.

Tampilkan postingan dengan label @ProyekC07. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @ProyekC07. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

PEMANFAATAN BAHAN KIMIA UNTUK INDUSTRI PERTANIAN

ABSTRAK:



KATA KUNCI :PESTISIDA,PUPUK,UNSUR HARA

Plastik Biodegradable

Oleh : M. Irsyad Herlanda Putra

Abstrak :
Berbeda dengan plastik pada umumnya yang dibuat dari bahan dasar minyak bumi seperti petroleum, gas alam dan batu bara. Plastik biodegradable ini terbuat dari selulosa, kolagen, protein, lipid, ataupun chitosan yang diambil dari ekstraksi tanaman dan hewan. Plastik biodegradable ini berbahan dasar tepung, seperti tepung singkong, kentang, dan beras, yang dapat diurai oleh alam menjadi CO2 dan biomassa lainnya dengan bantuan mikroorganisme. Sebagai perbandingan, plastik biasa membutuhkan waktu sekitar 50-100 tahun untuk terurai oleh alam. Sementara plastik biodegradable ini dapat terurai lebih cepat. Untuk sebuah kantong plastik misalnya, dapet terurai dalam hitungan bulan, tergantung dari material dasar yang digunakan. Namun penggunaan plastik biodegradable masih sangat jarang menyebabkan harganya relatif mahal dibanding plastik konvensional. Memang membutuhkan kerja sama dengan banyak pihak, termasuk kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dnegan mengurangi penggunaan plastik konvensional.
Pendahuluan : 
Kimia hijau dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan

"PERKAWINAN" KIMIA HIJAU DAN INDUSTRI

Sumber: Dok. pribadi - Jonathan Budhiawan
Oleh : Jonathan Budhiawan ( @G16-Jonathan )



Abstrak
      Seiring perkembangan dunia industri dan ilmu kimia dari jaman ke jaman mulai membuka jalan menuju sebuah industri yang ramah lingkungan. Dari imej yang tidak baik mengenai industri yang merusak ingkungan kini harusnya bisa diminimalisir bahkan di tuntaskan dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan tentang kimia hijau yang bisa diterapkan dalam dunia industri. Sekalipun demikian banyak hal yang menjadi pertimbangan perusahaan-perusahaan industri sekarang ini untuk mengadopsi konsep kimia hijau ini.


Kata kunci: Kimia Hijau; Industri Hijau; Industri Ramah Lingkungan; konsep kimia hijau
Hasil gambar
Sumber : http://bptba.lipi.go.id

Pengolahan Limbah Plastik

PENGOLAHAN LIMBAH PLASTIK
Oleh: Yan Yan Apriyana (@G25-Yan)
Mahasiswa Teknik Industri, Universitas Mercubuana Jakarta
ABSTRAK

Pada Dasarnya manusia sering mengkomsumsi makanan-makanan diantaranya makanan pokok maupun makanan ringan yang dibungkus oleh plastik,dan bungkus plastik tersebut biasanya hanya untuk sekali pakai saja, lalu dibuang, tanpa kita sadari hal inilah yang akan berakibat  buruk dimasa yang akan datang.
Kita tidak sadar sudah berapa banyak sampah plastik yang kita hasilkan satiap harinya,bahkan sampah plastik sudah kita anggap wajar saja jika berserakan dimana-mana, kita tidak tau akibat dari sampah plastik yang kita buang bagi kesehatan dan lingkungan kita.

