekonomis dan Ramah Lingkungan. dari ketiga prinsipnnya Teknologi Hijau akan membawa banyak sekali keuntungan bagi manusia. Dalam buku  "Manajemen Lingkungan" Hidayat (2017) menyatakan bahwa "Hanya dalam kondisi lingkungan yang optimal bisnis dapat berkembang dengan baik, dan hanya dengan bisnis yang baik lingkungan akan berkembang kearah yang optimal." Dari moto yang dituliskan Hidayat kita dapat dengan sangat jelas dapat menyimpulkan bahwa Teknologi Hijau adalah salah satu solusi terbaik untuk mengembangkan bisnis atau industri yang tetap selaras dengan perkembangan dan pelestarian lingkungan. Misal contohnya adalah pabrikan mobil Ford, Selama empat tahun terakhir ini Ford sedang bekerja keras mencoba melakukan sesuatu yang ‘hijau’. Ford telah bekerja pada teknologi untuk menangkap aliran CO2 yang berasal dari pabrik dan pembangkit listrik, CO2 tersebut diubah menjadi busa dan plastik yang dapat digunakan untuk pembuatan mobil (emma, 2017).

     Ruang lingkup dari Teknologi Hijau tidak hanya terbatas dari bidang industri, bahkan kepada setiap rumah tangga dan individu dapat menerapkan Teknologi Hijau misal contoh projek Sun Roof, kendaraan elektrik, pembangkit listrik energi terbarukan, dan masih banyak lagi. Ketika Teknologi Hijau semakin berkembang dan di gunakan secara masive secara langsung kita akan merasakan dampak nya. Yaitu bumi kita akan semakin sehat, lingkungan bersih dan kualitas kesehatan serta hidup pun akan meningkat.

Daftar Pustaka
- Hidayat, Atep Afia, dan M. Kholil.2017.Manajemen Lingkungan dengan Berfikir Hijau. Yogyakarta: Wahana Resolusi
- Hidayat, Atep Afia dan M. Kholil.2017.kimia,industry dan teknologi hijau. Jakarta : Pantona Media
- MSI. 2017. Teknologi Hijau Ramah Lingkungan. Majalah Sains Indonesia. Web. Diakses 25 Feb 2020. http://www.sainsindonesia.co.id/index.php/rubrik/kolom/2518-teknologi-hijau-ramah-lingkungan
Nuris, Dini. 2015. Teknologi Hijau, Solusi Cerdas Bagi Pemanasan Global. Kompasiana. Web. Diakses 25 Feb 2020. https://www.kompasiana.com/dininuris/teknologi-hijau-solusi-cerdas-bagi-pemanasan-global_552931adf17e61824a8b458f
- Emma. 2017. 6 Teknologi Hijau Yang Ramah Lingkungan. Web. Diakses 25 Feb 2020. https://iniemma.com/6-teknologi-hijau-yang-ramah-lingkungan

Industri Hijau : Aplikasi Industri Hijau



Oleh : @Q01 - WAWAN

ABSTRAK

Industri Hijau merupakan program pemerintah lewat Kementerian Perindustrian yang dikeluarkan pada  tahun  2010.  Industri  Hijau  merupakan  program  yang  ditujukan  untuk industri manufaktur di Indonesia agar lebih berwawasan lingkungan, menjaga kelestarian lingkungan, efisien dalam penggunaan energi, dan mempunyai sistem manajemen perusahaan yang baik. 
Sampai tahun 2015 sifat keikutsertaan dalam program ini masih bersifat sukarela sehingga masih banyak perusahaan yang belum mengetahui dan mengikuti program ini. Penelitian yang akan dipaparkan dalam makalah ini dilakukan untuk mengevaluasi kesiapan perusahaan mengikuti program Industri Hijau. Perusahaan yang dievaluasi dalam penelitian ini adalah PT X, sebuah perusahaan semen di Indonesia Timur yang telah memiliki sertifikasi ISO maupun PROPER.

