.

Tampilkan postingan dengan label @ProyekC09. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @ProyekC09. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Selamatkan Lingkungan dengan Teknologi Hijau

Oleh : Jonathan Budhiawan ( @G16-Jonathan )
Sumber : Dok. Pribadi - Jonathan Budhiawan

Abstrak
   Tergerusnya kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan membuat setiap pihak berupaya mencari solusinya. Salah satu solusinya adalah dalam bidang teknologi, yaitu Teknologi Hijau. Dari banyaknya permasalahan lingkungan yang sebagian besar timbul dari kegiatan industri, penerapan Teknologi Hijau dapat menjadi salah satu solusinya. Dan ini adalah salah satu opsi terbaik untuk kita dapat mengatasi masalah lingkungan akibat industri. Perkembangan industri harus diimbangi oleh perkembangan teknologi yang ramah lingkungan juga. Maka dengan begitu perkembangan Teknologi Hijau akan sangat berpengaruh dengan perkembangan industri sekarang.

Kata Kunci : Teknologi Hijau; Teknologi Ramah Lingkungan; Selamatkan Lingkungan

Sumber: http://greenlookme.blogspot.co.id

PERAN GENERASI MILENIAL TERHADAP TEKNOLOGI HIJAU



ABSTRAK :
Waktu terus berjalan dan era terus berubah. Industri sekarang ini menghadapi era baru di mana generasi millennial pasti akan mengambil peran dan tanggung jawab dari generasi sebelumnya.

KATA KUNCI : Teknologi transisi, Teknologi berwawasan, Masa depan industri 

Energi Terbarukan


Oleh : Mochamad Dadan Rhamdani (@G17-Mochamad)

Abstrak

Sumber energi utama digolongkan menjadi dua yaitu energi konvensioanal dan energi terbarukan. Energi terbarukan adalah energi yang dihasilkan dari sumber alami. Sumber akan selalu tersedia dan tidak merugikan lingkungan. Indonesia sesungguhnya memiliki potensi sumber energi terbarukan dalam jumlah besar. Beberapa diantaranya adalah solar, air, biomassa, dan panas bumi.

Kata kunci: Energi, Terbarukan


Ekologi Industri

Oleh Sony Ariyanto (G10-Sony)

Abstrak
Ekologi Industri adalah bidang ilmu yang difokuskan pada dua tujuan yaitu peningkatan ekonomi dan peningkatan kualitas lingkungan. Pada konsep ekologi industri, sistem industri dipandang bukan sebagai suatu sistem yang terisolasi dari sistem dan lingkungan disekelilingnya, melainkan merupakan satu kesatuan. Didalam sistem ini dioptimalkan siklus material, dari mulai bahan mentah hingga menjadi bahan jadi, komponen, produksi dan pembuangan akhir. Faktor-faktor yang dioptimalkan termasuk sumber daya, energi dan modal.

Kata Kunci : Peningkatan ekonomi dan peningkatan kualitas lingkungan.

Konsep dalam Ekologi Industri mengadaptasi analogi ekosistem alam kedalam sistem industri. Tingkatan-tingkatan organisme dalam ekosistem saling berinteraksi, saling mempengaruhi membentuk suatu sistem yang menunjukkan kesatuan. Tingkatan organisasi dalam dunia industri adalah industri tunggal, industri kawasan, industri global dan ekosistem industri. Antara komunitas industri dan lingkungannya selalu terjadi interaksi. Interaksi ini menciptakan kesatuan ekologi yang disebut ekosistem. Komponen penyusun ekosistem adalah produsen, konsumen, dan dekomposer/pengurai.

Ekologi industri adalah suatu yang ditandai dengan banyak ragam kelompok hubungan antar produksi dan konsumsi. Dari perspektif suatu institusi, keragaman ini dapat dikelompokkan berdasarkan batasan sistem. Salah satu bagian dari ekologi industri adalah simbiosis industri. Pada prinsipnya ekologi industri berhubungan dengan aliran bahan / material dan energi pada sistem dalam skala berbeda, mulai dari produksi ke pabrik hingga ke tingkat masional dan tingkat global. Simbiosis (hubungan yang saling menguntungkan / mutually benefial relationship) industri difokuskan pada aliran-aliran jaringan bisnis dengan organisasi lainnya baik dalam peta ekonomi local maupun regional sebagai suatu pendekatan ekologi dari pembangunan industri yang berkelanjutan.

