Produksi adalah suatu kegiatan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang untuk memenuhi kebutuhan, sedangkan proses produksi adalah tahap – tahap yang harus dilewati dalam memproduksi barang. Dalam proses produksi membutuhkan waktu yang berbeda – beda, ada yang sebentar, seperti pembuatan kain, pembuatan televisi, dan lain-lain. Tetapi ada juga proses produksi yang dapat dinikmati langsung hasilnya.
Tampilkan postingan dengan label @D19-Ellyza. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @D19-Ellyza. Tampilkan semua postingan
Rabu, 13 Desember 2017
Proses Produksi dengan Bahan Baku yang Lestari
Produksi adalah suatu kegiatan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang untuk memenuhi kebutuhan, sedangkan proses produksi adalah tahap – tahap yang harus dilewati dalam memproduksi barang. Dalam proses produksi membutuhkan waktu yang berbeda – beda, ada yang sebentar, seperti pembuatan kain, pembuatan televisi, dan lain-lain. Tetapi ada juga proses produksi yang dapat dinikmati langsung hasilnya.
Rabu, 22 November 2017
Struktur Molekul dan Sistem Periodik Unsur
@D17-Nabila,
@D19-Ellyza, @D20-Novia, @ProyekB07
Struktur Molekul dan
Sistem Periodik Unsur
CONTOH
SOAL
Label:
@D17-Nabila,
@D19-Ellyza,
@D20-Novia,
@Kel-B07,
@proyekB07
KIMIA BERKELANJUTAN
@D19-Ellyza, @ProyekB08
KIMIA BERKELANJUTAN
Kimia hijau, juga disebut kimia
berkelanjutan, adalah filsafat penelitian dan rekayasa/teknik kimia yang
menganjurkan desain produk dan proses yang meminimasi penggunaan dan penciptaan
senyawa-senyawa berbahaya. Sementara kimia
lingkungan adalah cabang kimia yang membahas lingkungan hidup
dan zat-zat kimia di alam, kimia hijau justru berupaya mencari cara untuk
mengurangi dan mencegah pencemaran pada
sumbernya.
Konsep
Green Chemistry itu sendiri berasal dari Kimia Organik, Kimia Anorganik,
Biokimia, dan Kima Analitik. Bagaimanapun juga, konsep ini cenderung mengarah
ke aplikasi pada sektor industri. Patut digarisbawahi di sini, bahwa Green
Chemistry berbeda dengan Environmental Chemistry (Kimia Lingkungan).
Perbedaannya adalah sebagai berikut.
Green Chemistry
lebih berfokus pada usaha untuk meminimalisir penghasilan zat-zat berbahaya dan
memaksimalkan efisiensi dari penggunaan zat-zat (substansi) kimia. Sedangkan,
Environmental Chemistry lebih menekankan pada fenomena lingkungan yang telah
tercemar oleh substansi-substansi kimia.
Menurut Ryoji
Noyori,peraih hadiah Nobel Kimia pada tahun 2001,terdapat 3 kunci perkembangan
Green Chemistry. Yaitu, penggunaan Supercritical Carbon Dioxide sebagai
pelarut, larutan Hidrogen Peroksida untuk proses oksidasi yang bersih (clean
oxidation), dan penggunaan Hidrogen dalam sintesis kiral (chiral synthesis).
Beberapa sektor diatas yaitu:
1.
Supercritical
Carbon Dioxide adalah karbon dioksida (CO2) yang berada dalam fase cair (liquid
phase),yang berada di atas ataupun pada temperatur dan tekanan kritis
2.
Hidrogen
Peroksida (H2O2), adalah suatu senyawa yang lazim digunakan sebagai dalam
proses pemutihan kertas (paper-bleaching) dan desinfektan. Hidrogen Peroksida
merupakan salah satu senyawa yang tergolong ke dalam oksidator kuat.
