.

Tampilkan postingan dengan label @D19-Ellyza. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @D19-Ellyza. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Desember 2017

Proses Produksi dengan Bahan Baku yang Lestari

@ProyekB09, @D19-Ellyza

Produksi adalah suatu kegiatan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang untuk memenuhi kebutuhan, sedangkan proses produksi adalah tahap – tahap yang harus dilewati dalam memproduksi barang. Dalam proses produksi membutuhkan waktu yang berbeda – beda, ada yang sebentar, seperti pembuatan kain, pembuatan televisi, dan lain-lain. Tetapi ada juga proses produksi yang dapat dinikmati langsung hasilnya.

Rabu, 22 November 2017

IKATAN VALENSI

@D17-Nabila, @D19-Ellyza, @D20-Novia, @KelB07

IKATAN VALENSI

Contoh soal

Struktur Molekul dan Sistem Periodik Unsur


@D17-Nabila, @D19-Ellyza, @D20-Novia, @ProyekB07
Struktur Molekul dan Sistem Periodik Unsur
CONTOH SOAL




KIMIA BERKELANJUTAN


@D19-Ellyza, @ProyekB08
KIMIA BERKELANJUTAN
Kimia hijau, juga disebut kimia berkelanjutan, adalah filsafat penelitian dan rekayasa/teknik kimia yang menganjurkan desain produk dan proses yang meminimasi penggunaan dan penciptaan senyawa-senyawa berbahaya. Sementara kimia lingkungan adalah cabang kimia yang membahas lingkungan hidup dan zat-zat kimia di alam, kimia hijau justru berupaya mencari cara untuk mengurangi dan mencegah pencemaran pada sumbernya.
Konsep Green Chemistry itu sendiri berasal dari Kimia Organik, Kimia Anorganik, Biokimia, dan Kima Analitik. Bagaimanapun juga, konsep ini cenderung mengarah ke aplikasi pada sektor industri. Patut digarisbawahi di sini, bahwa Green Chemistry berbeda dengan Environmental Chemistry (Kimia Lingkungan). Perbedaannya adalah sebagai berikut.
Green Chemistry lebih berfokus pada usaha untuk meminimalisir penghasilan zat-zat berbahaya dan memaksimalkan efisiensi dari penggunaan zat-zat (substansi) kimia. Sedangkan, Environmental Chemistry lebih menekankan pada fenomena lingkungan yang telah tercemar oleh substansi-substansi kimia.
Menurut Ryoji Noyori,peraih hadiah Nobel Kimia pada tahun 2001,terdapat 3 kunci perkembangan Green Chemistry. Yaitu, penggunaan Supercritical Carbon Dioxide sebagai pelarut, larutan Hidrogen Peroksida untuk proses oksidasi yang bersih (clean oxidation), dan penggunaan Hidrogen dalam sintesis kiral (chiral synthesis).
Beberapa sektor diatas yaitu:
1.    Supercritical Carbon Dioxide adalah karbon dioksida (CO2) yang berada dalam fase cair (liquid phase),yang berada di atas ataupun pada temperatur dan tekanan kritis
2.    Hidrogen Peroksida (H2O2), adalah suatu senyawa yang lazim digunakan sebagai dalam proses pemutihan kertas (paper-bleaching) dan desinfektan. Hidrogen Peroksida merupakan salah satu senyawa yang tergolong ke dalam oksidator kuat. 
Green Chemistry itu sendiri memiliki 12 asas, antara lain
1. Menghindari penghasilan sampah
2. Desain bahan kimia dan produk yang aman
3. Desain sintesis kimia yang tak berbahaya
4. Penggunaan sumber daya yang dapat diperbaharui (renewable)
5. Penggunaan katalis
6. Menghindari bahan kimia yang sifatnya derivatif (chemical derivatives)
7. Desain sintesis dengan hasil akhir (produk) yang mengandung proporsi maksimum bahan mentah
8. Penggunaan pelarut dan kondisi reaksi yang aman
9. Peningkatan efisiensi energi
10. Desain bahan kimia dan produk yang dapat terurai
11. Pencegahan polusi
12. Peminimalan potensi kecelakaan kerja

