.

Tampilkan postingan dengan label @T32-Ahmad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @T32-Ahmad. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Desember 2021

MANFAAT ENERGI HIJAU

 

MANFAAT ENERGI HIJAU

Oleh : Ahmad Revaldy (@T32-Ahmad)


ABSTRAK

Energi menjadi komponen paling penting dalam kehidupan. Kebutuhan akan energi terus meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Untuk menghindari krisis terhadap kebutuhan energi, maka perlu diterapkan penggunaan energi hijau dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam kegiatan industri. Energi hijau merupakan energi yang berasal dari sumber alami yang dapat diperbarui (energi terbarukan). Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah memiliki potensi yang cukup besar untuk menerapkan energi hijau. Penerapan energi hijau yang bersifat ramah lingkungan akan memberikan banyak manfaat.

ABSTRACT

Energy is the most important component in life. Energy needs will continue to increase over time. To avoid a crisis in energy needs, it is necessary to apply the use of green energy in daily life, especially in industrial activities. Energy is energy that comes from natural sources that can be activated (renewable energy). Indonesia as a country that has abundant natural resources has considerable potential to implement green energy. The application of green energy that is environmentally friendly will provide many benefits.

PENDAHULUAN

Energi merupakan kebutuhan dasar manusia, yang terus meningkat sejalan dengan tingkat kehidupannya (Kholiq, 2015). Jika pasokan energi menurun, maka akan menimbulkan kenaikan harga energi yang berakibat pada turunnya daya beli energi. Hal ini akan berimbas pada kolapsnya kegiatan ekonomi dan bersifat destruktif terhadap kegiatan produksi dan konsumsi masyarakat. Dengan demikian pasokan energi memegang peranan yang sangat penting, karena permintaan akan energi sebagai komoditas primer cenderung selalu meningkat (Heyko, dkk., 2016).

 

RUMUSAN MASALAH

1.      Apa itu energi hijau?

2.      Apa saja manfaat energi hijau?

TUJUAN

1.      Untuk mengetahui apa itu energi hijau

2.      Untuk mengetahui apa saja manfaat energi hijau

PEMBAHASAN

Hidayat (2021) mengutip dari American Journal of Applied Sciences, Energi hijau adalah energi yang dihasilkan dari sumber energi yang lebih ramah lingkungan (atau "hijau") dibandingkan dengan bahan bakar fosil (batubara, minyak, dan gas alam). Karena itulah energi hijau mencakup semua sumber energi terbarukan (surya, angin, panas bumi, biofuel, tenaga air), dan menurut definisi juga harus mencakup energi nuklir meskipun ada banyak penggiat lingkungan yang menentang gagasan mengenai energi nuklir masuk ke dalam energi hijau karena nuklir memiliki masalah limbah, dan efeknya yang berbahaya terhadap lingkungan.

Menurut Hidayat (2021), Istilah energi hijau tidak hanya mencakup sumber energi terbarukan tetapi dapat diperluas untuk mencakup konservasi energi. Istilah energi hijau juga kadang-kadang diidentifikasikan dengan istilah energi berkelanjutan, tetapi hal ini tidak sepenuhnya benar karena energi yang berkelanjutan juga mencakup teknologi untuk meningkatkan efisiensi energi. Energi hijau tidak mengacu pada efisiensi sumber energi terbarukan tetapi hanya menekankan pada dampak positif mereka terhadap lingkungan (dibandingkan dengan bahan bakar fosil).

Indonesia merupakan negara yang paling kaya dengan energi hijau. Indonesia memiliki minimal 62 jenis tanaman bahan baku biofuel yang tersebar secara spesifik di seluruh pelosok Nusantara. Kelapa sawit tumbuh di wilayah basah dengan curah hujan tinggi.

Ada juga tanaman tebu yang menghendaki beda musim yang tegas antara hujan dan kemarau. Singkong mampu berproduksi baik di lingkungan sub-optimal dan toleran pada tanah dengan tingkat kesuburan rendah. Juga ada sagu, nipah, nyamplung, bahkan limbah-limbah pertanian, seperti sekam padi, ampas tebu, tongkol jagung, dan biji-bijian sangat mudah didapatkan di Indonesia.

Dengan banyaknya pilihan-pilihan itu, mestinya Indonesia bisa berada di garda depan penggunaan energi hijau. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, pernah menyebut, Indonesia memiliki sumber energi terbarukan yang sangat besar dengan potensi yang mencapai 400 Gigawatt (GW). "Kami melakukan langkah-langkah strategis dalam mengatur pemanfaatan energi ini," kata dia dalam pertemuan The 11th Clean Energy Ministerial Meeting (CEM11) and The 5th Mission Innovation (MI-5) yang digelar September 2020.

KESIMPULAN

Energi yang terbarukan merupakan sebuah opsi lain atas pengembangan dari berbagai sumber daya yang sudah ada. Energi hijau bisa menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi di seluruh sektor kegiatan. Cara agar energi hijau ini dapat terlaksana dengan baik di masa kini dan nanti adalah kesadaran kita untuk melakukan konservasi energi untuk menghasilkan berbagai bentuk energi dan mengurangi pemakaian bahan bakar fosil. Juga upaya penelitian dengan perencanaan praktis untuk membantu memastikan bahwa energi terbarukan tersebut benar-benar 'hijau' mungkin.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, Atep Afia. 2021. Energi Hijau. Modul Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Jakarta: Universitas Mercu Buana.

https://infopublik.id/kategori/sorot-sosial-budaya/572865/lebih-jauh-tentang-energi-hijau

Senin, 29 November 2021

MANFAAT TEKNOLOGI HIJAU

MANFAAT TEKNOLOGI HIJAU

                                                                Oleh: (@T-32Ahmad) 

Abstrak

Teknologi sangat dekat dengan kehidupan manusia saat ini. Teknologi membantu dan memudahkan kehidupan manusia. Tak hanya mengenai kegiatan manusia, teknologi juga mempengaruhi dan berperan dalam suatu lingkungan. Teknologi hijau merupakan keterlibatan suatu teknologi yang dikembangkan untuk menciptakan keadaan yang ramah lingkungan. Teknologi hijau atau dikenal dengan teknologi bersih bekerja dengan cara mengutamakan prinsip kelestarian lingkungan. Teknologi Hijau merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian dan keberlanjutan kehidupan manusia di Planet Bumi. Teknologi Hijau diprediksi akan banyak melahirkan kreatifitas dan inovasi yang menyebabkan perubahan lebih baik bagi peradaban manusia.