Green Chemistry itu sendiri memiliki 12
asas, antara lain
1. Menghindari
penghasilan sampah
2. Desain bahan
kimia dan produk yang aman
3. Desain
sintesis kimia yang tak berbahaya
4. Penggunaan
sumber daya yang dapat diperbaharui (renewable)
5. Penggunaan
katalis
6. Menghindari
bahan kimia yang sifatnya derivatif (chemical derivatives)
7. Desain
sintesis dengan hasil akhir (produk) yang mengandung proporsi maksimum bahan
mentah
8. Penggunaan
pelarut dan kondisi reaksi yang aman
9. Peningkatan
efisiensi energi
10. Desain
bahan kimia dan produk yang dapat terurai
11. Pencegahan
polusi
12. Peminimalan
potensi kecelakaan kerja
DAFTAR PUSTAKA
1. Kurniasih,
Rizki. 2012. Green Chemistry
3. Chemidi
.2011. Green Chemistry
Selasa, 14 November 2017
Pencemaran Udara Berbentuk Gas
@D19-Ellyza, @ProyekB07
Oleh: Ellyza Anggraini
Oleh: Ellyza Anggraini
Pencemaran Udara Berbentuk Gas
Pencemaran udara adalah
peristiwa masuknya, atau tercampurnya, polutan (unsur-unsur berbahaya) ke
dalam lapisan udara (atmosfer) yang dapat mengakibatkan menurunnya kualitas
udara (lingkungan). Pencemaran ini terjadi dan terbagi menjadi pencemaran dalam
ruangan (indoor pollution). Sementara itu pencemaran di luar ruangan (outdoor
pollution) berasal dari emisi kendaraanbermotor, industri, perkapalan, dan
proses alami oleh makhluk hidup.
Pencemar
Udara Berbentuk Gas
Beberapa gas dengan jumlah melebihi batas toleransi lingkungan, dan masuk ke lingkungan udara, dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup. Pencemar udara yang berbentuk gas adalah karbon monoksida, senyawa belerang (SO2 dan H2S), seyawa nitrogen (NO2), dan chloroflourocarbon (CFC). (Nuryani, 2013)
Beberapa gas dengan jumlah melebihi batas toleransi lingkungan, dan masuk ke lingkungan udara, dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup. Pencemar udara yang berbentuk gas adalah karbon monoksida, senyawa belerang (SO2 dan H2S), seyawa nitrogen (NO2), dan chloroflourocarbon (CFC). (Nuryani, 2013)
Efek Negatif Pencemaran Udara Bagi Kesehatan
Tubuh dan Lingkungan
Pengaruh langsung yang dapat diamati terhadap
kehidupan manusia dan bentuk kehidupan lainnya sangat berbeda-beda, dari
pengaruh yang berat (mematikan sampai pengaruh yang ringan (menimbulkan
perasaan yang jengkel). Zat pencemar yang terdapat di udara sangat banyak
macamnya, Kadar CO2 yang
terlampau tinggi di udara dapat menyebabkan suhu udara di permukaan bumi
meningkat dan dapat mengganggu sistem pernapasan, Kadar gas CO lebih dari 100 ppm di dalam darah dapat merusak
sistem saraf dan dapat menimbulkan kematian. Gas SO2 dan H2S dapat bergabung dengan partikel air dan
menyebabkan hujan asam. Keracunan NO2 dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan,
kelumpuhan, dan kematian. Sementara itu, CFC dapat menyebabkan rusaknya lapian
ozon di atmosfer. Adanya zat pencemar di udara disertai oleh pengaruh yang lain mempunyai
kecenderungan untuk menaikkan jumlah penderita atau memperberat penyakit kanker
paru-paru, emphysema, TBC, pneumonia, bronchitis, asthma, dan bahkan influensa.
SUMBER PENCEMARAN UDARA
Pencemaran
udara disebabkan oleh berbagai sumber yang secara langsung maupun tidak
langsung berpengaruh terhadap terjadinya pencemaran udara, yaitu Buangan
kendaraan bermotor; beberapa proses industri yang dapat menghasilkan karbon
monoksida (CO), lalu panas dan fasilitas pembangkit listrik dapat menghasilkan
Sulfur dioksida (S02) , lalu buangan kendaraan bermotor juga beberapa proses
industri yang dapat menyebabkan Partikulat
Matter, lalu hasil dari buangan
kendaraan bermotor dari panas dan fasilitas yang menimbulkan Nitrogen dioksida
(N02) dan alam juga dapat memberikan
pengaruh termasuk dalam terbentukmya Ozon (03) di atmosfir
UPAYA PENANGGULANGAN PENCEMARAN UDARA(GAS)
Beberapa
hal yang dapat dilakukan adalah:
1. Melakukan larangan kepada petani-petani,
pengusaha-pengusaha perkebunan melakukan pembakaran pada lahan pertanian yang
akan mereka usahakan.
2. Gas-gas buangan industri sebelum dilepaskan/dibuang
keudara, terlebih dahulu harus dinetralkan.
