.

Tampilkan postingan dengan label @ProyekC05. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @ProyekC05. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018


PENCEMARAN AIR AKIBAT DARI LIMBAH MANUSIA



DEFINISI.

    Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2013, ternyata  780 juta penduduk  (sekitar 11 persen dari populasi dunia) tidak memiliki akses terhadap air bersih (air minum). Sedangkan  2,5 miliar ( sekitar 40 persen dari populasi dunia)  ternyata tidak memiliki fasilitas sanitasi yang layak (tidak memiliki toilet, tidak memiliki toilet yang layak). Dari data tersebut sudah dapat diduga bahwa sebagian limbah manusia memasuki kawasan perairan tanpa mengalami pengolahan terlebih dahulu, sehingga terjadi pencemaran terhadap air permukaan dan air bawah tanah.
            Berdasarkan hasil penelitian, seorang yang normal diperkirakanmenghasilkan tinja rata-rata sehari 970 gram dan menghasilkanair seni 970 gram. Jadi bila penduduk Indonesia dewasa saat ini200 juta, maka setiap hari tinja yang dikeluarkan sekitar 194.000juta gram (194.000 ton). Oleh karena itu, bila pengelolaan tinjatidak baik,
jelas penyakit akan mudah tersebar. Beberapapenyakit yang dapat disebarkan oleh tinja manusia antara laintipus, disentri, kolera, bermacam-macam cacing (gelang, kremi,tambang, pita),schistosomiasis, dan sebagainya.

DAMPAK YANG DI TIMBULKAN

WHO (2013) mengungkapkan bahwa pembuangan limbah manusia berpengaruh langsung terhadap kualitas kehidupannya, dan seringkali menyebabkan penyakit yang berhubungan dengan air seperti diare. Di seluruh dunia penyakit diare menimbulkan kematian 760.000 anak-anak dan balita dalam setiap tahunnya. Dalam hal ini WHO memprediksi bahwa penyakit yang berhubungan dengan air dapat menimbulkan kematian 135 juta orang sampai tahun 2020.

 CARA MENANGGULANGI LIMBAH MANUSIA

1. SEPTIC TANK
Suatu septic tank disebut sehat untuk daerah pedesaan apabila
memenuhipersyaratan-persyaratan sebagai berikut:
1. Tidak mengotori permukaan tanah di sekeliling septic tank tersebut.
2. Tidak mengotori air permukaan di sekitarnya.
3. Tidak mengotori air tanah di sekitarnya.
4. Tidak dapat terjangkau oleh serangga terutama lalat dan kecoa dan
binatang-binatang lainnya.
5. Tidak menimbulkan bau.
6. Mudah digunakan dan dipelihara (maintenance).

2. PENGOLAHAN MENJADI BIOGAS / BIOFUEL

Biogas merupakan gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik
<https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aktivitas_anaerobik&action=edit&redlink=1>
 atau fermentasi <https://id.wikipedia.org/wiki/Fermentasi> dari
bahan-bahan organik
<https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Organik&action=edit&redlink=1>
termasuk
di antaranya; kotoran manusia <https://id.wikipedia.org/wiki/Manusia> dan
hewan <https://id.wikipedia.org/wiki/Hewan>, limbah domestik (rumah
tangga), sampah biodegradable atau setiap limbah organik
yang biodegradable dalam kondisi anaerobik. Kandungan utama dalam biogas
adalah metana <https://id.wikipedia.org/wiki/Metana> dan karbon dioksida
<https://id.wikipedia.org/wiki/Karbon_dioksida>.
Biogas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik
<https://id.wikipedia.org/wiki/Anaerobik> sangat populer digunakan untuk
mengolah limbah biodegradable karena bahan bakar dapat dihasilkan sambil
Mengurai dan sekaligus mengurangi volume limbah buangan. Metana dalam
biogas, bila terbakar akan relatif lebih bersih daripada batu bara
<https://id.wikipedia.org/wiki/Batu_bara>, dan menghasilkan energi yang
lebih besar dengan emisi karbon dioksida yang lebih sedikit. Pemanfaatan
biogas memegang peranan penting dalam manajemen limbah karena metana
merupakan gas rumah kaca <https://id.wikipedia.org/wiki/Gas_rumah_kaca> yang
lebih berbahaya dalam pemanasan global
<https://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global> bila dibandingkan dengan
karbon dioksida. Karbon <https://id.wikipedia.org/wiki/Karbon> dalam biogas
merupakan karbon yang diambil dari atmosfer oleh fotosintesis
<https://id.wikipedia.org/wiki/Fotosintesis> tanaman, sehingga bila
dilepaskan lagi ke atmosfer tidak akan menambah jumlah karbon di atmosfer
bila dibandingkan dengan pembakaran bahan bakar fosil
<https://id.wikipedia.org/wiki/Bahan_bakar_fosil>.


MANFAAT BIOGAS
Nilai kalori dari 1 meter kubik Biogas sekitar 6.000 watt jam yang setara
dengan setengah liter minyak diesel. Oleh karena itu Biogas sangat cocok
digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan pengganti minyak
tanah <https://id.wikipedia.org/wiki/Minyak_tanah>, LPG
<https://id.wikipedia.org/wiki/LPG>, butana
<https://id.wikipedia.org/wiki/Butana>, batu bara, maupun bahan-bahan lain
yang berasal dari fosil <https://id.wikipedia.org/wiki/Fosil>.

