.

Senin, 13 Desember 2021

KONSEP DASAR ENERGI HIJAU - Atharic Alfadh (@T26-Athharic)

 

KONSEP DASAR ENERGI HIJAU

Oleh : Atharic Alfadh (@T26-Atharic)


Abstrak

Istilah energi hijau tidak hanya mencakup sumber energi terbarukan tetapi dapat diperluas untuk mencakup konservasi energi (contohnya energi hijau juga dipakai untuk menyebut bangunan yang dibangun dengan cara agar tetap dingin di siang hari dan tetap panas di malam hari melalui desain arsitektur yang tidak mengandalkan AC atau sistem.

Kata Kunci : Energi Hijau, sumber, pengertian.


Abstract

The term green energy does not only include renewable energy sources but can be expanded to include energy conservation (for example green energy is also used to refer to buildings that are constructed in a way to keep them cool during the day and hot at night through architectural designs that do not rely on air conditioning or systems). 

Keywords: Green Energy, sources, understanding.


Latar Belakang

Perkembangan kebutuhan energi berbanding lurus dengan perkembangan teknologi. Semakin pesatnya perkembangan teknologi khususnya dunia digitalpun membuat kebutuhan masyarakat akan listrik akan meningkat pula. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa listrik bisa dikatakan sebagai salah satu kebutuhan bagi masyarakat modern saat ini. Kebutuhan listrik semakin bertambah dengan meningkatnya pertumbuhan populasi penduduk setiap tahun. Dengan demikian, diperlukan alternatif pembangkit baru yang bisa mengakomodasi kebutuhan listrik masyarakat salah satunya adalah pembangkit listrik tenaga angin. Di negara berkembang seperti Indonesia, idealnya pertumbuhan listrik 2-2,5 kali lipat dibandingkan pertumbuhan ekonomi. Kenyataannya, saat ini pertumbuhan listrik 7-8 persen. Jika pertumbuhan ekonomi 7 persen, idealnya pertumbuhan sekitar 14 persen per tahun Di Indonesia, angin adalah energi yang belum dimanfaatkan secara maksimal untuk menghasilkan listrik. Angin sebagai salah satu energi hijau merupakan salah satu jawaban dari masalah kekurangan pasokan listrik dan isu lingkungan yang ada saat ini. Oleh karena itu diperlukan eksplorasi lebih dalam tentang pemanfaatan energi angin ini. Pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) adalah pembangkit yang memanfaatkan energi angin sebagai penggeraknya. Pemanfaatan energi angin yang belum optimal memungkinkan pemenuhan kebutuhan energi dari energi yang terbarukan ini. Penambahan PLTB pada sistem akan mempengaruhi sistem yang sudah ada. Untuk mengetahui pengaruh sistem dangan mengintegrasikan PLTB pada program aliran daya diperlukan studi aliran daya untuk mengetahui dampak yang akan ditimbulkan pada sistem dengan adanya penambahan pembangkit baru.


Pembahasan 

  1. Pengertian Energi Hijau

Energi hijau adalah energi yang dihasilkan dari sumber energi yang lebih ramah lingkungan (atau "hijau") dibandingkan dengan bahan bakar fosil (batubara, minyak, dan gas alam). Karena itulah energi hijau mencakup semua sumber energi terbarukan (surya, angin, panas bumi, biofuel, tenaga air), dan menurut definisi juga harus mencakup energi nuklir meskipun ada banyak penggiat lingkungan yang menentang gagasan mengenai energi nuklir masuk ke dalam energi hijau karena nuklir memiliki masalah limbah, dan efeknya yang berbahaya terhadap lingkungan.


Terminologi energi hijau diciptakan untuk memisahkan bahan basar fosil yang mengakibatkan tingkat polusi yang tinggi dengan bahan bakar lainnya yang mengakibatkan polusi lebih rendah dan ramah lingkungan seperti pada sumber energi terbarukan. Perubahan iklim telah menjadi ancaman global, dan dunia perlu menemukan pilihan energi bersih (lebih sedikit emisi), dan dengan demikian energi hijau penting untuk terus berkembang. Energi hijau masih tidak cukup kuat untuk bersaing dengan bahan bakar fosil. Hal ini terutama karena energi hijau masih menjadi pilihan energi yang secara signifikan lebih mahal dibandingkan dengan bahan bakar fosil, dan dengan demikian banyak negara, terutama negara berkembang, tetap menggunakan bahan bakar fosil yang lebih murah seperti batubara.


Istilah energi hijau tidak hanya mencakup sumber energi terbarukan tetapi dapat diperluas untuk mencakup konservasi energi (contohnya energi hijau juga dipakai untuk menyebut bangunan yang dibangun dengan cara agar tetap dingin di siang hari dan tetap panas di malam hari melalui desain arsitektur yang tidak mengandalkan AC atau sistem pemanas ruangan). Promosi energi hijau tidak hanya dengan menggunakan sumber energi terbarukan di tahun-tahun mendatang, tetapi juga untuk membuat dominasi teknologi bahan bakar fosil saat ini menjadi lebih hijau dan mengurangi tingkat polusi (seperti teknologi batubara bersih).


Istilah energi hijau kadang-kadang diidentifikasikan dengan istilah energi berkelanjutan, tetapi hal ini tidak sepenuhnya benar karena energi yang berkelanjutan juga mencakup teknologi untuk meningkatkan efisiensi energi. Energi hijau tidak mengacu pada efisiensi sumber energi terbarukan tetapi hanya menekankan pada dampak positif mereka terhadap lingkungan (dibandingkan dengan bahan bakar fosil).


Banyak sekali sumber sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan dan biasa atau umum digunakan. Antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Biomassa

Biomassa adalah bahan biologis yang hidup atau baru mati yang dapat digunakan sebagai sumber bahan bakar. Sebenarnya sejak zaman dahulu kala, manusia sudah mengenal biomassa sebagai sumber energi, contohnya penggunaan kayu dan minyak hewan sebagai bahan bakar pembuat api unggun dll. Setelah ditemukannya bahan bakar fosil, biomassa mulai tergeser dan mulai jarang lagi digunakan sebagai sumber energi. Tetapi seiring berjalannya waktu, manusia mulai kembali menggalakkkan penggunaan sumber energi biomassa karena sumber energi yang dihasilkan dari bahan bakar fosil terbatas dan tidak dapat diperbaharui serta menimbulkan banyak dampak negatif pada lingkungan. Ada beberapa contoh sumber energi biomassa, antara lain sebagai berikut :

  • Biogas

  • Biogas merupakan jenis energi alternatif yang diproduksi melalui pemecahan bahan organik, seperti pupuk kandang, kotoran manusia, material tanaman dan lainnya. Cara membuat biogas adalah semua bahan organik tersebut diuraikan melalui proses fermentasi dengan menggunakan bantuan mikroorganisme anaerobik untuk menghasilkan gas metana dan karbon dioksida. Gas yang dihasilkan dari proses ini dapat dimanfaatkan untuk menyalakan kompor, pembangkit listrik dan juga sebagai pemanas.

