.

Tampilkan postingan dengan label @ProyekJ10. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @ProyekJ10. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Januari 2019

Greentech is good!

Oleh : Aldian Aris Fandani @J19-Aldian


Abstrak :


Green Technology yang ada, dapat disimpulkan bahwa secara garis besar pengertian dari Greentech adalah integrasi antara teknologi modern dan ilmu lingkungan yang diaplikasikan untuk melestarikan pemenuhan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan di masa depan tanpa merubah lingkungan dan sumber daya alam.




Rabu, 26 Desember 2018

Teknologi Hijau (GreenTech)


OLEH: Triyatno (@J01-Triyatno)

Teknologi hijau (Greentech)yang juga dikenal dengan teknologi lingkungan(envirotech) dan teknologi bersih(cleantech) adalah integrasi antara teknologi modern dan ilmu lingkungan untuk lebih melestarikan lingkungan global dan sumber daya alam serta untuk mengurangi dampak negative dari aktifitas manusia di planet bumi.

Senin, 24 Desember 2018

Teknologi Hijau


Abstract:
Kesadaran masyarakat saat ini tentang Teknologi hijau sangatlah rendah, banyak masyarakat tidak mempedulikan apa yang telah mereka lakukan dapat merusak hal-hal disekitar kita seperti Warga Indonesia banyak menggunakan kendaraan bermotor pribadi. Padahal hal tersebut selain dapat menyebabkan kemacetan, tetapi juga dapat membuat kadar udara menjadi dapat membahayakan bagi pernafasan manusia. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas tentang Teknologi Hijau.

Kata Kunci: Teknologi Hijau

Teknologi hijau merupakan pembangunan dan

Kamis, 20 Desember 2018

Teknologi hijau

Kondisi bumi yang terus menurun dari tahun ke tahun serta isu tentang pemanasan global santer dibicarakan akhir-akhir ini. Seperti yang kita ketahui dan rasakan, alam di sekitar kitapun “memberikan sinyal” bahwa telah terjadi kerusakan serius dan jika tidak ditanggulangi dengan segera akan membahayakan masa depan makhluk hidup di dunia ini. Cuaca yang kian memanas, naiknya permukaan air laut diatas ambang normal adalah contoh nyata efek dari pemanasan global. Dalam beberapa kliping maupun artikel teknologi ramah lingkungan terbaru, diungkapkan bahwa aktifitas pabrik dengan berbagai teknologi mesin serta banyaknya kendaraan bermotor di sebut-sebut sebagai penyumbang emisi terbesar di dunia.

Bidang-bidang Teknologi Hijau
Studi tentang teknologi hijau yang masih terus dikembangkan dan merupakan kecenderungan teknologi di masa datang, antara lain mencakup bidang-bidang, a.l: Energi terbarukan (renewable energy); Bangunan hijau/ramah lingkungan (green building); Kimia hijau (green chemistry) dan Teknologi Nano Hijau (green nanotechnology).

Renewable Energy
Mengingat keterbatasan sumber energi berbahan baku fosil (minyak, gas dan batubara), maka energi menjadi masalah yang paling mendesak dalam bidang teknologi hijau, termasuk didalamnya pengembangan bahan bakar alternatif atau energi terbarukan yang efisien.

Green Building
Bangunan hijau (green building) juga mendapat perhatian penting di bidang teknologi hijau, segala sesuatu yang berkaitan dengan pembangunan rumah atau infrastruktur yang ramah lingkungan. Penerapannya mulai sejak pemilihan bahan bangunan hingga lokasi tempat bangunan akan didirikan diharapkan telah mempertimbangan kelestarian lingkungan hidup

Green Chemistry
Hampir seluruh produk untuk keperluan sehari-hari adalah produk kimiawi. Oleh karena itu kimia hijau (green chemistry) mulai mendapat perhatian berbagai negara maju dalam hal penemuan rancangan dan aplikasi produknya termasuk proses yang dijaga dari penggunaan bahan beracun atau zat yang berbahaya bagi kehidupan.

