.

Tampilkan postingan dengan label @ProyekC02. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @ProyekC02. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Zat Pewarna Pada Makanan

ZAT PEWARNA PADA MAKANAN

Oleh: Yan Yan Apriyana (@G25-Yan)
Mahasiswa Teknik Industri, Universitas Mercubuana Jakarta
ABSTRAK

          Menurut Retno, Bahan pewarna atau zat pewarna pada makanan adalah bahan tambahan pada makanan yang dapat memperbaiki atau memberi warna pada makanan. Penambahan zat pewarna pada umumnya bertujuan untuk memperoleh warna makanan yang lebih menarik.

Kata Kunci: Zat Pewarna, Pewarna Makanan


















Macam-macam Bahan Pewarna pada Makanan


Terdapat banyak jenis bahan pewarna, tetapi tidak semua pewarna itu dapat digunakan pada makanan. Ada dua jenis pewarna makanan, yaitu pewarna alami dan pewarna buatan.

1. Bahan Pewarna alami (natural colour)
                Pewarna alami merupakan bahan pewarna yang diambil dari tumbuhtumbuhan atau batu-batuan secara langsung.
a. zat warna klorofil dari daun suji dan daun pandan yang menghasilkan warna hijau untuk mewarnai kue, seperti kue lapis dan kue pisang;
b. zat warna kurkumin yang berasal dari kunyit yang menghasilkan warna kuning untuk memberi warna pada tahu, minuman ringan, dan nasi kuning;
c. zat warna kapxantin yang dikandung oleh cabai merah untuk memerahkan rendang dan sayur ikan;
d. zat warna antosianin yang dikandung bit menghasilkan warna abu-abu violet pada keadaan basa dan warna merah pada keadaan asam;
e. zat warna coklat pada karamel dihasilkan dari reaksi karamelisasi sukrosa pada pemanasan sekitar 170o C;
f. zat warna kuning pada wortel disebut beta-karoten untuk memberi warna kuning pada makanan;
g. beberapa zat warna alami lainnya, seperti sari jeruk yang menghasilkan warna kuning, riboflavin, paprika, dan ekstrak kulit anggur.


2. Bahan Pewarna buatan (sintetis atau synthetic colour)
                Pewarna buatan adalah bahan pewarna yang dibuat secara kimia oleh pabrik industri kimia. Pewarna ini biasanya dijual di pasaran dengan tanda khusus pada label atau kemasannya.
                Tanda itu dapat berbentuk tulisan FD&C (food, drugs, and cosmetics), tetapi yang baku berbentuk M. Beberapa contoh pewarna sintetis, misalnya biru berlian, yellow nomor 5 dengan ambang 7,5 bpj per hari.

Zat Pewarna Sintetis
  1. Biru Berlian
  2. Coklat HT
  3. Eritrosin
  4. Hijau FCF
  5. Hijau S
  6. Indigotin
  7. Karmoisin
  8. Kuning FCF
  9. Kuning Kuinolin
  10. Merah Alura
  11. Ponceau 4 R

               
Ada beberapa zat pewarna yang dilarang untuk mewarnai makanan, misalnya magenta untuk tekstil dan butter yellow.

                 Penggunaan zat pewarna yang dilarang ini dapat menyebabkan penyakit kanker, kerusakan ginjal, kerusakan hati, dan gangguan pencernaan. Hal ini disebabkan zat pewarna tersebut mengandung bahan kimia yang tidak dapat dicerna tubuh sehingga mengendap di dalam tubuh. Selain bpj, ambang batas pemakaian menggunakan satuan mg/kg.