Kata Kunci : teknologi, hijau, ramah, manfaat

Abstract

Technology is very close to human life today. Technology helps and facilitates human life. Not only about human activities, technology also affects and plays a role in an environment. Green technology is the involvement of a technology developed to create an environment that is friendly to the environment. Green technology or known as clean technology works by prioritizing the principle of environmental sustainability. Green Technology is one of the efforts to preserve and sustain human life on Planet Earth. Green Technology is predicted to give birth to a lot of creativity and innovation that causes changes for the better for human civilization.

Keywords: technology, green, friendly,benefits

Pendahuluan

    Teknologi merupakan penerapan ilmu pengetahuan untuk tujuan praktis. Teknologi sekarang sudah merambat ke berbagai bidang mulai dari bidang informasi, otomotif dan hal lainnya terkhususkan dalam bidang industri. Disamping itu teknologi juga mengambil peran dalam menciptakan suatu kondisi yang ramah lingkungan. Kesadaran akan perlunya teknologi yang lebih ramah lingkungan makin meluas. Teknologi yang boros energi terutama sumber energi fosil, kalau dtetap dipertahankan berpotensi besar mengancam kerusakan permanen kondisi Planet Bumi, sekaligus membahayakan kehidupan umat manusia. 

    Menurut Abduh (2017) pencemaran atau polusi dan eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan menyebabkan semakin menurunnya daya dukung lingkungan. Berkurangnya lahan produktif, menyempitnya ruang terbuka hijau peruntukan area resapan air menjadi salah satu faktor munculnya gerakan green building yang termasuk kedalam salah satu cara kerja dari teknologi hijau. Teknologi ramah lingkungan telah ramai dikampanyekan, dikenalkan pada masyarakat dengan konsep ramah lingkungan.

 

Rumusan masalah

1.      Apa yang dimaksud dengan teknologi hijau ?

2.      Bagaimana cara kerja teknologi hijau dalam pelestarian lingkungan ?

3.      Apa saja manfaat teknologi hijau

Tujuan

1.      Untuk mengetahui apa itu teknologi hijau

2.      Untuk mengetahui cara kerja nya

3.      Untuk mengetahui manfaat nya

 

Pembahasan

Menurut Sidjabat (2008) teknologi atau proses yang digunakan industri-industri untuk memproduksi produk-produk yang kita butuhkan sangat mempengaruhi kualitas hidup kita terutama terhadap lingkungan dan kesehatan. Pada umumnya industri-industri masih banyak menghasilkan limbah yang merusak lingkungan. Oleh karena itu dibutuhkan solusi untuk meminimalisasi limbah industri atau kerusakan lingkungan dengan mengembangkan teknologi bersih (clean technology) berdasarkan konsep kimia hijau (green chemistry). Teknologi hijau merupakan teknologi yang ramah lingkungan, maka dari itu teknologi hijau juga sering disebut sebagai teknologi yang ramah lingkungan.

    Menurut Iravani (2017) bahwa konsep proses dan teknologi hijau adalah proses dan teknologi yang ramah lingkungan, ditingkatkan dan dimanfaatkan sedemikian rupa sehingga tidak merusak lingkungan dan melestarikan sumber daya alam. Beberapa orang merujuk teknologi hijau sebagai teknologi lingkungan dan teknologi bersih. Harapan yang ada adalah bahwa bidang ini akan membawa kebaruan dan perubahan inovasi dalam kehidupan diurnal yang sama besarnya dengan teknologi informasi. Teknologi Hijau adalah Teknologi yang mempertimbangkan penghematan dalam penggunaan sumberdaya alam dan menjaga keberlangsungan ketersediaannya serta meminimalisasi dampak negatif bahkan berusaha meningkatkan kualitas hidup manusia  (Asriningpuri, 2015)

 Keberadaan    teknologi  hijau  ini  diharapkan  dapat  menjadi  inovasi  bagi manusia untuk merobah gaya   hidupnya seperti  kegandrungan  manusia  saat  ini akan   information  technology  (IT).  Beberapa  ciri  Teknologi  Hijau  antara  lain; berkelanjutan  (sustainable),  meng-gunakan  sumber  alam  yang  terbarui (reclaimed), menghasilkan  produk  yang bermanfaat  kembali  (reused),  me-ngurangi  produk  limbah dan bahan pencemar, menggunakan proses terdaur ulang (recycle), inovatif tidak berbahaya bagi  kesehatan  dan  lingkungan,  men-ciptakan kegiatan  dan  produk yang  bermanfaat  bagi  lingkungan   atau  dapat melindungi bumi.

Menurut Hidayat (2021) Teknologi hijau tak lain merupakan gaya hidup yang mengarahkan peradaban manusia untuk lebih bersahabat dengan lingkungan, antara lain melalui pemanfaatan sumberdaya alam secara efektif dan efisien. Teknologi hijau memiliki cakupan yang sangat luas, mulai dari yang paling sederhana sampai paling mutakhir. Maka cara dari suatu teknologi hijau bisa mencapai suatu kelestarian lingkungan ialah dengan memperhatikan beberapa hal berikut yang menjadi ruang lingkup dari cara suatu teknologi hijau mewujudkan keadaan yang ramah lingkungan.