Green Nanotechnology
Yang paling terkini adalah studi tentang Green nanotechnology (teknologi nano hijau) yang melibatkan manipulasi bahan pada skala nanometer (satu miliar meter). Beberapa ilmuwan percaya bahwa penguasaan subjek ini di masa datang akan mengubah cara bagaimana segala sesuatu di dunia ini dibuat. “Green nanoteknologi” adalah penerapan kimia hijau tingkat lanjut dengan prinsip-prinsip rekayasa teknologi yang ramah lingkungan.

contoh pengaplikasian teknologi ramah lingkungan:
1. Pembangkit listrik tenaga surya / sinar matahari (nanosolar).
2. Pembangkit listrik tenaga panas bumi (Enhanced Geolhermal System / EGS).
3. Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
4. Mobil bertenaga listrik.
Setidaknya ada tiga jenis model energi ramah lingkungan yang dapat digunakan untuk menjalankan mesin mobil, yakni:

·         perpaduan antara motor listrik dan mesin bensin (hybrid)
·         energi listrik yang berasal dari tenaga surya atau sinar matahari (nanosolar)
·         energi listrik melalui alat pengisian ulang atau baterai, seperti pada perangkat ponsel (charger)

DAFTAR PUSTAKA:
Anonim,2017. Artikel Teknologi Ramah Lingkungan Terbaru. Dalam: http://iteknologi-informasi.blogspot.com/2012/08/artikel-teknologi-ramah-lingkungan.html
Hidayat, Atep Afia dan Muhammad Kholil. 2017. Kimia, Industri dan Teknologi Hijau. Jakarta: Pantona Media.
Yudi,darmono.2015. Teknologi hijau(gReen Industri). Dalam: http://d3ipii-d3ipii.blogspot.com/2011/01/teknologi-hijau-green-technology.html


Selasa, 18 Desember 2018

Teknologi Hijau - Era Globalisasi

(Gambar 1: Mind Mapping)
Oleh: Denny Farazumar Arief Kelana (@ProyekJ10, @J11-Denny).

ABSTRAK: Teknologi merupakan suatu input produksi yang penting dan dapat diperjual-belikan di pasar dunia sebagai investasi, tenaga kerja dengan spesialisasi tinggi atau sangat terampil dan informasi. Teknologi juga dapat didefinisikan sebagai suatu pengaturan yang meliputi tiga komponen, yaitu material, informasi dan organisasi. Namun, seiring perkembangannya, teknologi menjadi tidak ramah lingkungan, untuk itu peran dengan istilah teknologi hijau diperlukan.

TEKNOLOGI HIJAU


Oleh : Sinta Anggraeni (@J12-Sinta)

Abstrak : “Teknologi” lebih bermakna sebagai penerapan pengetahuan untuk tujuan praktis. Sedangkan “teknologi hijau” adalah teknik untuk menghasilkan energi dan/atau produk yang tidak mencemari atau meracuni lingkungan hidup. Untuk masa datang, “teknologi hijau” merupakan suatu bidang yang akan melahirkan banyak inovasi dan perubahan dalam kehidupan sehari-hari.

Kata kunci : teknologi hijau, teknik pencapaian, bidang-bidang teknologi hijau, manfaat

Teknologi hijau merupakan pembangunan dan aplikasi produk, peralatan serta sistem untuk memelihara alam sekitar dan alam semula jadi. Ia juga dapat meminimumkan atau mengurangkan kesan negatif daripada aktiviti manusia. Ia adalah produk-produk aplikasi inovatif yang tidak merusak lingkungan dan tidak beracun untuk tubuh manusia. (Lam, 2010)
Menurut Geny (2011), Teknologi hijau adalah salah satu upaya untuk menjaga kelestarian atau keberlanjutan kehidupan di planet bumi ini. Kelestarian atau keberlanjutan (sustainabilitas) yang dapat diartikan sebagai perihal pemenuhan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan di masa depan tanpa merusak sumber daya alam, atau pemenuhan kebutuhan saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

Beberapa teknik untuk pencapaian sustainabilitas tersebut, yang telah banyak dikenal, antara lain:
·         Produk Daur Ulang yaitu penciptaan (siklus) produk-produk manufaktur yang sepenuhnya dapat direklamasi atau digunakan kembali.
·         Inovasi teknologi hijau merupakan pengembangan teknologi alternatif baik berupa bahan bakar fosil atau bahan kimia hasil dari budidaya tanaman – yang telah terbukti tidak merusak kesehatan dan lingkungan hidup

