.

Tampilkan postingan dengan label @G27-CANDRA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @G27-CANDRA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Agustus 2018

PENERAPAN TEKNOLOGI HIJAU


A.    Definisi Teknologi Hijau
Teknologi hijau merupakan integrasi antara teknologi modern dan ilmu lingkungan yang diaplikasikan untuk melestarikan pemenuhan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan di masa depan tanpa merubah lingkungan dan sumber daya alam.
Teknologi hijau bertujuan untuk menemukan dan mengembangkan cara-cara untuk menyediakan kebutuhan bagi manusia tanpa menyebabkan kerusakan lingkungan atau pengurangan sumber daya alam yang cepat di planet bumi.

B.     Penerapan Teknologi Hijau
1.      Teknologi pelestarian sumber air
Bio-Park merupakan salah satu teknologi hijau yang digunakan untuk memperbaiki kualitas sumbersumber air yang tercemar seperti air saluran, sungai dan danau.
Pada saat ini teknologi Roof Top Bio-Park dikembangkan dalam rangka mitigasi pemanasan global yang terjadi di daerah perkotaan. Dalam 5 tahun terahir, teknologi Bio- Park telah diperkenalkan ke Thailand, China dan Brazil melalui bantuan teknik pemeritah Jepang. Karena menggunakan proses ekosistem alami, teknologi Bio-Park merupakan upaya adaptasi dan mitigasi dampak pemanasan global dengan karakteristik sebagai berikut :
a. Menanam vegetasi
b. Memperbaiki kualitas air yang tercemar secara efisien tanpa bahan kimia.
c. Memanfaatkan lumpur sebagai pupuk organic
d. Tidak menghasilkan limbah kimiawi
e. Bio-Park adalah “zero emission System”

2.      Teknologi Pengolahan Air Limbah Domestik
Penerapannya seperti pada Taman Buangan Air Limbah (Wastewater Garden), yaitu teknologi hijau yang digunakan untuk mendaur ulang sisa zat pencemar dari unit pengolahan limbah perumahan, hotel, restoran, atau perkantoran. WWG merupakan 100% ekologis, murah dan mudah dalam pembangunan, pengoperasian dan pemeliharaannya.
Kontribusi penerapan teknologi WWG dalam mitigasi dan adaptasi dampak pemanasan global karena:
a. menanam vegetasi
b. meningkatkan kualitas effluent ke lingkungan tanpa bahan kimia dan peralatan mekanis
c. Ekologis, mudah dan murah

Teknologi WWG dikembangkan oleh Planetary Reef Foundation dan telah berhasil diterapkan di Meksiko, Bali, Bahama, Belize, Perancis, Polandia, Pilpina, Amerika Serikat dan Australia. WWG yang terbesar saat ini adalah Xpu-Ha EcoPark di Meksiko yang dirancang untuk mengolah limbah 1500 pengunjung per hari. Di Indonesia, teknologi WWG telah di uji coba pada beberapa kantor pemerintah daerah dan diterapkan pada beberapa hotel di kawasan Nusa Dua.

3.      Teknologi Lepas Pantai yang Ramah Lingkungan
Finlandia, dikenal senagai negara yang berfungsi sebagai laboratorium untuk solusi lingkungan. Sektor energi terbarukan di negara ini tumbuh lebih dari lima persen oer tahun, dan dari kegiatan ekspornya berhasil mendatangkan devisa. Di Finlandia terdapat sekitar 2.000 perusahaan yang menerapkan teknologi berkelanjutan, sehingga menjadi daya tarik untuk investor. Finlandia bekerjasama dengan Brasil untuk mengembangkan teknologi lepas pantai yang ramah lingkungan, termasuk pembuatan kapal dan pengeboran minyak. Pengembangan Teknologi Hijau di Finlandia berhasil mempekerjakan 50 ribu orang, dan akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2020.

