.

Senin, 05 Oktober 2020

                                               PENCEMARAN AIR PADA LINGKUNGAN

 

Oleh: Ananda Farhan ( @S04-Ananda )

 


Abstrak

 

Keadaan air sekarang ini sangat memprihatinkan,beberapa masalah yang terjadi karena ulah manusia yaitu menjadikan suatu sungai menjadi tempat pembuangan sampah rumah tangga dan tempat pembuangan limbah industri yang semakin banyak di jumpai di pinggir-pinggir desa.padahal fungsi sungai adalah sebagai pengaliran air dan jalan air menuju ke laut sebagai resapan. Sungai merupakan nadi kepada kehidupan. Sejarah awal tamadun manusia bermula disepanjang lembangan sungai. Menyedari interaksi yang penting antara sungai danhidupan manusia ini, seharusnya penilaian perlu dibuat agar sumber alam ini diuruskansebaik mungkin dan memberi manfaat yang berguna untuk seluruh hidupan. Pencemaransungai sedikit sebanyak akan menjejaskan dan mengganggu aktiviti kehidupan manusiauntuk mendapatkan bekalan air minuman dan juga untuk kegunaan domestik yang lainSuatu sumber asli dikatakan mengalami pencemaran apabila berlakunya perubahankepada kualitinya. Pencemaran air adalah disebabkan oleh gabungan pelbagai jeniskomponen alam sekitar seperti organisma, bahan organik, bahan bukan organik dan lain-lain. Kebiasaannya pencemaran sungai adalah dihasilkan daripada aktivi-aktiviti manusiayang menjadi punca kepada pencemaran air yang berlaku seperti berikut :· Agen pembawa penyakit (patogen)Organisma seperti bakteria, virus, protozoa dan parasit merupakan contoh agen penyakityang memasuki air melalui air kumbahan domestik dan juga bahan cernaan manusia dan hewan.

 

Kata kunci : Limbah; Pencemaran; Sungai

 

PENDAHULUAN

 

Dalam kehidupan sehari-hari makhluk hidup tidak bisa terlepas dengan airkarena air merupakan salah satu kebutuhan makhluk hidup  yang sangat vital.

Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan umat manusia dan makhluk hidup lainnya, dan fungsinya bagi kehidupan tersebut tidak akan dapat digantikan oleh senyawa lainnya. Hampir semua kegiatan yang dilakukan manusia membutuhkan air, mulai dari membersihkan diri (mandi), membersihkan ruangan tempat tinggalnya, menyiapkan makanan dan minuman sampai dengan aktivitas-aktivitas lainnya.

Dalam jaringan hidup, air merupakan medium untuk berbagai reaksi dan proses ekskresi. Air merupakan komponen utama baik dalam tanaman maupun hewan termasuk manusia. Tubuh manusia terdiri dari 60-70% air, transportasi zat-zat makanan dalam tubuh semuanya dalam bentuk larutan dengan pelarut air. Juga hara-hara dalam tanah hanya dapat diserap oleh akar dalam bentuk larutannya. Oleh karena itu kehidupan ini tidak mungkin dapat diprtahankan tanpa air. (Ahmad R, 2004)

Secara garis besar air sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup untuk kepentingan dan kelangsungan hidupnya. Oleh karena itu janganlah merusak atau mencemarkan lingkungan ini karna akibatnya akan fatal bagi kehidupan. Seharunya kita menjaganya agar air yang ada dilingkungan akan selamanya bersih dan berguna bagi hidup ini. Masalah pencemaran air misalnya, selain menyebabkan gangguan estetis   (keindahan), berkurangnya sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pada tahap tertentu bahkan dapat menyebabkan penurunan kualitas kesehatan masyarakat.      

Mengingat berbagai permasalahan penting di atas maka perlu dilakukan berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan masalah pencemaran air. Upaya-upaya tersebut setidaknya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi harus pula didukung oleh lembaga-lembaga masyarakat, kalangan pendidikan serta masyarakat umum.

 

Permasalahan

 

Definisi pencemaran air menurut surat Keputusan Mentri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup Nomor: KEP-02/MENKLH/1/1988 Tentang Penetapan Baku Mutu Lingkungan adalah: masuk atau dimasukkan makhluk hidup, zat,energi, dan atau komponen lain ke dalam air dan atau berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, sehingga kualitas air turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan air menjadi atau sudah tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (pasal 1). Sedangkan menurut KBBI  Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. 