Bidang-bidang Teknologi Hijau
  • Renewable Energy
Mengingat keterbatasan sumber energi berbahan baku fosil (minyak, gas dan batubara), maka energi menjadi masalah yang paling mendesak dalam bidang teknologi hijau, termasuk didalamnya pengembangan bahan bakar alternatif atau energi terbarukan yang efisien.
  • Green Building
Bangunan hijau (green building) juga mendapat perhatian penting di bidang teknologi hijau, segala sesuatu yang berkaitan dengan pembangunan rumah atau infrastruktur yang ramah lingkungan. Penerapannya mulai sejak pemilihan bahan bangunan hingga lokasi tempat bangunan akan didirikan diharapkan telah mempertimbangan kelestarian lingkungan hidup.
  •  Green Chemistry
Hampir seluruh produk untuk keperluan sehari-hari adalah produk kimiawi. Oleh karena itu kimia hijau (green chemistry) mulai mendapat perhatian berbagai negara maju dalam hal penemuan, rancangan dan aplikasi produknya termasuk proses yang dijaga dari penggunaan bahan beracun atau zat yang berbahaya bagi kehidupan.
  • Green Nanotechnology
Yang paling terkini adalah studi tentang Green nanotechnology (teknologi nano hijau) yang melibatkan manipulasi bahan pada skala nanometer (satu miliar meter). Beberapa ilmuwan percaya bahwa penguasaan subjek ini di masa datang akan mengubah cara bagaimana segala sesuatu di dunia ini dibuat. “Green nanoteknologi” adalah penerapan kimia hijau tingkat lanjut dengan prinsip-prinsip rekayasa teknologi yang ramah lingkungan.


Manfaat Teknologi Hijau:
  • Mengurangi jumlah limbah supaya tak berlebihan hingga dapat menghindar pencemaran lingkungan.
  • Teknologi ini benar-benar efisien serta efektif dalam hal pemakaian sumber daya alam, hingga lingkungan juga bisa tetap terjaga dengan baik.
  • Menekan biaya produksi/hemat. Memakai sumber daya alam untuk sisi dari teknologi dapat menghemat biaya, misalnya yaitu listrik tenaga surya yang cuma mengandalkan energi matahari tanpa dipungut biaya.
  • Mengurangi resiko penurunan kondisi kesehatan makhluk hidup, terutama manusia.

Daftar Pustaka :

Lam. 2010. Teknologi hijau. Dalam http://generasiku-2010.blogspot.com/2010/08/10-1.html









Senin, 17 Desember 2018

Teknologi Hijau



Abstrak :
Teknologi” lebih bermakna sebagai penerapan pengetahuan untuk tujuan praktis. Sedangkan “teknologi hijau” adalah teknik untuk menghasilkan energi dan/atau produk yang tidak mencemari atau meracuni lingkungan hidup.

Kata kunci : teknologi hijau, sampah, sumber daya

Teknologi hijau merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian atau keberlanjutan kehidupan di planet bumi ini. Kelestarian atau keberlanjutan (sustainabilitas) yang dapat diartikan sebagai perihal pemenuhan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan di masa depan tanpa merusak sumber daya alam, atau pemenuhan kebutuhan saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

Konsep Penerapan Teknologi Hijau
Konsep penerapan teknologi hijau secara umum memiliki beberapa tujuan utama  yang memiliki prioritas untuk dapat diterapkan dalam kehidupan manusia, yaitu :

  1. Keberlangsungan – Upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara terus menerus di masa depan tanpa merusak atau menghabiskan sumber daya alam
  2. Pendaurulangan sampah – Upaya untuk mengakhiri siklus barang sekali pakai, dengan menciptakan produk yang sepenuhnya dapat diperoleh kembali atau digunakan kembali
  3. Pengurangan Sumber Sampah – Upaya untuk mengurangi sumber limbah dan polusi dengan mengubah pola produksi dan pola konsumsi.
  4. Inovasi – Upaya untuk mengembangkan alternatif teknologi yang ramah lingkungan guna memenuhi kebutuhan manusia tanpa merusak lingkungan. Inovasi ini salah satunya adalah penciptaan biomassa yang bisa diubah menjadi ethanol  yang merupakan energi alternatif  yang dapat diperbarui sebagai pengganti bahan bakar fosil.
  5. Viabilitas – upaya untuk menciptakan suatu pusat kegiatan ekonomi di seluruh bidang teknologi dan produk yang memberikan keuntungan bagi lingkungan dan menciptakan peluang usaha baru yang benar-benar melindungi planet bumi dari kerusakan.
  6. Edukasi – Upaya untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya penerapan teknologi hijau guna mendukung terciptanya daya dukung lingkungan yang berkelanjutan.

