.

Tampilkan postingan dengan label @D27-Sheva. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @D27-Sheva. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Desember 2017

INDUSTRI DAN ENERGI HIJAU

Oleh: Sheva Salsabilah

Industri Hijau adalah sebuah icon industri yang harus dipahami dan dilaksanakan, yaitu industri yang dalam proses produksinya menerapkan upaya efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan sumber daya secara berkelanjutan,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Haris Munandar pada Persiapan Akhir Penghargaan Industri Hijau 2015 di Kementerian Perindustrian. 

Sabtu, 02 Desember 2017

IKATAN VALENSI

Teori ikatan valensi merupakan teori mekanika kuantum pertama yang muncul pada masa awal penelitian ikatan kimia yang didasarkan pada percobaan W. Heitler dan F. London pada tahun 1927 mengenai pembentukkan ikatan pada molekul hidrogen. Selanjutnya, teori ini kembali diteliti dan dikembangkan oleh Linus Pauling pada tahun 1931 sehingga dipublikasikan dalam jurnal ilmiahnya yang berjudul “On the Nature of the Chemical Bond”. Dalam jurnal ini dikupas hasil kerja Lewis dan teori ikatan valensi oleh Heitler dan London sehingga menghasilkan teori ikatan valensi yang lebih sempurna dengan beberapa postulat dasarnya, sebagai berikut:
  1. Ikatan valensi terjadi karena adanya gaya tarik pada elektron-elektron yang tidak berpasangan pada atom-atom.
  2. Elektron - elektron yang berpasangan memiliki arah spin yang berlawanan.
  3. Elektron-elektron yang telah berpasangan tidak dapat membentuk ikatan lagi dengan elektron-elektron yang lain.
  4. Kombinasi elektron dalam ikatan hanya dapat diwakili oleh satu persamaan gelombang untuk setiap atomnya.
  5. Elektron-elektron yang berada pada tingkat energi paling rendah akan membuat pasangan ikatan-ikatan yang paling kuat.
  6. Pada dua orbital dari sebuah atom, orbital dengan kemampuan bertumpang tindih paling banyaklah yang akan membentuk ikatan paling kuat dan cenderung berada pada orbital yang terkonsentrasi itu.

Ke enam postulat dasar di atas disimpulkan dari sejumlah penelitian terhadap pembentukkan ikatan pada molekul hidrogen berdasarkan persamaan fungsi gelombang elektron pada masing-masing orbital yang berikatan. Pembahasan selanjutnya diadaptasi dari buku Inorganic Chemistry karangan Shriver dan Atkins mengenai ikatan valensi dalam molekul hidrogen, sebagai berikut:

Ikatan valensi pada molekul Hidrogen
Dalam teori ikatan valensi, yang menjadi titik tekannya yaitu fungsi gelombang elektron-elektron yang berpasangan dibentuk dari tumpang tindih fungsi gelombang pada masing-masing orbital dari atom-atom yang berkontribusi dan saling terpisah.
Jika terdapat satu elektron pada masing-masing dua atom H yang berlainan maka kemungkinan fungsi gelombang pada tiap sistem adalah sebagai berikut:
Ψ = χA(1)χB(2)...
Ψ = χA(2)χB(1)...

keterangan: χA dan χB adalah orbital-orbital 1s pada atom A dan B. Sementara angka 1 dan 2 merepresentasikan elektron yang berikatan dengan proton pada masing-masing atom A dan B.

Ketika kedua atom H berada pada keadaan yang sangat dekat, kita tidak dapat mengetahui apakah elektron 1 terikat pada atom A dan elektron 2 terikat pada atom B atau justru sebaliknya, sehingga deskripsi yang paling mungkin adalah membuat dua fungsi gelombang pada kedua sistem yang mungkin terjadi. Saat kedua kemungkinan ini disatukan dalam gelombang superposisi maka penjelasan yang lebih baik adalah kombinasi linear dari keduanya.
Ψ = χA(1)χB(2) + χA(2)χB(1)...

Fungsi di atas merupakan fungsi gelombang untuk ikatan H-H. Kedua fungsi ini berinterferensi konstruktif sehingga terjadi kenaikkan amplitudo di daerah fungsi gelombang dalam nukleus (inti). Untuk menjelaskan lebih rinci digunakan prinsip Pauli yang menyatakan bahwa hanya elektron-elektron dengan spin berpasangan yang dapat dideskripsikan oleh fungsi gelombang di atas. Dari penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa pada teori ikatan valensi, fungsi gelombang dibentuk oleh pasangan spin dari elektron-elektron pada kedua orbital atom-atom yang berikatan. Ikatan yang terjadi dari tumpang tindih ini adalah ikatan sigma (б).

Sabtu, 18 November 2017

TINDAKAN PENCEGAHAN POLUSI


Polusi saat ini sangat membuat bumi semakin rapuh. Masyarakat jaman sekarang lebih mengandalkan menggunakan mesin-mesin yang berasap atau berpolusi. Dan tanpa mereka sadari, mesin-mesin yang mereka gunakan sangatlah merusak bumi. dalam artikel saya kali ini, saya akan membahas "Tindakan Pencegahan Polusi". 

APASIH POLUSI ITU?

Polusi memiliki 1 arti. Polusi memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga polusi dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan. Polusi berarti pengotoran (tentang air, udara, dan sebagainya); pencemaran: gubernur tidak mengizinkan pembangunan industri yang banyak menimbulkan polusi. 

maka, Polusi adalah proses terjadinya pencemaran lingkungan yang akan mengakibatkan menurunnya kualitas lingkungan dan terganggunya kesehatan dan ketenangan dari makhluk hidup termasuk manusia.

DARI MANA YA POLUSI ITU BERASAL?

