.

Tampilkan postingan dengan label @ProyekH04. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @ProyekH04. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Agustus 2018

Macam-macam Polutan

Macam-macam Polutan

Disusun Oleh : Kokom Koharocmah (@H22-KOKOM)



Abstrak
Di dalam lingkungan hidup terdapat manusia dan sumberdaya lingkungan yang merupakan satu kesatuan. Sumberdaya lingkungan sebagai kebutuhan memiliki keterbatasan maka dalam pemanfaatannya perlu dikelola secara berkesinambungan dan tepat sehingga dapat juga dinikmati generasi masa datang. Tulisan ini adalah studi literatur dengan tema pencemaran udara dalam antisipasi teknis pengelolaan sumberdaya lingkungan. Metode yang digunakan adalah diskripsi dengan menguarai secara sistematik dari berbagai sumberBerdasarkan studi ini terdapat lima unsur kimia berbahaya pencemar udara, yaitu : (1) Ozone (O3) , (2) Oksida Karbon (CO dan CO2), (3) Oksida Belerang (SO2 dan SO3), (4) Oksida Nitrogen (NO, NO2, dan N2O), serta (5) Partikel Mokuler (debu, asam, pestisida, dll). Diperlukan pendekatan yang berbeda dalam pengelolaan pencemaran udara, namun yang terpenting selalu dimulai dari perencanaan, pengendalian dan pemantauan serta evaluasi (Basri, Setiawan 2010).

Pembahasan
Pencemaran lingkungan merupakan salah satu masalah utama pada zaman sekarang, maraknya pencemaran mempengaruhi banyak terhadap produktivitas dari bumi itu sendiri. Karena efek dari pencemaran alam sendiri sangat lah berbahaya bukan hanya untuk keselamatan bumi bahkan juga keselamatan umat manusia. Banyak pencemaran yang marak dalam kehidupan sehari-hari yang kita temui seperti pencemaran udara, air, tanah. Semua dari pencemaran tersebut terjadi karena beberapa faktor. Faktor penyebab dari pencemaran itu sendiri sangatlah banyak salah satunya merupakan dari proses alam, manusia, dan faktor yang lain. Dari beberapa faktor tersebut penyebab paling besar dari pencemaran lingkungan merupakan ulah manusia sendiri yang kurang memperhatikan keberlangsungan kehidupan alam. Saat ini maraknya pencemaran yang sekarang sudah mulai sulit dikendalikan utamanya setalah adanya revolusi perindustrian. Akibatkan banyak sekali pabrik yang dibangun dan menyebabkan berbagai macam pencemaran atau polusi.
Kesimpulan
Pencemaran lingkungan (Environment Polution) merupakan efek dari perubahan yang tidak diinginkan dalam lingkungan, yang secara langsung berpengaruh buruk terhadap kondisi tumbuhan, hewan dan manusia. Substansi yang menyebabkan pencemaran lingkungan dikenal sebagai polutan, dapat berbentuk padat, cair dan gas. Sebagian besar polutan diproduksi sebagai efek samping dari aktifitas manusia.
Pencemaran atau polutan meliputi beberapa kategori, yaitu kimia organik, kimia anorganik, kimia orgaometalik, asam, fisik, radioaktif dan biologi.

Daftar Pustaka
Hidayat, Atep Afia dan Kholil Muhammad.2017.Kimia, IndustridanTeknologiHijau.JakartaSelatan:Pantona Media.



Kamis, 16 Agustus 2018

Efek Rumah Kaca

Oleh : Destya Pangesti





Abstrak

Efek rumah kaca (Green House Effect),  diartikan  sebagai    naiknya suhu bumi. Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak, batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya. Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah , Dinitrogenoksida (N2O) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana (CH4) dan klorofluorokarbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.Yang berakibat meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrem di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan kenaikan tinggi muka air laut, perubahan pola angin, meningkatnya badai atmosferik, perubahan pola hujan dan siklus hidrologi dan lain-lain dan akhirnya berdampak pada ekosistem hutan, daratan, dan ekosistem alam lainnya.


Isi

Pemanasan global (global warming) merupakan salah satu isu internasional yang dewasa ini banyak mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Pemanasan global diartikan sebagai meningkatnya suhu bumi secara keseluruhan. Pemanasan global merupakan salah satu gejala dari pengelolaan sumber daya hutan yang tidak berkelanjutan. Kekawatiran dunia sangat  beralasan karena pengaruh global dapat berdampak kepada kehidupan dan kondisi bentang lahan dari semua negara baik negara penghasil Gas Rumah  Kaca (GRK) maupun bukan.

Menurut Lakitan (1994), peningkatan konsentrasi gas-gas rumah kaca dikwatirkan akan meningkatkan suhu lapisan bawah atmosfer yaitu lapisan troposfer karena radiasi gelombang panjang yang dipancarkan permukaan bumi (terrestrial radiation) sebagian akan terperangkap pada lapisan troposfer, karena tidak dapat menembus ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi. Meningkatnya pemanasan global akibat GRK akan menimbulkan masalah terhadap pola adaptasi makluk hidup pada suatu ekosistem dan terputusnya rantai makanan antar organisme yang berakibat pada menurunnya ketersediaan stok pangan dunia.  Negara penghasil GRK adalah negara-negara industri yang menggunakan bahan bakar fosil sebagai sumber energinya. Indonesia juga merupakan salah satu negara emitor GRK yang terutama berasal dari pembukaan hutan dan pengeringan gambut. Sehingga Indonesia menjadi salah satu bagian dari solusi terhadap pengurangan pemanasan global.