Menurut Frosch  (1989) sistem industri tidak berlaku seperti halnya ekosistem, di mana buangan sebuah spesies menjadi sumberdaya spesies lainnya, Mengapa keluaran sebuah industri tidak menjadi masukan industri lainnya, sehingga mengurangi kebutuhan bahan baku, mengurangi polusi, dan menghemat pembuangan sampah. Ekologi industrial tidak memandang sistem industri sebagai hal yang terpisah dari biosfer, melainkan sebagai bagian dari ekosistem. Berbeda dengan ekologi dalam konteks alam yang berdasarkan modal alam, ekologi industri adalah berdasarkan modal infrastruktur. Seperti halnya alam yang sejatinya tidak memiliki sampah, sistem industri juga meniru model ini apabila ingin senantiasa lestari dan berkelanjutan.

Menurut Chertow (2007), ekologi industri mengembangkan prinsip untuk lebih mengutamakan penggunaan sumberdaya alam yang dapat diperbaharui dan mengurangi penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Aktivitas industri bergantung pada ketersedian sumber daya alam yang kuat (steady supply of resources), sehingga untuk itu perlu untuk mengatur pemanfaatannya secara lebih efisien dalam proses operasi sebisa mungkin, walaupun sudah banyak penelitian yang menemukan cara meminimalisasi penggunaan bahan baku ini. Ini tidak dapat diasumsikan bahwa permintaan akan kebutuhan bahan-bahan baku tersebut akan berkurang. Selain sinar matahari, supply sumberdaya alam sangat terbatas. Sehingga menipisnya sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dan rusaknya sumberdaya alam yang dapat diperbaharui (seperti hutan) harus dapat diminimalisasi agar aktivitas industri dapat berkelanjutan dalam jangka waktu lebih lama.Ekologi industri juga merupakan suatu sistem yang digunakan untuk mengelola aliran energi atau material sehingga diperoleh efisiensi yang tinggi dan menghasilkan sedikit polusi. Sebenarnya tidak ada satupun definisi tunggal dari ekologi industri yang berlaku umum. Namun pada dasarnya, kebanyakan pengertian yang diberikan mengandung atribut yang serupa, walaupun dengan menggunakan penekanan yang berbeda.

Strategi untuk mengimplementasikan konsep ekologi industri ada empat elemen utama yaitu :

Mengoptimasi penggunaan sumber daya yang ada. Membuat siklus material yang tertutup dan meminimalkan emisi. Proses dematerialisasi.Pengurangan dan penghilangan ketergantungan pada sumber energi yang tidak terbarukan.Konsep ekologi industri di Indonesia masih dapat terus dikembangkan sehingga pada akhirnya diperoleh suatu pembangunan industri yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Indonesia adalah negara agraris sehingga penataan kawasan ekologi industri dapat dimulai dari pendirian kawasan industri terpadu di dekat kawasan pertanian masyarakat atau lebih dikenal dengan kawasan agroindustri.

Adanya sejumlah limbah yang dihasilkan dari proses produksi, mengharuskan suatu industri menambah investasi untuk memasang unit tambahan untuk mengolah limbah hasil proses sebelum dibuang ke lingkungan. Pengendalian pencemaran lingkungan dengan cara pengolahan limbah menjadi mahal dan tidak menyelesaikan permasalahan ketika jumlah industri semakin banyak, daya dukung alam semakin terbatas, dan sumber daya alam semakin menipis.

apada ekologi industri ini tidak hanya membahas tentang masalah polusi dan lingkungan tetapi juga mempertimbangkan kesinambungan industri serta aspek ekonomi tetap diutamakan. Dengan ekologi industri akan tercipta suatu sistem yang terpadu di antara industri-industri yang ada didalamnya dan saling bersimbiosis secara mutualisme.



Penggunaan Sumber Daya Alam Yang Berkelanjutan
Ekologi industri mengembangkan prinsip untuk lebih mengutamakan penggunaan sumberdaya alam yang dapat diperbaharui dan mengurangi penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Aktivitas industri bergantung pada ketersedian sumber daya alam yang kuat (steady supply of resources),sehingga untuk itu perlu untuk mengatur pemanfaatannya secara lebih efisien dalam proses operasi sebisa mungkin, walaupun sudah banyak penelitian yang menemukan cara meminimalisasi penggunaan bahan baku ini. Ini tidak dapat diasumsikan bahwa permintaan akan kebutuhan bahan-bahan baku tersebut akan berkurang. Selain sinar matahari, supplysumberdaya alam sangat terbatas. Sehingga menipisnya sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dan rusaknya sumberdaya alam yang dapat diperbaharui (sepertihutan) harus dapat diminimalisasi agar aktivitas industri dapat berkelanjutan dalam jangka waktu lebih lama.

