.

Tampilkan postingan dengan label @D22-Maytasya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @D22-Maytasya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Desember 2017

Industri Kimia Hijau bebas Bahaya & Racun

Oleh : Mastasya 

Industri hijau atau industri ramah lingkungan merupakan industri yang dalam proses produksinya mengutamakan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan, sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat.

Sabtu, 02 Desember 2017

IKATAN VALENSI

Teori ikatan valensi merupakan teori mekanika kuantum pertama yang muncul pada masa awal penelitian ikatan kimia yang didasarkan pada percobaan W. Heitler dan F. London pada tahun 1927 mengenai pembentukkan ikatan pada molekul hidrogen. Selanjutnya, teori ini kembali diteliti dan dikembangkan oleh Linus Pauling pada tahun 1931 sehingga dipublikasikan dalam jurnal ilmiahnya yang berjudul “On the Nature of the Chemical Bond”. Dalam jurnal ini dikupas hasil kerja Lewis dan teori ikatan valensi oleh Heitler dan London sehingga menghasilkan teori ikatan valensi yang lebih sempurna dengan beberapa postulat dasarnya, sebagai berikut:
  1. Ikatan valensi terjadi karena adanya gaya tarik pada elektron-elektron yang tidak berpasangan pada atom-atom.
  2. Elektron - elektron yang berpasangan memiliki arah spin yang berlawanan.
  3. Elektron-elektron yang telah berpasangan tidak dapat membentuk ikatan lagi dengan elektron-elektron yang lain.
  4. Kombinasi elektron dalam ikatan hanya dapat diwakili oleh satu persamaan gelombang untuk setiap atomnya.
  5. Elektron-elektron yang berada pada tingkat energi paling rendah akan membuat pasangan ikatan-ikatan yang paling kuat.
  6. Pada dua orbital dari sebuah atom, orbital dengan kemampuan bertumpang tindih paling banyaklah yang akan membentuk ikatan paling kuat dan cenderung berada pada orbital yang terkonsentrasi itu.

Ke enam postulat dasar di atas disimpulkan dari sejumlah penelitian terhadap pembentukkan ikatan pada molekul hidrogen berdasarkan persamaan fungsi gelombang elektron pada masing-masing orbital yang berikatan. Pembahasan selanjutnya diadaptasi dari buku Inorganic Chemistry karangan Shriver dan Atkins mengenai ikatan valensi dalam molekul hidrogen, sebagai berikut:

Ikatan valensi pada molekul Hidrogen
Dalam teori ikatan valensi, yang menjadi titik tekannya yaitu fungsi gelombang elektron-elektron yang berpasangan dibentuk dari tumpang tindih fungsi gelombang pada masing-masing orbital dari atom-atom yang berkontribusi dan saling terpisah.
Jika terdapat satu elektron pada masing-masing dua atom H yang berlainan maka kemungkinan fungsi gelombang pada tiap sistem adalah sebagai berikut:
Ψ = χA(1)χB(2)...
Ψ = χA(2)χB(1)...

keterangan: χA dan χB adalah orbital-orbital 1s pada atom A dan B. Sementara angka 1 dan 2 merepresentasikan elektron yang berikatan dengan proton pada masing-masing atom A dan B.

Ketika kedua atom H berada pada keadaan yang sangat dekat, kita tidak dapat mengetahui apakah elektron 1 terikat pada atom A dan elektron 2 terikat pada atom B atau justru sebaliknya, sehingga deskripsi yang paling mungkin adalah membuat dua fungsi gelombang pada kedua sistem yang mungkin terjadi. Saat kedua kemungkinan ini disatukan dalam gelombang superposisi maka penjelasan yang lebih baik adalah kombinasi linear dari keduanya.
Ψ = χA(1)χB(2) + χA(2)χB(1)...

Fungsi di atas merupakan fungsi gelombang untuk ikatan H-H. Kedua fungsi ini berinterferensi konstruktif sehingga terjadi kenaikkan amplitudo di daerah fungsi gelombang dalam nukleus (inti). Untuk menjelaskan lebih rinci digunakan prinsip Pauli yang menyatakan bahwa hanya elektron-elektron dengan spin berpasangan yang dapat dideskripsikan oleh fungsi gelombang di atas. Dari penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa pada teori ikatan valensi, fungsi gelombang dibentuk oleh pasangan spin dari elektron-elektron pada kedua orbital atom-atom yang berikatan. Ikatan yang terjadi dari tumpang tindih ini adalah ikatan sigma (б).

