.

Tampilkan postingan dengan label @ProyekA07. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @ProyekA07. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Januari 2018

PENGOLAHAN SUMBER DAYA AIR

@E20-Naqi
nama : naqi min gil


KRISIS AIR BERSIH

Krisis Air Bersih
oleh : Jevon Anastasius Gunawan
@E18-Jevon, @ProyekA07

Berdasarkan data sementara yang dihimpun Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat sekitar 105 kabupaten/kota, 715 kecamatan, serta 2.726 kelurahan/desa di Pulau Jawa dan Nusa Tenggara mengalami kekeringan akibat musim kemarau normal 2017.  Saat ini, sekitar 3,9 juta jiwa masyarakat terdampak kekeringan sehinga memerlukan bantuan air bersih. Kekeringan juga melanda sekitar 56.334 hektar lahan pertanian, sehingga 18.516 hektar lahan pertanian mengalami gagal panen. 

Laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa kekeringan di Indonesia pada 2017 tidak seperti 2015 saat terjadi El Nino. Namun demikian, di beberapa daerah hujan sudah tidak turun lebih dari dua bulan.  BMKG telah merilis bahwa sebagian besar Pulau Jawa saat ini sedang mengalami puncak musim kemarau, dan akan masuk awal musim hujan pada Oktober-November 2017. Awal musim hujan 2017/2018 di sebagian besar daerah diprakirakan mulai akhir Oktober - November 2017 sebanyak 260 zona musim (76%) dan mengalami puncak musim hujan pada Desember 2017-Februari 2018. 

Kekeringan di Jawa Tengah melanda 1.254 desa yang tersebar di 275 kecamatan dan 30 kabupaten/kota, sehingga memberikan dampak kekeringan terhadap 1,41 juta jiwa. Pemprov Jawa Tengah pun telah mengeluarkan status siaga darurat kekeringan hingga Oktober 2017.  Hal yang sama juga terjadi di Jawa Barat. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, di Jawa Barat kekeringan melanda 496 desa, di 176 kecamatan dan 27 kabupaten/kota sehingga berdampak kepada 936.328 jiwa penduduk. 

Delapan kepala daerah kabupaten/kota telah mengeluarkan status siaga darurat kekeringan, yaitu Kabupaten Ciamis, Cianjur, Indramayu, Karawang, Kuningan, Sukabumi, Kota Banjar, dan Kota Tasikmalaya. Begitu pula dengan di Jawa Timur, kekeringan melanda 588 desa di 171 kecamatan dan 23 kabupaten/kota. Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengaku telah menerima laporan resmi dari enam bupati yang menyampaikan wilayahnya mengalami darurat kekeringan akibat musim kemarau tahun ini. Sementara di Nusa Tenggara Barat, kekeringan melanda 318 desa di 71 kecamatan yang tersebar di sembilam kabupaten meliputi Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, Bima dan Kota Bima. Sebanyak 640.048 jiwa atau 127.940 KK masyarakat terdampak kekeringan.  Nusa Tenggara Timur (NTT) juga dilaporkan mengalami darurat kekeringan menyusul sumber-sumber mata air mulai mengering. Sembilan kabupaten yang melaporkan darurat kekeringan itu adalah Flores Timur, Rote Ndao, Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Malaka, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya dan Sabu Raijua. 

Sedangkan di Provinsi DI Yogyakarta, kekeringan melanda di 10 kecamatan di Kabupaten Kulon Progo. Di 10 kecamatan tersebut ada 32 desa yang terdampak kekeringan, ada 12.721 jiwa dalam 7.621 KK yang terdampak kekeringan pada musim kemarau ini. Penyaluran air bersih terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan.  Karena itu, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi terkait ancaman kekeringan dan krisisi air bersih yang melanda wilayah Indonesia, khususnya Pulau Jawa dan Nusa Tenggara yang dilaporkan menjadi daerah paling terdampak berdasarkan laporan BNPB. 