Menjamin Mutu/Kualitas Hidup Masyarakat Sekitarnya                                                                          Manusia merupakan satu-satunya komponen dalam interaksi yang ada dalam ekologi yang komplek. Aktivitas-aktivitas manusia tidak dapat dipisahkan dari fungsi-fungsi keseluruhan sistem. Karena kualitas hidup manusia bergantung pada kualitas komponen-komponen lain dalam ekosistem, struktur dan fungsi ekosistem, sehingga hal ini harus menjadi fokus dalam konsep ekologi industri. Bagaimana caranya agar aktivitas-aktivitas industri tidak menyebabkan bencana kerusakan bagi ekosistem atau secara perlahan merusak struktur dan fungsi ekosistem itu sendiri, yang membahayakan sistem kehidupan.


Memelihara Kelangsungan Hidup Ekologi Sistem Alami (Environmental Equity)
Tantangan yang utama bagi pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana  upaya untuk mencapai suatu keadilan bagi antargenerasi dan antarmasyarakat (intergenerational and intersociental equity). Menghabiskan sumberdaya alam dan merusak kualitas ekologi demi mencapai tujuan jangka pendek dapat membahayakan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Ketidakadilan antarmasyarakat juga muncul, sebagai fakta bahwa tidak adanya keseimbangan penggunaan sumberdaya alam antara negara maju dengan negara berkembang, dimana terjadi ketidaksesuaian atau keseimbangan penggunaan sumberdaya alam yang digunakan negara-negara maju dibandingkan negara-negara berkembang. Ketidakadilan ini juga muncul di Amerika, masyarakat yang memiliki pendapatan di bawah rata-rata lebih merasakan dampak-dampak pencemaran lingkungan dari industri, sebab di kalangan masyarakat ini pula mereka lebih rentan terhadap resiko-resiko kesehatan dan zat-zat berbahaya/beracun. 

Daftar Pustaka.
Hidayat, Atep Afia dan Muhammad Kholil, 2017, Kimia Industri dan Teknologi Hijau, Pantona Media Jakarta. 
Kememprim. 2012. Kebijakan Pengembangan Industri Hijau. Workshop Evisiensi Energi Energi di IKM. Jakarta, 28 Maret 2012
Chertow, M. Unconvering Industrial Symbiosis, Journal of Industrial Ecology Vol.11 no. 1 pg 11-33 MIT and Yale University 2007.

Bangunan Hijau Menuju Bangunan Ramah Lingkungan

Oleh: Ardian Sarwo Adi Sutrisno (G03-Ardian)

Abstrak

Bangunan Hijau merupakan bangunan ramah lingkungan. Terdapat 5 aspek dalam perencanaan Green Achitecture yaitu Conserving energy, Working with climate, Minimizing new resources, Respect for site, Respect for user. Bangunan Hijau juga memiliki manfaat yang dapat dilihat dari aspek Lingkungan, Kesehatan & Komunitas, Finansial, Pasar dan Industri.

Kata Kunci : Bangunan Hijau, Ramah Lingkungan

Bangunan Hijau Bangunan Ramah Lingkungan

BANGUNAN HIJAU BANGUNAN RAMAH LINGKUNGAN

Oleh: Yan Yan Apriyana (@G25-Yan)
Mahasiswa Teknik Industri, Universitas Mercubuana Jakarta
 
ABSTRAK

Dasar pemikiran dari bangunan arsitektur ramah lingkungan adalah, konsep bangunan ramah lingkungan atau green building didorong menjadi tren dunia, terutama bagi pengembangan properti saat ini. Bangunan ramah lingkungan ini mempunyai kontribusi menahan laju pemanasan global dengan membenahi iklim mikro. Dalam pemanasan global, hal yang perlu diperhatikan adalah dengan penghematan air dan energi serta penggunaan energi terbarukan.
Arsitektur ramah lingkungan, yang juga merupakan arsitektur hijau, mencakup keselarasan antara manusia dan lingkungan alamnya. Arsitektur hijau mengandung juga dimensi lain seperti waktu, lingkungan alam, sosio-kultural, ruang, serta teknik bangunan. Hal ini menunjukkan bahwa arsitektur hijau bersifat kompleks, padat dan vital dibanding dengan arsitektur pada umumnya.
Green architecture didefinisikan sebagai sebuah istilah yang menggambarkan tentang ekonomi, hemat energi, ramah lingkungan, dan dapat dikembangkan menjadi pembangunan berkesinambungan.

