.

Tampilkan postingan dengan label @ProyekH03. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @ProyekH03. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Agustus 2018

Biodiensel


ABSTRAK

Indonesia adalah negeri yang kaya akan sumber daya alam, Indonesia kaya akan hasil tambangnya seperti  minyak bumi, gas alam, dan batu bara. Energi terbarukan juga ada di Indonesia, sepanjang khatulistiwa Indonesia diberkahi sinar matahari, angin, dan jajaran gunung berapi. Selain itu lahan Indonesia yang luas dapat ditanami berbagi jenis tanaman serta didukung oleh kondisi alam yang membuat tanaman tumbuh dengan baik dan subur. Hal inilah yang menyebabkan Jepang betah menduduki Indonesia.
Kita dapat memanfaatkan  berbagai tanaman serta barang barang yg gak di pakai seperti minyak jelantah. Minyak jelantah dapat kita manfaatkan sebagai bahan biodiensel.

SEJARAH

Penggunaan biodiesel telah ada sejak tahun 1853, bertahun-tahunsebelum mesin diesel pertama kali ditemukan. Mesin diesel pertama, ditemukanoleh Rudolf Diesel pada tahun 10 Agustus 1893, dapat bekerja hanya dengan  menggunakan minyak yang berasal dari kacang Menariknya sendiri pada tahun 1912 saat penggunaan minyak nabati dalam bahan bakar tidak signifikan, akan ada hari ketika pengguna biodiesel akan sama pentingnya dengan minyak bumi.
Selama bertahun – tahun proses diensel  terus di kembangkan sampai pada tahun 1977, ileh ilmuwan Brazil, yaitu Expedito Parente.  Dia menemukan proses produksi pertama mengenai biodiensel.


Biodiesel adalah bioenergi atau bahan bakar nabati yang dibuat dari minyak nabati, turunan tumbuh-tumbuhan yang banyak tumbuh di Indonesia seperti kelapa sawit, kelapa, kemiri, jarak pagar, nyamplung, kapok, kacang tanah dan masih banyak lagi tumbuh-tumbuhan yang dapat meproduksi bahan minyak nabati (BBN) dan dalam penelitian ini bahan bakar nabati berasal dari minyak kacang tanah setelah mengalami beberapa proses seperti ektraksi, transesterifikasi diperoleh metil ester (biodiesel), kemudian biodiesel dicampur dengan bahan bakar solar. Hasil campuran itu disebut B10,B20 dengan tujuan agar bahan bakar B10, B20 ini mempunyai sifat-sifat fisis mendekati sifat-sifat fisis solar sehingga B10 B20 dapat dipergunakan sebagai pengganti solar.

Teknologi biodiesel memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut :
1. Menguatkan (security of supply) bahan bakar diesel yang independet dalam negeri
2. Mengurangi impor BBM atau Automatic Diesel Oil
3. Meningkatkan kesempatan kerja orang indonesia di dalam negeri
4. Meningkatkan kemampuan teknologi pertanian dan industri di dalam negeri
5. Memperbesar basis sumber daya bahan bakar minyak nabati (BBN)
6. Meningkatkan pendapatan petani kacang tanah
7. Mengurangi pemanasan global dan pencemaran udara,karena biodiesel ramah lingkungan.