Kata   Kunci:   Industri   Hijau  

PENDAHULUAN

Isu lingkungan menjadi isu global sekarang ini dengan semakin banyaknya lembaga peduli lingkungan yang mempromosikan dan mengajak seluruh kalangan untuk menjaga lingkungan.  Industri dinilai menjadi salah satu penyebab isu lingkungan saat ini  industri merupakan   penyumbang gas CO2, limbah B3, dan limbah padat maupun cair yang sangat membahayakan Selain penyumbang limbah, industri manufaktur juga diklaim sebagai pengguna sumber daya alam dan energi terbesar. Bey dkk (2013) mengatakan bahwa isu lingkungan menjadi sangat penting sekarang ini, berbagai tekanan dari berbagai pihak mulai dari masyarakat sekitar hingga permintaan pasar akan proses produksi dan produk yang ramah lingkungan. Upaya untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang diakibatkan oleh industri telah banyak dikembangkan oleh masyarakat ataupun industri itu sendiri. Shapira dkk, 2014 mengatakan upaya untuk membantu perkembangan program “green” pada industri sudah diperkenalkan seluruh negara. di Eropa, sudah diperkenalkan program Eco-Innovation melalui the Executive Agency for Competitiveness and Innovation pada tahun 2008. Dengan berkembangnya kewaspadaan mengenai masalah perlindungan lingkungan maka diwujudkannya program-program peduli lingkungan untuk industri manufaktur seperti Green Manufacture, Green Supply Chain, Green Building, Green Construction, Green Product, Green Technology dan masih banyak yang lain

Penerapan industri hijau menjadi penentu utama bagi peningkatan daya saing dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Penerapan Industri Hijau dapat menumbuhkan inovasi untuk pengembangan industri yang menyediakan jasa dan produk untuk “ perlindungan “ lingkungan. Menurut FFS (2016), Berbagai peluang bisnis bidang lingkungan (yang berkaitan dengan penerapan industri hijau) antara lain bidang efisiensi energi, yaitu dengan pengurangi konsumsi per unit energi melalui peningkatan efisensi :

1.       Energi Terbarukan
2.       Produksi Cleaner
3.       Carbon Finance
4.       Rantai Pasok berkelanjutan

Menurut Hidayat (2013),yang dikutip Hidayat dan Muhamad Kholil dalam Kimia Industri dan Teknologi Hijau (2017) bahwa memang sulit untuk menjadikan industri dan lingkungan seiring dengan sejalan. Sektor industri tidak hanya mengeksploitir lingkungan, namun juga turut merawat dan melestraikannnya.
Dalam hal ini menurut Kepenperin (2012), Industri Hijau dapat dicapai antara lain melalui :
1.       House keeping /  Meningkatkan Upaya pengelolaan internal
2.       Meningkatkan proses pengawasan
3.       Daur ulang Bahan
4.       Modifikasi alat yang ada
5.       Teknologi bersih
6.       Perubahan bahan baku
7.       Modifikasi Produk
8.       Pemanfaatan Produk samping

Sedangkan Tantangan yang dihadapi untuk membangun sebuah Industri Hijau sebagai berikut:

1.       Dibutuhkan Penggantian / modifikasi mesin industri. Untuk mengganti / modifikasi mesin dibutuhkan investasi, sementara bunga komersial perbankan nasional tinggi (14%) serta tidak adanya industri
2.       Dibutuhkan penghargaan bagi kalangan industri yang telah mewujudkan industri hijau, misalnya : pemberian kompensansi dalam bentuk bantuan dana, bantuan teknis dll untuk meningkatkan upaya perbaikan
3.       Perlu dirumuskan pola insentif bagi industri yang telah menerapkan industri hijau

Daftar Pustaka :
Bey, Niki., Hauschild, Michael., & McAloone, Tim. (2013). Drivers and Barrier for Implementation  of  Environmental  Strategies  in  Manufacturing  Companies.  The Journal of CIRP Annals- Manufacturing Technology, 62, 42-46 Diakses ( 22 Feb 2020 ).
Shapira, Philip., Gok, Abdullah., Klochikhin, Evgeny., & Sensier, Marianne. (2014). Probing “Green” Industry Enterprise in the UK: A New Identification Approach. The Journal of Technological Forecasting & Social Change, 85, 93-104 Diakses ( 22 Feb 2020 ).
Menurut Hidayat (2013),dikutip Hidayat dan Muhamad Kholil dalam Kimia Industri dan Teknologi Hijau, (2017), Jakarta, Pantona Media Diakses ( 22 Feb 2020 ).