  • Kayu

Kayu juga merupakan contoh dari energi biomassa. Kayu yang dibakar dan digunakan sebagai bahan bakar adalah bentuk sederhana dari biomassa dengan menggunakan kayu. Dalam skala besar kayu juga digunakan untuk produksi listrik, seperti pembangkit listrik tenaga uap. Meskipun begitu, jenis energi alternatif ini memiliki sejumlah kekurangan, seperti pembakaran kayu dengan emisi karbon dioksida dapat menyebabkan efek rumah kaca. Namun jangan khawatir, karena hal ini juga dapat disiasati dengan cara menanam lebih banyak pohon. Sehingga dapat menyerap karbon dioksida dari atmosfer bumi.


  • Limbah Pertanian / Peternakan

Limbah pertanian juga dapat digunakan untuk produksi energi biomassa. Limbah pertanian yang dapat dimanfaatkan untuk energi ini adalah kotoran ternak, ampas tebu dan juga jerami. Limbah-limbah tersebut dapat diolah menjadi bahan bakar untuk menghasilkan listrik dan juga panas.


  • Tanaman Energi

Saat ini terdapat banyak jenis tanaman energi yang ditanam secara komersial sebagai sumber energi. Tanaman tersebut diantaranya adalah rami, jagung, gandum dan juga kedelai. Tanaman-tanaman tersebut memang sengaja di tanam dalam skala besar untuk menghasilkan bahan bakar, seperti propanol, biodiesel, butanol dan juga etanol.

  1. Energi Matahari 

Energi matahari merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang paling penting. Sebagai negara yang berada di kawasan khatulistiwa, potensi energi surya di Indonesia sangat besar. Sayangnya Energi Surya / matahari ini belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satu cara untuk memanen radiasi panas dan cahaya yang dipancarkan matahari menjadi listrik adalah dengan memanfaatkan teknologi termal dan teknologi sel surya. Teknologi termal biasanya digunakan untuk mengeringkan hasil pertanian dan perikanan, memasak dan memanaskan air. Sedangkan sel surya merupakan alat untuk mengonversi cahaya matahari menjadi energi listrik.

  1. Energi Angin

Pada umumnya cara untuk memanfaatkan energy angin yaitu dengan menggunakan kincir angin. Kincir angin yang berputar dihubungkan ke generator atau turbin yang kemudian akan menghasilkan energi listrik. Penggunaan energi angin sangat ramah lingkungan karena sama sekali tidak mengahasilkan gas buang dan tidak menimbulkan efek rumah kaca. Salah satu contoh Negara yang paling banyak memanfaatkan energi angin ini adalah Belanda.

  1. Energi Air

Salah satu contoh penggunaan Air sebagai sumber energi adalah PLTA. PLTA ( Pembangkit Listrik Tenaga Air ) adalah pembangkit listrik yang menggunakan energi air untuk menghasilkan listrik. Prinsip pembangkit listrik tenaga air adalah memanfaatkan arus air, atau air yang jatuh pada air terjun untuk memutar dinamo. Air terjun yang berada pada ketinggian tertentu senantiasa mengalirkan air dengan masa tertentu setiap menit. Seperti masa air yang berada pada suatu ketinggian memiliki energi potensial gravitasi. Ketika masa air turun ke bawah energi potensialnya berkurang karna sebagian energi potensialnya dirubah menjadi energi kinetik. Selain pada air terjun, PLTA biasanya juga didirikan pada sungai, danau, ataupun bendungan yang memang khusus dibangun untuk dimanfaatkan energi airnya.

  1. Energi Panas Bumi ( Geothermal )

Energi panas bumi adalah energi thermal (panas) yang dihasilkan dan disimpan di dalam bumi. Pembangkit Listrik tenaga geothermal menggunakan sumur dengan kedalaman sampai 1.5 KM atau lebih untuk mencapai cadangan panas bumi yang sangat panas. Energi panas bumi ini digunakan untuk memanaskan air yang ada di dalam ketel uap yang kemudian akan menghasilkan uap air yang akan memutarkan turbin.


  1. Kelebihan Energi Hijau

  • Tersedia Secara Melimpah dan Dapat Diperbaharui

Sumber energi seperti angin, air, panas bumi dan panas matahari akan selalu tersedia dan tidak akan pernah habis seperti batubara dan minyak bumi. Jadi sumber energi ini dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

  • Ramah Lingkungan

Pemanfaatkan sumber energi alternatif tidak akan menyebabkan kerusakan lingkungan karena kebanyakan energi alternatif tidak menghasilkan limbah dan polusi. Kalaupun menghasilkan limbah atau polusi tidak akan sebesar sumber energi berbahan bakar.

 

  1. Kekurangan Energi Hijau

  • Biaya Investasi dan Instalasi Awal Mahal

Biaya yang diperlukan untuk pembuatan instalasi awal penggunaan sumber energi hijau tergolong mahal. Misalnya, pembuatan bendungan yang akan digunakan untuk PLTA dan biaya pembuatan / pembelian Panel Surya yang sangat mahal untuk pembuatan PLTS.

  • Kurang Dapat Diandalkan dan Kurang Efisien

Penggunaan sumber energi hijau kebanyakan bergantung pada kondisi alam dan terpengaruh oleh keadaan iklim/cuaca. Sehingga ketika musim kemarau misalnya, maka PLTA yang menggunakan energi air tidak dapat berfungsi secara maksimal karena debit air yang pastinya akan menurun. Sebaliknya, ketika musim hujan, PLTS yang memanfaatkan energi panas matahari tidak akan berfungsi secara maksimal karena sumber panas matahari sangat terbatas pada musim hujan. Penggunaan sumber energi yang berasal dari alam dirasa belum efisien jika harus menggantikan sumber energi berbahan bakar fosil. Terlebih lagi teknologi yang dimiliki Negara kita belum cukup mendukung dalam pembuatan fasilistas dan sarana pendukung lainnya.

  • Pembiayaan utang sulit dijamin untuk proyek energi hijau baru. Secara historis, tarif utilitas yang tinggi sehingga menyebarkan risiko utilitas di seluruh konsumen.

  1. Penggunaan Energi Terbarukan di Tingkat Perdesaan atau Komunitas

Di Indonesia, ada banyak cerita potensi energi terbarukan setempat atau mengenai penyediaan energi di tingkat desa dan komunitas dengan energi terbarukan. Tri Mumpuni, Direktur Eksekutif Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA), telah bekerja selama 20 tahun memberdayakan masyarakat desa untuk membangun pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH). Menurut Tri Mumpuni, model pendekatan top down yang sering digunakan pemerintah sebaiknya dipasangkan dengan bottom-up approach, di mana masyarakat dilibatkan dan dikembangkan kapasitasnya untuk mengelola PLTMH di desa mereka.

