.

Tampilkan postingan dengan label @D17-Nabila. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @D17-Nabila. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Desember 2017

Kendala Industri Hijau

Menteri Perindustrian, MS Hidayat mengatakan, setidaknya ada 5 tantangan yang dihadapi oleh pemerintah. Pertama, kebutuhan teknologi dan penelitian dan pengembangan/litbang yang dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan industri nasional.

Rabu, 29 November 2017

Green Catalyst


Pengertian
A catalyst is a substance that speeds up a chemical reaction, but is not consumed by the reaction; hence a catalyst can be recovered chemically unchanged at the end of the reaction it has been used to speed up, or catalyze.

Katalis adalah suatu zat yang dapat mempercepat atau memperlambat reaksi. Katalis sengaja ditambahkan dalam jumlah sedikit ke dalam suatu sistem reaksi untuk mempercepat reaksi. Pada reaksi akhir, zat katalis diperoleh kembali dalam bentuk zat semula. Dalam suatu reaksi, katalis tidak mengalami perubahan kimia (tidak ikut bereaksi). Katalis juga tidak dapat memicu reaksi, tetapi hanya membantu reaksi yang berlangsung lambat menjadi cepat.
fungsi katalis dalam reaksi kimia adalah sebagai berikut:
a. Katalis dapat digunakan dalam pengaktifan reaksi yang akan mempercepat laju reaksi dengan menurunkan energi aktifasi
b. Katalis menyediakan reaksi alternatif dalam suatu reaksi kimia.
c. Katalis mempercepat tercapainya keadaan kesetimbangan reaksi
d. Katalis mempercepat reaksi maju dan reaksi balik sama besar
Pengaruh Katalis pada Laju Reaksi
Laju menyatakan seberapa cepat atau seberapa lambat suatu proses berlangsung. Laju juga menyatakan besarnya perubahan yang terjadi dalam satu satua waktu.
Reaksi kimia adalah proses perubahan zat pereaksi menjadi produk. Seiring dengan bertambahnya waktu reaksi, maka jumlah zat peraksi semakin sedikit, sedangkan produk semakin banyak. Laju reaksi dinyatakan sebagai laju berkurangnya pereaksi atau laju terbentuknya produk. Laju reaksi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain adalah konsentrasi, luas permukaan, temperatur, dan katalis.