Limbah biogas, yaitu kotoran yang telah hilang gasnya (slurry) merupakan
pupuk organik yang sangat kaya akan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh
tanaman. Bahkan, unsur-unsur tertentu seperti protein, selulose, lignin,
dan lain-lain tidak bisa digantikan oleh pupuk kimia. Pupuk organik dari
biogas telah dicobakan pada tanaman jagung, bawang merah, dan padi.



DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Biogas
http://2013-728.blogspot.co.id/2011/10/membuat-biogas-
dari-kotoran-manusia.html
https://feriawan.wordpress.com/2009/04/13/membuat-
instalasi-biogas-daur-ulang-tinja-sederhana-hasil-
kreatifitas-ktt-ngudi-luhur-kebumen/
http://ilmusehatnya.blogspot.co.id/2016/01/cara-pengelolaan-kotoran-manusia.
html

Mengatasi Polutan Karbon Monksida (CO)

MENGATASI POLUTAN KARBON MONOKSIDA (CO)

Oleh: Yan Yan Apriyana (@G25-Yan)
Mahasiswa Teknik Industri, Universitas Mercubuana Jakarta

ABSTRAK

                Menurut Sumarwoto polusi adalah sejenis gas yang dapat membahayakan yang berasal atau dihasilkan oleh asap-asap baik dari asap kendaraan bermotor maupun asap-asap sisa pembakaran dari pabrik-pabrik tertentu. Jarang sekali kita temui keadaan dijalan yang bersih tanpa adanya polusi dari asap kendaraan bermotor. Polusi juga dapat menimbulkan penyakit, karena didalam polusi itu terkandung virus-virus penyakit yang dapat membahayakan kesehatan kita. Banyak warga yang mengeluh akibat adanya polusi, sampai sekarangpun belum ada cara yang ampuh untuk menangani polusi, karena semakin hari semakin banyak orang yang mengendarai kendaraan berotor sehingga makbanyak pula asap-asap yang dihasilkan dan hal itu akan menyebabkan polusi udara.

Kata Kunci: Polutan Udara, Karbon Monoksida


                          Pencemaran udara atau polusi udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti

Jumat, 16 Februari 2018

Kenali Bahaya Kabut Asap bagi Kesehatan Kita, Cegah!



ABSTRAK : Kabut asap merupakan bencana nasional yang hampir selalu dialami masyarakat Indonesia setiap tahunnya. Setiap tahun, wilayah Sumatera dan Kalimantan selalu mengalami kondisi yang mengkhawatirkan yaitu munculnya bencana kabut asap akibat adanya kebakaran hutan. Sayangnya, kebakaran hutan yang terjadi hampir setiap tahun tersebut disinyalir merupakan bencana akibat kesengajaan manusia. Kabut asap mengandung berbagai jenis zat dan juga partikel yang berbahaya jika terhirup atau masuk ke dalam tubuh manusia. Bahaya kabut asap tersebut bisa bersifat jangka panjang dan juga jangka pendek. Kondisi ini terjadi karena kualitas udara yang tercemar oleh kabut asap mengalami penurunan.

KATA KUNCI : Pembakaran, Kesehatan Manusia, Pencemaran Udara

PENCEMARAN UDARA DAN POLUTAN UDARA

Oleh : Muhamad Irfan (@G20-Muhamad)



















Abstrak : Berdasarkan Keputusan Mentri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup ( KEPMEN KLH ) No. Kep.02/Men-KLH/1988, yang dimaksudkan dengan pencemaran udara adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke udara dan atau berubahnya tatanan udara oleh kegiatan manusia atau proses alam sehingga kualitas udara turun hingga ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.

Kata kunci : Kesehatan, Tanaman, Hujan Asam, Rumah Kaca, dan Lapisan Ozon
Isi : Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, sehingga dapat mengganggu estetika dan kenyamanan, dan dapat merusak properti. Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global.

Asap Rokok : Pencemar Udara yang Terlupakan

Oleh : M. Irsyad Herlanda Putra

Abstrak :

Berbagai penelitian, perokok pasif mempunyai risiko yang sama besar dengan perokok aktif untuk terkena penyakit jantung koroner, stroke, emphysema, kanker paru, penyakit paru kronis yang semuanya itu merupakan sebab utama kematian. Di negara berkembang angka perokok pada perempuan masih ckup rendah disbanding pada laki-laki, sedangkan orang yang ada di sekelilingnya umumnya adalah perempuan dan anak-anak. Dengan demikian, perokok pasif merupakan masalah perempuan dan anak karena dampak negatif dari asap rokok terhadap kesehatan mereka. Asap rokok termasuk ke dalam polusi udara atau pencemaran udara, dikarenakan dapat mengganggu kesehatan dan pernapasan di sekelilingnya. 

Kata Kunci : Polusi, Asap Rokok, perokok pasif

Pendahuluan :

Untuk kelangsungan hidupnya, manusia memerlukan udara pernafasan yang higienis

Sehatkah udara ini untuk kehidupan

Sehatkah udara ini untuk kehidupan

Oleh : arisa savitri eka pratiwi (G21-Arisa)
 Abstrak
Pencemaran udara disebabkan oleh sumber bergerak dan sumber tidak bergerak yang meliputi sektor transportasi, industri, dan domestik. Faktor lainnya yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap terjadinya pencemaran udara adalah pertumbuhan penduduk, laju urbanisasi. yang tinggi, pengembangan tataruang yang tidak seimbang dan rendahnya tingkat kesadaran masyarakat mengenai pencemaran udara. Pencemaran udara merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang serius di Indonesia saat ini, sejalan dengan semakin meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan peningkatan ekonomi transportasi.