Langkah jangka pendek, dipastikan untuk bantuan dropping air bersih bagi masyarakat yang terkena dampak kekeringan, dan juga dicek terkait suplai air untuk irigasi pertanian yang sangat dibutuhkan terutama untuk mengairi lahan-lahan pertanian di daerah-daerah yang terdampak, sedangkan langkah jangka panjang adalah memfungsikan berbagai bendungan, waduk dan embung yang sudah dibangun dalam dua tahun terakhir, yang memang dipersiapkan untuk menghadapi situasi kekeringan. 

Rabu, 15 November 2017

PENCEMARAN UDARA OLEH SULFUR DIOKSIDA


Dalam kehidupan sehari-hari udara merupakan faktor yang sangat penting, tetapi semakin meningkatnya pembangunan di pusat-pusat kota maka mengakibatkan kualitas udara mengalami perubahan. Pada zaman dahulu udara di pusat-pusat kota adalah bersih, karena dahulu banyak pohon-pohon yang masih segar. Tetapi semenjak adanya pembangunan di pusat-pusat kota maka kondisi udara menjadi kering dan kotor. Pembangunan di pusat-pusat kota serta melonjaknya jumlah kendaraan bermotor, maka mengakibatkan meningkatnya kepadatan di lalulintas sehingga kualitas udara pun semakin memprihatinkan (Soedomo, 2001).

Sulfur oksida terdiri dari sulfur dioksida (SO2) dan sulfur trioksida (SO3). Kedua bahan pencemar ini dapat menyebabkan pencemaran udara. Perbedaan keduanya adalah pada sulfur dioksida merupakan gas yang tidak berwarna, berbau tajam namun tidak terbakar di udara. Sedangkan sulfur trioksida mempunyai struktur komponen yang tidak reaktif. Senyawa kimia dari sulfur dioksida adalah rumus SO2 tersusun dari 1 atom sulfur dan 2 atom oksigen. Zat ini dihasilkan terutama dari letusan gunung berapi dan beberapa proses industri. Bahan bakar minyak juga banyak mengandung unsur sulfur, sehingga pembakarannya dapat menghasilkan SO2 kecuali sulfurnya telah dihilangkan sebelum dilakukan pembakaran.

Sumber utama SO2 adalah 88,3 % dari industri, 7,6 % dari transportasi. Jika dalam sistem filtrasi di industri lebih baik maka akan terjadi penurunan terhadap kepekatan SO2. Efek pencemaran udara yaitu penipisan lapisan ozon, asap, hujan asid dan pemanasan bumi (Desvina, 2012).
Berdasarkan statistik deskriptif yang dipantau di area suka jadi pekanbaru, maka diperoleh hasil bahwa rata-rata data sulfur dioksida adalah 21.643 ug/m3 dengan ukuran sampelnya 108. Nilai minimum kepekatan sulfur dioksida adalah 17.560 ug/m3, sedangkan nilai maksimum kepekatan sulfur dioksida yaitu 36.530 ug/m3 (desvina, 2012).

Sedangkan penelitian yang didapat dari industri makanan yang menggunakan briket sebagai pembakaran, penelitian dilakukan di 4 desa yang berjarak 100 m sampai 150 m dari industri tersebut,hasil yang didapat bahwa responden yang tidak mengalami keluhan saluran pernafasan lebih banyak yaitu 35 responden (60,3%), sedangkan yang mengalami keluhan saluran pernafasan sebanyak 23 orang (39,7%) (Ertika et.al, 2013).

Menurut (Wijiarty et.al, 2016) Konsentrasi sulfur dioksida (SO2) di Terminal Bus Pulogadung Jakarta Timur rata-rata sebesar 133,78 μg/m3 dengan konsentrasi maksimum 164,41 μg/m3 dan minimum 101,72 μg/m3.