DAFTAR PUSTAKA
1.    Kurniasih, Rizki. 2012. Green Chemistry
3.    Chemidi .2011. Green Chemistry


Selasa, 14 November 2017

Pencemaran Udara Berbentuk Gas

@D19-Ellyza, @ProyekB07
Oleh: Ellyza Anggraini

Pencemaran Udara Berbentuk Gas
            Pencemaran udara adalah peristiwa masuknya, atau tercampurnya, polutan (unsur-unsur berbahaya) ke dalam lapisan udara (atmosfer) yang dapat mengakibatkan menurunnya kualitas udara (lingkungan). Pencemaran ini terjadi dan terbagi menjadi pencemaran dalam ruangan (indoor pollution). Sementara itu pencemaran di luar ruangan (outdoor pollution) berasal dari emisi kendaraanbermotor, industri, perkapalan, dan proses alami oleh makhluk hidup.
Pencemar Udara Berbentuk Gas
Beberapa gas dengan jumlah melebihi batas toleransi lingkungan, dan masuk ke lingkungan udara, dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup. Pencemar udara yang berbentuk gas adalah karbon monoksida, senyawa belerang (SO2 dan H2S), seyawa nitrogen (NO2), dan chloroflourocarbon (CFC)
. (Nuryani, 2013)
Efek Negatif Pencemaran Udara Bagi Kesehatan Tubuh dan Lingkungan
 Pengaruh langsung yang dapat diamati terhadap kehidupan manusia dan bentuk kehidupan lainnya sangat berbeda-beda, dari pengaruh yang berat (mematikan sampai pengaruh yang ringan (menimbulkan perasaan yang jengkel). Zat pencemar yang terdapat di udara sangat banyak macamnya, Kadar CO2 yang terlampau tinggi di udara dapat menyebabkan suhu udara di permukaan bumi meningkat dan dapat mengganggu sistem pernapasan, Kadar gas CO lebih dari 100 ppm di dalam darah dapat merusak sistem saraf dan dapat menimbulkan kematian. Gas SO2 dan H2S dapat bergabung dengan partikel air dan menyebabkan hujan asam. Keracunan NO2 dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, kelumpuhan, dan kematian. Sementara itu, CFC dapat menyebabkan rusaknya lapian ozon di atmosfer. Adanya zat pencemar di udara disertai oleh pengaruh yang lain mempunyai kecenderungan untuk menaikkan jumlah penderita atau memperberat penyakit kanker paru-paru, emphysema, TBC, pneumonia, bronchitis, asthma, dan bahkan influensa.
SUMBER PENCEMARAN UDARA
Pencemaran udara disebabkan oleh berbagai sumber yang secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap terjadinya pencemaran udara, yaitu Buangan kendaraan bermotor; beberapa proses industri yang dapat menghasilkan karbon monoksida (CO), lalu panas dan fasilitas pembangkit listrik dapat menghasilkan Sulfur dioksida (S02) , lalu buangan kendaraan bermotor juga beberapa proses industri yang dapat menyebabkan  Partikulat Matter, lalu  hasil dari buangan kendaraan bermotor dari panas dan fasilitas yang menimbulkan Nitrogen dioksida (N02)  dan alam juga dapat memberikan pengaruh termasuk dalam terbentukmya Ozon (03) di atmosfir
UPAYA PENANGGULANGAN PENCEMARAN UDARA(GAS)
Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:
1. Melakukan larangan kepada petani-petani, pengusaha-pengusaha perkebunan melakukan pembakaran pada lahan pertanian yang akan mereka usahakan.
2. Gas-gas buangan industri sebelum dilepaskan/dibuang keudara, terlebih dahulu harus dinetralkan.
3. Melakukan penghijauan, terutama di daerah-daerah industri dan perkotaan. Tujuannya agar karbondioksida yang dihasilkan mesin-mesin industri dan kendaraan bermotor, dapat diserap oleh tumbuh-tumbuhan
4. Mengurangi penggunaan minyak bumi sebagai sumber bahan bakar dan menggantikannya dengan energi lain yang tidak menimbulkan pencemaran seperti energi panas matahari (tenaga surya), tenaga air (hidroelektrik), tenaga angin, dan sebagainya.
5. Penempatan daerah kawasan industri supaya berada jauh dari pemukiman, terutama pemukiman yang padat penduduknya.
6. Menciptakan mesin dari kendaraan bermotor yang hemat energi dan efek pencemarannya kecil 