Tantangan geografis sering menjadi menjadi alasan tidak adanya akses listrik ke banyak desa di Indonesia, karena penyam- bungan listrik ke desa-desa yang sulit dijangkau dinilai tidak ekonomis oleh penyedia layanan energi. Meski begitu, lokal bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi di tempat tersebut, dengan juga memberdayakan masyarakat dan komunitas setempat. Model pemberdayaan masyarakat ini dinilai penting dan bisa menjadi jawaban masih terbatasnya akses energi di daerah yang sulit dijangkau. Untuk pembangkit listrik mikrohidro (PLTMH) skala kecil, misalnya,masyarakatdapatberperanseba- gai pemilik modal, operator, dan penerima manfaat. Dengan melibatkan masyarakat, mereka memiliki rasa kepemilikan atas PLTMH. Pengoperasian dan perawatan sepe- nuhnya dapat dilakukan sendiri dengan training dari para engineer, dan listrik yang dihasilkan dapat dijual ke PLN. Hasil penjualan ini kembali ke masyarakat untuk biaya-biaya pendidikan dan peningkatan perekonomian.


Kesimpulan

Tingkat keyakinan yang lebih besar terhadap energi terbarukan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar impor dan kerentanan terhadap fluktuasi harga bahan bakar. Pemanfaatan sumber daya lokal yang tersedia, seperti angin, matahari, dan bioenergi dapat memperbaiki akses energi rumah tangga di pedesaan. Investasi pada sumber energi yang baru dan bersih ini akan menciptakan kesempatan kerja, memacu inovasi teknologi, dan menarik sumber pendanaan baru untuk proyek energi hijau, serta berkontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/ SDGs).

Berinvestasi di energi hijau sekarang, akan memberikan hasil jangka panjang dalam pengendalian polusi, pengembangan infrastruktur yang bersih dan mampu mengadaptasi perubahan iklim, serta pengunaan sumber daya secara lebih efisien. Hal ini akan memainkan peranan penting dalam membangun masa depan yang lebih bersih, lebih sehat, dan lebih berkelanjutan, yang berdasarkan pada pertumbuhan ekonomi yang lebih berpusat pada pembangunan manusia, serta memberikan standar kehidupan yang tinggi bagi seluruh rakyat Indonesia.


Daftar Pustaka

2017. Bagaimana Pertumbuhan Ekonomi Hijau Membantu Indonesia Memenuhi Kebutuhan Energi Nasional?. http://greengrowth.bappenas.go.id/wp-content/uploads/2018/04/Brief-Energy_BAHASA.pdf

2017. Energi Terbarukan : Energi untuk kini dan nanti

Hidayat, Atep Afia. 2021. Modul UMB Kimia dan Pengetahan Lingkungan Industri: Energi Hijau



DAMPAK DARI PENERAPAN HIJAU DI INDUSTRI

 oleh : Indrik (@T05-Indrik)


Abstrak

       Dalam menjalankan aktivitas suatu makhluk hidup memerlukan yang namanya energi. Energi sendiri merupakan kemampuan dalam melakukan suatu usaha dan mengalami perubahan. Energi hijau adalah suatu istilah yang menggambarkan suatu energi yang dihasilkan dari sumber energi yang lebih ramah lingkungan. Dunia industri banyak memanfaatkan sumber-sumber energi, namun belum mampu menciptakan suatu kondisi yang ramah lingkungan. Oleh karena itu energi hijau menjadi hal yang patut untuk diterapkan oleh suatu industri dalam mendukung kehijauan bumi.

Kata Kunci : energi, hijau, industry,lingkungan

MANFAAT ENERGI HIJAU

 

MANFAAT ENERGI HIJAU

Oleh : Ahmad Revaldy (@T32-Ahmad)


ABSTRAK

Energi menjadi komponen paling penting dalam kehidupan. Kebutuhan akan energi terus meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Untuk menghindari krisis terhadap kebutuhan energi, maka perlu diterapkan penggunaan energi hijau dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam kegiatan industri. Energi hijau merupakan energi yang berasal dari sumber alami yang dapat diperbarui (energi terbarukan). Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah memiliki potensi yang cukup besar untuk menerapkan energi hijau. Penerapan energi hijau yang bersifat ramah lingkungan akan memberikan banyak manfaat.

ABSTRACT

Energy is the most important component in life. Energy needs will continue to increase over time. To avoid a crisis in energy needs, it is necessary to apply the use of green energy in daily life, especially in industrial activities. Energy is energy that comes from natural sources that can be activated (renewable energy). Indonesia as a country that has abundant natural resources has considerable potential to implement green energy. The application of green energy that is environmentally friendly will provide many benefits.

PENDAHULUAN

Energi merupakan kebutuhan dasar manusia, yang terus meningkat sejalan dengan tingkat kehidupannya (Kholiq, 2015). Jika pasokan energi menurun, maka akan menimbulkan kenaikan harga energi yang berakibat pada turunnya daya beli energi. Hal ini akan berimbas pada kolapsnya kegiatan ekonomi dan bersifat destruktif terhadap kegiatan produksi dan konsumsi masyarakat. Dengan demikian pasokan energi memegang peranan yang sangat penting, karena permintaan akan energi sebagai komoditas primer cenderung selalu meningkat (Heyko, dkk., 2016).

 

RUMUSAN MASALAH

1.      Apa itu energi hijau?

2.      Apa saja manfaat energi hijau?

TUJUAN

1.      Untuk mengetahui apa itu energi hijau

2.      Untuk mengetahui apa saja manfaat energi hijau

PEMBAHASAN

Hidayat (2021) mengutip dari American Journal of Applied Sciences, Energi hijau adalah energi yang dihasilkan dari sumber energi yang lebih ramah lingkungan (atau "hijau") dibandingkan dengan bahan bakar fosil (batubara, minyak, dan gas alam). Karena itulah energi hijau mencakup semua sumber energi terbarukan (surya, angin, panas bumi, biofuel, tenaga air), dan menurut definisi juga harus mencakup energi nuklir meskipun ada banyak penggiat lingkungan yang menentang gagasan mengenai energi nuklir masuk ke dalam energi hijau karena nuklir memiliki masalah limbah, dan efeknya yang berbahaya terhadap lingkungan.