Berdasrkan Penggunaannya, katalis dapat dibedakan ke dalam dua golongan utama, yaitu: katalis homogen dan katalis heterogen.
Katalis heterogen (Adsorpsi) adalah katalis yang ada dalam fase berbeda dengan pereaksi dalam reaksi yang dikatalisisnya. Penggunaan katalis heterogen biasanya pada suhu dan tekanan tinggi. Umumnya katalis heterogen berupa zat padat yang terdiri dari logam atau oksida logam. Keuntungan penggunaan katalis heterogen adalah katalisnya dapat dipisahkan dengan penyaringan dari produk bila reaksi telah selesai. Banyak proses industri yang menggunakan katalis heterogen, sehingga proses dapat berlangsung lebih cepat dan biaya produksi dapat dikurangi. Beberapa logam ada yang dapat mengikat cukup banyak molekul-molekul gas pada permukannya, misalnya Ni, Pt, Pd dan V. Gaya tarik menarik antara atom logam dengan molekul gas dapat memperlemah ikatan kovalen pada molekul gas, dan bahkan dapat memutuskan ikatan itu. Satu contoh sederhana untuk katalisis heterogen yaitu bahwa katalis menyediakan suatu permukaan di mana pereaksipereaksi (atau substrat ) untuk sementara terjerap. Ikatan dalam substrat-substrat menjadi sedemikian lemah sehingga memadai terbentuknya produk baru. Ikatan atara produk dan katalis lebih lemah, sehingga akhirnya terlepas.
Katalis homogen (Pembentukan senyawa antara) adalah katalis yang berada dalam fase yang sama. Umumnya bereaksi dengan satu atau lebih pereaksi untuk membentuk suatu perantara kimia yang selanjutnya bereaksi membentuk produk akhir reaksi, dalam suatu proses yang memulihkan katalisnya.
Berikut ini merupakan skema umum reaksi katalitik, di mana C melambangkan katalisnya:
A + C → AC (1)
B + AC → AB + C (2)
Meskipun katalis (C) termakan oleh reaksi 1, namun selanjutnya dihasilkan kembali oleh reaksi 2, sehingga untuk reaksi keseluruhannya menjadi :
A + B + C → AB + C
Salah satu contoh katalis homogen adalah reaksi fase gas antara berelang dioksida (SO2) dan oksigen (O2) untuk menghasilkan belerang trioksida (SO3), yaitu :
2SO2 (g) + O2 (g) → SO3 (g) (1) Lambat dan mempunyai energi pengaktifan tinggi.
Laju reksi tersebut dapat ditingkatkan dengan menambahkan katalis, katalis yang digunakan adalah nitrogen oksida (NO). Reaksi hadirnya NO sebagai katalis adalah sebagai berikut :
2NO (g) + O2 (g) → 2NO2 (g) (2)
NO2 (g) + SO2 (g) → SO3 (g) + NO (g) (3)
Dua reaksi yang lebih cepat menggantikan reaksi yang lebih lambat. NO2 yang terbentuk dalam reaksi (2) merupakan senyawa antara darimana NO dihasilkan kembali dalam reaksi (3).
Katalis dapat bekerja dengan membentuk senyawa antara atau mengabsorpsi zat yang direaksikan. Sehingga katalis dapat meningkatkan laju reaksi, sementara katalis itu sendiri tidak mengalami perubahan kimia secara permanen. Cara kerjanya yaitu dengan menempel pada bagian substrat tertentu dan pada akhirnya dapat menurunkan energi pengaktifan dari reaksi, sehingga reaksi berlangsung dengan cepat.
Ada jenis katalis yang lain yaitu katalis enzim. Katalis enzim ini disebut sebagain katalis biologis. Banyak reaksi- reaksi penting yang dikatalisis oleh enzim, misalnya pengubahan karbohidrat atau amilum menjadi glukosa dalam mulut yang dikatalisis oleh enzim ptyalin. Enzim merupakan molekul protein dengan bentuk yang karakteristik yang hanya akan mengijinkan molekul-molekul Pereaksi tertentu berikatan. Reaksi enzimatik ada yang berlangsung secara homogen, Namun ada pula yang berlangsung secara heterogen. Karakteristik enzim adalah pada Kespesifikan dan efisiensinya. Dikatakan spesifik karena reaksi hanya berlangsung pada substrat yang spesifik. misalnya enzim urease spesifik untuk reaksi hidrolisis urea. Efisiensi enzim berkaitan dengan kemampuan enzim meningkatkan laju reaksi berlipat ganda dibandingkan tanpa enzim.

Berdasarkan fungsinya, katalis dibedakan menjadi 2, yaitu :
   Katalis positif (katalisator) yang berfungsi mempercepat reaksi.
   katalis negatif (inhibitor) yang berfungsi memperlambat laju reaksi.
Berdasarkan cara bereaksinya, katalis dibedakan menjadi 2, yaitu :
   Katalis aktif yaitu katalis yang ikut terlibat reaksi dan pada akhir rekasi terbentuk kembali.
   Katalis pasif yaitu katalis yang tidak ikut bereaksi, hanya sebagai media reaksi saja.

Sumber:
http://nachemist100992.blogspot.co.id/2012/12/pengaruh-katalis-pada-laju-reaksi.html
http://www.guruipa.com/2016/09/pengertian-dan-contoh-katalis-katalisator-serta-sifat-enzim-sebagai-biokatalisator.html
http://www.pengertianahli.com/2014/12/pengertian-katalis-dan-jenis-katalis.html
https://perpustakaancyber.blogspot.co.id/2013/06/pengertian-dan-fungsi-katalis-jenis-jenis-contoh.html

Rabu, 22 November 2017

IKATAN VALENSI

@D17-Nabila, @D19-Ellyza, @D20-Novia, @KelB07

IKATAN VALENSI

Contoh soal

Struktur Molekul dan Sistem Periodik Unsur


@D17-Nabila, @D19-Ellyza, @D20-Novia, @ProyekB07
Struktur Molekul dan Sistem Periodik Unsur
CONTOH SOAL