3. Melakukan penghijauan, terutama di daerah-daerah
industri dan perkotaan. Tujuannya agar karbondioksida yang dihasilkan
mesin-mesin industri dan kendaraan bermotor, dapat diserap oleh tumbuh-tumbuhan
4. Mengurangi penggunaan minyak bumi sebagai sumber
bahan bakar dan menggantikannya dengan energi lain yang tidak menimbulkan
pencemaran seperti energi panas matahari (tenaga surya), tenaga air
(hidroelektrik), tenaga angin, dan sebagainya.
5. Penempatan daerah kawasan industri supaya berada
jauh dari pemukiman, terutama pemukiman yang padat penduduknya.
6. Menciptakan mesin dari kendaraan bermotor yang
hemat energi dan efek pencemarannya kecil
DAFTAR PUSTAKA
1. Ginting, 2004. Geografi.
2.
Raharjo, Mursid. 2009. DAMPAK PENCEMARAN UDARA PADA LINGKUNGAN
DAN KESEHATAN MANUSIA
3. Nuryani, D Dina. 2013. PENCEMARAN UDARA.
http://dinadwinuryani.blogspot.co.id/2013/10/3-pencemaran-udara.html
Ikatan Kimia
@D17-Nabila, @D19-Ellyza, @D20-Novia, @Kel-B07, @ProyekB08
OLEH: Nabila Aisya Sopyan, Ellyza Anggraini, Novia Nila
Sutarman
IKATAN
KIMIA
1.
Perhatikan Keterangan Di Bawah !
a. 1A dan 17Q
b. 19R dan 53E
c. 15T dan 17Q
d. 47J dan 17Q
e. 17Q dan 12R
Manakah dari pasangan unsur tersebut yang dapat membentuk ikatan kovalen?
Jawaban : a dan c
Pembahasan:
A,Q,E,T merupakan unsur nonlogam (A=golongan IA,Q dan E=VIIA,dan T=VA) dan R merupakan unsur logam (golongan IIA), maka yang dapat membentuk ikatan kovalen adalah antara nonlogam
a. HCl
b. KI
c. PCl3
d. AgCl
e. MgCl2
SUMBER:
http://www.panduankimia.net/2017/09/ikatan-kimia-40-contoh-soal-dan.html
Label:
@D17-Nabila,
@D19-Ellyza,
@D20-Novia,
@Kel-B07,
@ProyekB08
Rabu, 11 Oktober 2017
Selasa, 10 Oktober 2017
Pencemaran Lingkungan di Yogyakarta
Pencemaran Lingkungan di Yogyakarta
Oleh: Ellyza Anggraini
@D19-Ellyza, @ProyekB06
Jika kita berbicara
tentang kerusakan lingkungan maka tidak akan ada habisnya setiap daerah setiap
provinsi pasti ada saja probelmanya , bahkan bukan hanya di indonesia saja tapi
juga berbagai kerusakan linkungan hidup di berbagai negara. Tapi kali ini saya
akan mengangkat kerusakan lingkungan di indonesia yaitu provinsi di daerah
istimewa Yogyakarta.
Pencemaran sungai di Yogyakarta yang terjadi beberapa tahun belakangan
ini sudah merupakan salah satu masalah serius yang sering ditemui di lapangan.
Pembuangan limbah yang berasal dari domestik maupun industri akan
mengakibatkan meningkatnya pencemaran di sungai. Beban pencemar yang
masuk tersebut mengakibatkan penurunan kualitas air (Anonim, 2002).
Sumber pencemar yang
diduga mencemari sungai ini antara lain
industri, industri kecil, limbah rumah tangga, peternakan. Akibat yang
ditimbulkan antara lain menurunnya kualitas air serta ancaman longsor akibat
pendangkalan sungai. Kasus yang sering terjadi ini ternyata sudah mencapai
tingkat yang memprihatinkan (Bernas, 2001; Suara Pembaruan, 2004; Media
Indonesia Online, 2004; Kompas, 2005)
industri, industri kecil, limbah rumah tangga, peternakan. Akibat yang
ditimbulkan antara lain menurunnya kualitas air serta ancaman longsor akibat
pendangkalan sungai. Kasus yang sering terjadi ini ternyata sudah mencapai
tingkat yang memprihatinkan (Bernas, 2001; Suara Pembaruan, 2004; Media
Indonesia Online, 2004; Kompas, 2005)
Pencemaran
yang terjadi di sungai Winongo selain karena pencemar
organik juga terjadi karena pencemar anorganik seperti logam berat. Penelitian
yang dilakukan oleh Lobo (2002) memberikan gambaran bahwa berbagai jenis
logam berat seperti Al, Cu, Fe, Cr dan Mn dapat ditemui di sungai Winongo.