Menurut Fahri (2009), efek rumah kaca (Green House Effect) adalah suatu istilah yang digunakan untuk meggambarkan betapa panasnya kondisi bumi dari akibat terperangkapnya gelombang panjang sinar matahari dilapisan trofosfer bumi. Green House Effect di adopsi dari kondisi rumah kaca yang biasa digunakan untuk budidaya pertanian. Pada siang hari, pada cuaca yang cerah meskipun tanpa adanya alat pemanas suhu ruangan di dalam rumah kaca akan  lebih tinggi bila dibandingkan dengan suhu diluar rumah kaca. Hal tersebut  terjadi karena sinar matahari yang menembus kaca dipantulkan kembali oleh tanaman di dalam rumah kaca yang berupa panas. Sinar yang dipantulkan ini tidak dapat menembus kembali keluar kaca sehingga suhu di dalam rumah kaca menjadi naik dan panas yang dihasilkan akan terperangkap di dalam rumah kaca. Efek rumah kaca juga dapat diilustrasikan sebagai sebuah mobil yang diletakkan di bawah terik matahari dengan kodisi jendela mobil tertutup. Bagi masyarakat awam efek rumah kaca  diartikan sebagai adanya rumah-rumah yang banyak menggunakan  kaca.

Menggunakan rumah kaca memang sangat membantu tanaman untuk melakukan asimilasi. Sayangnya bangunan kaca yang di fungsikan untuk memantulkan panas ke dalam rumah membawa efek alamiah. Bahkan secara langsung akan mempengaruhi perubahan suhu di bumi serta pemanasan yang sifatnya mengglobal.
Global warming juga berakibat pada beberapa sektor, yakni :


1. Kenaikan permukaan air laut
Semakin tinggi kenaikan permukaan air laut, akan sangat berdampak pada pulau yang tinggal di dataran rendah dan di kelilingi air. Dengan meningginya permukaan air laut, maka dataran yang berada lebih rendah akan terjadi banjir besar yang mampu menenggelamkan dataran yang lebih rendah dari permukaan laut. Namun dari pasang surut air laut tersebut dapat memberikan manfaat pasang surut air laut bagi kehidupan manusia yang bergantung hidup di pinggiran laut atau pantai.

2. Perubahan cuaca yang ekstrim
Global warming juga mampu menjadi penyebab adanya perubahan cuaca yang sifatnya ekstrim. Apalagi di wilayah indonesia yang memiliki iklim yangselalu berganti yang bergantung pada pembagian musim di Indonesia. Dengan adanya iklim di Indonesia. Anda dapat merasakannya dengan panas yang begitu terik dalam kurun waktu lebih lama dari sebelumnya. Dan ketika musim dingin, juga merasakan dingin yang luar biasa.

3. Hasil pertanian menurun
Bahkan pemanasan global dapat menyebabkan hasil pertanian di tanah luas akan menurun. Resiko gagal panen lebih tinggi kurvanya. Sedangkan di Indonesia memiliki berbagai macam jenis hujan yang dapat mempengaruhi musim yang akan terjadi pada wilayah indonesia, dan biasanya memberikan dampak negatif bagi para petani ketika musim kemarau berkepanjangan yang akan menghasilkan hasil pertanian menurun.

4. Mencairnya gletser
Beberapa gletser dan es di kutub sudah mulai mencair. Ini merupakan akibat dari pemanasan global yang sudah memberikan dampak keseluruhan. Dengan mencairnya es di kutub akan memperlebar luasan perairan di bumi yang semula perbandinganya 2:1 antara lautan dan daratan. Jika sudah mencair, akan mengalir ke laut yang berpotensi menaikkan permukaannya. Sangat berbahaya jika sampai menenggelamkan pulau pulau penting di dunia.

5. Kepunahan beberapa jenis hewan
Hewan yang hidup berada di lereng gunung berapi akan sangat terkena dampak pemansan global. Suhu panas akan semakin menaik, cuaca yang berubah secara ekstrim, mampu mengganggu kehidupan hewan. Jika ia tidak mampu bertahan dengan kondisi alam yang terus memburuk, beberapa hewan akan mati kelaparan, kehausan, atau kepanasan. Kelestariannya sudah tidak bisa di selamatkan lagi, kecuali manusia yang bertindak untuk menyelamatkan.
Daftar Pustaka

Hidayat, Atep Afia, Kholil, Muhammad. 2017. Kimia Industri dan Teknologi Hijau. Jakarta. Pantona Media
https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/meteorologi/proses-terjadinya-efek-rumah-kaca-yang-menyebabkan-pemanasan-global
https://airpollution2014.weebly.com/gas-rumah-kaca/february-24th-2014
Martono. Fenomena Gas Rumah Kaca
Widodo. 2010. Pengelolaan Sumber Daya Hutan Untuk Mengurangi Emisi Gas CO2 Penyebab Efek Rumah Kaca