Kata Kunci: Limbah Plastik, Limbah, Plastik


      Sudah umum dipahami plastik hampir mustahil diurai secara alami, sekalipun itu plastik tipis yang ringan sekali. Untuk bisa diurai mengandalkan bantuan alam, diperlukan waktu hampir 1.000 tahun agar molekul dan partikel plastik itu bisa menyatu dengan tanah atau air walaupun plastik itu berasal dari polimerasi. Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakaranya tidak sempurna,sampah plastik akan menghasilkan asap beracun berupa senyawa dioksin yang justru berbahaya bagi kesehatan.
 Kalau dioksin ini terhirup oleh sistem pernapasan manusia maka akan dapat memicu beragam penyakit seperti kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf, serta memicu depresi. Seperti sudah banyak diketahui, keberadaan sampah plastik juga dapat mengakibatkan banjir, mengganggu kesuburan tanah, dan mengganggu pemandangan. Gangguan kesehatan dapat pula terjadi dari plastik yang digunakan untuk membungkus makanan, apalagi makanan yang masih panas.
            Bila komponen plastik terdegradasi maka akan terjadi migrasi zat-zat yang berbahaya dari komponen-komponen penyusun plastik. Makanan akan terkontaminasi oleh zat-zat tersebut sehingga jika terkonsumsi akan terakumulasi dalam tubuh, menjadi toksin dan menyebabkan kanker serta gangguan pada hati
Sejak proses produksi hingga tahap pembuangan, sampah plastik mengemisikan gas rumah kaca ke atmosfer. Kegiatan produksi plastik membutuhkan sekitar 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Proses produksinya sangat tidak hemat energi. Pada tahap pembuangan di lahan penimbunan sampah (TPA), sampah plastik mengeluarkan gas rumah kaca.
 Kantong plastik juga penyebab banjir, karena menyumbat saluran-saluran air, tanggul. Sehingga mengakibatkan banjir bahkan yang terparah merusak turbin waduk.
Diperkirakan, 500 juta hingga satu miliar kantong plastik digunakan di dunia tiap tahunnya. Jika sampah-sampah ini dibentangkan maka, dapat membukus permukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat
. Coba anda bayangkan begitu fantastisnya sampah plastik yang sudah terlampau menggunung di bumi kita ini. Dan tahukah anda, Setiap tahun, sekitar 500 milyar – 1 triliyun kantong plastik digunakan di seluruh dunia. Diperkirakan setiap orang menghabiskan 170 kantong plastik setiap tahunnya.
Cara daur ulang sampah plastik juga ditentukan oleh jenis sampah plastik itu sendiri. Cara daur ulang sampah plastik dengan membedakan jenis-jenisnya akan menghasilkan biji plastik yang lebih bagus dan bersih. Ada 3 jenis plastik yang bisa didaur ulang, yaitu jenis polypropylene (PP), low densirt polyethylene (LDPE) dan polyethylene terephthalate (PET). Masing-masing jenis plastik ini terdapat di beberapa produk yang berbeda, antara lain: PP yang bisa didapatkan di kemasan cup plastik. Sedangkan untuk LDPE dan PET bisa ditemukan di plastik dan botol infus. Untuk Anda yang ingin memulai usaha ini, Anda bisa mengumpulkan sendiri atau bisa juga membelinya dari para pemasok sampah. Plastik yang sudah terkumpul kemudian dibersihkan sampai tidak ada sisa bahan lain lagi. Kemudian setelah plastik benar-benar bersih, baru dipisahkan berdasarkan jenisnya untuk kemudian dicacah. Dalam proses penggilingan itu sendiri juga ada 2 cara yang dilakukan, antara lain penggilingan basah dan kering. Untuk penggilingan kering, pencuciannya dilakukan setelah selesai proses giling. Sedangkan untuk penggilingan basah, caranya adalah dengan mencampurkan plastik dengan air dingin maupun panas. Yang perlu Anda ketahui adalah air dingin dan air panas mempunyai tingkat kebersihan dan kejernihan yang berbeda. Untuk hasil yang lebih bersih, sebaiknya Anda memilih penggilingan menggunakan air dingin.
Cara daur ulang sampah plastik dengan cara di atas bisa Anda lakukan sendiri sebelum mempunyai banyak pegawai. Asalkan Anda teliti dan fokus untuk mendaur ulang sesuai dengan langkah-langkahnya, maka tidak menutup kemungkinan usaha Anda akan semakin melebar. Setelah Anda mendaur ulang sampah-sampah plastik yang ada, Anda bisa mencari pangsa pasar baik di dalam maupun di luar negeri. Para pengrajin setempat juga bisa Anda sasar untuk menjual hasil daur ulang plastik Anda.
Cara daur ulang sampah plastik sebenarnya cukup sederhana karena bisa dilakukan dengan hanya mengandalkan 1 mesin pengolah plastik saja. Seiring dengan berkembangnya usaha Anda, Anda bisa menambah mesin giling lagi. Sebagai informasi, Anda bisa mendapatkan satu mesin giling dengan harga sekitar Rp 30 juta – Rp 35 juta. Anda bisa mendapatkan mesin penggerak secara terpisah.

DAFTAR PUSTAKA

Jumat, 16 Februari 2018

Kimia Hijau (Green Chemistry)

Oleh : Muhamad Irfan (@G20-Muhamad)















Abstrak : Kimia hijau juga disebut sebagai kimia berkelanjutan, adalah filsafat penelitian dan rekayasa atau teknik kimia yang menganjurkan desain produk dan proses yang meminimasi penggunaan dan penciptaan senyawa-senyawa berbahaya. Sementara kimia lingkungan adalah cabang kimia yang membahas lingkungan hidup dan zat-zat kimia di alam, kimia hijau justru berupaya mencari cara untuk mengurangi dan mencegah pencemaran pada sumbernya. Pada tahun 1990 Pollution Prevention Act (Undang-Undang Pencegahan Pencemaran) telah disahkan di Amerika Serikat. Undang-undang ini membantu menciptakan modus operandi untuk berurusan dengan pencemaran secara inovatif dan asli. Undang-undang ini bertujuan untuk mencegah masalah sebelum mereka terjadi.