Selasa, 21 November 2017

BIODEGRASI

Biodegradasi Limbah
@D22-Maytasya
Disusun oleh Maytasya Fadhila




Biodegradasi merupakan suatu reaksi biologis, baik aerobik maupun anaerobik, yang mengubah senyawa organik pencemar menjadi karbondioksida ataupun substansi lain yang tidak berbahaya lagi Proses biodegradasi dapat berlangsung secara efektif jika tersedia lingkungan yang sesuai untuk kehidupan mikroorganisme. Adapun yang dimaksud dengan lingkungan yang sesuai antara lain yaitu   temperatur dan pH yang sesuai, serta terpenuhinya kebutuhan oksigen untuk respirasi. Pengaruh lamanya waktu pada proses oksidasi akan mempengaruhi kemampuan mikroorganisme untuk mendegradasikan bahan organik .

1.      Biodegradasi Protein

             Protein merupakan komponen penting atau komponen utama. Protein berfungsi sebagai pembentuk tubuh, sehingga dalam makanan protein berfungsi sebagai zat utama yang digunakan untuk membangun/membentuk tubuh. Unsur kimia utama protein terdiri dari C, H, O dan N. Maka berdasarkan penyusunnya protein dapat diartikan polimer dari beberapa asam amino (+/- 20 macam) yang terhubung dengan suatu ikatan yang disebut dengan ikatan peptida, sehingga protein disebut juga dengan ikatan Polipeptida. Contoh bakteri yang bersifat proteolitik adalah jenis: Bacillus, Clostridium, Pseudomonas dan Proteus.

2.       Biodegradasi Lemak

            Lemak merupakan senyawa organik yang tidak larut dalam air akan tetapi larut dalam pelarut organik.Lemak disintesa dari 1molekul gliserol dan 3 molekul asam lemak.Sehingga dalam perombakannya lemak akan dirombak menjadi gliserol dan asam-asam lemak.Jenis mikroba yang bersifat lipolitik . Contoh bakteri Pseudomonas, Alcaligenes, dan Stapylococcus. Kapang: Rhizopus, Geotrichum, Aspergillus dan Penicillium Khamir: Candida, Rhodotarula, Hansemula.

3.      Biodegradasi Fenol

Fenol merupakan senyawa organik, yang bersifat toksik, dan mudah larut dalam air, sehingga senyawa tersebut mudah menimbulkan pencemaran pada suatu perairan. Fenol dapat bersifat toksik dan apabila suatu perairan terkena pencemaran fenol akan mengakibatkan turunnya kualitas air dan gangguan terhadap ekosistem perairan (Udiharto, 1989). Banyak industry menggunakan senyawa fenol dalam proses produksi maupun sebagai salah satu bahan dasar. Sisa-sisa fenol dapat terbawa dalam limbah dan menyebabkan pencemaran pada perairan tempat pembuangan limbah industry tersebut (Udiharto, 1989).

Biodegradasi oleh mikroba memang dapat diinterpresentasikan macam-macam seperti biokonversi atau proses – proses yang dilakukan oleh mikroorganisme untuk mengubah suatu senyawa menjadi suatu produk yang mempunyai struktur kimia yang berhubungan.
Biodegradasi yang dilakukan dengan bantuan kegiatan enzim berlangsung lebih kompleks jika dibandingkan dengan proses kimia, karena biodegradasi menggunakan enzim sebagai biokatalis yang sangat sensitive atau peka terhadap kondisi lingkungan mikroba seperti suhu, pH, kadar substrat, dan nutrient.
Enzim sebagai biokatalis berasal dari bakteri dan jamur. Sedangkan substrat sebagai sumber karbon untuk energi menjadi produk baru. Mikroba memerlukan nutrient seperti belerang, kalium, magnesium, dan nitrogen serta mineral.