Pengaruh utama polutan Sulfur Oksida terhadap manusia adalah iritasi sistem pernafasan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa iritasi tenggorokan terjadi pada konsentrasi Sulfur Oksida sebesar 5 ppm atau lebih, bahkan pada beberapa individu yang sensitive iritasi terjadai pada konsentrasi 1-2 ppm. Sulfur Oksida dianggap polutan yang berbahaya bagi kesehatan terutama terhadap orang tua dan penderita yang mengalami penyakit kronis pada sistem pernafasan dan kardiovaskular. Sulfur dioksida bersifat iritan kuat pada kulit dan lendir, pada konsentrasi 6-12 ppm mudah diserap oleh selaput lendir saluran pernafasan bagian atas, dan pada kadar rendah dapat menimbulkan spesme tergores otot-otot polos pada bronchioli, speme ini dapat menjadi hebat pada keadaan dingin dan pada konsentrasi yang lebih besar terjadi produksi lendir di saluran pernafasan bagian atas, dan apabila kadarnya bertambah besar maka akan terjadi reaksi peradangan yang hebat pada selaput lendir disertai dengan paralycis cilia, dan apabila pemaparan ini terjadi berulang kali, maka iritasi yang berulang-ulang dapat menyebabkan terjadi hyper plasia dan meta plasia sel-sel epitel dan dicurigai dapat menjadi kanker.

Penelitian yang dilakukan oleh (Indrasti et.al, 2005) menemukan cara menghilangkan gas Sulfur Oksida dengan teknik biofilter menggunakan Thiobacillus sp pada media serbuk gergaji, kompos dan tanah.



DAFTAR PUSTAKA :
Desvina, A.P., 2012. PERAMALAN PENCEMARAN UDARA OLEH SULFUR DIOKSIDA DI PEKANBARU DENGAN MODEL AR, Jurnal Sains Teknologi dan Industri, Vol. 9, No. 2.
Ertika, R.F., Naria, E., Ashar, T., 2013. ANALISIS KADAR GAS SULFUR DIOKSIDA (SO2) DI UDARA AMBIEN PADA INDUSTRI MAKANAN RINGAN YANG MENGGUNAKAN BRIKET BATUBARA DAN KELUHAN SALURAN PERNAFASAN PADA MASYARAKAT DI DESA BAKARAN BATU KECAMATAN BATANG KUIS KABUPATEN DELI SERDANG, Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatra Utara.
Indrasti, N.S., Yani, m., Manik, S.P., 2005. PENGHILANGAN GAS SO2 (SULFUR DIOKSIDA) DENGAN TEKNIK BIOFILTER MENGGUNAKAN Thiobacillus sp. PADA MEDIA SERBUK GERGAJI, KOMPOS DAN TANAH, Jurnal Fakultas Teknologi Pertanian, IPB.
Sarudji, D., 2004. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap konsentrasi sulfur dioksida (SO2) udara ambient di atas jalan-jalan raya di kota Surabaya, Jurnal Kedokteran YARSI, Vol. 12 (2) : 60-65.
Wijiarti, K., Hanani, Y., Yunita, N.A., 2016. ANALISIS RISIKO KESEHATAN LINGKUNGAN PAPARAN SULFUR DIOKSIDA (SO2) UDARA AMBIEN PADA PEDAGANG KAKI LIMA DI TERMINAL BUS PULOGADUNG, JAKARTA TIMUR, Jurnal Kesehatan Masyarakat, Vol. 4, No. 4.

Resiko Perokok Pasif

@E12-Guntur,
Disusun Oleh : Guntur Wahyu Prasetiyo

 


 


Merokok merupakan penyebab berbagai kondisi patologik yang dapat menimbulkan penyakit dan bahkan kematian. Nikotin dalam rokok merusak sistem respons imun dan menyebabkan penyempitan pembuluh darah termasuk pembuluh darah jaringan sekitar gigi geligi. Dari beberapa penelitian pada perokok, dijumpai adanya pembentukan plak gigi dan menurunnya ambang inflamasi gingiva. Terjadi keterkaitan antara perokok dengan early onset periodontitis dan pada jangka panjang menyebabkan kerusakan periodontal yang mengakibatkan tanggalnya gigi-geligi. Sebaliknya, dengan berhenti merokok dijumpai pengaruh menguntungkan bagi kondisi jaringan periodontal yang pada akhirnya memberikan keberhasilan terapi periodontal.