Sumber Polusi Udara
Secara umum terdapat 2  sumber pencemaran udara yaitu pencemaran akibat sumber alamiah (natural sources), seperti letusan gunung berapi, dan yang berasal dari kegiatan manusia (aniropogenic sources), seperti yang berasaldaritransportasi, emisipabrik, dan lain-lain.
SumberPolusi Air
Pencemaran air terjadi apabila dalam air terdapat berbagai macam zat atau kondisi (misal Panas) yang dapat menurunkan standar kualitas air yang telah ditentukan, sehingga tidak dapat digunakan untuk kebutuhan tertentu.Suatu sumber air dikatakan tercemar tidak hanya karena tercampur dengan bahan pencemar, akan tetapi apabila air tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan tertentu, Sebagai contoh suatu sumber air yang mengandung logam berat atau mengandung bakteri penyakit masih dapat digunakan untuk kebutuhan industri atau sebagai pembangkit tenaga listrik, akan tetapi tidak dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga (keperluan air minum, memasak, mandi dan mencuci). Ada beberapa penyebab terjadinya pencemaran air antara lain apabila air terkontaminasi dengan bahan pencemar air seperti sampah rumah tangga, sampah lembah industri, sisa-sisa pupuk atau pestisida dari daerah pertanian, limbah rumah sakit, limbah kotoran ternak, partikulat-partikulat padat hasil kebakaran hutan dan gunung berapi yang meletus atau endapan hasil erosi tempat-tempat yang dilaluinya.
Sumber BahanPencemar Tanah
Karena pencemar tanah mempunyai hubungan erat dengan pencemaran udara dan pencemaran air, makan sumber pencemar udara dan sumber pencemar air pada umumnya juga merupakan sumber pencemar tanah.Sebagai contoh gas-gas oksida karbon, oksida nitrogen, oksida belerang yang menjadi bahan pencemar udara yang larut dalam air hujan dan turun ketanah dapat menyebabkan terjadinya hujan asam sehingga menimbulkan terjadinya pencemaran pada tanah. Air permukaan tanah yang mengandung bahan pencemar misalnya tercemari zat radioaktif, logam berat dalam limbah industri, sampah rumah tangga, limbah rumah sakit, sisa-sisa pupuk dan pestisida dari daerah pertanian, limbah deterjen, akhirnya juga dapat menyebabkan terjadinya pencemaran pada tanah daerah tempat air permukaan ataupun tanah daerah yang dilalui air permukaan tanah yang tercemar tersebut.
DAMPAK POLUSI!
Mekanisme terjadinya gangguan kesehatan akibat polusi udara secara umum :
Berikut ini beberapa mekanisme biologis bagaimana polutan udara mencetuskan gejala penyakit :
  1. Timbulnya reaksi radang/ inflamasi pada paru misalanya akibat PM atau ozon.
  2. Terbentuknya radiakal bebas / stress oksidatif. Misalnya PAH ( polyaromatic hydrocarbons ).
  3. Modifikasi ikatan kovalen terhadap protein penting intraselular seperti enzim-enzim yang bekerja dalam tubuh.
  4. Komponen biologis yang menginduksi inflamasi / peradanagn dan gangguan sistem imunitas tubuh, misalnya golonagan glukan dan endotoksin.
  5. Stimulasi sistem saraf otonom dan nasioreseptor yang mengatur kerja jantung dan saluran nafas.
  6. Efek adjuvant ( tidak secara langsung mengaktifkan sistem imun ) terhadap sistem imunitas tubuh , misalnya logan golongan trasnsisi dan DEP / diesel exhaust particulate.
  7. Efek procoagulant yang dapat mengganggu sirkulasi darah dan memudahkan penyebaran polutan ke seluruh tubuh, misalnya ultrafine PM.
  8. Menurunkan sistem pertahanan tubuh normal ( misalnya: dengan menekan fungsi alveolar makrofag pada paru ).
Dampak polusi tanah terhadap kesehatan
Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung pada tipe polutan, jalur masukkedalam tubuh dan kerentaan populasi yang terkena. Kronium, berbagai macam pestisida dan herbisida merupakan bahan karsinogenik untul semua populasi. Timbal sangat berbahaya pada anak-anak, karena dapat menyababkan kerusakan otak, serta kerusakan ginjal pada seluruh populasi.
Paparan kronis (terus menerus) terhadap benzena pada konsentrasi tertentu dapat meningkatkan kemungkinan terkena leukimia. Merkuri (air raksa) dan siklodiena dikenal dapat menyebabkan  kerusakan ginjal, beberapa bahkan tidak dapat diobati. PCB dan siklodiena terkait pada keracunan hati. Organofosfat dan karmabat dapat menyebabkan gangguan pada saraf otot. Berbagai pelarut yang mengandung klorin merangsang perubahan pada hati dan ginjal serta penurunan sistem saraf pusat. Terdapat beberapa macam dampak kesehatan yang tampak seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi mata dan ruam kulit untuk paparan bahan kimia yang disebut di atas. Yang jelas, pada dosis yang besar, pencemaran tanah yang dapat menyebabkan kematian.
Akibat yang ditimbulkan oleh polusi air :
  1. Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen
  2. Terjadinya ledakan ganggang dan tumbuhan air (eurotrofikasi)
  3. Pendangkalan dasar perairan
  4. Tersumbatnya penyaring reservoir dan menyebabkan perubahan ekologi
  5. Dalam jangka panjang adalah kanker dan kelahiran cacat
  6. Akibat penggunaan pestisida yang berlebihan yaitu selain membunuh hama dan penyakit juga membunuh serangga dan makhluk terutama predator
  7. Kematian biota kuno, seperti plankton, ikan, bahkan burung
  8. Mutasi sel, kanker, dan leukimia
PENYEBAB TERJADINYA POLUSI

Unsur-unsur yang dapat Menyebabkan Terjadinya Polusi(polutant) dapat digolongan ke dalam dua hal :
 
Pertama, Yang bersifat Kuantitatif yaitu terdiri dari unsus-unsur yang secara ilmiah telah terdapat di dalam alam tetapi jumlahnya bertambah sedemikian banyaknya, sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan. Hal ini terjadi disebabkan oleh bencana alam, perbuatan manusia dan lain-lain. Sebagai contoh polusi demikian ialah unsur seperti karbon, nitrogen, fosfor dan lain-lain.
 
