.

Tampilkan postingan dengan label @Proyek G02. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @Proyek G02. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Agustus 2018

Dampak MSG Pada Kesehatan

Nama : Fransiska Rizki Lupendo



Dampak MSG pada Kesehatan
MSG (Monosodium Glutamate) atau monatrium glutamate adalah garam sodium dari asam glutamate. Asam glutamate adalah suatu asam amino yang merupakan salah satu komponen penting protein yang dibutuhkan tubuh kita. Monosodium glutamate (MSG) yang rumus kimianya adalah HCOCCH (NH2) 2COO-NA adalah hasil campuran asam glutamate dan natrium hidruksit. Secara alami asam glutamate terdapat dalam makanan kita sehari-hari seperti daging, ikan, telur, susu (termasuk Asi), keju, tomat, dan berbagai macam sayuran


Fungsi MSG :

  • Mengurangi konsumsi garam
Rumah tangga kadang menyiasati pengurangan micin dengan memadukan gula dan garam. Perpaduan gula dan garam memang menciptakan rasa gurih pada masakan. Akan tetapi Hardinsyah menjelaskan, micin terdiri dari natrium (12 persen), glutamat (78 persen) dan Air (10 persen). Jumlah natrium atau garam dalam micin tak seberapa dibanding garam dapur yakni sebanyak 36-39 persen.


  • Mempercepat waktu cerna makanan
Saat makanan dikonsumsi, pencernaan dimulai saat makanan dikunyah. Glutamat pada micin merangsang produksi saliva sehingga makanan lebih cepat halus saat dikunyah. Kemudian proses ini berlanjut hingga ke lambung dan usus. Menurut Hardinsyah, makan lauk pauk dengan micin lebih mudah dicerna daripada yang tidak. 
    


Manfaat lain, MSG meningkatkan cairan ludah jadi gampang menelan (Schiffman S and Miletic I, 1999; Hodsom N and Linden R, 2006) dan meningkatkan cairan lambung (Vasilevskaia L, et. Al 1993), Jadi makanan lebih sempurna dicerna dan buat yang ada masalah lambung aman mengkonsumsi mecin .


Dampak MSG bagi Daya Ingat Anak :
  1. Menurunnya fungsi otak
  2. Kanker
  3. Alergi
  4. Adiktif
  5. Hipertensi
  6. Obesitas
  7. Kerusakan Retina
  8. Kerusakan hipotalamus dan struktur otak lain
  9. Diabetes

Sumber :


Bahaya Plastik Pada Lingkungan proyek 2 @G24-hizra @G02


Bahaya Plastik Pada
 Lingkungan
Oleh ; Hizra Fazly*)

Abstrak
Plastik  adalah  salah  satu  bahan  yang  dapat  kita  temui  di  hampir  setiap  barang.  Menurut penelitian,  penggunaan  plastik  yang  tidak  sesuai  persyaratan  akan  menimbulkan  berbagai gangguan kesehatan, karena dapat mengakibatkan pemicu kanker dan kerusakan jaringan pada tubuh  manusia  (karsinogenik).  Selain  itu  plastik  pada  umumnya  sulit  untuk  didegradasikan (diuraikan)  oleh  mikro  organisme.  Sampah  plastik  dapat  bertahan  hingga  bertahun-tahun sehingga  menyebabkan  pencemaran  terhadap  lingkungan.  Sampah  plastik  tidaklah  bijak  jika dibakar  karena  akan  menghasilkan  gas  yang  akan  mencemari  udara  dan  membahayakan pernafasan  manusia,  dan  jika  sampah  plastik  ditimbun  dalam  tanah  maka  akan  mencemari tanah, air tanah

