.

Sabtu, 04 Agustus 2018

Apa Itu Pencemaran Udara

》 Pengertian Pencemaran Udara
Seperti dikutip dari Wikipedia, pengertian pencemaran udara adalah kehadiran substansi fisik, biologi, atau kimia di lapisan udara bumi dalam jumlah yang bisa membahayakan kesehatan seluruh komponen biotik penyusun ekosistem, mengganggu keindahan dan kenyamanan, dan merusak properti.


》 Penyebab Pencemaran udara
Kita telah mengetahui  secara singkat atau gambaran umum mengenai apa itu polusi udara. Selanjutnya juga dijelaskan mengenai apa saja yang sekiranya dapat menimbulkan polusi udara ini. ada banyak sekali hal yang dapat menimbulkan polusi udara. Penyebab polusi udara ini pun dapat ditimbulkan melakui kegiatan atau aktivitas sehari- hari. adapu beberapa hal yang menyebabkan polusi udara antara lain adalah:
  • Asap kendaraan
Asap kendaraan merupakan penyebab dari polusi yang paling mudah untuk kita temui. Hal ini karena kendaraan merupakan alat transportasi yang siapa saja mempunyainya, baik kendaraan roda empat ayau mobil aupun kendaraan bermotor. Asap kendaraan merupakan salah satu faktor penyumbang polusi udara yang sangat besar. Asap kendaraan yang setap hari di produksi oleh milyaran kendaraan setiap detiknya akan sangat menyebabkan polusi udara.
Oleh karena itulah kita sering mendapati bahwa daerah pedesaan udaranya lebih bersih dan sehat daripada di perkotaan. Hal ini salah satunya karena di pedesaaan jarang kita temui kendaraan bermotor atau monil, sementara di kota sangat jarang yang mempunyai kendaraan bermotor maupun mobil.
  • Asap pabrik
Selain asap kendaraan bermotor atau mobil. Asap pabrik juga termasuk ke dalam pemicu dari adanya polusi udara. Asap pabrik ini bahkan menyumbang besar sekali gas karbon di udara. Asap pabrik juga bisa menimbulkan atau menjadi pemicu dari terjadinyahujan asam.
Asap pabrik yang dihasilkan dan biasanya dibuang melalui cerobong asap, apabila naik ke permukaan maka akan sangat membahayakan dan juga merupakan penyumbang dari gas- gas yang berbahaya. Seperti yang kita ketahui bersama bahwasannya asap yang dibuang tersebut merupakan wujud dari limbah pabrik yang tidak mempunyai fungsi sama sekali. Oleh karena itulah keberadaan limbah pabrik yang berupa gas dan di buang di udara ini merupakan faktor pemicu polusi udara.
  • Asap rokok
Penyebab polusi udara yang selanjutnya merupakan asap rokok. Seperti yang kita ketahui bersama bahwasannya rokok merupakan sesuatu hal yang sangat disukai oleh masyarakat laki- laki di Indonesia. Banyak sekali orang atau kaum pria di Indonesia ini yang merokok tanpa memilikrkan resiko yang akan terjadi masa yang akan datang.
Meskipun pemerintah dan bahkan produsen rokok sendiri menghimbau masyarakat untuk tidak merokok, namun tetap saja orang- orang di Indonesia selalu mencintai budaya merokok.  Asap rokok yang disebabkan oleh karena rokok yang dihisap ini mengandung banyak sekali gas beracun. Bayangkan saja jika jutaan orang setiap harinya memproduksi  asap rokok, maka hal ini tentu akan sangat mudah menjadi penyebab  terjadinya polusi udara.
  • Pembangkit listrik
Masih ada beberapa pembangkit listrik konvensional yang menggunakan bahan batu bara, gas, maupun minyak untuk dapat menghasilkan energi listrik. Sperti yang terjadi pada kendaraan bermesin yang mana praktiknya proses pembakaran listrik tersebut terjadi tidak sempurna yang justru akan menghasilkan gas berbahaya yang menyebabkan polusi udara. Gas- gas yang berbahaya yang telah disebutkan adalah sulfur dioksida, nitrogen oksida,karbon dioksia, serta partikulat. Selain menyebabkan  polusi udara, gas- gas berbahaya tersebut juga merupakan penyebab dari pemanasan global.
  • Letusan gunung berapi
Selain disebabkan oleh kativitas manusia, ternyata polusi udara juga bisa disebabkan oleh alam. Faktor alam yang menyebabakan terjadinya polusi udara adakla meletusnya gunung berapi (baca: penyebab meletusnya gunung berapi). Indonesia merupakan negaya yang letaknya ada di sepanjang lempeng (baca: letak geografis Indonesia). Karena pengaruh letak geografis Indonesia memiliki banyak sekali gunung berapi (baca: tanda gunung berapi akan meletus). Gunung berapi yang ada di Indonesia ini banyak sekali yang masih aktif dan beberapa di antaranya memiliki siklus meletus yang rutin beberapa tahun sekali. Oleh karena itulah tidak menutup kemungkinan bahwa suatu saat akan terjadi letusan gunung berapi.
Gunung berapi yang meletus (baca: dampak letusan gunung berapi) ini merupakan suatu benca alam. Tidak hanya akan menyebabkan banyak sekali kerusakan dan juga pencemaran, namun gunung berapi yang meletus ini juga mempunyai dampak yang postif. Beberapa dampak positif dari gunung berapi adalah Indonesia mempunyai tanah yang subur (baca: ciri tanah yang subur), karena kandungan abu vulkanik dan juga lahar dingin akan menyebabkan tanah menjadi subur. Letusan gunung berapi pasti akan memancarkan yang namanya awan panas, abu vulkanik, dan juga lahar  (baca: banjir lahar) atau lava.


Secara alami, udara di atmosfir bumi merupakan gabungan dari gas nitrogen (78%), gas oksigen (21%), gas argon (sekitar 1 %), CO2 (0,0035 %) dan uap air (sekitar 0,01 %). Komposisi komponen gas penyusun atmosfer ini bisa mengalami perubahan akibat polusi udara. Selain itu, beberapa penyebab pencemaran udara juga bisa dijelaskan oleh daftar berikut:
·         Asap cerobong pabrik dan knalpot kendaraan bermotor, asap rokok, pembakaran, atau kebakaran hutan, membebaskan CO2 dan CO ke udara.
·         Asap vulkanik hasil dari aktivitas gunung berapi menebarkan partikel-partikel debu ke udara.
·         Bahan radioaktif dari percobaan nuklir atau bom atom membebaskan partikel-partikel debu radioaktif ke udara.
·         Asap pembakaran batu bara dari pembangkit listrik membebaskan partikel nitrogen oksida (NO2), dan oksida sulfur (SO2).
·         Chloro Fluoro Carbon (CFC) dari kebocoran mesin pendingin, kulkas, dan AC mobil.

