.

Tampilkan postingan dengan label @G19-kevin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @G19-kevin. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

PENERAPAN TEKNOLOGI HIJAU DALAM KEHIDUPAN

PENERAPAN TEKNOLOGI HIJAU DALAM KEHIDUPAN

Oleh : Kevin Reinier (@G19-kevin, @ProyekC09) 



Abstrak

Teknologi” lebih bermakna sebagai penerapan pengetahuan untuk tujuan praktis. Sedangkan “teknologi hijau” adalah teknik untuk menghasilkan energi dan/atau produk yang tidak mencemari atau meracuni lingkungan hidup. Teknologi hijau masih terus dikembangkan hingga saat ini.
Untuk masa datang, “teknologi hijau” merupakan suatu bidang yang akan melahirkan banyak inovasi dan perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Boleh dikatakan perkembangan teknologi hijau ini dapat disejajarkan dengan ledakan “teknologi informasi” selama dua dekade terakhir ini.

Kata Kunci: Teknologi Hijau, penerapan teknologi hijau, kimia hijau


ISI

Teknologi hijau merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian atau keberlanjutan kehidupan di planet bumi ini. Kelestarian atau keberlanjutan (sustainabilitas) yang dapat diartikan sebagai perihal pemenuhan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan di masa depan tanpa merusak sumber daya alam, atau pemenuhan kebutuhan saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

Beberapa teknik untuk pencapaian sustainabilitas tersebut, yang telah banyak dikenal, antara lain :

- Produk Daur Ulang yaitu penciptaan (siklus) produk-produk manufaktur yang sepenuhnya dapat direklamasi atau digunakan kembali.

- Inovasi teknologi hijau merupakan pengembangan teknologi alternatif baik berupa bahan bakar fosil atau bahan kimia hasil dari budidaya tanaman – yang telah terbukti tidak merusak kesehatan dan lingkungan hidup


Bidang-bidang Teknologi Hijau

Studi tentang teknologi hijau yang masih terus dikembangkan dan merupakan kecenderungan teknologi di masa datang, antara lain mencakup bidang-bidang, a.l: Energi terbarukan (renewable energy); Bangunan hijau/ramah lingkungan (green building); Kimia hijau (green chemistry) dan Teknologi Nano Hijau (green nanotechnology).

Renewable Energy
Mengingat keterbatasan sumber energi berbahan baku fosil (minyak, gas dan batubara), maka energi menjadi masalah yang paling mendesak dalam bidang teknologi hijau, termasuk didalamnya pengembangan bahan bakar alternatif atau energi terbarukan yang efisien.


Green Building
Bangunan hijau (green building) juga mendapat perhatian penting di bidang teknologi hijau, segala sesuatu yang berkaitan dengan pembangunan rumah atau infrastruktur yang ramah lingkungan. Penerapannya mulai sejak pemilihan bahan bangunan hingga lokasi tempat bangunan akan didirikan diharapkan telah mempertimbangan kelestarian lingkungan hidup.




Green Chemistry
Hampir seluruh produk untuk keperluan sehari-hari adalah produk kimiawi. Oleh karena itu kimia hijau (green chemistry) mulai mendapat perhatian berbagai negara maju dalam hal penemuan, rancangan dan aplikasi produknya termasuk proses yang dijaga dari penggunaan bahan beracun atau zat yang berbahaya bagi kehidupan.


Green Nanotechnology
Yang paling terkini adalah studi tentang Green nanotechnology (teknologi nano hijau) yang melibatkan manipulasi bahan pada skala nanometer (satu miliar meter). Beberapa ilmuwan percaya bahwa penguasaan subjek ini di masa datang akan mengubah cara bagaimana segala sesuatu di dunia ini dibuat. “Green nanoteknologi” adalah penerapan kimia hijau tingkat lanjut dengan prinsip-prinsip rekayasa teknologi yang ramah lingkungan.



Daftar Pustaka:
Modul Perkuliahan: kimia dan penhetahuan Industri

Efisiensi dan Efektivitas dalam Implementasi Industri Hijau

Efisiensi dan Efektivitas dalam Implementasi Industri Hijau

Oleh : Kevin Reinier (@G19-kevin, @ProyekC08) 

Abstrak 
Definisi industri hijau, industri yang berkelanjutan atau definisi yang lebih luas 
seperti Green Development atau Green Economy seringkali diangkat dari sudut 
pandang yang beragam sehingga terminologi tersebut saat ini dapat memiliki 
dimensi yang luas. Konsep industri hijau tidak hanya terkait dengan pembangunan 
industri yang ramah lingkungan tetapi juga berhubungan dengan penerapan 
sistem industri yang terintegrasi, holistik dan efisien. Pemikiran tentang konsep 
industri hijau juga memunculkan berbagai kajian, termasuk dalam manufaktur 
sehingga dikenal istilah sistem manufaktur yang berkelanjutan atau sustainable 
manufacturing. NACFAM-USA mendefinisikan sustainable manufacturing sebagai 
“penciptaan produk manufaktur yang bebas polusi, menghemat energi dan 
sumberdaya alam, serta ekonomis dan aman bagi karyawan, masyarakat dan 
pelanggan

Kata kunci: Industri Hijau, Kimia Hijau, implementasi Industri Hijau


ISI
Di dalam Konsep Hijau secara luas, infrastruktur, desain dan sistem dibuat sedekat 
mungkin dengan karakteristik ekosistem, dimana energi dimanfaatkan secara efisien 
dan materi, alat atau bahan baku dimanfaatkan dari satu
entitas ke entitas yang lain dalam sistem siklus yang terbarukan (renewable inputs) 
serta ikut serta dalam mensejahterakan masyarakat. Berikut adalah prinsip-prinsip 
yang dikembangkan dalam penerapan Konsep Hijau secara luas:

1. Efisiensi energi dan energi terbarukan
Di dalam ekosistem dan metabolisme organisme, energi dimanfaatkan secara 
fisik. Energi yang terlepas dalam bentuk kalor dimanfaatkan sebagai sumber 
energi panas bagi subsistem lain di dalam sistem, atau diserap oleh sistem lain. 
Panas yang diserap oleh sistem selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai 
keperluan. Konsep Hijau dilakukan dengan memanfaatkan energi terbarukan 
yang tersedia di alam. Selanjutnya pemanfaatan energi terbarukan yang semakin 
banyak akan mendorong pengurangan penggunaan bahan bakar fosil. Sumber 
energi terbarukan yang ada di alam yang paling utama dan berlimpah adalah 
energi yang disediakan oleh sinar matahari. Sumber energi terbarukan lainnya 
meliputi angin, energi potensial air, panas bumi dan biomassa.