 

Dalam pasal 2, air pada sumber menurut kegunaan/peruntukannya digolongkan menjadi:

1)    Golongan A, yaitu air yang dapat digunakan sebagai air minum secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu.

2)   Golongan B, yaitu air yang dapat dipergunakan sebagai air baku untuk diolah sebagai air minum dan keperluan rumah tangga.

3)   Golongan C, yaitu air yang dapat dipergunakan untuk keperluan perikanan dan peternakan.

4)   Golongan D, yaitu air yang dapat dipergunakan untuk keperluan pertanian, dan dapat dimanfatkan untuk usaha perkotaan, industri, dan milik Negara

 

Secara garis besar, ada dua tipe polutan yang masuk ke dalam perairan yaitu: pertama, zat yang memperkaya perairan sehingga merangsang pertumbuhan mikroorganisme dan alga, dan yang kedua adalah materi-materi yang bersifat racun sehingga dapat membunuh mikroorganisme yang hidup dalam air. Zat yang memperkaya perairan pada umumnya sampah organik yang dibuang oleh manusia dan terbawa ke perairan, kotoran dan deterjen. Pencemaran air dapat diklasifikasikan menjadi tiga tipe yaitu;

1)    Pencemaran kimia berupa senyawa karbon dan senyawa anorganik.

2)   Pencemaran fisika yang dapat berupa materi terapung dan materi tersuspensi,

3)   Pencemaran biologi yang dapat berupa mikroba phatogen, lumut dan tumbuh-tumbuhan air.

 

PEMBAHASAN

Penyebab Pencemaran Air

Pencemaran air saat ini sudah semakin meresahkan, bahkan banyak menimbulkan kelangkaan air bersihAda beberapa penyebab pencemaran air, yakni:

1)   Limbah

Salah satu penyebab pencemaran air adalah pembuangan limbah dari hasil industri dan limbah rumah tangga . Limbah pabrik mengandung zat beracun mencakup unsur-unsur seperti timbal, merkuri, nitrat dan sulfat. Zat kimia ini cukup berbahaya bagi manusia maupun hewan air. Limbah pemukiman mengandung limbah domestik yang berupa sampah organik dan sampah anorganik serta deterjen. Air yang terkontaminasi limbah pemukiman membuatnya tidak layak untuk dikonsumsi lagi, selain itu air yang terkontaminasi juga akan meningkatkan suhu pada air sehingga membuat flora dan fauna air susdah untuk bertahan hidup.

2)   Sampah dan Kotoran

Inilah yang seringkali menjadi penyebab utama pencemaran air. Kurangnya kesadaran masyarakat serta pemukiman manusia yang memenuhi sepanjang tepi sungai mengakibatkan sungai menjadi tempat pembuangan sampah dan kotoran.

3)   Kendaraan Bermotor

Jutaan kendaraan bermotor berjalan dan melepaskan asap beracun setiap hari. Ketika dilepaskan ke udara, hal ini mengakibatkan kontak dengan uap air di udara dan menjadi asam korosif ringan seperti asam klorida dan asam sulfat. Setelah itu hal ini kembali lagi sebagi hujan asam. Asam diserap oleh tanah dan bercampur dengan air tanah yang mengakibatkan pencemaran air.

4)   Tumpahan Minyak

Seiring dengan ramainya lalu lintas di lautan, tumpahan minyak telah menjadi hal yang sangat umum. Ada  banyak contoh kapal tanker besar yang menumpahkan jutaan galon minyak di laut. Minyak yang tumpah  dan menyebar membuat kehidupan laut dan taman susah mendapatkan sinar matahari dan udara yang tepat. Hal ini menyebabkan beberapa spesies air yang terancam kepunahannya.

5)   Batu Bara

Ketika batu bara dibakar, hal itu mengarah pada pelepasan merkuri ke atmosfer. Merkuri ini beralih kembali ke permukaan bumi dan memasuki sungai, danau dan air dalam tanah. Pada akhirnya, ha ini dapat mencemari air dan tidak layak untuk digunakan bahkan dapat sangat berbahaya jika dikonsumsi ibu hamil dan bayi.

6)   Limbah Pertanian

Pupuk dan pestisida biasa digunakan para petani untuk merawat tanamannya. Namun pemakaian pupuk dan pestisida yang berlebihan dapat mencemari air.

Limbah pestisida mempunyai aktifitas dalam jangka waktu yang lama dan ketika terbawa aliran air keluar dari daerah pertanian, dapat mematikan hewan yang bukan sasaran seperti ikan, udang dan hewan air lainnya.

