.

Tampilkan postingan dengan label @ProyekB04. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @ProyekB04. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Oktober 2017

TERMODINAMIKA II



Hitung entropi reaksi keadaan standar untuk reaksi berikut:

NaCl (s) → Na+ (aq) + Cl– (aq)

Data entropi keadaan standar:

NaCl (s)  = 72,13 J/K

Na+ (aq) = 59,00 J/K

Cl– (aq) = 56,50 J/K

Jadi perubahan entropi keadaan standarnya adalah:

∆So (reaksi) = ∑So (produk) –  ∑ So(pereaksi)

∆So (reaksi) = (59,00 J/K  + 56,50 J/K) – (72,13 J/K)

∆So (reaksi) = 43,4 J/K 

Minggu, 01 Oktober 2017

TERMODINAMIKA II

TERMODINAMIKA II

@D24-Alvian, @D25-Bendy, @D26-Niko
Oleh Alvian Fuadi, Bendy Emeraldi Alvaro, Niko Prayoga


Contoh Soal :

Suatu sistem menyerap kalor sebesar 60kJ pda suhu 27oC . Berapakah perubahan entropi sistem ini ?

Penyelesaian :
Diketahui :
Q = 60 kJ = 60.000 
T = 27oC = 300 K

Ditanyakan : S ?
Jawab :

S = Q / T
      = 60.000 J / 300 J
      = 200 J / K

Rabu, 27 September 2017

Pupuk-Agrokimia


Disusun Oleh :FAUZI FATHIYAKAN


Penggunaan pupuk dan pestisida di Indonesia mulai meningkat pesat sejak gerakan revolusi hijau tahun 1970 an.

Agrokimia (Rodentisida)














@D20-Novia , @ProyekB04
Oleh Novia Nila Sutarman           


Rodentisida adalah racun untuk membasmi hama tikus, baik tikus di sawah atau kebun maupun di permukaan. Dalam pengendalian hama tikus kita memerlukan strategi dan waktu yang tepat, didunia pertanian tikus biasanya akan menyerang bila penanaman padi tidak berselang atau diistirahatkan dulu pada fase vegetatif dan fase generatif, cara pengendalian yang biasa dilakukan oleh para petani dilakukan gropyokan dan pengemposan dengan menggunakan rodensida.

Macam-Macam Rodentisida
Berdasarkan cara penggunaannya rodentisida terdiri dari dua jenis yaitu rodentisida yang harus dicampurkan dengan umpan yang disenangi tikus (seperti; beras, jagung, ketela pohon dan ubi jalar) dan rodentisida siap pakai yaitu umpan yang telah mengandung racun. Penggunaan rodentisida didasarkan atas adanya aktivitas tikus yaitu dengan adanya pengamatan atas jejak tikus, kotoran tikus atau gejala serangan tikus.Masalahnya tikus sangat terampil menghindar terhadap setiap tindakan pengendalian. Oleh karena itu rodentisida yang efektif biasanya dalam bentuk umpan beracun.

Rodentisida digolongan menajdi dua berdasarkan cara kerjanya, yaitu rodentisida akut (kontak) dan rodentisida kronis (antikoagulan/sistemik). Rodentisida akut akan menyebabkan kematian secara cepat, kematian biasanya terjadi 3-14 jam setelah peracunan. Sedangkan rodentisida kronis menyebabkan kematian secara lambat, kematian terjadi beberapa hari kemudian setelah memakan umpan racun kronis tersebut. Kelebihan rodentisida akut yang cepat membunuh tikus juga memiliki kelemahan rodentisida akut yaitu dapat menimbulkan jera umpan, ketika satu atau beberapa tikus mati karena memakan umpan tikus maka gerombolan tikus sudah saling mengkode sehingga tikus tidak akan memakan umpan racun tersebut lagi. Rodentisida kronis menyerang secara sistemik sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama, namun rodentisida kronis memiliki beberapa keunggulan dibandingkan rodentisida akut. Rodentisida kronis tidak menyebabkan jera umpan karena serangan yang lambat sehingga tikus tidak menyadari penyebab kematiannya dan saat diberi umpan racun tersebut tidak akan memiliki efek jera. Tingkat efektifitas pengendalian rodentisida kronis cukup tinggi dan bersifat spesifik sehingga mengurangi bahaya bagi jasad bukan sasaran. Jadi, penggunaan rodentisida yang bersifat sistemik lebih baik dibandingkan dengan rodentisida kontak (akut) karena tidak menimbulkan efek jera umpan.