Menurut Pendapat Djauzi (2005) pengaruh rokok terhadap kehamilan sangat serius. Rokok dapat mengurangi aliran darah ke ari-ari (plasenta) sehingga beresiko menimbulkan gangguan pertumbuhan janin. Rokok juga
dapat  meningkatkan resiko keguguran, berat badan bayi rendah dan gangguan saluran pada nafas bayi. Menurut Basyir (2005)
Perokok pasif yaitu orang-orang yang tidak merokok, namun ikut menghirup
asap rokok secara tidak sengaja, juga
akan menjadi korban bahaya rokok

Merokok merupakan faktor resiko terjadinya beberapa jenis penyakit, baik lokal maupun sistemik. Tar, nikotin, dan karbonmonoksida merupakan tiga macam bahan kimia yang paling berbahaya dalam asap rokok. Berbagai penelitian terdahulu membuktikan adanya pengaruh rokok terhadap kesehatan gigi dan rongga mulut. Tujuan penulisan studi pustaka ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh rokok terhadap gigi, jaringan periodontal, dan jaringan lunak rongga mulut, serta proses terjadinya kelainan dalam rongga mulut akibat merokok. Efek lokal merokok terhadap gigi dan rongga mulut antara lain menyebabkan terjadinya radang gusi, penyakit periodontal, karies akar, alveolar bone loss, tooth loss, serta berhubungan dengan munculnya lesi-lesi khas pada jaringan lunak rongga mulut. Sebagai dokter gigi, kita hendaknya dapat mengambil peranan penting dalam mengedukasi dan memotivasi masyarakat untuk menghindari rokok, dengan memberikan gambaran tentang berbagai bahaya merokok, terutama yang berhubungan dengan kelainan gigi dan rongga mulut.

Ada beberapa faktor penyebab terjadinya anemia, salah satunya paparan asap rokok. Tar dalam asap rokok dapat menyebabkan terjadinya anemia aplastik, sementara radikal bebas dapat menyebabkan terjadinya anemia hemolitik. Perokok pasif merupakan orang yang terpapar asap rokok lebih dari 15 menit per hari selama 1 hari atau lebih per minggu, baik terpapar di rumah, lingkungan sekolah, maupun tempat umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar hemoglobin antara perokok pasif dengan bukan perokok pada siswi SMA kelas X dan XI di Sukoharjo. Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan pada Mei 2015 dengan subjek penelitian adalah siswi SMA kelas X dan X di Sukoharjo. Metode purposive sampling digunakan untuk memilih sampel sebanyak 90 siswi. Data kadar hemoglobin diukur menggunakan haemoglobin stick test dan data status paparan asap rokok diperoleh dari kuesioner paparan asap rokok. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Mann Whitney. Hasil Penelitian: Hasil uji Mann Whitney pada variabel kadar hemoglobin dan status paparan asap rokok menunjukkan tidak terdapat perbedaan kadar hemoglobin yang bermakna antara perokok pasif dengan bukan perokok pasif pada siswi kelas X dan XI SMA di Sukoharjo (p = 0,941). Dengan demikian, hipotesis alternatif pada penelitian ini ditolak. Simpulan Penelitian: Tidak terdapat perbedaan kadar hemoglobin yang bermakna antara perokok pasif dengan bukan perokok pada siswi kelas X dan XI SMA di Sukoharjo (p = 0,941). Kata Kunci: kadar hemoglobin, perokok pasif, bukan perokok Tuberkulosis (TB) dan rokok merupakan dua masalah yang berdampak besar bagi kesehatan di dunia. Indonesia merupakan salah satu negara dengan insiden kasus TB tertinggi di dunia, dan merupakan negara konsumen rokok terbesar ketiga di dunia. Kebiasaan merokok tidak hanya dikaitkan dengan masalah kesehatan akibat penyakit tidak menular, tetapi juga dengan peningkatan risiko kesakitan dan kematian akibat penyakit menular, seperti tuberculosis. Dilakukan beberapa Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara penderita tuberkolosis perokok dan bukan perokok berdasarkan basil tahan asam (BTA) di RSUD Banyumas. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah analitik observational dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang di gunakan dalam penelitian ini adalah purposive random sampling dan mendapatkan 86 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner yang selanjutnya di analisis dengan uji chi square. Dari Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 85 penderita tuberculosis. Pada penderita tuberkulosis perokok 43 orang dengan hasil pemeriksaan BTA positif sebanyak 29 orang dan 14 orang dengan hasil pemeriksaan BTA negatif pada penderita tuberkulosis bukan perokok BTA positif 13 orang dan yang hasil pemeriksaan BTA negatif 30 orang. Dari hasil penelitian diperoleh c2hitung sebesar 2,075 (p=0,155) dan setelah dibandingkan dengan c2tabel (3,817) ternyata c2hitung lebih kecil dari c2tabel.