》 Dampak Pencemaran Udara
Pencemaran udara menimbulkan banyak dampak merugikan. Dampak pencemaran udara tersebut misalnya :
·         Menurunkan kualitas udara untuk penafasan semua organisme, terutama manusia sehingga akan menurunkan derajat kesehatan masyarakat.
·         Asap kebakaran hutan menyebabkan gangguan iritasi dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
·         Menyebabkan terjadinya keracunan akibat pengikatan CO2 hasil dari pencemaran udara.
·         Menyebabkan kebocoran lapisan ozon sehingga membuat keseimbangan ekosistem jadi terganggu akibat efek rumah kaca.
·         Meningkatkan potensi penyakit kanker kulit, mata, dan katarak.
·         Menyebabkan hujan asam karena oksida belerang dan oksida nitrogen hasil pembakaran batu bara yang ada ke udara bereaksi dengan uap air membentuk awan asam (asam sulfat, asam nitrat).

》 Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran Udara
Menimbang pada penyebab pencemaran udara dan dampak yang ditimbulkannya, kita sebagai khalifah di muka bumi tentu perlu untuk melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan pencemaran udara yang terjadi agar keberlangsungan kehidupan dimuka bumi ini dapat tetap terjaga. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah dampak pencemaran udara tersebut misalnya
·         Dengan membuat jalur hijau berupa penanaman pohon-pohon di kota-kota besar  agar CO2 sebagai salah satu bahan pencemaran udara dapat terserap kembali melalui daur oksigen dan fotosintesis.
·         Mengurangi penggunaan minyak bumi dan bahan bakar fosil pada industri, pembangkit listrik, dan rumah tangga untuk mengurangi jumlah limbah udara yang terlepas ke atmosfer.
·         Memanfaatkan energi alternatif yang ramah lingkungan, seperti biogas, energi surya, atau energi panas bumi.
·         Melakukan pengawasan lebih ketat di wilayah hutan yang rawan terbakar.
·         Melarang warga membakar hutan saat melakukan land clearing lahan pertanian.
·         Tidak melakukan percobaan nuklir secara masif untuk mengurangi pencemaran radioaktif.

Beberapa jenis polutan pencemar udara antara lain sebagai berikut:
1. Gas Karbon Monoksida (CO) dan Karbon Dioksida (CO2)
Gas karbon monoksida (CO) timbul akibat dari proses pembakaran yang tidak sempurna. Karbon monoksida (CO) dapat bersumber dari proses pembakaran tidak Sempurna. Proses pembakaran tidak sempurna dapat terjadi pada mesin kendaraan, seperti mobil, sepeda motor, mesin, industri, kereta api, dan lain-lain. Proses pembakaran ini akan menghasilkan gas CO. Contoh, jika anda menghidupkan mesin mobil di dalam garasi, maka garasi harus dalam keadaan terbuka. Apabila garasi berada dalam keadaaan tertutup rapat, maka gas CO yang keluar dari knalpot akan memenuhi ruangan garasi tersebut. Jika terhirup oleh seseorang dalam jumlah yang banyak dapat menyebabkan keracunan yang ditandai dengan badan lemas dan apabila berlanjut lama dapat menyebabkan kematian.

Gas CO merupakan gas yang tidak berbau, tidak berasa, dan tidak stabil. Gas ini sangat reaktif terhadap hemoglobin darah dan afinitas hemoglobin (Hb) terhadap CO lebih tinggi dibandingkan afinitas Hb terhadap O2. Apabila gas CO ini terhirup melalui saluran pernapasan dan berdifusi ke dalam darah, maka CO akan lebih cepat berikatan dengan Hb dibandingkan dengan oksigen. Akibatnya, CO akan terbawa ke jaringan dan oksigen dalam tubuh menjadi berkurang sehingga tubuh akan mengalami pusing dan sakit kepala. Selain itu, penumpukan CO dalam jaringan dapat menimbulkan keracunan.

Gas karbon dioksida (CO2) berasal dari hasil pembakaran hutan, industri, pesawat terbang, pesawat luar angkasa, kapal dan mesin-mesin seperti motor, mobil, serta kereta api. Hasil pembakaran tersebut akan meningkatkan kadar CO2, sehingga udara tercemar. Apabila kadar CO2 di udara terus meningkat dan melebihi batas tolerasi yaitu melebihi 0,0035 % serta tidak segera diubah oleh tumbuhan menjadi oksigen, maka dapat menyebabkan terbentuknya gas rumah kaca yang efeknya akan meningkatkan pemanasan global suhu bumi (global warming). Hal tersebut terjadi karena sebagian sinar matahari yang masuk ke bumi dipantulkan ke luar angkasa. Karena tertahan oleh adanya rumah kaca, maka sinar tersebut tetap berada di permukaan bumi dan akan meningkatkan suhu bumi (pemanasan global). Pemanasan global ini dapat mengakibatkan bahaya kekeringan yang hebat yang mengganggu kehidupan manusia dan mencairnya lapisan es di daerah kutub. Gas karbon dioksida ini berasal dari asap pabrik, pembakaran sampah, kebakaran hutan, dan asap kendaraan bermotor. Selain itu, efek dari gas rumah kaca juga dipicu oleh hasil pembakaran fosil (batu bara dan minyak bumi) yang berupa hasil buangan bentuk CO2 dan sulfur belerang.

2. Gas SO dan SO2
Gas belerang yang terdapat di udara bebas dapat berupa SO, SO2 dan SO3. Gas belerang tersebut dihasilkan oleh pembakaran minyak bumi dan batu bara. Jika gas belerang (SO, SO2 atau SO3) bereaksi dengan gas nitrogen oksida (NO2, NO3) dan uap air membentuk senyawa asam (asam sulfat, asam nitrat) (Gambar 1). Jika senyawa asam bersatu dengan uap air akan membentuk awan, lalu mengalami kondensasi dan presipitasi di udara dan akan turun sebagai hujan asam.
Gambar 1 Proses terjadinya hujan asam

Senyawa asam dalam air hujan (hujan asam) dapat menyebabkan populasi tumbuhan dan hewan akan mati sehingga dapat mengakibatkan menurunnya produksi bahan pangan, barang-barang yang terbuat dari besi atau logam mudah berkarat, gedung-gedung atau jembatan bahkan bangunan candi akan cepat rusak, memudarkan warna cat, menurunkan derajat keasaman tanah, bahkan menyebabkan kematian miroorganisme tanah.

3. Gas Kloro Fluoro Karbon (CFC)
Bila kita perhatikan, banyak produk-produk yang kita gunakan dalam kegiatan sehari-hari yang menggunakan gas CFC, misalnya parfum yang berwujud aerosol, air conditioner (AC), bahkan beberapa lemari es model lama menggunakan gas CFC pula.