DAFTAR PUSTAKA
Retno Lestari A. 2012. Bahan Kimia Berbahaya Pada Makanan 


Jumat, 16 Februari 2018

Seputar Kimia Kontekstual

KIMIA KONTEKSTUAL



 KIMIA KONTEKSTUAL
Dalam bahasa inggris, miyak bumi adalah Petroleum dari bahasa latin Petrus(karang) dan Oleum(Minyak). Minyak Bumi adalah cairan kental berwarna hitam yang bersifat mudah terbakar. Minyak bumi terletak pada lapisan atas pada kerak bumi. Minyak bumi dijuluki sebagai emas hitam. Minyak Bumi adalah senyawa kimia yng mengandung hidro dan karbon. Minyak bumi yang belum diolah disebut minyak mentah dan belum dapat digunakan. Minyak bumi terbentuk dari sisa-sisa fosil hewan kecil / renik yang hidup di laut jutaan tahun yang lalu. Ketika hewan tersebut mati, bangkainya akan jatuh ke dasar laut dan terperangkap di dalam lumpur dan pasir selama jutaan tahun, bangkai hewan tersebut akan melapuk membentuk fosil dan tertimbun di dasar laut

Komposisi Penyusun Minyak Bumi dan Gas Alam.
    Minyak bumi dan gas alam adalah campuran kompleks hidrokarbon dan senyawa-senyawa organik lain. Komponen hidrokarbon adalah komponen yang paling banyak terkandung di dalam minyak bumi dan gas alam. Gas alam terdiri dari alkana suhu rendah, yaitu metana, etana, propane, dan butane. Selain alkana terdapat juga berbagai gas lain seperti karbondioksida dan hydrogen sulfide, beberapa unsure gas juga men gandung helium. Sedangkan hidrokarbon yang terkandung dalam minyak bumi terutama adalah alkana dan sikloalkana, senyawa lain yang terkandung di dalam minyak bumi diantaranya adalah sulfur, oksigen, nitrogen dan senyawa-senyawa yang mengandung konstituen logam terutama nikel, besi dan tembaga. Komposisi minyak bumi sangat bervariasi dari satu sumur ke sumur lainnya, dan dari satu daerah ke daerah lainnya.

Proses Pengolahan Minyak Bumi.
    Minyak bumi biasanya berada 3-4 km di bawah permukaan laut. Minyak bumi diperoleh dengan membuat sumur bor. Minyak mentah yang diperoleh ditampung dalam kapal tanker atau dialirkan melalui pipa ke stasiun tangki / ke kilang minyak dan selanjutnya diolah menjadi berbagai produk sebagai berikut :
Produk Minyak Bumi.
  • LPG
    LPG merupakan singkatan dari Liquified Petroleum Gas (gas minyak bumi yang dicairkan) LPG adalah campuran dari berbagai unsur hidrokarbon yang berasal dari fraksi gas hasil penyulingan minyak mentah. Komponen LPG yang jumlahnya banyak adalah propane dan butane. LPG juga mengandung hidrokarbon lainnya, seperti etana dan pentane.