Oleh : @H12 - STEALLA

Bising Makin Sensitif. Benar atau salah ?
@ProyekH04





Abstrak :
Kebisingan adalah bunyi atau suara yang keberadaannya tidak dikehendaki (Suma’mur, 2009). Secara umum dapat dipahami bahwa kebisingan mengganggu aktifitas sehari-hari. Gangguan bising dapat diartikan sebagai perasaan tidak menyenangkan yang ditimbulkan oleh kebisingan. Hal ini merupakan gangguan psikis yang muncul akibat kebisingan yang tidak diharapkan (bising tersebut mengganggu privasi, mengganggu aktifitas, mempengaruhi kualitas istirahat, dsb).
Polusi suara atau bising adalah salah satu isu lingkungan yang terjadi di wilayah perkotaan. Polusi suara adalah polusi yang tak terlihat. Kegiatan industri menghasilkan polusi suara bagi lingkungan di sekitarnya, dan kebisingan adalah salah satu bentuk polusi suara dari kegiatan industri. Polusi suara akan memberikan dampak negatif bagi fisik maupun non fisik kepada manusia. Kegiatan industri yang menggunakan peralatan mekanis pasti akan menghasilkan suara, suara dari kerja alat akan terdengar hingga ke lingkungan sekitar dan akan berdampak mengganggu jika suara yang diterima di lingkungan sekitar melebihi batas baku yang ditetapkan.

Isi :
Kebisingan atau bising pada umumnya didefinisikan sebagai bunyi yang tidak dikehendaki (WHO, 1995 dalam Sasongko dkk, 2000), tingkat kebisingan itu sendiri merupakan suatu hal yang dapat diukur namun dampak rasa bising merupakan hal yang fenomenal yang akan bergantung pada subjek penderita (Mokhtar dkk, 2007).
Pernyataan tingkat kebisingan tidak hanya tergantung pada besaran fisik saja tetapi juga melibatkan faktor lingkungan seperti respon, persepsi individu serta reaksi akan tingkatan kebisingan tersebut (Barros, 2008). Besaran tingkat kebisingan dapat diketahui dengan menggunakan rumusan tingkat kebisingan ekuivalen dan tingkat kebisingan siang-malam (Sasongko dkk, 2000).
Pemerintah Indonesia melalui Menteri Lingkungan Hidup telah menetapakan aturan kebisingan lingkungan melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 48/MENLH/11/1996 tahun 1996 yang mengatur tentang batas baku kebisingan pada area pemukiman ataupun fasilitas umum masyarakat lainnya. Tingkat Kebisingan di area pemukiman ditetapkan tidak melebihi 55 dBA. Disamping itu pemerintah juga telah menetapkan batas ambang baku kebisingan pada area kerja sesuai Keputusan
Menteri Tenaga Kerja Nomor KEP.55/MEN/1999, bahwa nilai ambang batas kebisingan di area kerja maksimal 85 dBA dengan waktu pemajanan 8 jam. Nilai tingkat Kebisingan antara 55-65 dBALeq berpengaruh terhadap gangguan psikologis antara lain gangguan kenyamanan pribadi, gangguan komunikasi, gangguan psikologis seperti gangguan keluhan dan tindakan demonstrasi, gangguan pada konsentrasi belajar, gangguan istirahat, gangguan pada aktivitas sholat/ibadah, gangguan tidur dan gangguan lainnya, sedangkan keluhan somatik, tuli sementara dan tuli permanen merupakan dampak yang banyak dipertimbangkan dari kebisingan dilingkungan kerja/ industri (Ikron dkk, 2005).
(Hidayat, 2012)