1. Energi hijau, masalah yang paling mendesak untuk teknologi hljau adalah energi, termasuk pengembangan bahan bakar alternatif, serta dikembangkannya cara baru untuk menghasilkan energi, termasuk efisiensi energi.

2. Bangunan hijau (green building), dikenal juga sebagai bangunan ramah lingkungan atau bangunan berkelanjutan, ada keterkaitan yang erat dengan arsitektur hujau, konstruksi hijau, desain berkelanjutan dan bangunan alami.

3. Kimia hijau (Green chemistry), dalam proses penemuan, desain dan aplikasi proses dan produk kimia semaksimal mungkin menghilangkan penggunaan bahan berbahaya beracun beserta turunannya.

4. Nanoteknologi hijau (Green nanotechnology), merupakan manipulasi bahan pada skala nanometer. Banyak ilmuwan yang mempercayai bahwa melalui penguasaan nanotekno|ogi, pada masa yang akan datang banyak hal yang dapat diproduksi. 

Manfaat teknologi hijau atau teknologi ramah lingkungan

memberikan efek yang sangat baik untuk lingkungan sehingga tidak menimbulkan dampak yang akan merusak lingkungan.

biasanya teknologi yang ramah lingkungan tidak memeras banyak uang meskipun ada yang lebih mahal.

menghemat sumber daya alam

Kesimpulan

    Kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dengan teknologi. Teknologi memudahkan dan banyak membantu setiap kegiatan manusia dalam bidang apapun. Teknologi juga berperan dalam menjaga suatu lingkungan dan hal tersebut disebut dengan teknologi hijau. Teknologi hijau adalah teknologi yang membantu pelestarian lingkungan dengan mengedepankan kondisi yang ramah lingkungan. Teknologi hijau bekerja dengan hal-hal yang tidak menimbulkan kerusakan lingkungan. Namun dibalik kebaikan dari cara suatu teknologi hijau dalam pelestarian lingkungan terdapat kekurangan dari  cara tersebut. Teknologi hijau harus terus diterapkan dalam kehidupan saat ini hingga masa depan agar tetap mampu memberikan keuntungan yaitu berupa kelestarian lingkungan.

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Abduh, M. Natsir. 2017. Teknologi Green Pada Pembangunan Berkelanjutan. Jurusan Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Bosowa. Dalam https://tekniksipilunibos.ac.id/wp-content/uploads/2018/04/2017_PROSIDING_M.NATSIR_archive.pdf (diakses 25 November 2021)

Asriningpuri, Handajani., dkk. 2015. Teknologi Hijau Warisan Nenek Moyang di Tanah Parahyangan. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan Volume 7, Nomor 1, Januari 2015 Hal. 51-65. Yogyakarta : Universitas Islam Indonesia. Dalam https://media.neliti.com/media/publications/129615-ID-teknologi-hijau-warisan-nenek-moyang-di.pdf (diakses 25 November 2021)

Hidayat, Atep Afia. 2021. Teknologi Hijau. Modul Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Jakarta : Universitas Mercu Buana.

Iravani, A., Akbari, M. H., & Zohoori, M. (2017). Advantages and disadvantages of green  technology; goals, challenges and strengths. Int J Sci Eng Appl, 6(9), 272-284. Dalam https://www.ijsea.com/archive/volume6/issue9/IJSEA06091005.pdf (diakses 25 November 2021)

Jadhav, Rushali Bajirao. 2019. Benefits of Green Technology for Environment. International Research Journal of Engineering and Technology (IRJET) Volume: 06 Issue: 12, 1915-1919. Assistant Professor, Department of Computer Science, D. B. J. College, Chiplun, Ratnagiri, Maharashtra, India. Dalam https://www.irjet.net/archives/V6/i12/IRJET-V6I12329.pdf (diakses 25 November 2021)


Senin, 22 November 2021

MANFAAT INDUSTRI HIJAU

 

MANFAAT INDUSTRI HIJAU

Oleh : Ahmad Revaldy (@T32-Ahmad)

ABSTRAK

Industri Hijau bertujuan untuk mewujudkan Industri yang berkelanjutan dalam rangka efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelangsungan dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kata kunci: industri hijau, manfaat industri hijau


ABSTRACT

Green Industry aims to create a sustainable industry in the context of efficiency and effectiveness in the use of natural resources in a sustainable manner so as to be able to harmonize industrial development with the continuity and sustainability of environmental functions and provide benefits to the community.

Keywords: green industry, green industry benefits

PENDAHULUAN

Definisi dari industri hijau adalah industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat (Undang-Undang Republik Indonesia No. 3 Tahun 2014).

Sedangkan taman industri hijau (green industrial park) adalah kumpulan dari pabrik/industri yang mengaplikasikan teknologi produksi bersih, melakukan pemrosesan terhadap limbah industrinya dan/atau mengurangi emisi gas rumah kaca pada area dimana industri tersebut beroperasi (Fleigh, 2000; Lowe, 2001).

Industri Hijau sudah menjadi istilah yang diterapkan oleh berbagai negara di dunia, sebagai tanggapan terhadap makin langkanya sumberdaya alam, perubahan ikiim, polusi udara, pemanasan global, dan sebagainya, yang makin mengarahkan pertumbuhan ekonomi yang harus bergantung pada proses produksi yang bersih dan efisien. Dalam hal ini Industri Hijau merupakan solusi kreatif bagai setiap pemerintahan di negara manapun untuk menumbuhkembangkan industri yang hemat sumber daya alam (Hidayat, 2021).