Kedua, Yang bersifat Kualitatif yaitu terdiri dari unsur-unsur yang terjadi diakibatkan berlangsungnya persenyawaan yang dibuat secara sintesis, contohnya : pestisida, detergen dan lain-lain.
 
 
Pada umumnya polusi lingkungan ditujukan kepada faktor-faktor fisik seperti polusi oleh radiasi, suhu, penerangan dan faktor-faktor kimia melalui debu, uap, gas, larutan, awan kabut yang derajatnya sedemikian besarnya sehingga merupakan gangguan pada lingkungan hidup dari makhluk hidup.

CARA MENCEGAH POLUSI

Mengurangi polusi merupakan hal yang penting bagi keberlangsungan planet kita dan kesehatan serta kesejahteraan umat manusia. Udara yang kita hirup dipenuhi oleh zat-zat kontaminan berbahaya, dan lautan serta perairan kita telah dipenuhi oleh bahan-bahan kimia beracun. Apabila dibiarkan begitu saja, polusi dapat melenyapkan kecantikan, kehidupan, dan keanekaragaman hayati planet Bumi. Berikut adalah cara-cara praktis yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengurangi polusi.

1. MEMILIH SARANA TRANSPORTASI RAMAH LINGKUNGAN
Gunakan sepeda atau berjalan kaki kapan pun Anda bisa. Salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengurangi polusi adalah dengan berhenti menggunakan mobil pribadi untuk perjalanan jarak dekat. Apabila cuacanya bagus dan Anda tidak berniat untuk pergi terlalu jauh, keluarlah dengan berjalan kaki atau mengendarai sepeda. Anda akan membantu mengurangi polusi udara sembari melatih tubuh Anda serta mendapatkan udara segar.

2. MEMILIH MAKANAN RAMAH LINGKUNGAN
Pilihlah makanan lokal sebisa mungkin. Transportasi makanan dari ujung negeri dan berbagai tempat di dunia membutuhkan bahan bakar yang cukup banyak. Penggunaan bahan bakar yang berlebih tersebut akan berkontribusi terhadap polusi udara. Alih-alih membeli makanan yang telah menempuh perjalanan sejauh ribuan kilometer untuk mencapai meja Anda, pilihlah makanan yang berasal dari pertanian terdekat dan yang ditumbuhkan dengan metode ramah lingkungan. Sebelum Anda membeli, tanyakanlah kepada para petani atau pemilik lahan mengenai teknik yang mereka gunakan untuk mencari tahu upaya yang telah mereka lakukan untuk mengurangi polusi.[9]
  • Kunjungi warung lokal atau pasar tani untuk memperoleh buah-buahan atau sayur-mayur langsung dari orang-orang yang menanamnya.
  • Belanjalah di koperasi tani dekat rumah Anda untuk menemukan makanan lokal.
  • Periksalah warung di dekat rumah Anda untuk memperoleh hasil tani lokal serta produk-produk lainnya.
3. MEMILIH ENERGI YANG RAMAH LINGKUNGAN
Padamkan lampu dan peralatan elektronik apabila Anda sedang tidak berada di dalam ruangan. Anda juga bisa mencabut steker untuk lebih menghemat energi. Menghubungkan peralatan elektronik dalam satu soket listrik juga merupakan strategi yang bagus karena Anda dapat dengan mudah memadamkan soket listrik guna memadamkan seluruh peralatan elektronik dalam satu waktu.

4. DAUR ULANG, KURANGI SAMPAH, DAN GUNAKAN KEMBALI
Sebisa mungkin, belilah barang-barang bekas. Dengan membeli barang bekas, Anda akan membantu mengurangi permintaan bahan baru untuk produksi. Anda juga akan menghemat uang. Periksalah toko loak, mebel bekas, dan perabot bekas di dekat rumah, dan cek iklan-iklan lokal untuk menemukan barang-barang bekas.

5. JAUHI BAHAN KIMIA DARI SUPLAI AIR
Kurangi penggunaan bahan kimia. Bahan kimia yang kita gunakan untuk mencuci rumah, mobil, atau tubuh kita sendiri akan tersapu dan terbawa oleh air ke dalam sistem pembuangan, tapi seringkali mereka juga berakhir di tempat persediaan air. Bahan-bahan kimia tersebut tidaklah bagus untuk tanaman maupun hewan yang membentuk ekosistem kita, dan mereka juga tidak sehat untuk konsumsi manusia. Kapan pun dimungkinkan, gunakanlah bahan-bahan alami alternatif yang lebih sehat.[28]
  • Contohnya, alih-alih menggunakan bahan pembersih untuk membersihkan dapur atau kamar mandi, gunakanlah campuran cuka dan air atau soda dan pasta garam. Bahan-bahan alami rumah tangga tersebut akan berfungsi baik untuk membersihkan, dan mereka takkan mengakibatkan polusi pada air apabila Anda menyapunya ke sistem pembuangan.
  • Cobalah membuat detergen dan sabun pencuci piring Anda sendiri. Apabila Anda tidak punya waktu untuk melakukannya, belilah detergen yang dibuat dengan bahan-bahan alami sepenuhnya.
  • Apabila Anda tidak bisa menemukan alternatif yang bagus atas suatu bahan beracun, gunakanlah jumlah sesedikit mungkin yang masih bisa Anda pakai.
6. AKTIF TERLIBAT DAN MENGAJARI SESAMA
Pelajari pihak-pihak pembuat polusi besar di wilayah Anda. Pergilah ke perpustakaan, lakukan pencarian di internet, dan berdiskusilah dengan orang-orang yang dapat memberi tahu Anda mengenai sumber-sumber polusi besar di tempat Anda tinggal. Pembelajaran yang maksimal akan membantu Anda memahami lebih dalam mengenai polusi.
  • Tiap-tiap orang dapat bertindak sendiri-sendiri untuk menjaga kebersihan air dan udara, namun perusahaan yang dalam operasinya merusak lingkungan adalah para pelaku utama. Demi melindungi air dan udara di lingkungan Anda, sungguh penting untuk mencari tahu sumber ancaman utama.