Gas CFC memiliki beberapa kelebihan, antara lain tidak berbau, tidak berasa, tidak mudah bereaksi, dan tidak berbahaya secara langsung. Dengan beberapa kelebihan tersebut, maka manusia menggunakan gas CFC untuk keperluan sebagai bahan pengembang seperti semprot rambut (hair spray), parfum semprot, pengembang busa, pendingin/lemari es, dan AC (freon).

Memang gas CFC tidak berbahaya secara langsung, tetapi ketika kita menyemprotkan hair spray atau parfum, maka gas CFC yang keluar akan langsung terbang membubung tinggi ke angkasa dan mencapai stratosfer. Pada stratosfer terdapat lapisan ozon (O3) dan kita kenal sebagai pelindung bumi dari sinar ultraviolet matahari. Jika gas CFC beraksi dengan lapisan ozon (O3), maka akan terbentuk lubang yang kita kenal sebagai lubang ozon. Karena lapisan ozon berlubang, maka sinar ultraviolet matahari langsung menembus dan masuk ke bumi. Sifat sinar ultraviolet memiliki radiasi tertinggi di antara spektrum sinar-sinar yang lain, sehingga bisa mengakibatkan tumbuhan menjadi kerdil, terjadinya mutasi genetik, menyebabkan terjadinya kanker kulit, terbakarnya retina mata, serta matinya ganggang dan mikroorganisme.

Saat ini diperkirakan besarnya lubang ozon sudah hampir tiga kali luas Benua Eropa. Apa akibatnya jika lubang ozon terus menerus bertambah melebar? Coba pikirkan! Untuk mencegah terjadinya pelebaran lubang ozon yang semakin luas dan parah, maka penggunaan gas CFC semakin dibatasi. Pada negara-negara maju penggunaan CFC sudah dihentikan (dilarang) sama sekali, sehingga sekarang kita mudah mendapatkan produk barang non-CFC seperti lemari es, AC.

4. Hidrokarbon (HC) dan Nitrogen Oksida (NO)
HC dan NO yang dipengaruhi oleh sinar matahari akan membentuk smog yang berupa gas yang sangat pedih jika mengenai mata dan juga sebagai penyebab penyakit kanker.

5. Gas-gas lainnyaSelain gas-gas tersebut, pencemaran udara bisa juga disebabkan oleh bau dari sampah membusuk, selokan yang tersumbat, bangkai binatang, debu dan sebagainya. Oleh sebab itu, hendaknya kita menjaga kebersihan lingkungan kita agar tidak menimbulkan pencemaran udara.

 6. Partikel
Pencemaran udara dapat terjadi dalam bentuk partikel. Partikel merupakan polutan yang dapat bersama-sama dengan bahan atau bentuk pencemar lainnya. Partikel yang dapat masuk dalam saluran pernapasan adalah partikel yang berukuran 10 mikrometer (PM10). 

DAFTAR PUSTAKA :
Anonim. 2015. Polusi udara penyebab dan dampak dan upaya menanggulanginya. [online]. Tersedia :
Setiawan, budi. 2014. Jenis polutan pencemar  udara beserta dampaknya. [online]. Tersedia :
Anonim. 2013. Pencemaran Udara Pengertian dan Penyebab. [online]. Tersedia :

PROPANA SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF SEPEDA MOTOR


ABSTRAK

Hampir semua kendaraan bermotor di Indonesia menggunakan premium (Gasoline) sebagai bahan bakarnya. Premium ini merupakan hasil dari proses distilasi minyak bumi (Crude Oil). Minyak bumi merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui. Upaya penghematan bahan bakar minyak dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya adalah penggunaan bahan bakar alternatif ataupun bahan bakar campuran. Propana sudah banyak digunakan sebagai bahan bakar untuk kegiatan memasak dan pemanas, propana juga merupakan bahan bakar alternatif yang populer bagi kendaraan.

KATA KUNCI : Propana, Bahan bakar alternatif, Pengganti gasoline

ISI 
PENDAHULUAN 
Semakin meningkatnya harga bahan bakar (BBM) membuat negara-negara maju melakukan usaha penghematan bahan bakar. Pemakaian kendaraan merupakan sarana untuk mendukung aktivitas sehari hari di perkotaan. Pemerintah juga menyarankan agar masyarakat maupun industri mulai melakukan penghematan pemakaian bahan bakar minyak. Dan mulai beralih ke sumber alternatif lain yang masih melimpah persediaan seperti batu bara atau gas alam. 

PENGERTIAN
Propana adalah senyawa alkana tiga karbon(C3H8) yang berwujud gas dalam keadaan normal, tetapi dapat dikompresi menjadi cairanyang mudah dipindahkan dalam kontainer yang tidak mahal. Senyawa ini diturunkan dari produk petroleum lain pada pemrosesan minyak bumi atau gas alam. Propana umumnya digunakan sebagai bahan bakar untuk mesin, barbeque (pemanggang), dan di rumah-rumah.

Rumus senyawa propana

KEGUNAAN PROPANA UNTUK SEKARANG

Propana dijual sebagai bahan bakar, propana dikenal juga sebagai LPG (liquified petroleum gas - gas petroleum cair) yang dapat berupa campuran dengan sejumlah kecil propena, butana, dan butena. Kadang ditambahkan juga etanetiol sebagai bahan pemberi bau agar dapat digunakan sebagai deteksi jika terjadi kebocoran. Di Amerika Utara, komposisi utama LPG adalah propana (paling tidak 90%), dengan tambahan butana dan propena. Ini adalah standar HD5, yang awalnya dibuat terutama untuk bahan bakar kendaraan.

KEGUNAAN PROPANA MASA MENDATANG


Dilansir di Jurnal Teknik Mesin S-1, UNDIP Vol. 4, No. 3, Tahun 2016  yang menguji Metal content, Viskositas pelumas, dan Temperatur mesin . Bahwa Gas propana bisa dijadikan bahan bakar alternatif untuk kendaraan bermotor . 
Dari hasil penggujian diatas dapat dilihat
dengan bahan bakar gas propana meningkat dibandingkan bahan bakar premium. Terjadi peningkatan pada beberapa logam seperti Besi (Fe) sebesar 13,3% untuk pengujian selama 12 jam dan 21,7% untuk pengujian selama 24 jam, Mangan (Mn) sebesar 68% untuk pengujian selama 12 jam dan 53,5% untuk pengujian selama 24 jam, Natrium (Na) sebesar 60% untuk pengujian selama 12 jam dan 48,4 untuk pengujian selama 24 jam, Magnesium (Mg) sebesar 67,7% untuk pengujian selama 12 jam dan 22,4 untuk pengujian selama 24 jam.