              ·         Faktor Pembatas Biodegradasi
Kemampuan sel mikroorganisme untuk melanjutkan pertumbuhannya sampai minyak bumi didegradasi secara sempurna bergantung pada suplai oksigen yang mencukupi dan nitrogen sebagai sumber nutrien. Seorang ilmuwan bernama Dr. D. R. Boone menemukan bahwa nitrogen tetap merupakan nutrien yang paling penting untuk degradasi bahan bakar. Selain itu keaktifan mikroorganisme pendegradasi hidrokarbon juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti temperatur dan pH. Kondisi lingkungan yang tidak sesuai menyebabkan mikroba ini tidak aktif bekerja mendegradasi minyak bumi. Sebagai contoh, penambahan nutrien anorganik seperti fosfor dan nitrogen untuk area tumpahan minyak meningkatkan kecepatan bioremediasi secara signifikan.       

Daftar Pustaka:
-          Vivi,Putri.2013.Biodegrasi Senyawa Organik dalam http://viviputri52.blogspot.co.id/2013/04/biodegradasi-senyawa-organik.html
-          Yudhi, Pramana.2013.Biodegrasi Senyawa Organik dalam http://yudhipramana24.blogspot.co.id/2013/04/biodegradasi-senyawa-organik.html
-          Meri, Diana.2013.Biodegrasi dalam http://meridiana26.blogspot.co.id/2013/04/biodegradasi.html
-          Henri, Bagus.2013.Biodegrasi Limbah Industri dalam http://henribagusadhipradana.blogspot.co.id/2013/04/biodegradasi-limbah-industri.html

Sabtu, 18 November 2017

IKATAN KIMIA


oleh kelompok: @kel-B08
@D21_NISA , @D22-MAYTASYA , @D27-SHEVA

Contoh soal serta pembahasan.

1. Perhatikan Keterangan Di Bawah !

a. 1A dan 17
b. 19R dan 53
c. 15T dan 17
d. 47J dan 17
e. 17Q dan 12R

Manakah dari pasangan unsur tersebut yang dapat membentuk ikatan kovalen?

Jawaban : a dan c

Pembahasan:

A,Q,E,T merupakan unsur nonlogam (A=golongan IA,Q dan E=VIIA,dan T=VA) dan R merupakan unsur logam (golongan IIA), maka yang dapat membentuk ikatan kovalen adalah antara nonlogam

a. HCl 
b. KI 
c. PCl3 
d. AgCl 
e. MgCl2


2. Ion X2+ mempunyai 10 elektron dan unsur Y memiliki harga keempat bilangan kuantum elektron terakhir n=3, l=1, m=0, s= -½. Jika unsur X dan Y berikatan membentuk satu senyawa yang memenuhi aturan oktet, maka senyawa apakah yang terbentuk?

Jawaban : XY2
  
Pembahasan:
  
Unsur X : dalam keadaan bermuatan 2+, elektronnya = 10, berarti dalam keadaan netral, elektronnya = 12. Maka Konfigurasi elektronnya : 2 8 2 (1s 22s2 2p6 3s2 ) gol II A → cenderung melepaskan muatannnya.

Unsur Y : 3p→ 1s2 2s2 2p6 3s 2 3p5 = 17, 2 8 7, cenderung memerlukan 1 elektron 
Jika berikatan, maka akan membentuk senyawa XY2 dimana muatan X diberikan pada unsur Y masing-masing +1 (MgCl2)


3. Diketahui harga bilangan kuantum elektron terakhir unsur Q adalah n=4; l =0; m=0 dan s= -½ sedangkan harga bilangan kuantum terakhir unsur Z adalah n=2; l =1; m= -1 dan s= -½. Jika unsur Q dan unsur Z membentuk senyawa QZ, maka ikatan apakah yang terbentuk dari senyawa tersebut?