Kata kunci : Jenis plastik, upaya penanggulangan limbah plastik

PENDAHULUAN
 

    Permasalahan sampah di Indonesia merupakan masalah yang belum terselesaikan hingga saat ini, Sementara itu dengan bertambahnya jumlah penduduk maka akan mengikuti pula bertambahnya volume timbulan sampah yang dihasilkan dari aktivitas manusia. Komposisi sampah yang dihasilkan dari aktivitas manusia adalah sampah organik sebanyak 60-70% dan sisanya adalah sampah non organik 30-40%, sementara itu dari sampah non organik tersebut komposisi sampah terbanyak kedua yaitu sebesar 14% adalah sampah plastik. Sampah plastik yang terbanyak adalah jenis kantong plastik atau kantong kresek selain plastik kemasan.. Jambeck, 2015 menyatakan bahwa Indonesia masuk dalam peringkat kedua dunia setelah Cina menghasilkan sampah plastik di perairan mencapai 187,2 juta ton. Hal itu berkaitan dengan data dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang menyebutkan bahwa plastik hasil dari 100 toko atau anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) dalam waktu 1 tahun saja, telah mencapai 10,95 juta lembar sampah kantong plastik. Jumlah itu ternyata setara dengan luasan 65,7 hektar kantong plastik. Permasalahan sampah plastik tersebut apabila semakin banyak jumlahnya di lingkungan maka akan berpotensi mencemari lingkungan. Mengingat bahwa sifat plastik akan terurai di tanah dalam waktu lebih dari 20 tahun bahkan dapat mencapai 100 tahun sehingga dapat menurunkan kesuburan tanah dan di perairan plastik akan sulit terurai.’

Permasalahan

Pengelolaan sampah di Indonesia merupakan permasalahan yang belum dapat ditangani  dengan  baik. Kegiatan untuk mengurangi sampah  baik di masyarakat sebagai  penghasil sampah maupun di tingkat  kawasan masih sekitar 5%  sehingga  sampah tersebut  dibuang ke Tempat  Pemrosesan Akhir (TPA),sementara  lahan TPA tersebut sangat terbatas. Komposisi sampah  terbesar  di TPA selain sampah organik 70% terdapat sampah non organik yaitu  sampah plastik 14%,  (Purwaningrum,2016).
Lebih lanjut dikemukakan bahwa berdasarkan data dari Kementrian  Lingkungan  Hidup  dan Kehutanan  bahwa total  jumlah  sampah Indonesia di  2019  akan  mencapai 68  juta ton, dan sampah plastik diperkirakan akan mencapai 9,52 juta ton,dan hasil penelitian Jeena Jambeck 2015 menyatakan  bahwa Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut yang mencapai sebesar 187,2 juta ton, Kementrian Lingkungan  Hidup  dan Kehutanan  menargetkan pengurangan sampah plastik lebih dari 1,9 juta ton hingga tahun 2019. Penanganan sampah plastic yang sudah  banyak  diterapkan  adalah dengan Konsep 3R (Reuse,  Reduce  dan Recycle)  dan  alternatif  lain yang sudah banyak  diteliti  adalah  daur  ulang  sampah plastik dijadikan bahan bakar minyak(Purwaningrum.P.2016)
Lebih  lanjut  dikemukakan bahwa perkembangan tentang  isu sampah laut memasuki  babak  baru.  Pemerintah Indonesia terkejut  sejak  penelitian Jenna Jambeck,  peneliti  dari  Universitas  Georgia, Amerika merilis hasil penelitiannya di jurnal Science. Pertama  bahwa  Indonesia merupakan negara  kedua terbesar penyumbang sampah sebesar 3.2 juta ton.Kita  hanya  kalah  dari  negara Tiongkok diperingkat  pertama. Kedua  bahwa  dari 192 negara  pesisir  (termasuk  Indonesia), setidaknya  sudah  membuang sampah  kelaut  sebesar 12.7  juta  ton.  Dengan  jumlah penduduk yang  lebih  sedikit  dari India, negara  tersebut masih  jauh  dibawah Indonesia  dalam  menyumbang  sampah  ke laut. Ketiga adalah prediksi kenaikan jumlah sampah  yang  masuk ke laut akan berlangsung secara eksponensial jika infrastruktur di darat tidak diperbaiki

PEMBAHASAN
A, Tipe Plastik

Plastik dapat di golongkan berdasarkan :
1. Berdasarkan fisiknya
• Termoset Termoset adalah jenis plastik yang tidak bisa di daur ulang atau dicetak lagi. Pemanasan ulang akan menyebabkan kerusakan pada molekul –molekulnya, seperti : resin epoksi, bakelit, resin melamin, urea-formaldehida, polyester, polyurethane. Contoh : peralatan makan dari melamin, komponen/suku cadang pada kendaraan, peralatan listrik seperti isolator, saklar, stop kontak, dudukan lampu (bakelit), sesrat tekstil seperti dakron dan tetoron (polyester).