RUMUSAN MASALAH

1.      Apa yang dimaksud industri hijau

2.      Apa saja prinsip industri hijau

3.      Apa saja manfaat industri hijau

 

TUJUAN

1.      Untuk mengetahui apa itu industri hijau

2.      Untuk mengetahui prinsip industri hijau

3.      Untuk mengetahui manfaat industri hijau

PEMBAHASAN

Industri Hijau dapat didefinisikan sebagai industri berwawasan lingkungan yang menyelaraskan pertumbuhan dengan kelestarian lingkungan hidup, mengutamakan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumberdaya alam serta bermanfaat bagi masyarakat (Permenperin, 2011). Industri hijau dikaitkan dengan aktivitas perusahaan industri yang merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan di bidang usaha industri yang berbentuk perorangan, badan usaha atau badan hukum dan berkedudukan di Indonesia. Sementara dalam UU Perindustrian (2014) Pasal 1, Ayat 3, dijelaskan bahwa Industri Hijau adalah Industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efesiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyeiaraskan pembangunan Industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Industri Hijau merupakan industri yang berkomitmen untuk ramah lingkungan dengan berfokus pada pengembangan dan perbaikan secara terus-menerus, dan praktek bisnis yang bertanggung jawab terhadap masyarakat baik di dalam maupun di luar organisasi, serta memperhatikan rantai pasok untuk pembangunan berkelanjutan. Industri Hijau didasarkan pada dua prinsip, yaitu perbaikan terusmenerus dan pembangunan berkelanjutan (Simachokedee dalam GIM, 2013).

Atmawinata (2012) menyatakan definisi industri hijau, industri yang berkelanjutan atau definisi yang lebih luas seperti Green Development atau Green Economy seringkali diangkat dari sudut pandang yang beragam sehingga terminologi tersebut saat ini dapat memiliki dimensi yang luas. Konsep industri hijau tidak hanya terkait dengan pembangunan industri yang ramah lingkungan tetapi juga berhubungan dengan penerapan sistem industri yang terintegrasi, holistik dan efisien. Pemikiran tentang konsep industri hijau juga memunculkan berbagai kajian, termasuk dalam manufaktur sehingga dikenal istilah sistem manufaktur yang berkelanjutan atau sustainable manufacturing. NACFAM-USA mendefinisikan sustainable manufacturing sebagai “penciptaan produk manufaktur yang bebas polusi, menghemat energi dan sumberdaya alam, serta ekonomis dan aman bagi karyawan, masyarakat dan pelanggan‟.

Menurut Atmawinata (2012) dalam Konsep Hijau secara luas, infrastruktur, desain dan sistem dibuat sedekat mungkin dengan karakteristik ekosistem, dimana energi dimanfaatkan secara efisien dan materi, alat atau bahan baku dimanfaatkan dari satu entitas ke entitas yang lain dalam sistem siklus yang terbarukan (renewable inputs) serta ikut serta dalam mensejahterakan masyarakat. Berikut adalah prinsip-prinsip yang dikembangkan dalam penerapan Konsep Hijau secara luas:

1.     Efisiensi energi dan energi terbarukan Di dalam ekosistem dan metabolisme organisme, energi dimanfaatkan secara fisik. Energi yang terlepas dalam bentuk kalor dimanfaatkan sebagai sumber energi panas bagi subsistem lain di dalam sistem, atau diserap oleh sistem lain. Panas yang diserap oleh sistem selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Konsep Hijau dilakukan dengan memanfaatkan energi terbarukan yang tersedia di alam. Selanjutnya pemanfaatan energi terbarukan yang semakin banyak akan mendorong pengurangan penggunaan bahan bakar fosil. Sumber energi terbarukan yang ada di alam yang paling utama dan berlimpah adalah energi yang disediakan oleh sinar matahari. Sumber energi terbarukan lainnya meliputi angin, energi potensial air, panas bumi dan biomassa.

2.     Efisiensi pemanfaatan sumber daya Di dalam konsep hijau, sumber daya yang pada umumnya tersedia dalam jumlah terbatas harus dimanfaatkan secara efisien. Teknologi Hijau adalah teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya sehingga mengurangi limbah yang dihasilkan atau yang dikenal sebagai zero-waste. Konsep zero-waste production tidak hanya berhubungan dengan efisiensi pemanfaatan sumber daya, tetapi juga dengan penerapan siklus materi di dalam sistem. Limbah yang dihasilkan oleh satu subsistem harus dapat dijadikan sebagai sumber daya bagi subsistem lainnya. Konsep seperti Recycle dan Reuse adalah penerapan dari siklus materi dan efisiensi pemanfaatan sumber daya dalam Konsep Hijau.

3.     Keterkaitan sistem alam – manusia Green development tidak dapat dilepaskan dari pembangunan masyarakat. Konsep Sistem Ekologi Sosial (SES) memperhatikan masyarakat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sistem alam (ekosistem). Alam memberikan sumberdaya bagi manusia, tetapi manusia juga memberikan masukan bagi siklus materi di dalam ekosistem. Pembangunan berwawasan lingkungan yang tidak mengindahkan masyarakat memiliki tendensi untuk gagal dan berpotensi menimbulkan masalah atau bahkan dapat berpotensi menimbulkan bencana. Masyarakat dapat merusak lingkungan melalui pemanfaatan eksploitatif, tetapi juga dapat berperan dalam memelihara lingkungan melalui sistem pengelolaan yang berkelanjutan. Konsep Hijau harus turut serta dalam mengedepankan pemberdayaan masyarakat sekitar sebagai bagian dari pembangunan yang ramah lingkungan.