Pengaruh kebisingan terhadap manusia secara fisik tidak saja mengganggu organ pendengaran, tetapi juga dapat menimbulkan gangguan pada organ-organ tubuh yang lain, seperti penyempitan pembuluh darah dan sistem jantung (Sasongko et al., 2000). Pengaruh bising secara psikologi, yaitu berupa penurunan efektivitas kerja dan kinerja seseorang (Asmaningprojo, 1995). Menurut Sulistyani et al., (1993), agresivitas warga yang tinggal di kawasan bising akan meningkat dengan bertambahnya tingkat kebisingan di kawasan tersebut dan inilah yang menyebabkan warga kurang mampu mengontrol diri maupun tingkah lakunya. Salah satu penelitian yang dilakukan oleh Bhinnety et al., (1994), menyatakan bahwa intensitas bising (bunyi) mempunyai pengaruh yang nyata terhadap memori jangka pendek; semakin tinggi intensitas kebisingan akan semakin menurun memori jangka pendek seseorang, variasi intensitasnya antara 30 dB sampai dengan 95 dB. (Suwarna)
Sumber kebisingan dapat berasal dari lingkungan sekitar yang terkait dengan aktifitas manusia sehari-hari misalnya dari aktivitas industri. Hal ini berdasarkan dari pendapat Chandra (2009) yang menyatakan bahwa sumber kebisingan dapat berasal dari kendaraan bermotor, kawasan industri atau pabrik, tempat umum, bandara dan rel kereta api. Efek kebisingan dibidang kesehatan dilaporkan semakin meningkatkan sensitivitas tubuh, berupa peningkatan kardiovaskuler seperti kenaikan tekanan darah dan denyut jantung, apabila hal ini terjadi dalam waktu yang lama maka akan dapat mengakibatkan hilangnya konsentrasi, salah satu dampak negatif dari kebisingan adalah terkait dengan gangguan tidur yang berpengaruh pada pola tidur. Tidur merupakan jeda bagi tubuh, selama waktu tidur organ-organ tubuh bekerja lebih ringan dibanding selama terjaga. Tidur bukan berarti “time out” dari rutinitas sehari–hari, tidur sangat penting bagi kesehatan, fungsi emosional, mental 2 dan keselamatan (Rafknowledge, 2004). Tidur adalah keadaan fisiologis yang dibutuhkan makhluk hidup untuk memulihkan diri secara normal. Saat tidur seseorang akan sangat sensitif terhadap lingkungan yang dapat menganggu atau mengurangi jumlah tidurnya. Keadaan sensitif tersebut salah satunya adalah kebisingan, kebisingan adalah sebuah rangsangan eksternal yang masih diproses oleh fungsi sensorik tidur, meskipun presepsi non-sensorik sadar akan adanya kebisingan tersebut (Muzet, 2007). Gangguan jumlah dan kualitas tidur yang dibatasi waktu dalam jumlah dan kualitas (Wilkinson, 2007). Gangguan tidur dapat disebabkan oleh banyak hal atau bersifat holistik, penyebab gangguan tidur sangat kompleks dan memerlukan investigasi yang cermat dalam mencari penyebab gangguan tidur itu sendiri, yang mempengaruhi gangguan tidur adalah biopsikososial yaitu dari faktor genetik, psikologis dan kebisingan lingkungan, termasuk di dalamnya akibat dari kebisingan industri (Adelyna, 2008). Keadaan lingkungan dapat meningkatkan atau menghalangi seseorang untuk tidur, dalam lingkungan yang tenang memungkinkan seseorang untuk tidur dengan nyenyak, sedangkan dalam lingkungan yang ribut, bising dan gaduh akan menghambat seseorang untuk tidur. Selama waktu tidur terjadi perubahan tingkat kesadaran yang berfluktuasi. Tingkat kesadaran pada organ-organ pengindraan pada orang yang tertidur berbeda-beda, organ pengindraan yang mengalami penurunan kesadaran yang paling mendalam adalah indra penciuman, sedangkan indra yang mengalami tingkat penurunan kesadaran paling kecil adalah indra pendengaran dan rasa sakit, hal ini menjelaskan mengapa orang-orang yang sakit dan berada dalam lingkungan yang bising seringkali mengalami susah tidur (Asmadi, 2008). Seseorang yang sering terpapar kebisingan dapat mengalami berbagai gangguan kesehatan seperti, gangguan fisiologis, gangguan psikologis, gangguan komunikasi dan ketulian. 3 Paparan kebisingan adalah salah satu gangguan yang paling dikeluhkan masyarakat yang tinggal di kota-kota besar (Muzet, 2007). Dalam paparan kebisingan ditemukan bahwa dampak terus menerus terpapar oleh kebisingan dapat mengganggu gangguan tidur REM (Phasscier et al, 2002 dalam Clark et al, 2007). Secara keseluruhan studi yang dilakukan untuk memeriksa masalah yang timbul dari kebisingan didapatkan hasil bahwa efek langsung kebisingan dapat menganggu kualitas tidur (HCN, 2004). Paparan kebisingan dimalam hari berpotensi untuk mengganggu kemampuan untuk tertidur, mempersingkat durasi tidur, terbangun saat tidur dan mengurangi kualitas tidur (Michaud et al, 2007). Masalah tidur terkadang membuat kehidupan sehari-hari terasa lebih menekan atau menyebabkan seseorang menjadi kurang produktif. Menurut National Sleep Foundation (NSF) di Amerika, orang-orang yang mengaku mempunyai kesulitan tidur dilaporkan lebih sulit berkonsentrasi, mudah marah dan emosional (Rafknowledge, 2004). Kualitas tidur adalah kepuasan seseorang terhadap tidur, sehingga seseorang tersebut tidak memperlihatkan perasaan lelah, mudah terangsang dan gelisah, lesu dan apatis, kehitaman disekitar mata, kelopak mata bengkak, konjungtiva merah, mata perih, perhatian terpecah-pecah, sakit kepala dan sering menguap atau mengantuk. Kualitas tidur juga meliputi aspek kuantitatif dan kualitatif tidur, seperti lamanya tidur, waktu yang diperlukan untuk bisa tertidur, frekuensi terbangun dan aspek subjektif seperti kedalaman dan kepulasan tidur (Hidayat, 2006).

Daftar Pustaka :



Djalante, Susanti. 2010. ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN DI JALAN RAYA YANG MENGGUNAKAN ALAT PEMBERI ISYARAT LALU LINTAS (APIL). https://media.neliti.com/media/publications/222051-analisis-tingkat-kebisingan-di-jalan-ray.pdf

Hidayat, Atep Afia, Kholil, Muhammad. 2017. Kimia, Industri dan Teknologi Industri

Hidayat, Syarif. 2012. KAJIAN KEBISINGAN DAN PERSEPSI KETERGANGGUAN MASYARAKAT AKIBAT PENAMBANGAN BATU ANDESIT DI DESA JELADRI, KECAMATAN WINONGAN, KABUPATEN PASURUAN JAWA TIMUR. https://media.neliti.com/media/publications/101595-ID-kajian-kebisingan-dan-persepsi-ketergang.pdf

Muslim, Erlinda. 2014. Analisis Pengaruh Polusi Udara, Kebisingan dan Getaran. https://ojs.unud.ac.id/index.php/blje/article/view/2426/1654


Oktorina, Sarita. 2017. Analisis Intensitas Kebisingan Lingkungan Kerja pada Pembangunan Twin Tower UINSunan Ampel Surabaya. http://jurnalsaintek.uinsby.ac.id/index.php/alard/article/view/123


Syaiful. 2013. KAJIAN PENCEMARAN SUARA LALU LINTAS KENDARAAN BERMOTOR. https://knpts.files.wordpress.com/2014/10/knpts-2013-abstrak-transportasi.pdf