 DAFTAR PUSTAKA
1.    Ginting, 2004. Geografi.
2.    Raharjo, Mursid. 2009.  DAMPAK PENCEMARAN UDARA PADA LINGKUNGAN DAN KESEHATAN MANUSIA
3.    Nuryani, D Dina. 2013. PENCEMARAN UDARA.
http://dinadwinuryani.blogspot.co.id/2013/10/3-pencemaran-udara.html


Ikatan Kimia

@D17-Nabila, @D19-Ellyza, @D20-Novia, @Kel-B07, @ProyekB08
OLEH:  Nabila Aisya Sopyan, Ellyza Anggraini, Novia Nila Sutarman

IKATAN KIMIA
1.                 Perhatikan Keterangan Di Bawah !

a. 
1A dan 17Q 
b. 
19R dan 53E 
c. 
15T dan 17Q 
d. 
47J dan 17Q 
e. 
17Q dan 12R

Manakah dari pasangan unsur tersebut yang dapat membentuk ikatan kovalen?

Jawaban : a dan c

Pembahasan:

A,Q,E,T merupakan unsur nonlogam (A=golongan IA,Q dan E=VIIA,dan T=VA) dan R merupakan unsur logam (golongan IIA), maka yang dapat membentuk ikatan kovalen adalah antara nonlogam

a. HCl 
b. KI 
c. PCl3 
d. AgCl 
e. MgCl
2

SUMBER:
http://www.panduankimia.net/2017/09/ikatan-kimia-40-contoh-soal-dan.html

Rabu, 11 Oktober 2017

Kesetimbangan Kimia

HBr sejumlah 0,1 mol dimasukkan ke dalam labu satu liter dan terurai menurut reaksi


Selasa, 10 Oktober 2017

Pencemaran Lingkungan di Yogyakarta
















Pencemaran Lingkungan di Yogyakarta
Oleh: Ellyza Anggraini
@D19-Ellyza, @ProyekB06

Jika kita berbicara tentang kerusakan lingkungan maka tidak akan ada habisnya setiap daerah setiap provinsi pasti ada saja probelmanya , bahkan bukan hanya di indonesia saja tapi juga berbagai kerusakan linkungan hidup di berbagai negara. Tapi kali ini saya akan mengangkat kerusakan lingkungan di indonesia yaitu provinsi di daerah istimewa Yogyakarta.