  • Bensin
    Bensin merupakan fraksi minyak bumi yang paling banyak digunakan masyarakat. Bensin mengandung senyawa hidrokarbon dengan jumlah atom karbon antara 5 hingga 12 yang berasal dari fraksi nafta dan fraksi minyak gas berat hasil penyulingan minyak bumi. Senyawa hidrokarbon yang terkandung dalam bensin dapat berupa alkana rantai lurus, alkana rantai bercabang, sikloalkana, aromatik, dan alkena. Bensin cocok digunakan sebagai bahan bakar kendaraan yang tidak bermesin diesel, seperti sepeda motor dan sebagian kendaraan bermotor roda empat.
  • Kerosin
    Kerosin adalah cairan hidrokarbon yang tidak berwarna dan mudah terbakar. Kerosin diperoleh dengan cara distilasi fraksional dari minyak mentah pada 150 derajat celcius dan 275 derajat celcius. Kerosin digunakan sebagai bahan bakar kompor masak, bahan bakar alat penerang, dan bahan bakar pesawat terbang. Kualitas kerosin untuk bahan bakar kompor masak dan alat penerang lebih rendah dari kerosin untuk bahan bakar pesawat terbang. Kerosin yang digunakan sebagai bahan bakar kompor masak dan alat penerang dikenal dengan istilah minyak tanah, sedangkan untuk pesawat terbang disebut avtur.
  • Minyak solar
    Solar adalah fraksi minyak bumi dengan titik didih antara 250-340 derajat celcius (fraksi minyak gas ringan). Minyak solar digunakan sebagai bahan bakar kendaraan yang menggunakan mesin diesel. Umumnya solar menggunakan belerang dengan kadar yang cukup tinggi. Kualitas minyak solar dinyatakan dengan angka / bilangan setana. Angka setana adalah tolok ukur kemudahan menyala atau terbakar dari suatu bahan bakar di mesin diesel.
  • Minyak pelumas dan Aspal
     Minyak pelumas atau minyak oli berasal dari fraksi minyak gas berat. Kegunaan dari minyak pelumas adalah mencegah karat dan mengurangi gesekan. Aspal berasal dari residu minyak bumi. Kandungan utama aspal adalah senyawa karbon jenuh dan tak jenuh, alifatik dan aromatik yang mempunyai atom karbon sampai 150 per molekul. Atom-atom selain hydrogen dan karbon yang juga menyusun aspal adalah nitrogen, oksigen, belerang, dan beberapa atom lain. Secara kuantitatif, biasanya 80 persen massa aspal adalah karbon, 10 persennya adalah hydrogen, 6 persen belerang, dan sisanya oksigen dan nitrogen, serta sejumlah renik besi, nikel, dan vanadium. Aspal digunakan untuk melapisi permukaan jalan.






Dampak Penggunaan Produk Minyak Bumi.
Keuntungan
Minyak bumi memiliki beberapa keuntungan saat di kelola diantaranya adalah :
  1. Bahan bakar
  2. Sumber gas cair
  3. Industri Kimia
  4. Bahan Serat
  5. Produk Dapur
  6. Bahan Mobil
  7. Sumber olahan pupuk
  8. Pembangkit listrik
  9. Bahan obat
Kerugian
Minyak bumi memiliki beberapa kerugian saat di kelola diantaranya adalah :
·         Menyebabkan pencemaran iklim dan udara
·         Dapat mencemari Perairan
·         Menimbulkan kerusakan Tanah akibat penambangan pada saat proses pengeboran
·         Dampak Asap kendaraan bermotor
Kesimpulan.
Minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Minyak bumi merupakan hasil tambang yang nantinya dapat diolah menjadi berbagai macam bahan bakar. Minyak bumi merupakan anugerah dari Tuhan yang harus kita syukuri dengan menggunakan dengan sebaik-baiknya.
    Namun, pembakaran Minyak bumi dapat menimbulkan polusi atau pencemaran. Oleh karena itu, kita harus dapat menggunakan dan menjaga dampak negatif yang ditimbulkan seminimal mungkin agar tidak merusak lingkungan sekitar. Untuk itu perlunya pengembangan ilmu kimia yang lebih ramah lingkungan agar tidak banyak merugikan masyarakat.

Daftar Pustaka.

Kamis, 15 Februari 2018

Cabang Ilmu Kimia

Kimia merupakan ilmu pengetahuan yang membahas perubahan suatu materi. Perubahan suatu materi bisa di dapat oleh gambaran melalui reaksi kimia. Menggunakan reaksi kimia, kita dapat menyingkap perubahan-perubahan aneh yang tersembunyi pada suatu zat.
Kimia merupakan  ilmu pengetahuan tentang yang gaib, tersembunyi,serta tak terlihat.
Ilmu kimia adalah bagian dari ilmu pengetahuan alam (sains) yang mempelajari tentang sifat, sturktur, komposisi, perubahan serta energi yang menyertai perubahan materi.