Salah satu penyebab semakin meningkat metal content pada pelumas adalah adanya pembakaran pada sepeda motor yang tidak berlangsung secara normal yang disebabkan campuran bahan bakar dan udara yang tidak seimbang dan kemungkinan terjadi kebocoran kompresi pada katup isap dan buang yang mamacu keasuan pada komponen dan knocking pada mesin.

temperatur gas propana mengalami kenaikan dibandingkan bahan bakar premium. Dimana bahan bakar premium memiliki temperatur rata-rata sebesar 92°C, Sedangkan temperature rata-rata gas propana lebih tinggi sebesar 105°C. Prosentase kenaikan temperatur dari premium ke bahan bakar gas propana sebesar 12%

Kesimpulan : 
1. Gas propana bisa menjadi bahan bakar alternatif untuk sepeda motor
2. Untuk viskositas pelumas tidak terjadi perubahan yang besar dan masih layak untuk digunakan. 
3. Temperatur rata-rata oli mengalamai kenaikan sebesar 12% dengan menggunakan gas propana dibandingkan dengan premium. Hal ini disebabkan karena nilai oktan gas propana lebih besar, maka terjadi pembakaran yang lebih panas diruang mesin.

Daftar pustaka : 



Buku KIMIA INDUSTRI DAN TEKNOLOGI HIJAU oleh ATEP AFIA HIDAYAT, MUHAMMAD KHOLIL

Jurnal Teknik Mesin S-1, UNDIP Vol. 4, No. 3, Tahun 2016

Bioteknologi dalam Proses Pengolahan Limbah Cair


Oleh:Muhamma Falik Muntafa (@H15-FALIK)



ABSTRAK
       Limbah merupakan buangan dari suatu proses produksi yang tidak ada nilai ekonominya. Air limbah industri mengandung parameter BOD, COD, TSS, minyak dan lemak. Limbah cair jika dibuang langsung ke alam akan menimbulkan pencemaran lingkungan. Maka limbah perlu diolah terlebih dahulu.
       Proses pengolahan limbah cair ada 3 cara, yaitu dengan proses Biologi, Kimia atau Fisika.

Faktor dan Dampak Pencemaran Udara

Faktor dan Dampak Pencemaran Udara


@ProyekH02, @H01-THERESIA 

dibuat oleh Theresia Vitara Rozzyanti

Pencemaran udara adalah kehadiran substansi fisik, biologi, atau kimia di lapisan udara bumi dalam jumlah yang bisa membahayakan kesehatan seluruh komponen biotik penyusun ekosistem, mengganggu keindahan dan kenyamanan, dan merusak properti.
Pencemaran udara timbul akibat adanya sumber-sumber pencemaran, baik yang bersifat alami ataupun karena kegiatan manusia. Beberapa pengertian gangguan fisik seperti pencemaran suara, pencemaran panas, pencemaran radiasi dan pencemaran cahaya di anggap sebagai bagian dari pencemaran udara. Adapun karena sifat alami udara yang bisa menyebar tanpa batasan ruang,  membuat dampak pencemaran udara bisa bersifat lokal, regional, maupun global.

Penyebab Pencemaran Udara

Secara alami, udara di atmosfir bumi merupakan gabungan dari gas nitrogen (78%), gas oksigen (21%), gas argon (sekitar 1 %), CO2 (0,0035 %) dan uap air (sekitar 0,01 %). Komposisi komponen gas penyusun atmosfer ini bisa mengalami perubahan akibat polusi udara. Selain itu, beberapa penyebab pencemaran udara juga bisa dijelaskan oleh daftar berikut: 
  • Asap cerobong pabrik dan knalpot kendaraan bermotor, asap rokok, pembakaran, atau kebakaran hutan, membebaskan CO2 dan CO ke udara.
  • Asap vulkanik hasil dari aktivitas gunung berapi menebarkan partikel-partikel debu ke udara.
  • Bahan radioaktif dari percobaan nuklir atau bom atom membebaskan partikel-partikel debu radioaktif ke udara.
  • Asap pembakaran batu bara dari pembangkit listrik membebaskan partikel nitrogen oksida (NO2), dan oksida sulfur (SO2).
  • Chloro Fluoro Carbon (CFC) dari kebocoran mesin pendingin, kulkas, dan AC mobil.

Dampak Pencemaran Udara

Pencemaran udara menimbulkan banyak dampak merugikan. Dampak pencemaran udara tersebut misalnya :
  • Menurunkan kualitas udara untuk penafasan semua organisme, terutama manusia sehingga akan menurunkan derajat kesehatan masyarakat.
  • Asap kebakaran hutan menyebabkan gangguan iritasi dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
  • Menyebabkan terjadinya keracunan akibat pengikatan CO2 hasil dari pencemaran udara.
  • Menyebabkan kebocoran lapisan ozon sehingga membuat keseimbangan ekosistem jadi terganggu akibat efek rumah kaca.
  • Meningkatkan potensi penyakit kanker kulit, mata, dan katarak.
  • Menyebabkan hujan asam karena oksida belerang dan oksida nitrogen hasil pembakaran batu bara yang ada ke udara bereaksi dengan uap air membentuk awan asam (asam sulfat, asam nitrat).

Pencegahan dan Penanggulangan

Menimbang pada penyebab pencemaran udara dan dampak yang ditimbulkannya, kita sebagai khalifah di muka bumi tentu perlu untuk melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan pencemaran udara yang terjadi agar keberlangsungan kehidupan dimuka bumi ini dapat tetap terjaga. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah dampak pencemaran udara tersebut misalnya 
  • Dengan membuat jalur hijau berupa penanaman pohon-pohon di kota-kota besar  agar CO2 sebagai salah satu bahan pencemaran udara dapat terserap kembali melalui daur oksigen dan fotosintesis.
  • Mengurangi penggunaan minyak bumi dan bahan bakar fosil pada industri, pembangkit listrik, dan rumah tangga untuk mengurangi jumlah limbah udara yang terlepas ke atmosfer.
  • Memanfaatkan energi alternatif yang ramah lingkungan, seperti biogas, energi surya, atau energi panas bumi.
  • Melakukan pengawasan lebih ketat di wilayah hutan yang rawan terbakar.
  • Melarang warga membakar hutan saat melakukan land clearing lahan pertanian.
  • Tidak melakukan percobaan nuklir secara masif untuk mengurangi pencemaran radioaktif.
Daftar Pustaka :

http://e-journal.uajy.ac.id/9198/1/JURNALHK10270.pdf

Apa Itu BIOKIMIA ?


dibuat oleh Awanda Erna DA

lmu biokimia adalah ilmu yang mempelajari tentang peranan berbagai molekul dalam reaksi kimia dan proses yang berlangsung dalam makhluk hidup (seperti penceranaan, metabolisme, reproduksi, pernafasan, dan sebagainya). 