PROSES PEMBUATAN BIOTEKNOLOGI
Langkah kita dapat membuat biodiesel dari minyak jelantah, selain mudah didapatkan, minyak jelantah murah karena kita tidak perlu untuk membelinya. Kita memperoleh bahan baku biodiesel minyak jelantah dari hasil limbah rumah tangga. Tentu saja langkah awal adalah mengumpulkan minyak jelantah yang diperoleh dari dapur rumah kita
Bahan-bahan dan peralatan yang diperlukan untuk membuat biodiesel dari minyak jelantah diperlukan bahan-bahan lain seperti methanol 99 persen dan soda api (NaOH) dengan peralatan ember plastik, gelas ukur, panci, kompor, sarung tangan karet, timbangan, pompa udara akuarium, kain katun tipis untuk penyaring, dan selang.
Langkah-langkah yang harus dilakukan :
1. Bahan pelarut (metoxida) dibuat dengan mencampurkan 900 ml methanol dan 21 gram NaOH hingga larut selama 15 menit
2. Campurkan metoxida ke dalam ember berisi 3 liter minyak jelantah dan aduk memakai sendok plastik selama 30 menit atau campuran sudah rata
3. Biarkan 4-12 jam sampai terjadi pengendapan
4. Pengendapan ditandai dengan dua lapisan berbeda warna dengan lapisan gelap berada di bawah yang disebut crude gliserin, sedangkan lapisan atas berwarna bening, crude BD
5. Pisahkan crude biodisel dari crude gliserin lalu masukkan ke ember untuk dicuci dengan cara mencampurkan air bersih sebanyak dua liter.
6. Pompakan udara melalui pompa udara akuarium dan biarkan beberapa saat sehingga muncul warna putih susu
7. Pisahkan crude biodiesel yang berwarna kuning dengan air warna putih melalui selang
8. Biodiesel yang telah bening dimasukkan ke panci lalu panaskan hingga 100 derajat beberapa menit agar air dan sisa methanol menguap.
9. Biodiesel yang telah dipanaskan dan didinginkan dapat langsung dipergunakan untuk mobil maupun mesin diesel industri
Langkah-langkah diatas dapat menggunakan peralatan seadanya di rumah, jika tidak ada dapat disubsitusi dengan peralatan yang sejenis. Pembuatan biodiesel sanagt mudah, sehingga dapat dilakukan dirumah. Selamat Mencoba





Sumber : http://kirsman25bandung.blogspot.com/2009/02/cara-membuat-biodiesel-dari-minyak.html?m=1


Jumat, 17 Agustus 2018

Industri Kimia

Disusun Oleh: Kokom Koharochmah (@H22-KOKOM)


Kebutuhan manusia terhadap produk industri kimia semakin meningkat,  hal ini menyebabkan semakin banyak  industri kimia yang didirikan dengan tujuan untuk memenuhi permintaan pasar.
Industri kimia adalah suatu industri yang terlibat dalam produksi zat kimia, mencakup industri petrokimia, agrokimia, farmasi, polimer,cat dan oleokimia. Industri kimia menggunakan proses kimia yaitu reaksi kimia untuk membentuk suatu zat baru, pemisahan berdasarkan sifat seperti kelarutan atau muatan ion, distilasi, transformasi oleh panas, serta menggunakan metode-metode lain.
Industri kimia memproses suatu bahan mentah yang diperoleh dari pertambangan, pertanian dan sumber-sumber lain, menjadi material, zat kimia, serta senyawa kimia yang dapat berupa produk akhir atau produk antara yang akan digunakan di industri lain.

Berikut ini beberapa contoh dari produk-produk industri kimia :

Tipe produk :

Industri anorganik       : amonia, klorin, natrium hidroksida,asam sulfat
Industri organik           : fenol, etilena oksida, urea
Petrokimia                   : etilena, propilena,benzena, stirena
Peledak                        : nitrogliserin, amonium nitrat, nitroselulosa
Gas industri                 : nitrogen, oksigen, asetilena, 
dinitrogen oksida
Pengembangan industri kimia, pemerintah terus melakukan upaya dengan serius untuk meningkatkan daya saing dan pertumbuhan industri di dalam negeri. Sektor yang di prioritaskan adalah industri kimia dan logam menurut menteri perindustrian  MS.Hidayat pada (INACOAT) Expo di Jakarta, Kamis – 14 Agustus 2014.

Industri kimia dasar, yaitu industri kimia yang menghasilkan produk zat kimia dasar.
Contoh : Asam Sulfat dan Ammonia
Industri pengolahan minyak bumi atau petroleum refinery, pada industri menghasilkan komponen-komponen bahan bakar minyak (BBM).
Contoh : Bensin, solar, minyak diesel, bahan bakar penerbangan.
Industri Agrokimia, yaitu industri kimia yang memproduksi bahan-bahan kimia dan pupuk untuk budidaya pertanian.
Industri karet, menghasilkan produk-produk karet.