Cabang -Cabang dalam Kimia

Kimia Analitik
Kimia analitik menggunakan pengamatan kualitatif serta kuantitatif untuk mengenali dan mengukur properti fisik serta kimia dari suatu zat. Dan dalam beberapa hal, seluruh zat kimia bersifat analitis.
Kimia Fisik
Kimia fisik mengkombinasikan kimia dengan fisika. Kimia fisik mempelajari bagaimana materi dan energi berinteraksi. Termodinamika dan mekanika kuantum adalah dua cabang penting pada kimia fisik. Kimia fisika merupakan cabang ilmu kimia yang mempelajari struktur, sifat, serta perubahan kimia suatu zat serta perubahan energi yang menyertai perubahan kimia tersebut.
Kimia Organik
Kimia organik iyalah senyawa yang mengandung elemen karbon dalam spesifikasinya. Karbon itu sendiri memiliki banyak properti unik yang memungkinkan untuk membentuk ikatan senyawa kompleks serta molekul yang sangat besar. Kimia organik dikenal juga sebagai “Kimia Kehidupan” karena segala molekul yang membentuk jaringan kehidupan memiliki karbon sebagai bagian dalam pembentukannya.
Kimia Anorganik
Kimia anorganik mempelajari material seperti logal serta gas yang tidak memiliki karbon sebagai bagian dari pembentukannya.
Biokimia
Biokimia adalah  study dari proses kimia yang terjadi pada organisme hidup.
Kimia Makanan: Kimia makanan iyalah cabang ilmu kimia yang berfokuskan pada kajian mengenai komposisi kimia, reaksi kimia, serta proses kimia dalam makanan. yang dimaksud meliputi makro nutrisi, mikro nutrisi, dan zat aditif dalam makanan.
Kimia Lingkungan: Kimia lingkungan iyalah cabang ilmu kimia yang mempelajari tentang interaksi yang melibatkan zat serta reaksi kimia di alam, serta polusi di alam.Kimia Makanan: Kimia makanan iyalah cabang ilmu kimia yang berfokuskan pada kajian mengenai komposisi kimia, reaksi kimia, serta proses kimia dalam makanan. yang dimaksud meliputi makro nutrisi, mikro nutrisi, dan zat aditif dalam makanan.
GeokimiaGeokimia menggabungkan kimia dan geologi untuk mempelajari pembentukan serta interaksi antara berbagai zat yang terdapat di Bumi.
Kimia agrikultur mempelajari tentang reaksi kimia yang terlibat pada produksi, perlindungan, serta penggunaan dari pertanian dan peternakan. Bidang ini iyalah bidang lintas disiplin yang bergantung dengan berbagai bidang sains lainnya.
Kimia Pangan
kimia pangan mempelajari tentang Ilmu pangan yang pada dasarnya berurusan dengan tiga komponen biologis dari makanan yaitu karbohidrat, lipid, dan protein.
Teknik Kimia
Teknik kimia meneliti serta mengembangkan material atau proses baru yang melibatkan reaksi kimia. Teknik kimia mengkombinasikan kimia dengan konsep engineering serta ekonomi untuk memecahkan masalah teknologi.
Daftar Pustaka
AtepAfiaHidayat.2017.KimiadanPengetahuanLingkunganIndustri.Jakarta:Mercubuana
http://www.gurupendidikan.com/pengertian-kimia-terlengkap/
http://www.seputarilmu.com/2015/12/pengertian-dan-cabang-cabang-kimia.html?m=1
http://www.mystupidtheory.com/2014/11/pengertian-ilmu-kimia-dan-bidang-bidang.html?m=1
http://www.zakapedia.com/2013/04/cabang-cabang-ilmu-kimia.html?m=1

Sabtu, 10 Februari 2018

ENERGI TERBARUKAN SEBAGAI ALTERNATIF DARI BAHAN BAKAR FOSIL

Oleh :Mayner Steven Lase (@G24-Mayner)
ABSTRAK : 
Ketersediaan energi termasuk listrik merupakan elemen yang sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan manusia, sekaligus sebagai kebutuhan mutlak untuk menunjang pembangunan nasional yang berkelanjutan. Hal ini menjadi tantangan besar bagi Indonesia ketika dihadapkan pada kondisi dimana sebagian besar penyediaannya masih bergantung pada energi fosil dan pengembangan sumber–sumber energi terbarukan masih sangat terbatas.Energi terbarukan merupakan jawaban agar Indonesia mampu memiliki ketahanan energi untuk kebutuhan yang panjang karena energi terbarukan selalu ada dibumi.