Daftar Pustaka :

Eddy Kasim, Januari 2001 http://www.univmed.org/wp-content/uploads/2011/02/Vol.20_no.1_2.pdf (Dikutip, 15 November 2017)
Nurlaila Ramadhan, Maret 2012 http://ejournal.uui.ac.id/jurnal/NURLAILA_RAMADHAN-hl1-4-nurlaila_ramadhan.pdf  (Dikutip, 15 November 2017)
Erdina, Maret 2017 https://eprints.uns.ac.id/32708/ (Dikutip, 15 November 2017)
Ageng dan Yunia, 2016 http://jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/medisains/article/view/1620 (Dikutip, 15 November 2017)



 

Selasa, 14 November 2017

Bahaya Kadmium


  @E16-Tania, @proyekA07


Apa itu kadmium?

Kadmium merupakan suatu logam sangat beracun yang secara umum dijumpai di tempat kerja industri. Kadmium pada umumnya terdapat dalam kombinasi dengan kalor atau belerang. Bahan pangan yang kaya kadmium dapat meningkatkan konsentrasi kadmium dalam tubuh manusia, contohnya hati, jamur, kerang, coklat bubukdan rumput laut kering. Eksposur ke tigkat kadmium secara signfikan lebih tinggi terjadi ketika orang-orang merokok. Penelitian terkini menyebutkan bahwa logam beracun kadmium dapat dibawa ke dalam tubuh oleh seng yang terikat dalam protein (dalam hal ini adalah struktur protein yang mengandung rantai seng). Seng dan kadmium berada dalam satu grup dalam susunan unsur berkala, mempunyai bilangan oksidasi yang sama (+2), jika terionisasi akan membentuk partikel ion yang berukuran hampir sama. Dari banyak kesamaan tersebut, maka kadmium dapat menggantikan rantai seng dalam banyak sistem biologi (organik). Ikatan kadmium dalam zat organik mempunyai kekuatan 10 kali lebih besar dibandingkan dengan seng jika terikat dalam zat organik. Sebagai tambahan, kadmium juga dapat menggantikan magnesium dan kalsium dalam ikatannya dengan struktur  zat organik.

Kegunaan kadmium
1.Kadmium juga digunakan untuk elektrolisis
2.  Bahan pigmen untuk industri cat
3. Enamel atau plastik
4. Terdapat dalam pembuatan beberapa jenis baterai
5. Pekerjaan galangan kapal
6. Industri kontruksi
7.  Industri pertanian

Karakteristik kadmium

Kadmium adalah logam berwarna putih perak, lunak, mengkilap, tidak larut dalam basa, mudah bereaksi, serta menghasilkan kadmium oksida bila dipanaskan. Kadmium membentu Cd2+ yang bersifat tidak stabil. Kadmium memiliki nomor atom 40, berat atom 112,4, titik leleh 321◦c, titik didih 767◦c dan memiliki masa jenis 8,65g/cm3. Logam kadmium memiliki karakteristik berwarna putih keperakan seperti logam alumunium, tahan panas, tahan terhadap korosi. Logam kadmium biasanya selalu dalam bentuk campuran dengan logam lain terutama dalam pertambangan timah hitam dan seng. Pengolahan biji logam.

Bahaya kadmium
1. Mengakibatkan kanker payudara
2. Gangguan pernafasan
3. Gagal ginjal
4. Diare
5. Sakit perut
6. Muntah-muntah parah
7. Kegagalan reproduksi bahkan infertilitas
8. Kerusakan pada sistem saraf pusat 
9. Kerusakan pada sistem kekebalan tubuh
10.Gangguan psikologis
11. Kerusakan DNA atau perkembangan kanker