Daftar Pustaka :

Technofunc.2013. Sectors Of Chemical Industry
https://id.wikipedia.org
Kementrian Perindustrian.2014.Kemenperin Prioritaskan Pengembangan Industri Kimia dan Logam
http://www.kemenperin.go.id
Ardhana, Rika.2012. Penggolongan dan klasifikasi industri
http://rinesaa.blogspot.co.id
Hidayat, Arif.2008.Pengertian industri kimia
http://arhidayat.staff.uii.ac.id/2008/08/02/pengertian-industri-kimia
Industri Karet.2008.Latar belakang industri karet
https://industrikaret.wordpress.com

Sabtu, 11 Agustus 2018

BIODIENSEL


ABSTRAK
Indonesia adalah negeri yang kaya akan sumber daya alam, Indonesia kaya akan hasil tambangnya seperti  minyak bumi, gas alam, dan batu bara. Energi terbarukan juga ada di Indonesia, sepanjang khatulistiwa Indonesia diberkahi sinar matahari, angin, dan jajaran gunung berapi. Selain itu lahan Indonesia yang luas dapat ditanami berbagi jenis tanaman serta didukung oleh kondisi alam yang membuat tanaman tumbuh dengan baik dan subur. Hal inilah yang menyebabkan Jepang betah menduduki Indonesia
Kita dapat memanfaatkan  berbagai tanaman serta barang barang yg gak di pakai seperti minyak jelantah.
KEY WORD : BIODIENSEL TRANSESTERIFIKASI
PENDAHULUAN
Biodiesel adalah bioenergi atau bahan bakar nabati yang dibuat dari minyak nabati, turunan tumbuh-tumbuhan yang banyak tumbuh di Indonesia seperti kelapa sawit, kelapa, kemiri, jarak pagar, nyamplung, kapok, kacang tanah dan masih banyak lagi tumbuh-tumbuhan yang dapat meproduksi bahan minyak nabati (BBN) dan dalam penelitian ini bahan bakar nabati berasal dari minyak kacang tanah setelah mengalami beberapa proses seperti ektraksi, transesterifikasi diperoleh metil ester (biodiesel), kemudian biodiesel dicampur dengan bahan bakar solar. Hasil campuran itu disebut B10,B20 dengan tujuan agar bahan bakar B10, B20 ini mempunyai sifat-sifat fisis mendekati sifat-sifat fisis solar sehingga B10 B20 dapat dipergunakan sebagai pengganti solar.
Teknologi biodiesel memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut :
1. Menguatkan (security of supply) bahan bakar diesel yang independet dalam negeri
2. Mengurangi impor BBM atau Automatic Diesel Oil
3. Meningkatkan kesempatan kerja orang indonesia di dalam negeri
4. Meningkatkan kemampuan teknologi pertanian dan industri di dalam negeri
5. Memperbesar basis sumber daya bahan bakar minyak nabati (BBN)
6. Meningkatkan pendapatan petani kacang tanah
7. Mengurangi pemanasan global dan pencemaran udara,karena biodiesel ramah lingkungan. ( Prakoso, T., 2008 )

SEJARAH
Transesterifikasi biodiesel pertama kali dilakukan pada tahun 1853 oleh E. Duffy dan J. Patrick, jauh sebelum mesin diesel pertama kali ditemukan. Baru kemudian pada tahun 1893 di Augsburg, Jerman, Rudolf Diesel mengenalkan model mesin diesel pertama pada world fair Paris, Prancis. Pada saat itu mesin diesel dioperasikan menggunakan bahan bakar biodiesel yaitu terbuat dari transesterifikasi kacang tanah.

Mesin diesel yang beroperasi dengan menggunakan biodiesel menghasilkan emisi karbon monoksida, hidrokarbon yang tidak terbakar, partikulat dan udara beracun yang lebih rendah dibandingkan dengan mesin diesel yang menggunakan bahan bakar petroleum.

Kelebihan biodiesel selain sebagai bahan bakar yang dapat diperbaharui antara lain tidak perlu modifikasi mesin, mudah digunakan, ramah lingkungan, tercampurkan dengan minyak diesel (solar), memiliki cetane number tinggi, memiliki daya pelumas yang tinggi, biodegradable, non toksik, serta bebas dari sulfur dan bahan aromatik (Soerawidjaja, 2005).

Transesterifikasi adalah proses transformasi kimia molekul trigliserida yang besar, bercabang dari minyak nabati dan lemak menjadi molekul yang lebih kecil, molekul rantai lurus, dan hampir sama dengan molekul dalam bahan bakar diesel. Minyak nabati atau lemak hewani bereaksi dengan alkohol (biasanya metanol) dengan bantuan katalis (biasanya basa) yang menghasilkan alkil ester (atau untuk metanol, metil ester) (Knothe et al., 2005).