KATA KUNCI : Energi terbarukan,Bahan bakar fosil



MANFAAT TEPUNG DAN UMBI SEBAGAI SOLUSI KETAHANAN PANGAN

Oleh : Muhamad Irfan ( @G20-Muhamad )



Abstrak : Umbi-umbian merupakan bahan berkarbohidrat tinggi, tetapi di Indonesia belum semua umbi-umbian dimanfaatkan dan dikembangkan, antara lain ganyong, suweg, ubikelapa dan gembili. Alternatif pengembangan umbi-umbian yaitu untuk tepung umbi, tepung pati dan tepung komposit. Penelitian evaluasi karakteristik sifat fisiko-kimia tepung umbi dan tepung pati ganyong, suweg, ubikelapa dan gembili dilakukan di Laboratorium Enzimatis dan Biokimia Balitbio Bogor. Analisis yang dilakukan adalah rendemen pati dan tepung, ukuran granula, derajat putih, daya serap air, proksimat, amilosa, dan sifat amilografnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ganyong, suweg, dan gembili mempunyai kadar pati yang tinggi berkisar 39,36-52,25%. Kandungan lemak (0,09-2,24%), dan protein (0,08-6,65%) pada tepung umbi dan tepung pati dapat meningkatkan manfaat tepung dan pati tersebut sebagai tepung komposit. Ganyong mempunyai ukuran granula pati lebih besar (22,5 dan 10 m). Tepung suweg mempunyai absorbsi air maupun minyak tertinggi (2,69- 4,13 dan 2,34-2,98 g/g). Hasil rendemen menunjukkan bahwa ganyong lebih prospektif dikembangkan untuk produk tepung pati. Suweg dan gembili mempunyai prospek untuk produk tepung umbi maupun tepung pati. Sifat fisikokimia ganyong dan suweg mempunyai amilosa rendah (18,6% dan 19,2%) dan viskositas puncak tinggi (900-1080 BU dan 780-700 BU). Implikasi hasil penelitian untuk menggali potensi sumber karbohidrat sebagai tepung komposit ataupun sebagai bahan industri perpatian.

Senin, 05 Februari 2018

Kimia Dan Pangan Yang Mematikan

Kimia Dan Pangan Yang Mematikan 

Oleh : arisa savitri eka pratiwi (G21-Arisa) 










Abstrak 

Perkembangan dan pertumbuhan masyarakat yang selaras dengan perkembangan ilmu dan teknologi kimia sangat pesat dan berpengaruh dalam kehidupan manusia. Pangan adalah komponen terpenting dalam kehidupan manusia begitu juga dengan kimia. Namun dalam kaitannya dengan kimia konstektual berbagai isu mengenai kimia pangan banyak menjadi perhatian publik. Untuk itu manusia diwajibkan lebih peduli akan makanan yang tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

Sabtu, 03 Februari 2018

KIMIA DAN PERKEMBANGAN NYA

KIMIA DAN PERKEMBANGAN NYA
Oleh : Kevin Reinier (@G19-kevin)


Abstrak: 


Kimia berasal dari bahasa arab(kimiya=perubahan benda/zat) atau bahasa yunani(khemeia) adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi, struktur, dan sifat zat atau materi dari skala atom hinggamolekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan sehari-hari.Kimia juga sering disebut sebagai ilmu pusat karena dapat menggabungkan berbagai ilmu lain.seperti:fisika,geologi,kedokteran,biologi,dll.contohnya,di dalam ilmu fisika melibatkan penerapan prinsip-prinsip fisika terhadap materipada tingkat atom dan molekul.
               