4.     Green Industrial Park Daerah Kalundborg di Denmark merupakan salah satu daerah yang telah menerapkan konsep Eco-Industrial Park yang terintegrasi dengan pemukiman dan perkotaan. Di Kalundborg, berbagai industri seperti farmasi, penyulingan minyak, pengolahan limbah pertanian, dan permunian air saling terintegrasi dengan memanfaatkan energi dari Power Station yang memanfaatkan bahan baku batubara disamping penggunaan energi terbarukan lain. Di kota ini, masyarakat dapat berenang di danau yang mengandung air luaran dari pabrik (yang tentunya telah diolah lebih dahulu) dan minum dari air kran hasil pengolahan air dalam sistem ekoindustrinya. Innovista Industrial Park di kota Hinnon, Kanada juga membangun pemukiman dan komplek industri berwawasan Hijau dengan membangun bangunan hijau, mempertahankan jalur hijau dan taman kota di sebagian besar kawasan, hingga mendesain tata letak pabrik agar asap pabriknya dapat diserap oleh hutan kota di sekitarnya.

Perusahaan/industri yang telah menerapkan prinsip industri hijau akan mendapatkan manfaat, yaitu efisiensi bahan baku, energi dan air, sehingga limbah dan emisi yang dihasilkan menjadi minimal. Dengan proses produksi yang lebih efisien, akan turut meningkatkan daya saing produk.

 

 

 

KESIMPULAN

Industri Hijau merupakan Penerapan teknologi yang ramah lingkungan yang mampu mengubah lingkungan hidup agar sesuai dengan kehidupan manusia, sumber daya alam diambil dan diolah untuk sebesar-besarnya kesejahteraan manusia secara lestari. Salah satu usulan yang dapat diberikan kepada industri agar dapat meningkatkan skor atau level industri hijau adalah memberi pelayanan pemeriksaan kesehatan kepada karyawan secara berkala (medical check-up). Adapun upaya peningkatan Industri Hijau juga disebutkan, yaitu lembaga sertifikasi, dan auditor industri hijau, pelatihan industri hijau, dan lain-lain.

DAFTAR PUSTAKA

Atmawinata, Achdiat. (2012). Pendalaman Struktur Industri: Efisiensi dan Efektivitas dalam Implementasi Industri Hijau. Dalam https://umb-post.mercubuana.ac.id/pluginfile.php/223032/mod_resource/content/1/Makalah%20Industri%20Hijau.pdf (diunduh pada 20 November 2021).

Fleig, Anja-Katrin. 2000. Eco-Industrial Parks, A Strategy towards Industrial Ecology in Developing and Newly Industrialised Country. Deutshce Gesellschaft fur Technische Zusammenarbeit (GTZ) GmbH. Eschborn.

Hutahaean, L. S. (2017). Pengembangan Industri Hijau Nasional. Dalam https://umb-post.mercubuana.ac.id/pluginfile.php/223035/mod_resource/content/1/PPT%20Industri%20Hijau.pdf (diunduh pada 20 November 2021).

Lowe, Ernest A. 2001. Eco-industrial Park Handbook for Asian Developing Countries. www.indigodev.com (diunduh pada 20 November 2021).

Hidayat, Atep Afia. 2021. Industri Hijau. Modul Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Indusrti. Jakarta. Universitas Mercu Buana.  (Diakses pada 20 november 2021)


Senin, 15 November 2021

MANFAAT KIMIA HIJAU

 

MANFAAT KIMIA HIJAU

Oleh : Ahmad Revaldy (@T32-Ahmad)






Abstrak

Kimia hijau, juga disebut kimia berkelanjutan, adalah filsafat penelitian dan rekayasa/teknik kimia yang menganjurkan desain produk dan proses yang meminimasi penggunaan dan penciptaan senyawa-senyawa berbahaya. Sementara kimia lingkungan adalah cabang kimia yang membahas lingkungan hidup dan zat-zat kimia di alam, kimia hijau justru berupaya mencari cara untuk mengurangi dan mencegah pencemaran pada sumbernya.

Kata kunci : Kimia hijau, Manfaat kimi hijau

Abstract

Green chemistry, also called sustainable chemistry, is a research and chemical engineering/engineering philosophy that advocates the design of products and processes that minimize the use and creation of hazardous compounds. While environmental chemistry is a branch of chemistry that deals with the environment and chemical substances in nature, green chemistry instead seeks to find ways to reduce and prevent pollution at its source.

Keywords : Green chemistry, Green chemistry benefits

Pendahuluan

Kerusakan lingkungan terjadi dikarenakan beberapa faktor namun faktor utama terjadi kerusakan lingkungan dikarenakan terjadinya pencemaran lingkungan. Masuknya zat-zat yang berbahaya khususnya zat kimia membuat suatu lingkungan tidak lagi aman terhadapa kehidupan di dalam suatu lingkungan. Istilah kimia hijau atau green chemistry adalah ilmu kimia yang berfokus kepada pencegahan polusi yang merupakan penyebab pencemaran. Kimia hijau pertama kali dikenal secara global pada tahun 1990 setelah Environmental Protection Agency (EPA) mengeluarkan Pollution Prevention Act yang merupakan kebijakan nasional untuk mencegah atau mengurangi polusi. Kimia hijau menjadi solusi untuk kebaikan suatu lingkungan di masa depan. Hal ini dikarenakan kimia hijau berfokus kepada menciptakan suatu hal yang ramah lingkungan dan mengurangi dampak dari bahayanya suatu bahan kimia terhadap lingkungan. Menurut Anwar (2015) menyatakan bahwa,bahaya bahan kimia yang dimaksudkan dalam konsep green chemistry ini meliputi berbagai ancaman terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, termasuk toksisitas, bahaya fisik, perubahan iklim global, dan penipisan sumber daya alam.