Menurut Hidayat (2021), Istilah energi hijau tidak hanya mencakup sumber energi terbarukan tetapi dapat diperluas untuk mencakup konservasi energi. Istilah energi hijau juga kadang-kadang diidentifikasikan dengan istilah energi berkelanjutan, tetapi hal ini tidak sepenuhnya benar karena energi yang berkelanjutan juga mencakup teknologi untuk meningkatkan efisiensi energi. Energi hijau tidak mengacu pada efisiensi sumber energi terbarukan tetapi hanya menekankan pada dampak positif mereka terhadap lingkungan (dibandingkan dengan bahan bakar fosil).

Indonesia merupakan negara yang paling kaya dengan energi hijau. Indonesia memiliki minimal 62 jenis tanaman bahan baku biofuel yang tersebar secara spesifik di seluruh pelosok Nusantara. Kelapa sawit tumbuh di wilayah basah dengan curah hujan tinggi.

Ada juga tanaman tebu yang menghendaki beda musim yang tegas antara hujan dan kemarau. Singkong mampu berproduksi baik di lingkungan sub-optimal dan toleran pada tanah dengan tingkat kesuburan rendah. Juga ada sagu, nipah, nyamplung, bahkan limbah-limbah pertanian, seperti sekam padi, ampas tebu, tongkol jagung, dan biji-bijian sangat mudah didapatkan di Indonesia.

Dengan banyaknya pilihan-pilihan itu, mestinya Indonesia bisa berada di garda depan penggunaan energi hijau. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, pernah menyebut, Indonesia memiliki sumber energi terbarukan yang sangat besar dengan potensi yang mencapai 400 Gigawatt (GW). "Kami melakukan langkah-langkah strategis dalam mengatur pemanfaatan energi ini," kata dia dalam pertemuan The 11th Clean Energy Ministerial Meeting (CEM11) and The 5th Mission Innovation (MI-5) yang digelar September 2020.

KESIMPULAN

Energi yang terbarukan merupakan sebuah opsi lain atas pengembangan dari berbagai sumber daya yang sudah ada. Energi hijau bisa menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi di seluruh sektor kegiatan. Cara agar energi hijau ini dapat terlaksana dengan baik di masa kini dan nanti adalah kesadaran kita untuk melakukan konservasi energi untuk menghasilkan berbagai bentuk energi dan mengurangi pemakaian bahan bakar fosil. Juga upaya penelitian dengan perencanaan praktis untuk membantu memastikan bahwa energi terbarukan tersebut benar-benar 'hijau' mungkin.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, Atep Afia. 2021. Energi Hijau. Modul Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Jakarta: Universitas Mercu Buana.

https://infopublik.id/kategori/sorot-sosial-budaya/572865/lebih-jauh-tentang-energi-hijau

PERANAN BIOMASSA DALAM ENERGI HIJAU

 Oleh: Waskito Sandy Utomo (@T01-Waskito)



 

Abstrak

            Pemanfaatan energi di Indonesia menghadapi beberapa persamalahan, salah satunya adalah keterbatasan ketersedian energi yang ada. Energi merupakan kebutuhan dasar manusia, yang terus meningkat sejalan dengan tingkat kehidupannya. Bahan bakar minyak/energi fosil merupakan salah satu sumber energi yang bersifat tak terbarukan (nonrenewable energy sources) yang selama ini merupakan andalan untuk memenuhi kebutuhan energi di seluruh sektor kegiatan. Yang sewaktu-waktu dapat habis dari muka bumi ini. Kekayaan sumber daya energi, khususnya sumber energi baru dan terbarukan yang kita miliki, perlu dipikirkan untuk dimanfaatkan sebagai energi alternatif, menggantikan danmengurangi peran bahan bakar minyak dalam konsumsi energi di Indonesia.

Kata kunci: energi,bahan bakar,energi alternatif

ENERGI HIJAU SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF PENGGANTI ENERGI FOSIL

Oleh : Nopi Febriani (@T11-Nopi)

Abstrak

Energi memegang peranan yang sangat penting bagi setiap unsur kehidupan. Energi adalah kemampuan untuk bergerak atau melakukan sebuah perubahan agar kebutuhan hidup terpenuhi. Selama ini energi yang ada banyak dihasilkan dari bahan bakar fosil, baik itu menjadi energi listrik, energi gas, dan sebagainya. Akan tetapi, seiring dengan bertambahnya usia bumi, cadangan energi fosil dikhawatirkan akan semakin menipis dan menyebabkan kekurangan energi di masa mendatang. Energi hijau merupakan energi alternatif sebagai pengganti energi fosil yang di gunakan sebagai upaya menjaga ketahanan energi. Dan Indonesia dengan segala kekayaan alamya  merupakan salah satu negara yang memiliki potensi besar dalam pemanfaatan energi hijau.

Kata kunci: energi, energi hijau, energi alternatif, potensi energi hijau di Indonesia

Abstract

Energy plays a very important role for every element of life. Energy is the ability to move or make a change so that the needs of life are met. So far, a lot of energy is produced from fossil fuels, whether it be electrical energy, gas energy, and so on. However, as the earth ages, it is feared that fossil energy reserves will be depleted and cause energy shortages in the future. Green energy is an alternative energy as a substitute for fossil energy which is used as an effort to maintain energy security. And Indonesia with all its natural wealth is one of the countries that has great potential in the use of green energy.

Keywords: energy, green energy, alternative energy, green energy potential in Indonesia

 DAMPAK DARI PENERAPAN ENERGI HIJAU

Oleh : Arrazqadira Prananta (@T-30-Arraz)

Program Studi Ilmu Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Mercu Buana.

arrazqadiraprananta5@gmail.com



Abstrak

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja atau kekuatan yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai proses kegiatan. Energi ada dimana-mana, seperti gerakan kecil yang kita lakukan saja menggunakan energi bahkan menghasilkan energi. Saat ini, energi sudah dapat diproduksi, diterapkan bahkan disimpan. Semakin canggihnya teknologi dan bersamaan dengan memburuknya kondisi bumi, para ilmuwan dunia berusaha untuk menerapkan sesuatu di kehidupan yang pastinya lebih sehat dari sebelumnya. Munculah istilah teknologi hijau, industri hijau, bahkan energi pun sudah dikembangkan menjadi energi hijau. Energi hijau dipatenkan oleh berbagai negara di dunia sebagai upaya untuk membuat bumi lebih sehat dari sebelumnya.