Rabu, 15 November 2017

Peluang Bisnis Daur Ulang

Sampah kerap menjadi masalah terutama di kota-kota besar, sampah dituding sebagai biang keladi kerusakan lingkungan dan berbagai sumber penyakit. Rata-rata manusia membuang 1 kilogram sampah setiap hari. Kebanyakan berupa sampah plastik dan streofrom, padahal kedua jenis sampah ini sulit untuk terurai. Plastik misalnya butuh waktu hampir satu abad supaya plastik bisa terurai sempurna oleh alam.
Sebagian orang menilai sampah hanyalah barang bekas yang tak ternilai, mungkin bisa dikatakan bernilai walaupun dihargai dengan nilai yang rendah. Namun siapa sangka dari hasil kerja keras serta ketekunannya, Muhammad Baedowy mengolah limbah-limbah plastik, membuat jaringan kemitraan kemudian mengekspor produknya. Hasil miliaran rupiah pun didapat dari hasil bisnis ini.
Muhammad Baeduwy memulai usaha 14 Tahun yang lalu. Ia mengakui ingin jadi pengusaha sejak kecil. Namun, Ia bingung harus memilih usaha apa. Ia ingin memiliki usaha yang murah dan tidak banyak orang yang tertarik. Akhirnya Pilihan Usaha jatuh ke usaha sampah yang ia tekuni sampai sekarang. Ia juga mengatakan bahwa siapa yang mau usaha sampah pada saat modern ini.
Sarjana akuntansi ini juga memproduksi dan menjual mesin-mesin daur ulang sampah ada tiga ukuran mesin yang ia produksi. 14-16 hingga yang paling besar 20 inci. Mesin-mesin tersebut dibandrol 30 hingga 40 juta rupiah. Harga yang pantas bila disandingkan dengan keuntungan yang dijanjikan.
Peraih penghargaan Dji Sam Soe Awards tahun 2009 ini mendesain mesin yang bisa berputar dengan kecepatan yang tinggi hampir mirip dengan mesin cuci. Sesudah serpihan plastik dikeringkan kemudian masuk kembali ke dalam oven, barulah kemudian siap untuk dijual.
Di China produk Baedowy digunakan sebagai bahan baku untu membuat benang polyester. Bahan pembuatannya diperoleh dari limbah botol plastik minuman dengan jenis PET (polyethylene terephthalate). Sedangkan untuk sampah plastik gelas minuman berjenis PP (polypropylene) dipakai sebagai bahan dasar pembuatan tali rafia.

Selasa, 14 November 2017

Ikatan Kimia

@D17-Nabila, @D19-Ellyza, @D20-Novia, @Kel-B07, @ProyekB08
OLEH:  Nabila Aisya Sopyan, Ellyza Anggraini, Novia Nila Sutarman

IKATAN KIMIA
1.                 Perhatikan Keterangan Di Bawah !

a. 
1A dan 17Q 
b. 
19R dan 53E 
c. 
15T dan 17Q 
d. 
47J dan 17Q 
e. 
17Q dan 12R

Manakah dari pasangan unsur tersebut yang dapat membentuk ikatan kovalen?

Jawaban : a dan c

Pembahasan:

A,Q,E,T merupakan unsur nonlogam (A=golongan IA,Q dan E=VIIA,dan T=VA) dan R merupakan unsur logam (golongan IIA), maka yang dapat membentuk ikatan kovalen adalah antara nonlogam

a. HCl 
b. KI 
c. PCl3 
d. AgCl 
e. MgCl
2

SUMBER:
http://www.panduankimia.net/2017/09/ikatan-kimia-40-contoh-soal-dan.html

Rabu, 11 Oktober 2017

Kesetimbangan Kimia

HBr sejumlah 0,1 mol dimasukkan ke dalam labu satu liter dan terurai menurut reaksi