Jawaban : Ikatan Ion

Pembahasan:

Q: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p 6 4s2 
Z: 1s2 2s2 2p4
  
Q merupakan unsur logam (golongan IIA) dan Z merupakan unsur nonlogam (golongan VIA), ikatan yang dibentuk adalah logam dengan nonlogam, yaitu ikatan Ion → CaO

Selasa, 14 November 2017

Struktur Atom









1.    dalton STRUKTUR ATOM

Perkembangan Model Atom :
1).  Model Atom Dalton
a)      Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil.
b)      Atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dipecah lagi.
c)      Atom suatu unsur sama memiliki sifat yang sama, sedangkan atom unsur berbeda, berlainan dalam massa dan sifatnya.
d)      Senyawa terbentuk jika atom bergabung satu sama lain.
e)      Reaksi kimia hanyalah reorganisasi dari atom-atom, sehingga tidak ada atom yang berubah akibat reaksi kimia.
Kelemahan model atom John Dalton :
Teori atom Dalton tidak dapat menerangkan suatu larutan dapat menghantarkan arus listrik. Bagaimana mungkin bola pejal dapat menghantarkan arus listrik?padahal listrik adalah elektron yang bergerak.

Read more:
 http://myblogiky.blogspot.com/2010/12/kelebihan-dan-kekurangan-pada-model.html#ixzz4xMNXhHFx.
2).  Model Atom Thomson
thomsona)      Setelah ditemukannya elektron oleh J.J Thomson, disusunlah model atom Thomson yang merupakan penyempurnaan dari model atom Dalton.
b)      Atom terdiri dari materi bermuatan positif dan di dalamnya tersebar elektron bagaikan kismis dalam roti kismis.


3).  Model Atom Rutherford
a)      Rutherford menemukan bukti bahwa dalam atom terdapat inti atom yang bermuatan positif, berukuran lebih kecil daripada ukuran atom tetapi massa atom hampir seluruhnya berasal dari massa intinya.
b)      Atom terdiri dari inti atom yang bermuatan positif dan berada pada pusat atom serta elektron bergerak melintasi inti (seperti planet dalam tata surya).
Kelemahan Model Atom Rutherford :
·         Ketidakmampuan untuk menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke inti atom akibat gaya tarik elektrostatis inti terhadap elektron.
·         Menurut teori Maxwell, jika elektron sebagai partikel bermuatan mengitari inti yang memiliki muatan yang berlawanan maka lintasannya akan berbentuk spiral dan akan kehilangan tenaga/energi dalam bentuk radiasi sehingga akhirnya jatuh ke inti.
atom-rutherford_en
4).  Model Atom Niels Bohr
·         Model atomnya didasarkan pada teori kuantum untuk menjelaskan spektrum gas hidrogen.
·         Menurut Bohr, spektrum garis menunjukkan bahwa elektron hanya menempati tingkat-tingkat energi tertentu dalam atom.
Menurutnya :
a)      Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan di sekitarnya beredar elektron-elektron yang bermuatan negatif.
b)      Elektron beredar mengelilingi inti atom pada orbit tertentu yang dikenal sebagai keadaan gerakan yang stasioner (tetap) yang selanjutnya disebut dengan tingkat energi utama (kulit elektron) yang dinyatakan dengan bilangan kuantum utama (n).
c)      Selama elektron berada dalam lintasan stasioner, energi akan tetap sehingga tidak ada cahaya yang dipancarkan.
d)      Elektron hanya dapat berpindah dari lintasan stasioner yang lebih rendah ke lintasan stasioner yang lebih tinggi jika menyerap energi. Sebaliknya, jika elektron berpindah dari lintasan stasioner yang lebih tinggi ke rendah terjadi pelepasan energi.
e)      Pada keadaan normal (tanpa pengaruh luar), elektron menempati tingkat energi terendah (disebut tingkat dasar = ground state).
Kelemahan Model Atom Niels Bohr :Hanya mampu menjelaskan spektrum atom hidrogen tetapi tidak mampu menjelaskan spectrum atom yang lebih kompleks (dengan jumlah elektron yang lebih banyak)
images
Model Atom Niels Bohr
5).  Model Atom Modern
Dikembangkan berdasarkan teori mekanika kuantum yang disebut mekanika gelombang; diprakarsai oleh 3 ahli :
a)      Louis Victor de Broglie
Menyatakan bahwa materi mempunyai dualisme sifat yaitu sebagai materi dan sebagai gelombang.
b)      Werner Heisenberg
Mengemukakan prinsip ketidakpastian untuk materi yang bersifat sebagai partikel dan gelombang.Jarak atau letak elektron-elektron yang mengelilingi inti hanya dapat ditentukan dengan kemungkinan – kemungkinan saja.
c)      Erwin Schrodinger (menyempurnakan model Atom Bohr)
Berhasil menyusun persamaan gelombang untuk elektron dengan menggunakan prinsip mekanika gelombang.Elektron-elektron yang mengelilingi inti terdapat di dalam suatu orbital yaitu daerah 3 dimensi di sekitar inti dimana elektron dengan energi tertentu dapat ditemukan dengan kemungkinan terbesar.