Mungkin cukup sekian artikel dari saya, semoga bermanfaat bagi para pembaca!




DAFTAR PUSTAKA
2.      Purnama, noor. Sumber polusi air udara dan tanah. 2015
3.      Adel, dampak-dampak polusi.
https://adelkudel30.wordpress.com/education/ilmu-pengetahuan-alam/dampak-dampak-polusi/
4.      Anonym, 2014, pengertian polusi udara dan penyebabnya.
5.      https://id.wikihow.com/Mengurangi-Polusi

IKATAN KIMIA


oleh kelompok: @kel-B08
@D21_NISA , @D22-MAYTASYA , @D27-SHEVA

Contoh soal serta pembahasan.

1. Perhatikan Keterangan Di Bawah !

a. 1A dan 17
b. 19R dan 53
c. 15T dan 17
d. 47J dan 17
e. 17Q dan 12R

Manakah dari pasangan unsur tersebut yang dapat membentuk ikatan kovalen?

Jawaban : a dan c

Pembahasan:

A,Q,E,T merupakan unsur nonlogam (A=golongan IA,Q dan E=VIIA,dan T=VA) dan R merupakan unsur logam (golongan IIA), maka yang dapat membentuk ikatan kovalen adalah antara nonlogam

a. HCl 
b. KI 
c. PCl3 
d. AgCl 
e. MgCl2


2. Ion X2+ mempunyai 10 elektron dan unsur Y memiliki harga keempat bilangan kuantum elektron terakhir n=3, l=1, m=0, s= -½. Jika unsur X dan Y berikatan membentuk satu senyawa yang memenuhi aturan oktet, maka senyawa apakah yang terbentuk?

Jawaban : XY2
  
Pembahasan:
  
Unsur X : dalam keadaan bermuatan 2+, elektronnya = 10, berarti dalam keadaan netral, elektronnya = 12. Maka Konfigurasi elektronnya : 2 8 2 (1s 22s2 2p6 3s2 ) gol II A → cenderung melepaskan muatannnya.

Unsur Y : 3p→ 1s2 2s2 2p6 3s 2 3p5 = 17, 2 8 7, cenderung memerlukan 1 elektron 
Jika berikatan, maka akan membentuk senyawa XY2 dimana muatan X diberikan pada unsur Y masing-masing +1 (MgCl2)


3. Diketahui harga bilangan kuantum elektron terakhir unsur Q adalah n=4; l =0; m=0 dan s= -½ sedangkan harga bilangan kuantum terakhir unsur Z adalah n=2; l =1; m= -1 dan s= -½. Jika unsur Q dan unsur Z membentuk senyawa QZ, maka ikatan apakah yang terbentuk dari senyawa tersebut?

Jawaban : Ikatan Ion

Pembahasan:

Q: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p 6 4s2 
Z: 1s2 2s2 2p4
  
Q merupakan unsur logam (golongan IIA) dan Z merupakan unsur nonlogam (golongan VIA), ikatan yang dibentuk adalah logam dengan nonlogam, yaitu ikatan Ion → CaO

Selasa, 14 November 2017

Struktur Atom









1.    dalton STRUKTUR ATOM

Perkembangan Model Atom :
1).  Model Atom Dalton
a)      Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil.
b)      Atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dipecah lagi.
c)      Atom suatu unsur sama memiliki sifat yang sama, sedangkan atom unsur berbeda, berlainan dalam massa dan sifatnya.
d)      Senyawa terbentuk jika atom bergabung satu sama lain.
e)      Reaksi kimia hanyalah reorganisasi dari atom-atom, sehingga tidak ada atom yang berubah akibat reaksi kimia.
Kelemahan model atom John Dalton :
Teori atom Dalton tidak dapat menerangkan suatu larutan dapat menghantarkan arus listrik. Bagaimana mungkin bola pejal dapat menghantarkan arus listrik?padahal listrik adalah elektron yang bergerak.

Read more:
 http://myblogiky.blogspot.com/2010/12/kelebihan-dan-kekurangan-pada-model.html#ixzz4xMNXhHFx.
2).  Model Atom Thomson
thomsona)      Setelah ditemukannya elektron oleh J.J Thomson, disusunlah model atom Thomson yang merupakan penyempurnaan dari model atom Dalton.
b)      Atom terdiri dari materi bermuatan positif dan di dalamnya tersebar elektron bagaikan kismis dalam roti kismis.