Kata kunci: Energi, bumi, teknologi

IMPLEMENTASI ENERGI HIJAU

 

IMPLEMENTASI ENERGI TERBARUKAN DI TANAH NUSANTARA

A. Absrak

Indonesia adalah negara yang sangat kaya. Tidak hanya kaya akan budaya dan tradisi, negara tercinta kita juga sangat kaya akan hasil alamnya. Banyak kekayaan alam yang bisa dimanfaatkan oleh bangsa ini untuk keperluan di masa sekarang dan masa mendatang. Salah satu kekayaan alam yang terkubur di Indonesia adalah sumber energi. Penggunaan energi baru dan terbarukan harus menjadi perhatian utama pemerintah Indonesia tidak hanya sebagai upaya untuk mengurangi pemakaian energi fosil melainkan juga untuk mewujudkan energi bersih atau ramah lingkungan. Energi terbarukan ini merupakan sumber energi yang berasal dari alam yang mampu dibuat kembali secara bebas, serta mampu diperbarui terus-menerus dan tak terbatas. Energi terbarukan mampu diciptakan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang semakin canggih, sehingga mampu menjadi sumber energi alternatif.


Sumber energi terbarukan adalah sumber energi yang proses pembentukannya terjadi secara berkelanjutan sehingga ketersediaannya melimpah dan tidak pernah habis. Contoh-contoh sumber energi terbarukan adalah energi matahari, energi dari biomassa, energi angin, gravitasi air, energi panas bumi, energi gelombang dan lain-lain. Energi terbarukan adalah sumber energi yang tersedia di alam dan dapat dimanfaatkan secara terus menerus.

Kata kunci: energi hijau, energi terbarukan

Abstrac

Indonesia is a very rich country. Not only rich in culture and traditions, our beloved country is also very rich in natural products. There are many natural resources that can be utilized by this nation for present and future needs. One of the buried natural wealth in Indonesia is energy sources. The use of new and renewable energy must be the main concern of the Indonesian government not only as an effort to reduce the use of fossil energy but also to realize clean or environmentally friendly energy. This renewable energy is an energy source that comes from nature that can be regenerated freely, and can be renewed continuously and indefinitely. Renewable energy can be created by utilizing increasingly sophisticated technological developments, so that it can become an alternative energy source.

Renewable energy sources are energy sources whose formation process occurs continuously so that their availability is abundant and never runs out. Examples of renewable energy sources are solar energy, energy from biomass, wind energy, water gravity, geothermal energy, wave energy and others. Renewable energy is an energy source that is available in nature and can be used continuously.

Keywords: green energy, renewable energy

P. Pendahuluan

Indonesia adalah negara yang sangat kaya. Tidak hanya kaya akan budaya dan tradisi, negara tercinta kita juga sangat kaya akan hasil alamnya. Banyak kekayaan alam yang bisa dimanfaatkan oleh bangsa ini untuk keperluan di masa sekarang dan masa mendatang. Salah satu kekayaan alam yang terkubur di Indonesia adalah sumber energi. Terdapat banyak sumber energi yang terpendam di Indonesia seperti batu bara, minyak bumi, gas alam, dan juga biomassa.

Penggunaan energi di Indonesia masih di dominasi oleh penggunaan energi tak terbarukan yang berasal dari fosil, khususnya minyak bumi dan batu bara , namun seiring berjalannya waktu, ketersediaan energi fosil semakin menipis dan untuk mengantisipasinya energi baru terbarukan (EBT) merupakan alternatif terbaik. Penggunaan energi baru dan terbarukan harus menjadi perhatian utama pemerintah Indonesia tidak hanya sebagai upaya untuk mengurangi pemakaian energi fosil melainkan juga untuk mewujudkan energi bersih atau ramah lingkungan

. Energi terbarukan ini merupakan sumber energi yang berasal dari alam yang mampu dibuat kembali secara bebas, serta mampu diperbarui terus-menerus dan tak terbatas. Energi terbarukan mampu diciptakan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang semakin canggih, sehingga mampu menjadi sumber energi alternatif.

Secara umum sumber energi dikategorikan menjadi dua, yaitu sumber energi tak terbarukan dan sumber energi terbarukan. Sumber energi tak terbarukan adalah sumber energi yang ketersediaannya terbatas dan tidak terjadi proses pembentukan kembali di alam, ataupun proses pembentukannya memerlukan waktu yang sangat lama, sehingga jika dipakai terus-menerus kemungkinan akan habis. Contoh sumber energi tak terbarukan adalah energi fosil seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam.

Sumber energi terbarukan adalah sumber energi yang proses pembentukannya terjadi secara berkelanjutan sehingga ketersediaannya melimpah dan tidak pernah habis. Contoh-contoh sumber energi terbarukan adalah energi matahari, energi dari biomassa, energi angin, gravitasi air, energi panas bumi, energi gelombang dan lain-lain.

C. Isi dan pembahasan

Energi terbarukan adalah sumber energi yang tersedia di alam dan dapat dimanfaatkan secara terus menerus. Energi terbarukan bisa dimanfaatkan secara bebas, bisa diperbarui secara terus menerus, dan ketersediaannya di alam melimpah. Berbagai alasan mengapa energi terbarukan harus dimanfaatkan adalah ketersediaannya yang melimpah, tidak menghasilkan polusi dan emisi karbon, dan membuat masyarakat mandiri dalam mengupayakan energi sendiri.

Berikut merupakan contoh energi energi yang dapat diperbarui dan terbarukan :

1.    Enegi air

Energi air merupakan salah satu jenis energi terbarukan dengan potensi yang melimpah di seluruh dunia. Sungai-sungai yang ada bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik. Proses konversi dari energi kinetik aliran air menjadi energi listrik tersusun dalam sistem pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Dalam sistem PLTA, air yang mengalir dimanfaatkan untuk memutar turbin atau kincir. Kincir yang berputar menggerakkan generator sehingga bisa menghasilkan listrik. Teknologi dalam PLTA bisa digunakan untuk skala kecil atau skala besar tergantung potensi ketersediaan energi air.

2.    Energi angin

Angin adalah udara yang bergerak yang diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara disekitarnya. Energi angin merupakan jenis energi terbarukan dengan potensi yang sangat melimpah di muka bumi dan menjadi salah satu sumber energi terbarukan yang potensial. Zaman dahulu, energi angin sudah dimanfaatkan untuk pengairan. Angin memutar kincir yang kemudian menggerakkan pompa untuk menyedot air lantas disalurkan ke titik yang dibutuhkan. Energi angin bisa diubah menjadi energi listrik melalui sistem pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB). Dalam PLTB, energi angin memutar turbin atau kincir angin yang mana kincir angin atau turbin ini memutar generator hingga akhirnya menghasilkan listrik.

3.    Energi surya

Salah satu jenis energi terbarukan adalah energi surya. Energi surya berasal dari pancaran sinar matahari. Matahari sendiri adalah komponen utama penggerak kehidupan di bumi. Bukan sekadar menerangi bumi, semua siklus kehidupan di bumi memerlukan matahari seperti adanya angin, fotosintesis, maupun radiasi yang dipancarkan ke bumi. Energi surya juga merupakan salah satu energi terbarukan dengan sumber yang sangat besar dan melimpah. Energi surya dapat diubah menjadi energi listrik. Salah satu teknologi yang bisa mengubah pancaran sinar matahari menjadi listrik adalah panel surya fotovoltaik. Panel surya ini menyerap sinar matahari dan elektrok di dalamnya mengubahnya menjadi enegri listrik.