Berdasarkan hasil yang diperoleh, logam berat tersebut belum melampaui baku
mutu badan air seperti yang diatur oleh Kep. Gub. DIY No. 214/KPTS/1991.
organik juga terjadi karena pencemar anorganik seperti logam berat. Penelitian
yang dilakukan oleh Lobo (2002) memberikan gambaran bahwa berbagai jenis
logam berat seperti Al, Cu, Fe, Cr dan Mn dapat ditemui di sungai Winongo.
Berdasarkan hasil yang diperoleh, logam berat tersebut belum melampaui baku
mutu badan air seperti yang diatur oleh Kep. Gub. DIY No. 214/KPTS/1991.
Kemudian dibuatlah suatu program untuk
menjamin peraturan tersebut dilaksanakan. Program tersebut salah satunya adalah
Program Kali Bersih. Program tersebut dalam prakteknya dilakukan oleh
BAPEDALDA bekerjasama dengan beberapa pihak terkait antara lain seperti
Dinas Pengairan, Departemen Kehutanan, BAPPEDA. Program yang telah
dilaksanakan sekitar 13 tahun ini bertujuan untuk menyadarkan berbagai pihak
khususnya pada kalangan industri untuk memperhatikan buangan limbahnya.
Berkaitan dengan dilaksanakannya program tersebut, maka perlu dilakukan suatu
kegiatan pemantauan kualitas air sungai untuk mengetahui sejauh mana program
tersebut telah berhasil dilaksanakan.
menjamin peraturan tersebut dilaksanakan. Program tersebut salah satunya adalah
Program Kali Bersih. Program tersebut dalam prakteknya dilakukan oleh
BAPEDALDA bekerjasama dengan beberapa pihak terkait antara lain seperti
Dinas Pengairan, Departemen Kehutanan, BAPPEDA. Program yang telah
dilaksanakan sekitar 13 tahun ini bertujuan untuk menyadarkan berbagai pihak
khususnya pada kalangan industri untuk memperhatikan buangan limbahnya.
Berkaitan dengan dilaksanakannya program tersebut, maka perlu dilakukan suatu
kegiatan pemantauan kualitas air sungai untuk mengetahui sejauh mana program
tersebut telah berhasil dilaksanakan.
Di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi DIY,
Fathur menyebut pengubahan status fungsi hutan Merapi menjadi Taman Nasional
Gunung Merapi (TNGM) menuai polemik dalam masyarakat. Kawasan seluas 6410 ha
ini dinilai WALHI membatasi ruang dan akses masyarakat baik ekonomi, kultural,
maupun sosial. Contohnya di daerah Bantul. Penambangan batu di area
perbukitan di Bantul makin marak. Aktivitas ini mengancam kelestarian
lingkungan dan berpotensi memicu bencana alam penambangan batu di antaranya
terdapat di Kecamatan Pajangan dan Pleret. Di Pajangan, lokasi penambangan
berlokasi di dekat Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Bantul serta di daerah
Selarong. Bahkan di Selarong, penambangan lebih masif karena menggunakan alat
berat, Cokrowiyarjo, 64, penambang di dekat Rutan Pajangan mengatakan, dalam
dua hari ia berhasil mengumpulkan satu rit truk batu.
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bantul, Suwito,
mengatakan, penambangan bukit batu bila dilakukan terus menerus akan merusak
keseimbangan ekosistem di sekitarnya. Selain merusak lingkungan, teknik
penambangan yang salah dapat menyebabkan longsor. Pernyataan itu menurutnya
bukan tanpa bukti. Sebab di Kecamatan Piyungan sudah terjadi longsor bukit batu
yang disebabkan aktivitas penambangan.
Pemerintah, menurut Suwito, kesulitan menertibkan aktivitas tambang yang dilakukan warga di atas tanah pribadi. Upaya yang dapat dilakuan hanya dengan sosialiasi mengenai dampak negatif penambangan batu tersebut.