3).  Model Atom Rutherford
a)      Rutherford menemukan bukti bahwa dalam atom terdapat inti atom yang bermuatan positif, berukuran lebih kecil daripada ukuran atom tetapi massa atom hampir seluruhnya berasal dari massa intinya.
b)      Atom terdiri dari inti atom yang bermuatan positif dan berada pada pusat atom serta elektron bergerak melintasi inti (seperti planet dalam tata surya).
Kelemahan Model Atom Rutherford :
·         Ketidakmampuan untuk menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke inti atom akibat gaya tarik elektrostatis inti terhadap elektron.
·         Menurut teori Maxwell, jika elektron sebagai partikel bermuatan mengitari inti yang memiliki muatan yang berlawanan maka lintasannya akan berbentuk spiral dan akan kehilangan tenaga/energi dalam bentuk radiasi sehingga akhirnya jatuh ke inti.
atom-rutherford_en
4).  Model Atom Niels Bohr
·         Model atomnya didasarkan pada teori kuantum untuk menjelaskan spektrum gas hidrogen.
·         Menurut Bohr, spektrum garis menunjukkan bahwa elektron hanya menempati tingkat-tingkat energi tertentu dalam atom.
Menurutnya :
a)      Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan di sekitarnya beredar elektron-elektron yang bermuatan negatif.
b)      Elektron beredar mengelilingi inti atom pada orbit tertentu yang dikenal sebagai keadaan gerakan yang stasioner (tetap) yang selanjutnya disebut dengan tingkat energi utama (kulit elektron) yang dinyatakan dengan bilangan kuantum utama (n).
c)      Selama elektron berada dalam lintasan stasioner, energi akan tetap sehingga tidak ada cahaya yang dipancarkan.
d)      Elektron hanya dapat berpindah dari lintasan stasioner yang lebih rendah ke lintasan stasioner yang lebih tinggi jika menyerap energi. Sebaliknya, jika elektron berpindah dari lintasan stasioner yang lebih tinggi ke rendah terjadi pelepasan energi.
e)      Pada keadaan normal (tanpa pengaruh luar), elektron menempati tingkat energi terendah (disebut tingkat dasar = ground state).
Kelemahan Model Atom Niels Bohr :Hanya mampu menjelaskan spektrum atom hidrogen tetapi tidak mampu menjelaskan spectrum atom yang lebih kompleks (dengan jumlah elektron yang lebih banyak)
images
Model Atom Niels Bohr
5).  Model Atom Modern
Dikembangkan berdasarkan teori mekanika kuantum yang disebut mekanika gelombang; diprakarsai oleh 3 ahli :
a)      Louis Victor de Broglie
Menyatakan bahwa materi mempunyai dualisme sifat yaitu sebagai materi dan sebagai gelombang.
b)      Werner Heisenberg
Mengemukakan prinsip ketidakpastian untuk materi yang bersifat sebagai partikel dan gelombang.Jarak atau letak elektron-elektron yang mengelilingi inti hanya dapat ditentukan dengan kemungkinan – kemungkinan saja.
c)      Erwin Schrodinger (menyempurnakan model Atom Bohr)
Berhasil menyusun persamaan gelombang untuk elektron dengan menggunakan prinsip mekanika gelombang.Elektron-elektron yang mengelilingi inti terdapat di dalam suatu orbital yaitu daerah 3 dimensi di sekitar inti dimana elektron dengan energi tertentu dapat ditemukan dengan kemungkinan terbesar.

Perkembangan Sistem Periodik Unsur
Sistem periodik unsur ( SPU ) adalah suatu daftar unsur – unsur yang disusun dengan aturan tertentu.
1.         Berdasarkan Sifat Logam dan Non Logam
Unsur-unsur yang ada di alam dikelompokkan ke dalam 2 kelompok yaitu logam dan non logam. Pengelompokan ini merupakan metode paling sederhana , dilakukan dengan cara mengamati ciri-ciri fisiknya.
2.         Berdasarkan Hukum Triade Dobereiner
Tahun 1817 Dobereiner menemukan adanya beberapa kelompok tiga unsur yang memiliki kemiripan sifat, yang ada hubungannya dengan massa atom. Kelompok ini dinamakan triade. Berdasarkan eksperimennya disimpulkan bahwa berat atom unsur kedua hampir sama atau mendekati berat rata-rata dari unsur sebelum dan sesudahnya.

Pengelompokkan unsur dari Dobereiner dapat digambarkan sebagai berikut :

3.         Hukum Oktaf dari Newland
Unsur-unsur dikelompokkan berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya (Ar).
Unsur ke-8 memiliki sifat kimia mirip dengan unsur pertama; unsur ke-9 memiliki sifat yang mirip dengan unsur ke-2 dst. Sifat-sifat unsur yang ditemukan berkala atau periodik setelah 8 unsur disebut Hukum Oktaf.Unsur H sifatnya sama dengan unsur F,unsur Li sifatnya sama dengan unsur Na dan seterusnya.
4.         Berdasarkan Periodik Mendeleev
Lothar Meyer lebih mengutamakan sifat-sifat kimia unsur sedangkan Mendeleev lebih mengutamakan kenaikan massa atom. Menurut Mendeleev : sifat-sifat unsur adalah fungsi periodik dari massa atom relatifnya. Artinya : jika unsur-unsur disusun menurut kenaikan massa atom relatifnya, maka Sifat tertentu akan berulang secara periodik.
5.         Sistem Periodik Modern (Sistem Periodik Panjang)
Dikemukakan oleh Henry G Moseley, yang berpendapat bahwa sifat-sifat fisis dan kimia unsur merupakan fungsi periodik dari nomor atomnya . Artinya : sifat dasar suatu unsur ditentukan oleh nomor atomnya bukan oleh massa atom relatifnya (Ar). Pengelompokkan ini dikenal dengan sistem periodik panjang yang diketahui dengan nama Sistem Periodik Modern. Sistem ini terdiri dari 2 hal yaitu golongan (lajur vertikal) dan periode (lajur horisontal).