2. Efisiensi pemanfaatan sumber daya
Di dalam konsep hijau, sumber daya yang pada umumnya tersedia dalam jumlah 
terbatas harus dimanfaatkan secara efisien. Teknologi Hijau adalah teknologi 
yang dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya sehingga
mengurangi limbah yang dihasilkan atau yang dikenal sebagai zero-waste.
Konsep zero-waste production tidak hanya berhubungan dengan efisiensi 
pemanfaatan sumber daya, tetapi juga dengan penerapan siklus materi di 
dalam 
sistem. Limbah yang dihasilkan oleh satu subsistem harus dapat dijadikan 
sebagai sumber daya bagi subsistem lainnya. Konsep seperti Recycle dan 
Reuse adalah penerapan dari siklus materi dan efisiensi pemanfaatan 
sumber daya dalam Konsep Hijau.

3. Keterkaitan sistem alam – manusia
Green development tidak dapat dilepaskan dari pembangunan masyarakat. 
Konsep Sistem Ekologi Sosial (SES) memperhatikan masyarakat sebagai 
bagian yang tidak terpisahkan dari sistem alam (ekosistem). Alam 
memberikan sumberdaya bagi manusia, tetapi manusia juga memberikan 
masukan bagi siklus materi di dalam ekosistem. Pembangunan 
berwawasan lingkungan yang tidak mengindahkan masyarakat memiliki 
tendensi untuk gagal dan berpotensi menimbulkan masalah atau bahkan 
dapat berpotensi menimbulkan bencana. Masyarakat dapat merusak 
lingkungan melalui pemanfaatan eksploitatif, tetapi juga dapat berperan 
dalam memelihara lingkungan melalui sistem pengelolaan yang 
berkelanjutan. Konsep Hijau harus turut serta dalam mengedepankan 
pemberdayaan masyarakat sekitar sebagai bagian dari pembangunan 
yang ramah lingkungan.

4. Green Industrial Park
Daerah Kalundborg di Denmark merupakan salah satu daerah yang telah 
menerapkan konsep Eco-Industrial Park yang terintegrasi dengan 
pemukiman dan perkotaan. Di Kalundborg, berbagai industri seperti 
farmasi, penyulingan minyak, pengolahan limbah pertanian, dan 
permunian air saling terintegrasi dengan memanfaatkan energi dari Power 
Station yang memanfaatkan bahan baku batubara disamping penggunaan 
energi terbarukan lain. Di kota ini, masyarakat dapat berenang di danau 
yang mengandung air luaran dari pabrik (yang tentunya telah diolah lebih 
dahulu) dan minum dari air kran hasil pengolahan air dalam sistem eko￾industrinya. Innovista Industrial Park di kota Hinnon, Kanada juga 
membangun pemukiman dan komplek industri berwawasan Hijau dengan 
membangun bangunan hijau, mempertahankan jalur hijau dan taman kota di 
sebagian besar kawasan, hingga mendesain tata letak pabrik agar asap 
pabriknya dapat diserap oleh hutan kota di sekitarnya.

Definisi
Sebagaimana diuraikan di muka, cara pandang tentang permasalahan 
perlestarian lingkungan hidup oleh industri sangat beragam, akibatnya definisi 
industri hijau juga menjadi bervariasi. Untuk memperbaharui konsep-konsep 
tentang industri, Kementerian Perindustrian mengajukan Rancangan Undang￾Undang (RUU) tentang Perindustrian dimana didalamnya didefinisikan “Industri 
Hijau adalah industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya 
efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan 
sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian 
fungsi lingkungan hidup serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat.”
Sebagai tindak lanjut operasional, Kementerian Perindustrian menyusun konsep 
industri hijau dalam Permenperind No. 05/M-IND/PER/1/2011 dimana industri 
hijau didefinisikan sebagai industri berwawasan lingkungan yang 
menyelaraskan pertumbuhan dengan kelestarian lingkungan hidup, 
mengutamakan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumberdaya alam serta 
bermanfaat bagi masyarakat



Daftar Pustaka:

http://kemenperin.go.id/artikel/12667/Menperin-Terbitkan-Pedoman-Standar-Industri-Hijau

KIMIA HIJAU DAN APLIKASI NYA DALAM KEHIDUPAN

KIMIA HIJAU DAN APLIKASI NYA DALAM KEHIDUPAN

Oleh : Kevin Reinier (@G19-kevin, @ProyekC07)


Abstrak 
kimia hijau merupakan bidang kimia yang berfokus pada pencegahan polusi. Pada awal 1990-an, green chemistry mulai dikenal secara global setelah Environmental Protection Agency (EPA) mengeluarkan Pollution Prevention Act yang merupakan kebijakan nasional untuk mencegah atau mengurangi polusi. Green chemistry merupakan pendekatan untuk mengatasi masalah lingkungan baik itu dari segi bahan kimia yang dihasilkan, proses ataupun tahapan reaksi yang digunakan. Konsep ini menegaskan tentang suatu metode yang didasarkan pada pengurangan penggunaan dan pembuatan bahan kimia berbahaya baik itu dari sisi perancangan maupun proses. Bahaya bahan kimia yang dimaksudkan dalam konsep green chemistry ini meliputi berbagai ancaman terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, termasuk toksisitas, bahaya fisik, perubahan iklim global, dan penipisan sumber daya alam.