Tidak seperti esterifikasi yang mengkonversi asam lemak bebas  menjadi ester, pada transesterifikasi yang terjadi adalah mengubah trigliserida menjadi ester. Perbedaan antara transesterifikasi dan esterifikasi menjadi sangat penting ketika memilih bahan baku dan katalis. Transesterifikasi dikatalisis oleh asam atau basa, sedangkan esterifikasi, bagaimanapun hanya dikatalisis oleh asam (Nourredine, 2010). Pada transesterifikasi, reaksi saponifikasi yang tidak diinginkan bisa terjadi jika bahan baku mengandung asam lemak bebas yang mengakibatkan terbentuknya sabun. Lotero et al. (2005) merekomendasikan bahan baku yang mengandung kurang dari 0,5% berat asam lemak saat menggunakan katalis basa untuk menghindari pembentukan sabun..


CARA MEMBUAT BIOTEKNOLOGI

Langkah kita dapat membuat biodiesel dari minyak jelantah, selain mudah didapatkan, minyak jelantah murah karena kita tidak perlu untuk membelinya. Kita memperoleh bahan baku biodiesel minyak jelantah dari hasil limbah rumah tangga. Tentu saja langkah awal adalah mengumpulkan minyak jelantah yang diperoleh dari dapur rumah kita

Bahan-bahan dan peralatan yang diperlukan untuk membuat biodiesel dari minyak jelantah diperlukan bahan-bahan lain seperti methanol 99 persen dan soda api (NaOH) dengan peralatan ember plastik, gelas ukur, panci, kompor, sarung tangan karet, timbangan, pompa udara akuarium, kain katun tipis untuk penyaring, dan selang.

Langkah-langkah yang harus dilakukan :
1. Bahan pelarut (metoxida) dibuat dengan mencampurkan 900 ml methanol dan 21 gram NaOH hingga larut selama 15 menit
2. Campurkan metoxida ke dalam ember berisi 3 liter minyak jelantah dan aduk memakai sendok plastik selama 30 menit atau campuran sudah rata
3. Biarkan 4-12 jam sampai terjadi pengendapan
4. Pengendapan ditandai dengan dua lapisan berbeda warna dengan lapisan gelap berada di bawah yang disebut crude gliserin, sedangkan lapisan atas berwarna bening, crude BD
5. Pisahkan crude biodisel dari crude gliserin lalu masukkan ke ember untuk dicuci dengan cara mencampurkan air bersih sebanyak dua liter.
6. Pompakan udara melalui pompa udara akuarium dan biarkan beberapa saat sehingga muncul warna putih susu
7. Pisahkan crude biodiesel yang berwarna kuning dengan air warna putih melalui selang
8. Biodiesel yang telah bening dimasukkan ke panci lalu panaskan hingga 100 derajat beberapa menit agar air dan sisa methanol menguap.
9. Biodiesel yang telah dipanaskan dan didinginkan dapat langsung dipergunakan untuk mobil maupun mesin diesel industri
Langkah-langkah diatas dapat menggunakan peralatan seadanya di rumah, jika tidak ada dapat disubsitusi dengan peralatan yang sejenis. Pembuatan biodiesel sanagt mudah, sehingga dapat dilakukan dirumah.
DAFTRA PUSTAKA




Trinitrotoluena (TNT) pada Industri Bahan Peledak




ABSTRAK

Peledakan (blasting ; explosion) merupakan Kegiatan pemecahan suatu material (batuan) dengan menggunakan bahan peledak atau Proses terjadinya ledakan
bahan peledak yang dirancang dan dibuat khusus untuk keperluan industri, misalnya industri pertambangan, sipil, dan industri lainnya, di luar keperluan militer.
Penggunaan TNT adalah sebagai bahan peledak atau sebagai bahan dasar pembuat peledak yang lain seperti dinamit. Namun TNT masih digolongkan bahan peledak Sekunder karena daya bakarnya yang agak kurang dibandingkan jenis peledak lain seperti Nitro Glycerin dan lain sebagainya.