Golongan dan Periode Unsur dalam Tabel Sistem Periodik Unsur Modern
Unsur-unsur dalam tabel sistem periodik modern disusun berdasarkan kenaikan nomor atom.Karena sistem periodik yang disusun berbentuk panjang, maka tabel periodik yang sekarang ini disebut tabel periodik panjang.Terkadang disebut pula tabel periodik modern, dikarenakan disusun oleh konsep-konsep yang sudah modern.
Berbeda dengan tabel periodik Mendeleyev, karena berbentuk pendek, maka sering disebut sistem periodik pendek.Pada sistem periodik bentuk panjang, sifat unsurnya merupakan fungsi periodik dari nomor atomnya.Hal ini berarti bahwa sifat unsur tergantung dari nomor atomnya.
Pada tabel periodik bentuk panjang, juga dikenal istilah periode dan golongan.Penyusunan unsur dengan arah mendatar ke kanan disebut periode, sedangkan penyusunan unsur dengan arah ke bawah disebut golongan.Tabel periodik bentuk panjang terdiri atas 7 periode dan 8 golongan. Adapun tampilan fisik tabel Sistem Periodik Modern, adalah sebagai berikut periode dibedakan menjadi periode pendek dan periode panjang, sedangkan golongan dibedakan menjadi golongan A (golongan utama) dan golongan B (golongan transisi). Periode pendek mencakup periode 1 (terdiri dari 2 unsur), periode 2 (terdiri dari 8 unsur) dan periode 3 (terdiri dari 8 unsur).Sedangkan periode panjang mencakup periode 4 sampai dengan periode 7.


Daftar pustaka:

Sabtu, 11 November 2017

BAKTERI INDIKATOR POLUSI


   Mikroorganisme indikator adalah sekelompok mikroorganisme yang digunakan sebagai petunjuk kualitas air. Mikroorganisme indikator telah digunakan untuk mendeteksi dan menghitung kontaminasi tinja di air, makanan, dan sampel lainnya. Salah satu dari indikator tersebut yang akan dibahas dalam artikel ini adalah 'indikator polusi'.

A. PENGERTIAN INDIKATOR POLUSI

   Tingkat polusi dilingkungan perlu diketahui supaya bisa ditentukan langkah-langkah penanggulangan dampaknya. Namun, bagaimanakah cara untuk mengetahui tingkat polusi pada lingkungan? untuk mengetahuinya, dibutuhkan suatu pengukuran terhadapfaktor-faktor fisik, kimia atau biologi yang menunjukkan adanya degradasi atau kerusakan pada lingkungan yang tercemar. Faktor-faktor ini disebut dengan indikator polusi. Dengan melakukan pengukuran terhadap indikator polusi maka dapat diketahui apakah konsentrasi polutan sudah melebihi ambang batas (baku mutu), sehingga membahayakan bagi organisme lainnya, atau masih di bawah ambang batas.
   Bakteri indikator polusi adalah bakteri yang dapat digunakan sebagai petunjuk adanya polusi fetes, atau kotoran manusia, maupun hewan, karena organisme tersebut merupakan organisme komensalyang terdapat disaluran pencernaan manusia ataupun hewan. 
   Air yang tercemar kotoran manusia maupun hewan, tidak dapat digunakan untuk keperluan minum, memasak, mandi, mencuci, dan lain sebagainya. karena dianggap mengandung mikroorganisme patogen yang berbahaya bagi manusia, terutama patogen penyebab patogen infeksi saluran pencernaan.
   Udara yang tercemar oleh kotoran hewan maupun manusia pun polusi. karena bisa mengganggu pernafasan manusia.
   
B. INDIKATOR POLUSI DALAM FISIKA, KIMIA, DAN BIOLOGI

   Tingkat polusi di lingkungan perlu diketahui supaya bias mentukan Iangkah-langkah  penanggulangan dampaknya. Untuk mengetahuinya, dibutuhkan suatu pengukuran terhadap faktor-faktor fisik, kimia, atau biologi yang menunjukkan adanya degradasi atau kerusakan pada lingkungan yang tercemar. Faktor-faktor ini disebut dengan indikator polusi.

1. Secara Fisika
=>Polusi Udara : sifat-sifat udara yang dapat diamati, udara yang bersih seharusnya tidak berwarna dan tidak berbau,udanya warna atau bau pada udara menunjukkan adanya polutan.
=>Polusi Air : kekeruhan, bau, warna, dan suhu, dapat menjadi indikator bagi polusi., Air yang bersih seharusnya jernih (tidak keruh), tidak berbau, tidak berwarna, dan suhunya relatif sedang. Kekeruhan air berhubungan dengan konsentrasi partikel padat yang tersusupensi dalam air. Kekeruhan air dapat diukur secara sederhana menggunakan alat yang disebut cakram Secchi (secchi disc). Cakram Secchi ditandai dengan warna hitam dan putih. Cakram masih dapat dilihat dengan jelas menunjukkan tingkat penetrasi cahaya pada perairan tersebut. Bau dan warna atau perubahan suhu ekstrirr pada air dapat menunjukkan keberadaan senyawa kimia atau polutan tertentu dalam air.
=>Polusi Tanah : Contoh indikator fisik yang menunjukkan kualitas tanah, antara lain warna tanah, kedalaman lapisan atas tanah, kepadatan tanah, porositas dan tekstur tanah, dan endapan pada tanah.