Kata Kunci: Kimia hijau, Aplikasi kimia hijau, green chemistry

ISI
Green chemistry merupakan pendekatan yang sangat efektif untuk mencegah terjadinya polusi karena dapat digunakan secara langsung oleh para ilmuwan dalam situasi sekarang. Konsep ini lebih memfokuskan pada cara pandang seorang peneliti untuk menempatkan aspek lingkungan pada prioritas utama. Area penelitian dalam bidang green chemistry ini meliputi pengembangan cara sintesis yang lebih ramah lingkungan, penggunaan bahan baku yang terbarukan, merancang bahan kimia yang green, serta penggunaan bioteknologi sebagai alternatif dalam industri (Sharma, 2008).
Anastas dan Warner (1998) mengusulkan konsep“The Twelve Principles of Green Chemistry” yang digunakan sebagai acuan oleh para peneliti untuk melakukan penelitian yang ramah lingkungan. Berikut adalah ke-12 prinsip kimia hijau yang diusulkan oleh Anastas dan Warner :
  1. Mencegah timbulnya limbah dalam proses
Lebih baik mencegah daripada menanggulangi atau membersihkan limbah yang timbul setelah proses sintesis, karena biaya untuk menanggulangi limbah sangat besar.
  1. Mendesain produk bahan kimia yang aman
Pengetahuan mengenai struktur kimia memungkinkan seorang kimiawan untuk mengkarakterisasi toksisitas dari suatu molekul serta mampu mendesain bahan kimia yang aman. Target utamanya adalah mencari nilai optimum agar produk bahan kimia memiliki kemampuan dan fungsi yang baik akan tetapi juga aman (toksisitas rendah). Caranya adalah dengan mengganti gugus fungsi atau dengan cara menurunkan nilai bioavailability. 
  1. Mendesain proses sintesis yang aman
Metode sintesis yang digunakan harus didesain dengan menggunakan dan menghasilkan bahan kimia yang tidak beracun terhadap manusia dan lingkungan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan dua cara yaitu meminimalkan paparan atau meminimalkan bahaya terhadap orang yang menggunakan bahan kimia tersebut.
  1. Menggunakan bahan baku yang dapat terbarukan
Penggunaan bahan baku yang dapat diperbarui lebih disarankan daripada menggunakan bahan baku yang tak terbarukan didasarkan pada alasan ekonomi. Bahan baku terbarukan biasanya berasal dari produk pertanian atau hasil alam, sedangkan bahan baku tak terbarukan berasal dari bahan bakar fosil seperti minyak bumi, gas alam, batu bara, dan bahan tambang lainnya.
  1. Menggunakan katalis
Penggunaan katalis memberikan selektifitas yang lebih baik, rendemen hasil yang meningkat, serta mampu mengurangi produk samping.Peran katalis sangat penting karena diperlukan untuk mengkonversi menjadi produk yang diinginkan.Dari sisi green chemistry penggunaan katalis berperan pada peningkatan selektifitas, mampu mengurangi penggunaan reagen, dan mampu meminimalkan penggunaan energi dalam suatu reaksi.
  1. Menghindari derivatisasi dan modifikasi sementara dalam reaksi kimia
Derivatisasi yang tidak diperlukan seperti penggunaan gugus pelindung, proteksi/deproteksi, dan modifikasi sementara pada proses fisika ataupun kimia harus diminimalkan atau sebisa mungkin dihindari karena pada setiap tahapan derivatisasi memerlukan tambahan reagen yang nantinya memperbanyak limbah.
  1. Memaksimalkan atom ekonomi
Metode sintesis yang digunakan harus didesain untuk meningkatkan proporsi produk yang diinginkan dibandingkan dengan bahan dasar.Konsep atom ekonomi ini mengevaluasi sistem terdahulu yang hanya melihat rendemen hasil sebagai parameter untuk menentukan suatu reaksi efektif dan efisiens tanpa melihat seberapa besar limbah yang dihasilkan dari reaksi tersebut.Atom ekonomi disini digunakan untuk menilai proporsi produk yang dihasilkan dibandingkan dengan reaktan yang digunakan.Jika semua reaktan dapat dikonversi sepenuhnya menjadi produk, dapat dikatakan bahwa reaksi tersebut memiliki nilai atom ekonomi 100%. Berikut adalah persamaan untuk menghitung nilai atom ekonomi :
Atom ekonomi (%) = x100%
  1. Menggunakan pelarut yang aman
Penggunaan bahan kimia seperti pelarut, ekstraktan, atau bahan kimia tambahan yang lain harus dihindari penggunaannya. Apabila terpaksa harus digunakan, maka harus seminimal mungkin. Penggunaan pelarut memang sangat penting dalam proses sintesis, misalkan pada proses reaksi, rekristalisasi, sebagai fasa gerak pada kromatografi, dan lain-lain. Penggunaan yang berlebih akan mengakibatkan polusi yang akan mencemari lingkungan. Alternatif lain adalah dengan menggunakan beberapa tipe pelarut yang lebih ramah lingkungan seperti ionic liquids, flourous phase chemistry, supercritical carbon dioxide, dan“biosolvents”.Selain itu ada beberapa metode sintesis baru yang lebih aman seperti reaksi tanpa menggunakan pelarut ataupun reaksi dalam media air.
  1. Meningkatkan efisiensi energi dalam reaksi
Energi yang digunakan dalam suatu proses kimia harus mempertimbangkan efek terhadap lingkungan dan aspek ekonomi. Jika dimungkinkan reaksi kimia dilakukan dalam suhu ruang dan menggunakan tekanan.Penggunaan energi alternatif dan efisien dalam sintesis dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode baru diantaranya adalah dengan menggunakan radiasai gelombang mikro (microwave), ultrasonik dan fotokimia.
  1. Mendesain bahan kimia yang mudah terdegradasi
Bahan kimia harus didesain dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, oleh karena itu suatu bahan kimia harus mudah terdegradasi dan tidak terakumulasi di lingkungan.Seperti sintesis biodegradable plastik, bioderadable polimer, serta bahan kimia lainya.
  1. Penggunaan metode analisis secara langsung untuk mengurangi polusi
Metode analisis yang dilakukan secara real-time dapat mengurangi pembentukan produk samping yang tidak diinginkan.Ruang lingkup ini berfokus pada pengembangan metode dan teknologi analisis yang dapat mengurangi penggunaan bahan kimia yang berbahaya dalam prosesnya.
  1. Meminimalisasi potensi kecelakaan
Bahan kimia yang digunakan dalam reaksi kimia harus dipilih sedemikian rupa sehingga potensi kecelakaan yang dapat mengakibatkan masuknya bahan kimia ke lingkungan, ledakan dan api dapat dihindari.
Aplikasi penerapan ke-12 prinsip kimia hijau ini masih belum sepenuhnya dilakukan para kimiawan khususnya yang bergerak pada bidang sintesis dalam hal desain reaksi dan metode yang digunakan untuk mencegah seminimal mungkin terjadinya pencemaran lingkungan. Marilah kita mulai penelitian yang lebih berwawasan lingkungan dengan mempertimbangkan aspek green chemistry, agar generasi mendatang dapat hidup lebih baik.