4.    Energi panas bumi

Panas bumi merupakan jenis energi terbarukan berupa panas yang tersimpan dan berasal dari dalam bumi. Energi panas bumi biasanya terletak di kawasan-kawasan yang dilewati cincin api pasifik sebagai contoh Kanada, Italia, Jepang, AS, Filipina, Selandia Baru, dan Indonesia. Pemanfaatan energi panas bumi telah digunakan sejak zaman dulu untuk penghangat ruangan atau memasak. Pemanfaatan energi panas bumi sebagai penghasil energi listrik terdapat dalam sistem pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Prinsip kerja PLTP hampir sama dengan prinsip kerja pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di mana ada uap panas yang digunakan untuk memutar turbin lalu menggerakkan generator. Hanya saja, uap panas yang digunakan pada PLTP adalah uap panas bumi yang telah dipisahkan dari air, yang berasal langsung dari perut bumi.

5.    Bio energi

Bio energi adalah jenis energi terbarukan yang berasal dari material organik yang mempunyai simpanan energi dari matahari dalam bentuk energi kimia. Di zaman lampau, bio energi sudah sangat familiar. Bio energi yang digunakan sejak masa lampau, yang mungkin juga masih digunakan sebagian hingga kini, adalah kayu bakar. Kini, sumber bio energi semakin beragam. Ada hasil panen, rumput, kotoran hewan, sampah rumah tangga, hingga limbah pertanian. Selain itu, bio energi juga diubah menjadi bahan bakar cair seperti biodiesel, bioavtur, dan lain-lain.

6.    Enegi ombak laut

Energi ombak laut adalah salah satu jenis energi terbarukan yang bersumber dari ombak laut yang digunakan untuk menghasilkan listrik. Energi listrik dihasilkan dengan memanfaatkan gerakan naik-turun dari ombak laut. Untuk membangkitkan energi listrik, platform yang biasa digunakan untuk mengubah energi ombak menjadi energi listrik adalah turbin atau pelampung yang naik dan turun. Turbin atau pelampung yang naik turun ini digerakkan langsung oleh ombak laut, lantas memutar generator sehingga menghasilkan listrik.

7.    Energi pasang surut air laut

Energi pasang surut air laut, juga disebut sebagai energi tidal, adalah bentuk dari energi pasang surut air laut yang diubah menjadi energi listrik atau bentuk energi lain yang berguna untuk kehidupan manusia. Sesuai namanya, energi ini memanfaatkan energi pasang surut air laut yang kemudian diubah menjadi bentuk energi lain. Energi pasang surut air laut rupanya telah dimanfaatkan di Eropa dan pantai timur Amerika Utara. Dalam sistem tersebut, energi pasang surut air laut dikonversikan menjadi energi mekanik dan digunakan untuk menggiling gandum. Baru pada abad ke-19, energi pasang surut air laut mulai digunakan untuk membangkitkan energi listrik.

8.    Energi arus listrik

Energi arus laut merupakan energi yang berupa gerakan horizontal massa air laut. Adanya arus laut disebabkan oleh efek pasang surut dan perbedaan suhu dan salinitas air laut. Arus laut ini bisa dimanfaatkan menjadi pembangkit energi listrik. Mekanismenya adalah memanfaatkan energi kinetik dari arus laut untuk memutar turbin. Turbin yang diputar oleh arus laut kemudan memutar generator sehingga menghasilkan listrik. Potensi arus laut yang besar biasanya terletak di perairan selat. Potensi arus laut Indonesia cukup besar karena Indonesia merupakan negara kepulauan. Kendati potensinya cukup besar, kecepatan arus laut di perairan pantai-pantai Indonesia umumnya kurang dari 1,5 meter per detik. Namun demikian, kecepatan arus laut di selat di antara pulau Bali, Lombok, dan Nusa Tenggara Timur cukup signifikan.

9.    Energi panas air laut

Pembangkit listrik dari energi panas laut pembangkitan listrik yang memanfaatkan perbedaan suhu antara permukaan laut dengan bawah laut. Nama lain dari sumber energi terbarukan ini adalah ocean thermal energy conversion (OTEC) adalah. Pada dekade pertama abad ke-21, teknologi tersebut masih dianggap eksperimental. Bahkan hingga saat ini, belum ada pembangkit listrk dari OTEC komersial yang dibangun. Konsep OTEC pertama kali dikemukakan pada awal 1880-an oleh insinyur asal Perancis, Jacques-Arsene d'Arsonval. Dalam idenya tersebut, suhu permukaan air laut yang biasanya lebih panas digunakan untuk mendidihkan fluida kerja yang memilik titik didih di bawah titik didih air. Jika sudah mendidih, fluida kerja berubah menjadi fluida gas atau uap dan diteruskan untuk memutar turbin. Turbin inilah yang kemudian memutar generator sehingga menghasilkan listrik. Setelah uap dari fluida kerja tersebut memutar turbin, maka uap tersebut akan dteruskan ke bawah laut. Fluida kerja ini lantas menjadi dingin dan bentuknya berubah menjadi cair. Fluida kerja beberbtuk cair lalu dialirkan lagi ke permukaan air laut yang hangat untuk kemudian berubah menjadi fluida gas kemudian memutar turbin kembali.

Potensi energi terbarukan yang ada di indonesia

a. Energi panas bumi

Sebagai daerah vulkanik, wilayah Indonesia sebagian besar kaya akan sumber energi panas bumi. Jalur gunung berapi membentang di Indonesia dari ujung Pulau Sumatera sepanjang Pulau Jawa, Bali, NTT, NTB menuju Kepulauan Banda, Halmahera ,dan Pulau Sulawesi. Panjang jalur itu lebih dari 7.500 km dengan lebar berkisar 50-200 km dengan jumlah gunung api baik yang aktif maupun yang sudah tidak aktif berjumlah 150 buah. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di sepanjang jalur itu,terdapat 217 daerah prospek panas bumi .Potensi energi panas bumi total adalah 19.658 MW dengan rincian di Pulau Jawa 8.100 MW, Pulau Sumatera 4.885MW, dan sisanya tersebar di Pulau Sulawesi dan kepulauan lainnya. Sumber panas bumi yang sudah dimanfaatkan saat ini adalah 803 MW. Biasanya data energi panas bumi dapat dikelompokkan ke dalam data energi cadangan dan energi sumber.Biaya investasi ada dua macam. Pertama biaya eksplorasi dan pengembangan sebesar 500-1.000 dollar AS/kW:1. Kedua, biaya pembangkit sebesar 1.500 dollar/kW (kapasitas 15 MW), 1.200 dollar/kW (kapasitas 30 MW), dan 910 dollar/kW (kapasitas 55 MW).2. Untuk biaya energi dari panas bumi adalah 3-5 sen/kWh.