KIMIA HIJAU DAN APLIKASI NYA DALAM KEHIDUPAN

KIMIA HIJAU DAN APLIKASI NYA DALAM KEHIDUPAN

Oleh : Kevin Reinier (@G19-kevin, @ProyekC07)


Abstrak 
kimia hijau merupakan bidang kimia yang berfokus pada pencegahan polusi. Pada awal 1990-an, green chemistry mulai dikenal secara global setelah Environmental Protection Agency (EPA) mengeluarkan Pollution Prevention Act yang merupakan kebijakan nasional untuk mencegah atau mengurangi polusi. Green chemistry merupakan pendekatan untuk mengatasi masalah lingkungan baik itu dari segi bahan kimia yang dihasilkan, proses ataupun tahapan reaksi yang digunakan. Konsep ini menegaskan tentang suatu metode yang didasarkan pada pengurangan penggunaan dan pembuatan bahan kimia berbahaya baik itu dari sisi perancangan maupun proses. Bahaya bahan kimia yang dimaksudkan dalam konsep green chemistry ini meliputi berbagai ancaman terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, termasuk toksisitas, bahaya fisik, perubahan iklim global, dan penipisan sumber daya alam.

Kata Kunci: Kimia hijau, Aplikasi kimia hijau, green chemistry

ISI
Green chemistry merupakan pendekatan yang sangat efektif untuk mencegah terjadinya polusi karena dapat digunakan secara langsung oleh para ilmuwan dalam situasi sekarang. Konsep ini lebih memfokuskan pada cara pandang seorang peneliti untuk menempatkan aspek lingkungan pada prioritas utama. Area penelitian dalam bidang green chemistry ini meliputi pengembangan cara sintesis yang lebih ramah lingkungan, penggunaan bahan baku yang terbarukan, merancang bahan kimia yang green, serta penggunaan bioteknologi sebagai alternatif dalam industri (Sharma, 2008).
Anastas dan Warner (1998) mengusulkan konsep“The Twelve Principles of Green Chemistry” yang digunakan sebagai acuan oleh para peneliti untuk melakukan penelitian yang ramah lingkungan. Berikut adalah ke-12 prinsip kimia hijau yang diusulkan oleh Anastas dan Warner :
  1. Mencegah timbulnya limbah dalam proses
Lebih baik mencegah daripada menanggulangi atau membersihkan limbah yang timbul setelah proses sintesis, karena biaya untuk menanggulangi limbah sangat besar.
  1. Mendesain produk bahan kimia yang aman
Pengetahuan mengenai struktur kimia memungkinkan seorang kimiawan untuk mengkarakterisasi toksisitas dari suatu molekul serta mampu mendesain bahan kimia yang aman. Target utamanya adalah mencari nilai optimum agar produk bahan kimia memiliki kemampuan dan fungsi yang baik akan tetapi juga aman (toksisitas rendah). Caranya adalah dengan mengganti gugus fungsi atau dengan cara menurunkan nilai bioavailability. 
  1. Mendesain proses sintesis yang aman
Metode sintesis yang digunakan harus didesain dengan menggunakan dan menghasilkan bahan kimia yang tidak beracun terhadap manusia dan lingkungan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan dua cara yaitu meminimalkan paparan atau meminimalkan bahaya terhadap orang yang menggunakan bahan kimia tersebut.
  1. Menggunakan bahan baku yang dapat terbarukan
Penggunaan bahan baku yang dapat diperbarui lebih disarankan daripada menggunakan bahan baku yang tak terbarukan didasarkan pada alasan ekonomi. Bahan baku terbarukan biasanya berasal dari produk pertanian atau hasil alam, sedangkan bahan baku tak terbarukan berasal dari bahan bakar fosil seperti minyak bumi, gas alam, batu bara, dan bahan tambang lainnya.
  1. Menggunakan katalis
Penggunaan katalis memberikan selektifitas yang lebih baik, rendemen hasil yang meningkat, serta mampu mengurangi produk samping.Peran katalis sangat penting karena diperlukan untuk mengkonversi menjadi produk yang diinginkan.Dari sisi green chemistry penggunaan katalis berperan pada peningkatan selektifitas, mampu mengurangi penggunaan reagen, dan mampu meminimalkan penggunaan energi dalam suatu reaksi.
  1. Menghindari derivatisasi dan modifikasi sementara dalam reaksi kimia