Selasa, 10 Oktober 2017

Pencemaran Di Jawa Barat



Pokok-pokok permasalahan lingkungan di Propinsi Jawa Barat yang telah teridentifikasi hingga saat ini, dapat dikelompokkan sebagai berikut :
Degradasi sumberdaya alam khususnya air dan lahan, yang ditandai dengan deplesi
sumber air (permukaan dan air bawah tanah, baik kuantitas maupun kualitasnya),
semakin meluasnya tanah kritis dan DAS kritis, penurunan produktifitas lahan, semakin
meluasnya kerusakan hutan (terutama karena perambahan) baik hutan pegunungan
maupun hutan pantai (mangrove).
Permasalahan pencemaran, baik pencemaran air, udara maupun tanah yang
penyebarannya sudah cukup meluas dan terkait dengan industri, rumah tangga dengan
segala jenis limbahnya, terutama sampah.
Permasalahan kebencanaan alam, yaitu Jawa Barat terutama bagian tengah dan
selatan termasuk wilayah rawan gempa dan volkanisme. Wilayah ini termasuk daerah
yang paling sering tertimpa musibah tanah longsor dibanding wilayah lainnya di
Indonesia, yang terkait dengan "irrational land use" dan juga kegiatan pertambangan.
Inkonsistensi antara Rencana Tata Ruang Wilayah dengan eksisting penggunaan
lahan/pemanfaatan ruang yang tidak berwawasan lingkungan.
Permasalahan kawasan pesisir dan pantai, yaitu kerusakan hutan mangrove, abrasi dan
akresi pantai, perubahan tataguna lahan di wilayah pesisir, intrusi air laut, dan
pencemaran air laut.
Permasalahan sosial kependudukan, ditandai dengan tingginya urbanisasi, munculnya
permukiman kumuh pada hampir seluruh kota di Jabar, pedagang kaki lima - PKL dan
kesemrawutan lalu lintas.
Tumpang-tindih peraturan perundang-undangan terhadap lingkungan, baik dari
interpretasi materi maupun implementasinya di lapangan.
Terbatasnya sarana dan prasarana pemantauan lingkungan (termasuk laboratorium lingkungan) serta sistem informasi lingkungan. Lemahnya fungsi pengendalian, sebagai akibat kurang efektifnya kegiatan pemantauan, dan juga akibat rendahnya penegakan hukum (law enforcement), dan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.

Pokok permasalahan terjadinya degradasi sumberdaya lahan adalah karena inkonsistensi atau ketidak sesuaian antara penggunaan lahan dan ruang yang ada dengan arahan yang diperintahkan pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Sekitar 33% lahan tidak digunakan sesuai dengan arahan tata guna tanah dalam Rencana Tata Ruang bahkan selama lima tahun terakhir telah terjadi penyimpangan terhadap pemanfaatan kawasan lindung sekitar 12,9% . Kondisi terbesar dari penyimpangan tersebut terutama disebabkan adanya alih fungsi pada kawasan hutan dan kawasan resapan air.

sumber
Walhi. 2007. Permasalahan Lingkungan Jawa Barat. Dalam link http://uwadadang.blogspot.co.id/2007/12/permasalahan-lingkungan-jawa-barat.html

Selasa, 03 Oktober 2017

Termodinamika

Mesin Carnot bekerja pada suhu tinggi 600 K, untuk menghasilkan kerja mekanik. Jika mesin menyerap kalor 600 J dengan suhu rendah 400 K, maka usaha yang dihasilkan adalah...

Selasa, 26 September 2017

TERMODINAMIKA






















TERMODINAMIKA
Oleh: Nabila, Novia, Ellyza
@Kel-B07, @ProyekB04, @D17-Nabila, @D19-Ellyza, @D20-Novia
 
Contoh Soal 1,5 m3 gas helium yang bersuhu 27oC dipanaskan secara isobarik sampai 87oC. Jika tekanan gas helium 2 x 105 N/m2 , gas helium melakukan usaha luar sebesar....
A. 60 kJ
B. 120 kJ
C. 280 kJ
D. 480 kJ
E. 660 kJ
(Sumber Soal : UMPTN 1995)

Pembahasan
Data :
V1 = 1,5 m3
T1 = 27oC = 300 K
T2 = 87oC = 360 K
P = 2 x 105 N/m2

W = PΔV
Mencari V2 :
V2/T2 = V1/T1
V2 = ( V1/T1 ) x T2 = ( 1,5/300 ) x 360 = 1,8 m3
W = PΔV = 2 x 105(1,8 − 1,5) = 0,6 x 105 = 60 x 103 = 60 kJ



Minggu, 24 September 2017

Agrokimia : Pestisida

@D17-Nabila -

Agrokimia merupakan Industri yang bergerak di bidang pertanian meliputi : pupuk, pestisida, dan plestisida. Dengan mengacu kepada arah kebijakan industri dan berdasarkan pada karakteristik dan ciri sub sektor Industri Agro dan Kimia, serta peranannya dalam struktur industri dan ekonomi Indonesia pada umunya, maka pembangunan Industri Agro dan Kimia dilaksanakan dengan visi yaitu:

Senin, 18 September 2017

STOKIOMETRI


Hitunglah massa dari :
a)    1,5 mol Na2O
b)    3,01 x 1024 atom Ni
c)    8,96 liter gas SO3 STP
d)    16 liter gas NO2 diukur pada keadaan 8 liter gas CO2 massanya 11 gram
Ar Na = 23 , S=32 , Ni=59, N=14,C=12 , O= 16

            PEMBAHASAN :

            a)    1,5 mol Na2O
            → Massa    = mol x mm 
                        = 1,5 x (23 (2) + 16)
                        =1,5 x 62
                        =93 gram

            b)    3,01 x 1024 atom Ni
            →Mol        = 3,01 x 1024 : 6,02 x 1023
                               = 5 mol
            Massa        = mol x mm
                              = 5 mol x 59
                              =295 gram

            c)    8,96 liter gas SO3 STP
                        →Mol        =8,96 liter : 22,4 liter = 0,4 mol
                        Massa        = mol x mm
                                           =0,4 x 80
                                             = 32 gram

            d)    16 liter gas NO2 diukur pada keadaan 8 liter gas CO2 massanya 11 gram
                        →Mol NO2 : Mol CO2 = Volume NO2 : Volume CO2
                        Massa NO2 / 46 : 11gram / 44 = 16 : 8
                        Massa NO2 / 46 x 4 / 1 = 2 / 1
                        4 Massa NO2 = 2 x 46
                        Massa NO2 = 92 / 4
                        Massa NO2 = 23 gram

Bahan Bakar Minyak : Minyak Bakar

Bahan bakar berkualitas yaitu satu materi apa pun yang dapat dirubah jadi daya. Umumnya bahan bakar memiliki kandungan daya panas yang bisa dilepaskan dan dimanipulasi. Umumnya bahan bakar dipakai manusia lewat sistem pembakaran (reaksi redoks) di mana bahan bakar itu akan melepas panas sesudah direaksikan dengan oksigen di hawa. Sistem lain untuk melepas daya berbahan bakar yaitu lewat reaksi eksotermal dan reaksi nuklir (seperti Fisi nuklir atau Fusi nuklir). Hidrokarbon (termasuk juga di dalamnya bensin dan solar) selama ini adalah jenis bahan bakar yang seringkali dipakai manusia. Bahan bakar yang lain yang dapat digunakan yaitu logam radioaktif.
Minyak bakar atau minyak berat adalah hasil distilasi dari penyulingan minyak tetapi belum membentuk residu akhir dari proses penyulingan itu sendiri. Biasanya warna dari minyak bakar ini adalah hitam . Selain itu minyak bakar lebih pekat dibandingkan dengan bahan bakar diesel. Secara umum kegunaan minyak bakar adalah untuk bahan bakar pengapian langsung pada industri - industri besar, PLTU dan juga digunakan sebagai salah satu alternatif bahan bakar pada industri menengah kecil lainnya. Minyak bakar juga sering dikenal dengan istilah fuel oil.
Bio Rubber Fuel adalah Rubber Compound Oil (RCO) yang merupakan jenis dari minyak bakar. Biasa disebut minyak RCO. Ini adalah bahan bakar minyak pengganti solar yang berasal dari karet dan ban bekas yang di suling dan bisa langsung digunakan sebagai bahan bakar mesin boiler dan burner untuk menggantikan solar atau minyak tanah.

Untuk menggunakan minyak bakar RCO atau rubber compund oil (RCO) ini, tidak perlu merubah instalasi yang sudah ada seperti ukuran nozel atau control burner. Bio Rubber Fuel memiliki warna hitam yang pekat, berbau agak tajam, mudah terbakar dan kandungan kalorinya diatas solar, sehingga tidak perlu dipanaskan terlebih dahulu (pre-heating).

Berat jenis Bio Rubber Fuel ini berkisar antara 0,90-0,93gr/liter. Jenis minyak bakar ini memiliki viskositas yang berada sedikit diatas solar namun memiliki kandungan kalori 11.000 kkal dan memiliki tingkat pelumasan yang jauh lebih baik daripada solar. Hal ini bisa membuat efisiensi boiler menjadi meningkat.
Bio Rubber Fuel berguna sebagai bahan bakar alternatif untuk mesin boiler atau burner yang sebelumnya menggunakan solar, minyak tanah atau bahkan batu bara saat pengapian awal. Minyak bakar alternatif ini juga dapat digunakan untuk kompor api masak atau tungku api semawar, akan tetapi saat ini belum dapat direkomendasikan karena jenis minyak bakar ini agak berbau karet saat terbakar sehingga dikhawatirkan mengkontaminasi makanan yang dimasak.