 

   C.   Dampak dan Bahaya Air yang Tercemar

Tercemarnya air memberikan banyak dampak merugikan bagi lingkungan, kesehatan manusia, dan berbagai makhluk hidup di bumi. Dampak pencemaran air yaitu:

1)   Dampak pencemaran air terhadap kehidupan biota air

Banyaknya zat pada pencemaran air limbah akan menyebabkan menurunnya kadar oksigen terlarut dalam air tersebut. Sehingga mengakibatkan kehidupan dalam air membutuhkan oksigen terganggu serta mengurangi perkembangannya.

Seiring dengan pencemaran air, hal ini akan mematikan kehidupan makhluk hidup yang berada disana. Banyaknya limbah industri seperti pabrik, rumah sakit, limbah logam berat membuat sungai yang dulunya menjadi tempat tinggal ikan menjadi tercemat dan membuat ikan-ikan tersebut mati. Selain itu populasi fitoplankton yang menjadi dasar utama kehidupan perairan lama-kelamaan akan punah, ini dapat berakibat buruk bagi ekosistem di lautan.

2)   Dampak negatif pencemaran air terhadap kualitas air tanah

a)   Timbulnya endapan, koloid dan Bahan Terlarut : Endapan, koloid dan bahan terlarut berasal dari bahan-bahan buangan industri, obat-obatan, dan pupuk pertanian. Bahan tersebut dapat menghalangi cahaya matahari ke perairan sehingga proses fotosintesis tumbuhan air terganggu. Jika bahan industri berupa logam berat, seperti air raksa, kadmium, dan timbel, maka logam tersebut dapat diserap oleh tumbuhan air. Di dalam tubuh tumbuhan, logam tersebut tidak dapat diuraikan dan menumpuk di dalam jaringan lemak tubuh. 

b)   Perubahan tingkat keasaman (pH) : Tingkat keasaman (pH) optimal untuk kehidupan organisme antara 6,5-7,5. Limbah industri, rumah tangga, dan pertanian di perairan akan memengaruhi konsentrasi ion-ion hidrogen sehingga pH air akan berubah. Mungkin di atas 7,5 atau dibawah 6,5. Hal ini akan mengganggu kehidupan organisme akuatik.

c)   Perubahan warna, bau, dan rasa : Syarat air yang dapat dimanfaatkan manusia adalah tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Dengan adanya buangan limbah industri yang terlarut dalam air maka air di perairan menjadi berwarna, berbau, dan berasa. Sering kali limbah industri yang berwarna dan berbau itu mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi organisme akuatik. Selain itu, bau juga dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang yang tinggal

3)   Dampak pencemaran air terhadap kesehatan

Penyakit yang ditimbulkan dari pencemaran air tersebut beraneka ragam. Tak jarang karena sulitnya air bersih menimbulkan sebagian orang terpaksa mengkonsumsi air yang telah tercemar limbah pabrik dan logam berat. Ini akan menimbulkan penyakit dan kerusakan organ-organ tubuh khususnya organ pencernaan. Selain itu air digunakan sebagai media untuk mandi dan mencuci. Ini juga akan menimbulkan penyakit kulit akibat menggunakan air yang tercemar tersebut.

 

 

    D.  Cara Mencegah Pencemaran Air

Agar terhindar dari krisis air dan pencemaran air, maka kita perlu mencegah terjadinya hal itu, yaitu:

1)   Gunakan air dengan bijaksana.

Kurangi penggunaan air untuk kegiatan yang kurang berguna dan gunakan dalam jumlah yang tepat. Dengan menggunakan air seperlunya maka kita tidak akan membuang-buang air sehingga tidak terjadi krisis air.

2)   Kurangi penggunaan detergen.

Gunakanlah detergen dengan secukupnya dan jangan membuang limbah detergen sembarangan yang mengarah ke sungai, danau, dsb. Sebisa mungkin pilihlah detergen yang ramah lingkungan dan dapat terurai di alam secara cepat.

3)   Kurangi konsumsi obat-obatan kimia berbahaya.

Obat-obatan kimia yang berbahaya seperti pestisida (yang digunakan para petani), dan obat nyamuk cair merupakan salah satu penyebab rusaknya ekosistem air.

4)   Tidak menggunakan sungai untuk mencuci mobil, truk, dan sepeda motor.

Dengan menggunakan sungai untuk mencuci otomatis bahan-bahan kimia dari sabun pencuci akan mengalir ke sungai dan menyebabkan pencemaran air.