Bidang-bidang Teknologi Hijau :
1. Renewable Energy
Mengingat keterbatasan sumber energi berbahan baku fosil (minyak, gas dan batubara), maka energi menjadi masalah yang paling mendesak dalam bidang teknologi hijau, termasuk didalamnya pengembangan bahan bakar alternatif atau energi terbarukan yang efisien.
2. Green Building
Bangunan hijau (green building) yaitu, segala sesuatu yang berkaitan dengan pembangunan rumah atau infrastruktur yang ramah lingkungan.
3. Green Chemistry
Hampir seluruh produk untuk keperluan sehari-hari adalah produk kimiawi. Oleh karena itu kimia hijau (green chemistry) mulai mendapat perhatian berbagai negara maju dalam hal penemuan, rancangan dan aplikasi produknya termasuk proses yang dijaga dari penggunaan bahan beracun atau zat yang berbahaya bagi kehidupan
4. Green Nanotechnology
“Green nanoteknologi” adalah penerapan kimia hijau tingkat lanjut dengan prinsip-prinsip rekayasa teknologi yang ramah lingkungan.

Teknologi Hijau


Abstrak :
Teknologi” lebih bermakna sebagai penerapan pengetahuan untuk tujuan praktis. Sedangkan “teknologi hijau” adalah teknik untuk menghasilkan energi dan/atau produk yang tidak mencemari atau meracuni lingkungan hidup.

Kata kunci : teknologi hijau, sampah, sumber daya

Teknologi hijau merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian atau keberlanjutan kehidupan di planet bumi ini. Kelestarian atau keberlanjutan (sustainabilitas) yang dapat diartikan sebagai perihal pemenuhan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan di masa depan tanpa merusak sumber daya alam, atau pemenuhan kebutuhan saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

Konsep Penerapan Teknologi Hijau
Konsep penerapan teknologi hijau secara umum memiliki beberapa tujuan utama  yang memiliki prioritas untuk dapat diterapkan dalam kehidupan manusia, yaitu :

  1. Keberlangsungan – Upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara terus menerus di masa depan tanpa merusak atau menghabiskan sumber daya alam
  2. Pendaurulangan sampah – Upaya untuk mengakhiri siklus barang sekali pakai, dengan menciptakan produk yang sepenuhnya dapat diperoleh kembali atau digunakan kembali
  3. Pengurangan Sumber Sampah – Upaya untuk mengurangi sumber limbah dan polusi dengan mengubah pola produksi dan pola konsumsi.
  4. Inovasi – Upaya untuk mengembangkan alternatif teknologi yang ramah lingkungan guna memenuhi kebutuhan manusia tanpa merusak lingkungan. Inovasi ini salah satunya adalah penciptaan biomassa yang bisa diubah menjadi ethanol  yang merupakan energi alternatif  yang dapat diperbarui sebagai pengganti bahan bakar fosil.
  5. Viabilitas – upaya untuk menciptakan suatu pusat kegiatan ekonomi di seluruh bidang teknologi dan produk yang memberikan keuntungan bagi lingkungan dan menciptakan peluang usaha baru yang benar-benar melindungi planet bumi dari kerusakan.
  6. Edukasi – Upaya untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya penerapan teknologi hijau guna mendukung terciptanya daya dukung lingkungan yang berkelanjutan.