ISI:

 Ada beberapa ahli yang mencoba memberikan definisi terhadap kimia, antara lain diartikan sebagai ilmu alam yang secara khusus mempelajari tentang perubahan materi, yang meliputi perubahan secara kimia dan fisika. Dalam hal ini perubahan materi  dapat dipelajari melalui perubahan energi yang menyertai perubahan materi. Namun ada juga ahli yang mendefinisikan kimia itu ilmu yang mempelajari komposisi dan sifat materi serta berbagai perubahan yang di alaminya. Adapun pemahaman tentang materi ialah apapun yang dapat menempati ruang dan mempunyai massa.Dengan demikian kimia juga sebagaimana cabang ilmu lainnya yang mengupas tentang suatu obyek hingga mendalam. Dalam perspektif Kimia materi dapat berubah menjadi materi yang lebih sederhana atau lebih kompleks.  Hal itu karena materi meliputi zat murni atau koalisi dari beberapa zat murni (campuran).
                Akar ilmu kimia dapat dilacak hingga fenomena pembakaran. Api merupakan kekuatan mistik yang mengubah suatu zat menjadi zat lain dan karenanya merupakan perhatian utama umat manusia. Adalah api yang menuntun manusia pada penemuan besidan gelas. Setelah emas ditemukan dan menjadi logam berharga, banyak orang yang tertarik menemukan metode yang dapat mengubah zat lain menjadi emas. Hal ini menciptakan suatu protosains yang disebutAlkimia. Alkimia dipraktikkan oleh banyak kebudayaan sepanjang sejarah dan sering mengandung campuran filsafat, mistisisme, dan protosains.
                Perubahan kimia atau yang sering disebut dengan istilah reaksi kimia memungkinkan terbentuknya suatu zat yang sebelumnya belum pernah ada atau belum dikenal.Hal ini menjadi suatu peluang untuk berbagai kepentingan industri,pertanian,kontruksi,dll. . Namun di sisi lainnya tidak semua proses pembentukan zat baru menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, banyak juga di antaranya yang justru merugikan peradaban manusia seperti limbah industri, limbah pertanian, limbah rumah tangga, dan sebagainya. Contoh sederhana perubahan materi dari besi murni menjadi besi berkarat dianggap sangat merugikan, karena mengurangi sifat penting yang ada pada materi tersebut.

Daftar pustaka:
http://infostudikimia.blogspot.co.id/2016/07/kimia-dan-perkembangannya.html?m=1

Riwayat Bahan Bakar Fosil di Indonesia

Oleh : Jonathan Budhiawan (@G16-Jonathan)

Abstrak
        Isu mengenai energi adalah salah satu isu yang sangat penting dalam kehidupan kita. Seluruh bidang kehidupan memerlukaan adanya dukungan energi. Salah satu sumber energi yang paling banyak dimanfaatkan sampai saat ini adalah energi dari bahan bakar fosil. Pemakaian energi yang semakin tinggi dan keterbatasan jumlah ketersediaan energi akan merujuk kepada suatu krisis energi jika terus saja dibiarkan.

Kata kunci : Bahan Bakar Fosil, krisis energi fosil, energi terbarukan

     

Jumat, 02 Februari 2018

Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Biodiesel

Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Biodiesel



Oleh : M.Irsyad Herlanda Putra

Abstrak
Minyak jelantah sangat potensial untuk dikembangkan sebagai sumber energi alternatif pengganti bahan bakar yang berasal dari fosil. Pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku pembuatan biodiesel merupakan salah satu cara pengurangan limbah (minyak jelantah) yang menghasilkan nilai ekonomis serta menciptakan bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar solar. Minyak jelantah dapat diproses menjadi biodiesel dengan transesterifikasi dengan metanol menggunakan katalisator zeolit zirkonia tersulfatasi.