b. Energi air

Indonesia memiliki potensi besaruntuk pengembangan pembangkit listrik tenaga air. Itu disebabkan kondisi topografi Indonesia bergunung dan berbukit serta dialiri oleh banyak sungai dan daerah daerah tertentu mempunyai danau/waduk yang cukup potensial sebagai sumber energi air.Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) adalah salah satu teknologi yang sudah terbukti (proven), tidak merusak lingkungan,menunjang diversifikasi energi dengan memanfaatkan energi terbarukan,menunjang program pengurangan pemanfaatan BBM, dan sebagian besar memakai kandungan lokal. Besar potensi energi air di Indonesia adalah 74.976  MW, sebanyak 70.776 MW ada di luar Jawa, yang sudah termanfaatkan adalah sebesar 3.105,76 MW sebagian besar berada di Pulau Jawa.Pembangunan setiap jenis pembangkit listrik didasarkan pada kelayakan teknis dan ekonomis dari pusat listrik serta hasil studi analisis mengenai dampak lingkungan.

Sebagai pertimbangan adalah tersedianya sumber energi tertentu, adanya kebutuhan (permintaan) energi listrik, biaya pembangkitan rendah, serta karakteristik spesifik dari setiap jenis pembangkit untuk pendukung beban dasar (base load) atau beban puncak (peak load )Selain PLTA, energi mikrohidro (PLTMH) yang mempunyai kapasitas 200-5.000 kW potensinya adalah 458,75 MW,sangat layak dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik di daerah pedesaan di pedalaman yang terpencil ataupun pedesaan di pulau-pulau kecil dengan daerah aliran sungai yang sempit. Biaya investasi untuk pengembangan pembangkit listrik mikrohidro relatif lebih murah dibandingkan dengan biaya investasi PLTA. Hal ini disebabkan adanya penyederhanaan standar konstruksi yang disesuaikan dengan kondisi pedesaan. Biaya investasi PLTMH adalah lebih kurang 2.000 dollar/kW, sedangkan biaya energi dengan kapasitas pembangkit 20 kW (ratarata yang dipakai di desa) adalah Rp 194/kWh.

c. Energi laut

Di Indonesia, potensi energi samudra/laut sangat besar karena Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari 17.000pulau dan garis pantai sepanjang 81.000 km, terdiri dari laut dalam , laut dangkal. dan sekitar 9.000 pulau-pulau kecil yang tidak terjangkau arus listrik Nasional, dan penduduknya hidup dari hasil laut. Dengan perkiraan potensi semacam itu, seluruh pantai di Indonesia dapat menghasilkan lebih dari 2 ~ 3 Terra WattEkwivalensi listrik, diasumsikan 1% dari panjang pantai Indonesia (~ 800 km) dapat memasok minimal ~16 GWatt atau sama dengan pasokan seluruh listrik di Indonesia tahun 2005. Energi samudra ada empat macam,yaitu energi panas laut, energi pasang surut,energi gelombang, energi arus laut.

d. Energi angin

Secara umum Indonesia masuk kategori negara tanpa angin, mengingat bahwa kecepatan angin minimum rata-rata yang secara ekonomis dapat dikembangkan sebagai penyedia jasa energi adalah 4m/dt. Kendatipun demikian ada beberapa wilayah dimana sumber energi angin kemungkinan besar layak dikembangkan. Wilayah tersebut antara lain Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan dan Tenggara, Pantai Utara dan Selatan Jawa dan Karimun Jawa. Skala pemanfaatan Tenaga angin pada umumnya dikelompokkan dalam skala kecil, menengah dan besar.

e. Energi surya

Berdasarkan data penyinaran matahari yang dihimpun dari 18 lokasi diIndonesia menunjukan bahwa radiasi suryadi Indonesia dapat diklasifikasikan berturut turut untuk kawasan barat dan timur Indonesia dengan distribusi penyinaran:

Ø  Kawasan barat Indonesia (KBI) = 4.5kWh/m2.hari, variasi bulanan sekitar 10%

Ø  Kawasan timur Indonesia (KTI) = 5.1kWh/m2.hari, variasi bulanan sekitar 9%

Ø  Rata-rata Indonesia = 4.8 kWh/m2.hari,variasi bulanan sekitar 9% .Hal ini mengisyaratkan bahwa:

Ø  radiasi surya tersedia hampir meratasepanjang tahun,

Ø  kawasan timur Indonesia memilikipenyinaran yang lebih baik.Energi surya dapat dimanfaatkanmelalui dua macam teknologi yaitu energisurya termal dan surya fotovoltaik.

f. Energi tumbuhan

  Biodisel

.Salah satu produk hilir dari minyak sawit yang dapat dikembangkan di Indonesia adalah biodiesel yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif, terutama untuk mesin diesel. Dengan semakin tingginya harga minyak bumi akhir-akhir ini, sudah saatnya apabila Indonesia mulai mengembangkan biodiesel, baik untuk konsumsi dalam negeri maupun untuk ekspor. Harga biodiesel murni sangat bergantung pada harga CPO yang selalu berfluktuasi. Untuk skala besar, pada harga CPO US$ 400 per ton, harga biodiesel diperkirakan mencapai sekitar US$ 560 per ton, sehingga harga B-10(campuran 10 persen biodiesel dan 90persen solar) menjadi Rp 2.400 per liter,suatu harga yang tidak terlalu tinggi untuk bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

  Biogas

Biomassa merupakan sumber energi primer yang sangat potensial di Indonesia, yang dihasilkan dari kekayaan alamnya berupa vegetasi hutan tropika.Biomassa bisa diubah menjadi listrik atau  panas dengan proses teknologi yang sudahmapan. Selain biomassa seperti kayu, dari kegiatan industri pengolahan hutan,pertanian dan perkebunan, limbah biomassa yang sangat besar jumlahnya pada saat ini juga belum dimanfaatkan dengan baik. Munisipal solid waste (MSW) di kota-kota besar merupakan limbah kota yang utamanya adalah berupa biomassa, menjadi masalah yang serius karena mengganggu lingkungan adalah potensi energi yang bisa dimanfaatkan dengan baik.Limbah biomassa padat dari sektor kehutanan, pertanian, dan perkebunan adalah limbah pertama yang paling berpotensi dibandingkan dengan lainnya. misalnya limbah limbah padi, jagung, ubi kayu, kelapa, kelapa sawit dan tebu. Besarnya potensi limbah biomassa padat di seluruh Indonesia adalah 49.807,43 MW. Dengan pemutakhiran teknologi budidaya tanaman, dimungkinkan pengembangan hutan energi untuk pengadaan biomasa sesuai dengan kebutuhan dalam jumlah yang banyak dan berkelanjutan.