Derivatisasi yang tidak diperlukan seperti penggunaan gugus pelindung, proteksi/deproteksi, dan modifikasi sementara pada proses fisika ataupun kimia harus diminimalkan atau sebisa mungkin dihindari karena pada setiap tahapan derivatisasi memerlukan tambahan reagen yang nantinya memperbanyak limbah.
  1. Memaksimalkan atom ekonomi
Metode sintesis yang digunakan harus didesain untuk meningkatkan proporsi produk yang diinginkan dibandingkan dengan bahan dasar.Konsep atom ekonomi ini mengevaluasi sistem terdahulu yang hanya melihat rendemen hasil sebagai parameter untuk menentukan suatu reaksi efektif dan efisiens tanpa melihat seberapa besar limbah yang dihasilkan dari reaksi tersebut.Atom ekonomi disini digunakan untuk menilai proporsi produk yang dihasilkan dibandingkan dengan reaktan yang digunakan.Jika semua reaktan dapat dikonversi sepenuhnya menjadi produk, dapat dikatakan bahwa reaksi tersebut memiliki nilai atom ekonomi 100%. Berikut adalah persamaan untuk menghitung nilai atom ekonomi :
Atom ekonomi (%) = x100%
  1. Menggunakan pelarut yang aman
Penggunaan bahan kimia seperti pelarut, ekstraktan, atau bahan kimia tambahan yang lain harus dihindari penggunaannya. Apabila terpaksa harus digunakan, maka harus seminimal mungkin. Penggunaan pelarut memang sangat penting dalam proses sintesis, misalkan pada proses reaksi, rekristalisasi, sebagai fasa gerak pada kromatografi, dan lain-lain. Penggunaan yang berlebih akan mengakibatkan polusi yang akan mencemari lingkungan. Alternatif lain adalah dengan menggunakan beberapa tipe pelarut yang lebih ramah lingkungan seperti ionic liquids, flourous phase chemistry, supercritical carbon dioxide, dan“biosolvents”.Selain itu ada beberapa metode sintesis baru yang lebih aman seperti reaksi tanpa menggunakan pelarut ataupun reaksi dalam media air.
  1. Meningkatkan efisiensi energi dalam reaksi
Energi yang digunakan dalam suatu proses kimia harus mempertimbangkan efek terhadap lingkungan dan aspek ekonomi. Jika dimungkinkan reaksi kimia dilakukan dalam suhu ruang dan menggunakan tekanan.Penggunaan energi alternatif dan efisien dalam sintesis dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode baru diantaranya adalah dengan menggunakan radiasai gelombang mikro (microwave), ultrasonik dan fotokimia.
  1. Mendesain bahan kimia yang mudah terdegradasi
Bahan kimia harus didesain dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, oleh karena itu suatu bahan kimia harus mudah terdegradasi dan tidak terakumulasi di lingkungan.Seperti sintesis biodegradable plastik, bioderadable polimer, serta bahan kimia lainya.
  1. Penggunaan metode analisis secara langsung untuk mengurangi polusi
Metode analisis yang dilakukan secara real-time dapat mengurangi pembentukan produk samping yang tidak diinginkan.Ruang lingkup ini berfokus pada pengembangan metode dan teknologi analisis yang dapat mengurangi penggunaan bahan kimia yang berbahaya dalam prosesnya.
  1. Meminimalisasi potensi kecelakaan
Bahan kimia yang digunakan dalam reaksi kimia harus dipilih sedemikian rupa sehingga potensi kecelakaan yang dapat mengakibatkan masuknya bahan kimia ke lingkungan, ledakan dan api dapat dihindari.
Aplikasi penerapan ke-12 prinsip kimia hijau ini masih belum sepenuhnya dilakukan para kimiawan khususnya yang bergerak pada bidang sintesis dalam hal desain reaksi dan metode yang digunakan untuk mencegah seminimal mungkin terjadinya pencemaran lingkungan. Marilah kita mulai penelitian yang lebih berwawasan lingkungan dengan mempertimbangkan aspek green chemistry, agar generasi mendatang dapat hidup lebih baik.


Daftar Pustaka
Anastas, P.,dan Warner, J.C., 1998, Green Chemistry, Theory and Practice, Oxford University Press, Oxford.
Sharma, S.K., Chaudhary,A., dan Singh, R.V., 2008, Gray Chemistry Versus Green Chemistry: Challenges and Opportunities, Rasayan J.Chem., 1, 1, 68-92.
Balai penelitian teknologi alam