2. Secara Kimia
=>Polusi Udara : indeks standar pencemar udara (ISPU) memberi informasi tingkat pencemaran udara yang merupakan hasil pemantauan ¬konsentrasi rata-rata berbagai polutan udara selama periode 24 jam. Jenis polutan yang dipantau antara lain karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), nitrogen oksida (NO), ozon (03), da¬materi partikulat (debu). Peningkatan konsentrasi senyawa-senyawa polutan di udara merupakan indikator bagi tingkat polusi udara.
=>Polusi Air : Kandungan senyawa-senyawa kimia dalam air dapat menjad. indikator terjadinya pencemaran/polusi air. Contohnya :
  1. Kandungan Nutrisi :  Nutrisi yang terlarut di air seperti unsur nitrogen, fosfor, dan karbon dibutuhkan untuk pertumbuhan organisme fotosintetik di perairan.
  2. Kandungan Logam berat : timbal, merkuri, sanida, dan kadmium, menunjukkan telah terjadi polusi air.
  3. Oksigen Terlarut (dissolved oxygen/DO) : Pengukuran oksigen terlarut akan menunjukkan volume oksigen yang terlarut di air. Masuknya zat polutan, seperti buangan pupuk atau sampah organik, dapat menurunkan volume oksigen terlarut. Jumlah oksigen terlarut di air sebaiknya antara 4,0 hingga 12,0 rng/L.
  4. Kebutuhan Oksigen Biokimia (Biochemical Oxygen Demand/ BOD)  : BOD berhubungan dengan DO,  Semakin rendah kadar oksigen terlarut DO) dalam air, semakin tinggi kadar BOD dalam air tersebut.pengukuran terhadap BOD secara tidak langsung menunjukkan kadar DO.
  5. pH/ tingkat keasaman : pH air yang normal adalah antara 6,5 hingga 9,0. Masuknya polutan yang bersifat asam dapat menurunkan nilai pH air dengan ekstrim (sangat asam atau sangat basa).
=>Polusi Tanah : pH, salinitas, kandungan senyawa kimia organik, fosfor nitrogen, logam berat, dan radioaktif merupakan contoh indikate¬kimia bagi tingkat polusi tanah.

3. Secara Biologi
=>Polusi Udara : Makhluk hidup yang rentan pada perubahan konsentrasi zat polutan di udara dapat dijadikan indikator biologi.Contoh indikator biologi untuk mengamati tingkat polusi udara adalah lumut kerak (Lichenes). Lumut kerak merupakan simbiosis antara algae fotosintetik atau cyanobakteria dengan fungi. Lumut kerak terdiri atas beberapa kelompok yang masing-masing memiliki tingkat sensitivitas berbeda terhadap polutan udara. Oleh karena itu, keberadaan kelompok lumut kerak tertentu di suatu wilayah dapat menjadi indikator bagi tingkat polusi udara di wilayah. lumut kerak Usnea sp. dan Evernia sp. tidak akan dapat bertahan hidup Iiikit konsentrasi sulfur dioksida di udara terlalu tinggi.
=>Polusi Air : Jumlah dan susunan organisme dalam air sangat berhubungan dengan tingkat polusi air. Beberapa fitoplankton, seperti diatom dan dinoflagelata, dan zooplankton dari kelompok rotifera, rentan terhadap polutan sehingga keberadaannya di perairan mengindikasikan kondisi air yang cukup bersih. Sebaliknya keberadaan protozoa parasit dan bakteri koliform dalam air mengindikasikan telah terjadi polusi air. Tingginya jumlah bakteri koliform pada perairan menunjukkan bahwa perairan tersebut telah tercemar kotoran/ tinja manusia dan hewan. Keberadaan bakteri koliform pada perairan dapat mengindikasikan adanya mikroorganisme patogen, seperti protozoa parasit, bakteri patogen, dan virus, yang juga biasa terdapat pada manusia dan hewan.
=>Polusi Tanah : Cacing tanah merupakan salah satu indikator biologi pada pengukuran tingkat polusi tanah. Keberadaan cacing tanah dapat meningkatkan kandungan nutrisi pada tanah yang akan menyuburkan tanah. Populasi cacing tanah dipengaruhi oleh kondisi tanah habitatnya, seperti kondisi suhu, kelembapan, pH, salinitas, aerasi, dan tekstur tanah.

C. Indikator Polusi Udara

a. Indikator Fisik
   Indikator fisik yang dapat digunakan untuk mengetahui adanya polusi udara adalah sifat-sifat udara yang dapat diamati. Udara yang bersih seharusnya tidah berwarna dan tidak berbau. Adanya warna atau bau pada udara menunjukkan adanya polutan. Meski demikian, banyak polutan udara yang tidak berwarna dan tidak berbau sehingga sulit dideteksi secara fisik.

b. Indikator Kimia
   Pernahkah kamu melihat papan indeks standar pencemar udara (ISPU)? Papan ISPU dipasang dijalan utama berbagai kota besar di Indonesia untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kualitas udara di wilayah sekitarnya. Data yang ditampilkan pada papan ISPU merupakan hasil pemantauan konsentrasi rata-rata berbagai polutan udara selama periode 24 jam, jenis polutan yang dipantau antara lain karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), ozon (O2) dan materi partikulat (debu).
   Konsentrasi senyawa-senyawa polutan itu sendiri di udara dapat menjadi indikator polusi udara yaitu indikator kimia. Kandungan senyawa kimia di udara secara normal terutama adalah N2 (nitrogen). Senyawa gas lainnya termasuk gas-gas polutan, hanya terdapat dalam konsentrasi relatif sangat sedikit. Oleh karena itu, peningkatan konsentrasi senyawa-senyawa polutan di udara merupakan indikator bagi tingkat polusi udara.

c. Indikator Biologi
   Makhluk hidup yang rentan pada perubahan konsentrasi zat polutan di udara dapat dijadikan indikator biologi.
   Contoh indikator biologi untuk mengamati tingkat polusi udara adalah lumut keras (Lichenes). Lumut kerak merupakan simbiosis udara algee fotosintetik atau cyanobakteria dengan fungi. Makhluk hidup ini dapat kamu temukan banyak menempel di batang pohon atau di permukaan batuan. Mengapa lumut kerak dapat menjadi indikator polusi udara ? lumut kerak terdiri atas beberapa kelompok yang masing-masing memiliki tingkat sensitivitas berbeda terhadap polutan udara. Oleh karena itu, keberadaan kelompok lumut kerak tertentu disuatu wilayah dapat menjadi indikator bagi tingkat polusi udara di wilayah tersebut. 

