.

Tampilkan postingan dengan label @E18-Jevon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @E18-Jevon. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Januari 2018

WUJUD GAS

Wujud Gas
 oleh : @E18-Jevon, @E13-Fajar, @E12-Guntur, @Kel-A05

Apakah yang dimaksud dengan zat? Jelaskan perbedaan susunan partikel antara zat padat, zat cair,dan gas.

Jawab : Zat adalah sesuatu yang dapat menempati ruang danmemiliki masa Berbedaan susunan

zat  Padat :

- Gaya tarik antar partikel sangat kuat 
- Jarak antar partikel tetap dan sangat dekat 
- Partikel tidak bebas berpindah
Cair :

- Gaya tarik antar partikel lemah
- Jarak antara partikel tetap tapi tidak terlaludekat 
- Partikel dapat berpindah tapi tidak telalubebas

Gas :

- Gaya tarik sangat lemah
- Jarak partikel berubah-ubah
- Partikel dapat berpindah dengan bebas


INDUSTRI HIJAU

Industri Hijau
oleh : Jevon Anastasius Gunawan
@E18-Jevon, @ProyekA09

Saat ini pelaku usaha di Indonesa dituntut harus mulai beralih dari menjalankan bisnis seperti biasanya (business asusual)menjadi yang berwawasan industri hijau. Isu ini penting dan mutlak untuk segera dilaksanakanguna tercapainya efisiensi produksi serta menghasilkan produk yang ramah lingkungan. Industri Hijau adalah sebuah icon industri yang harus dipahami dan dilaksanakan, yaitu industri yang dalam proses produksinya menerapkan upaya efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan sumber daya secara berkelanjutan

Pengembangan industri hijau dapat dilakukan melalui berbagai upaya, antara lain: penerapan produksi bersih, konsenrvasi energi, efisiensi sumber daya, eco-design, proses daur ulang dan low carbon technology. Melalui penerapan industri hijau, maka akan terjadi efisiensi pemakaian bahan baku, energi dan air, sehingga limbah maupun emisi yang dihasilkan menjadi minimal. Dengan demikian, maka proses produksi akan menjadi lebih efisien yang tentunya akan meningkatkan daya saing produk industri

Di samping itu, p
engembangan industri hijau merupakan salah satu usaha untuk mendukung komitmen Pemerintah Indonesia dalam menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 26% pada tahun 2020 dibandingkan dengan kondisi saat ini, dan diharapkan akan dapat mencapai 41% dengan bantuan internasional. Dalam jangka pendek penerapan industri hijau cenderung memerlukan investasi yang besar, namun dalam jangka panjang biaya produksi akan menjadi lebih rendah, bahkan bisa mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi dan pasar yang lebih luas.

Dari sisi Pemerintah, tantangannya saat ini adalah mengembangkan industri hijau yang kompetitif, ekonomi hijau (green economy), menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB). Meskipun sudah banyak industri yang telah menerapkan industri hijau, tetapi langkah pemberian penghargaan perlu terus dilakukan agar semakin banyak industri yang termotivasi untuk menerapkan industri hijau, dengan harapan daya saing industri semakin meningkat seiring dengan meningkatnya efisiensi proses produksi

Pada tahun 2010 – 2015, tercatat sebanyak 458 perusahaan industri yang secara sukarela mengikuti penghargaan industri hijau dan 358 yang memperoleh penghargaan industri hijau.Penghargaan ini merupakan salah satu bentuk insentif yang diharapkandapat mendorong pelaku industri dalam mewujudkan industri hijau. Penghargaan ini juga sifatnya partisipatif dan tidak dipilih oleh Pemerintah. Penghargaan Industri Hijau akan menempati posisi klasifikasi mulai dari Level 1 – 5, dimana Level 5 merupakan level tertinggi.“Penghargaan akan diberikan kepada perusahaan industri yang menempati level 5 dengan interval nilai 90,1 – 100 berupa trophydan piagam penghargaan, sedangkan level 4 dengan interval nilai 80,1 – 90,0berupa piagam penghargaan,” jelasnya.