Daftar Pustaka
Anastas, P.,dan Warner, J.C., 1998, Green Chemistry, Theory and Practice, Oxford University Press, Oxford.
Sharma, S.K., Chaudhary,A., dan Singh, R.V., 2008, Gray Chemistry Versus Green Chemistry: Challenges and Opportunities, Rasayan J.Chem., 1, 1, 68-92.
Balai penelitian teknologi alam

Pencemaran Air, Cara mengatasi dan Dampaknya Bagi Kehidupan

Pencemaran Air, Cara mengatasi dan Dampaknya Bagi Kehidupan



Oleh : Kevin Reinier (@G19-Kevin) 


Abstrak: 
Makhluk hidup di dunia ini semuanya memerlukan air untuk bertahan hidup. Peran air begitu penting bagi manusia karena sekitar 80% tubuh manusia terdiri dari air. Ada banyak sekali fungsi air bagi tubuh manusia salah satunya sebagai media transportasi. Salah satu ciri-ciri makhluk hidup adalah membutuhkan makanan atau nutrisi untuk bertahan hidup. Peran air disini adalah sebagai media transportasi yang mendistribusikan makanan ke seluruh tubuh makhluk hidup.

Kata kunci : Pencemaran air, sungai, limbah industri, pencemaran lingkungan. 

ISI 

Pengertian Pencemaran Air

Gambar Pencemaran Air
Gambar Pencemaran Air (wall.alphacoders.com)
Pencemaran air dapat didefinisikan dengan berbagai cara. Pada umumnya, pencemaran air berarti terdapat suatu zat yang tercampur didalam air dan menyebabkan masalah bagi hewan atau manusia.
Lautan, danau, sungai, dan perairan dalam lainnya secara alami dapat membersihkan sejumlah pencemaran air sehingga tidak membahayakan makhluk hidup. Jika Anda menuang secangkir tinta hitam ke sungai, tinta itu akan dengan cepat hilang karena volume sungai yang jauh lebih besar.
Tinta itu tetap ada di sungai, tapi dengan konsentrasi rendah sehingga Anda tidak dapat melihatnya. Pada tingkat yang rendah seperti itu, bahan kimia dalam tinta mungkin tidak akan menimbulkan masalah nyata.
Namun, jika Anda menuangkan galon tinta ke sungai setiap beberapa detik melalui pipa, sungai akan cepat menjadi hitam. Bahan kimia dalam tinta bisa sangat cepat berpengaruh pada kualitas air. Hal ini, pada gilirannya, dapat mempengaruhi kesehatan semua tanaman, hewan, dan manusia yang hidupnya bergantung pada sungai.

Penyebab Pencemaran Air

Pencemaran Air
Pencemaran Air (thinglink.com)
Sebagian besar pencemaran air tidak dimulai di air itu sendiri. Sebagai contoh samudera: sekitar 80 persen polutan yang memasuki lautan berasal dari daratan. Hampir semua aktivitas manusia dapat mempengaruhi kualitas lingkungan air kita.
Saat petani membuahi sawah, bahan kimia yang mereka gunakan secara bertahap dicuci oleh hujan ke air tanah atau perairan permukaan di dekatnya. Terkadang penyebab pencemaran air cukup mengejutkan.
Bahan kimia yang dilepaskan oleh cerobong asap (cerobong asap) bisa masuk ke atmosfer dan kemudian turun kembali ke bumi seperti hujan, masuk ke laut, sungai, dan danau dan menyebabkan pencemaran air.
Itu disebut deposisi atmosfer. Polusi air memiliki banyak penyebab yang berbeda dan ini adalah salah satu alasan mengapa ini adalah masalah yang sulit untuk dipecahkan.

1. Sampah

Pencemaran Air
Sampah (emaze.com)
Dengan miliaran orang di planet ini, cara membuang limbah dan sampah adalah masalah besar. Menurut tahun 2015 dan 2016 angka dari Organisasi Kesehatan Dunia, sekitar 663 juta orang (9 persen dari populasi dunia) tidak memiliki akses terhadap air minum yang aman.
Sementara 2,4 miliar (40 persen populasi dunia) tidak memiliki hak Sanitasi (fasilitas toilet higienis). Meskipun telah terjadi perbaikan besar dalam mengamankan akses terhadap air bersih, sedikit kemajuan telah dicapai dalam memperbaiki sanitasi global dalam dekade terakhir.
Pelepasan limbah mempengaruhi lingkungan sekitar masyarakat dan menyebabkan penyakit terkait air seperti diare yang membunuh 525.000 anak balita setiap tahunnya. Pada tahun 2002, Organisasi Kesehatan Dunia telah memperkirakan bahwa penyakit yang berkaitan dengan air dapat membunuh sebanyak 135 juta orang pada tahun 2020.