Pencemaran sungai di Yogyakarta yang terjadi beberapa tahun belakangan
ini sudah merupakan salah satu masalah serius yang sering ditemui di lapangan.
Pembuangan limbah yang berasal dari domestik maupun industri akan
mengakibatkan meningkatnya pencemaran di sungai. Beban pencemar yang
masuk tersebut mengakibatkan penurunan kualitas air (Anonim, 2002)
.
 Sumber pencemar yang diduga mencemari sungai ini antara lain
industri, industri kecil, limbah rumah tangga, peternakan. Akibat yang
ditimbulkan antara lain menurunnya kualitas air serta ancaman longsor akibat
pendangkalan sungai. Kasus yang sering terjadi ini ternyata sudah mencapai
tingkat yang memprihatinkan (Bernas, 2001; Suara Pembaruan, 2004; Media
Indonesia Online, 2004; Kompas, 2005)
Pencemaran yang terjadi di sungai Winongo selain karena pencemar
organik juga terjadi karena pencemar anorganik seperti logam berat. Penelitian
yang dilakukan oleh Lobo (2002) memberikan gambaran bahwa berbagai jenis
logam berat seperti Al, Cu, Fe, Cr dan Mn dapat ditemui di sungai Winongo.
Berdasarkan hasil yang diperoleh, logam berat tersebut belum melampaui baku
mutu badan air seperti yang diatur oleh Kep. Gub. DIY No. 214/KPTS/1991.
Kemudian dibuatlah suatu program untuk
menjamin peraturan tersebut dilaksanakan. Program tersebut salah satunya adalah
Program Kali Bersih. Program tersebut dalam prakteknya dilakukan oleh
BAPEDALDA bekerjasama dengan beberapa pihak terkait antara lain seperti
Dinas Pengairan, Departemen Kehutanan, BAPPEDA. Program yang telah
dilaksanakan sekitar 13 tahun ini bertujuan untuk menyadarkan berbagai pihak
khususnya pada kalangan industri untuk memperhatikan buangan limbahnya.
Berkaitan dengan dilaksanakannya program tersebut, maka perlu dilakukan suatu
kegiatan pemantauan kualitas air sungai untuk mengetahui sejauh mana program
tersebut telah berhasil dilaksanakan.
Di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi DIY, Fathur menyebut pengubahan status fungsi hutan Merapi menjadi Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) menuai polemik dalam masyarakat. Kawasan seluas 6410 ha ini dinilai WALHI membatasi ruang dan akses masyarakat baik ekonomi, kultural, maupun sosial.  Contohnya di daerah Bantul. Penambangan batu di area perbukitan di Bantul makin marak. Aktivitas ini mengancam kelestarian lingkungan dan berpotensi memicu bencana alam penambangan batu di antaranya terdapat di Kecamatan Pajangan dan Pleret. Di Pajangan, lokasi penambangan berlokasi di dekat Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Bantul serta di daerah Selarong. Bahkan di Selarong, penambangan lebih masif karena menggunakan alat berat, Cokrowiyarjo, 64, penambang di dekat Rutan Pajangan mengatakan, dalam dua hari ia berhasil mengumpulkan satu rit truk batu.
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bantul, Suwito, mengatakan, penambangan bukit batu bila dilakukan terus menerus akan merusak keseimbangan ekosistem di sekitarnya. Selain merusak lingkungan, teknik penambangan yang salah dapat menyebabkan longsor. Pernyataan itu menurutnya bukan tanpa bukti. Sebab di Kecamatan Piyungan sudah terjadi longsor bukit batu yang disebabkan aktivitas penambangan.
Pemerintah, menurut Suwito, kesulitan menertibkan aktivitas tambang yang dilakukan warga di atas tanah pribadi. Upaya yang dapat dilakuan hanya dengan sosialiasi mengenai dampak negatif penambangan batu tersebut.
Bukan hanya penambangan batu saja yan marak di bantul tapi juga penambangan pasir yang sangat mengancam lingkungan dan masyarakat di sekitanya
Dampak buruk telah menanti jika keberadaan penambangan pasir di sepanjang Sungai Progo dibiarkan. Yang utama adalah kerusakan lingkungan. Salah satu upaya mengendalikannya adalah melalui kontrol perizinan. Dampak kerusakan lingkungan lainnya adalah rusaknya konstruksi di sekitar lokasi penambangan. Itu karena proses penambangan pasir yang terlalu dalam dapat menyebab-kan pergeseran tanah , Susanto, seorang petani di pesisir selatan mengatakan, dampak buruk langsung yang dirasakan para petani akibat penambangan pasir adalah terganggunya saluran irigasi. Saluran irigasi, kata Susanto, didesain sejajar atau bahkan lebih rendah dengan posisi air di sungai dalam kondisi normal. Itu bertujuan agar air dapat mengalir hingga ke persawahan.
Bukan hanya di daerah Bantul saja tapi juga di daerah Kulonprogo Walhi juga menyebut rencana penambangan pasir besi di Kulonprogo juga akan menyebabkan perubahan bentang alam dan alih fungsi lahan 22 km2 x 1,8 km2 (6,8 %) dari total luas Kulonprogo. masalah krusial yang bukan hanya di hadapi oleh pemerintah tapi juga masyarakat yang setidaknya juga mengambi alih dalam pelestarian lingkungan kalau bukan kita siapa lagi ??
Daftar Pustaka
1.      Suryani, Bhekti. 2013. “Kerusakan Lingkungan” .  http://www.harianjogja.com/baca/2013/08/23/kerusakan-lingkungan-penambangan-batu-kian-marak-2-440618
3.      Arif. 2014. “Kondisi Lingkungan di Daerah Yogyakarta”.  http://ivaa-online.org/2015/08/04/kondisi-lingkungan-di-daerah-yogyakarta/