Sabtu, 11 Agustus 2018

BAHAYA RADIOAKTIF TERHADAP LINGKUNGAN DAN MANUSIA


ABSTRAK
Pencemaran Radioaktif menimbulkan dampak yang berbahaya, disebabkan oleh terjadinya kerusakan instalasi nuklir, pembuangan limbah nuklir yang tidak tepat, Kecelakaan, dan sebagainya. Berbagai dampak pencemaran Radioaktif seperti menyebabkan kanker, kemandulan, kebutaan, cacat pada saat lahir. Selain itu dapat mengurangi kesuburan tanah, serta mempengaruhi kualitas udara dan air.
KATA KUNCI : RADIOAKTIF, PENCEMARAN, BAHAYA BAGI TUBUH
ISI

PENDAHULUAN
Atom terdiri atas inti atom dan elektron-elektron yang beredar mengitarinya. Reaksi kimia biasa (seperti reaksi pembakaran dan penggaraman), hanya menyangkut perubahan pada kulit atom, terutama elektron pada kulit terluar, sedangkan inti atom tidak berubah. Reaksi yang menyangkut perubahan pada inti disebut reaksi inti atau reaksi nuklir (nukleus=inti). Reaksi nuklir ada yang terjadi secara spontan ataupun buatan. Reaksi nuklir spontan terjadi pada inti-inti atom yang tidak stabil. Zat yang mengandung inti tidak stabil ini disebut zat radioaktif. Adapun reaksi nuklir tidak spontan dapat terjadi pada inti yang stabil maupun,inti yang tidak stabil. Reaksi nuklir disertai perubahan energi berupa radiasi dan kalor. Berbagai jenis reaksi nuklir disertai pembebasan kalor yang sangat dasyat, lebih besar dan reaksi kimia biasa.
SEJARAH RADIOAKTIFITAS
Pada tahun 1895, W.C. Rontgen menemukan bahwa tabung sinar katode mengahasilkan suatu radiasi berdaya tembus tinggi yang dapat menghitamkan film potret, walupun film tersebut terbungkus kertas hitam. Karena belum mengenal hakekatnya, sinar ini dinamai sinar X. Ternyata sinar X adalah suatu radiasi elektromagnetik yang timbul karena benturan berkecepatan tinggi (yaitu sinar katode dengan suatu materi (anode). Sekarang sinar X disebut juga sinar rontgen dan digunakan untuk rongent yaitu untuk mengetahui keadaan organ tubuh bagian dalam.
Penemuan sinar X membuat Henry Becguerel tertarik untuk meneliti zat yang bersifat fluorensensi, yaitu zat yang dapat bercahaya setelah terlebih dahulu mendapat radiasi (disinari), Becquerel menduga bahwa sinar yang dipancarkan oleh zat seperti itu seperti sinar X. Secara kebetulan, Becquerel meneliti batuan uranium. Ternyata dugaan itu benar bahwa sinar yang dipancarkan uranium dapat menghitamkan film potret yang masih terbungkus kertas hitam. Akan tetapi, Becqueret menemukan bahwa batuan uranium memancarkan sinar berdaya tembus tinggi dengan sendirinya tanpa harus disinari terlebih dahulu. Penemuan ini terjadi pada awal bulan Maret 1986. Gejala semacam itu, yaitu pemancaran radiasi secara spontan, disebut keradioaktifan, dan zat yang bersifat radioaktif disebut zat radioaktif.
Zat radioaktif yang pertama ditemukan adalah uranium. Pada tahun 1898, Marie Curie bersama-sama dengan suaminya Pierre Curie menemukan dua unsur lain dari
batuan uranium yang jauh lebih aktif dari uranium. Kedua unsur itu mereka namakan masing-masing polonium (berdasarkan nama Polonia, negara asal dari Marie Curie), dan radium (berasal dari kata Latin radiare yang berarti bersinar).
Ternyata, banyak unsur yang secara alami bersifat radioaktif. Semua isotop yang bernomor atom diatas 83 bersifat radioaktif. Unsur yang bernomor atom 83 atau kurang mempunyai isotop yang stabil kecuali teknesium dan promesium. Isotop yang bersifat radioaktif disebut isotop radioaktif atau radioi isotop, sedangkan isotop yang tidak radiaktif disebut isotop stabil. Dewasa ini, radioisotop dapat juga dibuat dari isotop stabil. Jadi disamping radioisotop alami juga ada radioisotop buatan.
Pada tahun 1903, Ernest Rutherford mengemukakan bahwa radiasi yang dipancarkan zat radioaktif dapat dibedakan atas dua jenis berdasarkan muatannya. Radiasi yang berrnuatan positif dinamai sinar alfa, dan yang bermuatan negatif diberi nama sinar beta. Selanjutnya Paul U.Viillard menemukan jenis sinar yang ketiga yang tidak bermuatan dan diberi nama sinar gamma.
JENIS RADIASI
a.       Sinar alfa ( α )
Sinar alfa merupakan radiasi partikel yang bermuatan positif. Sinar alfa dipancarkan dari inti dengan kecepatan sekitar 1/10 kecepatan cahaya. Karena memiliki massa yang besar, daya tembus sinar alfa paling lemah diantara diantara sinar-sinar radioaktif. Diudara hanya dapat menembus beberapa cm saja dan tidak dapat menembus kulit. Sinar alfa dapat dihentikan oleh selembar kertas biasa
b.        Sinar beta (β)
Sinar beta merupakan radiasi partikel bermuatan negatif. Sinar beta merupakan berkas elektron yang berasal dari inti atom. Partikel beta yang bemuatan-l e dan bermassa 1/836 sma. Karena sangat kecil, partikel beta dianggap tidak bermassa. Energi sinar beta sangat bervariasi, mempunyai daya tembus lebih besar dari sinar alfa tetapi daya pengionnya lebih lemah. Sinar beta paling energetik dapat menempuh sampai 300 cm dalam uadara kering dan dapat menembus kulit.
c.       c. Sinar gamma ( γ )
 Sinar gamma adalah radiasi elektromagnetek berenergi tinggi, tidak bermuatan dan tidak bermassa. Sinar gamma mempunyai daya tembus. Selain sinar alfa, beta, gamma, zat radioaktif buatan juga ada yang memancarkan sinar X dan sinar Positron. Sinar X adalah radiasi sinar elektromagnetik