2. Kegiatan Pertanian

Pencemaran Air
Aktivitas Pertanian (colourbox.de)
Dengan perlakuan yang tepat dan penggunaan dalam jumlah sedang, limbah bisa menjadi pupuk. Sehingga bisa mengembalikan nutrisi penting ke dalam lingkungan, seperti nitrogen dan fosfor, yang dibutuhkan tanaman dan hewan untuk pertumbuhan.
Masalahnya, limbah seringkali dilepaskan dalam jumlah jauh lebih banyak daripada yang dibutuhkan oleh lingkungan alam. Pupuk kimia yang digunakan petani juga menambahkan nutrisi ke dalam tanah, yang mengalir ke sungai dan laut dan menambah efek pemupukan dari kotoran.
Kombinasi antara limbah dan pupuk dapat menyebabkan peningkatan besar dalam pertumbuhan alga atau plankton yang menguasai sebagian besar area lautan, danau, atau sungai. Ini dikenal sebagai ganggang yang berbahaya karena bisa mengubah air merah.
Hal ini berbahaya karena menghilangkan oksigen dari air yang membunuh bentuk kehidupan lainnya, yang menyebabkan apa yang dikenal sebagai zona mati. Teluk Meksiko memiliki salah satu zona mati paling spektakuler di dunia.

3. Limbah Pabrik

pencemaran air
Pencemaran Air Limbah Pabrik (reference.com)
Beberapa data statistik menunjukkan bahwa air dari limbah pabrik dapat menyebabkan pencemaran air. Sekitar setengah dari semua pencemaran yang terjadi di laut disebabkan oleh limbah cair dari hasil kegiatan industri.
Setiap tahun, dunia menghasilkan sekitar 5-10 miliar ton limbah industri, yang sebagian besar tidak diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke ke sungai, samudera, dan saluran air lainnya. Di Amerika Serikat saja, sekitar 400.000 pabrik mengambil air bersih dari sungai dan mencemari perairan di sekitar mereka.

Dampak Pencemaran Air

Dampak Pencemaran Air
Dampak Pencemaran Air (activistpost.com)
Beberapa orang percaya polusi adalah hasil aktivitas manusia yang tak terhindarkan: mereka berpendapat bahwa jika kita ingin memiliki pabrik, kota, kapal, mobil, minyak, dan resor pantai, beberapa tingkat polusi hampir pasti akan terjadi.
Dengan kata lain, polusi adalah kejahatan penting yang harus dilakukan orang jika mereka ingin membuat kemajuan. Untungnya, tidak semua orang setuju dengan pandangan ini. Salah satu alasan orang terbangun dengan masalah pencemaran adalah bahwa hal itu membawa biaya sendiri yang mengurangi keuntungan ekonomi yang terjadi akibat polusi.
Contohnya tumpahan minyak, misalnya. Mereka bisa terjadi jika kapal tanker terlalu buruk dibangun untuk bertahan dalam kecelakaan di laut. Namun, keuntungan ekonomi dari mengorbankan kualitas kapal tanker membawa biaya ekonomi saat terjadi tumpahan minyak.
Minyak dapat mencuci di pantai terdekat, merusak ekosistem, dan sangat mempengaruhi pariwisata. Masalah utamanya adalah orang-orang yang menanggung biaya tumpahan biasanya masyarakat kecil di pesisir pantai.
Bukan orang-orang yang penyebab masalah yang berasal dari tempat awal mula minyak itu berada atau orang-orang yang mengoperasikan kapal tanker.
Namun, boleh dibilang, setiap orang yang memasang bensin (bensin) ke mobil mereka atau menggunakan hampir semua jenis transportasi berbahan bakar minyak – memberi kontribusi pada masalah tersebut dengan cara tertentu.
Jadi tumpahan minyak menjadi masalah bagi semua orang, tidak hanya orang yang hidup di pesisir dan kapal tanker yang beroperasi. Limbah yang dibuang ke perairan pantai bisa dicuci di pantai dan menimbulkan bahaya kesehatan.

Cara Mengatasi Pencemaran Air

Solusi Pencemaran Air
Pendidikan (ceppa.wp.st-andrews.ac.uk)
Tidak ada cara mudah untuk mengatasi polusi air. Jika ada, itu tidak akan menjadi masalah. Secara umum, ada tiga hal berbeda yang dapat membantu mengatasi masalah – pendidikan, hukum, dan ekonomi – dan mereka bekerja sama sebagai sebuah tim.

Melalui Pendidikan

Membuat orang sadar akan masalahnya adalah langkah pertama untuk menyelesaikannya. Pada awal 1990-an, ketika peselancar di Inggris bosan menangkap penyakit dari air yang tercemar limbah, mereka membentuk sebuah kelompok yang disebut Surfers Against Sewage.

Peraturan Hukum

Salah satu masalah terbesar dengan pencemaran air adalah sifat lintas batasnya. Banyak sungai lintas negara, sementara lautan mengelilingi seluruh benua. Polusi yang dikeluarkan dari pabrik-pabrik di satu negara dengan standar lingkungan yang buruk dapat menyebabkan masalah di negara-negara tetangga.
Bahkan ketika mereka memiliki undang-undang yang lebih ketat dan standar yang lebih tinggi. Undang-undang lingkungan dapat membuat lebih sulit bagi orang untuk mencemari, namun agar benar-benar efektif mereka harus beroperasi melintasi perbatasan nasional dan internasional.
Inilah sebabnya mengapa kita memiliki undang-undang internasional yang mengatur lautan, seperti Konvensi PBB tentang Hukum Laut 1982 (ditandatangani oleh lebih dari 120 negara), Konvensi London (Dumping) 1972, Konvensi MARPOL tahun 1978 untuk Pencegahan Pencemaran dari Kapal, dan Konvensi OSPAR tahun 1998 untuk Perlindungan Lingkungan Laut Atlantik Utara.