• Termoplastik
Termoplastik adalah jenis plastik yang bisa di daur ulang atau di cetak lagi dengan proses pemanasan ulang. Seperti : Acrylic (Perspex), Polyethylene (Polythene), Polypropylene, Poly Vinyl Acetate (PVA), Poly Vinyl Chloride (PVC), Polystyrene dan ABS, PTFE (Teflon). Contoh : bahan pembungkus makanan, botol (Polyetthylene), pengganti logam, pelapis alat – alat masak (Teflon), pipa, aat rumah tangga, piringan hitam (PVC), bahan isolator lisrtik, tyro foam, mainan anak (Polystyrene), kran air, tutup botol, komponen mesin elektronik dan mekanik (ABS), wadah makanan atau minuman.

2. Kinerja dan Penggunaannya
• Plastik komoditas Sifat mekanik tidak terlalu bagus, tidak tahan panas. Contohnya barang barang elektronik, pembungkus makanan, botol minuman.
• Plastik teknik Tahan panas, temperature operasi di atas 100 °C, sifat mekanik bagus, contoh : komponen otomotif dan elektronik
• Plastik teknik khusus Temperature operasi di atas 150 °C, sifat mekanik sangat bagus, contoh : komponen pesawat

3. Berdasarkan sumbernya
Polimer alami kayu, kulit binatang, kapas, karet alam, rambu Polimer sintetis:
  • Tidak terdapat secara alami: nylon, poliester, polipropilen
  • Terdapat di alam tetapi dibuat oleh proses buat karet sintetis
B. penyebab terjadinya pencemaran

     Masyarakat di jaman modern seperti ini lebih banyak menghasilkan limbah dan penggunakan energi. Limbah-limbah yang di hasilkan pun meraneka ragam mulai dari sampah, air kakus (black water), dan ada pula air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya. Limbah padat atau yang lebih dikenal sebagai sampah, seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Namun berbeda dengan sekarang, sampah akan memiliki nilai ekonomis jika kita mampu kreatif dalam pengolahannya atau dalam kata lain daur ulang. Tidak hanya dengan daur ulang sampah khususnya plastik dapat bernilai ekonomis. Melaikan dengan adanya bank sampah yang mampu menampung berbagai macam sampah salah satunya yaitu sampah plastik. Tetapi di lain pihak sampah plastik merupakan sampah nomor satu yang jadi musuh lingkungan. Hal tersebut dikarenakan plastik sulit untuk bisa terurai walau berada di tanah dalam jangka yang sangat lama. Bentuk utuh plastik akan tetap terjaga walau sudah berada di dalam tanah selama bertahun-tahun sampai ratusan tahun.

Lamanya waktu untuk penguraian sampah plastik berdampak buruk pada lingkungan khususnya alam yaitu tercemarnya tanah. Pencemaran tanah juga dihasilkan dari proses produksi industri. Salah satu penyebab yang terjadi karena pemerintah dan pelaku industri kurang mengedepankan sektor lingkungan. Akibatanya merupakan persoalan yang harus dihadapi oleh komunitas-komunitas yang tinggal di sekitar kawasan industri. 


C. Dampak dari pencemaran sampah plastik
·         Pembuangan sampah plastik yang sembarangan akan mengakibatkan pendangkalan sungai dan aliran sungai tersumbat yang menyebabkan banjir.
·         Tercemarnya air tanah dan tanah.
·         Kantong plastik akan mengganggu penyerapan air ke dalam tanah.
·         Menurunkan kesuburan tanah.
·         Racun-racun dari partikel plastic yang masuk kedalam tanah akan membunuh hewan pengurai didalam tanah seperti cacing.
·         Hewan-hewan dapat terjerat dalam sampah plastic.

D. Penanggulangan limbah plastik
  • Kurangi penggunaan kantong plastik dan gunakan tas kain setiap kali berbelanja. Harus diingat untuk selalu membawa tas kain saat belanja dari rumah.
  • Limbah plastik ditanggulangi dengan cara Reuse ( pakai ulang / penggunaan kembali ) adalah upaya penggunaan limbah plastik dipakai kembali tanpa perlakuan apa-apa, misal untuk dibuat hiasan, Recycle (daur ulang) adalah upaya mendaur ulang limbah plastik untuk dimanfaatkan dengan memproses kembali ke proses semula melalui perlkuan fisika, kimia dan biologi menjadi produk lain seperti bahan baku sekunder produk plastik lain, misal plastik kresek hitam, pot hitam, dan Recovery ( pungut ulang/ambil ulang ) adalah upaya mengambil ulang bahanbahan yang masih mempunyai nilai ekonomi tinggi dari suatu limbah, kemudian dikembalikan ke dalam proses produksi dengan atau tanpa perlakuan fisika, kimia dan biologi, ketiganya dikenal dengan 3 R
  • Menghindari pembuangan sampah plastik ke lingkungan karena akan secara tidak langsung merusak ekosistem melalui sumbatan pada sistem saluran air yang menyebabkan sedimentasi dan banjir