Efek Radiasi pada Tubuh Manusia
Radiasi dapat mengganggu fungsi normal tubuh manusia, dari taraf yang paling ringan hingga fatal. Derajat taraf ini tergantung pada beberapa faktor:
1. Jenis radiasi
o Radiasi eksterna: merupakan radiasi yang berasal dari luar tubuh manusia yang dapat memberikan radiasi total pada tubuh atau partial/sebagian. Radiasi dari sumber alpha dan beta yang berkekuatan kurang dari 65 KeV, tidak cukup kuat untuk menembus kulit manusia, sehingga tidak berbahaya. Radiasi dari sumber sinar-X dan gamma serta neutron lain yang lebih besar dari 65 KeV, cukup kuat untuk menembus kulit manusia sehingga cukup berbahaya.
o Radiasi interna, adalah masuknya radionuklida pada tubuh manusia melalui saluran pernapasan, saluran pencernaan, dan luka pada kulit.
2. Lamanya penyinaran.
3. Jarak sumber dengan tubuh.
4. Ada tidaknya penghalang antara sumber dengan tubuh.
Interaksi Radiasi dengan Tubuh Manusia
Apabila tubuh manusia terkena radiasi maka partikel-partikel radiasi akan secara langsung mengadakan interaksi dengan bagian yang terkecil dari sel, yakni atom-atom yang ada di sel. Adapun interaksi tersebut dapat berlangsung secara langsung maupun tidak langsung.
Interaksi langsung terjadi apabila penyerapan energi langsung pada molekulmolekul organik dalam sel yang mempunyai arti biologik penting, seperti DNA. Sedangkan interaksi radiasi tidak langsung terjadi bila interaksi radiasi dengan molekulmolekul air dalam sel berlangsung lebih dahulu, kemudian efeknya mengenai molekulmolekul organik yang penting. Hal ini terjadi karena 80% tubuh manusia terdiri dari air. Akibat interaksi ini, terjadi proses ionisasi atau eksitasi atom-atom dalam sel yang bisa menyebabkan terjadinya perubahan struktur kimiawi dari molekul DNA, atau terjadi mutasi titik (point mutation) dalam sel tersebut. Ini menyebabkan perubahan yang berat dari struktur kromosom (chromosome aberration).
Perubahan struktur kromosom kemungkinan menyebabkan kerusakan pada tingkatan tertentu dalam suatu organ. Hal ini akan terjadi pada sel yang peka terhadap radiasi (sensitive organ). Namun, bisa terjadi sebaliknya, yaitu akibat interaksi dengan radiasi bisa sembuh dengan sendirinya melalui proses biologis dalam sel, disebut dengan proses perbaikan sendiri (cell repair). Hal ini tergantung pada kemampuan dan macam sel yang bersangkutan. Jika perbaikannya tidak sempurna, akan menghasilkan sel yang tetap hidup, tetapi sudah berubah. Di lain, pihak partikel radiasi dapat pula mengadakan interaksi dengan molekul air dalam sebuah sel. Dimungkinkan juga terjadi perubahanperubahan sehingga terbentuk molekul-molekul baru, yaitu H2O2 dan HO2 yang amat beracun yang mengakibatkan kerusakan-kerusakan jaringan tubuh.
Selain melalui kedua proses tersebut, radiasi dapat pula menyebabkan terjadinya reaksireaksi kimiawi lain dalam organ atau jaringan tubuh, seperti reaksi protein denaturalisasi dan perubahan enzimatis. Juga reaksi hormonal dalam jaringan, yang pada akhirnya akan
lebih mempercepat proses kerusakan yang kronis dan tetap, terutama pada organ-organ yang tetap.
 Daftar pustaka : 
file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR.../2._Radioaktivitas.pdf

file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR.../13._radioaktivitas.pdf

staff.uny.ac.id/sites/default/files/...siti.../materi-3-radioaktivitas.pdf

HIDAYAT, ATEP AFIA. 2017 . “Kimia, Industri dan Teknologi Hijau”



Pencemaran Lingkungan



@H17-DEDI
Oleh : Dedi Setiawan








ABSTRAK
Pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh
kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat  tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982.


Kata kunci : Pencemaran Lingkungan

PENDAHULUAN
Pencemaran lingkungan (Environmental pollution) merupakan efek dari perubahan yang tidak diinginkan dalam lingkungan, yang secara langsung berpengaruh buruk terhadap kondisi tumbuhan, hewan dan manusia. Subtansi yang menyebabkan pencemaran lingkungan dikenal sebagai polutan, dapat berbentuk padat, cair dan gas.