Selain itu, pada saat ini Pemerintah telah merampungkan Standar Industri Hijau (SIH) untuk produk Semen Portland; Ubin Keramik; Tekstil Pencelupan, Pencapan, dan Penyempurnaan; serta Pulp. Sedangkan, Pulp Terintegrasi Kertas dalam proses penetapan. Tahun ini juga akan dilakukan finalisasi SIH produk Besi & Baja Dasar dan SIH Penggilingan Baja,” ungkapnya. Tahun 2015, Pemerintah juga menyusun SIH untuk produk Pupuk Buatan Tunggal Hara Makro Primer; Karet Remah (Crumb Rubber); Karet Konvensional (Rib Smoked Sheet); Susu Bubuk; Gula Kristal Putih, dan Oleokimia Dasar. Sementara itu, SIH untuk produk Pupuk Buatan Tunggal Hara Makro Primer; Karet Remah (Crumb Rubber); Karet Konvensional (Rib Smoked Sheet); Susu Bubuk; dan Gula Kristal Putih akan ditetapkan tahun ini.



KRISIS AIR BERSIH

Krisis Air Bersih
oleh : Jevon Anastasius Gunawan
@E18-Jevon, @ProyekA07

Berdasarkan data sementara yang dihimpun Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat sekitar 105 kabupaten/kota, 715 kecamatan, serta 2.726 kelurahan/desa di Pulau Jawa dan Nusa Tenggara mengalami kekeringan akibat musim kemarau normal 2017.  Saat ini, sekitar 3,9 juta jiwa masyarakat terdampak kekeringan sehinga memerlukan bantuan air bersih. Kekeringan juga melanda sekitar 56.334 hektar lahan pertanian, sehingga 18.516 hektar lahan pertanian mengalami gagal panen. 

Laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa kekeringan di Indonesia pada 2017 tidak seperti 2015 saat terjadi El Nino. Namun demikian, di beberapa daerah hujan sudah tidak turun lebih dari dua bulan.  BMKG telah merilis bahwa sebagian besar Pulau Jawa saat ini sedang mengalami puncak musim kemarau, dan akan masuk awal musim hujan pada Oktober-November 2017. Awal musim hujan 2017/2018 di sebagian besar daerah diprakirakan mulai akhir Oktober - November 2017 sebanyak 260 zona musim (76%) dan mengalami puncak musim hujan pada Desember 2017-Februari 2018. 

Kekeringan di Jawa Tengah melanda 1.254 desa yang tersebar di 275 kecamatan dan 30 kabupaten/kota, sehingga memberikan dampak kekeringan terhadap 1,41 juta jiwa. Pemprov Jawa Tengah pun telah mengeluarkan status siaga darurat kekeringan hingga Oktober 2017.  Hal yang sama juga terjadi di Jawa Barat. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, di Jawa Barat kekeringan melanda 496 desa, di 176 kecamatan dan 27 kabupaten/kota sehingga berdampak kepada 936.328 jiwa penduduk. 

Delapan kepala daerah kabupaten/kota telah mengeluarkan status siaga darurat kekeringan, yaitu Kabupaten Ciamis, Cianjur, Indramayu, Karawang, Kuningan, Sukabumi, Kota Banjar, dan Kota Tasikmalaya. Begitu pula dengan di Jawa Timur, kekeringan melanda 588 desa di 171 kecamatan dan 23 kabupaten/kota. Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengaku telah menerima laporan resmi dari enam bupati yang menyampaikan wilayahnya mengalami darurat kekeringan akibat musim kemarau tahun ini. Sementara di Nusa Tenggara Barat, kekeringan melanda 318 desa di 71 kecamatan yang tersebar di sembilam kabupaten meliputi Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, Bima dan Kota Bima. Sebanyak 640.048 jiwa atau 127.940 KK masyarakat terdampak kekeringan.  Nusa Tenggara Timur (NTT) juga dilaporkan mengalami darurat kekeringan menyusul sumber-sumber mata air mulai mengering. Sembilan kabupaten yang melaporkan darurat kekeringan itu adalah Flores Timur, Rote Ndao, Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Malaka, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya dan Sabu Raijua. 

Sedangkan di Provinsi DI Yogyakarta, kekeringan melanda di 10 kecamatan di Kabupaten Kulon Progo. Di 10 kecamatan tersebut ada 32 desa yang terdampak kekeringan, ada 12.721 jiwa dalam 7.621 KK yang terdampak kekeringan pada musim kemarau ini. Penyaluran air bersih terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan.  Karena itu, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi terkait ancaman kekeringan dan krisisi air bersih yang melanda wilayah Indonesia, khususnya Pulau Jawa dan Nusa Tenggara yang dilaporkan menjadi daerah paling terdampak berdasarkan laporan BNPB. 