Kesimpulan

Penggunaan plastik disatu sisi telah mendatangkan manfaat yang cukup besar, namun di sisi lain karena sifatnya yang kurang baik terhadap kesehatan dan juga sulit diurai oleh lingkungan maka produk plastik dan sampahnya akan menimbulkan masalah baru. Namun demikian, keberadaannya tidak bisa terlepas dari kehidupan manusia sehingga manusia perlu mengantisipasi pemakaian plastik dan pembuangan sampah plastik dengan benar sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Sampah plastik jika dikelola dengan benar yaitu memakai konsep produksi bersih ( 3R) akan mengurangi limbah dan menciptakan iklim usaha yang menguntungkan serta dapat menyerap tenaga kerja yang cukup besar. Dengan demikian peran serta pemerintah, masyarakat dan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan ini akan membuat kesehatan dan lingkungan terjaga dengan baik. Cara lain dalam rangka mengurangi keberadaan plastik dan sampah plastik adalah dengan cara mengurangi penggunaan barang-barang berbahan baku plastik

Daftar Pustaka
pusdiklatmigas.esdm.go.id/file/t2-_Bahaya_Plastik_---_Nurhenu_K.pdf






Sabtu, 04 Agustus 2018

Polimer dalam Kimia






  1. Pengertian dan Definisi Polimer
polimer adalah rantai berulang dari atom yang panjang, terbentuk dari pengikat yang berupa molekul identik yang disebut monomer. Sekalipun biasanya merupakan organik (memiliki rantai karbon), ada juga banyak polimer inorganik. Contoh terkenal dari polimer adalah plastik dan DNA

Bahan Bakar Fosil


Feralvin Satria Lanusa Hardjanto

@G11-FERALVIN
@Proyek G02


ENERGI FOSIL
Energi fosil merupakan energi yang berasal dari alam seperti fosil-fosil yang menghasilkan gas, batu bara dan minyak bumi, matahari, air, dan angin merupakan sumber energi yang sangat penting dalam kehidupan umat manusia karena sifatnya yang dapat menggerakkan berbagai hal di dunia.
Pembentukan energi fosil ini mengalami proses yang sangat lama dengan mendapatkan pengaruh dari gesekan panas bumi dan tekanan udara lainnya. Bahan bakar fosil itu sendiri adalah bahan bakar yang terbentuk dari proses alam seperti dekomposisi anaerobik dari sisa-sisa organisme termasuk fitoplankton dan zooplankton yang mengendap ke bagian bawah laut (atau danau) dalam jumlah besar, selama jutaan tahun.
Bahan bakar fosil merupakan sumber daya tak terbarukan karena proses pembentukannya memerlukan waktu jutaan tahun, sedangkan cadangan di alam habis jauh lebih cepat daripada proses pembentukannya. Produksi dan penggunaan bahan bakar fosil menimbulkan keprihatinan lingkungan. Sebuah gerakan global menuju generasi energi terbarukan karena itu dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan energi meningkat.

MACAM-MACAM ENERGI FOSIL
Minyak Bumi
Minyak bumi yang merupakan cairan kental berwarna cokelat gelap dan kehijauan yang mudah terbakar. Cairan ini juga sering disebut sebagai emas hitam yang berada di lapisan atas dari sebagian area yang ada di kerak bumi.
Batu Bara
Batu bara, yakni batuan yang dapat dibakar karena terbentuk dari endapan organik sisa tumbuhan yang kemudian dibentuk dengan proses pembatubaraan. Unsur-unsur kimia yang terdapat dalam batu bara ini adalah hidrogen, oksigen, dan karbon.
Gas Alam
Gas alam sering juga disebut sebagai gas Bumi atau gas rawa adalah bahan bakar fosil berbentuk gas yang terutama terdiri dari metanaCH4. Ia dapat ditemukan di ladang minyakladang gas Bumi dan juga tambang batu bara.