4.      Teknologi Terbarukan
China sebagai negara terpadat di dunia memang berpotensi mengalami kerusakan lingkungan cukup parah karena banyaknya penggunaan sumber daya alam. Untuk mencegah hal itu pemerintah China telah mencanangkan program teknologi yang bisa terbarukan. Akhirnya dengan berbagai usulan, pemerintah China mendirikan bangunan dengan teknologi ramah lingkungan. Bangunan yang dinamai The Sun Moon Mansion ini menjadi bangunan terbesar yang menggunakan energi tenaga surya sebagai sumber energinya. Di sana ada kantor, tempat pelatihan dan tempat konferensi.

5.      Teknologi Green pada Bangunan Berkelanjutan
Konsep green building berupa pemaksimalan fungsi bangunan dalam beberapa aspek, yaitu:
a) Life cycle assessment (Uji AMDAL),
b) Efisiensi Desain Struktur,
c) Efisiensi Energi,
d) Efisiensi Air dan
e) Efisiensi Material.
Green building (juga dikenal sebagai konstruksi hijau atau bangunan yang berkelanjutan) yaitu untuk dapat memenuhi kebutuhan generasi-generasi sekarang maupun generasi berikutnya, mengacu pada proses yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sumber daya yang efisien di seluruh siklus hidup-bangunan: mulai dari penentuan tapak untuk desain, konstruksi, operasi, pemeliharaan, renovasi pembongkaran.
Prinsip-prinsip Sustainable design dan continuously construction dengan memperhatikan low-impact materials,energy efficiency, quality and durability, design for reuse and recycling, biomimicry, service substitution dan renewability.

C.     Daftar Pustaka
Hidayat, Atep Afia dan Kholil,Muhammad.2017.Kimia Industri dan Teknologi Hijau,Jakarta:Pantona Media. 

Neilinda. Teknologi Hijau : Solusi Untuk Pelestarian Sumber Air. Jurnal Spasial. 20-24.

Solikhin, Y. 2013. Green Technology. Dalam : https://yussupsolikhin.wordpress.com/2013/01/23/green-technology/   Diakses pada (25 Agustus 2018 jam 14.00 WIB)

Arfiyanto, D. 2014. Terapan Teknologi Ramah Lingkungan di Beberapa Negara. Dalam : http://dedydwiarfiyanto.blogspot.com/2014/09/terapan-teknologi-ramah-lingkungan-di.html. Diakses pada (25 Agustus 2018 jam 14.00 WIB)

Abduh, M. 2017. Teknologi Green Pada Bangunan Berkelanjutan. Jurnal Seminar Ilmiah Nasional. 15-16.

DEFINISI, INOVASI, STRATEGI, DAN PENERAPAN INDUSTRI HIJAU



A. Definisi Industri Hijau
Industri Hijau dapat didefinisikan sebagai industri berwawasan lingkungan yang menyelaraskan pertumbuhan dengan kelestarian lingkungan hidup, mengutamakan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumberdaya alam serta bermanfaat bagi masyarakat (Permenperin, 2011).

B. Inovasi Industri Hijau
Inovasi industri hijau yang bisa  diterapkan salah satunya dalam bidang efisisensi energi, seperti :

  1. Energi Terbarukan, yaitu pembangkit  listrik atau panas dengan menggunakan sumber energi dari matahari, angin, biomassa, panas bumi atau sumber daya hidro.
  2. Produksi Cleaner, yaitu meminimalkan limbah dan emisi dari proses industri dan memaksimalkan keluaran produk.
  3. Carbon Finance, yaitu menyangkut keuangan karbon yang menyediakan sumber daya keuangan untuk proyek-proyek atau program yang berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) yang diverifikasi dan dijual di pasar karbon global.
  4. Rantai pasok berkelanjutan, yaitu menyangkut  pengelolaan  isu lingkungan dan sosial di seluruh rantai pasok dan menggabungkan standar keberlanjutan antara off-taker dan pemasok,  sekaligus memaksimalkan output produk, serta menyediakan akses untuk membiayai  pemasok kecil.