Kata kunci : pencemaran udara, transportasi, kesehatan

Isi

Menurut sudrajat (2005) Semakin pesatnya kemajuan ekonomi mendorong semakin bertambahnya kebutuhan akan transportasi, dilain sisi lingkungan alam yang mendukung hajat hidup manusia semakin terancam kualitasnya, efek negatif pencemaran udara kepada kehidupan manusia kian hari kian bertambah. Pencemaran udara adalah masuknya, atau tercampurnya unsur-unsur berbahaya ke dalam atmosfir yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan, gangguan pada kesehatan manusia secara umum serta menurunkan kualitas lingkungan. Pencemaran udara dapat terjadi dimana-mana, misalnya di dalam rumah, sekolah, dan kantor. Pencemaran ini sering disebut pencemaran dalam ruangan (indoor pollution). Sementara itu pencemaran di luar ruangan (outdoor pollution) berasal dari emisi kendaraan bermotor, industri, perkapalan, dan proses alami oleh makhluk hidup. Sumber pencemar udara dapat diklasifikasikan menjadi sumber diam dan sumber bergerak. Sumber diam terdiri dari pembangkit listrik, industri dan rumah tangga. Sedangkan sumber bergerak adalah aktifitas lalu lintas kendaraan bermotor dan tranportasi laut. Dari data BPS tahun 1999, di beberapa propinsi terutama di kota-kota besar seperti Medan, Surabaya dan Jakarta, emisi kendaraan bermotor merupakan kontribusi terbesar terhadap konsentrasi NO2 dan CO di udara yang jumlahnya lebih dari 50%. Penurunan kualitas udara yang terus terjadi selama beberapa tahun terakhir menunjukkan kita bahwa betapa pentingnya digalakkan usaha-usaha pengurangan emisi ini. Baik melalui penyuluhan kepada masyarakat ataupun dengan mengadakan penelitian bagi penerapan teknologi pengurangan emisi.

Pengaruh pencemaran udara terhadap makhluk hidup rentang nilai menunjukkan batasan kategori daerah sesuai tingkat kesehatan untuk dihuni oleh manusia. Karbon monoksida, nitrogen, ozon, sulfur dioksida dan partikulat matter adalah beberapa parameter polusi udara yang dominan dihasilkan oleh sumber pencemar. Dari pantauan lain diketahui bahwa dari beberapa kota yang diketahui masuk dalam kategori tidak sehat berdasarkan ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara) adalah Jakarta (26 titik), Semarang (1 titik), Surabaya (3 titik), Bandung (1 titik), Medan (6 titik), Pontianak (16 titik), Palangkaraya (4 titik), dan Pekan Baru (14 titik). Satu lokasi di Jakarta yang diketahui merupakan daerah kategori sangat tidak sehat berdasarkan pantauan lapangan, sudrajat (2005).
Sedangkan menurut Gusnita (2010), Permasalahan polusi udara akibat emisi kendaraan bermotor sudah mencapai titik yang cukup mengkhawatirkan terutama di kota-kota besar. Tingginya pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di kota-kota besar di Indonesia tidak dapat dihindarkan yaitu berkisar 8-12 pertahun. Sampai dengan saat ini jumlah kendaraan bermotor di seluruh Indonesia telah mencapai lebih dari 20 juta yang 60% adalah sepeda motor sedangkan pertumbuhan populasi untuk mobil sekitar 3-4% dan sepeda motor lebih dari 4% per tahun (Kem. Perhubungan). Menurut data terakhir dari Gaikindo pertumbuhan pasar penjualan kendaraan baru untuk roda empat naik hampir 25 % pada tahun 2003. Sedangkan pertumbuhan pasar penjualan sepeda motor naik hampir 35 % pada tahun 2003. Melihat permasalahan tersebut maka sudah menjadi suatu keharusan bagi industri kendaraan bermotor di Indonesia untuk segera menciptakan kendaraan bermotor yang ramah lingkungan dan hemat bahan bakar di masa mendatang.

