.

Tampilkan postingan dengan label @G11-FERALVIN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @G11-FERALVIN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Agustus 2018

Nanoteknologi


Feralvin Satria Lanusa Hardjanto
@G11-FERALVIN
@ProyekHG09

Nanoteknologi atau teknologi nano adalah sebuah teknologi yang menggunakan skala nano atau sepersemilyar. Nanoteknologi ini berbasis pada pemanfaatan sifat-sifat suatu material pada ukuran nano atau seukuran atom. Bila suatu material dibuat dalam ukuran nano, maka akan dihasilkan material dengan sifat-sifat baru yang luar biasa. Misalnya, ilmuwan berhasil membuat material yang disebut graphene yang memiliki kekuatan ratusan kali daripada baja namun lebih ringan. Material seperti itu akan memungkinkan pembuatan peralatan baru yang lebih hebat misalnya elevator dari bumi ke luar angkasa.

Berikut ini ada beberapa aplikasi nanoteknologi yang futuristik. Beberapa aplikasi nanoteknologi di berbagai bidang ini telah mampu dibuktikan oleh para penemunya dan tinggal menunggu pemanfaatannya di kehidupan nyata manusia.

Kayu Transparan sebagai Material Pengganti Kaca
Pada prinsipnya, pembuatan kayu transparan ini pertama adalah menghilangkan zat lignin pada kayu yang merupakan zat pemberi warna kayu. Kemudian langkah kedua adalah menyuntikkan epoxy pada pembuluh kayu untuk menguatkan kayu, membuatnya lebih transparan dan untuk menjaga serat nano selulosa.
Pemanfaatan kayu transparan ini sangat baik sebagai pengganti kaca. Kayu memiliki struktur sel dan serat alami sehingga tidak mudah pecah seperti kaca.

Antena dari Serat Nanotube
Antena ini memiliki kemampuan yang sama dengan antena dari tembaga, namun keunggulan antena serat nanotube ini adalah memiliki bobot yang jauh lebih ringan dan fleksibilitas yang lebih baik.

Meningkatkan Keberhasilan Transplantasi Organ dengan Nanoteknologi
Dengan bantuan nanoteknologi maka tingkat keberhasilan transplantasi organ akan menjadi lebih tinggi. Para ilmuwan berhasil mengembangkan cara yang aman untuk menghidupkan kembali organ yang dibekukan dengan bantuan sejenis partikel nano.
Selama ini masih banyak organ pendonor yang masih sangat potensial namun justru terbuang sia-sia karena organ tersebut hanya dapat bertahan selama 4 hingga 36 jam saja. Kemudian cara terbaik agar dapat bertahan lebih lama adalah dengan dibekukan, namun dalam proses pembekuan dan pencairannya ternyata sel-selnya bisa mengalami kerusakan. Dengan bantuan nanoteknologi maka dalam proses pencairannya terbukti tidak menampilkan tanda kerusakan bahkan elastisitas organ juga tetap terjaga.

Memonitor Kerja Otak dengan Jaring Nano
Beberapa peneliti dari Universitas Harvard Amerika Serikat menanamkan jaring nano berisi perangkat elektronik mikro ke dalam jaringan otak tikus. Tujuan dari implan jaring nano ini sangat berpotensi untuk mengetahui cara kerja otak mamalia secara detail.
Penelitian tersebut bermula ketika para peneliti melihat bahwa sel-sel hidup dapat tumbuh dan bergabung dengan jaring nano di sebuah cawan petri. Berikutnya, tim membuat jaring dari benang-benang polimer konduktif dengan banyak transistor nano yang terpasang di dalamnya. Jaring tersebut diklaim sangat fleksibel hingga sejuta kali lebih fleksibel dari apapun di dunia ini.

Aplikasi Nanoteknologi di Bidang Industri Tekstil
Nanofiber yang sangat halus dapat digunakan sebagai membran berpori pada pakaian olahraga. Selain sangat ringan, membran berpori ini dapat mengalirkan keringat dan udara keluar namun mencegah air dari luar masuk.