Biokimia berasal dari kata bio artinya organisme hidup, sedangkan kimia adalah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang perilaku dari bahan-bahan kimia.
Ilmu Kimia juga menitik beratkan terhadap komposisi bahan dan sifat-sifat yang berhubungan dengan komposisi. Juga mengkonsentrasikan perbedaan interaksi senyawa satu dengan senyawa lainnya dalam reaksi kimia untuk membentuk zat-zat baru (Brady dan Humiston, 1986).

Biomolekul merupakan senyawa-senyawa organik sederhana pembentuk organisme hidup dan bersifat khas sebagai produk aktivitas biologis. Bio molekul bersifat polifungsionil yang artinya mengandung dua atau lebih jenis gugus fungsi yang berbeda. Pada molekul tersebut, tiap gugus fungsi mempunyai sifat dan reaksi kimia sendiri-sendiri. Biomolekul dapat dipandang sebagai turunan hidrokarbon, yaitu senyawa karbon dan hydrogen yang mempunyai kerangka dasar yang tersusun dari atom karbon yang disatukan oleh ikatan kovalen. Kerangka dasar hidrokarbon bersifat sangat stabil, karena ikatan tunggal dan ganda karbon-karbon menggunakan pasangan electron bersama-sama secara merata. Senyawa-senyawa biomolekul biasanya dikenal dalam empat bentuk : protein, asam nukleat, karbohidrat, dan lipid


 Hubungan biokimia dengan ilmu lain
semula Ilmu Kimia mempunyai 2 spesialisasi yaitu Kimia anorganik dan Kimia Organik. Kimia organik merupakan spesialisasi kimia yang mempelajari phenomena kimia dalam bahan alam atau organisme (makhluk hidup). Kimia organic pertama kali dikenal dengan nama kimia zat alam dan biokimia satu sama lain saling jalin menjalani tanpa terlihat adanya garis pembatasan yang tegas. Senyawa yang ternyata merupakan hasil samping metabolisme, misalnya pencernaan, pada hakekatnya telah lama diketahui orang dan sebenarnya adalah zat-zat organic. Senyawa organic yang dikenal sebagai karbohidrat dalam biokimia adalah sumber energi metabolisme orang / binatang, tetapi juga merupakan hasil proses fotosintesa dari tumbuhan.

Manfaat biokimia dibidang kesehatan dan pengobatan biokimia berperan untuk menyelidiki penyebab suatu penyakit beserta obatnya. Dalam bidang pertanian, biokimia menyelidiki tanah, pupuk serta mencoba untuk menemukan cara untuk meningkatkan budidaya tanaman, dan pengendalian hama.
1. Penerapan Biokimia dalam bidang kesehatan

Dengan dimanfaatkannya biokimia dalam bidang kesehatan kita dapat dapat memahami kesehatan dan memilihara kesehatan kita agar terhindar dari berbagai penyakit yang ada. Jika kita sudah terkena penyakit kita juga bisa memahami dan melakukan penanganan suatu penyakit secara efektif. Selain itu Biokimia juga dapat menjelaskan hal-hal dalam bidang farmakologi dan toksikologi karena dua bidang ini berhubungan dengan pengaruh bahan kimia dari luar terhadap metabolisme. Lalu dalam kasus Obat-obatan biasanya mempengaruhi jalur metabolik tertentu, misalnya antibiotik penisilin dapat membunuh bakteri dengan menghambat pembentukan polisakarida pada dinding sel bakteri. Dengan demikian bakteri akan mati karena tak dapat membentuk dinding sel.


2. Penerapan Biokimia dalam bidang pertanian

Beberapa contoh penerapan Biokimia dalam bidang pertanian diantaranya adalah dalam proses penggunaan pestisida. Pada umumnya pestisida bekerja dengan jalan menghambat enzim yang bekerja pada hama atau organisme tertentu.Dalam kasus ini biokimia berperan dalam meneliti mekanisme kerja pestisida tersebut sehingga dapat meningkatkan selektivitasnya dan dengan demikian dapat dicegah dampak negatif terhadap lingkungan hidup yang dapat ditimbulkannya. Selain itu peningkatan kualitas produk dalam bidang pertanian dan peternakan tak bisa lepas pula dari peranbiokimia karena dengan biokimia kita dapat mewujudkan dan menerapkan hasil-hasil penelitian dalam bidang genetika. Rekayasa genetika pada waktu ini telah banyak dilakukan dan hasil yang diberikan cukuplah memusakan.


3. Penerapan Biokimia dalam Status Gizi dalam makanan

Biokimia mempunyai peranan dalam memecahkan masalah gizi dalam suatu makanan yang akan kita mangan. Jika makanan yang kita makan tak cukup memiliki gizi yang cukup untuk kebutuhan gizi kita sehari-hari maka penyakit-penyakit  kekurang gizi akan menyerang terutama yang rentan terkena penyakit ini adalah anak-anak. Adapun salah satu penyebab dari kekurangan gizi adalah Asupan Makanan dan Infeksi Penyakit, seperti halnya yang telah di jelaskan di atas dengan mengetahui reaksi-reaksi apa saja yang terjadi dalam tubuh kita, kita dapat mengatasi kekurangan gizi dan kita akan dapat mengatur pola makanan yang akan kita makan sehingga kita memperoleh manfaat dari makanan secara optimal. Serta dalam penerapan biokimia dalam makan, kita juga mampu menghindari dampak dari suatu lingkungan yang tercemar oleh limbah yang membahayakan kesehatan.  

Apa itu Kimia Organik ....?


Kimia Organik dan aplikasinya

@ProyekH01, @H02-RYAN
Oleh : Ryan Bagas Saputra
Kimia organik adalah percabangan studi ilmiah dari ilmu kimia mengenai struktur, sifat, komposisi, reaksi, dan sintesis senyawa organik. Senyawa organik dibangun terutama oleh karbon dan hidrogen, dan dapat mengandung unsur-unsur lain seperti nitrogen, oksigen, fosfor, halogen dan belerang.
Definisi asli dari kimia organik ini berasal dari kesalahpahaman bahwa semua senyawa organik pasti berasal dari organisme hidup, namun telah dibuktikan bahwa ada beberapa perkecualian. Bahkan sebenarnya, kehidupan juga sangat bergantung pada kimia anorganik; sebagai contoh, banyak enzim yang mendasarkan kerjanya pada logam transisi seperti besi dan tembaga, juga gigi dan tulang yang komposisinya merupakan campuran dari senyama organik maupun anorganik. Contoh lainnya adalah larutan HCl, larutan ini berperan besar dalam proses pencernaan makanan yang hampir seluruh organisme (terutama organisme tingkat tinggi) memakai larutan HCl untuk mencerna makanannya, yang juga digolongkan dalam senyawa anorganik. Mengenai unsur karbon, kimia anorganik biasanya berkaitan dengan senyawa karbon yang sederhana yang tidak mengandung ikatan antar karbon misalnya oksida, garam, asam, karbid, dan mineral. Namun hal ini tidak berarti bahwa tidak ada senyawa karbon tunggal dalam senyawa organik misalnya metan dan turunannya.