Ekonomi

Sebagian besar ahli lingkungan sepakat bahwa cara terbaik untuk mengatasi polusi adalah melalui sesuatu yang disebut prinsip pencemar membayar. Ini berarti siapapun yang menyebabkan polusi harus membayar untuk membersihkannya, dengan cara apa pun.
Orang-orang yang menyebabkan pencemaran air harus membayar agar dapat beroperasi dalam segala macam cara. Misalnya pemilik kapal tanker harus mengambil asuransi yang menutupi biaya pembersihan tumpahan minyak.
Bisa juga berarti bahwa pembeli harus membayar tas belanjaan plastik mereka, seperti yang biasa terjadi di Irlandia, untuk mendorong daur ulang dan meminimalkan limbah. Atau bisa juga pabrik yang menggunakan sungai dan memiliki pipa masuk air di hilir pipa keluar alirannya.



Daftar Pustaka
rnal.batan.go.id/index.php/bl/article/view/785
http://dpmptsp.pemkomedan.go.id/userfiles/dpmptspmedan/file_download/files/PERATURAN/LINGKUNGANHIDUP/2.%20%20PP%20Nomor%2082%20tahun%202001%20tentang%20Pengelolaan%20kualitas%20air%20dan%20%20pengendalian%20pencemaran%20air.pdf

Sabtu, 10 Februari 2018

PENCEMARAN UDARA

PENCEMARAN UDARA

OLEH: KEVIN REINIER


Abstrak:

Menghangatnya isu pemanasan global ini, mengingat timbulnya dampak yang sangat besar terhadap kehidupan di dunia yang diduga menjadi penyebab terjadinya perubahan iklim dunia dengan berbagai akibat yang ditimbulkannya. Pemanasan global suatu fenomena global yang dipicu oleh kegiatan manusia terutama yang berkaitan dengan penggunaan bahan fosil dan kegiatan alih guna lahan. Kegiatan ini menghasilkan gas-gas yang semakin lama semakin banyak jumlahnya di atmosfer, terutama gas karbon dioksida (CO2). Gas CO2 ini yang menjadi biang keladi dari terjadinya pemanasan global melalui proses yang disebut efek rumah kaca.


Kata Kunci: Pencemaran Udara, Efek Rumah kaca, Pemanasan Global

ISI:


      Kimia merupakan disiplin ilmu yang mempelajari sifat, komposisi, dan transformasi materi. setiap materi memiliki sifat tersendiri yang khas, memiliki komposisi yang unikdan memiliki spesifikasi transformasi menjadi bentuk lain nya. (kimia industri dan teknologi hijau)

    Menurut WHO (2012), pencemaran udara merupakan pencemaran ligkungan indoor atau outdoor dengan bahan kimia, agen fisik, atau biologis yang merubah karakteristik atmosfer.
peralatan rumah tangga (seperti kompor gas, AC, Kulkas), kendaraan bermotor, fasilitas industri dan kebakaran hutan merupakan sumber umum dari pencemaran udara.

Menurut Prof. Dr. Rukaesih Achmad, M.Si.
Banyak orang kurang menyadari akan telah terjadinya pencemaran udara, padahal sekitar 15% kematian disebabkan pencemaran udara. Pencemaran udara di kota-kota besar seperti Jakarta telah cukup memprihatinkan. Jakarta sebagai kota metropolitan dibebani oleh kegiatan transportasi yang cukup padat yang memberi sumbangan bahan pencemar udara yang cukup signifikan, demikian halnya untuk kota-kota besar lainnya

1. Efek Rumah Kaca
Sebagian matahari yang dapat mencapai bumi yaitu radiasi dengan panjang gelombang panjang, yaitu sinar infra merah (14.000 24.000 mm) menembus masuk atap dan dinding rumah kaca. Di dalam rumah kaca sinar ini dipantulkan oleh benda-benda yang ada di rumah kaca, tetapi tertahan P 1.4 Kimia Lingkungan  oleh atap atau dinding kaca. Oleh karena itu, udara di dalam rumah kaca suhunya meningkat, lebih tinggi dari pada suhu di luar rumah kaca. Meningkatnya suhu di dalam rumah kaca ini disebut efek rumah kaca (green house effect). Efek rumah kaca ini bisa juga terjadi di dalam ruangan rumah dengan jendela kaca lebar atau terkena sinar matahari atau di dalam mobil dengan jendela tertutup apabila diparkir di tempat yang panas. Di alam terbuka, di atas permukaan bumi efek rumah kaca juga bisa terjadi, dapat diterangkan sebagai berikut. Energi matahari yang masuk ke bumi mengalami: 1. 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer. 2. 25% diserap awan. 3. 45% diabsorpsi permukaan bumi. 4. 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi. Energi yang diabsorpsi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun, sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas-gas lainnya untuk dikembalikan ke permukaan bumi.


Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca sesuai dengan kesepakatan Protokol Kyoto adalah sebagai berikut.
1. gas Metana (CH4).
2. gas Nitrooksida (N2O).
3. gas Perfluorocarbon (PFC).
4. gas Hidrofluorocarbon (HFC).
5. gas Sulfurheksafluorida (SF6).

Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca dan disebut gas rumah kaca. Dalam tabel di bawah ini tampak kontribusi gas-gas tersebut pada efek rumah kaca yang akhirnya akan menimbulkan kontribusi terhadap terjadinya pemanasan global (global warming).