Ponsel Menjadi Anti Air dengan Nanoteknologi
Aplikasi nanoteknologi kali ini telah dikomersialkan secara umum dan dapat dicari offline atau online. Bahan anti air ini menggunakan teknologi nano yang ukuran partikel pelapisnya seperseribu kali ukuran rambut sehingga tak kasat mata.
Cara menggunakan bahan tersebut adalah dengan menyemprotkannya dalam bentuk uap pada ponsel. Setelah disemprot, maka ponsel menjadi aman ketika kehujanan bahkan sampai ke bagian mesinnya. Namun begitu jika tenggelam dalam air hanya dapat bertahan sekitar setengah jam saja.

Pembangkit Listrik Tenaga Aliran Darah Manusia
Generator seukuran nano ini dibuat dari bahan fiber. Generator tersebut dipasang pada arteri manusia. Turbin kecil tersebut dapat menghasilkan listrik yang digunakan untuk peralatan yang dipasang pada tubuh manusia misalnya alat pacu jantung dan sensor tekanan darah.
Tujuan penelitiannya adalah dapat menghasilkan listrik sebesar 1 miliwatt karena jantung manusia diperkirakan dapat menghasilkan listrik hingga 1,5 Watt.

Daftar Pustaka :
-          https://www.researchgate.net/publication/322138175_Teknologi_Berbasis_Nanomaterial_untuk_Remediasi_dan_Pengolahan_Air (diunduh pada 25/08/2018)
-          download.portalgaruda.org/article.php?article=134188&val=5635 (diunduh pada 25/08/2018)
-          jurnal.unpad.ac.id/farmaka/article/view/12947 (diunduh pada 25/08/2018)
-          jurnal-21.blogspot.com/2012/08/jurnal-jurnal-nanoteknologi.html (diunduh pada 25/08/2018)
-          Hidayat, Atep Afia, dan Muhammad Kholil. 2017. Kimia, Industri, dan Teknologi Hijau. Jakarta : Pantona Media.


Sumber Energi Terbarukan


Feralvin Satria Lanusa Hardjanto
@G11-FERALVIN
@ProyekHG08

Energi terbarukan adalah sumber energi yang cepat dipulihkan kembali secara alami, dan prosesnya berkelanjutan. Energi terbarukan dihasilkan dari sumberdaya energi yang secara alami tidak akan habis bahkan berkelanjutan jika dikelola dengan baik. Energi terbarukan kerap disebut juga sebagai energi berkelanjutan.
Jenis sumber energi terbarukan (renewable energy) yang dimiliki Indonesia cukup banyak. Jika dikelola dan dimanfaatkan dengan baik diyakini dapat menggantikan energi fosil. inilah daftar 8 sumber energi terbarukan di Indonesia yang dapat dimanfaatkan.

1. Biofuel
Biofuel atau bahan bakar hayati adalah sumber energi terbarukan berupa bahan bakar (baik padat, cair, dan gas) yang dihasilkan dari bahan-bahan organik. Sumber biofuel adalah tanaman yang memiliki kandungan gula tinggi (seperti sorgum dan tebu) dan tanaman yang memiliki kandungan minyak nabati tinggi (seperti jarak, ganggang, dan kelapa sawit).

2. Biomassa
Biomassa adalah jenis energi terbarukan yang mengacu pada bahan biologis yang berasal dari organisme yang hidup atau belum lama mati. Sumber biomassa antara lain bahan bakar kayu, limbah dan alkohol. Pembangkit listrik biomassa di Indonesia seperti PLTBM Pulubala di Gorontalo yang memanfaatkan tongkol jagung.

3. Panas Bumi
Energi panas bumi atau geothermal adalah sumber energi terbarukan berupa energi thermal (panas) yang dihasilkan dan disimpan di dalam bumi. Energi panas bumi diyakini cukup ekonomis, berlimpah, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Namun pemanfaatannya masih terkendala pada teknologi eksploitasi yang hanya dapat menjangkau di sekitar lempeng tektonik. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dimiliki Indonesia antara lain: PLTP Sibayak di Sumatera Utara, PLTP Salak (Jawa Barat), PLTP Dieng (Jawa Tengah), dan PLTP Lahendong (Sulawesi Utara).