Aplikasinya
Kebutuhan kertas dunia yang sangat besar (320 juta ton/tahun) dengan laju peningkatan kebutuhan sekitar 2 % pertahun menjadikan industri kertas merupakan industri yang sangat potensial untuk dikembangkan. Peningkatan kebutuhan sebesar 2 % pertahun dapat dipenuhi dengan berdirinya 5-7 buah industri pulp baru setiap tahun. Negara-negara NORSCAN sebagai pemasuk utama kebutuhan kertas dunia sudah tidak mampu lagi memenuhi peningkatan kebutuhan kertas dunia karena pemanfaatan hutan bahan baku di negara-negara tersebut sudah optimal. Ditinjau dari segi ketersediaan lahan, hanya ada tiga negara saja yang memungkinkan memenuhi tambahan kebutuhan tersebut. Negara-negara tersebut adalah Kongo, Brazil dan Indonesia (Cahyono, 2005). Karakteristik dan perkembangan teknologi dalam industri pulp menjadikan industri ini merupakan industri dengan skala yang sangat besar (kapasitas produksi minimal di negara NORSCAN 500 ton/hari, di Indonesia sekarang ini 1000 ton/hari) (Cahyono, 2005). Hal ini selain sangat potensial membuka lapangan pekerjaan bagi banyak tenaga kerja, juga merupakan tantangan dari aspek penyediaan bahan baku. Bahan baku industri pulp pada dasarnya adalah serat selulosa. Ditinjau dari aspek kandungan fisikokimia, sebenarnya masih banyak bahan baku alternatif non kayu yang dapat digunakan dalam industri pulp, seperti ; tandan kelapa sawit, Kenaf, kapas pisang, jerami, bambu, rami, eceng gondok (Sugesty, 2004). Namun karena kebutuhan bahan baku dalam skala besar (500 ton pulp/hari, 1 ton pulp membutuhkan sekitar + 5 m3 kayu), maka hanya kayu yang dapat memenuhi kebutuhan bahan baku industri pulp secara kontinyu. Kayu yang biasa digunakan dalam industri pulp adalah jenis kayu yang tumbuh di daerah dataran tinggi seperti Acacia.

Gugus Fungsi
Salah satu bahasan dalam bidang ilmu kimia ini, yang membedakan dengan kimia anorganik adalah adaanya sebuah pola yang disebut deret homolog. Setiap senyawa organik mempunyai gugus yang spesifik dimana setiap gugus tersebut berbeda sifat dan reaktifitasnya. Inilah yang disebut gugus fungsional. Gugus fungsi adalah suatu atom atau kumpulan atom yang melekat pada suatu senyawa dan berperan memberikan sifat yang khas dalam senyawa.
Semua senyawa organik yang mempunyai gugus fungsional yang sama akan ditempatkan pada deret homolog yang sama. Berdasarkan gugus fungsi, dapat dibuat klasifikasi senyawa organik yang memudahkan kimia organik untuk dipelajari.
Hidayat, Alfia & Kholil, Muhammad. 2017. Kimia Industri dan Teknologi Hijau.
Herdini & Asmadi, Nurmayati 2010. Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran melalui Pemberian Tugas Membuat Peta Pikiran (Mind Map) pada Mata Kuliah Kimia Organik I.
Ramdani & Dini, Iwan. 2011. Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Mindjet Manager Sebagai Alternatif Materi Pembelajaran Kimia Organik II.
Junaidi, Budi & Yunus, Rahmat. 2009. KAJIAN POTENSI TUMBUHAN GELAM (Melaleuca cajuputi Powell) UNTUK BAHAN BAKU INDUSTRI PULP : ASPEK KANDUNGAN KIMIA KAYU

Perkembangan Ilmu Kimia Dalam Peradaban Islam

  • Oleh : Luthfi Rohiman, @H21-LUTHFI

Abstrak : Sejarah mencatat bahwa peradaban Islam di era kejayaan telah melakukan revolusi dalam bidang kimia. Kimiawan Muslim telah mengubah teori-teori ilmu kimia menjadi sebuah industri yang penting bagi peradaban dunia. Dengan memanfaatkan ilmu kimia, Ilmuwan Islam di zaman kegemilangan telah berhasil menghasilkan sederet produk dan penemuan yang sangat dirasakan manfaatnya hingga kini. Berkat revolusi sains yang digelorakan para kimiawan Muslim-lah, dunia mengenal berbagai industri serta zat dan senyawa kimia penting. Adalah fakta tak terbantahkan bahwa alkohol, nitrat, asam sulfur, nitrat silver, dan potasium--senyawa penting dalam kehidupan manusia modern--merupakan penemuan para kimiawan Muslim. 