Darurat Polusi Udara


Oleh                     : Bayu Prayudha (@G14-Bayu)

Abstrak                :
Pada dasarnya pencemaran udara terjadi karena dua faktor yaitu oleh alam sendiri dan campur tangan kegiatan manusia. Namun dari hasil penelitian, jumlah pencemaran yang disebabkan oleh alam sangatlah sedikit dan berbanding terbalik dengan pencemaran yang dilakukan oleh tangan manusia.
Udara merupakan salah satu komponen terpenting di dunia yang menunjang kehidupan makhluk hidup. Banyak pengaruh jika keadaan udara terganggu seperti kenyamanan dan keindahan lingkungan juga terganggu. Jangan lupakan pengaruh terhadap kesehatan manusia.

Kata Kunci          : Pencemaran, udara, polusi, reboisasi.

KIMIA DALAM GLOBAL WARMING

Oleh: Veryzal Danang N (@G07-Veryzal)
Abstrak: 

Pesatnya kemajuan dan teknologi mendorong meningkatnya pertumbuhan industri dan sarana transportasi. Peningkatan  jumlah industri dan sarana transportasi di dunia sudah barang tentu juga diikuti oleh peningkatan penggunaan bahan bakar terutama bahan bakar minyak (BBM). Peningkatan  penggunaan BBM terutama BBM dari fosil sudah barang tentu juga akan meningkatkan gas karbon dioksida (CO2) sebagai gas hasil pembakaran dari BBM fosil. Seperti diketahui gas CO2 adalah salah satu komponen gas rumah kaca, diperkirakan setiap tahun dilepaskan sekitar 18,35 miliar ton CO2. Ketika atmosfer semakin kaya akan gas-gas rumah kaca ini, maka semakin menjadi insulator yang menahan lebih banyak panas dari matahari yang dipancarkan ke bumi, sehingga menyebabkan pemanasan global (global warming). Penyebab utama pemanasan global ini adalah pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak bumi, gas alam dan batubara yang melepaskan gas CO2 dan gas-gas lainnya yang dikenal sebagai gas rumah kaca ke atmosfer. Pemanasan global sudah menjadi isu internasional dan menjadi permasalahan dunia karena dampaknya dapat membahayakan makhuk hidup di dunia diantaranya adalah suhu bumi meningkat, terjadi perubahan iklim, peningkatan permukaan laut, gangguan ekologis dan dampak sosial politik. (Sulistyono, Forum Teknologi Vol.2 No.2)

Kata Kunci: Rumah Kaca, Pemanasan Global, Global Warning.

MIE INSTAN-ku


MIE INSTAN-ku...
(Oleh : Nur Utami Setianingsih - @G11-Nur)

ABSTRAK

Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan social yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara social dan ekonomis (UU. R No. 23 tahun 1992). Maka agar tetap dalam keadaan sehat, tubuh memerlukan asupan zat gizi dari makanan, seperti diungkapkan oleh Karyadi (1996). Komposisi tubuh manusia terdiri dari zat-zat gizi seperti protein, lemak, karbohidrat, berbagai mineral dan vitamin, untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Tubuh melakukan pemeliharaan dengan mengganti jaringan yang sudah aus ataupun rusak. Agar tubuh dapat menjalankan fungsinya diperlukan sejumlah zat gizi setiap hari yang diperoleh dari makanan. Perubahan agya hidup masyarakat mempengaruhi pola konsumsinya, kini makanan instan makin digemari sebagai substitusi nasi. Salah satunya adalah mie instan. Produk ini bahkan makin menjadi pilihan pengganti bahan pangan pokok. Pertimbangannya adalah factor kepraktisan, harga yang terjangkau dan cukup mengenyangkan.


KATA KUNCI : Kimia Pangan, Bahan Tambahan, Makanan Instan

ISI

Menurut Sunarto (2005), mie instan adalah  mie mentah yang kemudian mengalami proses pengukusan dan pengeringan (menjadi mie kering) atau dikukus dan digoreg menjadi instan goreng.

Sementara berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) nomor 3551-1994, mie instan didefinisikan sebaai produk makanan kering yang dibuat dari tepung terigu dengan atau tanpa penambahan bahan makanan lai dan bahan makanan tambahan yang diizinkan, berbentuk khas mie dan siap dihidangkan setelah dmasak atau diseduh dengan air mendidih palig lama 4 menit.