C. Strategi Industri Hijau

D. Penerapan Industri Hijau
Berikut adalah beberapa contoh penerapan Industri Hijau di sektor industri :
A.    Industri Semen
1. Pemanfaatan biomas sebagai bahan alternatif
2. Pemanfaatan gas panas buang cooler untuk pengeringan material
Contohnya seperti pada tahun 2011 PT Holcim Indonesia Tbk, Cilacap, menerima penghargaan peringkat pertama Industri Hijau yang diserahkan secara langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Penghargaan Industri Hijau diberikan kepada PT. Holcim Indonesia Tbk Cilacap karena perusahaan ini telah melakukan secara terus menerus dan berkesinambungan berinovasi dalam menerapkan prinsip-prinsip industri hijau. Upaya penghematan sumber daya alam secara riil juga terus dilakukan dan menghasilkan sebagian penggantian bahan baku sumber daya alam menggunakan materian sisa industri. Penanganan limbah internal dengan konsep zero waste juga menjadi bagian program kepedulian lingkungan. Kepedulian terhadap lapisan ozon dilakukan melalui komitmen penggantian zat perusak ozon dan penggantian bahan bakar menggunakan biomassa melalui program CDM.

B.     Industri Pupuk
1. Pemanfaatan biodisesel dari limbah rumah tangga untuk BBM forklift
2. Gasifikasi batubara sebagai alternatif bahan baku pengganti gas alam

C.     Industri Pulp dan Kertas
1. Pemanfaatan kulit kayu dari proses debarking untuk bahan bakar pembangkit tenaga listrik
2. Pemakaian black liquor sebagai bahan bakar

E. Daftar Pustaka
Hidayat, Atep Afia dan Kholil,Muhammad.2017.Kimia Industri dan Teknologi Hijau,Jakarta:Pantona Media. 

Sianturi, T. C. 2017. Potensi Bisnis Ramah Lingkungan pada Sektor Industri Hijau. Kementrian Perindustrian Republik Indonesia. 7-10.

Indah. 2013. Penerapan Industri Hijau. Dalam : http://disperindag.jatimprov.go.id/post/detail?content=penerapan-industri-hijau-green-industry .  Diakses pada (25 Agustus 2018 jam 07.46 WIB)

Sabtu, 18 Agustus 2018

Peranan Kimia Hijau di Berbagai Bidang




A.    Deinisi Kimia Hijau 
Kimia hijau ini merupakan pendekatan untuk mengatasi masalah lingkungan baik dari segi bahan kimia yang dihasilkan, proses, ataupun tahapan reaksi yang digunakan.
Bahaya bahan kimia yang dimaksudkan dalam konsep Kimia Hijau ini meliputi berbagai ancaman terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, termasuk toksisitas, bahaya fisik, perubahan iklim global, dan penipisan sumber daya alam.
Pada prinsipnya, Kimia Hijau memanfaatkan pengetahuan kimia yang berlaku untuk proses produksi, penggunaan, dan pembuangan akhir bahan kimia dengan cara meminimalkan penggunaan bahan yang dapat menimbulkan kerusakan pada lingkungan.


B.     Penerapan Kimia Hijau

Ada beberapa peranan kimia hijau yang bisa dilakukan dalam berbagai bidang, antara lain :

ü  Infrastruktur
Senyawa organik yang mudah menguap atau volatile organic compounds (VOC) biasa diidentifikasi sebagai bau sesuatu yang baru dicat, bersifat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Sejak dulu ada cat yang larut dalam air berbentuk bubuk, tetapi tidak mudah didapat. Perusahan cat di Inggris berhasil membuat cat yang sedikit sekali atau tidak mengandung VOC tetapi tetap menarik, misalnya cat yang berbasis pelarut dari tanaman yang tidak berbau, mudah dibersihkan, dan berdaya tutup yang baik.  


ü  Trasportasi

Dikembangkan materi fibre-reinforced plastic (FRP) yang berpotensi untuk berkinerja baik melebihi baik baja maupun alumunium, meskipun saat ini para produser baja dan alumunium telah berhasil memproduksi karoseri mobil yang jauh lebih ringan (Cefic, 2011). Materi-materi FRP belum dapat bersaing secara ekonomis dengan baja dan alumunium sebagai karoseri kendaraan. Masih banyak riset yang harus dilakukan untuk mencari komposit untuk eksterior kendaraan transportasi yang lebih ramah lingkungan (Woinaroschy, 2016).