Selasa, 03 Oktober 2017

Termodinamika

Mesin Carnot bekerja pada suhu tinggi 600 K, untuk menghasilkan kerja mekanik. Jika mesin menyerap kalor 600 J dengan suhu rendah 400 K, maka usaha yang dihasilkan adalah...

Selasa, 26 September 2017

TERMODINAMIKA






















TERMODINAMIKA
Oleh: Nabila, Novia, Ellyza
@Kel-B07, @ProyekB04, @D17-Nabila, @D19-Ellyza, @D20-Novia
 
Contoh Soal 1,5 m3 gas helium yang bersuhu 27oC dipanaskan secara isobarik sampai 87oC. Jika tekanan gas helium 2 x 105 N/m2 , gas helium melakukan usaha luar sebesar....
A. 60 kJ
B. 120 kJ
C. 280 kJ
D. 480 kJ
E. 660 kJ
(Sumber Soal : UMPTN 1995)

Pembahasan
Data :
V1 = 1,5 m3
T1 = 27oC = 300 K
T2 = 87oC = 360 K
P = 2 x 105 N/m2

W = PΔV
Mencari V2 :
V2/T2 = V1/T1
V2 = ( V1/T1 ) x T2 = ( 1,5/300 ) x 360 = 1,8 m3
W = PΔV = 2 x 105(1,8 − 1,5) = 0,6 x 105 = 60 x 103 = 60 kJ



Palm Oil Oleochemical
















Oleokimia Kelapa Sawit
Oleh: Ellyza Anggraini
@D19-Ellyza, @ProyekB04


Industri oleokimia adalah industri antara yang berbasis minyak kelapa sawit (CPO) dan minyak inti sawit (PKO). Dari kedua jenis produk ini dapat dihasilkan berbagai jenis produk antara sawit yang digunakan sebagai bahan baku bagi industri hilirnya baik untuk kategori pangan ataupun non pangan. 
Produk oleokimia terbagi menjadi 2 bagian, yaitu oleokimia dasar dan turunan atau produk hilirnya (downstream product). Oleokimia dasar terdiri dan asam lemak, fatty ester, fatty alcohol, fatty amin dan gliserin, sedangkan turunannya antara lain sabun, produk pembersih, produk kosmetik dan perawatan kulit, surfaktan, pelumas, tinta cetak, agrokimia, pakan ternak dan sebagainya.
Oleokimia dasar terdiri atas:
·         Fatty Acid (Asam Lemak): asam lemak adalah oleokimia yang banyak digunakan,  dapat dibuat menggunakan cara splitting cpo dan kpo, selanjutnya didistilasi atau didisfraksi yang akan menghasilkan asam lemak dengan kemurnian yang tinggi.