Cara Membuat Ramuan Alami Rodentisida :
  • Kupas umbi gadung, kemudian haluskan. Setelah umbi gadung halus lalu campurkan semua bahan menjadi satu kemudian diaduk sampai rata.
  • Buat adonan bahan menjadi bentuk pelet kering.
  • Perbandingan umbi dan bahan lain adalah 1 : 10
Aplikasi Pemakaian :

  • Tebarkan pelet di dekat sarang tikus atau di pematang sawah yang di serang hama tikus.

Daftar Link

Selasa, 26 September 2017

UREA


@D09-Huda, @ProyekB04
oleh : Muhammad Huda

UREA

Urea adalah senyawa organik yang tersusun dari unsur karbon, hidrogen, oksigen dan nitrogen dengan rumus CON2H4 atau (NH2)2CO.

Urea merupakan pupuk nitrogen yang paling mudah dipakai. Zat ini mengandung nitrogen paling tinggi (46%) di antara semua pupuk padat. Urea mudah dibuat menjadi pril (butiran) dan mudah diangkut dalam bentuk curah maupun dalam kantong dan tidak mengandung bahaya ledakan. Zat ini mudah larut di dalam air dan tidak mempunyai residu garam sesudah dipakai untuk tanaman. Kadang-kadang zat ini juga digunakan untuk pemberian makanan daun (Austin, 1996).

Urea untuk pertama kali dibuat oleh Wochler pada tahun 1828, yaitu dengan memanaskan ammonium karbamat (NH2COONH4) sehingga berubah menjadi urea (NH2CONH2)

Bahan baku utama dalam proses produksi urea adalah gas alam, air dan udara. Ketiga bahan baku utama tersebut diolah untuk menghasilkan nitrogen (N2), hidrogen (H2), dan karbon dioksida (CO2).
MANFAAT PUPUK UREA
1.      Membuat daun tanaman lebih hijau, rimbun, dan segar.
2.      Mempercepat pertumbuhan tanaman.
3.      Menambah kandungan protein di dalam tanaman
4.      Pupuk urea bersifat universal, sehingga dapat digunakan untuk berbagai jenis tanaman.
Kerugian yang diakibatkan oleh penggunaan pupuk urea yang terlalu banyak.
1.      Yang pasti dengan penggunaan urea yang berlebihan akan mengakibatkan pemborosan biaya usaha tani kita.
2.      Akan merusak tanah, dengan pemberian bahan kimia yang berlebih dan terus menerus akan sangat merusak kesuburan tanah kita. Jika urea diberikan ke tanah akan mengakibatkan tanah menjadi masam. Tanah yang masam  mengakibatkan penyerapan unsur hara tertentu  menjadi terhambat.
3.      Akan mengancam kelangsungan hidup mikroorgansme yang berada dalam tanah
4.      Menjadikan ketergantungan petani terhadap pupuk urea. Seperti kondisi sekarang ini sebagian besar petani seperti kecanduan urea.
5.      Jika pemupukan urea terlalu banyak akan menjadikan tanaman sukulen  sehingga tanaman akan menjadi mudah terserang hama maupun penyakit.