Bidang-bidang Teknologi Hijau :
1. Renewable Energy
Mengingat keterbatasan sumber energi berbahan baku fosil (minyak, gas dan batubara), maka energi menjadi masalah yang paling mendesak dalam bidang teknologi hijau, termasuk didalamnya pengembangan bahan bakar alternatif atau energi terbarukan yang efisien.
2. Green Building
Bangunan hijau (green building) yaitu, segala sesuatu yang berkaitan dengan pembangunan rumah atau infrastruktur yang ramah lingkungan.
3. Green Chemistry
Hampir seluruh produk untuk keperluan sehari-hari adalah produk kimiawi. Oleh karena itu kimia hijau (green chemistry) mulai mendapat perhatian berbagai negara maju dalam hal penemuan, rancangan dan aplikasi produknya termasuk proses yang dijaga dari penggunaan bahan beracun atau zat yang berbahaya bagi kehidupan
4. Green Nanotechnology
“Green nanoteknologi” adalah penerapan kimia hijau tingkat lanjut dengan prinsip-prinsip rekayasa teknologi yang ramah lingkungan.

Green Technology

Oleh:
Farah Dita Salsabila
@J04-Farah

Abstrak: Fenomena global warming adalah dampak dari aktivitas manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada di muka bumi. Dampak ini harus segera dicegah, dengan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh manusia muncullah konsep Green Technology / Teknologi Hijau. Teknologi hijau merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian atau keberlanjutan kehidupan di planet bumi ini. Kelestarian atau keberlanjutan (sustainabilitas) yang dapat diartikan sebagai perihal pemenuhan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan dimasa deoan tanpa merusak sumber daya alam, atau pemenuhan kebutuhan saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

Kata Kunci: Green technology, teknologi hijau

Teknologi hijau merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian atau keberlanjutan kehidupan di planet bumi ini. Kelestarian (sustainabilitas) adalah perihal pemenuhan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan di masa depan tanpa merusak sumber daya alam, atau pemenuhan kebutuhan saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

Beberapa teknik untuk pencapaian sustainabilitas tersebut, yang telah banyak dikenal, antara lain:
- Produk Daur Ulang yaitu penciptaan (siklus) produk-produk manufaktur yang sepenuhnya dapat direklamasi atau digunakan kembali.
- Inovasi teknologi hijau yaitu pengembangan teknologi alternatif baik berupa bahan bakar fosil atau bahan kimia hasil dari budidaya tanaman – yang telah terbukti tidak merusak kesehatan dan lingkungan hidup
.  
 
Prinsip Utama Teknologi Hijau

Menurut Hidayat (2018), ada tiga prinsip utama teknologi hijau, diantaranya:
1. Kenyamanan Sosial, hakikat dari pengembangan dan penerapan teknologi antara lain untuk menumbuhkan kenyamanan bersifat jangka panjang dalam kehidupan masyarakat. 
2. Ekonomis, penerapan teknologi hijau sedapat mungkin harus rendah biaya dengan nilai manfaat yang seoptimal mungkin.
3. Ramah lingkungan, teknologi hijau merupakan teknologi bersih dan ramah lingkungan. Dengan demikian dalam setiap rancangan, pengembangan dan aplikasinya prinsip ramah lingkungan harus menjadi salah satu patokan.

Bidang-bidang Teknologi Hijau

1. Renewable Energy
Mengingat keterbatasan sumber energi berbahan baku fosil (minyak, gas dan batubara), maka energi menjadi masalah yang paling mendesak dalam bidang teknologi hijau, termasuk didalamnya pengembangan bahan bakar alternatif atau energi terbarukan yang efisien.

2. Green Building
Bangunan hijau (green building), segala sesuatu yang berkaitan dengan pembangunan rumah atau infrastruktur yang ramah lingkungan. Penerapannya mulai sejak pemilihan bahan bangunan hingga lokasi tempat bangunan akan didirikan diharapkan telah mempertimbangan kelestarian lingkungan hidup.

3. Green Chemistry
Hampir seluruh produk untuk keperluan sehari-hari adalah produk kimiawi. Oleh karena itu, kimia hijau (green chemistry) mulai mendapat perhatian berbagai negara maju dalam hal penemuan, rancangan dan aplikasi produknya termasuk proses yang dijaga dari penggunaan bahan beracun atau zat yang berbahaya bagi kehidupan.


4. Green Nanotechnology
Green nanotechnology (teknologi nano hijau) melibatkan manipulasi bahan pada skala nanometer. Penguasaan subjek ini di masa datang akan mengubah cara bagaimana segala sesuatu di dunia ini dibuat. “Green nanotechnology” adalah penerapan kimia hijau tingkat lanjut dengan prinsip-prinsip rekayasa teknologi yang ramah lingkungan.
 