Kata Kunci : Perkembangan Ilmu Kimia Dalam Peradaban Islam

Isi : Revolusi ilmu kimia yang dilakukan para kimiawan Muslim di abad kejayaan juga telah melahirkan teknik-teknik sublimasi, kristalisasi, dan distilasi. Dengan menguasai teknik-teknik itulah, peradaban Islam akhirnya mampu membidani kelahiran sederet industri penting bagi umat manusia, seperti industri farmasi, tekstil, perminyakan, kesehatan, makanan dan minuman, perhiasan, hingga militer. Pencapaian yang sangat fenomenal itu merupakan buah karya dan dedikasi para ilmuwan seperti Jabir Ibnu Hayyan, Al-Razi, Al-Majriti, Al-Biruni, Ibnu Sina, dan masih banyak yang lainnya. Setiap kimiawan Muslim itu telah memberi sumbangan yang berbeda-beda bagi pengembangan ilmu kimia. Jabir (721 M-815 M), misalnya, telah memperkenalkan eksperimen atau percobaan kimia. Ia bekerja keras mengelaborasi kimia di sebuah laboratorium dengan serangkaian eksperimen. Salah satu ciri khas eksperimen yang dilakukannya bersifat kuantitatif. Ilmuwan Muslim berjuluk 'Bapak Kimia Modern' itu juga tercatat sebagai penemu sederet proses kimia, seperti penyulingan/distilasi, kristalisasi, kalnasi, dan sublimasi. Sang ilmuwan yang dikenal di Barat dengan sebutan 'Geber' itu pun tercatat berhasil menciptakan instrumen pemotong, pelebur, dan pengkristal. Selain itu, dia pun mampu menyempurnakan proses dasar sublimasi, penguapan, pencairan, kristalisasi, pembuatan kapur, penyulingan, pencelupan, dan pemurnian. Berkat jasanya pula, teori oksidasi-reduksi yang begitu terkenal dalam ilmu kimia terungkap. Senyawa atau zat penting seperti asam klorida, asam nitrat, asam sitrat, dan asam asetat lahir dari hasil penelitian dan pemikiran Jabir. Ia pun sukses melakukan distilasi alkohol. Salah satu pencapaian penting lainnya dalam merevolusi kimia adalah mendirikan industri parfum. Ilmuwan Muslim lainnya yang berjasa melakukan revolusi dalam ilmu kimia adalah Al-Razi (lahir 866 M). Dalam karyanya berjudul, Secret of Secret, Al-Razi mampu membuat klasifikasi zat alam yang sangat bermanfaat. Ia membagi zat yang ada di alam menjadi tiga, yakni zat keduniawian, tumbuhan, dan zat binatang. Soda serta oksida timah merupakan hasil kreasinya. Al-Razi pun tercatat mampu membangun dan mengembangkan laboratorium kimia bernuansa modern. Ia menggunakan lebih dari 20 peralatan laboratorium pada saat itu. Dia juga menjelaskan eksperimen-eksperimen yang dilakukannya. "Al-Razi merupakan ilmuwan pelopor yang menciptakan laboratorium modern," ungkap Anawati dan Hill. Bahkan, peralatan laboratorium yang digunakannya pada zaman itu masih tetap dipakai hingga sekarang. "Kontribusi yang diberikan Al-Razi dalam ilmu kimia sungguh luar biasa penting," cetus Erick John Holmyard (1990) dalam bukunya, Alchemy. Berkat Al-Razi pula industri farmakologi muncul di dunia. Sosok kimiawan Muslim lainnya yang tak kalah populer adalah Al-Majriti (950 M-1007 M). Ilmuwan Muslim asal Madrid, Spanyol, ini berhasil menulis buku kimia bertajuk, Rutbat Al-Hakim. Dalam kitab itu, dia memaparkan rumus dan tata cara pemurnian logam mulia. Dia juga tercatat sebagai ilmuwan pertama yang membuktikan prinsip-prinsip kekekalan masa --yang delapan abad berikutnya dikembangkan kimiawan Barat bernama Lavoisier. Sejarah peradaban Islam pun merekam kontribusi Al-Biruni (wafat 1051 M) dalam bidang kimia dan farmakologi. Dalam Kitab Al-Saydalah (Kitab Obat-obatan), dia menjelaskan secara detail pengetahuan tentang obat-obatan. Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya peran farmasi dan fungsinya. Begitulah, para kimiawan Muslim di era kekhalifahan berperan melakukan revolusi dalam ilmu kimia. Industri Kimia Warisan Kejayaan IslamBagi peradaban Islam, kimia bukan hanya teori belaka. Melalui berbagai upaya, umat Islam di abad keemasan telah melahirkan sederet industri yang sangat bermanfaat bagi kehidupan umat manusia. Berikut ini adalah industri berbasis kimia yang dilahirkan peradaban Islam. Keramik dan gerabah Sejak abad ke-8 M hingga 18 M, penggunaan keramik glazed begitu populer di ranah seni Islam. Teknologi penciptaan keramik itu dikembangkan para seniman Islam. Basrah, Irak, menjadi sentra pembuatan gelas tak tembus cahaya. Selain itu, Ar-Raqqah, Suriah, pada abad ke-8 M juga tercatat sebagai pusat produksi gelas dan gerabah. Lem keju
Dalam bukunya bertajuk, Book of the Hidden Pearl, Jabir Ibnu Hayyan untuk pertama kali menjelaskan tentang resep pembuatan lem dari keju. Minyak dan produk-produk turunannya Sejak abad ke-8 M, jalanan di Kota Baghdad telah dilapisi dengan aspal. Si hitam yang membuat jalan mulus itu merupakan produk turunan dari minyak setelah melalui distilasi. Pada abad ke-9 M, ladang minyak di sekitar Baku, Azerbaijan, sudah mulai diekploitasi dan dibuat naftah atau minyak tanah. Al-Razi tercatat sebagai kimiawan pertama yang mampu memproduksi minyak tanah melalui distilasi. Metode pembuatan minyak tanah itu diungkapkannya dalam Kitab Al-Asrar (Buku Rahasia). Kimiawan Muslim tercatat sebagai yang pertama memproduksi bensin dari minyak mentah melalui distilasi. Minyak mawar
Pertama kali diproduksi oleh kimiawan Muslim melalui distilasi bunga mawar. Minyak mawar digunakan untuk minuman dan industri parfum. Industri minuman
Kopi. Minuman kopi pertama kali berkembang di dunia Islam. Kali pertama, minuman kopi ditemukan masyarakat Muslim di Yaman pada abad ke-10 M. Di Yaman, kopi diracik sebagai minuman bernama Al-Qahwa. Konon, minuman itu dibuat oleh kelompok sufi agar mereka dapat tetap beribadah serta berzikir sepanjang malam. Kopi menyebar ke seluruh negeri Muslim melalui para pelancong, jamaah haji, dan para pedagang. Minuman kopi mulai dikenal masyarakat Makkah dan Turki di akhir abad ke-15 M. Sedangkan, masyarakat Mesir baru bisa mencicipi kopi pada abad ke-16 M. Masyarakat Eropa baru mengenal nikmatnya kopi pada abad ke-17 M. Kopi masuk ke Eropa melalui Italia. Hubungan perdagangan antara Venisia dengan Afrika Utara, khususnya Mesir, menjadi pintu masuknya kopi ke Eropa. - Penyulingan dan pemurnian air
Para kimiawan Muslim merupakan yang pertama kali memproduksi air suling dan air murni. Ini dilakukan untuk mengatasi perjalanan panjang melalui gurun yang tak jelas sumber airnya. - Minuman ringan
Sherbet tercatat sebagai minuman ringan berkarbon pertama di dunia. Kimiawan Muslim di era kejayaan juga banyak yang menciptakan resep minuman sirup yang dapat bertahan di luar lemari es selama satu pekan hingga satu bulan. Batu Mulia dan Mutiara
Dalam Kitab Al-Durra al-Maknuna Jabir sudah mampu menjelaskan resep pembuatan mutiara buatan dan pemurnian mutiara. Gelas Silika
Industri gelas silika ditemukan Abbas Ibnu Firnas (810 M-887 M). Dia yang pertama mencipatakan gelas dari pasir dan batu. Kosmetik
Pengembangan produk kosmetik di dunia Islam begitu gencar dilakukan seorang dokter dan ahli bedah Muslim di Andalusia, Al-Zahrawi (936 M-1013 M), pada abad ke-10 M. Dalam ensiklopedia kesehatan yang berjudul, Al-Tasreef, Albucassis begitu Barat menjuluki Al-Zahrawi, telah mengupas secara khusus tentang kosmetik. Bagi Al-Zahrawi, kosmetik merupakan bagian dari pengobatan. Kitab Al-Tasreef ini begitu besar pengaruhnya di Eropa. Sabun
Sabun yang berasal dari minyak tumbuhan (olive oil), minyak aroma kali pertama diproduksi oleh kimiawan Muslim. Parfum
Adalah fakta yang tak terbantahkan bahwa kebudayaan Islam telah memberi pengaruh yang sangat signifikan terhadap perkembangan industri parfum di dunia Barat. Dunia Islam berkontribusi besar dalam memperkenalkan proses ekstrasi wewangian melalui teknologi distilasi uap yang telah dikembangkan para ilmuwan Islam sejak abad ke-8 M. Industri parfum modern di dunia Barat pun banyak mengadopsi bahan ramuan parfum yang telah dikembangkan para ahli kimia Muslim. Mesiu
Fakta sejarah menyebutkan bahwa ahli kimia Muslim bernama Khalid bin Yazid (wafat tahun 709 M) sudah mengenal potassium nitrat (KNO3)--bahan utama pembuat mesiu--pada abad ke-7 M. Dua abad lebih cepat dari Cina. Menurut Prof Ahmad Y Al-Hassan dalam bukunya bertajuk, Islamic Technology an Ilustrated History (1986), potasium nitrat dikenal di dunia teknologi Islam dengan beragam nama. Senyawa kimia itu pada awalnya digunakan dalam proses metalurgi serta digunakan untuk membuat asam nitrat dan aqua regia. ''Rumus dan resepnya dapat ditemukan dalam karya-karya Jabir Ibnu Hayyan (wafat tahun 815 M), Abu Bakar Al-Razi (wafat tahun 932 M), dan ahli kimia Muslim lainnya,'' papar Prof Al-Hassan. Dari abad ke abad, istilah potasium nitrat di dunia Islam selalu tampil dengan beragam nama, seperti natrun, buraq, milh al-ha'it, shabb Yamani, serta nama lainnya.