Bukan hanya penambangan batu saja yan marak di bantul tapi juga penambangan pasir yang sangat mengancam lingkungan dan masyarakat di sekitanya
Pemerintah, menurut Suwito, kesulitan menertibkan aktivitas tambang yang dilakukan warga di atas tanah pribadi. Upaya yang dapat dilakuan hanya dengan sosialiasi mengenai dampak negatif penambangan batu tersebut.
Bukan hanya penambangan batu saja yan marak di bantul tapi juga penambangan pasir yang sangat mengancam lingkungan dan masyarakat di sekitanya
Dampak
buruk telah menanti jika keberadaan penambangan pasir di sepanjang Sungai Progo
dibiarkan. Yang utama adalah kerusakan lingkungan. Salah satu upaya
mengendalikannya adalah melalui kontrol perizinan. Dampak kerusakan lingkungan
lainnya adalah rusaknya konstruksi di sekitar lokasi penambangan. Itu karena
proses penambangan pasir yang terlalu dalam dapat menyebab-kan pergeseran tanah
, Susanto, seorang petani di pesisir selatan mengatakan, dampak buruk langsung
yang dirasakan para petani akibat penambangan pasir adalah terganggunya saluran
irigasi. Saluran irigasi, kata Susanto, didesain sejajar atau bahkan lebih
rendah dengan posisi air di sungai dalam kondisi normal. Itu bertujuan agar air
dapat mengalir hingga ke persawahan.
Bukan hanya di daerah Bantul saja tapi juga di daerah Kulonprogo Walhi juga menyebut rencana penambangan pasir besi di Kulonprogo juga akan menyebabkan perubahan bentang alam dan alih fungsi lahan 22 km2 x 1,8 km2 (6,8 %) dari total luas Kulonprogo. masalah krusial yang bukan hanya di hadapi oleh pemerintah tapi juga masyarakat yang setidaknya juga mengambi alih dalam pelestarian lingkungan kalau bukan kita siapa lagi ??
Bukan hanya di daerah Bantul saja tapi juga di daerah Kulonprogo Walhi juga menyebut rencana penambangan pasir besi di Kulonprogo juga akan menyebabkan perubahan bentang alam dan alih fungsi lahan 22 km2 x 1,8 km2 (6,8 %) dari total luas Kulonprogo. masalah krusial yang bukan hanya di hadapi oleh pemerintah tapi juga masyarakat yang setidaknya juga mengambi alih dalam pelestarian lingkungan kalau bukan kita siapa lagi ??
Daftar Pustaka
1. Suryani, Bhekti. 2013. “Kerusakan Lingkungan” . http://www.harianjogja.com/baca/2013/08/23/kerusakan-lingkungan-penambangan-batu-kian-marak-2-440618
3. Arif. 2014. “Kondisi
Lingkungan di Daerah Yogyakarta”. http://ivaa-online.org/2015/08/04/kondisi-lingkungan-di-daerah-yogyakarta/
Selasa, 03 Oktober 2017
Termodinamika
Mesin Carnot bekerja pada suhu tinggi 600 K, untuk menghasilkan kerja mekanik. Jika mesin menyerap kalor 600 J dengan suhu rendah 400 K, maka usaha yang dihasilkan adalah...
Label:
@D17-Nabila,
@D19-Ellyza,
@D20-Novia,
@Kel-B07
Selasa, 26 September 2017
TERMODINAMIKA
TERMODINAMIKA
Oleh: Nabila, Novia, Ellyza
@Kel-B07, @ProyekB04, @D17-Nabila, @D19-Ellyza, @D20-Novia
Contoh Soal 1,5 m3 gas helium yang bersuhu 27oC
dipanaskan secara isobarik sampai 87oC. Jika tekanan gas helium 2 x 105 N/m2 ,
gas helium melakukan usaha luar sebesar....
A. 60 kJ
B. 120 kJ
C. 280 kJ
D. 480 kJ
E. 660 kJ
(Sumber Soal : UMPTN 1995)
Pembahasan
Data :
V1 = 1,5 m3
T1 = 27oC = 300 K
T2 = 87oC = 360 K
P = 2 x 105 N/m2
W = PΔV
Mencari V2 :
V2/T2 = V1/T1
V2 = ( V1/T1 ) x T2 = ( 1,5/300 ) x 360 = 1,8 m3
W = PΔV = 2 x 105(1,8 − 1,5) = 0,6 x 105 = 60 x 103 = 60 kJ
Label:
@D17-Nabila,
@D19-Ellyza,
@D20-Novia,
@Kel-B07,
@ProyekB04
Palm Oil Oleochemical
Oleokimia Kelapa Sawit
Oleh: Ellyza Anggraini
@D19-Ellyza, @ProyekB04
Industri
oleokimia adalah industri antara yang berbasis minyak kelapa sawit (CPO) dan
minyak inti sawit (PKO). Dari kedua jenis produk ini dapat dihasilkan berbagai
jenis produk antara sawit yang digunakan sebagai bahan baku bagi industri
hilirnya baik untuk kategori pangan ataupun non pangan.