ü  Energi
Melakukan penghematan energi, yaitu dengan menerapkan golongan materi yang berperan sebagai cairan pemindah panas menerapkan teknologi khusus untuk mencapai kombinasi optimal antara stabilitas, efisiensi dan ekonomi. Dengan telah dikembangkannya materi untuk bahan bangunan yang dapat menunjang penghematan penggunaan energi, maka konsumsi energi alternatif menjadi pertimbangan saat membangun ruang rumah atau gedung dan ini merupakan langkah logis, dengan demikian digunakan panel surya untuk menghasilkan energi listrik alternatif.

ü  Pengelolaan Limbah
Pabrik pengolahan limbah dapat dibangun, yaitu yang dapat menggunakan perlakuan tersier lanjutan melalui teknologi ultrafiltrasi dan reverse osmosis, dapat beroperasi sepanjang waktu untuk menggunakan kembali air limbah dan menghemat sejumlah besar air setiap hari (Woinaroschy, 2016). Air hasil perlakuan kemudian dapat dimanfaatkan untuk kegiatan lain seperti pendinginan AC, penyiraman toilet, hortikultura, konstruksi, dan lain-lain. Salah satu cara pengolahan air limbah sudah diuraikan pada bagian sistem pengelolaan air (Nurdin dkk, 2015)

C.     Daftar Pustaka

Hidayat, Atep Afia dan Kholil,Muhammad.2017.Kimia Industri dan Teknologi Hijau,Jakarta:Pantona Media. 


Anwar, M. 2015. Kimia Hijau/Green Chemistry. Dalam : http://ilmulingkungan.com/apa-saja-dampak-pencemaran-air/.  Diakses pada (18 Agustus 2018 jam 16.00 WIB)


Mustafa, D. 2016. Kimia hijau dan pembangunan kesehatan yang berkelanjutan di perkotaan. 180-182.


Mustafa, D. 2017. Peranan Kimia Hijau Dalam Mendukung Tercapainya Kota Cerdas Suatu Tinjauan Pustaka. 177-178.


Pentingnya Memperhatikan Pencemaran Air di Sekitar Kita



Semakin meningkatnya kepadatan penduduk serta perkembangan sektor industri yang ditandai dengan tumbuh pesatnya jumlah pabrik di samping berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, ternyata juga berdampak negatif terhadap lingkungan, terutama dalam hal pencemaran air. Ada beberapa poin yang perlu diperhatikan agar kita lebih peduli dengan adanya pencemaran air.

A. Definisi Pencemaran Air
Dalam UU No 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan PP RI No 82Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Airdan Pengendalian Pencemaran Air yang dimaksud dengan Pencemaran Air adalah masuknya atau dimasukkannya  makluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia, sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukkannya.

B. Jenis Pencemaran Air
Ada beberapa jenis pencemaran menurut ahli sebagai berikut:
1.      Pencemaran Mikroorganisme Air
Beberapa mikoorganisme yang tidak kasat mata mampu mencemari air seperti virus, bakteri, kuman, protozoa dan parasit kerap kali juga mampu membuat pencemaran pada air.
2.      Pencemaran dari Bahan Arnorganik Nutrisi Tanaman
Pencemaran ini  terjadi akibat penggunaan pupuk kimia yang mempunyai dampak negatif yaitu dapat mencemari air di sungai, danau hingga laut dengan menggunakan zat fosfat yang ada di dalam pupuk tersebut.
3.      Pencemar Bahan Kimia Anorganik
Adanya berbagai bahan kimia anorganic (logam, garam, dan asam) di dalam air dapat membuat rasa dari air tersebut berubah dan sangat disarankan untuk tidak dikonsumsi.
4.      Pencemar Bahan Kimia Organik
Bahan kimia organic yang sering digunakan oleh banyak orang misalnya saja deterjen, minyak, pestisida, larutan pembersih dan pestisida jika terlarut dalam air juga bisa menyebabkan kematian pada ikan yang hidup di air tersebut.