Menurut Tugaswati, Dampak polusi udara terhadap kesehatan manusia, senyawa-senyawa di dalam gas buang terbentuk selama energi diproduksi untuk mejalankan kendaraan bermotor. Beberapa senyawa yang dinyatakan dapat membahayakan kesehatan adalah berbagai oksida sulfur, oksida nitrogen, dan oksida karbon, hidrokarbon, logam berat tertentu dan partikulat. Pembentukan gas buang tersebut terjadi selama pembakaran bahan bakar fosil-bensin dan solar didalam mesin. Dibandingkan dengan sumber stasioner seperti industri dan pusat tenaga listrik, jenis proses pembakaran yang terjadi pada mesin kendaraan bermotor tidak sesempurna di dalam industri dan menghasilkan bahan pencemar pada kadar yang lebih tinggi, terutama berbagai senyawa organik dan oksida nitrogen, sulfur dan karbon. Selain itu gas buang kendaraan bermotor juga langsung masuk ke dalam lingkungan jalan raya yang sering dekat dengan masyarakat, dibandingkan dengan gas buang dari cerobong industri yang tinggi. Dengan demikian maka masyarakat yang tinggal atau melakukan kegiatan lainnya di sekitar jalan yang padat lalu lintas kendaraan bermotor dan mereka yang berada di jalan raya seperti para pengendara bermotor, pejalan kaki, dan polisi lalu lintas, penjaja makanan sering kali terpajan oleh bahan pencemar yang kadarnya cukup tinggi. Estimasi dosis pemajanan sangat tergantung kepada tinggi rendahnya pencemar yang dikaitkan dengan kondisi lalu lintas pada saat tertentu. Keterkaitan antara pencemaran udara di perkotaan dan kemungkinan adanya resiko terhadap kesehatan, baru dibahas pada beberapa dekade belakangan ini. Pengaruh yang merugikan mulai dari meningkatnya kematian akibat adanya episodsmog sampai pada gangguan estetika dan kenyamanan. Gangguan kesehatan lain diantara kedua pengaruh yang ekstrim ini, misalnya kanker pada paru-paru atau organ tubuh lainnya, penyakit pada saluran tenggorokan yang bersifat akut maupun khronis, dan kondisi yang diakibatkan karena pengaruh bahan pencemar terhadap organ lain seperti paru, misalnya sistem syaraf. Karena setiap individu akan terpajan oleh banyak senyawa secara bersamaan, sering kali sangat sulit untuk menentukan senyawa mana atau kombinasi senyawa yang mana yang paling berperan memberikan pengaruh membahayakan terhadap kesehatan. Bahaya gas buang kendaraan bermotor terhadap kesehatan tergantung dari toksiats (daya racun) masing-masing senyawa dan seberapa luas masyarakat terpajan olehnya. Beberapa faktor yang berperan di dalam ketidakpastian setiap analisis resiko yang dikaitkan dengan gas buang kendaraan bermotor antara lain adalah : Definisi tentang bahaya terhadap kesehatan yang digunakan Relevansi dan interpretasi hasil studi epidemiologi dan eksperimental Realibilitas dari data pajanan Jumlah manusia yang terpajan Keputusan untuk menentukan kelompok resiko yang mana yang akan dilindungi Interaksi antara berbagai senayawa di dalam gas buang, baik yang sejenis maupun antara yang tidak sejenis lamanya terpajan (jangka panjang atau pendek) Pada umumnya istilah dari bahaya terhadap kesehatan yang digunakan adalah pengaruh bahan pencemar yang dapat menyebabkan meningkatnya resiko atau penyakit atau kondisi medik lainnya pada seseorang ataupun kelompok orang. Pengaruh ini tidak dibatasi hanya pada pengaruhnya terhadap penyakit yang dapat dibuktikan secara klinik saja, tetapi juga pada pengaruh yang pada suatu mungkin juga dipengaruhi faktor lainnya seperti umur misalnya. Telah banyak bukti bahwa anak-anak dan para lanjut usia merupakan kelompok yang mempunyai resiko tinggi di dalam peristiwa pencemaran udara. Anak-anak lebih peka terhadap infeksi saluran pernafasan dibandingkan dengan orang dewasa, dan fungsi paru-paru nya juga berbeda. Para usia lanjut masuk di dalam kategori kelompok resiko tinggi karena penyesuaian kapasitas dan fungsi paru-paru menurun, dan pertahanan imunitasnya melemah. Karena kapasitas paru-paru dari penderita penyakit jantung dan paru-paru juga rendah, kelompok ini juga sangat peka terhadap pencemaran udara. Berdasarkan sifat kimia dan perilakunya di lingkungan, dampak bahan pencemar yang terkandung di dalam gas buang kendaraan bermotor digolongkan sebagai berikut :
1. Bahan-bahan pencemar yang terutama mengganggu saluran pernafasan. Yang termasuk dalam golongan ini adalah oksida sulfur, partikulat, oksida nitrogen, ozon dan oksida lainnya.
2. Bahan-bahan pencemar yang menimbulkan pengaruh racun sistemik, seperti hidrokarbon monoksida dan timbel/timah hitam.
3. Bahan-bahan pencemar yang dicurigai menimbulkan kanker seperti hidrokarbon.
4. Kondisi yang mengganggu kenyamanan seperti kebisingan, debu jalanan, dll.

Untuk itu dibutuhkan kepedulian masyarakat terhadap polusi udara ini dengan kegiatan pengurangan polusi udara khususnya yang berasal dari kendaraan pribadi dapat pula dilakukan dengan langkah:
· Perawatan kendaraan pribadi yang memegang peranan sangat penting dalam mengontrol emisi gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor khususnya emisi dari mobil.
· Menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan misalnya: biodiesel, BBG, bioetanol.
· Melakukan pemeriksaan emisi gas buang kendaraan pribadi secara rutin minimal 6 bulan sekali.
 · Menggunakan Catalytic Converters untuk kendaraan baru.
 · Penerapan persyaratan desain kendaraan yang mempunyai emisi yang rendah.
 · Pemerintah perlu menyediakan sarana transportasi massal yang nyaman agar masyarakat dapat menggunakannya, serta mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di jalan, khususnya pada saat jam sibuk, Gusnita (2010). 

Daftar pustaka
Simandjuntak, Agus Gindo
Hidayat, Atep Afia dan M. Kholil. 2017. Kimia, Industri dan Teknologi Hijau. Jakarta: Pantona Media



Kamis, 15 Februari 2018

Ayo Buat "Udara Bersih"!