Rumusan Masalah

1.      Apa yang dimaksud kimia hijau?

2.      Apa saja manfaat kimia hijau?

3.      Bagaimana cara penerapan kimia hijau?

 

 

Tujuan

1.      Untuk mengetahui apa itu kimia hijau

2.      Untuk mengetahui apa saja manfaat kimia hijau

3.      Untuk memahami pennerapan kimia hijau

Pembahasan

Green chemistry atau “kimia hijau” merupakan bidang kimia yang berfokus pada pencegahan polusi. Pada awal 1990-an, green chemistry mulai dikenal secara global setelah Environmental Protection Agency (EPA) mengeluarkan Pollution Prevention Act yang merupakan kebijakan nasional untuk mencegah atau mengurangi polusi. Green chemistry merupakan pendekatan untuk mengatasi masalah lingkungan baik itu dari segi bahan kimia yang dihasilkan, proses ataupun tahapan reaksi yang digunakan. Konsep ini menegaskan tentang suatu metode yang didasarkan pada pengurangan penggunaan dan pembuatan bahan kimia berbahaya baik itu dari sisi perancangan maupun proses. Bahaya bahan kimia yang dimaksudkan dalam konsep green chemistry ini meliputi berbagai ancaman terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, termasuk toksisitas, bahaya fisik, perubahan iklim global, dan penipisan sumber daya alam (Anwar, 2015).

Istilah kimia digunakan dalam “green chemistry” dimaksudkan karena melibatkan struktur dan perubahan suatu materi. Perubahan tersebut pasti melibatkan energi sebagai sumbernya. Oleh karena itu konsep green chemistry ini juga erat kaitannya dengan energi dan penggunaannya baik itu secara langsung maupun yang tidak langsung seperti penggunaan suatu material dalam hal pembuatan, penyimpanan dan proses penyalurannya (Anwar, 2015).

Manfaat kimia hijau adalah

mengusahakan proses-proses kimia yang lebih ekonomis karena biaya produksi

dan regulasi yang lebih rendah,

efisien dalam penggunaan energi,

pengurangan limbah produksi,

pengurangan kecelakaan, produk yang lebih aman, tempat kerja dan komunitas yang lebih sehat, perlindungan terhadap kesehatan.

Aplikasi penerapan kimia hijau terus diupayakan untuk tetap menjaga lingkungan di masa depan. Menurut Mustafa (2017) bahwa,  peranan ilmu dan teknologi kimia dalam pembentukan kota cerdas, antara lain, dengan diperkenalkannya konsep kimia hijau atau green chemistry untuk pengelolaan pembangunan berkelanjutan. Kimia hijau dengan memanfaatkan teknologi dapat menciptakan suatu kota yang cerdas. Ilmu dan teknologi Kimia, melalui pendekatan kimia hijau dapat membuat aspek-aspek ini dikembangkan dan dikelola dengan lebih berkelanjutan, yaitu dengan menerapkan efisiensi energi dan anggaran yang lebih efektif dan pemanfaatan materi yang ramah lingkungan.

Menurut Fajaroh (2018) bahwa nanopartikel makin berperan di berbagai bidang kehidupan. Oleh karenanya perlu terus dikembangkan metode sintesis yang tidak sekedar efektif, tetapi sekaligus harus berbasis prinsip kimia hijau, yakni berupa teknologi ramah lingkungan dan berkelanjutan yang tidak hanya memperhatikan aspek kuantitas hasil, tetapi juga aspek keamanan bagi lingkungan terdampak. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan pereduksi alami dalam sintesis nanopartikel. Senyawa bioreduktor tersebut terkandung dalam tanaman dan limbahnya. Mikroorganisme juga dapat dimanfaatkan sebagai bioreduktor.

Kesimpulan

Green chemistry memiliki peranan penting untuk mencegah pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh proses dan produk bahan kimia beracun dan berbahaya. Prinsip Green Chemistry dapat diapliaksikan dalam pembelajaran kimia, salah satunya yaitu dalam kegiatan praktikum di laboratorium. Hal yang dapat dilakukan diantaranya mengurangi atau mengganti bahan-bahan kimia berbahaya yang digunakan dalam suatu reaksi kimia atau sintesis suatu senyawa yang menghasilkan limbah berbahaya yang dapat menimbulkan masalah lingkungan.

Daftar Pustaka

Anwar, Muslih. 2015. Kimia Hijau/Green Chemistry. Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia. Badan Penelitian Teknologi Bahan Alam. Dalam http://bptba.lipi.go.id/bptba3.1/?lang=id&u=blog-single&p=343 .(diakses 12 November 2021)

Fajaroh, Fauziatul. 2018. Sintesis Nanopartikel dengan Prinsip Kimia Hijau. Jurusan Kimia FMIPA. Universitas Negeri Malang. Malang. Dalam http://kimia.fmipa.um.ac.id/wp-content/uploads/2019/04/Hal-24-32-FAUZIATUL.pdf. (diakses 12 November 2021)

Hidayat, Atep Afia. 2021. Kimia Hijau. Modul Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Indusrti. Jakarta. Universitas Mercu Buana.  (diakses 12 November 2021)


Senin, 08 November 2021

DAMPAK DAN PENYEBAB PENCEMARAN UDARA DAN AIR

 

DAMPAK DAN PENYEBAB PENCEMARAN UDARA DAN AIR

Oleh : Ahmad Revaldy (@T32-Ahmad)


ABSTRAK

Pencemaran udara merupakan sebuah pelepasan berbagai gas dan benda padat yang terbelah halus atau cair ke atas artmosfir yang tersebar dengan melebihi kapasitas alami lingkungan untuk membuang, melarutkan dan menyerapnya. Penyebab pencemaran udara adalah meliputi transportasi, industri, dan domestik.

Kata kunci : pencemaran udara,pencemaran air

ABSTRACT

Air pollution is the release of various gases and solids that are finely divided or liquid into the dispersed atmosphere that exceeds the natural capacity of the environment to remove, dissolve and absorb them. The causes of air pollution include transportation, industry, and domestic.