Perkembangan Sistem Periodik Unsur
Sistem periodik unsur ( SPU ) adalah suatu daftar unsur – unsur yang disusun dengan aturan tertentu.
1.         Berdasarkan Sifat Logam dan Non Logam
Unsur-unsur yang ada di alam dikelompokkan ke dalam 2 kelompok yaitu logam dan non logam. Pengelompokan ini merupakan metode paling sederhana , dilakukan dengan cara mengamati ciri-ciri fisiknya.
2.         Berdasarkan Hukum Triade Dobereiner
Tahun 1817 Dobereiner menemukan adanya beberapa kelompok tiga unsur yang memiliki kemiripan sifat, yang ada hubungannya dengan massa atom. Kelompok ini dinamakan triade. Berdasarkan eksperimennya disimpulkan bahwa berat atom unsur kedua hampir sama atau mendekati berat rata-rata dari unsur sebelum dan sesudahnya.

Pengelompokkan unsur dari Dobereiner dapat digambarkan sebagai berikut :

3.         Hukum Oktaf dari Newland
Unsur-unsur dikelompokkan berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya (Ar).
Unsur ke-8 memiliki sifat kimia mirip dengan unsur pertama; unsur ke-9 memiliki sifat yang mirip dengan unsur ke-2 dst. Sifat-sifat unsur yang ditemukan berkala atau periodik setelah 8 unsur disebut Hukum Oktaf.Unsur H sifatnya sama dengan unsur F,unsur Li sifatnya sama dengan unsur Na dan seterusnya.
4.         Berdasarkan Periodik Mendeleev
Lothar Meyer lebih mengutamakan sifat-sifat kimia unsur sedangkan Mendeleev lebih mengutamakan kenaikan massa atom. Menurut Mendeleev : sifat-sifat unsur adalah fungsi periodik dari massa atom relatifnya. Artinya : jika unsur-unsur disusun menurut kenaikan massa atom relatifnya, maka Sifat tertentu akan berulang secara periodik.
5.         Sistem Periodik Modern (Sistem Periodik Panjang)
Dikemukakan oleh Henry G Moseley, yang berpendapat bahwa sifat-sifat fisis dan kimia unsur merupakan fungsi periodik dari nomor atomnya . Artinya : sifat dasar suatu unsur ditentukan oleh nomor atomnya bukan oleh massa atom relatifnya (Ar). Pengelompokkan ini dikenal dengan sistem periodik panjang yang diketahui dengan nama Sistem Periodik Modern. Sistem ini terdiri dari 2 hal yaitu golongan (lajur vertikal) dan periode (lajur horisontal).

Golongan dan Periode Unsur dalam Tabel Sistem Periodik Unsur Modern
Unsur-unsur dalam tabel sistem periodik modern disusun berdasarkan kenaikan nomor atom.Karena sistem periodik yang disusun berbentuk panjang, maka tabel periodik yang sekarang ini disebut tabel periodik panjang.Terkadang disebut pula tabel periodik modern, dikarenakan disusun oleh konsep-konsep yang sudah modern.
Berbeda dengan tabel periodik Mendeleyev, karena berbentuk pendek, maka sering disebut sistem periodik pendek.Pada sistem periodik bentuk panjang, sifat unsurnya merupakan fungsi periodik dari nomor atomnya.Hal ini berarti bahwa sifat unsur tergantung dari nomor atomnya.
Pada tabel periodik bentuk panjang, juga dikenal istilah periode dan golongan.Penyusunan unsur dengan arah mendatar ke kanan disebut periode, sedangkan penyusunan unsur dengan arah ke bawah disebut golongan.Tabel periodik bentuk panjang terdiri atas 7 periode dan 8 golongan. Adapun tampilan fisik tabel Sistem Periodik Modern, adalah sebagai berikut periode dibedakan menjadi periode pendek dan periode panjang, sedangkan golongan dibedakan menjadi golongan A (golongan utama) dan golongan B (golongan transisi). Periode pendek mencakup periode 1 (terdiri dari 2 unsur), periode 2 (terdiri dari 8 unsur) dan periode 3 (terdiri dari 8 unsur).Sedangkan periode panjang mencakup periode 4 sampai dengan periode 7.