Produk oleokimia terbagi menjadi 2 bagian, yaitu oleokimia dasar dan
turunan atau produk hilirnya (downstream product). Oleokimia dasar terdiri dan
asam lemak, fatty ester, fatty alcohol, fatty amin dan gliserin, sedangkan
turunannya antara lain sabun, produk pembersih, produk kosmetik dan perawatan
kulit, surfaktan, pelumas, tinta cetak, agrokimia, pakan ternak dan sebagainya.
Oleokimia dasar terdiri atas:
·
Fatty Acid (Asam
Lemak): asam lemak adalah oleokimia yang banyak digunakan, dapat dibuat menggunakan cara splitting cpo
dan kpo, selanjutnya didistilasi atau didisfraksi yang akan menghasilkan asam
lemak dengan kemurnian yang tinggi.
·
Fatty ester: Fatty
ester sebagian besar diubah menjadi fatty alcohol, yang kemudian diproses menjadi
produk hilir terutama suftaktan. Produk turunan yang dihasilkan
merupakan gliserin, yang dapat digunakan dalam industry farmasi maupun kosmetik. Fatty ester dapat
digunakan sebagai pengganti bahan bakar diesel.
·
Fatty alkohol: fatty alcohol dapat dibuat dengan
cara hidgrogenasi pada suhu tinggi, yang dibantu oleh katalis. Yang kemudian
dilakukan distilasi yang dapat menghasilkan fatty alcohol dengan kemurnian
tinggi.
·
Fatty amina: fatty
amina merupakan senyawa turunan nitrogen yang banyak digunakan untuk pelembut
pakaian, dan hair conditioner.
·
Gliserin: gliserin
dapat dibuat dengan menggunakan minyak atau lemak alami, yang merupakan turunan
dari fatty acid, ester, dan sabun. Walaupun gliserin merupakan turunan, namun
memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.
·
Bioemollent
dari asam lemak sawit: industry kosmetik menggunakan salah satu bahan
baku yaitu emollient. Yang berfungsi melembutkan kulit, dan melembabkan. Seperti
pada product lotion, lipstick, dan sabun.
·
Biodiesel
sawit: biodiesel atau metal ester dapat dibuat
menggunakan proses transesterifikasi dengan bantuan katalis basa. Biodiesel dapat
dibuat berbagai produk yang berasal dari asam lemak nabati.
DAFTAR PUSTAKA
1. Petani
Hebat, 2016. Produk-produk Oleokimia
Kelapa Sawit. http://www.petanihebat.com/2014/10/produk-produk-oleokimia-kelapa-sawit.html
, diakses pada 26 September 2017.
2. Indonesian
Palm Oil Exhibition, 2014. Oleokimia Kelapa
Sawit. https://pameransawit.wordpress.com/2014/11/25/oleokimia/
, diakses pada 26 September 2017.