Kata Kunci: Green Building, Bangunan Ramah Lingkungan, Bangunan Hijau


Energi Alternatif

Energi alternatif



​


Keadaan bumi dewasa ini mengalami peningkatan cukup pesat dalam hal pencemaran udara, hal itu bukan lah hal yang mengarah ke sisi positif akan tetapi justru mengarah ke negatif. Berita mengenai kerusakan alam sudah menjadi perbincangan yang umum di semua lapisan manusia. Penggunaan barang-barang yang dapat mengancam kondisi bumi semakin banyak ditemui di hampir semua aktifitas manusia, juga penggunaan senyawa-senyawa kimia berbahaya yang semakin banyak dijumpai.
 Di negara-negara maju sekarang ini mulai berlomba-lomba dalam hal pengembangan teknologi hijau yang jelas demi tercapainya bumi yang bersih dari pencemaran, entah itu yang bersifat cair, padat, maupun gas. Semua negara berlomba-lomba menciptakan teknologi yang bersahabat dengan lingkungan dan tentunya tidak mengakibatkan pencemaran. Kunci menuju ke masyarakat yang modern adalah dengan bersahabat dengan alam. Usaha manusia dalam hal mengurangi pencemaran di bumi bisa di lakukan dengan berbagai cara. Salah satu cara yang paling efektif adalah dengan penggantian energi yang berasal dari fosil dengan energi-energi alternatif lainya.

Berikut ini energi-energi alternatif yang dapat dipergunakan :
1.      SOLAR ENERGI
Energi ini merupakan energi yang berasal dari sumber panas matahari, sinar matahari dapat digunakan untuk pemanasan rumah, pencahayaan dan pendinginan. Sebagian besar bentuk energi terbarukan berasal baik secara langsung atau tidak langsung. Pemanfaatan panas matahari dapat menggantikan pemakaian listrik dan barang-barang yang menggunakan sumber daya dari fosil.

2.      ENERGI ANGIN
Angin merupaka pergerakan udara yang terjadi ketika naik udara hangat dan udara dingin bergegas menggantinya, dalam hal ini udara memiliki sifat bergerak dari tempat dingin menuju ke tempat yang lebih hangat.  Pergerakan angin dapat dimanfaatkan guna menjadi penggerak kincir dan untuk menggerakan turbin sebagai sumber listrik.

3.      Hydropower
Sama halnya dengan energi angin, energi ini juga memanfaatkan pergerakan dari air yang mengalir dengan memanfaatkan gaya gravitasi bumi. Air bergerak dari tempat tinggi ke tempat rendah dan menggerakan turbin yang mendorong proses mekanis untuk generator, dan dihasilkanlah listrik.

4.      ENERGI BIOMASSA
Biomasa telah menjadi sumber energi penting sejak orang pertama mulai membakar kayu untuk memasak makanan dan menghangatkan diri melawan dinginya musim dingin. Kayu masih merupakan sumber yang paling umum dari energi biomassa, tapi sumber-sumber lain dari energi biomassa melipputi tanaman pangan, rumput dan tanaman lain, limbah pertanian dan kehutanan dan residu. Biomasa dapat digunakan untuk menghasilkan listrik dan sebagai bahan bakar untuk transportasi atau memproduksi produk dengan menggantikan bahan bakar fosil.

5.      HIDROGEN
Senyawa ini memiliki potensi yang luar biasa sebagai sumber bahan bakar dan energi, tapi teknologi yang membutuhkan untuk mewujudkan potensi ini masih dalam tahap awal. Air adalah dua-pertiganya hidrogen, tapi hidrogen di alam selalu ditemukan dalam kombinasi dengan unsur lainya, setelah dipisahkan dari unsur-unsur lainya, hidrogen dapat digunakan untuk menggerakan kendaran, menggantikan gas alam untuk pemanasan dan untuk menghasilkan listrik.

6.      ENERGI PANAS BUMI
Pemanfaatan energi panas bum dapat menghasilkan listrik yang berasal dari uap dan air panas. Energi ini langsung dapat digunakan untuk pembangkit listrik.

Dari beberapa energi alternatif yang telah disebutkan diatas tentunya dapat menanggulangi ancaman dari pemanasan global. Pencemaran yang menjadi momok yang menakutkan di bumi dapat mulai dikurangi dengan menggantikan peranan dari energi gas alam dan fosil.

SUMBER