Daftar Pustaka

Hidayat, Atep Afia dan Muhammad Kholil. 2017. Kimia, Industri dan Teknologi Hijau. Jakarta: Pantona Media.
Anonim. 2011. Teknologi Hijau (Green Technology): Kecenderungan Teknologi di Masa Datang. Dalam http://d3ipii-d3ipii.blogspot.com/2011/01/teknologi-hijau-green-technology.html
Shidqi, Muhammad. Green Technology. Dalam https://sites.google.com/site/muhammadshidqi/green-technology

MENGETAHUI TEKNOLOGI HIJAU


Dibuat oleh : @J02-Rizky, @ProyekJ10

Abstark:
Apakah itu teknologi hijau?
Teknologi hijau merupakan pembangunan dan aplikasi produk, peralatan serta sistem untuk memelihara alam sekitar dan meminimumkan dampak negatif daripada aktiviti manusia. Teknologi Hijau merujuk produk, peralatan, atau sistem yang memenuhi kriteria-kriteria berikut
  • Meminimumkan degrasi kualiti persekitaran, mempunyai pembebasan Gas Rumah Hijau (GHG) yang rendah atau sifar, tidak berdampak buruk bagi lingkungan sehingga kelestarian lingkungan tetap terjaga
  • Menggunakan sumber-sumber yang dapat diperbaharui
  • Aplikasi inovatif yang tidak merusak lingkungan dan tidak beracun untuk tubuh manusia.

Green Tech Is The Solution

Oleh: Muhammad Bayu Adji (@J17-Bayu)
Kesadaran akan perlunya teknologi yang lebih ramah lingkungan makin meluas. Teknologi yang boros energi terutama sumber energi fosil, kalau tetap dipertahankan berpotensi besar mengancam kerusakan permanen kondisi planet bumi, sekaligus membahayakan kehidupan umat manusia. Maka dari itu diperlukan kesadaran lebih atas teknologi hijau.

Sabtu, 15 Desember 2018

Pentingnya Teknologi Hijau Bagi Masa Depan

Oleh : Andika Yudistira (@J08-Andika, @ProyekJ10)

Abstrak

Teknologi merupakan sebuah pengaplikasian ilmu pengetahuan yang mempunyai tujuan yang praktis. Pengembangan teknologi sangat diperlukan karena tuntutan zaman dan daya saing bangsa. Tetapi, tanpa kita sadari, teknologi sangat konsumtif terhadap penggunaan energi fosil yang menyebabkan menipisnya cadangan minyak, memicu pemanasan global, dan sebagainya. Hal ini menyebabkan diperlukan teknologi yang ramah lingkungan yaitu teknologi hijau, sehingga mengurangi pemborosan energi agar mengurangi potensi kerusakan permanen bumi.

Kata Kunci : Teknologi Hijau Ramah Lingkungan

Teknologi hijau merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian atau keberlanjutan kehidupan di planet bumi ini. Teknologi hijau adalah teknik untuk menghasilkan energi dan/atau produk yang tidak mencemari atau meracuni lingkungan hidup, sehingga menjaga kelestarian (sustainbilitas) kehidupan di planet bumi ini (Kholil, 2018).

Teknologi Hijau mempunyai beberapa Ruang Lingkup, antara lain :
  • Energi hijau, yaitu pengembangan bahan bakar alternative sehingga menyebabkan adanya efisiensi energy.
  • Bangunan hijau (green building) juga mendapat perhatian penting di bidang teknologi hijau, segala sesuatu yang berkaitan dengan pembangunan rumah atau infrastruktur yang ramah lingkungan. Penerapannya mulai sejak pemilihan bahan bangunan hingga lokasi tempat bangunan akan didirikan diharapkan telah mempertimbangan kelestarian lingkungan hidup.
  • Kimia hijau (green chemistry) mulai mendapat perhatian berbagai negara maju dalam hal penemuan, rancangan dan aplikasi produknya termasuk proses yang dijaga dari penggunaan bahan beracun atau zat yang berbahaya bagi kehidupan.
  • Nanoteknologi hijau (green nanotechnology) adalah penerapan kimia hijau tingkat lanjut dengan prinsip-prinsip rekayasa teknologi yang ramah lingkungan.