KATA KUNCI : TNT, PELEDAK, INDUSTRI PELEDAK

ISI



Sejarah Trinitrotoluena (TNT)
Trinitrotoluena pertama kali dibuat pada tahun 1863 oleh kimiawan JermanJoseph Wilbrand, namun potensinya sebagai bahan peledak yang tidak diakui selama beberapa tahun, terutama karena begitu sulit untuk meledakkan dan kurang kuat dibandingkan bahan peledak lainnya. Sebagai contoh, pada tahun 1910, itu dikecualikan dari Inggris Bahan Peledak Act 1.875 yang tidak benar-benar dianggap sebagai peledak untuk keperluan manufaktur dan penyimpanan. Kemampuan TNT dapat dengan aman dicairkan menggunakan uap atau air panas, memungkinkan untuk dituangkan saat cair menjadi  peluru cases.
Angkatan bersenjata Jerman mengadopsinya sebagai artileri shell pada tahun 1902. Selama Perang Dunia Pertama, Angkatan Laut Jerman memiliki keuntungan tertentu mampu meledakkan TNT-filled baju pelindung dari peluru setelah mereka menembus baju besi pasukan kapal Inggris. Sebaliknya, lyddite Inggris penuh peluru cenderung meledak segera setelah mereka menghantam kendaraan lapis baja Jerman, sehingga banyak mengeluarkan energi mereka di luar kapal. Inggris secara bertahap mulai menggunakannya sebagai pengganti lyddite pada tahun 1907.
Karena permintaan tak terpuaskan untuk bahan peledak selama Perang Dunia Kedua, TNT sering dicampur dengan 40 sampai 80 persen amonium nitrat, menghasilkan amatol yang disebut peledak. Meskipun hampir sekuat TNT (dan jauh lebih murah), amatol memiliki kelemahan sedikit yang higroskopis (rentan terhadap menyerap kelembaban dari udara). Variasi lain yang disebut Minol, terdiri dari amatol dicampur dengan sekitar 20 persen aluminium bubuk, digunakan oleh Inggris untuk tambang. Meskipun blok murni TNT tersedia dalam berbagai ukuran (misalnya 250 g, 500 g, dan 1 kg) itu lebih sering ditemui dalam campuran peledak yang terdiri dari persentase variabel TNT ditambah bahan-bahan lain, seperti torpex, tritonal, pentolite, Komposisi dan B.
KOMPOSISI TNT
Dikutif dari Wikipedia :
Trinitrotoluena (TNT, atau Trotyl) adalah hidrokarbon beraroma menyengat berwarna kuning pucat yang melebur pada suhu 354 K (178 °F, 81 °C). Trinitrotoluena adalah bahan peledak yang digunakan sendiri atau dicampur, misalnya dalam Torpex, Tritonal, Composition B atau Amatol. TNT dipersiapkan dengan nitrasi toluene C6H5CH3; rumus kimianya C6H2(NO2)3CH3, and IUPAC name 2,4,6-trinitrotoluene.
2,4,6-trinitrotoluene
Nama IUPAC
Rumus kimia
C7H5N3O6
Massa molekul
227.131 g/mol
Sensitivitas shock
Insensitif
Sensitivitas friksi
Insensitif
Kepadatan
1.654 g/cm³
Kecepatan ledak
6,900 m/s
RE factor
1.00
Titik lebur
81°C
Suhu autoignisi
Decomposes at 295 °C
Penampilan
Kristal kuning pucat.
Nomor CAS
118-96-7
PubChem
8376
SMILES
CC1=C(C=C(C=C1[N+](=O)[O-])
[N+](=O)[O-])[N+](=O)[O-]
Trinitrotoluena (TNT, atau Trotyl) adalah hidrokarbon beraroma menyengat berwarna kuning pucat yang melebur pada suhu 354 K (178 °F, 81 °C). Trinitrotoluena adalah bahan peledak yang digunakan sendiri atau dicampur, misalnya dalam Torpex, Tritonal, Composition B atau Amatol. TNT dipersiapkan dengan nitrasi toluene C6H5CH3;rumus kimianya C6H2(NO2)3CH3,and IUPAC name 2,4,6-trinitrotoluene.

Proses Terbentuknya TNT
Pembuatan TNT dapat dilakukan melalui nitrasi terhadap toluena dengan campuran asam nitrat dan asam sulfat. tahapan ini membutuhkan campuran asam dalam konsentrasi tinggi dan bebas dari SO3.
Trinitrotoluene (TNT, atau Trotyl) adalah kristalin aromatic hydrocarbon berwarna kuning pucat yang melebur pada suhu 354 K (178 °F, 81 °C). Trinitrotoluene adalah bahan peledak yang digunakan sendiri atau dicampur, misalnya dalam Torpex, Tritonal, Composition B atau Amatol. TNT dipersiapkan dengan nitrasi toluene C6H5CH3; rumus kimianya C6H2(NO2)3CH3, and IUPAC name 2,4,6-trinitrotoluene.