Aplikasi energi terbarukan di indonesia

a. Energi angin

Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai sumber energi ramah lingkungan kini telah banyak dikembangkan berbagai negara, termasuk Indonesia yang menargetkan bauran EBT mencapai 23 persen pada 2025. Ada dua pembangkit listrik EBT bertenaga angin di Indonesia ada di Sulawesi Selatan (Sulsel), yakni Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dan PLTB Tolo di Kabupaten Jeneponto.

Selain memasok listrik kepada masyarakat, kehadiran dua PLTB itu menciptakan lingkungan bersih tanpa polusi karena tanpa emisi BBM. Berkah angin yang diberikan Tuhan di tanah tandus Kabupaten Jeneponto mampu menghasilkan angin konstan dengan kecepatan angin di atas 10 m/s. Sementara daerah lain seperti Barru, Sidrap dan Parepare potensi anginnya mendekati 7,8 m/s. Sistem kelistrikan Sulawesi Selatan melalui PLTB di dua lokasi yakni Sidrap dan Jeneponto memiliki daya mampu sebesar 130 MW, terdiri dari PLTB Sidrap 70 MW dan PLTB Tolo 60 MW.

b. Energi air

Sebagai negara maritim, pemanfaatan air sebagai sumber energi pun sudah sepantasnya dimanfaatkan untuk banyak kepentingan. Ada beberapa PLTA di Indonesia yang menjadi sarana penting dalam menyalurkan listrik dan irigasi rumah. Ada beberapa PLTA di Indonesia yang berperan penting sebagai sumber listrik yang baik, sekalipun berfungsi untuk memenuhi kebutuhan satu wilayah. Berikut PLTA terbesar di indonesia yang memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga :

1.    Waduk Cirata, Jawa Barat

2.    Waduk Saguling, Jawa Barat

3.    PLTA Sulewana, Poso, Sulawesi Tengah

4.    PLTA Sigura-Sigura Samosir, Sumatera Utara

5.    PLTA Sigura-Sigura Samosir, Sumatera Utara

6.    PLTA Mrica, Banjarnegara, Jawa Tengah

7.    PLTA Asahan, Sumatera Utara

8.    Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat

c. Energi uap

Perkembangan teknologi dari tahun ke tahun semakin maju, tak terkecuali pada teknologi pembangkit listrik. Proyek pembangunan pembangkit listrik merupakan salah satu yang diprioritaskan oleh pemerintah saat ini. Sebab, listrik sudah termasuk kebutuhan pokok bagi masyarakat. Ada berbagai macam pembangkit listrik, seperti pembangkit listrik tenaga angin, air, hingga uap. Di Indonesia, salah satu pembangkit listrik yang sedang banyak dikembangkan adalah pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU. Berikut, merupakan salah satu PLTU terbesar di indonesia

1.    PLTU Paiton Swasta I dan II

PLTU ini berlokasi di Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. PLTU Paiton dikelola oleh PT Pembangkitan Jawa Bali atau PJB, PT Paiton Energy, dan PT Java Power. Total kapasitas produksi sebesar 4600 megawatt (MW), mampu menyuplai listrik di Pulau Jawa dan Bali.

2.    PLTU Suralaya

PLTU Suralaya termasuk salah satu PLTU terbesar di Indonesia, dengan kapasitas produksi sebesar 3400 MW. Berlokasi di di Kecamatan Pulo Merak, Kota Cilegon, Banten, PLTU ini mampu menyuplai listrik di Jawa hingga Bali.

3.    PLTU Cirebon

PLTU yang berlokasi di Kanci, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat ini memiliki kapasitas produksi 660 MW. Saat ini, pemerintah juga sedang membangun PLTU Cirebon II, dengan kapasitas produksi yang lebih besar yakni 1000 MW. Proyek tersebut ditargetkan akan rampung pada 2022 mendatang.

4.    PLTU Batang

PLTU ini merupakan salah satu proyek terbesar yang sedang dibangun. PLTU yang berlokasi di Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, dengan luas tanah 226 hektare ini berkapasitas produksi sebesar 2 x 1000 MW. Kabarnya akan beroperasi pada akhir tahun 2019 mendatang.

D. Kesimpulan

 

Indonesia adalah negara yang sangat kaya. Tidak hanya kaya akan budaya dan tradisi, negara tercinta kita juga sangat kaya akan hasil alamnya. Banyak kekayaan alam yang bisa dimanfaatkan oleh bangsa ini untuk keperluan di masa sekarang dan masa mendatang. Penggunaan energi di Indonesia masih di dominasi oleh penggunaan energi tak terbarukan yang berasal dari fosil, khususnya minyak bumi dan batu bara , namun seiring berjalannya waktu, ketersediaan energi fosil semakin menipis dan untuk mengantisipasinya energi baru terbarukan merupakan alternatif terbaik.

Penggunaan energi baru dan terbarukan harus menjadi perhatian utama pemerintah Indonesia tidak hanya sebagai upaya untuk mengurangi pemakaian energi fosil melainkan juga untuk mewujudkan energi bersih atau ramah lingkungan. Sumber energi tak terbarukan adalah sumber energi yang ketersediaannya terbatas dan tidak terjadi proses pembentukan kembali di alam, ataupun proses pembentukannya memerlukan waktu yang sangat lama, sehingga jika dipakai terus-menerus kemungkinan akan habis. Contoh sumber energi tak terbarukan adalah energi fosil seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam.

E. Daftar pustaka

Azhar Muhammad. Satriawan Dendy adam. 2018. Implementasi kebijakan energi baru dan energi terbarukan dalam rangka ketahanan energi nasional. Adminitrative law & Governance Jurnal. Vol 1. Universitas Diponegro Semarang. Dalam https://ojs.unm.ac.id/pubpend/article/download/16413/pdf (diunduh 11 Desember 2021)

 

Hidayat, Atep avia. 2021. Energi hijau. Modul perkuliahan Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Universitas Mercubuana. (diunduh 11 Desember 2021)

 

Kholiq, Imam. 2016. Pemanfaatan energi alternatif sebagai energi terbarukan untuk mendukung subtitusi BBM. Fakultas Teknik Universitas Wijaya Putra Surabaya Jawa Timur. Dalam   https://ejurnal.itats.ac.id/iptek/article/download/12/12 (di unduh 11 Desember 2021)

 

Saefulhak, Yusuf. Mumpuni, Tri. Tumiwa, Fabby. 2017. Energi terbarukan: Energi untuk kini dan nanti. Strategic partnership for green and inclusive energy IESR. (diunduh 11 Desember 2021)