·         Fatty ester: Fatty ester sebagian besar diubah menjadi fatty alcohol, yang kemudian diproses menjadi produk hilir terutama suftaktan. Produk turunan yang dihasilkan merupakan gliserin, yang dapat digunakan dalam industry farmasi maupun kosmetik. Fatty ester dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar diesel.

·         Fatty alkohol:  fatty alcohol dapat dibuat dengan cara hidgrogenasi pada suhu tinggi, yang dibantu oleh katalis. Yang kemudian dilakukan distilasi yang dapat menghasilkan fatty alcohol dengan kemurnian tinggi.

·         Fatty amina: fatty amina merupakan senyawa turunan nitrogen yang banyak digunakan untuk pelembut pakaian, dan hair conditioner.

·         Gliserin: gliserin dapat dibuat dengan menggunakan minyak atau lemak alami, yang merupakan turunan dari fatty acid, ester, dan sabun. Walaupun gliserin merupakan turunan, namun memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.

·         Bioemollent dari asam lemak sawit: industry kosmetik menggunakan salah satu bahan baku yaitu emollient. Yang berfungsi melembutkan kulit, dan melembabkan. Seperti pada product lotion, lipstick, dan sabun.


·         Biodiesel sawit: biodiesel atau metal ester dapat dibuat menggunakan proses transesterifikasi dengan bantuan katalis basa. Biodiesel dapat dibuat berbagai produk yang berasal dari asam lemak nabati. 


DAFTAR PUSTAKA
1.    Petani Hebat, 2016. Produk-produk Oleokimia Kelapa Sawit. http://www.petanihebat.com/2014/10/produk-produk-oleokimia-kelapa-sawit.html , diakses pada 26 September 2017.
2.    Indonesian Palm Oil Exhibition, 2014. Oleokimia Kelapa Sawit. https://pameransawit.wordpress.com/2014/11/25/oleokimia/ , diakses pada 26 September 2017.
3.  Wikipedia, 2017. Oleochemical. https://en.wikipedia.org/wiki/Oleochemical , diakses pada 26 September 2017.

Senin, 18 September 2017

STOKIOMETRI


Hitunglah massa dari :
a)    1,5 mol Na2O
b)    3,01 x 1024 atom Ni
c)    8,96 liter gas SO3 STP
d)    16 liter gas NO2 diukur pada keadaan 8 liter gas CO2 massanya 11 gram
Ar Na = 23 , S=32 , Ni=59, N=14,C=12 , O= 16

            PEMBAHASAN :

            a)    1,5 mol Na2O
            → Massa    = mol x mm 
                        = 1,5 x (23 (2) + 16)
                        =1,5 x 62
                        =93 gram

            b)    3,01 x 1024 atom Ni
            →Mol        = 3,01 x 1024 : 6,02 x 1023
                               = 5 mol
            Massa        = mol x mm
                              = 5 mol x 59
                              =295 gram

            c)    8,96 liter gas SO3 STP
                        →Mol        =8,96 liter : 22,4 liter = 0,4 mol
                        Massa        = mol x mm
                                           =0,4 x 80
                                             = 32 gram

            d)    16 liter gas NO2 diukur pada keadaan 8 liter gas CO2 massanya 11 gram
                        →Mol NO2 : Mol CO2 = Volume NO2 : Volume CO2
                        Massa NO2 / 46 : 11gram / 44 = 16 : 8
                        Massa NO2 / 46 x 4 / 1 = 2 / 1
                        4 Massa NO2 = 2 x 46
                        Massa NO2 = 92 / 4
                        Massa NO2 = 23 gram