4. Air
Energi air adalah salah satu alternatif bahan bakar fosil yang paling umum. Sumber energi ini didapatkan dengan memanfaatkan energi potensial dan energi kinetik yang dimiliki air. Sat ini, sekitar 20% konsumsi listrik dunia dipenuhi dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Di Indonesia saja terdapat puluhan PLTA, seperti : PLTA Singkarak (Sumatera Barat), PLTA Gajah Mungkur (Jawa Tengah), PLTA Karangkates (Jawa Timur), PLTA Riam Kanan (Kalimantan Selatan), dan PLTA Larona (Sulawesi Selatan).

5. Angin
Energi angin atau bayu adalah sumber energi terbarukan yang dihasilkan oleh angin. Kincir angin digunakan untuk menangkap energi angin dan diubah menjadi energi kinetik atau listrik. Pemanfaat energi angin menjadi listrik di Indonesia telah dilakukan seperti pada Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTBayu) Samas di Bantul, Yogyakarta.

6. Matahari
Energi matahari atau surya adalah energi terbarukan yang bersumber dari radiasi sinar dan panas yang dipancarkan matahari. Pembankit Listrik Tenaga Surya yang terdapat di Indonesia antara lain : PLTS Karangasem (Bali), PLTS Raijua, PLTS Nule, dan PLTS Solor Barat (NTT)

7. Gelombang Laut
Energi gelombang laut atau ombak adalah energi terbarukan yang bersumber dari dari tekanan naik turunnya gelombang air laut. Indonesia sebagai negara maritim yang terletak diantara dua samudera berpotensi tinggi memanfaatkan sumber energi dari gelombang laut. Sayangnya sumber energi alternatif ini masih dalam taraf pengembangan di Indonesia.

8. Pasang Surut
Energi pasang surut air laut adalah energi terbarukan yang bersumber dari proses pasang surut air laut. Terdapat dua jenis sumber energi pasang surut air laut, pertama adalah  perbedaan tinggi rendah air laut saat pasang dan surut. Yang kedua adalah arus pasang surut terutama pada selat-selat yang kecil. Layaknya energi gelombang laut, Indonesia memiliki potensi yang tinggi dalam pemanfaatan energi pasang surut air laut. Sayangnya, sumber energi ini belum termanfaatkan.
Sumber energi terbarukan ternyata belum dimanfaatkan secara optimal di Indonesia. Sebanyak 90% energi di Indonesia masih menggunakan energi berbahan fosil (batubara, minyak bumi, dan gas alam) dan sisanya, kurang dari 10%, yang memanfaatkan sumber energi terbarukan. Sebuah ironi mengingat Indonesia mempunyai potensi yang tinggi akan sumber energi terbarukan.

Referensi :
-          www.indoenergi.com. (diunduh pada 25/08/2018)
-          sains.kompas.com Mengintip.Kekayaan.Energi.di.Laut (diunduh pada 25/08/2018)
-          alamendah.org energi-terbarukan-di-indonesia (diunduh pada 25/08/2018)
-          jurnal.unpad.ac.id/dharmakarya/article/viewFile/8196/3745 (diunduh pada 25/08/2018)
-          Hidayat, Atep Afia, dan Muhammad Kholil. 2017. Kimia, Industri, dan Teknologi Hijau. Jakarta : Pantona Media.


Sabtu, 18 Agustus 2018

Ruang Lingkup Kimia Hijau


Feralvin Satria Lanusa Hardjanto
@G11-FERALVIN
@ProyekHG07

Beberapa tahun belakangan ini, ilmu kimia sebagai ilmu dasar yang sangat dibutuhkan untuk mengatasi dan menghentikan timbulnya masalah lingkungan dalam rangka menunjang pembangunan yang berkelanjutan atau pembangunan yang lestari. Kesinambungan dalam perkembangan ilmu dan teknologi harus dimulai dengan berfikir bagaimana untuk memecahkan masalah atau bagaimana mengaplikasikan ilmu kedalam teknologi. Kimia sebagai ilmu dasar materi dan transformasinya, berperanan penting dalam proses ini dan menjembatani ilmu fisika, material dan hayati. Hanya proses kimia yang telah dicapai melalui efisien yang optimal pada proses produksi dan produk yang berkesinambungan. Ilmuwan dan teknokrat yang menemukan, mengembangkan optimasi proses tersebut. Kepedulian, kreatifitas dan pandangan ke depan mereka sangat dibutuhkan untuk menghasilkan reaksi dan proses kimia dengan efisien.