Jumat, 28 Februari 2020

TEKNOLOGI HIJAU


Oleh : @Q01 - WAWAN


Abstrak

Pengertian teknologi ramah lingkungan adalah sebuah metode atau sistem untuk mencapai tujuan tertentu yang mana dalam pelaksanaannya mengacu pada wawasan lingkungan dan atau memperhatikan kaidah-kaidah lingkungan di sekitarnya. Dari pengertian tersebut telah mengilhami lahirnya bermacam-macam teknologi terapan, yang aman sekaligus bersahabat dengan makhluk hidup ataupun alam di sekitarnya.
Teknologi yang di maksud kini telah banyak beredar meliputi beberapa aspek dalam kehidupan manusia, termasuk dalam sektor elektronik konsumen. Diakui memang, untuk bisa mendapatkan teknologi ini dibutuhkan biaya cukup mahal bila dibandingkan membeli peralatan dengan teknologi konvensional. Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan bagi kita utamanya para pengembang untuk menciptakan teknologi hijau yang ramah akan lingkungan namun
Kata Kunci : Teknologi Hijau, Teknologi Ramah Lingkungan
Teknologi Hijau merujuk pembangunan dan aplikasi produk, peralatan serta sistem untuk memelihara alam sekitar dan alam semulajadi dan meminimumkan atau mengurangkan kesan negatif daripada aktiviti manusia. Teknologi Hijau merujuk produk, peralatan, atau sistem yang memenuhi kriteria-kriteria berikut:
§   Ia meminimumkan degrasi kualiti persekitaran; ia mempunyai pembebasan Gas Rumah Hijau (GHG) yang rendah atau sifar; ia selamat untuk digunakan dan menyediakan persekitaran sihat dan lebih baik untuk semua hidupan;
§  Menjimatkan tenaga dan sumber asli; dan
§  Menggalakkan sumber-sumber yang boleh diperbaharui.
Prinsip Utama Teknologi Hijau
1.      Kenyamanan Sosial
2.      Ekonomis
3.      Ramah Lingkungan

Konsep Penerapan Teknologi Hijau
1.      Konsep Berkelanjutan, upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara terus menerus di masa depan tanpa merusak atau menghabiskan sumber daya alam.
2.      Konsep Daur Ulang, upaya untuk mengakhiri siklus barang sekali pakai, dengan menciptakan produk yang sepenuhnya dapat diperoleh kembali atau digunakan kembali
3.      Konsep Pengurangan Limbah dan Polusi, upaya untuk mengurangi sumber limbah dan polusi dengan mengubah pola produksi dan pola konsumsi.
4.      Konsep Inovasi, upaya untuk mengembangkan alternative teknlogi yang ramah lingkungan guna memenuhi kebutuhan manusia tanpa merusak lingkungan.
5.      Konsep Viabilitas, upaya untuk menciptakan suatu pusat kegiatan ekonomi di seluruh bidang teknologi dan produk yang memberikan keuntungan bagi lingkungan dan menciptakan peluang usaha baru yang benar-benar melindungi planet bumi dari kerusakan.
6.      Konsep Edukasi, upaya untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya penerapan teknologi hijau guna mendukung terciptanya daya dukung lingkungan yang berkelanjutan.


Bidang-bidang Teknologi Hijau
Studi tentang teknologi hijau yang masih terus dikembangkan dan merupakan kecenderungan teknologi di masa datang, antara lain mencakup bidang-bidang, a.l: Energi terbarukan (renewable energy); Bangunan hijau/ramah lingkungan (green building); Kimia hijau (green chemistry) dan Teknologi Nano Hijau (green nanotechnology).
1.      Renewable Energy
Mengingat keterbatasan sumber energi berbahan baku fosil (minyak, gas dan batubara), maka energi menjadi masalah yang paling mendesak dalam bidang teknologi hijau, termasuk didalamnya pengembangan bahan bakar alternatif atau energi terbarukan yang efisien.
2.      Green Building
Bangunan hijau (green building) juga mendapat perhatian penting di bidang teknologi hijau, segala sesuatu yang berkaitan dengan pembangunan rumah atau infrastruktur yang ramah lingkungan. Penerapannya mulai sejak pemilihan bahan bangunan hingga lokasi tempat bangunan akan didirikan diharapkan telah mempertimbangan kelestarian lingkungan hidup.
3.      Green Chemistry
Hampir seluruh produk untuk keperluan sehari-hari adalah produk kimiawi. Oleh karena itu kimia hijau (green chemistry) mulai mendapat perhatian berbagai negara maju dalam hal penemuan, rancangan dan aplikasi produknya termasuk proses yang dijaga dari penggunaan bahan beracun atau zat yang berbahaya bagi kehidupan.
4.      Green Nanotechnology
Green nanotechnology (teknologi nano hijau) yang melibatkan manipulasi bahan pada skala nanometer (satu miliar meter). Beberapa ilmuwan percaya bahwa penguasaan subjek ini di masa datang akan mengubah cara bagaimana segala sesuatu di dunia ini dibuat. “Green nanoteknologi” adalah penerapan kimia hijau tingkat lanjut dengan prinsip-prinsip rekayasa teknologi yang ramah lingkungan.