AYO BUAT "UDARA BERSIH"!!!
(Oleh : Nur Utami Setianingsih @G11-Nur)

ABSTRAK

Udara merupakan salah satu factor utama dalam melangsungkan kehidupan. Udara bersih merupakan udara yang ideal untuk kita hirup disetiap harinya. Pasokan udara bersih pada zaman sekarang ini amatlah susah dan manusialah yang menyumbangkan angka terbesar yang membuat udara di bumi ini kian kritis. Setiap harinya aktivitas manusia pasti menghasilkan zat-zat berbahaya yang akan merusak kondisi udara di lingkungan kita dan nantinya pula akan berakibat buruk pada kita. Dibutuhkan pencegahan, penanganan dan penanggulangan dalam menanggapi kasus ini seperti pembuatan taman kota, penerapan kawasan dilarang merokok, pengecekkan emisi gas buangan, dsb. Semua akan berjalan sesuai rencana bila setiap individu masyarakat ikut andil dalam pelaksanannya sesuai dengan aturan pemerintah. Karena udara yang kotor akan membawa dampak yang sangat buruk dikehidupan mendatang baik cepat ataupun lambat.

KATA KUNCI : Cemaran, Pencemaran Udara, Udara bersih

Industri Bahan Baku Obat Yang Langka Di Indonesia












  





Menurut Kamenperin RI Industri Kimia terbagi menjadi Industri Hulu dan Industri Hilir. Industri Hulu adalah industri  yang hanya mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi. Industri ini sifatnya hanya menyediakan bahan baku untuk kegiatan industri yang lain. Misalnya: industri kayu lapis, industri alumunium, industri pemintalan, dan industri baja. Pada artikel ini akan dijelaskan Industri Hulu farmasi.

Sampai saat ini Industri Hulu farmasi di Indonesia masih sangat kurang. Kebanyakan Industri Hulu farmasi masih ketergantungan impor bahan baku obat. Bahan baku obat tersebut biasanya di impor dari Jerman dan China. Karena bahan baku yang masih impor ini yang menyebabkan harga pokok produksi tidak efisien. Jika Indutri hulu farmasi berkembang di Indonesia akan menekan harga obat dan membuka lapangan kerja baru. Salah satu bahan baku obat yang biasa di impor adalah garam farmasi atau NaCl. Garam farmasi ini biasa digunakan untuk bahan baku sediaan infus, tablet, oralit, dan minuman kesehatan.  

Banyaknya penyebab mengapa industri bahan baku obat di Indonesia sulit berkembang. Pemerintah masih belum mendukung dalam pembangunan industri hulu farmasi dan tidak adanya investasi di bidang industri bahan baku obat.

Solusi agar industri hulu farmasi ini bisa berkembang di Indonesia adalah dengan membuka kesempatan bagi perusahaan asing untuk berinvestasi. dan BUMN di Indonesia kini tengah mempercepat skema sinergi usaha antar BUMN farmasi untuk membuat industri bahan baku obat di Indonesia.

Semoga industri bahan baku obat bisa berkembang di Indonesia sehingga kita tidak perlu lagi membeli obat dengan harga yang mahal dan masyarakat kurang mampu bisa terbantu. Terimakasih.

Referensi . 

Senin, 12 Februari 2018

Udara Sehat Jaman Now

Oleh : Fitriana Eka Setyaningrum (@G09-Fitriana)



Abstract :


Air pollution is the presence of one or more physical, chemical, or biological substances in the atmosphere that can harm human, animal and plant health, impair aesthetics and comfort, or damage property. Air pollution can be generated by natural sources as well as human activities. Some definitions of physical disturbances such as noise pollution, heat, radiation or light pollution are considered as air pollution. In big cities, the contribution of motor vehicle exhaust as source of air pollution reaches 60-70%. While the exhaust gas contribution from industrial chimneys is between 10-15%, the other comes from other sources of combustion, for example from households, burning garbage, forest fires, etc.

Keyword : Air Pollution, Healthy, Environmental Pollution

Sabtu, 10 Februari 2018

Peranan Oksigen Pada Manusia

Oleh Sony Ariyanto (G-10)

Abstrak
Oksigen merupakan salah satu unsur yang paling dibutuhkan manusia karena mengambil peran penting dalam metabolisme, pertumbuhan dan juga kesehatan manusia oleh sebab itu kita wajib menjaga atmosfir dari pencemaran udara.

kata kunci Oksigen berperan di semua fungsi tubuh

Oksigen memegang peranan penting dalam tubuh secara fungsional. Tidak adanya oksigen akan menyebabkan tubuh mengalami kemunduran atau bahkan dapat menimbulkan kematian. Oleh karena itu, kebutuhan oksigen merupakan kebutuhan yang paling utama dan sangat vital bagi tubuh. Pemenuhan kebutuhan oksigen ini tidak terlepas dari kondisi sistem pernapasan secara fungsional. Bila ada gangguan pada salah satu organ sistem respirasi, maka kebutuhan oksigen akan mengalami gangguan  .Menurut Rahmatan (2012) oksigen dipasok ke dalam tubuh melalui proses pernapasan/respirasi yang melibatkan sistem pernapasan. Sistem pernapasan terdiri atas serangkaian organ yang berfungsi melakukan pertukaran gas antara atmosfer dengan plasma melalui proses ventilasi paru-paru, difusi, transportasi oksigen, dan perfusi ke jaringan. Fungsi ini berlangsung selama kehidupan untuk mempertahankan homeostasis dengan mengatur penyediaan oksigen, mengatur penggunaan nutrisi, melakukan eliminasi sisa metabolisme (karbondioksida), dan mengatur keseimbangan asam basa.