D. Indikator Polusi Air

a. Indikator Fisik
   Sifat-sifat air, seperti kekeruhan, bau, warna, dan suhu, dapat menjadi indikator bagi polusi. Air yang bersih seharusnya jernih (tidak keru), tidak berbau, tidah berwarna dan suhunya relatif sedang. Perubahan pada sifat-sifat fisik, air bersih yang tersebut di atas menandakan air telah tercemar polutan. Tingkat kekeruhan air berhubungan dengan konsentrasi partikel pada yang tersusupensi dalam air. Kekeruhan air dapat diukur secara sederhana menggunakan alat yang disebut cakram Secchi (secchi disc). Cakram Secchi ditandai dengan warna hitam dan putih. Kedalaman air dimana cakram masih dapat dilihat dengan jelas menunjukkan tingkat penetrasi cahaya pada perairan tersebut. Bau dan warna air dapat diamati secara langsung, sedangkan suhu dapat diukur dengan termometer. Adanya bau dan warna atau perubahan suhu ekstrim pada air dapat menunjukkan keberadaan senyawa kimia atau polutan tertentu dalam air.

b. Indikator Kimia
   Kandungan senyawa kimia dalam air dapat menjadi indikator terjadinyapencemaran/polusi air. Berikut ini beberapa contohnya :

-          Kandungan Nutrisi
Nutrisi yang terlarut diair seperti unsur nitrogen, fosfor dan karbon dibutuhkan untuk pertumbuhan organisme fotosintetik diperairan. Masukkan sampah organik atau larian pupuk pertanian yang menggunakan bahan nitrogen dan fosfor akan meningkatkan kandungan nutrisi di perairan. Kandungan nutrisi di perairan yang terlalu tinggi dapat menjadi salah satu penyebab polusi air yang membahayakan berbagai biota air. 

-          Kandungan Logam Berat
Keberadaan logam berat dan air, seperti timbal, merkuri, sianida, dan kadmium, menunjukkan telah terjadi polusi air. Kandungan logam berat dalam air melebihi baku mutu dapat berdampak negatif bagi biota air dan kesehatan manusia.

-          Oksigen Terlarut (dissolved oxygen/DO)
Oksigen dibutuhkan oleh kebanyakan biota air. Pengukuran oksigen terlarut akan menunjukkan volume oksigen yang terlarut di air. Masuknya zat polutan, seperti buangan pupuk atau sampah organik, dapat menurunkan volume oksigen terlarut. Jumlah oksigen terlarut di air sebaiknya antara 4,0 hingga 12,0 mmg/l.

-          Kebutuhan Oksigen Biokimia (biochemical oxygen demand/BOD)
BOD sangat berhubungan dengan DO. BOD adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh makhluk hidup di dalam air untuk kebutuhan repirasinya. Semakin rendah kadar oksigen terlarut (DO) dalam air, semakin tinggi kadar BOD dalam air tersebut. Pengukuran terhadap BOD secara tingkat langsung menunjukkan kadar DO.

-          pH
Nilai pH air menunjukkan tingkat keasaman atau kebasaan air. Nilai pH air yang normal adalah antara 6,5 hingga 9,0. Masuknya polutan yang sifat asam dapat menurunkan nilai air dengan ekstrim (sangat asam atau sangat basah).

c. Indikator Biologi
   Jumlah dan susunan dalam air sangat berhubungan dengan tingkat polusi air. Beberapa fitoplankton, seperti diatom dan dinoflagelata dan zooplankton dari kelompok rotifera, rentan terhadap polutan sehingga keberadaannya di perairan mengindikasikan kondisi air yang cukup bersih. Sebaliknya keberadaan protozoa parasit dan bakteri koliform dalam air mengindikasikan telah terjadi polusi air.        
   Tujuan jumlah bakteri koliform pada perairan menunjukkan bahwa perairan tersebut telah tercemar kotoran/tinja manusia dan hewan. Keberadaan bakteri koliform pada perairan dapat mengindikasikan adanya mikroorganisme patogen, seperti protozoa parasit, bakteri patogen dan virus, yang juga biasa terdapat pada manusia dan hewan.

 E. Indikator Polusi Tanah

a. Indikator fisik
   Contoh indikator fisik yang menunjukkan kualitas tanah, antara lain warna tanah, kedalaman lapisan atas tanah, kepadatan tanah, porositas dan tekstur tanah, dan endapan pada tanah. Berbagai polutan tanah dapat merubah sifat-sifat fisik tanah sehingga menurunkan kualitasnya.

b. Indikator Kimia
   Nilai pH, salinitas, kandungan senyawa kimia organik, fosfor, nitrogen, logam berat, dan radioaktif merupakan contoh indikator kimia bagi tingkat polusi tanah. Nilai pH yang terlalu tinggi atau rendah dan salinitas serta kandungan berbagai senyawa kimia yang terlalu tinggi mengindikasikan telah terjadi polusi tanah.

c. Indikator Biologi
   Cacing tanah merupakan salah satu indikator biologi pada pengukuran tingkat polusi tanah. Keberadaan cacing tanah dapat meningkatkan kandungan nutrisi pada tanah yang akan menyuburkan tanah. Populasi cacing tanah dipengaruhi oleh kondisi tanah habitatnya, seperti kondisi suhu, kelembapan, pH, salinitas, aerasi dan tanah. Polusi tanah akan menyebabkan perubahan kondisi tanah yang dapat mengakibatkan kematian pada cacing tanah.

Sekian artikel dari saya, semoga bermanfaat!