Keywords: Environmental Pollution. Air pollution

 

PENDAHULUAN

Simanjuntak (2013) menyatakan bahwa Pencemaran udara adalah masuknya atau tercampurnya unsur-unsur berbahaya ke dalam atmosfir yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan sehingga menurunkan kualitas lingkungan. Dengan demikian akan terjadi gangguan pada kesehatan manusia. Terdapat dua jenis sumber pencemaran udara, yang pertama adalah pencemaran akibat sumber alamiah (natural sources) seperti letusan gunung berapi dan yang kedua berasal dari kegiatan manusia (anthropogenic sources) seperti yang berasal dari transportasi, emisi pabrik, dan lain-lain. Pencemaran udara dapat terjadi dimana-mana, seperti di dalam rumah, sekolah, dan kantor.

RUMUSAN MASALAH

1.      Apa yang dimaksud pencemaran udara

2.      Apa yang dimaksud pencemaran air

3.      Dampak apa saja yang mengakibatkan dari pencemaran udara dan air

TUJUAN

1.      Untuk mengetahui arti dari pencemaran udara

2.      Untuk mengetahui arti dari pencemaran air

3.      Untuk mencegah akibat akibat pencemaran

 

PEMBAHASAN

Pencemaran udara adalah masuknya atau dimasukkannya zat, energi, dari komponen lain ke dalam udara ambien oleh kegiatan manusia, sehingga mutu udara turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara ambien tidak dapat memenuhi fungsinya (PP No. 41, 1999) (Rosyidah, 2016).

Menurut Chambers dalam Mukono (2008), pengertian pencemaran udara adalah bertambahnya bahan atau substrat fisik atau kimia ke dalam lingkungan udara normal yang mencapai sejumlah tertentu, sehingga dapat dideteksi oleh manusia atau yang dapat dihitung dan diukur, serta dapat memberikan efek pada manusia, binatang, vegetasi dan material (Prabowo dan Muslim, 2018).

Sedangkan menurut Kumar dalam Mukono (2008), pengertian pencemaran udara ialah adanya bahan polutan di atmosfer yang dalam konsentrasi tertentu akan mengganggu keseimbangan dinamik atmosfer dan mempunyai efek pada manusia dan lingkungannya (Prabowo dan Muslim, 2018).

Dari pengertian Pencemaran udara tersebut di atas, dapat diartikan bahwa pencemaran udara sebagai adanya bahan-bahan atau zat-zat asing di dalam udara yang menyebabkan perubahan susunan (komposisi) udara dari keadaan normalnya. Kehadiran bahan atau zat asing di dalam udara dalam jumlah tertentu serta berada di udara dalam waktu yang cukup lama, akan dapat mengganggu kehidupan manusia. Bila keadaan seperti itu terjadi maka dapat dikatakan udara telah tercemar (Prabowo dan Muslim, 2018).

Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 41 Tahun 1999 mengenai Pengendalian Pencemaran udara, yang dimaksud dengan pencemaran udara adalah “masuknya atau dimaksuknya zat, energi dan/atau komponen lain ke dalam udara ambient oleh kegiatan manusia sehingga mutu udara ambient turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara ambient tidak memenuhi fungsinya” (Prabowo dan Muslim, 2018).

Pencemaran air adalah pencemaran badan air (seperti lautan, laut, danau, sungai, air tanah dan lainnya) yang biasanya disebabkan oleh aktivitas manusia. Perubahan dalam sifat fisik, kimia atau biologis air akan memiliki konsekuensi yang merugikan bagi organisme hidup. Menurut Encyclopaedia Britannica, polusi air adalah pelepasan zat ke dalam air tanah di bawah permukaan atau ke danau, aliran, sungai, muara dan lautan ke titik di mana zat mengganggu penggunaan air yang bermanfaat atau fungsi alami ekosistem. Dikutip dari Natural Resources Defense Council, polusi air adalah ketika zat-zat berbahaya (bahan kimia atau mikroorganisme) mencemari aliran, sungai, danau, lautan atau badan air lainnya sehingga menurunkan kualitas air dan menjadi beracun bagi manusia dan lingkungan.

Pencemaran udara juga menimbulkan banyak sekali dampak yaitu dampak terhadap manusia, hewan, tumbuhan, pertanian dan lain-lain.

Dampak Terhadap Manusia

            Menurut (Budiyono, 2010). Pada tingkat konsentrasi tertentu zat-zat pencemar udara dapat berakibat langsung terhadap kesehatan  manusia, baik secara mendadak atau  akut, menahun atau kronis  dan dengan gejala-gejala yang samar. Dimulai dari iritasi saluran pernafasan,  iritasi mata, dan alergi kulit sampai                pada timbulnya tumbuhan atau kanker paru. Gangguan kesehatan yang disebabkan oleh pencemaran udara dengan sendirinya mempengaruhi daya kerja seseorang, yang berakibat turunnya nilai produktivitas serta mengakibatkan kerugian ekonomis pada jangka panjang dan timbulnya permasalahan sosial ekonomi keluarga dan masyarakat.

Dampak buruk polusi udara bagi kesehatan manusia  tidak dapat  dibantah  lagi, baik   polusi   udara yang terjadi di alam bebas (Outdoor air polution) ataupun yang terjadi di dalam ruangan (Indoor air polution),   polusi yang terjadi di luar ruangan terjadi karena bahan pencemar yang berasal dari industri, transportasi, sementara  polusi yang terjadi di dalam ruangan  dapat  berasal dari asap rokok, dan  gangguan  sirku- lasi udara. Ada tiga cara masuknya bahan pencemar udara kedalam tubuh manusia, yaitu melalui  inhalasi, ingestasi dan penetrasi kulit. (Budiyono, 2010).