Daftar pustaka:

Minggu, 12 November 2017

Dampak Radiasi

Dampak Radiasi Terhadap Organisme
@D22-Maytasya
Disusun Oleh Mytasya Fadhila




Apa itu Radiasi?

Radiasi adalah pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam bentuk panas, partikel atau gelombang elektromagnetik/cahaya (foton) dari sumber radiasi. Ada beberapa sumber radiasi yang kita kenal di sekitar kehidupan kita, contohnya adalah televisi, lampu penerangan, alat pemanas makanan (microwave oven), komputer, dan lain-lain.Radiasi dalam bentuk gelombang elektromagnetik atau disebut juga dengan foton adalah jenis radiasi yang tidak mempunyai massa dan muatan listrik. Misalnya adalah gamma dan sinar-X, dan juga termasuk radiasi tampak seperti sinar lampu, sinar matahari, gelombang microwave, radar dan handphone.
Ada dua macam sifat radiasi yang dapat digunakan untuk mengetahui keberadaan sumber radiasi pada suatu tempat atau bahan, yaitu sebagai berikut :
·         Radiasi tidak dapat dideteksi oleh indra manusia, sehingga untuk mengenalinya diperlukan suatu alat bantu pendeteksi yang disebut dengan detektor radiasi. Ada beberapa jenis detektor yang secara spesifik mempunyai kemampuan untuk melacak keberadaan jenis radiasi tertentu yaitu detektor alpha, detektor gamma, detektor neutron, Dan lain-lain.
·         Radiasi dapat berinteraksi dengan materi yang dilaluinya melalui proses ionisasi, eksitasi dan lain-lain. Dengan menggunakan sifat-sifat tersebut kemudian digunakan sebagai dasar untuk membuat detektor radiasi.
.
Radiasi yang dipancarkan unsur radioaktif berbahaya bagi tubuh, yaitu mengganggu fungsi normal tubuh. Bahaya radiasi terhadap tubuh ini tergantung pada beberapa faktor, yaitu:
 1. Jenis Radiasi
Radiasi Gamma adalah radiasi eksternal paling berbahaya. Adapun radiasi internal paling berbahaya berasal dari radiasi alfa.
 2. Lama Penyinaran.
 3. Jarak sumber radiasi dengan tubuh.
 4. Keberadaan penghalang antara sumber radiasi dengan tubuh.

  Dampak/bahaya radiasi yang ditimbulkan ada 2 (dua) macam, yaitu:

    1.    Bahaya radiasi ekstern, yaitu bahaya radiasi yang disebabkan oleh sumber radiasi di luar tubuh. Cara mengatasinya dengan memasang perisai radiasi.
c  2.    Bahaya radiasi intern, yaitu bahaya radiasi yang disebabkan oleh sumber radiasi yang berada di dalam tubuh yang masuk melalui saluran pernafasan, pencernaan, atau kulit. Cara mengatasinya dengan membungkus bahan radioaktif.

         Baik radiasi ekstern maupun intern yang jelas dapat berakhir racun bagi tubuh, sehingga:

    1.      Radiasi zat radioaktif dapat memperpendek umur manusia. Hal ini karena zat radioaktif dapat menimbulkan kerusakan jaringan tubuh dan menurunkan kekebalan tubuh.
    2.      Radiasi zat radioaktif terhadap kelenjar-kelenjar kelamin dapat mengakibatkan kemandulan dan mutasi genetik pada keturunannya.
    3.      Radiasi zat radioaktif dapat mengakibatkan terjadinya pembelahan sel darah putih, sehingga mengakibatkan penyakit leukimia.
    4.      Radiasi zat radioaktif dapat menyebabkan kerusakan somatis berbentuk lokal dengan tanda kerusakan kulit, dan kerusakan sistem saraf.