Karakter Explosive
ü  TNT berbeda dengan dinamit. TNT adalah senyawa kimia yang spesifik, sementara dinamit adalah suatu campuran nitrogliserin yang dikompresi menjadi bentuk silinder dan dibungkus dengan kertas.
ü  Setelah ledakan, TNT terurai sebagai berikut:
      2C7H5N3O6 → 3N2 + 5H2O + 7CO + 7C
     Reaksi ini eksotermik dengan energi aktivasi yang tinggi. Adanya karbon pada produk, menyebabkan ledakan TNT memiliki penampilan jelaga. Dan karena TNT memiliki kelebihan karbon, campuran bahan peledak yang kaya dengan senyawa oksigen dapat menghasilkan lebih banyak energi per kilogram dari TNT saja.
ü  Selama abad ke-20, amatol, campuran TNT dengan ammonium nitrat adalah bahan peledak militer yang secara luas digunakan. 
Toksisitas TNT
TNT adalah senyawa yang sangat beracun (quite oxic).
TNT juga dapat diserap melalui kulit.
Menyebabkan iritasi dan noda kuning terang.
Orang yang terkena TNT selama periode tertentu cenderung mengalami anemia dan kelainan fungsi hati.
Memberikan efek yang buruk pada darah dan hati, pembesaran limpa dan efek berbahaya lainnya pada sistem imunitas juga ditemukan pada hewan yang tertelan atau terkontaminasi Trinitrotoluena.
TNT juga diduga memiliki efek merugikan bagi fertilitas laki-laki dan juga bersifat karsinogen.
TNT yang mencemari lingkungan perairan biasa disebut “red water“, yang mungkin sulit dan mahal untuk penanganannya.

Aplikasi
TNT paling umum digunakan untuk bahan peledak dan industri aplikasi militer. Hal ini dinilai karena ketidakpekaannya terhadap shock dan gesekan, yang mengurangi risiko ledakan disengaja. TNT meleleh pada 80°C (176°F), jauh di bawah suhu di mana ia akan meledak secara spontan, sehingga aman bila dikombinasikan dengan bahan peledak lain. TNT tidak menyerap atau larut dalam air, yang memungkinkan untuk digunakan secara efektif dalam lingkungan basah. Selain itu, cukup stabil bila dibandingkan bahan peledak tinggi lainnya.
Meskipun TNT tersedia dalam berbagai ukuran (misalnya 250 g, 500 g, 1.000 g), namun lebih sering ditemui dalam campuran dengan bahan peledak lain/ditambah bahan lainnya

Daftar pustaka : 
HIDAYAT, ATEP AFIA. 2017 . “Kimia, Industri dan Teknologi Hijau”
https://id.wikipedia.org/wiki/Trinitrotoluena

Pulp dari Alang - Alang

Oleh Muhammad Falik Muntafa @H15-Falik

ABSTRAK
Alang-alang merupakan tanaman gulma yang jumlahnya cukup besar di Indonesia. Hingga saat ini pemanfaatan dalam jumlah yang besar terhadap alang-alang di Indonesia belum ada. Alang-alang mempunyai kandungan selulosa yang cukup tinggi. Pada penelitian pendahuluan terhadap bahan baku alang-alang mengandung kadar alfa selulosa sekitar 41,7% dan mempunyai bilangan Kappa sebesar 37,1886. Maka alangalang bisa dijadikan sebagai bahan dari pulp untuk pembuatan kertas. Senyawa yang terkandung didalam pulp yaitu Selulosa, Lignin, dan Hemiseluosa

kata kunci : alang-alang, kertas, pulp

Bahaya Plastik terhadap Lingkungan dan Kesehatan





 Dibuat oleh:
M. Apanreza Vitaly










Abstrak
Plastic merupakan bahan yang dapat kita temui di hamper setiap barang. Sampah plastic tidak mudah untuk terurai walaupun sudah bertahun-tahun lamanya. Oleh sebab itu, sampah plastic akan mengakibatkan masalah terhadap lingkungan dan juga terhadap kesehatan. Sehingga dibutuhkan penganggulangan yang sesuai atau tepat guna meminimalkan atau menghilangkan masalah yang ditimbulkan akibat sampah plastic
Kata kunci : sampah plastic, dampak plastic, penanggulangan sampah plastik


Pendahuluan

Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap barang. Mulai dari botol minum, alat makanan (sendok, garpu, wadah, gelas), kantong pembungkus/kresek, TV, kulkas, pipa pralon, plastik laminating, gigi palsu, sikat gigi, compact disk (CD), kutex (cat kuku), mainan anak-anak, mesin, alat-alat militer hingga pestisida. Menurut penelitian,penggunaan plastik yang tidak sesuai persyaratan akan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, karena dapat mengakibatkan pemicu kanker dan kerusakan jaringan pada tubuh manusia (karsinogenik). Selain itu plastik pada umumnya sulit untuk didegradasikan (diuraikan ) oleh mikro organisme.