Daftar pustaka
Festri, Istarani 2014. Studi Dampak Arsen (As) Dan Kadmium (Cd) Terhadap Penurunan Kualitas Lingkungan. Id.portalgaruda.org. dalam http://id.portalgaruda.org/index.php?ref=browse&mod=viewarticle&article=149298. Di unduh 16 maret 2014.
Ansarikimia 2014. Keracunan Kadmium. wawasanilmukimia.wordpress.com. dalam https://wawasanilmukimia.wordpress.com/2014/02/15/keracunan-kadmium/. Diunduh 15 Februaru 2014.
Lala 2012. Toksikologi Kadmium.tralalaikrima.blogspot.co.id. dalam http://tralalaikrima.blogspot.co.id/2012/04/makalah-toksikologi-tentang-kadmium-cd.html. Diunduh 7 April 2012

Admins 2014. Logam Berat Berbahaya Untuk Kesehatan.www.mausehat.com. dalam http://www.mausehat.com/mengapa-logam-berat-berbahaya-untuk-kesehatan/. Diunduh 30 September 2014.

BAHAYA RACUN TIMBAL


BAHAYA RACUN TIMBAL



                                                                                         Disusun Oleh:
                                                                                      @E03-Rayhan, @Proyek A07

 Timbal adalah unsur kelima kolom keempat belas dalam tabel periodik. Hal ini diklasifikasikan sebagai logam pasca-transisi, logam berat, dan logam miskin. Atom Timbal memiliki 82 elektron dan 82 proton dengan 4 elektron valensi di kulit terluar. Timbal dapat ditemukan di lapisan kulit bumi dalam bentuk bebas, tetapi sebagian besar ditemukan dalam bijih dengan logam lain seperti seng, perak, dan tembaga. Meskipun tidak ada konsentrasi timbal yang cukup tinggi dalam lapisan kulit bumi, sehingga cukup mudah untuk ditambang dan disaring. Terlalu banyak timbal dalam tubuh dapat menyebabkan keracunan timbal. Timbal dapat terakumulasi dalam tulang dan jaringan lunak. Jika terlalu banyak terakumulasi timbal akan merusak sistem saraf dan dapat menyebabkan gangguan otak. Timbal adalah racun bagi banyak organ tubuh termasuk jantung, ginjal, dan usus. Terlalu banyak timbal dapat menyebabkan sakit kepala, kebingungan, kejang, dan bahkan kematian. Keracunan timbal sangat berbahaya pada anak-anak. Salah satu penyebab utama keracunan timbal adalah timbal dalam cat. Hari ini, cat timbal dilarang di Amerika Serikat.

SIFAT SIFAT TIMBAL
Timbal mempunyai nomor atom 82 dengan berat atom 207,20. Titik leleh timbal adalah 1740 0C dan memiliki massa jenis 11,34 g/cm3. Palar (1994) mengungkapkan bahwa logam Pb pada suhu 500-600 0C dapat menguap dan membentuk oksigen di udara dalam bentuk timbal oksida (PbO). Dibawah ini merupakan tabel yang menunjukkan beberapa sifat fisika yang dimiliki timbal.
BAHAYA TIMBAL UNTUK ANAK-ANAK
Belajar tentang toksikologi alias ilmu racun meracun ternyata sangatlah menarik. Saking menariknya kadang-kadang malah jadi bikin ngeri. Hari Sabtu kemarin salah satu kelompok di kelas mempresentasikan tentang pengaruh lead (timbal) terhadap perubahan perilaku pada anak. Presentasi ini menjadi sangat menarik karena rata-rata anggota kelas telah memilki anak usia balita.
Lead atau timbal merupakan salah satu logam berat yang terbukti menimbulkan pengaruh buruk pada manusia jika terpajan melebihi nilai ambang yang ditetapkan. Akibat yang mungkin ditimbulkan pada anak-anak adalah gangguan belajar, pertumbuhan yang terhambat, hiperaktivitas, gangguan pendengaran, dan mungkin juga terjadi kerusakan pada otak, jika pajanannya besar. Jika diketahui secara dini efek tersebut dapat diminimalkan dengan menghentikan pajanan atau dengan terapi medis.
DAMPAK KERACUNAN TIMBAL
  1. Jumlah sel darah merah menurun;
  2. Logam Fe di plasma darah bertambah;
  3. Kadar ALAD (Amino levulinic Acid Dehidrase) atau asam amino levulinat dehidrase dalam urin juga darah makin meningkat;
  4. Umur sel darah merah jadi pendek;
  5. Kadar protopporhin di sel darah merah jadi bertambah (meningkat).
EFEK TIMBAL BERPENGARUH PADA TUBUH
  1. Menurunnya kemampuan belajar;
  2. Postur tubuh jadi pendek;
  3. Pendengaran menurun;
  4. Berpengaruh terhadap kecerdasan seseorang/turunnya kecerdasan;
  5. Merusak ginjal;
  6. Merusak sistem saraf;
  7. Mempengaruhi reproduksi;
  8. Tekanan darah tinggi
  9. Berpengaruh terhadap perkembangan otak;
  10. Ibu hamil dapat mengalami anemia
  11. Mempengaruh janin karena timbal dapat masuk lewat plasenta dan sifat timbal mampu meracuni organ.
TINGKAT BAHAYA TIMBAL
  Secara umum efek timbal terhadap kesehatan dapat dikelompokkan sebagai berikut:
     