PENGETAHUAN UMUM :
Diaminomethanal
Nama lainnya
carbamide
(NH2)2CO
NC(=O)N
60.07 g/mol
Penampakan
padatan berwarna putih tanpa bau
[57-13-6]





                    





 DAFTAR PUSTAKA :
·        Haris. 01 Maret 2011. Dalam http://artikelkimia.blogspot.co.id/2011/01/urea.html , (diakses tanggal 26 September 2017)
·        Yoush Yahya 8 November 2015. Dalam  http://yusranyahya.blogspot.co.id/2015/08/pengertian-kegunaan-dan-manfaat-pupuk.html , (diakses tanggal 26 September 2017)
·        Maspary. 18 Maret 2011. Dalam http://www.gerbangpertanian.com/2011/03/5-kerugian-penggunaan-urea-berlebih.html , (diakses tanggal 26 September 2017)

TERMODINAMIKA






















TERMODINAMIKA
Oleh: Nabila, Novia, Ellyza
@Kel-B07, @ProyekB04, @D17-Nabila, @D19-Ellyza, @D20-Novia
 
Contoh Soal 1,5 m3 gas helium yang bersuhu 27oC dipanaskan secara isobarik sampai 87oC. Jika tekanan gas helium 2 x 105 N/m2 , gas helium melakukan usaha luar sebesar....
A. 60 kJ
B. 120 kJ
C. 280 kJ
D. 480 kJ
E. 660 kJ
(Sumber Soal : UMPTN 1995)

Pembahasan
Data :
V1 = 1,5 m3
T1 = 27oC = 300 K
T2 = 87oC = 360 K
P = 2 x 105 N/m2

W = PΔV
Mencari V2 :
V2/T2 = V1/T1
V2 = ( V1/T1 ) x T2 = ( 1,5/300 ) x 360 = 1,8 m3
W = PΔV = 2 x 105(1,8 − 1,5) = 0,6 x 105 = 60 x 103 = 60 kJ



Seberapa Bahaya Sih Kamu? (Amonium Nitrat)



Seberapa Bahaya Sih Kamu? (Amonium Nitrat)

@D30-Rafli
Oleh : Rafli Jabar Ainuna Azidan
 




Apa itu Amonium Nitrat?
Amonium nitrat adalah senyawa yang tidak berbau, tidak berwarna , garam kristal yang dihasilkan oleh reaksi amonia dan asam nitrat.

Manfaat Amonium Nitrat?
Amonium nitrat merupakan komponen penting dari banyak campuran pupuk. Ammonium nitrate menyediakan nitrogen sourceof untuk tanaman, yang meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen. Sejumlah kecil amonium nitrat juga dijual sebagai aditif untuk bahan peledak pertambangan dan penggunaan nonpertanian lainnya.

Apa potensi bahaya?
Dalam kondisi penanganan normal, amonium nitrat tidak berbahaya. Namun, menghirup konsentrasi tinggi amonium nitrat dalam bentuk partikel debu dapat menyebabkan iritasi saluran pernafasan. Gejala mungkin terjadi: batuk, sakit tenggorokan, sesak napas, atau bahkan mati lemas. Ketika tertelan dalam konsentrasi tinggi, amonium nitrat dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, sakit perut, muntah, diare berdarah, lemas, kesemutan, jantungan dan sirkulasi penyimpangan, kejang, kolaps seketika, dan sesak napas. Amonium nitrat membentuk asam ringan bila dicampur dengan air. Asam ini dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan kulit.

Apakah Amonium Nitrat mudah terbakar atau meledak?
Amonium nitrat  tidak mudah terbakar, api yang ditimbulkan dari amonium nitrat sangat tidak mungkin, tetapi  ammonium nitrat merupakan oksidator kuat yang dapat menyebabkan bahan mudah terbakar (seperti kayu, kertas, dan minyak) untuk menyulut timbulnya kebakaran (api). Ketika di bawah kondisi ekstrim,  panas, dan tekanan dalam ruang tertutup amonium nitrat akan meledak. Jika kejadian seperti ini terjadi, kemungkinan akan  terlihat uap amonia, karbon dioksida dan nitrogen oksida.

Bagaimana prosedur Tanggap Darurat?
Dalam hal tumpahan atau buangan yang disengaja, petugas keamanan akan mengumpulkan tumpahan padatan dalam wadah yang sesuai untuk digunakan kembali atau pembuangan.