Kamis, 14 September 2017

Aviation Turbine
















AVTUR

Oleh: Ellyza Anggraini
@D19-Ellyza, @ProyekB03

Bahan bakar jet atau avtur (aviation turbine) merupakan salah satu jenis bahan bakar penerbangan yang dirancang untuk digunakan pada pesawat terbang. Warnanya cerah sampai kekuningan. Bahan bakar yang paling umum adalah Jet A dan Jet A-1 (Avtur) yang diproduksi dalam perlengkapan spesifikasi yang terstandardisasi secara internasional.
Avtur adalah bahan bakar dari fraksi minyak bumi yang dirancang sebagai bahan bakar pesawat terbang yang menggunakan mesin turbin atau mesin yang memiliki ruang pembakaran eksternal (External Combustion Engine). Kinerja atau kehandalan avtur terutama ditentukan oleh karakterisasi dari kebersihan, pembakaran, dan performanya pada temperature rendah. Berdasarkan spesifikasi tersebut, Avtur harus memenuhi persyaratan yang dibutuhkan, seperti memiliki titik beku maksimum -470C dan titik nyala minimum 380C. titik didihnya antara 150 – 300 0C.
Kenapa Pesawat Memakai AVTUR? Menurut Kristian Metodius dengan adanya perkembangan teknologi pada mesin juga ikut mempengaruhi jenis bahan bakar yang dipakai oleh pesawat udara. Campuran-campuran zat kimia lain yang dibutuhkan untuk menyesuaikan dengan jenis dan kebutuhan mesin pada tiap-tiap pesawat. Namun memang, Avtur paling banyak diproduksi dibanding aviation fuel lainnya seperti Avgas, Avtag, Avtcat untuk keperluan penerbangan pesawat komersil dikarenakan banyaknya penggunaan engine turbo-jet pada pesawat komersil tersebut.
Syarat – Syarat avtur  (Rahman, 2013)
a. Syarat Kenampakan
a. Syarat Komposisi Senyawa – Senyawa Kimia
b. Syarat Penguapan
c. Syarat Pengaliran
d. Syarat pembakaran
f. Syarat Kontaminasi
h. Syarat Daya Hantar Listrik
l. Syarat Pelumasan


Adapun tahapan proses pengolahan untuk mendapatkan avtur adalah :
1.    Destilasi Atmosfir
2.    Destilasi Hampa
3.    Delayed Coker Unit (DCU)
Dengan spesifikasi tertentu produk – produk diatas digunakan sebagai bahan baku dari avtur. Pertamina berhasil mengubah Minyak Tanah menjadi Avtur, produk yang bernilai jual lebih tinggi.Keberhasilan Pertamina mengekspor Avtur betul-betul merupakan berita gembira di tengah-tengah krisis global yang tengah melanda dunia saat ini. Betapa tidak, Pertamina yang dulu mengimpor bahan bakar pesawat ini sebanyak 300.000 barel perbulan, kini berbalik menjadi perusahaan yang melakukan eskpor. Direncanakan Pertamina akan melakukan eskpor Avtur bergantian setiap bulannya melalui kilang Dumai, Balikpapan dan Cilacap.
DAFTAR PUSTAKA
1.    Rahman, Rian. 2013. ”Avtur”. Diambil dari: https://rianrahmawan.wordpress.com/tag/avtur/. Diakses pada 14 September 2017
2.    Bahan Bakar Jet, Wikipedia edisi bahasa indonesia per 23 Januari 2017. Diambil dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Bahan_bakar_jet. Diakses pada 14 September 2017
3.    A.P, Kristian Metodius. 2011. “Kenapa Pesawat Memakai Avtur”. Diambil dari: https://kumpulankaryasiswa.wordpress.com/2011/06/10/kenapa-pesawat-memakai-avtur/. Diakses pada: 14 September 2017