3. Wikipedia, 2017. Oleochemical. https://en.wikipedia.org/wiki/Oleochemical , diakses pada 26 September 2017.
3. Wikipedia, 2017. Oleochemical. https://en.wikipedia.org/wiki/Oleochemical , diakses pada 26 September 2017.
Senin, 18 September 2017
STOKIOMETRI
Hitunglah massa dari :a) 1,5 mol Na2O
b) 3,01 x 1024 atom Ni
c) 8,96 liter gas SO3 STP
d) 16 liter gas NO2 diukur pada keadaan 8 liter gas CO2 massanya 11 gram
Ar Na = 23 , S=32 , Ni=59, N=14,C=12 , O= 16
PEMBAHASAN :
a) 1,5 mol Na2O
→ Massa = mol x mm
= 1,5 x (23 (2) + 16)
=1,5 x 62
=93 gram
b) 3,01 x 1024 atom Ni
→Mol = 3,01 x 1024 : 6,02 x 1023
= 5 mol
Massa = mol x mm
= 5 mol x 59
=295 gram
c) 8,96 liter gas SO3 STP
→Mol =8,96 liter : 22,4 liter = 0,4 mol
Massa = mol x mm
d) 16 liter gas NO2 diukur pada keadaan 8 liter gas CO2 massanya 11 gram
→Mol NO2 : Mol CO2 = Volume NO2 : Volume CO2
Massa NO2 / 46 : 11gram / 44 = 16 : 8
Massa NO2 / 46 x 4 / 1 = 2 / 1
4 Massa NO2 = 2 x 46
Massa NO2 = 92 / 4
Massa NO2 = 23 gram
Label:
@D17-Nabila,
@D19-Ellyza,
@D20-Novia,
@Kel-B07,
@ProyekB03
Kamis, 14 September 2017
Aviation Turbine
AVTUR
Oleh: Ellyza Anggraini
@D19-Ellyza,
@ProyekB03
Bahan bakar jet atau avtur (aviation turbine) merupakan salah satu jenis bahan
bakar penerbangan yang dirancang untuk digunakan pada pesawat terbang.
Warnanya cerah sampai kekuningan. Bahan bakar yang paling umum adalah Jet A dan
Jet A-1 (Avtur) yang diproduksi dalam perlengkapan spesifikasi yang
terstandardisasi secara internasional.
Avtur adalah bahan bakar dari fraksi minyak bumi yang dirancang sebagai bahan bakar pesawat terbang yang menggunakan mesin turbin atau mesin yang memiliki ruang pembakaran eksternal (External Combustion Engine). Kinerja atau kehandalan avtur terutama ditentukan oleh karakterisasi dari kebersihan, pembakaran, dan performanya pada temperature rendah. Berdasarkan spesifikasi tersebut, Avtur harus memenuhi persyaratan yang dibutuhkan, seperti memiliki titik beku maksimum -470C dan titik nyala minimum 380C. titik didihnya antara 150 – 300 0C.
Kenapa Pesawat Memakai AVTUR? Menurut Kristian Metodius dengan
adanya perkembangan teknologi pada mesin juga ikut mempengaruhi jenis bahan
bakar yang dipakai oleh pesawat udara. Campuran-campuran zat kimia lain yang
dibutuhkan untuk menyesuaikan dengan jenis dan kebutuhan mesin pada tiap-tiap
pesawat. Namun memang, Avtur paling banyak diproduksi dibanding aviation fuel
lainnya seperti Avgas, Avtag, Avtcat untuk keperluan penerbangan pesawat
komersil dikarenakan banyaknya penggunaan engine turbo-jet pada pesawat
komersil tersebut.
Syarat – Syarat avtur (Rahman, 2013)
a. Syarat Kenampakan
a. Syarat Komposisi Senyawa – Senyawa Kimia
b. Syarat Penguapan
c. Syarat Pengaliran
d. Syarat pembakaran
f. Syarat Kontaminasi
h. Syarat Daya Hantar Listrik
l. Syarat Pelumasan
Adapun tahapan proses pengolahan untuk mendapatkan avtur adalah :
1.
Destilasi Atmosfir
2.
Destilasi Hampa
3.
Delayed Coker Unit (DCU)
Dengan spesifikasi tertentu produk – produk diatas digunakan sebagai bahan baku dari avtur. Pertamina berhasil mengubah Minyak Tanah menjadi Avtur, produk yang bernilai jual lebih tinggi.Keberhasilan Pertamina mengekspor Avtur betul-betul merupakan berita gembira di tengah-tengah krisis global yang tengah melanda dunia saat ini. Betapa tidak, Pertamina yang dulu mengimpor bahan bakar pesawat ini sebanyak 300.000 barel perbulan, kini berbalik menjadi perusahaan yang melakukan eskpor. Direncanakan Pertamina akan melakukan eskpor Avtur bergantian setiap bulannya melalui kilang Dumai, Balikpapan dan Cilacap.
DAFTAR
PUSTAKA
1. Rahman,
Rian. 2013. ”Avtur”. Diambil dari: https://rianrahmawan.wordpress.com/tag/avtur/.
Diakses pada 14 September 2017
2. Bahan
Bakar Jet, Wikipedia edisi bahasa indonesia per 23 Januari 2017. Diambil dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Bahan_bakar_jet.