Dapat disimpulkan bahwa energi fosil merupakan energi yang berasal dari alam seperti fosil-fosil yang menghasilkan gas, batu bara dan minyak bumi, matahari, air, dan angin merupakan sumber energi yang sangat penting dalam kehidupan umat manusia karena sifatnya yang dapat menggerakkan berbagai hal di dunia.
Energi kimia dalam bahan bakar fosil diubah menjadi energy panas, mekanik, atau listrik melalui pembakaran. Dengan demikian pembangkit listrik, kendaraan bermotor, dan kompor, pabrik-pabrik adalah penyebab utama terjadinya polusi udara. Polutan yang dikeluarkan biasanya dikelompokan menjadi hidrokarbon (HC), nitrogen oksida (NOx), dan karbon monoksida (CO). Polutan yang dihasilkanpada pembakaran fosil merupakan faktor terbesar terjadinya asap, hujan asam dan pemanasan global dan perubahan iklim. Ini dapat diatasi dengan memanfaatkan energy terbarukan seperti tenaga surya, energi angin, gelombang air laut untuk menciptakan langit biru.
Penghematan energi adalah unsur yang penting dari sebuah kebijakan energi. Penghematan energi menurunkan konsumsi energi dan permintaan energi per kapita, sehingga dapat menutup meningkatnya kebutuhan energi akibat pertumbuhan populasi. Hal ini mengurangi naiknya biaya energi, dan dapat mengurangi kebutuhan pembangkit energi atau impor energi. Berkurangnya permintaan energi dapat memberikan fleksibilitas dalam memilih metode produksi energi.

DAFTAR PUSTAKA :

-     jurnal.unpad.ac.id/jmei/article/download/10952/4917 (diunduh pada 04/08/2018)
-     Hidayat, Atep Afia, dan Muhammad Kholil. 2017. Kimia, Industri, dan Teknologi Hijau. Jakarta : Pantona Media.




Ruang lingkup kimia pangan

                                                                                                                              Alfin yumaela lestari
                                                                                                                               @G07-Alfin 
                                                                                                                               @proyek G02

          Sifat kimia dari komponen penyusun bahan makanan, baik komponen makro seperti air, karbohidrat, protein dan lemak, maupun komponen mikro, seperti vitamin, mineral dan bahan tambahan pangan. Fenomena komponen kimia makanan selama pengolahan dalam sistem pangan, dibahas dalam buku ini. Buku Kimia Pangan ini disusun secara khusus untuk mahasiswa program studi Gizi, namun secara luas dapat digunakan sebagai materi diskusi bagi mahasiswa dari program studi lain yang mempelajari kimia pangan maupun kimia organik. Buku ini juga dapat dijadikan acuan bagi staf pengajar untuk memperkaya materi kuliah. Peneliti dan praktisi pangan dapat memanfaatkan buku ini sebagai acuan dalam riset dan pengembangan produk.

            Kimia pangan banyak kaitannya dengan proses penanganan dan pengolahan pangan, insutri pangan, dan konsumsi pangan. Karena mutu bahan yang di konsumsi sangat penting. Oleh karena itu, dalam buku ini dikaitkan dengan gizi dan akibat-akinat yang ditimbulkan. Hal itu merupakan alasan buku ini dinamakan Kimia Pangan dan Gizi. Beberapa komponen penting bahan pangan serta cara menganalisisnya dijelaskan dalam buku ini. Serta dikaitkannya dengan permasalahan yang ada di Indonesia.Bahan yang terkandung dalam bahan pangan dibahas satu persatu, yaitu air, karbohidrat, protein, lemak dan minyak, vitamin, dan mineral. Dibahas pula bahan kimia apa saja yang dapat ditambahkan, yaitu zat aditif makanan sert senyawa beracun dalam bahan pangan. Serta disajikan dan dibahas mengenai warna bahan makanan dan cita rasa. Pada bagian akhirjuga dipaparkan mengenai residu dan pencemaran yang terjadi. Disertai pula ilustrasi di dalam bukunya.

            Semua dibahas mulai dari dasar bahkan sampai kompleks. Seperti air yang merupakan bahan yang sangat penting bagi umat manusia. Didalamnya dibahas manfaat, akibat kekurangan air, ikatan kimia yang terjadi antar molekul air. Larutan dalam air, dan penentuan kadar air dalam bahan makanan.