2. Pemanasan Global
     Pemanasan global sesungguhnya merupakan gejala naiknya suhu di seluruh permukaan bumi yang terjadi di seluruh dunia yang diduga disebabkan oleh naiknya intensitas efek rumah kaca. Dalam agenda Rio Summit 1992, isu meningkatnya efek rumah kaca sebagai penyebab dari terjadinya pemanasan global masih terus diperdebatkan. Pada tahun 1997, masyarakat dunia melanjutkan fenomena tersebut yang dikenal dengan Protokol Kyoto, yaitu Konvensi Perubahan Iklim. Protokol Kyoto adalah sebuah instrumen hukum (legal instrument) yang dirancang untuk mengimplementasikan Konvensi Perubahan Iklim yang bertujuan untuk menstabilkan konsentrasi gas rumah kaca agar tidak mengganggu sistem iklim di bumi
     Efektivitas Protokol Kyoto yang mensyaratkan agar diratifikasi oleh paling sedikit 55 negara menunjukkan bahwa protokol ini memerlukan partisipasi banyak negara, termasuk negara-negara berkembang. Konvensi 1.8 Kimia Lingkungan  mensyaratkan agar negara-negara maju sebagi pengemisi utama gas rumah kaca harus menurunkan 55% emisinya. Seperti telah dikemukakan sebelumnya bahwa terdapat hampir 20 jenis gas yang berkontribusi dalam peningkatan suhu di bumi dan gas CO2 merupakan penyebab utamanya. Suatu studi yang dilakukan National Academy of Science tahun 1979 meramalkan bila konsentrasi gas CO2 meningkat dua kali di atmosfer akan menyebabkan kenaikan suhu bumi antara 1,5 sampai 4,5 derajat Celcius

3. Dampak pemanasan Global

Istilah  pemanasan  global,  mungkin  masih  asing  bagi  masyarakat  yang jauh  dari  pusat  informasi.  Namun,  mau  tidak  mau  masyarakat  harus mengenal  dan  mengetahui  tentang  pemanasan  global,  mengapa?  Karena dampak  yang  ditimbulkan  sangat  berpengaruh  terhadap  kehidupan manusia. Apabila  para  peneliti  dan  ilmuwan  mengungkapkan  secara  gamblang tentang  pemanasan  global  maka  kita  akan  mengetahui  begitu dahsyatnya  efek  pemanasan  global  dalam  jangka  panjang.  Mungkin Indonesia  akan  kehilangan  beberapa  pulau  atau  bahkan  kemungkinan Indonesia  akan  tenggelam.  Kita  tahu  bahwa  Indonesia  merupakan negara  kepulauan.  Dengan  naiknya  permukaan  air  laut  karena  dampak pemanasan  global  maka  satu  persatu  pulau  di  Indonesia  akan tenggelam.  Dari  hasil  pendataan  Departemen  Kelautan  dan  Perikanan (DKP),  selama  dua  tahun  terakhir  ini  ada  24  pulau  yang  tenggelam karena  penggalian  pasir,  abrasi  dan  perubahan  alam.  Diperkirakan sekitar  2000  pulau  akan  tenggelam  pada  tahun  2030-2050  karena pemanasan global. (Dikutip dari:  Gatut  Susanta  & Hari Sutjahyo, 2007) Bagaimana  perasaan  Anda  setelah  membaca  artikel  tersebut?  Sungguh mengerikan. Pemanasan  global  merupakan  isu  lingkungan  hidup  yang  mengakibatkan perubahan  iklim  global  yang  mengerikan,  mulai  populer  setelah  PBB membentuk  IPCC  (Intergovermental  Panel  on  Climate  Change)  pada  tahun 1988. IPCC  adalah  sebuah  panel  ilmiah  yang  terdiri dari  para  ahli  klimatologi untuk  mengkaji  perubahan  iklim,  walau  perubahan  iklim  akan  berdampak jangka  panjang  antara  50100 tahun. Dengan  menggunakan  model  komputer  dari  temperatur  dan  sirkulasi atmosfer  untuk  mempelajari  pemanasan  global,  pada  saat  ini  telah mendapatkan  beberapa  perkiraan  mengenai  dampak  pemanasan  global. Dampak  tersebut, antara lain  berikut ini. 
1.  Pengaruh terhadap cuaca.
2.  Kenaikan permukaan  laut. 
3.  Pengaruh terhadap pertanian. 
4.  Pengaruh terhadap hewan dan tumbuhan. 
5.  Pengaruh terhadap kesehatan manusia. 








Daftar Pustaka:
http://repository.ut.ac.id
Kimia, Industri dan Teknologi Hijau, oleh Atep Afia Hidayat dan Muhammad Kholil.  Penerbit:Pantona Media

MACAM-MACAM PENCEMARAN LINGKUNGAN

MACAM-MACAM PENCEMARAN LINGKUNGAN
Oleh: Kevin Reinier






ABSTRAK 

Masalah  lingkungan  yang  kita  hadapi  dari  tahun  ke  tahun  semakin meningkat  baik  yang  berasal  dari  pencemaran  air  maupun  pencemaran udara.  Hal  ini  bukan  hanya  disebabkan  oleh  kegiatan  industrinya,  tetapi  juga oleh  aktivitas  manusia  dalam  rumah  tangga. Banyak  orang  kurang  menyadari  akan  telah  terjadinya  pencemaran udara,  padahal  sekitar  15%  kematian  disebabkan  pencemaran  udara. Pencemaran  udara  di  kota-kota  besar  seperti  Jakarta  telah  cukup memprihatinkan.  Jakarta  sebagai  kota  metropolitan  dibebani  oleh  kegiatan transportasi  yang  cukup  padat  yang  memberi  sumbangan  bahan  pencemar udara yang cukup signifikan,  demikian halnya untuk kota-kota  besar  lainnya.

Kata Kunci: pencemaran lingkungan, pencemaran, isu lingkungan Global

ISI


Pencemaran lingkungan merupakan salah satu masalah utama pada zaman sekarang, maraknya pencemaran mempengaruhi banyak terhadap produktivitas dari bumi itu sendiri. Karena efek dari pencemaran alam sendiri sangat lah berbahaya bukan hanya untuk keselamatan bumi bahkan juga keselamatan umat manusia. Banyak pencemaran yang marak dalam kehidupan sehari-hari yang kita temui seperti pencemaran udara, air, tanah. Semua dari pencemaran tersebut terjadi karena beberapa faktor. Faktor penyebab dari pencemaran itu sendiri sangatlah banyak salah satunya merupakan dari proses alam, manusia, dan faktor yang lain. Dari beberapa faktor tersebut penyebab paling besar dari pencemaran lingkungan merupakan ulah manusia sendiri yang kurang memperhatikan keberlangsungan kehidupan alam. Saat ini maraknya pencemaran yang sekarang sudah mulai sulit dikendalikan utamanya setalah adanya revolusi perindustrian. Akibatkan banyak sekali pabrik yang dibangun dan menyebabkan berbagai macam pencemaran atau polusi.