Langkah jangka pendek, dipastikan untuk bantuan dropping air bersih bagi masyarakat yang terkena dampak kekeringan, dan juga dicek terkait suplai air untuk irigasi pertanian yang sangat dibutuhkan terutama untuk mengairi lahan-lahan pertanian di daerah-daerah yang terdampak, sedangkan langkah jangka panjang adalah memfungsikan berbagai bendungan, waduk dan embung yang sudah dibangun dalam dua tahun terakhir, yang memang dipersiapkan untuk menghadapi situasi kekeringan. 

Rabu, 15 November 2017

Ikatan Kimia

 
 @E12-Guntur, @E13-Fajar, @E-18Jevon, 
Disusun Oleh :Guntur, Fajar, Jevon

IKATAN KIMIA
Nomor atom unsur P, Q, R dan S adalah 6, 9, 11, dan 18. Pasangan unsur-unsur yang diharapkan dapat membentuk ikatan ion adalah …
Jawab :
6P  = 2 4 Golongan IV A
9Q  = 2 7 Golongan VII A
11R = 2 8 1 Golongan I A
18S  = 2 8 8 Golongnan VIII A
Syarat ikatan ion: golongan I A / II A berikatan dengan VI A / VII A
 

Selasa, 14 November 2017

termodinamika

@KelA05, @E12-Guntur, @E13-Fajar, @E18-Jevon

Suatu gas memiliki volume awal 2,0 m3 dipanaskan dengan kondisi isobaris hingga volume akhirnya menjadi 4,5 m3. Jika tekanan gas adalah 2 atm, tentukan usaha luar gas tersebut!
(1 atm = 1,01 x 10
5 Pa)
Pembahasan
Data :
V
2 = 4,5 m3
V
1 = 2,0 m3
P = 2 atm = 2,02 x 10
5 Pa
Isobaris → Tekanan Tetap
W = P (ΔV)
W = P(V
2 − V1)
W = 2,02 x 10
5 (4,5 − 2,0) = 5,05 x 105 joule


TERMODINAMIKA 2


 @KelA05, @E13-Fajar, @E12-Guntur, @E18-Jevon
1. Suatu mesin memiliki suhu reservoir tinggi 400°C dan suhu reservoir rendah 70°C. Hitunglah efisiensi mesin tersebut!
Penyelesaian:
Diketahui :
Tt = 400°C = 673 k
Tr = 70°C = 343 K
Ditanyakan : η
Jawab:

Jadi, efisiensi mesin sebesar 49%

Senin, 09 Oktober 2017

PENCEMARAN LINGKUNGAN DI NUSA TENGGARA BARAT

Pencemaran Di Nusa Tenggara Barat
oleh : Jevon Anastasius Gunawan

Pengertian Pencemaran
Pencemaran lingkungan merupakan suatu perubahan pada lingkungan yang tidak dikehendaki karena bisa mempengaruhi kegiatan, kesehatan dan keselamatan makhluk hidup.
Perubahan tersebut disebabkan oleh suatu zat pencemar yang disebut dengan polutan. Suatu zat bisa dikatakan sebagai polutan jika bahan atau zat asing tersebut melebihi jumlah normal, berada pada tempat yang tidak semestinya dan berada pada waktu yang tidak tepat.
Jenis – Jenis Pencemaran
a.     Pencemaran Udara
Pencemaran udara biasanya terjadi akibat dari pembakaran bahan bakar pada kendaraan bermotor dan gas buangan pabrik. Beberapa jenis polutan yang sering mencemari udara, antara lain yaitu sebagai berikut :
·      Karbon monoksida (CO), Gas CO yaitu hasil pembakaran tidak sempurna oleh mesin kendaraan bermotor. Jika gas CO terhirup oleh pernapasan manusia maka akan ikut beredar dalam darah manusia sehingga akan mengganggu daya ikat darah terhadap oksigen. Keracunan gas CO bisa menyebabkan pusing-pusing, gangguan saraf dan pingsan.
·      Karbon dioksida (CO2), Gas CO2 yaitu dihasilkan dari proses pernapasan makhluk hidup, pembusukan bahan organik dan pelapukan batuan. Bila kadar CO2 di atmosfer meningkat akan mengakibatkan peningkatan suhu bumi.
·      Senyawa Nitrogen, Gas Nitrogen ini dibutuhkan oleh makhluk hidup sebagai bahan pembangun protein. Jika nitrogen oksida ini bereaksi dengan air maka akan membentuk sebuah senyawa asam.
·      Senyawa Belerang, Gas sulfur dioksida (SO2) ini berasal dari pabrik yang menggunakan belerang dan hasil pembakaran bahan bakar fosil (batu bara dan minyak bumi). Gas SO2 jika bereaksi dengan air akan membentuk senyawa asam. Bila senyawa tersebut turun bersama hujan, terjadilah hujan asam.
·      Klorofluorokarbon (CFC), CFC biasa digunakan untuk bahan pendingin pada AC dan kulkas. Selain itu, dipergunakan untuk penyemprot rambut dan obat nyamuk semprot. CFC bisa merusak lapisan ozon di atmosfer. Akibatnya perlindungan bumi dari radiasi sinar ultraviolet matahari berkurang.
b.    Pencemaran Air
Pencemaran air merupakan keadaan dimana adanya berbagai zat asing yang masuk ke dalam air dan itu bersifat merusak atau bahan tersebut lebih dikenal sebagai polutan.Penyebab pencemaran air :
·      Limbah Zat Kimia
Berbagai industri dewasa ini banyak yang menghasilkan limbah berupa zat kimia yang sangat berbahaya bagi lingkungan air itu sendiri seperti sungai, danau dan laut serta pihak yang menggunakan air dari tempat tersebut.
·      Limbah Padat
Limbah padat yang dimaksud di sini adalah limbah yang mengarah pada hasil pengolahan IPAL yang masih belum maksimal. limbah ini biasanya memiliki ukuran yang kecil dan cukup halus sehingga tidak bisa mengendap di dalam dasar permukaan sungai, danau atau laut melainkan hanya bisa melayang-layang di dalam air saja dan ini tentunya membuat air menjadi lebih keruh dan tidak bisa dikonsumsi.
Pencemaran Di  Nusa Tenggara Barat
Mataram, (Antara Mataram) - Hasil pemantauan dan pengujian kualitas air sungai yang dilakukan Badan Lingkungan Hidup dan Penelitian Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 2012 menunjukkan tingkat pencemaran hampir seluruh sungai di daerah ini memprihatinkan.
Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Penelitian (BLHP) Provinsi NTB H Syamsul Hidayat Dilaga di Mataram, Kamis, mengatakan pada 2012 pihaknya melakukan pemantauan dan pengujian kualitas air di sejumlah sungai yang berada di lintas kabupaten/kota di daerah ini.
"Tahun 2012 kami melakukan pemantauan dan pengujian kualitas air sungai kelas II di Pulau Lombok, yakni di sungai atau Kali Meninting, Ancar, Babak, Jangkuk dan Kali Dodokan. Pada pemantauan tersebut kita melakukan lima kali pengambilan sampel," katanya.
Didampingi Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan BLHP NTB Dini Haryati, dia mengatakan, di kali Jangkuk yang cukup menonjol untuk parameter di atas nilai baku mutu adalah indikator bahan-bahan organik yang ada di sungai adalah, indikator bahan kimia, biologi dan indikator kandungan Eschericia coli (E-coli).
Kondisi ini, menurut dia, tidak jauh dengan sungai-sungai lain di Pulau Lombok maupun di Pulau Sumbawa untuk indikator di atas nila baku mutu Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Deman (COD) dan kandungan bakteri E-coli.
Menurut dia, untuk Kali Jangkuk dari indikator BOD rata-rata di atas 10 miligram (mg) per liter, sementara baku mutu 3 mg per liter dan untuk COD mencapai 50 hingga 70 mg per liter dari nilai baku mutu 25 mg per liter.
Menurut dia, yang cukup tinggi adalah indikator E-coli yang mencapai di atas 10.000 per most probable number (mpn) dari standar baku mutu 1000 mpn per liter dan total coliform mencapai 15.000 mpn per liter.
Daftar Pustaka
mataram.antaranews.com/berita/24617
.ebiologi.com/2015/07/pencemaran-udara-pengertian-penyebab
gurupendidikan.co.id/pengertian-macam-dan-contoh-pencemaran-lingkungan-beserta-cara-penanggulangannya-lengkap/

ilmugeografi.com/ilmu-bumi/hidrologi/pencemaran-air