            Pengolahan pangan diusahakan tidak merusak nilai gizi bahan yang dikandungnya. Selama pengolahan dapat terjadi berbagai jenis kehilangan atau susut yang dapat dikelompokkan ke dalam:
1.      kehilangan yang disengaja, misalnya dalam pengolahan serealia di mana biji-bijian digiling  untuk menghilangkan lapisan bran yang tidak diingini (misalnya penyosohan beras)
2.       kehilangan yang tidak dapat dihindarkan, misalnya bagi makanan yang dimasak, dikalengkan, diblansir, dikeringkan atau disterilisasikan
3.       kehilangan yang semestinya dapat dihindarkan, namun karena kurangnya pengawasan terjadi kehilangan.
4.      Tujuan utama pengolahan pangan yang bersifat mengawetkan adalah untuk menghancurkan faktor-faktor perusak mutu pangan yang akan menurunkan nilai gizinya.
 Faktor-faktor perusak mutu pangan yang akan menurunkan nilai gizinya,faktor-faktor perusak ini terutama adalah:
·          adanya aktivitas mikroorganisme, seperti bakteri, ragi, dan kapang
·         adanya enzim
·          kelembaban udara, sinar, dan oksigen
·         adanya serangan oleh serangga, parasit atau tikus

            Keinginan manusia untuk mendapatkan makanan yang berkualitas rupanya tak pernah terpuaskan. Dibatasi oleh kesulitan untuk senantiasa menyiapkan dan menyantap makanan segar, manusia mengembangkan berbagai produk pangan awetan. Berbagai teknologi pengolahan pangan yang baru terus bermunculan. Trend terakhir menunjukkan adanya kebutuhan akan makanan awetan yang memiliki kualitas tak kalah dari makanan segar.
            Yang menjadi persoalan adalah bagaimana menyiapkan makanan berkualitas tinggi dengan tingkat pengolahan, penggunaan bahan pengawet dan waktu persiapan seminimal mungkin. Kebutuhan ini merupakan tantangan bagi para ahli teknologi pangan untuk dapat melahirkan suatu bentuk teknologi baru. Dengan meningkatnya kemajuan teknologi, maka perkembangan diberbagai bidang juga mengalami kemajuan yang pesat, seperti bidang industri antara lain : industri pengolahan bahan makanan. 



Daftar pustaka: 

  1. https://googleweblight.com/iu=https://www.researchgate.net/publication/3129.55074_KIMIA_PANGAN&hl=id-ID
  2. http://chintyaayuj.blogs.uny.ac.id/2017/09/14/kimia-pangan/
  3. http://googleweblight.com/i?u=http://webduniakimia.blogspot.com/2011/03/masalah-pengolahan-pangan-dan-gizi-di.html?m%3D1&hl=id-ID
  4. https://googleweblight.com/i?u=https://buyungchem.wordpress.com/kimia-pangan/&hl=id-ID

PENGARUH KONSUMSI ASAM LEMAK TRANS DITINJAU DARI SISI KESEHATAN



Abstrak
     Ilmu pangan berkaitan dengan produksi, pengolahan, distribusi, persiapan, evaluasi, dan pemanfaatan pangan. Dalam hal ini, ahli kimia mengkaji bagaimana produk makanan ini diproses, disiapkan, dan didistribusikan.
    Dengan meningkatnya penyakit yang terkait dengan hipertensi dan obesitas, dokter telah memperingatkan untuk berhati-hati terhadap kebiasaan makan. Menghindari lemak adalah salah satu saran utama, terutama lemak trans. Lemak trans atau trans fat dianggap oleh banyak dokter sebagai jenis lemak yang terburuk untuk dikonsumsi. 

Isi
     Asam lemak adalah asam monokarboksilat berantai lurus yang terdapat di alam sebagai ester di dalam molekul lemak atau trigliserida. Hasil hidrolisis trigliserida akan menghasilkan asam lemak jenuh dan tak jenuh berdasarkan ada tidaknya ikatan rangkap rantai karbon di dalam molekulnya. Asam lemak tidak jenuh (memiliki ikatan rangkap) yang terdapat di dalam minyak dapat berada dalam dua bentuk yakni isomer cis dan trans. Asam lemak tak jenuh alami biasanya berada sebagai asam lemak cis, hanya sedikit bentuk trans. Jumlah asam lemak trans (trans fatty acids = TFA) dapat meningkat di dalam makanan berlemak terutama margarine akibat dari proses pengolahan yang diterapkan seperti hidrogenasi, pemanasan pada suhu tinggi.
    Asam lemak trans atau trans fat terbentuk saat cairan minyak menjadi lemak padat.