Sumber : 

https://m.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/khazanah/09/03/20/38907-revolusi-kimia-dalam-peradaban-islam

http://rumahbuku.weebly.com/bangku-iii/kimia-dalam-peradaban-islam

https://tonyoke.wordpress.com/category/dunia-islam/revolusi-kimia-dalam-peradaban-islam/

https://yusyrildwi.wordpress.com/2014/10/27/sejarah-perkembangan-peradaban-sains-islam-dan-lahirnya-ilmu-kimia/

https://muhdhazrie.wordpress.com/2009/07/14/revolusi-kimia-dalam-peradaban-islam/

Diakses : 4 Agustus 2018

Materi 2 : Kimia Kontekstual (Bagian Pertama)

Sumber : http://www.appchem.t.u-tokyo.ac.jp
Perkembangan ilmu dan teknologi kimia semakin pesat, belakangan telah menyentuh berbagai aspek kehidupan. Istilah kimia tidak hanya berkonotasi dengan laboratorium, kelas perkuliahan atau industri, tetapi telah merambah hampir semua sisi kehidupan manusia, sebagai contoh dalam pergaulan sosial penggunaan kata “chemistry” sudah sangat lazim. Apakah si A dengan si B ada “chemistry” ? Maksudnya apakah si A dan si B bisa “bersenyawa” dalam pergaulannya.


Materi Kimia Kontekstual (Bagian Pertama)

Materi 01 : Kimia dan Perkembangannya

i
Perubahan kimia atau lebih popular dengan istilah rekasi kimia  memungkinkan terbentuknya zat-zat baru yang sebelumnya tidak dikenal. Hal ini memberikan peluang yang besar untuk berbagai kepentingan, mulai dari industri, pertanian, kedokteran, konstruksi, dan sebagainya.

Jumat, 03 Agustus 2018

@ProyekG02/@ProyekH02 : Artikel Kimia Kontekstual

Sumber : http://philschatz.com/













Cermati panduan proyek pekan ini :

1. Baca Buku "Kimia, Industri dan Teknologi Hijau"  sesuai dengan Bab yang sedang dibahas (Kimia Kontekstual), secara  cermat dan pahami dengan baik.
2. Pilih kata kunci untuk dijadikan judul artikel.
3. Judul artikel singkat, aktual dan menarik.
4. Tulis artikel yang bersumber dari berbagai sumber seperti   text book,artikel ilmiah (jurnal),  artikel ilmiah populer dan sebagainya (minimal lima sumber).
5. Panjang artikel 300 - 500 kata.
6. Cantumkan daftar pustaka , sesuai dengan kaidah penulisan dan penyusunan yang benar.
7. Lengkapi dengan mind map.
8. Posting artikel di web-blog ini dengan label : Kode Peserta dan Kode Proyek (@Proyek G02/@Proyek H02).
9. Share artikel Anda melalui berbagai media sosial.
10. Presentasi kelas dengan mind map. Penyaji pertama dengan materi yang baik mendapat poin + 5, penyaji berikut +3.

@ProyekG01/@ProyekH01 : Artikel Kimia dan Perkembangannya

Panduan Proyek Pekan Ini :

1. Tulis artikel dengan topik : Kima dan Perkembangannya (Baca Buku Bab 1 "Kimia, Industri dan Teknologi Hijau")
2. Judul artikel singkat, aktual dan menarik.
3. Tulis artikel yang bersumber dari modul dan sumber/referensi lain seperti text book, modul, artikel ilmiah (jurnal), artikel ilmiah populer dan sebagainya (minimal lima sumber).
4. Panjang artikel  300 - 500 kata.
5. Cantumkan daftar pustaka/referensi sesuai dengan panduan penulisan.

6. Lengkapi dengan mind map di bagian atas kiri.
7. Cantumkan nama lengkap Anda di bagian atas kanan dan Kode Peserta.
8. Posting artikel di web-blog ini dengan label : @Proyek G01 (Kelas 07.00 WIB), @Proyek H01 (Kelas 14.30 WIB); dan Kode Peserta Anda.
9. Share artikel Anda melalui berbagai media sosial.
10. Presentasi kelas dengan mind map. Penyaji pertama dengan materi yang baik mendapat poin + 5, penyaji berikut +3.

Gambar:
http://www.theveritasacademy.com/wp-content/uploads/2015/09/29-chemistry.jpg

Minggu, 22 Juli 2018

Daftar Peserta Kelas A KPLI

DAFTAR PESERTA KELAS A
KIMIA DAN PENGETAHUAN LINGKUNGAN INDUSTRI

NO
NAMA PESERTA
KODE PESERTA



1
FAJAR ARI UTOMO
@G01-FAJAR
2
ICHSAN ADIWIDYANTO
@G02-ICHSAN
3
MAHFUDIN
@G03-MAHFUDIN
4
DENNY IRAWAN
@G04-DENNY
5
SAIFUL BAHRI
@G05-SAIFUL