Kimia hijau disebut juga Kimia Berkelanjutan adalah suatu filosofi penelitian dan rekayasa yang menganjurkan perencanaan suatu produk dan proses untuk meminimalisasi atau meniadakan penggunaan senyawa-senyawa kimia berbahaya bagi kesehatan. Sedangkan Kimia Lingkungan adalah cabang ilmu kimia yang membahas lingkungan hidup dan zat-zat kimia di alam dan Kimia Hijau berupaya mencari cara untuk mengurangi dan mencegah pencemaran lingkungan dari sumbernya.

Sebagai suatu filosofi kimia, Kimia Hijau berlaku untuk Kimia Organik, Kimia AnOrganik, Biokimia, Kimia Analisis dan bahkan Kimia Fisika. Kimia Hijau lebih terfokus kepada terapan pada Industri dan sebenarnya berlaku juga pada cabang Ilmu Kimia Lainnya. Fokus dari Kimia Hijau ini sebenarnya adalah meminimalisasi bahaya dan memaksimalisasi dengan efisien penggunaan bahan-bahan kimia dalam mencapai atau menghasilkan suatu produk.

Pengertian kimia hijau adalah suatu perencanaan untuk mengurangi atau menghilangkan sama sekali penggunaan bahan-bahan kimia berbahaya mulai dari persiapan produksi, proses produksi sampai ke produk yang dihasilkan agar dapat bermanfaat tanpa merusak lingkungan. Untuk dapat tercapainya konsep kimia hijau ini ada beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain :
1.      Meminimalisasi limbah yang dihasilkan
2.      Menggantikan perekasi kimia dengan katalis
3.      Menggunakan bahan-bahan non toksis
4.      Menggunakan bahan baku yang dapat diperbaharui (renewable)
5.      Mengurangi atau me-efisienkan bahan-bahan kimia yang digunakan
6.      Mengurangi atau tidak menggunakan pelarut (bebas pelarut) atau menggunakan pelarut yang dapat di daur ulang

Tidak semua yang di atas itu dapat dilakukan secara bersamaan, akan tetapi ada beberapa hal yang dapat dilakuakan sehingga tujuan dari kimia hijau ini tercapai yaitu dengan mengurangi :
1.      Limbah
2.      Material bahan-bahan toksis
3.      Bahaya
4.      Risiko
5.      Energy
6.      Biaya

Pada tahun 2005, Ryoji Noyori dari Jepang telah mempelopori pengembangan sangat penting dalam Kimia Hijau yaitu penggunaan CO2 superkritis sebagai pelarut, larutan berair Hidrogenperoksida untuk oksidasi bersih dan penggunaan Hidrogen dalam sintesis asimetris. Contoh-contoh terapan Kimia Hijau adalah oksidasi air superkritis, reaksi pada air dan reaksi pada media kering.

Biorekayasa atau bioteknik juga dipandang sebagai suatu teknik yang menjanjikan untuk mencapai tujuan Kimia Hijau. Sejumlah bahan kimia penting dapat disintesis oleh organisme terekayasa. Seperti asan Shikimat, sebuah precursor Oseltamivir yang difermentasi oleh Roche di dalam bakteri.

Istilah Kimia Hijau atau Green Chemistry sendiri diperkenalkan oleh Paul Anastas pada tahun 1991.Kimia Hijau tidak untuk mengatasi masalah lingkungan, tetapi adalah suatu pendekatan untuk mencegah terjadinya polusi dan yang penting adalah untuk memperbaiki lingkungan.