     a)    Sistem syaraf dan kecerdasan
     Efek timbal terhadap sistem syaraf telah diketahui, terutama dalam studi kesehatan kerja dimana pekerja yang terpajan kadar timbal yang tinggi dilaporkan menderita gejala kehilangan nafsu makan, depresi, kelelahan, sakit kepala, mudah lupa, dan pusing. Pada tingkat pajanan yang lebih rendah, terjadi penurunan kecepatan bereaksi, memburuknya koordinasi tangan-mata, dan menurunnya kecepatan konduksi syaraf.
     Efek timbal terhadap kecerdasan anak telah banyak diteliti, dan studi menunjukkan timbal memiliki efek menurunkan IQ bahkan pada tingkat paparan rendah. Peningkatan kadar timbal dalam darah sebesar 10 µg/dl hingga 20 µg/dl dapat menurunkan IQ sebesar 2.6 poin. Studi lebih lanjut menunjukkan bahwa kenaikan kadar timbal dalam darah di atas 20 µg/dl dapat mengakibatkan penurunan IQ sebesar 2-5 poin.

     b)    Efek sistemik
     Studi menunjukkan hubungan antara meningkatnya tekanan darah dengan BLL paling banyak ditemukan pada kasus pajanan terhadap laki-laki dewasa. Schwartz (1995) dalam laporan WHO menunjukkan bahwa penurunan BLL sebesar 10 µg/dl to 5 µg/dl menyebabkan penurunan tekanan darah sebsar 1.25 mmHg. Pada wanita dewasa, hubungan antara BLL dengan tekanan darah tidak terlalu kuat dan jarang ditemukan. Efek sistemik lainnya adalah gejala gastrointestinal. Keracunan timbal dapat berakibat sakit perut, konstipasi, kram, mual, muntah, anoreksia, dan kehilangan berat badan.

    c)    Efek timbal terhadap reproduksi
    Efek timbal terhadap reproduksi dapat terjadi pada pria dan wanita dan telah diketahui sejak abad 19, dimana pada masa itu timbal bahkan digunakan untuk menggugurkan kandungan. Paparan timbal pada wanita di masa kehamilan telah dilaporkan dapat memperbesar resiko keguguran, kematian bayi dalam kandungan, dan kelahiran prematur. Pada laki-laki, efek timbal antara lain menurunkan jumlah sperma dan meningkatnya jumlah sperma abnormal.


DAFTAR PUSTAKA:
  Tedi Mulyadi Pengertian,ciri,sifat Timbal
http://budisma.net/2015/03/pengertian-ciri-dan-sifat-timbal.html
Alfi Potter Selasa23April2013 Bahaya Timbal
http://nurju.blogspot.co.id/
Pengertian, Ciri dan Bahayanya
https://pintarstudi.blogspot.co.id/2016/11/apa-itu-timbal-pb-pengertian-ciri-dan.html
22 Dampak Bahaya Keracunan Timbal Bagi Kesehatan Tubuh Manusia
https://halosehat.com/farmasi/logam/dampak-bahaya-keracunan-timbal-bagi-kesehatan-tubuh-manusia
Timbal
http://bilangapax.blogspot.co.id/2011/02/timbal.html