Berdasarkan dari segi cepat atau lambatnya penampakan efek biologis akibat radiasi radioaktif ini, efek radiasi dibagi menjadi berikut:

    1.      Efek Segera
Efek ini muncul kurang dari 1 tahun sejak penyinaran. Gejala yang muncul biasanya adalah mual dan muntah-muntah, rasa malas dan lelah serta terjadi perubahan jumlah butir darah.
    2.      Efek Tertunda
Efek ini muncul setelah lebih dari 1 tahun penyinaran. Efek ini juga dapat di derita oleh turunan oleh orang yang mengalami penyinaran.

Daftar Pustaka:
-          Putu, Darmayasa.2016.Pengaruh Radiasi Terhadap Makhluk Hidup dalam https://konsep-kimia.blogspot.co.id/2016/10/pengaruh-radiasi-terhadap-makhluk-hidup.html
-          Rozak.2010.Pengertian Radiasi dalam http://radiologiymc.blogspot.co.id/2010/08/pengertian-radiasi.html
-          Khairunnisa.2013.Pengertian Radiasi, Sifat Radiasi, Jenis Radiasi, dan Sumber Radiasi dalam http://chichakhairunnisa.blogspot.co.id/2013/10/pengertian-radiasi-sifat-radiasi-jenis.html

-          Muhammad, Rizky.2014.Dampak Radiasi terhadap Makhluk Hidup dalam http://rizkyarlin.blogspot.co.id/2014/02/dampak-radiasi-terhadap-makhluk-hidup.html

Selasa, 10 Oktober 2017

Kesetimbangan Kimia

Kesetimbangan Kimia


1. Apakah yang dimaksud dengan reaksi setimbang dan jelaskan syarat-syaratnya!

PEMBAHASAN :
Reaksi kesetimbangan yaitu reaksi dimana komponen zat-zat pereaksi dan zat hasil reaksi tetap ada dalam sistem, dalam keadaaan setimbang laju reaksi ke kanan sama dengan laju reaksi ke kiri.
syarat-syarat agar dapat menjadi reaksi setimbang:
- Reaksi bolak-balik
- Sistem tertutup
- Bersifat dinamis


Minggu, 08 Oktober 2017

Pencemaran Udara

Pencemaran Lingkungan di Medan
@D22-Maytasya
Disusun oleh Maytasya Fadhila



Pencemaran udara adalah suatu kondisi di mana kualitas udara menjadi rusak dan terkontaminasi oleh zat-zat, baik yang tidak berbahaya maupun yang membahayakan kesehatan tubuh manusia. Pencemaran udara biasanya terjadi di kota-kota besar dan juga daerah padat industri yang menghasilkan gas-gas yang mengandung zat di atas batas kewajaran. Rusaknya ata semakin sempitnya lahan hijau atau pepohonan di suatu daerah juga dapat memperburuk kualitas udara di tempat tersebut. Semakin banyak kendaraan bermotor dan alat-alat industri yang mengeluarkan gas yang mencemarkan lingkungan akan semakin parah pula pencemaran udara yang terjadi. Untuk itu diperlukan peran serta pemerintah, pengusaha dan masyarakat untuk dapat menyelesaikan permasalahan pencemaran udara yang terjadi.
Di Sumatera Utara khususnya Kota Medan, pencemaran lingkungan sudah sampai taraf mengkhawatirkan. Kabar tak sedap datang dari hasil penelitian Badan Perlindungan Lingkungan Hidup Amerika mengenai tingkat polusi udara sejumlah kota di dunia, Kota Medan ditetapkan sebagai kota keempat penyandang kota paling berpolusi, di bawah Ludhiana (India), Lanzhou (Tiongkok) dan Mexicali (Meksiko).Penelitian yang berlangsung pada periode Agustus-September 2014 itu menggunakan metode pengukuran tingkat kualitas udara . Hasil penelitian mengungkapkan, tingkat polusi udara di Medan berada di angka 110 micron diameter. Tingkat pencemaran udara di atas 100 mikron diameter dianggap telah membahayakan paru-paru.  