Daftar Pustaka :
-       https://www.oc-praktikum.de/nop/id/articles/pdf/why_id.pdf (diunduh pada 18/08/2018)
-       journal.unj.ac.id/unj/index.php/jrpk/article/download/175/216/ (diunduh pada 18/08/2018)
-          Hidayat, Atep Afia, dan Muhammad Kholil. 2017. Kimia, Industri, dan Teknologi Hijau. Jakarta : Pantona Media.


Penyebab Pencemaran Air


Feralvin Satria Lanusa Hardjanto
@G11-FERALVIN
@ProyekHG06

Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danausungailautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia. Pemanfaatan terbesar danau, sungai, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya berpotensi sebagai objek wisata.

Salah satu penyebab adanya kehidupan di bumi adalah karena tersedianya air yang mendukung kehidupan. Dari informasi yang didapatkan, bahwa faktanya ada sekitar 1,4 triliun kilometer kubik air menutupi bumi (sekitar 71%). Untuk mendukung kehidupan manusia di muka bumi dibutuhkan sumber air yang bersih.

Namun pada kenyataannya sering aktivitas manusia dimuka bumi ini mencemari lingkungan yang menyebabkan air tercemar. Air yang tercemar ini bisa membahayakan kesehatan manusia dan tidak layak untuk dikonsumsi.

Dampak dan penyebab pencemaran air ini perlu untuk diperhatikan agar dimasa yang akan datang, sumber air bersih ini tidak semakin tercemar. Setidaknya ada 7 faktor yang dapat mengakibatkan pencemaran air, diantaranya:

1.      Limbah Industri
Kegiatan manusia yang sudah memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi ini dapat menimbulkan pencemaran air. Seperti yang terjadi pada limbah industri, apabila industri tersebut tidak membangun pembuangan limbah yang sesuai dengan standar yang ada pada peraturan pemerintah mengenai pencemaran lingkungan. Limbah pabrik ini biasanya langsung dibuang begitu saja ke sungai-sungai sekitar. Limbah-limbah yang dibuang tanpa diolah terlebih dahulu ini dapat mencemari lingkungan.  Warga sekitar yang memanfaatkan sungai inilah yang akan menerima dampak dari air sungai yang tercemar limbah industri atau pabrik.

2.      Limbah Rumah Tangga
Limbah rumah tangga ini seperi kotoran manusia, air sisa detergen, sampah yang dibuang ke selokan, parit, hingga sungai. Dengan bertambahnya populasi manusia tentu akan membuat banyaknya limbah rumah tangga yang dibuang ke aliran-aliran air. Aliran air ini biasanya berakhir pada sungai, akibatnya sungai menjadi tercemar limbah. Limbah yang terus menerus dibuang kesungai ini akan terbawa dan bermuara pada laut. Selain sungai, laut pun bisa tercemar dengan adanya limbah-limbah tersebut.

3.      Batubara
Proses pertambangan batubara ini turut menyumbang pencemaran sumber air. Dalam proses pengolahan batu bara ini ketika batubara dibakar maka akan menyebabkan merkuri yang berada dalam batubara terlepas ke lapisan atmosfer dan merkuri ini akan kembali kepermukaan bumi masuk kedalam tanah yang kemudian akan mencemari sumber-sumber air seperti sungai, danau, rawa dan sumber air lainya. Air yang tercemar merkuri ini berbahaya untuk dikonsumsi dan akan menyebabkan penyakit yang serius apabila dikonsumsi secara terus menerus.

4.      Penggunaaan Bahan Peledak dan Racun Untuk Menangkap Ikan
Meskipun sudah ada larangan dari pemerintah mengenai pengguanaan bahan peledak yang mengandung racun untuk menangkap ikan tetapi pada kenyataannya masih ada orang maupun nelayan yang masih melakukannya demi mendapatkan tangkapan ikan yang instan. Namun dibalik itu semua selain menyebabkan induk dan anak ikan dan penghuni air tersebut, penggunaan bahan peledak yang beracun tersebut dapat mencemari air tersebut.