Teknologi Hijau juga mempunyai beberapa konsep, antara lain :
  1. Konsep keberlanjutan, yaitu kebutuhan masyarakat akan terus terpenuhi tanpa merusak sumber daya alam.
  2. Konsep daur ulang, dimana dalam proses produksi dirancang sedemikian rupa sehingga dapat didaur ulang dan digunakan kembali, sehingga dapat menghemat penggunaan sumber daya alam.
  3. Konsep pengurangan limbah dan polusi, yaitu pola produksi dan konsumsi diubah menjadi sedemikian rupa sehingga meminimalisir produksi limbah dan polutan.
  4. Konsep inovasi, yaitu selalu mengupayakan pengembangan teknologi alternatif sehingga semakin hari kita semakin melestarikan lingkungan.
  5. Konsep viabilitas, yaitu bagaimana kegiatan produksi dan konsumsi ramah lingkungan terus terpelihara.
  6. Konsep edukasi, yaitu upaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan teknologi hijau lewat pendidikan dan pelatihan.

Jadi kesimpulannya Teknologi Hijau merupakan solusi yang paling tepat untuk mengurangi dampak negatif teknologi terhadap lingkungan. Sehingga dibutuhkan kesadaran masyarakat sehingga teknologi hijau dapat diterapkan, sehingga dapat menjaga kelestarian kehidupan di bumi. Dengan adanya Teknologi Hijau ini dapat mengimbangi ataupun menghentikan teknologi yang digunakan pada saat ini yang masih menggunakan teknologi yang tidak ramah lingkungan, yang berdampak buruk terhadap lingkungan.