Menurut Voet (2008) sel yang terdapat di tubuh manusia membutuhkan oksigen untuk mempertahankan kelangsungan metabolisme sel dan menyelamatkan nyawa. Oksigen merupakan suatu komponen yang sangat penting di dalam memproduksi molekul Adenosin Trifosfat (ATP) secara normal. ATP adalah sumber bahan bakar untuk sel agar dapat berfungsi secara optimal. ATP membcrikan energi yang diperlukan oleh sel untuk melakukan keperluan berbagai aktivitas untuk memelihara efektivitas segala fungsi tubuh. Bila oksigen tersedia di dalam tubuh secara adekuat, maka mitokondria akan memproduksi ATP. Tanpa oksigen, mitokondria tidak dapat membuat ATP. Walaupun dalam kondisi kekurangan oksigen akan diproduksi ATP melalui proses glikolisis di dalam sitosol, akan tetapi ATP yang dihasilkan tidak sebanyak di dalam mitokondria. Oleh karena tidak adekuatnya oksigen, sel akan kehilangan fungsinya dan selanjutnya akan mengakibatkan jaringan dan organ tubuh juga kehilangan fungsinya. Hal tersebut menyebabkan kehidupan seseorang berada dalam bahaya.

Metabolisme adalah suatu reaksi kimia yang berlangsung dalam tubuh makhluk hidup (reaksi biokimia). Pengertian ini mencakup dua hal yaitu katabolisme dan anabolisme. Manusia mengalami katabolisme bukan anabolisme karena manusia tidak menghasilkan oksigen atau fotosintesis.

Katabolisme disebut juga respirasi, merupakan proses pemecahan bahan organik menjadi bahan anorganik dan melepaskan sejumlah energi (reaksi eksergonik). Energi yang lepas tersebut digunakan untuk membentuk adenosin trifosfat (ATP), yang merupakan sumber energi untuk seluruh aktivitas kehidupan. Pada prinsipnya katabolisme merupakan reaksi reduksi-oksidasi (redoks), karena itu dalam reaksi tersebut diperlukan akseptor elektron untuk menerima elektron dari reaksi oksidasi bahan organik. Akseptor elektron tersebut diantaranya adalah:

NAD (nikotinamida adenin dinukleotida)
FAD (flavin adenin dinukleotida)
Ubikuinon
Sitokrom
Oksigen


Ada empat langkah dalam proses respirasi, yaitu: glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, daur Krebs, dan rantai transpor elektron.

1.    Glikolisis

Glikolisis berlangsung di sitosol, merupakan proses pemecahan molekul glukosa yang memiliki 6 atom C menjadi dua molekul asam piruvat yang memiliki 3 atom C. Reaksi yang berlangsung di sitosol ini menghasilkan 2 NADH dan 2 ATP.

2.    Dekarboksilasi Oksidatif

Dekarboksilasi oksidatif berlangsung di matriks mitokondria, sebenarnya merupakan langkah awal untuk memulai langkah ketiga, yaitu daur Krebs. Pada  langkah ini 2 molekul asam piruvat yang terbentuk pada glikolisis masing-masing diubah menjadi Asetil-KoA (asetil koenzim A) dan menghasilkan 2 NADH.

3.    Daur Krebs

Daur Krebs yang berlangsung di matriks mitokondria disebut juga daur asam sitrat atau daur asam trikarboksilat dan berlangsung pada matriks mitokondria. Asetil-KoA yang terbentuk pada dekarboksilasi oksidatif, memasuki daur ini. Pada akhir siklus dihasilkan 6 NADH, 2 FADH, dan 2 ATP.

4.     Rantai Transpor Elektron

Rantai transpor elektron berlangsung pada krista mitokondria. Prinsip dari reaksi ini adalah: setiap pemindahan ion H (elektron) yang dilepas dari dua langkah pertama tadi antar akseptor dihasilkan energi yang digunakan untuk pembentukan ATP. Setiap satu molekul NADH yang teroksidasi menjadi NAD akan melepaskan energi yang digunakan untuk pembentukan 3 molekul ATP. Sedangkan oksidasi FADH menjadi FAD, energi yang lepas hanya bisa digunakan untuk membentuk 2 ATP. Jadi, satu mol glukosa yang mengalami proses respirasi dihasilkan total 38 ATP.

Akibat kekurangan oksigen

Oksigen sangat penting untuk kelangsungan hidup kita. Tanpa oksigen, kita takkan pernah hidup. Bagaimanakah tubuh berekasi terhadap tingkat oksigen yang rendah. Berikut penjelasannya

Pingsan
 Prosesnya berlangsung cepat. Mula-mula wajah korban pucat, tubuhnya terasa lemas, lalu tiba-tiba saja ambruk tidak sadarkan diri. Pingsan terjadi karena otak kekurangan pasokan oksigen. Penyebabnya cukup banyak. Bisa karena tubuh terlalu lelah. Terlalu lama beristirahat dengan posisi tidur lalu mendadak berdiri untuk melakukan aktifitas juga bisa mengundang pingsan. Karena pada saat itu tubuh masih lemah dan organ-organ yang bekerja menjaga keseimbangan tubuh belum berfungsi sempurna. Faktor ketegangan emosi dan mengenakan pakaian ketat yang menekan leher juga bisa mengakibatkan pingsan karena aliran darah ke otak berkurang sementara darahlah yang bertugas mengantarkan oksigen dan nutrisi keseluruh jaringan tubuh termasuk otak.