5.      Limbah Nuklir
Percobaan pelepasan nuklir ini dapat menimbulkan pencemaran lingkungan pada perairan seperti lautan. Limbah nuklir ini berupa radioaktif yang sangat membahayakan manusia apabila manusia tersebut mengkonsumsi air yang tercemar dari limbah radiokatif nuklir.

6.      Tumpahan Minyak
Tumpahan minyak ini turut menyumbang pencemaran air. Tumpahan minyak ini biasanya berasal dari pengangkutan minyak dengan kapal-kapal besar yang kecelakaan, terbalik maupun tenggelam pada saat mengangkut minyak tersebut. Seperti yang kita ketahui bahwa air dan minyak ini tidak dapat bersatu. Akibatnya minyak ini akan menutupi permukaan air yang akan menyebabkan terhalangnya sinar matahari untuk menembus permukaan air tersebut. Dengan adanya ini, tentu akan menyebabkan ikan dan tumbuhan karang mati karena kesulitan untuk mendapatkan sinar matahari.

7.      Penggunaan Pestisida Berlebih
Penggunaan pestisida secara tidak bijak dapat menyebabkan beberapa hal, salah satunya adalah pencemaran pada air yang berada disekitarnya. Banyak petani yang menggunakan pestisida dan pupuk kima yang menyebabkan air yang keluar dari sawah tersebut mencemari sumber air disekitarnya. Sumber air ini biasany berupa sungai kecil yang akan bermuara pada sungai. Air yang tercemar pestisida ini akan membahayakan kesehatan manusia jika dikonsumsi secara terus-menerus. Bagi ekosistem air, pestisida ini dapat meracuni organisme dalam air yang akan menyebabkan banyak pengghuni air tersebut mati.

Daftar Pustaka :
-       www.academia.edu/5350480/Jurnal_Pencemaran_Air (diunduh pada 18/08/2018)
-          http://www.rudyct.com/PPS702-ipb/08234/lina_warlina.pdf (diunduh pada 18/08/2018)
-          Hidayat, Atep Afia, dan Muhammad Kholil. 2017. Kimia, Industri, dan Teknologi Hijau. Jakarta : Pantona Media.

Sabtu, 11 Agustus 2018

Komposisi Udara


Feralvin Satria Lanusa Hardjanto
@G11-FERALVIN
@ProyekHG05

Udara merujuk kepada campuran gas yang terdapat pada permukaan bumi. Udara tidak tampak mata, tidak berbau, dan tidak ada rasanya. Kehadiran udara hanya dapat dilihat dari adanya angin yang menggerakan benda. Udara termasuk salah satu jenis sumber daya alamkarena memiliki banyak fungsi bagi makhluk hidup.
Kandungan elemen senyawa gas dan partikel dalam udara akan berubah-ubah dengan ketinggian dari permukaan tanah. Demikian juga massanya, akan berkurang seiring dengan ketinggian. Semakin dekat dengan lapisan troposfer, maka udara semakin tipis, sehingga melewati batas gravitasi bumi, maka udara akan hampa sama sekali.
Apabila makhluk hidup bernapas, kandungan oksigen berkurang, sementara kandungan karbon dioksida bertambah. Ketika tumbuhanmenjalani sistem fotosintesaoksigen kembali dibebaskan.
Udara yang kita hirup sehari-hari selama hidup di dunia ini ternyata bukanlah oksigen murni.  Saat bernapas, tubuh kita mengambil udara dari alam bebas untuk digunakan untuk berbagai keperluan tubuh.  Udara yang masuk ke dalam tubuh mengandung berbagai gas seperti oksigen, karbon dioksida, argon, nitrogen, dan uap air.  Namun tidak menutup kemungkinan terdapat gas lain yang tercapur di dalam udara yang dihirup manusia.