Selasa, 12 September 2017

Energi dan Minyak Bumi
















Energi dan Minyak Bumi
@D19-Ellyza, @ProyekB02
Oleh: Ellyza Anggraini

Luaran pembelajaran dari kimia kontekstual adalah mengidentifikasi dan menjelaskan fenomena-fenomena dan proses kimia yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari terutama yang berkaitan dengan bidang energy, lingkungan, pangan, obat, dan polimer. Kimia kontekstual atau Kimia Kekinian berkaitan dengan aspek kehidupan manusia. (Hidayat dan Kholil, 2017)
Minyak bumi merupakan campuran dari berbagai macam hidrokarbon, jenis molekul yang paling sering ditemukan adalah alkana (baik yang rantai lurus maupun bercabang), sikloalkana, hidrokarbon aromatik, atau senyawa kompleks seperti aspaltena.          
Minyak bumi telah kita gunakan dalam industri-industri sejak era revolusi industri. Padahal hingga saat ini kita tidak dapat memproduksi minyak bumi (energi tak terbarukan). Jika penggunaan bahan bakar ini terus meningkat, suatu saat manusia akan kehabisan energi minyak bumi
Hanya saja minyak bumi harus melaui proses yang panjang untuk bisa dimanfaatkan. Untuk itu banyak cara yang kembangkan manusia untuk mendapatkan hasil produk dari minyak bumi sehingga bisa digunakan. Namun walaupun minyak bumi memiliki banyak manfaat untuk kehidupan manusia minyak bumi sebenarnya juga memiliki kerugian saat kelola.

Keuntungan
·         Pengelolahan dari minyak bumi dan gas alam sebenarnya dilakukan dengan beberapa cara yang sangat ringan
·         Minyak bumi sebenarnya sangat mudah dalam proses pendistribusian sehingga sumber pengelolahan dari pusat pengolalah dilakukan degan jaringan pipa yang kemudaian ditanamkan dalam pusat pengelolah yang kusus.
·         Minyak bumi sebenarnya memiliki manfaat dalam pembangaun pembangkit tenaga listirk karena memiliki sitem penyaluran bahan bakar yang cukup ringan dan juga cukup cepat serta dalam proses yang mudah.

Kerugian
·       Sumber daya minyak bumi dan gas memerlukan waktu yang cukup lama dalamproses membentuknya kembali.
·         Dalam proses pengelolahan bisanya menimbulkan beberapa efek buruk untuk kesehatan
·         Membuat pemanasan global karena menimbulkan polusi dan pencemaran.
·         Pengelolahannya juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit sehingga akan menghabiskan dana
Dari penjelasan diatas mengenai keuntungan dan kerugian pengolahan minyak bumi, tentulah ini menjadi suatu hal yang harus diperdalami karna menjadi suatu masalah yang kompleks jika tidak di teliti mengenai alternative apa yang dapat menjawab masalah mengenai energy minyak bumi ini.

Berdasarkan artikel yang tertulis dalam Ilmusiana beberapa alternative potensial pengganti minyak bumi yaitu
1.    Ethanol                                    9. Matahari
2.    Gas alam                                10. Panas bumi
3.    Listrik                                       11. Angin
4.    Hydrogen                                12.Biomassa
5.    Propana                                  13. Biofuel
6.    Biodiesel                                  14. Energi Tidal
7.    Methanol                                 15. Gelombang laut
8.    P-series

DAFTAR PUSTAKA
-       Hidayat, Atep Afia dan M. Kholil. 2017. Kimia, Industri dan Teknologi hijau. Jakarta: Pantona Media
-       Direktori Training Indonesia. 2015. “Keuntungan dan Kerugian Pengolahan Minyak Bumi”. http://direktoritraining.com/keuntungan-dan-kerugian-pengolahan-minyak-bumi/. Di akses tanggal 12 September 2017
-       Ilmusiana. ”15 Sumber Energi Alternatif di Alam”. http://www.ilmusiana.com/2016/01/15-sumber-energi-alternatif-di-alam.html. Di akses  tanggal 12 September 2017