Fungsi Asam Lemak Trans dalam Makanan

1.      Pengganggu Enzim
Proses metabolisme di dalam tubuh membutuhkan enzim dan enzim yang ada di dalam tubuh dapat terganggu oleh lemak trans yang kita dapatkan dari makanan sehari-hari. Tubuh biasanya menggunakan atau memanfaatkan enzim sebagai pembasmi sel-sel jahat yang memicu kanker, jadi bila enzim terganggu, sel kanker akan lebih gampang menyerang.
2.      Menurunkan Reaksi Daya Tahan Tubuh
Fungsi lemak trans di dalam tubuh justru adalah membuat respon dari sistem kekebalan tubuh kita menurun. Ketika daya tahan tubuh menurun, ini akan kemudian berimbas langsung pada fungsi kekebalan tubuh yang tidak akan bekerja seperti biasanya. Saat disfungsi imun ini terjadi, ada beragam penyakit yang akan dengan mudah menyerang tubuh.
3.      Pengganggu Reseptor Insulin
Di dalam membran sel, lemak trans akan berperan sebagai pengganggu reseptor insulin. Kondisi ini tentu malah justru memicu timbulnya gangguan kesehatan

Efek Kelebihan Asam Lemak Trans

1.      Kadar LDL Tinggi
Ketika kadar dari LDL bisa begitu tinggi, artinya kadar HDL di dalam tubuh kita terlalu rendah. Kebiasaan kita dalam menikmati makanan instan dan cepat saji jelas dapat menambah risiko kadar LDL tinggi apalagi kalau konsumsinya terlalu banyak di mana asam lemak trans di dalam tubuh terlalu berlebihan. Kolesterol jahat akan memenuhi tubuh kita dan inilah yang akan menurunkan kolesterol baik sehingga HDL rendah menjadi akibatnya.
2.      Penyumbatan Arteri
Saat kadar LDL meningkat, arteri akan menjadi tersumbat karena kadar HDL yang juga rendah dikarenakan asupan asam lemak trans sangat banyak. Tersumbatnya arteri ini disebabkan adanya plak-plak lemak yang tertimbun di dalam saluran atau pembuluh darah. Akibatnya akan fatal apabila tidak segera menanganinya dengan baik.
3.      Tekanan Darah Tinggi
Ketika kadar LDL meninggi, begitu juga pembuluh darah mengalami penyumbatan, otomatis tekanan darah tinggi menjadi kondisi yang berpotensi terjadi pada kita. Darah tinggi atau hipertensi menjadi salah satu dari berbagai penyakit serius akibat penyumbatan aliran darah yang bila kadar HDL bisa ditambah, darah tinggi pun akan kembali stabil.
4.      Penyakit Jantung
Tekanan darah tinggi selalu ada hubungannya dengan penyakit jantung karena ketika pembuluh darah tersumbat, aliran darah yang mengalir ke jantung pun akan terhambat. Penghambatan ini akan membuat fungsi jantung menurun dan ini dapat menjadi penyebab jantung koroner, serangan jantung, pembengkakan jantung, dan kondisi sakit jantung lainnya.

Daftar Pustaka
Hidayat, Atep Afia dan Kholil,Muhammad.2017.Kimia Industri dan Teknologi Hijau,Jakarta:Pantona Media.
Silalahi, Jansen dan Tampubolon, Sanggam Dera Rosa.2002. Asam Lemak Trans Dalam Makanan dan Pengaruhnya Dalam Kesehatan. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 13(2), 184-185.
Erlita.2016. Asam Lemak Trans. Dalam : https://halosehat.com/gizi-nutrisi/panduan-gizi/asam-lemak-trans/amp. Diakses pada (4 Agustus 2018 jam 16.00 WIB)
Ardiansyah, Ahmad Ali Irfan. 2013. Lemak Trans. Makalah Kimia Pangan. Dalam : https://www.researchgate.net/publication/269693980_Artikel_Kimia_Pangan. Diakses pada (4 Agustus 2018 pukul 16.00 WIB)