MACAM MACAM PENCEMARAN LINGKUNGAN:
Dibawah ini merupakan jenis-jenis dari pencemaran lingkungan yang serign terjadi dan marak dalam kehidupan sehari-hari.

1. Pencemaran Air

Pencemaran Lingkungan
Pixabay.com
Pencemaran air merupakan kerusakan yang terjadi pada air yang disebabkan adanya perubahan kandungan dalam air baik itu di danau, sungai maupun laut.
Perubahan kondisi air tersebut mempengaruhi tingkat zat air yang menjadikan kondisi air tersebut melewati batas air yang layak untuk digunakan.
Pencemaran air ini banyak disebabkan oleh adanya zat kimia maupun polutan yang masuk ke dalam air.

2. Pencemaran Tanah

pencemaran lingkungan
beritagar.id
Ini juga adalah salah satu pencemaran yang sering berada di lingkungan kita. Salah satunya adalah sampah, penggunaan sampah yang berlebihan yang tidak bisa di daur ulang adalah salah satu contoh besar pencemaran lingkungan di tanah.
Kurang adanya pengelolaan yang kurang baik mengakibatkan banyaknya sampah yang menumpuk dan membeludak. Selain membuat tanah menjadi tercemar karena zatnya, sampah juga bisa mengakibatkan penumukan zat kimia yang bisa mengakibatkan kebocoran limbah kimia yang bisa membahayakan manusia.
Pencemaran tanah ini sangatlah berakibat fatal bukan hanya manusia bahkan juga seluruh mahluk hidup.
Karena tanah merupakan salah satu komposisi dari siklus hujan, jika tanah sudah terkontaminasi dengan zat kimia yang berbahaya bisa mengakibatkan pencemaran air, kemudian menguap ke udara dan bisa menjadikan hujan asam yang dapat membahayakan serta menambah pencemaran yang lain lagi.
Siklus tersebut akan berulang-ulang terus dan semakin memperburuk keadaan lingkungan.
Bahan pencemar tanah di bagi menjadi dua macam, berikut ini penjelasanya :
  • Polutan yang dapat diuraukan oleh alam seperti : kayu, bahan sisa makanan, dan juga sampah dedaunan.
  • Polutan yang tidak dapat di uraikan oleh alam : logam berat, plastik, kaleng, dan masih banyak lagi yang lainya.

3. Pencemaran Udara

Polusi udara adalah salah satu pencemaran yang paling parah dan mengakibatkan banyak korban. Pencemaran lingkungan yang satu ini memiliki banyak penyebab salah satunya merupakan pembakaran hutan secara ilegal dan juga asap kendaraan maupun asap pabrik.
Beberapa polutan dari Pencemaran udara meliputi :

Karbon Monoksida (CO)

Gas CO ini merupakan hasil pembakaran kendaraan sepeda motor yang tidak sempurna. Efek yang di timbulkan jika terhirup manusia menjadikan zat yang berada dalam gas CO bercampur dengan darah
Akbitanya bisa menjadikan pusing, dan yang lebih parah bisa mengakibatkan gangguan pada saraf.

Karbon Dioksida (CO2)

CO2 adalah gas hasil dari proses pernafasan mahluk hidup, pembusukan bahan organik, dan juga hasil dari pelapukan batuan. Peningkatan rasio dari CO2 bisa menyebabkan peningkatan suhu di bumi.

Senyawa Nitrogen

Gas nitrogen merupakan salah satu zat yang dibutuhkan oleh mahluk hidup sebagai salah satu bahan sumber protein. Tetapi penggunaan senyawa ini bisa berbahaya jika salah pemanfaatanya.
Akibat penggunaan yang salah nitrogen ini bisa menjadi senyawa asam yang membahayakan mahluk hidup.

Senyawa Belerang

Sulfur dioksida adalah gas yang sangat berbahaya. Gas ini berasal dari pabrik yang menggunakan belerang sebagai bahan dasar pengolahanya dan juga hasil dari pembakaran fosil.
Gas ini sangatlah rapuh karena jika senyawa ini menyentuh air maka akan membentuk sebuah senyawa asam.

Bila reaksi tersebut berada di awan ketika sedang mengangkut air hujan maka tidak bisa dihindarkan akan terjadi hujan asam yang membahayakan mahluk hidup.

Kloroflourokarbon (CFC)

Gas CFC mungkin asing pada sebagian orang tapi gas ini adalah senyawa yang setiap menyertai kita. Contoh dari gas ini adalah pendingin dari AC dan juga kulkas, selain itu juga CFC juga di hasilkan dari parfum dan alat pembasmi nyamuk.
Penelitian mengatakan bahwa gas ini merupakan gas yang sangat berbahaya sebab dengan menggunakan gas ini atmosfer bumi bisa kehilangan lapisan ozonya.
Karena lapisan ozon yang semakin menipis menjadikan radiasi dari sinar ultraviolet yang berasal dari matahari bisa langsung masuk ke bumi tanpa ada pemfilteran dari lapisan ozon.




DAFTAR PUSTAKA
  • Hidayat, Atep Afia dan Muhammad Kholil. 2017. Kimia, Industri dan Teknologi Hijau. Pantona Media. Jakarta
  • https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=4413885301223085724#editor/target=post;postID=7106410952945943741
  • Isu  Lingkungan  Global   Prof.  Dr.  Rukaesih Achmad,  M.Si.