Plastik

Plastik merupakan bahan organik yang mempunyai kemampuan untuk dibentuk ke berbagai bentuk, apa
bila terpapar panas dan tekanan. Plastik dapat berbentuk batangan, lembaran, atau blok, bila dalam bentuk produk dapat berupa botol, pembungkus makanan, pipa, peralatan makan, dan lain-lain.Komposisi dan material plastik adalah polymer dan zat additive lainnya. Polymer tersusun dari monomer-monomer yang terikat oleh rantai ikatan kimia (Waste management information, 2004).
Jenis –jenis utama plastik adalah sebagai berikut :
1.      PET — Polyethylene Terephthalate
2.      HDPE —High Density Polyethylene
3.      V — Polyvinyl Chloride
4.      LDPE — Low Density Polyethylene
5.      PP — Polypropylene


Dampak Plastik
Sebagaimana yang diketahui, plastik yang mulai digunakan sekitar 50 tahun yang silam, kini telah menjadi barang yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Diperkirakan ada 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik digunakan penduduk dunia dalam satu tahun. Ini berarti ada sekitar 1 juta kantong plastik per menit. Untuk membuatnya, diperlukan 12 juta barel minyak per tahun, dan 14 juta pohon ditebang.
Konsumsi berlebih terhadap plastik, pun mengakibatkan jumlah sampah plastik yang besar. Karena bukan berasal dari senyawa biologis, plastik memiliki sifat sulit terdegradasi (non-biodegradable). Plastik diperkirakan membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun hingga dapat terdekomposisi (terurai) dengan sempurna. Sampah kantong plastik dapat mencemari tanah, air, laut, bahkan udara.

Upaya Penanggulangan Limbah Plastik

1.    Kurangi penggunaan kantong plastik dan gunakan tas kain setiap kali berbelanja. Harus diingatuntuk selalu membawa tas kain saat belanja dari rumah.
2.    Limbah plastik ditanggulangi dengan cara Reuse ( pakai ulang / penggunaan kembali ) adalah upaya penggunaan limbah plastik dipakai kembali tanpa
perlakuan apa-apa, misal untuk dibuat hiasan,Recycle (daur ulang) adalah
upaya mendaur ulang limbah plastik untuk dimanfaatkan dengan memproses
kembali ke proses semula melalui perlakuan fisika, kimia dan biologi menjadi produk lain seperti bahan baku sekunder produk plastik lain, misal plastik kresek hitam, pot hitam,
3.    Menghindari pembuangan sampah plastik ke lingkungan karena akan secara
tidak langsung merusak ekosistem


Kesimpulan

Penggunaan plastik disatu sisi telah mendatangkan manfaat yang cukup besar, namun di sisi lain karena sifatnya yang kurang baik terhadap kesehatan dan juga sulit diurai oleh lingkungan maka produk plastik dan sampahnya akan menimbulkan masalah baru. Namun demikian, keberadaannya tidak bisa terlepas dari kehidupan manusia sehingga manusia perlu mengantisipasi pemakaian plastik dan pembuangan sampah plastik dengan benar sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Sampah plastik jika dikelola dengan benar yaitu memakai konsep produksi bersih ( 3R) akan mengurangi limbah dan menciptakan iklim usaha yang menguntungkan serta dapat menyerap tenaga kerja yang cukup besar


Daftar Pustaka
1.      Karuniastuti. N, BAHAYA PLASTIK TERHADAP KESEHATAN DAN LINGKUNGAN, Pusdiklatmigas, Jakarta
2.    Purwaningrum, P, 2016, Upaya mengurangi timbulan sampah plastic di lingkungan, Universitas Trisakti , Jakarta
3.    Silvia Nasution, R,2015, BERBAGAI CARA PENANGGULANGAN LIMBAH PLASTIK, UIN Ar-Raniry, banda Aceh