Prinsip dasar dari teknologi ramah lingkungan adalah ‘zero waste’ yaitu diharapkan dapat mencegah, mengurangi, atau menghilangkan limbah hasil industri. Strategi yang digunakan untuk mengelola produksi industri meliputi pemilihan bahan, penerapan teknologi, dan pengelolaan limbah. Industri yang menerapkan teknologi ramah lingkungan memiliki tujuan:
1.      Menciptakan produk yang sehat, aman, dan berkualitas
2.      Meminimalkan kontaminasi bahan beracun atau berbahaya pada produk
3.      Melindungi kesehatan dan keselamatan pekerja
4.      Meminimalkan hasil limbah baik dari segi jumlah dan toksisitasnya

Selain memperkecil dampak kerusakan lingkungan, strategi ramah lingkungan juga memberikan keuntungan finansial dan menghemat biaya produksi.
Prinsip Industri Ramah Lingkungan
1.      Refine, adalah penggunaan bahan atau proses yang lebih ramah lingkungan
2.      Reduce,  adalah pengurangan jumlah limbah, atau mengatasi kehilangan bahan yang menyebabkan pemborosan dengan optimalisasi proses.
3.      Reuse, adalah pemakaian kembali bahan-bahan atau limbah pada proses yang berbeda
4.      Recycle, adalah penggunaan bahan-bahan atau sumber daya untuk proses yang sama
5.      Recovery, adalah pengambilan sebagian material penting dari aliran limbah untuk pemanfaatan ulang atau pemanfaatan lain
6.      Retrieve Energy, adalah pemanfaatan limbah sebagai bahan bakar
Manfaat Teknologi Ramah Lingkungan
Teknologi yang ramah lingkungan ini tentunya memberikan sejumlah manfaat yang begitu besar bagi kehidupan. Adapun beberapa manfaat sekaligus keuntungan dari teknologi ramah lingkungan ini diantaranya:
1.      Meminimalkan jumlah limbah agar jumlahnya tidak berlebihan. Dengan begitu bisa mencegah terjadinya pencemaran lingkungan.
2.      Teknologi yang ramah lingkungan sendiri merupakan benar-benar efektif dan efisien untuk penggunaan sumber daya alam. Dengan begitu, lingkungan pun dapat tetap terjaga baik.
3.      Meminimalisir resiko terhadap penurunan kondisi pada kesehatan makhluk hidup, khususnya manusia.
4.      Bisa menekan anggaran atau biaya produksi menjadi lebih hemat. Menggunakan sumber daya alam agar menjadi sebuah teknologi tentunya bisa menghemat biaya, contohnya saja pembangkit listrik tenaga surya memanfaatkan energi suara atau matahari untuk menghasilkan energi listrik tanpa menggunakan anggaran atau biaya sepeserpun. Jadi, teknologi ini lebih ditekankan pada pemanfaatan sumber daya yang telah ada yang sifatnya bisa diperbarui.
Kesimpulan
Teknologi merupakan peranan ilmu pengetahuan untuk tujuan praktis. Dengan kata lain teknologi merupakan penjabaran dan tindak lanjut dari ilmu pengetahuan. Kesadaran akan perlunya teknologi yang lebih ramah lingkungan makin meluas. Teknologi yang boros energi terutama sumber energi fosill yang berpotensi besar mengancam kerusakan permanen kodisi bumi dan mengancam kehidupan manusia. Prinsipnya ialah menghilangkan ketergantungan pada sumber daya luar yang tidak dimiliki masyrakat setempat. Pengelolaan teknologi tepat guna memanfaatkan sumber daya fosil lokal secara efektif, efesien, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Teknologi hijau merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian atau keberlanjutan kehidupan bumi artinya sebagai perihal pemenuhan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan dimasa depan tanpa merusak sumber daya alam atau tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Daftar Pustaka
Hidayat, Atep Afia dan Muhammad Kholil. 2017. Kimia, Industri dan Teknologi Hijau. Jakarta: Pantona Media.
Agnestia, Putu Wanda.  2013. Prinsip Teknologi Ramah Lingkungan. http://inspirednature-tech.blogspot.com/2013/07/prinsip-teknologi-ramah-lingkungan.html
Ghilad, Fik. 2016. Pengertian Teknologi Lingkungan Beserta Contohnya. https://satujam.com/teknologi-ramah-lingkungan/
Farhan, Alfatur. 2017. Teknologi Hijau : Kecenderungan Teknologi di Masa yang Akan Datang. http://d3ipii-d3ipii.blogspot.com/2011/01/teknologi-hijau-green-technology.html