Bio Rubber Fuel adalah minyak bakar RCO yang berbahan dasar karet, sehingga Bio Rubber Fuel tidak mengandung mineral yang akan menyebabkan terjadinya korosi pada mesin. Begitu juga dengan pengapian mesin pada saat mesin dinyalakan, tidak akan menyisakan endapan (sisa pembakaran setelah mesin beroperasi).


Untuk ukuran nozel yang masih standard ataupun yang sudah dimodifikasi, dianjurkan tidak melebihi ukuran normal. Untuk satu pengapian, menggunakan ukuran nozel 1 s/d 2 mm dan untuk yang dua pengapian menggunakan 0.8 s/d 1mm pada nozel pertama dan 0.6 s/d 0.8 mm pada nozel ke dua.

sumber
http://www.juragansolar.com/pengertian-bahan-bakar/ 

Selasa, 12 September 2017

Hukum Dasar Kimia




















@D17-Nabila, @D19-Ellyza, @D20-Novia, @Kel-B07

Oleh : Novia Nila Sutarman, Ellyza Anggraini, dan  Nabila Sopyan Aisya Putri


Contoh Soal

 Sebanyak 10,8 gram logam aluminium habis bereaksi dengan 9,6 gram oksigen dalam ruang tertutup membentuk aluminium oksida menurut persamaan reaksi:

4Al (s) + 3O2 (g) → 2Al2O3 (s)

Massa aluminium oksida yang dapat terbentuk sebanyak …. (Ar Al = 27, O = 16)

A.   3,6 gram
B.   10,8 gram
C.   13,0 gram
D.   20,4 gram
E.   102,0 gram
Pembahasan
Karena disebutkan 'habis bereaksi' maka reaksi tersebut telah memenuhi hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier). Reaksi tersebut tepat bereaksi, tidak ada sisa sedikit pun sehingga massa aluminium oksida yang dihasilkan merupakan penjumlahan langsung dari pereaksinya.

massa Al2O3 = massa Al + massa O2
                     = 10,8 gram + 9,6 gram
                     = 20,4 gram

Jadi, massa aluminium oksida yang terbentuk adalah 20,4 gram (D).

Minggu, 10 September 2017

RACUN DALAM KIMIA PANGAN

@D17-Nabila - 
Oleh : Nabila Sopyan Aisya Putri

Menurut Volk (1989), foodborne diseases yang disebabkan oleh organisme dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu infeksi makanan dan keracunan makanan. Infeksi makanan terjadi karena konsumsi makanan mengandung organisme hidup yang mampu bersporulasi di dalam usus, yang menimbulkan penyakit. Organisme penting yang menimbulkan infeksi makanan meliputi Clostridium perfringens, Vibrio parahaemolyticus, dan sejumlah Salmonella.
Sebaliknya, keracunan makanan tidak disebabkan tertelannya organisme hidup, melainkan akibat masuknya toksin atau substansi beracun yang disekresi ke dalam makanan. Organisme penghasil toksin tersebut mungkin mati setelah pembentukan toksin dalam makanan. Organisme yang menyebabkan keracunan makanan meliputi Staphylococcus aureus, Clostridium botulinum, dan Bacillus cereus.
Selama tiga dasawarsa terakhir ini bahan kimia telah banyak dibuat. Penemuan atau pembuatan bahan kimia dilakukan dalam pabrik atau laboratorium kimia. Banyak bahan kimia batu ini bersifat membayahakan sehingga perlu penanganan yang tepat agar tidak menimbulkn masalah. Bahan kimia berbahaya tidak selaluu berupa bahan kimia sintetik, karena banyak bahan kimia alami dalam dosis tertentu yang berbahaya apabila sampai masuk ke dalam tubuh.
Bahan kimia beracun atau bahan kimia toxic adalah bahan kimia yang apabila masuk kedalam tubuh pada dosis tertentu akan membahayakan kesehatan atau jiwa manusia. Bahan kimia toksik masuk kedalam tubuh secara ingesti (melalui mulut) bersama-sama dengan makanan atau minuman. Keracunan bahan kimia seringkali dijumpai pada anak-anak dbawah umur lima tahun karena anak seusia itu mempunyai kebiasaan untuk memasukan segala benda kedalam mulut.
Pengaruh bahan kimia toksik terhadap beberapa organ tubuh tidaklah selalu sama. Ada beberapa bahan kimia toksik yang hanya mempengaruhi sistemsaraf pusat, hati, jantung, atau ginjal. Sebaliknya ada bahan kimia toksik yang dapat menyerang beberapa organ tubuh secara bersamaan. Misalnya, karbon tetraklorida bersifat toksik terhadap jantung, ginjal, dan hati. (Damin Sumartjo, 2017)
Menurut Undang-Undang No.7 tahun 1996, keamanan pangan didefinisikan sebagai suatu kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia.
Lebih dari 90 persen terjadinya foodborne diseases pada manusia disebabkan kontaminasi mikrobiologi, yaitu meliputi penyakit tifus, disentri bakteri atau amuba, botulism dan intoksikasi bakteri lainnya, serta hepatitis A dan trichinellosis. WHO mendefinisikan foodborne diseases sebagai penyakit yang umumnya bersifat infeksi atau racun yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang dicerna.