Apa yang harus Anda lakukan jika Anda terkena Amonium Nitrat?
Untuk kontak mata:
1. Periksa dan lepaskan lensa kontak.
2. SEGERA siram mata dengan air selama minimal 15 menit, dengan kelopak mata tetap terbuka.
3. Dapatkan bantuan medis jika terjadi iritasi.
Untuk kontak dengan kulit:
1. Cuci kulit yang teriritasi dengan sabun dan air.
2. Keringkan  dan tutupi kulit dengan lotion kualitas terbaik.
3. Jika terjadi iritasi, periksakan ke bagian medis.

Untuk inhalasi kecil:
1. Longgarkan pakaian ketat.
2. Istirahat di tempat yang berventilasi baik.
3. Dapatkan bantuan medis jika iritasi atau gejala terus berlangsung.
Untuk inhalasi parah:
1.Gunakan perlindungan pernapasan yang tepat untuk mengevakuasi individu yang terkena ke daerah yang aman sesegera mungkin.
2. Longgarkan pakaian ketat di sekitar leher dan pinggang.
3. Berikan saluran oxygen jika sulit bernapas.
4. Lakukan pernapasan buatan jika tidak bernapas.
5. laporkan ke bagian medis segera.

Jika Tertelan/ terkonsumsi:
1. Jika sadar, minum beberapa gelas air atau susu sehingga menyebabkan muntah
2. Jangan pernah memberikan apapun melalui mulut kepada orang yang tidak sadar.
3. Turunkan kepala sehingga anda muntah dan  pastikan ammonium nitrat  tidak akan masuk kembali ke mulut dan tenggorokan.
4. Dapatkan bantuan medis segera.

Apa yang harus Anda lakukan jika terjadi tumpahan lokal atau regional?
• Ikuti petunjuk khusus yang diberikan melalui radio, TV, atau atasan yang bertanggung jawab
• Jika ada kebakaran atau ledakan, menjauh dan tinggalkan area. Ikuti rute darurat yg telah ditandai atau arah dari polisi untuk melakukan perjalanan ke tujuan Anda.

Jika telah terjadi pelepasan uap beracun ikuti langkah berikut:
1. Pergi dari ruangan segera dan tutup semua pintu, jendela, dan ruang terbuka.
2. Hidupkan radio atau televisi ke stasiun berita lokal. (Bersiaplah untuk menunggu berita.)
3. Ikuti petunjuk khusus yang diberikan melalui radio atau televisi, atau atasan yng bertanggung jawab.
4. Matikan semua unit AC, kipas angin, sistem ventilasi dan pengering pakaian. Di musim dingin, putar tungku Anda untuk pengaturan terendah.
5. Evakuasi hanya jika disarankan untuk melakukannya oleh otoritas lokal.

Yang anda butuhkan:
6. Tempat handuk basah di dasar pintu atau bernapas melalui handuk basah.
7. bawa hewan peliharaan jika mereka dekat dan mudah ditemukan.

Kecuali Anda diminta untuk melakukannya oleh otoritas setempat:
• Jangan, evakuasi atau wisata.
• Jangan, membawa anak-anak pulang dari sekolah, atau anggota keluarga lainnya dari pekerjaan.
• Jangan, menelepon saluran drurat atau otoritas lainnya untuk informasi.

Ketika telah diberitakan SEMUA AMAN,buka rumah Anda untuk membiarkan udara keluar dengan membuka jendela dan pintu di seberang satu sama lain untuk menciptakan ventilasi silang.


Daftar Pustaka :
i. Almuhajir. Fairuz, 2014, Bahaya dan Pengamanan Amonium Nitrat, Dalam http://faizuralmuhajir.blogspot.co.id/2014/08/bahaya-dan-pengamanan-ammonium-nitrate.html
ii. Acheeryo, 2010, Amonium Nitrat Perkembangan Pembuatan Penyimpanan dan Penggunaan, Dalam https://acheeryo.wordpress.com/2010/03/18/amonium-nitrat-perkembangan-pembuatan-penyimpanan-dan-penggunaan/
iii. Naim. Bahrun, 2016, Membuat Bom Plastik, Dalam http://innamadunyafanaa.blogspot.co.id/2016/07/membuat-bom-plastik.html