Daftar Pustaka

Senin, 03 Desember 2018

Green Energy


            Dunia, saat ini tengah memikirkan untuk menerapkan teknologi hijau untuk mengurangi dampak dari pemanasan global yang semakin parah dan ketersediaan bahan bakar fosil yang semakin terbatas. Dikutip dari laman DW.com bahwa “Laporan PBB menyebut dunia tak terelakkan lagi sedang menuju energi hijau. Negara berkembang menemukan bahwa memasang energi hijau akan jauh kurang mahal dibanding hanya mengandalkan bahan bakar fosil. Kata Moslener, negara-negara yang lebih miskin ingin mendapat keuntungan dari biaya energi yang stabil, lapangan pekerjaan baru, meningkatkan kualitas udara dan mengurangi kerusakan iklim dan kesehatan.”
            Di Indonesia sendiri, sebenarnya sudah mulai berkembang konsep energi hijau dan mulai banyak diterapkan. Salah satu contohnya adalah Gagasan dari Robby dan Michael, yaitu berupa pengembangan kapal nelayan yang diberi nama green boat merupakan sarana yang efektif di dalam konteks penggunaan energi matahari dan air sekaligus menciptakan inovasi teknologi tepat guna penanganan masalah ketergantungan akan bahan bakar minyak yang terjadi di wilayah pesisir.Dari hasil penelaahan yang dalam diketahui bahwa inovasi ini juga dapat mengurangi beban pencemaran pada wilayah perairan laut sehingga pada akhirnya mampu menjaga kualitas lingkungan. Disamping itu, keunggulan dari inovasi ini adalah pemanfaatan energi alam yang berasal dari sinar matahari dan air laut secara efektif dan merupakan teknologi berkelanjutan yang ramah lingkungan (sustainable technology). Inovasi ini terbilang muti-fungsi dan secara ekonomis dapat dianggap lebih murah (low cost) bila dibandingkan dengan kapal konvensional yang masih menggunakan bahan bakar minyak. Saran yang dapat diberikan adalah diperlukannya penggalian lebih jauh lagi terhadap kearifan lokal terkait dengan model, ukuran atau hal lainnya sehingga pemanfaatan inovasi ini juga dapat diterima secara luas di berbagai wilayah di Indonesia. Namum, konsep ini memiliki kekurangan yaitu peralatan yang cukup mahal pada pembelian awal dan memerlukan keterampilan khusus dalam perawatan dan perbaikannya karena menggunakan perangkat kelistrikan dan elektronika yang cukup awam bagi masyarakat nelayan.
       Selain dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan, energi hijau juga dapat diatur supaya lebih efisien. Dikutip dari Alvina dan Rina, Jawa Barat telah menerapkan konsep energi hijau yaitu GREN. Model perencanaan energi tersebut terdiri atas energi primer, energi sekunder, dan kebutuhan energi. Kebutuhan energi dipengaruhi oleh asumsi dasar perencanaan, pengaturan target memengaruhi kebijakan dalam proses energi sekunder dan pengguna akhir. Model ini dapat digunakan sebagai pertimbangan pembuatan kebijakan energi Jawa Barat hingga tahun 2025. Proyeksi pada Skenario GREN mampu mencapai target KEN  penggunaan  energi  baru  dan  terbarukan  dengan beberapa perencanaan sebagai berikut. Di sisi pengguna akhir adalah penggunaan peralatan hemat energi dengan rata-rata penurunan penggunaan energi sebesar 0,31%, dan penggunaan biofuel sebagai alternatif penggunaan bahan bakar minyak sebesar ± 30%. Sedangkan perencanaan kunci di sisi pasokan adalah sebagai berikut: PLTA dengan teknologi DAM berkapasitas 2.312 MW; PLTP berteknologi Dry Steam Power Plant berkapasitas  905  MW;  PLTS  OnGrid  berkapasitas  8MW;  PLTS  teknologi  pemusnah  sampah  berkapasitas  250 MW;  PLTB  teknologi  kincir  multi-blade  savonius berkapasitas 4 MW; PLTGL teknologi gelombang laut berkapasitas 4 MW; PLTN generasi IV tipe VHTR berkapasitas 1.700 MW, dan PLTU dengan teknologi super critical dan USC berkapasitas total 2.200 MW.
Dan yang terakhir adalah menggunakan bahan bakar ramah lingkungan yang merupakan daur ulang. Seperti gagasan dari Christian, yaitu membuat briket dari limbah pertanian berupa limbah cangkang kakao. Briket arang ini meiliki kelebihan dibandingkan arang pada umumnya yaitu Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan kesimpulan:
1. Limbah cangkang kakao dapat diolah sebagai alternative bahan bakar berdasarkan hasil analisis   proksimat terhadap limbah cangkang kakao yaitu kadar air 15,6 %, kadar abu 15,5 %, senyawa volatile 48,5 %, kadar karbon 20,4 %, dan nilai kalor 4045,524 kal/g.
2. Rancang bangun drum kiln telah dilakukan hingga uji kinerja dengan tiga kali pengulangan, arang yang dihasilkan memiliki kadar air 4,2% - 7,1%, kadar abu 32,8% - 36,6%, senyawa volatile 28,0% - 31,2%, dan kadar karbon 29,2% - 32,3%, dan nilai kalor 4969.591 kal/g.
3. Untuk hasil pengujian briket arang cangkang kakao nilai kadar air 6,45 %, kadar abu 1,11 %, uji tekan 10,95 kg/cm2, nilai kalor 5069,59 cal/g



Daftar Pustaka
Anonim. 2013. Dunia Menuju Energi Hijau. https://www.dw.com/id/dunia-menuju-energi-hijau/a-16880519 (diakses tanggal 3 Desember 2018)
Sunaris, Michael Louis. Dan Tallar, Robby Yussac. 2018.GREEN BOAT KONSEP PENGEMBANGAN ENERGI HIJAU PADA DESAIN KAPAL NELAYAN
Hidayat, Atep Afia. Dan Kholil, Muhammad. 2018. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Penerbit WR. Yogyakarta
Mala, Alvina nur. dan Mardianti Rina. 2018. Model Perencanaan Energi Hijau Menggunakan Teknologi Computable general Equilibrium.  http://ejnteti.jteti.ugm.ac.id/index.php/JNTETI/article/view/426/347 (diakses tanggal 3 Desember 2018)
Soolany Christian. 2018.  PENERAPAN TEKNOLOGI PEMBUATAN BRIKET ARANG DARI CANGKANG KAKAOSEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKAR https://ejournal.unugha.ac.id/index.php/jti-unugha/article/view/153/117 (diakses tanggal 3 Desember 2018)