PEMBAHASAN
A.    Faktor Pencemaran Lingkungan
Ada beberapa factor yang menyebabkan pencemaran lingkungan diantaranya adalah :
·         Pencemaran Lingkungan akibat Bencana Alam
·         Pencemaran Lingkungan akibat Limbang Industri
·         Pencemaran Lingkungan akibat Asap Kendaraan Bermotor
·         Pencemaran Lingkungan akibat Pemanasan Gelobal, dll

B.     Macam – macam Pencemaran Lingkungan
Macam macam pemcemaran lingkungan akibat dari factor – factor yang telah disebutkan penulis adalah :

1.      Pencemaran Udara
Pencemaran Udara dapat berupa gas maupun partiket, yang sifatnya berupa racun dan dapat mengakibatkan kualitas udara menjadi menurun dan dapat membahayakan kehidupan manusia dan lingkungan sekitar. Pencemaran Udara dapat diakibatkan oleh beberapa factor. Khusus untuk pencemaran udara Faktor radiasi bahan radio aktif dan juga emisi kendaraan bermotor. Contoh  zat yang mengakibatkan polusi udara : Gas HzS, Kandungan CO2, NO2 dll yang komposisinya melebihi batas aman.

2.      Pencemaran Air
Salah satu bahan pencemar di laut ada lah tumpahan minyak bumi, akibat kecelakaan kapal tanker minyak yang sering terjadi. Banyak organisme akuatik yang mati atau keracunan karenanya. (Untuk membersihkan kawasan tercemar diperlukan koordinasi dari berbagai pihak dan dibutuhkan biaya yang mahal. Bila terlambat penanggulangan-nya, kerugian manusia semakin banyak. Secara ekologis, dapat mengganggu ekosistem laut.Bila terjadi pencemaran di air, maka terjadi akumulasi zat pencemar pada tubuh organisme air. Akumulasi pencemar ini semakin meningkat pada organisme pemangsa yang lebih besar.

3.      Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah bisa diakibatkan oleh beberapa factor baik dari alam, perbuatan manusia maupun limbah industri. Kebiasaan manusia membuang sampak dengan menimbun sampah – sampah plastic mengakibatkan struktur lapisan tanah menjadi rusak dan menyebabkan kesuburan tanah berkurang. Dan juga ekploitasi air tanah yang berlebihan mengakibatkan kandungan air tanah berkurang dan lambat laun membuat permukaan tanah menurun dan tanah menjadi kurus.

4.      Pencemaran Suara
Pencemaran suara banyak disebabkan suara bising kendaraan bermotor dan juga suara mesin pabrik  yang berada terlalu dekat dengan pemukiman rumah tinggal. Sehingga mengakibatkan ketidaknyamanan lingkungan sekitar pabrik.

5.      Pencemaran Radioaktif
Pencemaran Radioaktif menimbulkan dampak yang berbahaya, disebabkan oleh terjadinya kerusakan instalasi nuklir, pembuangan limbah nuklir yang tidak tepat, kecelakaan, dan sebagainya. Dampak pencemaran radioaktif ialah menyebabkan kanker, kemandulan, kebutaan dan cacat pada saat lahir.

6.      Pencemaran Termal
Pencemaran termal (panas) terjadi karena kenaikan suhu secara berlebihan dalam lingkungan, sehingga mencipkatan perubahan yang tidak diinginkan selama jangka waktu yang lama. Penyebab pencemaran termal antara lain ialah polutan industry, polutan kencaraan bermotor, polutan rumah tangga, pembakaran sampah, dan sebagainya.

7.      Pencemaran Cahaya
Pencemaran cahaya terjadi karena pencahayaan di suatu lokasi pada umumnya perkotaan, pemakaian sumber cahaya secara berlebihan itu antara lain untuk keperluan periklanan, hiburan dan keindahaan kota.

C.     Dampak-dampak Pencemaran Lingkungan
Dampak pencemaran terhadap lingkungan sangat sulit dihindarkan, berikut dampak-dampaknya :

§  Degradasi Kualitas Lingkungan
§  Kesehatan Manusia
§  Pemanasan Global
§  Penipisan Lapisan Ozon
§  Kesuburan Tanah Berkurang

D.    Penanggulangan Pencemaran Lingkungan
Untuk mengatasi Pencemaran Lingkungan yeng terjadi ada bebrapa langkah dan cara yang dapat ditempuh:

1.      Penenggulangan Secara Administratir
Penanggulangan secara administratif terhadap pencemaran lingkungan merupakan tugas pemerintah, yaitu dengan membuat peraturan-peraturan atau undang-undang.  Contohnya: peraturan dalam dunia industry mengenai tatacara pengolahan limbah, sanki terhadap pembuang sampah dialiran sungai, dll. 

2.      Penanggulangan Secara Teologis
Penanggulangan pencemaran lingkungan secara teknologis, misalnya menggunakan peralatan untuk mengolah sampah atau limbah. Di surabaya terdapat suatu tempat pembakaran akhir sampah dengan suhu yang sangat tinggi sehingga tidak membuang asap. Tempat tersebut dinamakan insenerator dan inovasi – inovasi lainya untuk penanggulangan pencemaran lingkungan yang timbul.