Diakses pada 14 September 2017
3. A.P,
Kristian Metodius. 2011. “Kenapa Pesawat
Memakai Avtur”. Diambil dari: https://kumpulankaryasiswa.wordpress.com/2011/06/10/kenapa-pesawat-memakai-avtur/.
Diakses pada: 14 September 2017
Selasa, 12 September 2017
Energi dan Minyak Bumi
Energi dan Minyak Bumi
@D19-Ellyza, @ProyekB02
Oleh: Ellyza Anggraini
Luaran pembelajaran dari kimia kontekstual adalah
mengidentifikasi dan menjelaskan fenomena-fenomena dan proses kimia yang
ditemukan dalam kehidupan sehari-hari terutama yang berkaitan dengan bidang energy,
lingkungan, pangan, obat, dan polimer. Kimia kontekstual atau Kimia Kekinian
berkaitan dengan aspek kehidupan manusia. (Hidayat dan Kholil, 2017)
Minyak bumi merupakan
campuran dari berbagai macam hidrokarbon, jenis molekul yang paling sering
ditemukan adalah alkana (baik yang rantai lurus maupun bercabang), sikloalkana,
hidrokarbon aromatik, atau senyawa kompleks seperti aspaltena.
Minyak bumi telah kita gunakan dalam industri-industri sejak era
revolusi industri. Padahal hingga saat ini kita tidak dapat memproduksi minyak
bumi (energi tak terbarukan). Jika penggunaan bahan bakar ini terus meningkat,
suatu saat manusia akan kehabisan energi minyak bumi
Hanya saja minyak bumi harus melaui proses yang panjang untuk bisa
dimanfaatkan. Untuk itu banyak cara yang kembangkan manusia untuk mendapatkan
hasil produk dari minyak bumi sehingga bisa digunakan. Namun walaupun minyak
bumi memiliki banyak manfaat untuk kehidupan manusia minyak bumi sebenarnya
juga memiliki kerugian saat kelola.
Keuntungan
·
Pengelolahan
dari minyak bumi dan gas alam sebenarnya dilakukan dengan beberapa cara yang
sangat ringan
·
Minyak bumi sebenarnya sangat mudah dalam proses
pendistribusian sehingga sumber pengelolahan dari pusat pengolalah dilakukan
degan jaringan pipa yang kemudaian ditanamkan dalam pusat pengelolah yang
kusus.
·
Minyak bumi
sebenarnya memiliki manfaat dalam pembangaun pembangkit tenaga listirk karena
memiliki sitem penyaluran bahan bakar yang cukup ringan dan juga cukup cepat
serta dalam proses yang mudah.
Kerugian
· Sumber daya minyak bumi dan gas memerlukan waktu yang cukup lama
dalamproses membentuknya kembali.
·
Dalam proses
pengelolahan bisanya menimbulkan beberapa efek buruk untuk kesehatan
·
Membuat pemanasan global karena menimbulkan polusi dan
pencemaran.
·
Pengelolahannya
juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit sehingga akan menghabiskan dana
Dari
penjelasan diatas mengenai keuntungan dan kerugian pengolahan minyak bumi,
tentulah ini menjadi suatu hal yang harus diperdalami karna menjadi suatu
masalah yang kompleks jika tidak di teliti mengenai alternative apa yang dapat
menjawab masalah mengenai energy minyak bumi ini.
Berdasarkan artikel
yang tertulis dalam Ilmusiana beberapa alternative potensial pengganti minyak
bumi yaitu
1. Ethanol 9. Matahari
2. Gas
alam 10.
Panas bumi
3. Listrik 11. Angin
4. Hydrogen 12.Biomassa
5. Propana 13. Biofuel
6. Biodiesel 14. Energi
Tidal
7. Methanol 15. Gelombang
laut
8. P-series
DAFTAR
PUSTAKA
-
Hidayat, Atep Afia dan M. Kholil. 2017. Kimia, Industri dan Teknologi hijau.
Jakarta: Pantona Media
-
Direktori Training
Indonesia. 2015. “Keuntungan dan Kerugian
Pengolahan Minyak Bumi”. http://direktoritraining.com/keuntungan-dan-kerugian-pengolahan-minyak-bumi/.
Di akses tanggal 12 September 2017
-
Ilmusiana. ”15 Sumber Energi Alternatif di Alam”. http://www.ilmusiana.com/2016/01/15-sumber-energi-alternatif-di-alam.html.
Di akses tanggal 12 September
2017
Langganan:
Postingan (Atom)