Residu pencemaran merupakan sisa buangan hasil aktivitas manusia yang terkontaminasi dengan tumbuh-tumbuhan dan hewan yang dikonsumsi manusia, seperti pestisida. Kita semua terpapar dengan pestisida pada dasarnya yang berketerusan. Makanan yang kita makan, terutama buah dan sayuran segar, mengandung residu pestisida. The National Academy of Sciences (NAS) tahun 1987 mengeluarkan laporan tentang pestisida dalam makanan. Pada dasar data dalam penelitian, resiko potensial yang diberikan oleh pestisida penyebab kanker dalam makanan kita lebih dari sejuta kasus kanker tambahan dalam masyarakat Amerika selama hidup. Karena sekitar 30 macam pestisida karsinogen terdapat dalam makanan kita, dan selama ini belum menyebutkan potensi pemaparan terhadap pestisida karsinogen dalam air minum

Pertolongan pertama
  1. Untuk mengurangi kekuatan racun, berikan air putih sebanyak-banyaknya atau diberi susu yang telah dicampur dengan telur mentah.
  2. Agar perut terbebas dari racun, berikan norit dengan dosis 3-4 tablet selama 3 kali berturut-turut dalam setiap jamnya.
  3. Air santan kental dan air kelapa hijau yang dicampur 1 sendok makan garam dapat menjadi alternatif jika norit tidak tersedia.
  4. Jika penderita dalam kondisi sadar, usahakan agar muntah. Lakukan dengan cara memasukkan jari pada kerongkongan leher dan posisi badan lebih tinggi dari kepala untuk memudahkan
  5. Apabila penderita dalam keadaan pingsan, bawa segera ke rumah sakit atau dokter terdekat untuk mendapatan perawatan intensif. 
Daftar Pustaka
  1. https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=7Lauz8HpOVAC&oi=fnd&pg=PA1&dq=ikatan+kimia+dalam+makanan&ots=iGNvLPTU4K&sig=1knlRTesnKLBmacoYinBlKiJpCs&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false  ( Damin Sumardjo, Diakses pada 2017 )
  2. http://senyawaberacun.blogspot.co.id/ ( Apry, Diakses pada 2017 )
  3. http://forum.detik.com/bahan-bahan-kimia-berbahaya-di-dalam-makanan-t348983.html?amp ( RudisuroDikoro, Diakses pada 2017 )
  4. https://liethacutez.wordpress.com/2010/03/23/bahan-kimia-berbahaya-dan-beracun-dalam-pangan/ ( M. Yusuf, Diakses pada 2017 )
  5. Eckholm, Eric P. 1981. Masalah kesehatan. Jakarta: Penerbit Gramedia

Kamis, 31 Agustus 2017

BIOKIMIA

@D17-Nabila -

Biokimia merupakan salah satu cabang sains yang menemukan dua bidang sains yang penting yaitu biologi dan kimia. Biokimia berasal dari kata bio artinya organisme hidup, sedangkan kimia adalah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang perilaku dari bahan-bahan kimia.