Udara bebas yang digunakan oleh manusia untuk bernapas mengandung gas nitrogen sebesar 78%, mengandung gas oksigen sebesar 20%, mengandung gas argon sebesar kurang dari 1%, mengandung uap air kurang lebih sekitar 1% dan menganding karbon dioksida sebanyak kurang dari 0,1%.  Gas-gas tersebut tercampur dengan baik di dalam udara yang ada di dunia ini.  Jika kita lihat persentasenya maka manusia sebenarnya bernapas dengan menghirup nitrogen, karena sebagian besar gas yang dihirup manusia saat bernapas adalah gas nitrogen.

Komposisi Kandungan Udara yang Digunakan Bernapas oleh Manusia :
1. Nitrogen - 78%
2. Oksigen - 20%
3. Argon - kurang dari 1%
4. Karbon Dioksida - kurang dari 0,1%
5. Uap Air - kurang lebih 1%

Oksigen adalah gas yang paling dibutuhkan manusia saat bernapas.  Oksigen memainkan peranan penting dalam proses perombakan bahan makanan di dalam tubuh.  Tanpa oksigen, manusia akan mati secara perlahan.  Itulah sebabnya mengapa tabung-tabung gas oksigen selalu tersedia di rumah sakit yang ada di sekitar kita.  Di saat tertentu seseorang membutuhkan oksigen dengan alat bantu agar bisa bernapas dengan baik.  Bukan nitrogen, argon, maupun karbon dioksida.  Jika menghirup gas karbon dioksida terus menerus tanpa oksigen yang cukup, maka seseorang bisa mati lemas secara perlahan.

Uap air yang kita hirup berbeda-beda kadarnya antara daerah yang satu dengan daerah yang lain.  Ada tempat-tempat yang memiliki udara yang mengandung banyak uap air, dan ada pula tempat-tempat yang kadar air dalam udaranya sangat rendah.  Air menguap dan bercampur dengan udara yang ada di sekitarnya.  Sebagian uap air akan naik ke atas dan membentuk awan yang nantinya bisa menjadi hujan yang turun ke permukaan bumi.


DAFTAR PUSTAKA :
-       eprints.polsri.ac.id/1800/3/BAB%20II.pdf (diunduh pada 11/08/2018)
-       https://media.neliti.com/media/publications/222256-none.pdf (diunduh pada 11/08/2018)
-       journal.ipb.ac.id/index.php/jurnaltin/article/view/4376/2943 (diunduh pada 11/08/2018)
-       Hidayat, Atep Afia, dan Muhammad Kholil. 2017. Kimia, Industri, dan Teknologi Hijau. Jakarta : Pantona Media.



Jenis dan Penyebab Pencemaran Lingkungan


Feralvin Satria Lanusa Hardjanto
@G11-FERALVIN
@ProyekHG04


Pencemaran Udara
suatu keadaan dimana terdapat substansi fisik, biologi, atau kimia di lapisan udara bumi (atmosfer) yang jumlahnya membahayakan bagi kesehatan tubuh manusia dan mahluk hidup lainnya.
Penyebab Pencemaran Udara
-          Proses pembusukan sampah organik yang mengeluarkan bau busuk ke udara
-          Asap, gas, dan abu vulkanik yang dikeluarkan oleh gunung berapi saat meletus
-          Kebakaran hutan yang terjadi secara alamiah
-          Asap Pabrik
-          Asap Kendaraan Bermotor
-          Pembangkit Listrik

Dampak Pencemaran Udara
-          Mengakibatkan terjadinya gangguan pernapasan bagi manusia karena oksigen tercemar oleh senyawa berbahaya.
-          Menyebabkan terjadinya masalah pada kulit manusia, misalnya kulit kusam, keriput, flek hitam, bahkan kanker kulit.
-          Memicu terjadinya hujan asam, dimana hujan asam tersebut dapat merusak tumbuhan-tumbuhan.