C. Dampak Pencemaran Air
·   Penurunan kualitas lingkungan, seperti banyaknya ikan yang mati karena kekurangan kadar oksigen, penguraian polutan pada air tanah sangat sulit, dan membahayakan kehidupan dilaut.
  • Mengganggu kesehatan karena air limbah yang tidak dikelola dengan baik dapat mengandung bibit penyakit.
  • Polusi air yang berat dapat menyebabkan polutan meresap ke dalam air tanah yang menjadi sumber air untuk kehidupan sehari-hari seperti mencuci, mandi, memasak, dan untuk air minum. Air tanah yang sudah tercemar akan sulit sekali untuk dikembalikan menjadi air bersih.
  • Mengganggu pemandangan karena sudah tercemar.
  • Mempercepat proses kerusakan benda, seperti adanya sebagian air limbah yang mengandung zat yang dapat diubah oleh bakteri anaerob menjadi gas yang dapat merusak seperti H2S. Gas ini dapat mempercepat proses perkaratan pada besi. 
 D. Menanggulangi Pencemaran Air
  1. Pengaturan tata ruang yang baik dengan mempertimbangkan beban lingkungan yang akan muncul jika ruangannya sudah dipakai.
  2. Melaksanakan standart buangan mengacu pada standard baku mutu
  3. Perlindungan sumber air meliputi perlindungan daerah resapan air dengan cara pembatasan bangunan, pelarangan penebangan hutan dan pembukaan hutan, penguasaan sumber-sumber air oleh individu atau pengambilan yang berlebihan, perlindungan dari pencemaran baik oleh domestik maupun oleh Industri.
  4. Monitoring dan evaluasi yang akurat dan kontinu.
  5. Membuat kelompok sadar lingkungan dan lembaga  swadaya masyarakat.
  6. Teknologi pengolahan limbah
Dengan melihat beberapa poin mengenai pencemaran air tersebut, apakah kita harus membiarkan ini terus menerus sehingga alam kita rusak dan anak cucu kita tidak bisa menikmati air yang layak?
Ayo kita jaga lingkungan air disekitar kita untuk masa depan anak cucu kita.

Daftar Pustaka
Hidayat, Atep Afia dan Kholil,Muhammad.2017.Kimia Industri dan Teknologi Hijau,Jakarta:Pantona Media. 

Sari, Maya. 2016. Pencemaran air. Dalam : https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/hidrologi/pencemaran-air.  Diakses pada (18 Agustus 2018 jam 16.00 WIB)

Setiawan, H. 2018. Apa saja dampak pencemaran air. Dalam : http://ilmulingkungan.com/apa-saja-dampak-pencemaran-air/.  Diakses pada (18 Agustus 2018 jam 16.00 WIB)

Herlambang, A. 2006. Pencemaran air dan strategi penanggulangannya. JAI2, 20-27.

Sabtu, 11 Agustus 2018

DAMPAK BURUK PENCEMARAN UDARA




Pencemaran udara merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan dengan baik, mengingat banyaknya dampak buruk yang ditimbulkan jika pencemaran udara dibiarkan begitu saja. Ada beberapa poin penjelasan dibawah ini agar kita lebih paham tentang pencemaran udara.
  
A. Pencemaran Udara dan Polutan Udara
Pencemaran udara adalah masuknya atau dimasukkannya zat, energi dan atau komponen lain ke dalam udara oleh kegiatan manusia, sehingga mutu udara turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan atau mempengaruhi kesehatan manusia.
Sedangkan yang dimaksud polutan udara adalah segala bahan padat, gas, cair, panas, mikroorganisme yang ada di udara dan dapat menimbulkan gagguan terhadap kualitas kehidupan.

B. Penyebab Pencemaran Udara
Terdapat beberapa penyebab terjadinya pencemaran udara, antara lain :
Ø  Polutan yang disebabkan faktor alam, misalnya erupsi gunung merapi.
Ø  Dampak samping dari berbagai aktivitas manusia, mulai dari kegiatan industri, transportasi dan rumah tangga, seperti aktifitas pedagang sate, membakar samapah, dak aktifitas yang menimbulkan poluai lainnya.
Ø  Aktivitas industri yang menggunakan batubara atau bahan bakar fosil lainnya sebagai sumber energi.