Faktor-faktor penyebab pencemaran udara di kota Medan adalah :
         1. Faktor kecepatan kendaraan
Arus lalu lintas kendaraan bermotor dengan kecepatan rata-rata yang rendah akan menyebabkan peningkatan konsentrasi terutama partikel Karbon dioksida (CO) dan Hidrokarbon (HC) yang lebih berbahaya mengganggu kesehatan, daripada dengan kecepatan tinggi, dimana juga akan memproduksi lebih banyak emisi gas buang yang mengandung Nitrogen Oksid (NOx).
         2. Usia kendaraan yang sudah tua
Bagi kendaraan yang sudah tua, mesin kurang berfungsi sempurna dalam melakukan pembakaran bahan bakar.Akibatnya, pemeliharaan dan suku cadang kendaraan yang terbatas (tidak diproduksi) lagi yang mengakibatkan kendaraan mengeluarkan asap yang sangat berbahaya bagi mahluk hidup dan tumbuhan.
        3. Kondisi lalu lintas
Volume lalu lintas yang cenderung tinggi adalah sebagai sumber terbesar pencemaran udara,karena luas jalan di kota Medan tidak sebanding dengan jumlah kendaraan bermotor yang dimiliki oleh masyarakat.
        4. Kondisi atmosfer
              Sekarang iklim dan cuaca di kota Medan sudah tidak teratur dan tak menentu lagi akibat adanya pencemaran udara yang sebagian besar penyebabnya adalah asap dari kendaraan bermotor dan penggunaan zat CFC (chlorofluorocarbon) yang berlebihan (tidak terkontrol).
        5. Kurangnya kesadaran masyarakat.
Jika masyarakat sadar akan pentingnya menjaga lingkungan tempat tinggalnya dan membiasakan melakukan penghijauan, maka pencemaran udara di kota Medan akan berkurang.
        6. Kurangnya daerah hutan kota
Tingkat pencemaran udara Kota Medan sudah amat memprihatinkan.karena kurangnya hutan kota di kota Medan. Hutan kota berguna untuk mengatasi pencemaran udara, dan dapat juga menjadi lahan serapan air.

         Sumber-sumber pencemaran udara:
Sumber-sumber yang mengakibatkan pencemaran udara adalah sumber-sumber yang dapat menghasilkan gas-gas atau zat-zat yang berbahaya bagi kelangsungan makhluk hidup. Sumber-sumber pencemaran udara adalah:
     1.        Kendaraan bermotor dan alat transportasi lainnya.
     2.        Pembakaran bahan bakar.
     3.        Proses kegiatan industri.
     4.        Gas buangan pabrik.
     5.        Kebakaran hutan.
     6.        Gunung berapi.  
     7.        Asap rokok.

Cara mengurangi Pencemaran Udara: 
    1.      Gunakan bahan bakar yang ramah lingkungan untuk kendaraan kita 
    2.      Kurangi mengkonsumsi kendaraan
    3.      Kalau untuk perjalanan yang relatif dekat, gunakan lah seped
    4.      Lakukanlah gerakan penanaman pohon untuk memperbanyak produksi oksigen 
    5.      Mengolah asap pabrik, seperti yang dilakukan oleh PT SEMEN PADANG mengubah asap pabrik menjadi listrik yang disebut Pembangkit Listrik Tenaga Asap

Daftar Pustaka:
       -          Akbar, Halim.Isu Lingkungan Pencemaran Udara di Kota Medan. Dalam http://berbagiilmupelajaran.blogspot.co.id/2012/01/isu-lingkungan-hidup-pencemaran-udara.html (Di akses pada 8/10/17)
       -          Rahmat,Nur.2016.Pencemaran Lingkungan di Sumatera Utara.Dalam http://infostudikimia.blogspot.co.id/2016/11/pencemaran-lingkungan-sumatera-utara.html (Di akses pada 8/10/17)

       -          Pencemaran Udara.Dalam https://pollutiononmyearth.weebly.com/pencemaran-udara.html (Di akses pada 8/10/17)