Dampak Terhadap Tumbuhan (Flora)

Menurut (Budiyono, 2010). Tumbuh-tumbuhan memiliki reaksi yang besar dalam menerima pengaruh perubahan atau gangguan akibat polusi udara dan perubahan lingkungan. Hal ini terjadi karena banyak faktor yang berpengaruh, diantaranya spesies tanaman, umur, keseimbangan nutrisi, kondisi tanaman, temperatur, kelembaban dan penyinaran. Penambahan konsentrasi pencemar ke udara dapat secara langsung mempengaruhi pertumbuhannya. Beberapa contoh kerusakan yang terjadi pada gangguan nutrisonal dan gangguan atraksional biologis adalah terjadinya penurunan tingkatan kandungan enzym, gangguan pada respon fisiologis adalah perubahan pada sistem fotosintesa, sedang gangguan yang nampak secara visual adalah chlorosis (perusakan zat hijau daun/menguning), Flecking (daun bintik-bintik), Reduced crop yield (penurunan hasil panen). Terjadinya gangguan pencemaran terhadap tumbuhan dapat digolongkan dalam 2 (dua) kategori, yaitu pencemaran secara primer dan sekunder.

a.      Gangguan secara primer

Gangguan secara primer adalah terjadinya kontak langsung antara sumber pencemar (mated pencemar) dengan bagian permukaan tumbuha n secara langsung, sehingga dapat mengganggu dan menutupi lapisan epidermal yang membantu sistem penguapan pada tumbuhan.

b.      Gangguan secara sekunder

Gangguan secara sekunder adalah gangguan yang terjadi pada tumbuhan karena pencemaran yang mengganggu pada sistem akar, terjadi karena penumpukan polutan atau pencemaran pada tanah dan permukaan air. Gangguan ini akan menghalangi proses alterasi dari nutrisi yang berada dalam tanah dan sekitar tumbuhan.

 

 

 

 

Dampak Pencemaran Air

 

a. Kesehatan Manusia

Semua manusia di Planet Bumi memburuhkan air untuk minum dan berbagai keperluan Iaiinya, bisa bersumber dari air tanah, sungai atau danau. Beradasarkan catatan Envropol (2014), di negara-negara dengan kondisi sumberdaya perairan yang pengelolaannya buruk, sangat rentan terhadap wabah penyakit yang menjadikan air sebagai perantara, seperti kolera dan tuberculosis (TB). Dalam setiap tahun diperkirakan terjadi 3 juta -5 juta kasus kolera, sekitar 100 ribu 200 ribu di antaranya menimbulkan kematian. Namun WHO mencatat hanya 5-10 persen hanya kasus yang dilaporkan secara resmi. Di negara maju sekalipun di mana ada metode dan teknologi pemurnian telah diterapkan dengan baik, ternyata masih banyak orang yang mengalami gangguan kesehatan akibat pencemaran air. Pertumbuhan alga yang tidak terkendali di perairan misalnya, menyebarkan toksik yang berpengaruh pada munculnya berbagai penyakit pencernaan dan kulit. Kadar nitrogen yang berlebih dalam air minum juga menimbulkan risiko serius bagi bayi. Berdasarkan pengamatan EPA tahun 2010, ternyata hampir 20 persen dari danau di Amerika Serikat memiliki kadar nitrogen dan fosfor yang berlebih, hal itu karena pencemaran nutrisi (Woodford, 2015).

 

b. Kerusakan Ekosistem

Polusi nutrisi dari bagian hulu sungai mengalir ke tempat yang lebih rendah menuju badan air yang lebih besar. Sebagai dampaknya ialah menimbulkan pertumbuhan alga yang berlebih (harmful alga! bloom), sehingga mengurangi pasokan oksigen untuk ikan dan biota air lainnya. Selain itu pertumbuhan alga bisa menyumbat insang ikan. Secara keseluseluruhan kondisi ekosistem perairan menjadi tidak seimbang, adanya dominasi dari beberapa jenis alga berpotensi mengubah rantai makanan yang sudah berjalan. Berbagai jenis limbah, mulai dari yang dihasilkan manusia secara langsung melalui sistem sekresi, limbah nutrisi, air limbah, limbah kimia, limbah radioaktif, limbah minyak, limbah plastik dan beragam jenis limbah lainnya secara langsung berkontribusi terhadap pencemaran air.

 

KESIMPULAN

pencemaran udara merupakan sebuah pelepasan berbagai gas dan benda padat yang terbelah halus atau cair ke atas artmosfir yang tersebar dengan melebihi kapasitas alami lingkungan untuk membuang, melarutkan dan menyerapnya. Udara adalah sebuah faktor yang terpenting dalam hidup serta kehidupan. Pertumbuhan aktivitas ekonomi serta urbanisasi yang begitu tinggi baik itu diperkotaan dan pinggiran kota. Hal ini menyebabkan tingkat polusi udara atau pencemaran udara terus semakin meningkat. Pencemaran udara merupakan sebuah pelepasan berbagai gas dan benda padat yang terbelah halus atau cair ke atas artmosfir yang tersebar dengan melebihi kapasitas alami lingkungan untuk membuang, melarutkan dan menyerapnya. Menurut (Simanjuntak, 2013).

 

DAFTAR PUSTAKA

Budiyono, Afif. 2010. Pencemaran Udara: Dampak Pencemaran Udara Pada Lingkungan. Dalam http://jurnal.lapan.go.id/index.php/berita_dirgantara/article/view/687/605 (Diakses Pada 5 November 2021).

Diwnanda, Reiny. 2019. Lindungi Hewan Peliharaan Dan Pekerja Dari Polusi Udara. Dalam https://www.republika.co.id/berita/q1cwoy414/lindungi-hewan-peliharaan-dan-pekerja-dari-polusi-udara (Diakses Pada 5 November 2021).

Ismiyati. Marlita, Devi. Saidah, Deslida. 2014. Pencemaran Akibat Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor. Dalam https://journal.itltrisakti.ac.id/index.php/jmtranslog/article/view/23 (Diakses Pada 5 November 2021).

SimanjuntakAgus Gindo. 2013.  Pencemaran Udara. Dalam http://jurnal.batan.go.id/index.php/bl/article/view/785 (Diakses Pada 5 November 2021).