C. Dampak Pencemaran Udara
Dampak yang ditimbulkan daru pencemaran udara yaitu : 
Ø  Dampak terhadap kesehatan manusia
Pada tingkat konsentrasi tertentu zat-zat pencemaran udara dapat berakibat langsung pada kesehatan manusia, dimulai iritasi saluran pernafasan, iritasi mata dan alergi kulit sampai timbulnya kanker paru.
Ø  Dampak terhadap kesehatan flora
Adanya gangguan yang nampak secara visual seperti perusakan zat hijau daun, daun bintik-bintik, penurunan hasil panen.
Ø  Dampak terhadap kesehatan fauna
Berpengaruh langsung terhadap vegetasi dan biota perairan hingga menjalar pada hewan-hewan melalui rantai makanan.
Ø  Dampak terhadap material
Timbulnya karat pada permukaan logam, yang menyebabkan terlepas dan hilangnya material.
Ø  Dampak terhadap terjadinya hujan asam

D. Solusi Pencemaran Udara
Solusi pencemaran udara merupakan perpaduan antara :
  • Reboisasi
  • Menggunakan kendaraan umum
  • Bersepeda
  • Tidak merokok
  • Menggunkan energi ramah lingkungan
  • Merawat mobil agar asap kendaraannya tidak mengganggu lingkungan
  • Gerakan menanam pohon

E. Daftar Pustaka
Hidayat, Atep Afia dan Kholil,Muhammad.2017.Kimia Industri dan Teknologi Hijau,Jakarta:Pantona Media. 

Budiyono, Afif. (2001). Dampak pencemaran udara pada lingkungan. Berita Dirgantara, 2, 21-26.

Irulkun. 2017.  Cara mudah mengurangi polusi udara di lingkungan sekitar. Dalam : http://futureloka.com/cara-mengurangi-polusi-udara/. Diakses pada (18 Agustus 2018 jam 09.22 WIB)


·

KIMIA LINGKUNGAN : STUDI PENCEMARAN



A. Kimia Lingkungan dan Ahli Kimia Lingkungan
Kimia lingkungan merupakan bidang ilmu yang mempelajari proses kimia dalam lingkungan yang dipengaruhi oleh aktivitas manusia. Para ahli kimia lingkungan berupaya memonotor kondisi udara, perairan dan tanah, antara lain untuk mempelajari bagaimana bahan kimia tertentu mengkontaminasi lingkungan baik secara kontak atau sistemik, secara umum dikaji juga bagaimana aktivitas manusia mempengaruhi lingkungan.

B. Pencemaran Lingkungaan

Pengertian pencemaran lingkungan dalam Pasal 1 angka 1 UUPPLH adalah masuk atau dimasukannya makhluk hidup, zat, energi, dan/ atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan.

Konsep umum pencemaran yang meliputi jenis, sumber, tingkat, serta kadar pencemaran dan ambang batas, pencemaran suara, air, udara, dan tanah, konsep sampah dan limbah air, serta pembuangannya, baku mutu emisi dan ambient, dan pengukuran tingkat pencemaran.

C. Jenis Pencemaran Lingkungan
Terdapat berbagai macam jenis pencemaran, yaitu :
  • Pencemaran Udara
  • Pencemaran Air
  • Pencemaran Tanah 
  • Pencemaran Suara
  • Pencemaran Radioaktif
  • Pencemaran Udara
D. Dampak Pencemaran Lingkungan 
Adapun dampak yang ditimbulkan dari pencemaran lingkungan, yaitu :
  • Terganggunya keseimbangan lingkungan
    • Ketika terjadi pencemaran maka akan banyak pihak yang terganggu, bukan hanya manusai namun juga binatang hingga tumbuh- tumbuhan.
  • Punahnya berbagai spesies flora dan fauna
  • Berkurangnya kesuburan tanah
    • Ketika penggunaan insektisida ini berlebihan, maka hal ini akan mencemari tanah. Akibatnya tanah akan kehilangan kesuburannya sedikit demi sedikit dan produktivas tanah dapat terganggu.
  • Meledaknya pertumbuhan hama
  • Menyebabkan terjadinya lubang ozon
  • Terjadi pemekatan hayati
  • Menyebabkan keracunan dan penyakit

E. Daftar Pustaka

Hidayat, Atep Afia dan Kholil,Muhammad.2017.Kimia Industri dan Teknologi Hijau,Jakarta:Pantona Media.