Stroke
Secara terus menerus sel-sel otak memerlukan oksigen dan nutrisi untuk bisa bertahan hidup dan mejalankan fungsinya dengan baik. Bila sekali waktu pasokan oksigen dan nutrisi yang diangkut melalui darah menuju otak terhenti oleh suatu sebab, maka terjadilah stroke, yaitu kondisi dimana sel-sel otak mengalami kerusakan. Proses stroke berlangsung begitu cepat. Bila oksigen berhenti mengalir dalam waktu 3 atau 4 menit saja, kerusakan bias fatal. Semakin lama aliran oksigen terputus, tingkat kerusakan yang ditimbulkan semakin farah, stroke yang dideritapun akan semakin berat dan sulit dipulihkan. Kasus stroke harus ditangani dengan cepat dan tepat. Sedapat mungkin penderita stroke sudah ditangani tim medis ahli paling lambat 6 jam setelah kejadian. Masa 6 jam yang disebut golden period ini sangat menentukan peluang keberhasilan pemulihan pasien kelak.

Anemia
Anemia disebut penyakit kurang darah. Anemia terbagi pada beberapa jenis. Pada banyak kasus, anemia tejadi karena bukan disebabkan volume darah yang kurang tetapi karena kandungan oksigen didalam darah sedikit. Dalam darah terdapat komponen sel yang dinamakan haemoglobin. Fungsinya mengikat oksigen didalam darah untuk dialirkan keseluruh sel tubuh guna membantu proses pengolahan makanan menjadi tenaga.

Hypoxia
Keluhan yang ditimbulkan hypoxia pada setiap orang tidak sama. Tapi ada isyarat yang bisa dibaca sebagai pertanda gejala tubuh mulai kekurangan Oksigen, Antara lain :
• Sulit konsentrasi
• Mudah lelah, letih dan tidak bersemangat
• Daya tahan tubuh rendah
• Sering terserang nyeri dan pegal linu
• Rambut rontok
• Kegemukan
• Merasa kembung setelah makan
• Infeksi jamur
• Sinusitis
• Diare atau sembelit
• Tekanan darah tidak stabil

Kematian.
Kerusakan otak secara permanen akan mulai setelah 4 menit tidak mendapatkan oksigen dan diikuti oleh kematian beberapa menit kemudian. Kurang lebih lama hidup otak tanpa oksigen hanya 4-6 menit.

Daftar pustaka

Voet, D.J., Voet, J.G. dan Pratt, C.W. 2008. Principles
of Biochemistry. United States: John Willey &
Sons, Inc
H. Rahmatan dkk. 2012.PENGETAHUAN AWAL CALON GURU BIOLOGI TENTANG KONSEP
KATABOLISME KARBOHIDRAT (RESPIRASI SELULER).JPII 1 (1) (2012) 91-97.

PENCEMARAN UDARA

PENCEMARAN UDARA

OLEH: KEVIN REINIER


Abstrak:

Menghangatnya isu pemanasan global ini, mengingat timbulnya dampak yang sangat besar terhadap kehidupan di dunia yang diduga menjadi penyebab terjadinya perubahan iklim dunia dengan berbagai akibat yang ditimbulkannya. Pemanasan global suatu fenomena global yang dipicu oleh kegiatan manusia terutama yang berkaitan dengan penggunaan bahan fosil dan kegiatan alih guna lahan. Kegiatan ini menghasilkan gas-gas yang semakin lama semakin banyak jumlahnya di atmosfer, terutama gas karbon dioksida (CO2). Gas CO2 ini yang menjadi biang keladi dari terjadinya pemanasan global melalui proses yang disebut efek rumah kaca.


Kata Kunci: Pencemaran Udara, Efek Rumah kaca, Pemanasan Global

ISI:


      Kimia merupakan disiplin ilmu yang mempelajari sifat, komposisi, dan transformasi materi. setiap materi memiliki sifat tersendiri yang khas, memiliki komposisi yang unikdan memiliki spesifikasi transformasi menjadi bentuk lain nya. (kimia industri dan teknologi hijau)

    Menurut WHO (2012), pencemaran udara merupakan pencemaran ligkungan indoor atau outdoor dengan bahan kimia, agen fisik, atau biologis yang merubah karakteristik atmosfer.
peralatan rumah tangga (seperti kompor gas, AC, Kulkas), kendaraan bermotor, fasilitas industri dan kebakaran hutan merupakan sumber umum dari pencemaran udara.

Menurut Prof. Dr. Rukaesih Achmad, M.Si.
Banyak orang kurang menyadari akan telah terjadinya pencemaran udara, padahal sekitar 15% kematian disebabkan pencemaran udara. Pencemaran udara di kota-kota besar seperti Jakarta telah cukup memprihatinkan. Jakarta sebagai kota metropolitan dibebani oleh kegiatan transportasi yang cukup padat yang memberi sumbangan bahan pencemar udara yang cukup signifikan, demikian halnya untuk kota-kota besar lainnya

1. Efek Rumah Kaca
Sebagian matahari yang dapat mencapai bumi yaitu radiasi dengan panjang gelombang panjang, yaitu sinar infra merah (14.000 24.000 mm) menembus masuk atap dan dinding rumah kaca. Di dalam rumah kaca sinar ini dipantulkan oleh benda-benda yang ada di rumah kaca, tetapi tertahan P 1.4 Kimia Lingkungan  oleh atap atau dinding kaca. Oleh karena itu, udara di dalam rumah kaca suhunya meningkat, lebih tinggi dari pada suhu di luar rumah kaca. Meningkatnya suhu di dalam rumah kaca ini disebut efek rumah kaca (green house effect). Efek rumah kaca ini bisa juga terjadi di dalam ruangan rumah dengan jendela kaca lebar atau terkena sinar matahari atau di dalam mobil dengan jendela tertutup apabila diparkir di tempat yang panas. Di alam terbuka, di atas permukaan bumi efek rumah kaca juga bisa terjadi, dapat diterangkan sebagai berikut. Energi matahari yang masuk ke bumi mengalami: 1. 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer. 2. 25% diserap awan. 3. 45% diabsorpsi permukaan bumi. 4. 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi. Energi yang diabsorpsi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun, sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas-gas lainnya untuk dikembalikan ke permukaan bumi.


Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca sesuai dengan kesepakatan Protokol Kyoto adalah sebagai berikut.
1. gas Metana (CH4).
2. gas Nitrooksida (N2O).
3. gas Perfluorocarbon (PFC).
4. gas Hidrofluorocarbon (HFC).
5. gas Sulfurheksafluorida (SF6).

Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca dan disebut gas rumah kaca. Dalam tabel di bawah ini tampak kontribusi gas-gas tersebut pada efek rumah kaca yang akhirnya akan menimbulkan kontribusi terhadap terjadinya pemanasan global (global warming).

2. Pemanasan Global
     Pemanasan global sesungguhnya merupakan gejala naiknya suhu di seluruh permukaan bumi yang terjadi di seluruh dunia yang diduga disebabkan oleh naiknya intensitas efek rumah kaca. Dalam agenda Rio Summit 1992, isu meningkatnya efek rumah kaca sebagai penyebab dari terjadinya pemanasan global masih terus diperdebatkan. Pada tahun 1997, masyarakat dunia melanjutkan fenomena tersebut yang dikenal dengan Protokol Kyoto, yaitu Konvensi Perubahan Iklim. Protokol Kyoto adalah sebuah instrumen hukum (legal instrument) yang dirancang untuk mengimplementasikan Konvensi Perubahan Iklim yang bertujuan untuk menstabilkan konsentrasi gas rumah kaca agar tidak mengganggu sistem iklim di bumi
     Efektivitas Protokol Kyoto yang mensyaratkan agar diratifikasi oleh paling sedikit 55 negara menunjukkan bahwa protokol ini memerlukan partisipasi banyak negara, termasuk negara-negara berkembang. Konvensi 1.8 Kimia Lingkungan  mensyaratkan agar negara-negara maju sebagi pengemisi utama gas rumah kaca harus menurunkan 55% emisinya. Seperti telah dikemukakan sebelumnya bahwa terdapat hampir 20 jenis gas yang berkontribusi dalam peningkatan suhu di bumi dan gas CO2 merupakan penyebab utamanya. Suatu studi yang dilakukan National Academy of Science tahun 1979 meramalkan bila konsentrasi gas CO2 meningkat dua kali di atmosfer akan menyebabkan kenaikan suhu bumi antara 1,5 sampai 4,5 derajat Celcius

3. Dampak pemanasan Global

Istilah  pemanasan  global,  mungkin  masih  asing  bagi  masyarakat  yang jauh  dari  pusat  informasi.  Namun,  mau  tidak  mau  masyarakat  harus mengenal  dan  mengetahui  tentang  pemanasan  global,  mengapa?  Karena dampak  yang  ditimbulkan  sangat  berpengaruh  terhadap  kehidupan manusia. Apabila  para  peneliti  dan  ilmuwan  mengungkapkan  secara  gamblang tentang  pemanasan  global  maka  kita  akan  mengetahui  begitu dahsyatnya  efek  pemanasan  global  dalam  jangka  panjang.  Mungkin Indonesia  akan  kehilangan  beberapa  pulau  atau  bahkan  kemungkinan Indonesia  akan  tenggelam.  Kita  tahu  bahwa  Indonesia  merupakan negara  kepulauan.  Dengan  naiknya  permukaan  air  laut  karena  dampak pemanasan  global  maka  satu  persatu  pulau  di  Indonesia  akan tenggelam.  Dari  hasil  pendataan  Departemen  Kelautan  dan  Perikanan (DKP),  selama  dua  tahun  terakhir  ini  ada  24  pulau  yang  tenggelam karena  penggalian  pasir,  abrasi  dan  perubahan  alam.  Diperkirakan sekitar  2000  pulau  akan  tenggelam  pada  tahun  2030-2050  karena pemanasan global. (Dikutip dari:  Gatut  Susanta  & Hari Sutjahyo, 2007) Bagaimana  perasaan  Anda  setelah  membaca  artikel  tersebut?  Sungguh mengerikan. Pemanasan  global  merupakan  isu  lingkungan  hidup  yang  mengakibatkan perubahan  iklim  global  yang  mengerikan,  mulai  populer  setelah  PBB membentuk  IPCC  (Intergovermental  Panel  on  Climate  Change)  pada  tahun 1988. IPCC  adalah  sebuah  panel  ilmiah  yang  terdiri dari  para  ahli  klimatologi untuk  mengkaji  perubahan  iklim,  walau  perubahan  iklim  akan  berdampak jangka  panjang  antara  50100 tahun. Dengan  menggunakan  model  komputer  dari  temperatur  dan  sirkulasi atmosfer  untuk  mempelajari  pemanasan  global,  pada  saat  ini  telah mendapatkan  beberapa  perkiraan  mengenai  dampak  pemanasan  global. Dampak  tersebut, antara lain  berikut ini. 
1.  Pengaruh terhadap cuaca.
2.  Kenaikan permukaan  laut. 
3.  Pengaruh terhadap pertanian. 
4.  Pengaruh terhadap hewan dan tumbuhan. 
5.  Pengaruh terhadap kesehatan manusia. 








Daftar Pustaka:
http://repository.ut.ac.id
Kimia, Industri dan Teknologi Hijau, oleh Atep Afia Hidayat dan Muhammad Kholil.  Penerbit:Pantona Media