3.      Penanggulangan Secara Edukatif
Penanggulangan pencemaran melalui sarana edukatif melalui pemberian pendidikan formal  mengenai pentingnaya kesehatan lingkungan dan melalui pemberian pendidikan ahklak yang baik agar lebih menghargai lingkungan sekitar .  dan juga pemberian penyuluhan terhadap warga masyarkat dan mempraktekan pada lingkungan sekitar. 

KESIMPULAN
Pencemaran lingkungan terjadi karena dua faktor. Terjadi karena peristiwa alam dan karena ulah manusia itu sendiri yang tidak menyadari tentang dampak dari perbuatannya itu. Pencemaran lingkungan terbagi atas empat bagian. Pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah, dan pencemaran suara.

DAFTAR PUSTAKA
Ø Hidayat, Atep Afia. Dan Kholil, Muhammad.2017. Kimia, Industri dan Teknologi Hijau
Ø Pandadelapandua.2012.Pencemaran Lingkungan.


Pencemaran Air



 Dibuat Oleh :
M. Apanreza Vitaly








Abstrak
Air merupakan sumber kehidupan di muka bumi. Pencemaran terhadap air merupakan suatu hal yang dapat menggangu kehidupan makhluk hidup yang ada di bumi, baik manusia, hewan maupun tumbuhan. Sehingga menyebabkan terjadinya krisis air bersih. Oleh karena itu dibutuhkan strategi penanggulangan yang tepat guna menghilangkan pencemaran terhadap air agar terwujudnya ketersediaan air bersih yang dapat digunakan dan layak untuk dikonsumsi.
Kata kunci : pencemaran air, krisis air, strategi penaggulangan

Pendahuluan
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia. Pemanfaatan terbesar danau, sungai, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya berpotensi sebagai objek wisata. Walaupun fenomena alam seperti gunung berapi, badai, gempa bumi dll juga mengakibatkan perubahan yang besar terhadap kualitas air, hal ini tidak dianggap sebagai pencemaran.
Sifat Air
Sifat Air Air yang secara kimia, hanya terdiri dari  atom H dan O mempunyai sifat yang unik. Tanpa air tidak akan mungkin terdapat kehidupan. Air di alam dijumpai dalam tiga bentuk, yakni bentuk padat sebagai es, bentuk cair sebagai air, dan
bentuk gas sebagai uap. Bentuk mana yang akan ditemui, tergantung keadaan cuaca setempat. Kepadatan (density), seperti halnya bentuk, juga tergantung pada temperatur dan tekanan barometris (P)

Karakter Air Limbah

Secara awam air tercemar dapat dilihat dengan mudah, misalnya dari kekeruhan, karena umumnya orang berpendapat bahwa air murni atau bersih itu jernih dan tidak keruh, atau dari warnanya yang transparan dan tembus cahaya, atau dari baunya yang menyengat hidung, atau menimbulkan gatal-gatal pada kulit dan ada juga
yang dapat merasakan dengan lidah, seperti rasa asam dan getir.
Dengan demikian, sebenarnya mudah untuk mengenal pencemaran

Kesmipulan
Akibat yang ditimbulkan dari pencemaran air ini sangat merugikan dan berbahaya baik itu bagi kesehatan maupun bagi kelangsungan ekosistem. Oleh sebab itu pencemaran air harus dicarikan jalan keluar supaya tidak terjadi kembali sehingga ekosistem dapat berlangsung seperti seharusnya. Berikut adalah beberapa upaya penanganan yang dapat dilakukan untuk mengatasi pencemaran air:
  • Membuang Sampah pada Tempatnya – Yang harus diperhatikan lagi dalam cara menangani pencemaran air adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan. Usahakan untuk tidak membuang sampah langsung ke dalam air karena selain menyebabkan air keruh juga bisa menyebabkan penyumbatan pada perairan sehingga sangat rawan terjadi peluapan.
  • Menghemat Air – Menangani pencemaran air dengan metode ini adalah metode yang paling sederhana namun yang paling utama harus dilakukan yaitu dengan menghemat air. Hal ini disebabkan semakin sedikit air yang digunakan maka jumlah pencemaran yang akan terjadi juga akan sedikit begitu pula sebaliknya.
  • Awasi Penggunaan Pupuk Kimia dan Pestisida – Untuk mengatasi penggunaan pupuk kimia dan juga pestisida dapat dilakukan dengan menggantinya dengan pupuk kompos yang alami saja serta melakukan penyiraman tanaman pada saat pagi dan sore hari supaya mengurangi terjadinya pengupan dan juga mampu membantu dalam melakukan penghematan air.
  • Kebijakan & Hukum – Berikan kebijakan atau hukuman yang tegas dan berat kepada mereka yang membuang limbah sembarangan terutama pada para pelaku industri besar yang membuang limbah zat kimia dalam jumlah besar.

Daftar Pustaka
1.      Herlambang A, 2006, Pencemaran Air dan Strategi Penaggulangannya, Peneliti Pusat Teknologi Lingkungan, BPPT, Jakarta
2.      Eka Puspitasari, D, 2009, DAMPAK PENCEMARAN AIR TERHADAP KESEHATAN LINGKUNGAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM LINGKUNGAN (STUDI KASUS UNGAI CODE DI KELURAHAN WIROGUNAN KECAMATAN MERGANGSAN DAN KELURAHAN PRAWIRODIRJAN KECAMATAN GONDOMANAN YOGYAKARTA), Mimbar Hukum Volume 21, Yogyakarta
3.      Yudo S, 2001, masalah Pencemaran Air di Jakarta.  Sumber dan Alternatif penanggulangannya, Jakrta