Rokhani, S. A. (2015). Pengendalian pencemaran lingkungan akibat limbah industri pengelolahan mie soun di Kecamatan Tulung Kabupaten Klaten. Jurnal Ilmu Hukum, 8-9.

Fatma, Desy. 2018. Fenomena Alam. Dalam : https://ilmugeografi.com/fenomena-alam/dampak-pencemaran-lingkungan. Diakses pada (18 Agustus 2018 jam 09.22 WIB)

KIMIA INDUSTRI


A. Deinisi Mengenai Industri 
Industri adalah usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Usaha perkaitan dan juga reparasi adalah bagian dari industri. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi juga dalam bentuk jasa.

B. Kimia Industri atau Industri Kimia
  • Kimia industri atau bisa disebut Proses Industri Kimia merupakan proses yang terjadi dalam industri kimia, perhitungan yang menyertai proses-proses berhubungan dengan banyaknya zat yang terlibat, maupun jumlah panas yang dibebaskandalam proses tertentu.
  • Sedangkan Industri kimia merupakan pengembangan, optimasi dan monitoring proses kimia dasar yang digunakan dalam industri untuk mengubah bahan baku dan prekusor menjadi produk komersial yang berguna bagi masyarakat. 
C. Pengelompokan Industri Kimia
Pengelompokan industri kimia menurut situs web ECI (2013) terdapat 4 kelompok, yaitu : 
  • Industri Kimia Dasar
    • Bahan Petrokimia
      • Industri petrokimia secara umum dapat didefinisikan sebagai industri yang berbahan baku utama minyak dan gas bumi. Indonesia mempunyai sumber yang potensial untuk pengembangan klaster industri petrokimia yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Produk petrokimia merupakan produk strategis karena merupakan bahan baku bagi industri hilirnya.
    • Bahan Polimer
    • Bahan Dasar Organik
  • Bahan Kimia Kusus
  • Bahan Kimia Konsumen
  • Ilmu Kehidupan
Sedangkan pengelompokan industri kimia menurut Kementrian Perindustrian Republik Indonesia yaitu :
  • Industri Kimia Hilir
    • Industri yang mengolah barang setengah jadi menjadi barang jadi sehingga barang yang dihasilkan dapat langsung dipakai atau dinikmati oleh konsumen.
  • Industri Kimia Hulu
    • Industri yang hanya mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi.
D. Lingkungan Sekitar Industri Kimia 
Terdapat contoh nyata dari isu lingkungan sekitar industri kimia, seperti :
  • Industri petrokimia di Kanada (IC, 2011) menimbulkan masalah bau dari polusi bahan kimia, pelepasan bahan kimia beracun, penambahan konsentrasi gas rumah kaca, dan akibat lainnya ang menimbulkan kerugian dilingkungan sekitar industri. Rata-rata kejadian ini di alami negara manapun.
Industri Kimia menimbulkan beragam persoalan lingkungan terbesar seperti menebarkan lebih dari 1,5 juta ton polutan keudara dan industri kimia mengelola bahan kimia yang bersifat racun.

Dengan demikian, perlu adanya tindakan dalam mengendalikan pencemaran lingkungan oleh industri kimia dan industri lainnya.


E. Daftar Pustaka

Hidayat, Atep Afia dan Kholil,Muhammad.2017.Kimia Industri dan Teknologi Hijau,Jakarta:Pantona Media.

Sulistyono. Penggunaan produk plastik dari petrokimia dengan bahan dasar minyak dan gas bumi manaat dan bahayanya bagi kesehatan dan lingkungan. Forum Teknologi, 06, 90-91.

Wikipedia.2018. Klasifikasi Industri. Dalam : https://id.wikipedia.org/wiki/Kategori:Klasifikasi_Industri. Diakses pada (18 Agustus 2018 jam 09.22 WIB)