Pencemaran air
merupakan keadaan dimana adanya berbagai zat asing yang masuk ke dalam air dan itu bersifat merusak atau bahan tersebut lebih dikenal sebagai polutan.
Sumber pencemaran air:
-          Limbah industri biasanya dari pabrik
-          Limbah pertanian
-          Limbah rumah tangga
Akibat yang akan muncul dari adanya pencemaran air :
-          Kehidupan organisme dan ekosistem yang ada di dalam wilayah air tercemar tersebut akan mengalami gangguan bahkan kerusakan karena kadar oksigen di dalam air menjadi berkurang drastis.
-          Munculnya pertumbuhan ganggang dan juga tumbuhan air sebagai parasit yang sangat pesat. Hal ini tidak baik karena bisa menganggu berbagai aktivitas manusia misalnya menghambat saat menjaring ikan dan lainnya.
-          Jika terjadi penumpukan limbah atau sampah dalam jumlah cukup besar di dalam air maka bisa menyebabkan pendangkalan air baik itu di danau dan sungai dan hal ini sangat berbahaya terutama jika musim hujan karena bisa menimbulkan banjir.

Pencemaran tanah
masuknya suatu senyawa organik atau anorganik atau makhluk hidup yang dapat menurunkan kualitas tanah dan merusak organisme di sekitarnya.
Pencemaran tanah dapat terjadi akibat terjadinya pencemaran air dan udara. Hal ini karena air dan udara adalah bagian dari tanah. Masuknya polutan ke dalam tanah dapat salah satunya dibawa oleh kedua komponen tersebut.

Pencemaran suara 
Gangguan pada lingkungan yang diakibatkan olehbunyi atau suara yang mengakibatkan ketidaktentraman makhluk hidup di sekitarnya. Pencemaran suara diakibatkan suara-suarabervolume tinggi yang membuat daerah sekitarnya menjadi bising dan tidak menyenangkan.
Pencemaran suara yang bersifat terus-menerus dengan tingkat kebisingan di atas 80 dB dapat mengakibatkan efek atau dampak yang merugikan kesehatan manusia.
Pencemaran radio aktif 
Suatu pencemaranlingkungan yang disebabkan oleh debu radioaktif akibat terjadinya ledakan reaktor-reaktor atom serta bom atom.
Efek yang ditimbulkan oleh radiasi zat radioaktif pada manusia :
-          Pusing-pusing
-          Nafsu makan berkurang atau hilang
-          Kanker darah atau leukimia
-          Meningkatnya denyut jantung atau nadi

Polusi cahaya
"dampak buruk akibat cahaya buatan manusia". Polusi cahaya biasanya berarti intensitas cahayanya terlalu besar.
Penyebab Polusi Cahaya
Polusi cahaya termasuk polusi yang unik, karena hanya disebabkan oleh manusia..
-          Perencanaan yang Buruk
-          Penggunaan yang tidak bertanggung jawab
-          Overpopulasi

Dari berbagai uraian di atas dapat disimpulan bahwa pencemaran lingkungan terjadi karena ulah manusia itu sendiri yang tidak dapat mengolah dan memanfaatkan lingkungan dengan baik.
Dampak pencemaran lingkungan khususnya bagi kesehatan manusia yaitu akan berdampak pada tingkat kekebalan tubuh. Semakin banyak pencemaran yang dilakukan, maka kekebalan tubuh manusia yang berada di sekitar daerah pencemaran akan menurun sehingga tidak jarang manusia saat ini sering terkena penyakit seperti penyakit kulit, penyakit kanker, dll.
Cara penanganan pencemaran lingkungan dilakukan dengan Remediasi dan bioremediasi, yaitu membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Untuk pencemaran udara yaitu mengurangi kendaraan-kendaraan yang cenderung menggunakan bahan bakar yang dapat menyebabkan polusi udara.
DAFTAR PUSTAKA :
-          file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR.../Pencemaran_dan_Kerusakan_Lingkungan.pdf (diunduh pada 11/08/2018)
-          repository.ut.ac.id/4450/1/BIOL4420-M1.pdf (diunduh pada 11/08/2018)
-          e-journal.uajy.ac.id/9204/1/JURNALHK10628.pdf (diunduh pada 11/08/2018)
-          repository.unpas.ac.id/27495/4/G.%20BAB%20II.pdf (diunduh pada 11/08/2018)
-          Hidayat, Atep Afia, dan Muhammad Kholil. 2017. Kimia, Industri, dan Teknologi Hijau. Jakarta : Pantona Media.
-