Banyak alasan mengapa sebagian besar masyarakat Indonesia sangat gemar mengkonsumsi mie instan, menurut KTI yang dimuat oleh Halysha Ashryy pada hari sabtu 29 Maret 2014. Sebagian besar beranggapan bahwa mie instan adalah makanan yang praktis dan mudah penyajiannya. Sebagian lagi beranggapan mie instan adalah makanan yang murah dan mudah didapat (Ashryy, 2014).
Menurut Astawan (2004), ditinjau dari segi nilai gizinya, mie instan syarat akan karbohidrat dan zat tenaga dengan kandungan proten yang relative rendah. Kandungan gizi mie sangat bervarasi bergantung pada jenis dan jumlah bahan-bahan penyusunnya, kualitas bahan baku yang digunakan, cara pembuatan, dan cara penyimpanan.
Berdasarkan riset yang pernah dilakukan IPB terhadap produk mie instan yang beredar di Indonesia, jumlah bahan pengawet yang dipakai jumlahnya bervariasi. Secara umum ada 7 komponen dalam mie instan, termasuk pengawet, pewarna, dan antioksidan (Eddy Setyo Mudjajanto, dosen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor).


Menurut Dr. Shin pada Dailymail (2014) bahwa selain mengandung bahan pengawet, mie instan juga memiliki bahan kimia yang disebut bisphenol A yang digunakan untuk mengemas mie dalam wadah Styrofoam.

Zat kimia yang sering ditambahkan dalam pembuatan mie :

  • STPP (Sodium Tri Poly Phosphat), sebagai pengenyal, karena dapat mengikat air. Air digunakan dari banyaknya adonan.
  • CMC (Carboxymethyl Cellulose), sebagai pengenyal dan membuat tekstur makanan jadi tidak lengket, elastis, dan halus. Dalam dunia farmasi sering digunakan sebagai excipient/ suspending, pengikat, penghancur tablet, dan meningkatkan viskositas cairan. Zat ini aman jika hanya digunakan dan tidak terlalu sering dikonsumsi
  • Soda Kie (air abu), merupakan bahan pengenyal mie basah agar teksturnya tidak keras. Digunakan agar mie lebih awet segarnya/ tidak mudah basi
  • Kalsium Propionat, pengawet mie kering, agar tidak mudah rusak seperti mencegah mie berlendir dan jamuran. Zat ini aman digunakan bila dalam jumlah yang tidak berlebih
  • Formalin dan Boraks, zat aditif yang sering dicampur dalam mie basah. Sebagai pengawet dan termasuk zat aditif non-pangan. Jika dikonsumsi terlalu banyak bisa berefek pusing, muntah, hingga penyakit kronis dalam jangka panjang
  • Propilen glikol, anti beku yang mencegah mie dari pengeringan dengan memprtahankan kelembapan. Tubuh akan menyerap dengan mudah dan propilen glikol terakumulasi di jantung, hati, dan ginjal. Hal ini menyebabkan kerusakan dan kelainan organ, serta melemahkan sistem kekebalan tubuh.


MIND MAP
DAFTAR PUSTAKA
Tim Penulis Kimia Umum. 2013. Kimia Umum. Surabaya : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya.
Wulandari, Fitri dan Viorentina Bayus. 2015. Gambaran Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Tentang Bahaya Mengkosumsi Mie Instan Di Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta. Jakarta: Jurnal Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta, Voume 1, Nomor 1.

Kurnianingsih, Sari. 2007. Hubungan Konsumsi Mie Instan dengan Tingkat Kecukupan Gizi dan Status Gizi Pada Remaja. Universitas Airlangga, Surabaya.

Astawan, Made. 2004. Tetap Sehat Dengan Produk Olahan. Solo: PT. Tiga Serangkai.

Badan Standarisasi Nasional. 1994. Standar Nasional Indonesia Mie Instan No. 3551-1994. BSN. Jakarta.