5)   Jangan membuang sampah rumah tangga di sungai/danau.

Dengan membuang sampah rumah tangga di sungai/danau hal itu akan menyebabkan sampah tertumpuk di sungai dan dapat menyebabkan pencemaran air bahakan banjir dan erosi. Sebaiknya kelola sampah rumah tangga dengan baik dan usahakan menanam pohon di pinggiran sungai/danau.

6)   Tidak buang air di sungai

Buang air kecil dan air besar sembarangan adalahperbuatan yang salah. Kesan pertama dari tinja atau urin yang dibuan sembarangan adalah bau dan menjijikan. Tinja juga merupakan medium yang paliang baik untuk perekembangan bibit penyakit dari yang ringan sampai yang berat, oleh karena itu janganlah buang air besar sembarangan khususnya di sungai.

 

 

  Kesimpulan

(1)  Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal. Salah satunya penyebab pencemaran air adalah aktivitas manusia yang menciptakan limbah (sampah) pemukiman atau limbah rumah tangga. Selain itu pencemaran air juga disebabkan dari limbah industri yang dibuang sembarangan di sungai, selokan, laut, dan lain-lain. Hal itu mengakibatkan terjadinya bencana banjir, erosi, tanah longsor, dan lain-lain.

(2)  Pencemaran air merupakan masalah yang sangat serius dan memerlukan kerjasama semua pihak untuk menangani masalah ini supaya kita mendapat sumber air yang bersih dan dapat hidup dalam persekitaran yang tiada pencemaran air. Langkah-langkah yang tertentu perlu dijalankan sepanjang tahun supaya dapat mencapai tahap yang lebih efektif. Oleh itu,semua pihak termasuk pihak individu ataupun pihak kerajaan,kita semua perlu berusaha mengatasi masalah ini bersama dan seterunya mencapai Wawasan 2020.

 

Daftar Pustaka

 

·         https://keluhkesahilmu.blogspot.com/2016/06/karya-ilmiah-tentang-pencemaran-air.html

·         https://artikelsiana.com/dampak-pencemaran-air-dampak-air/

·         http://rahmankesling.blogspot.com/2012/12/pencemaran-air-dan-cara-mengatasinya.html

 

 

Minggu, 04 Oktober 2020

 PERAN KIMIA DALAM BAHAN MAKANAN

Oleh: Yulfara Kartini (@R01-Yulfara)

ABSTRAK

Latar belakang pada artikel ini yaitu kurangnya pemahaman orang-orang tentang ilmu kimia. Hal ini menyebabkan sebagian besar orang masih mengganggap bahwa bahan kimia berbahaya seperti untuk pembuatan bom. Artikel ini disusun bertujuan agar orang-orang mengetahui bahwa bahan kimia banyak memberikan manfaat untuk kehidupan sehari-hari. Bahan-bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari dapat ditemukan pada zat pewarna, pemanis, pengawet, dan penyedap makanan. Penambahan zat kimia pada makanan terbukti dapat memperbaiki rasa dan tekstur, meningkatkan nilai gizi, serta memperpanjang masa simpan. Bahan kimia akan memberikan manfaat jika digunakan dengan takaran yang sesuai dan tidak melebihi ambang batas. Segala sesuatu tidak akan baik jika digunakan secara berlebihan.

 

Keywords: Bahan kimia, Pewarna, Pemanis, Pengawet.

 

PENDAHULUAN

Kimia adalah ilmu yang mempelajari susunan, struktur, sifat, perubahan, serta energi yang menyertai perubahan suatu materi. Kimia merupakan bagian dari segalanya dalam kehidupan kita. Banyak yang menganggap ahli kimia sebagai ilmuan yang mencampur berbagai cairan aneh dalam laboratorium, namun kenyataannya kita semua adalah ahli kimia. Ketika mendengar kata kimia, banyak orang yang mengaitkan hanya dengan hal yang berbahaya seperti bom. Kesalahpahaman ini tentu harus diluruskan. Bahan kimia bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan dimanfaatkan dengan cara yang tepat. Namun, pada kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat dipisahkan dari penggunaan bahan kimia.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan banyak yang telah meneliti manfaat dari bahan kimia. Kini banyak ditemukan bahan kimia yang diproses menjadi bahan yang lebih berguna bagi kehidupan manusia. Semua jenis makanan dapat awet dalam waktu tertentu karena adanya zat yang dapat mengawetkan. Ada pula rasa dari makanan yang beraneka ragam karena adanya tambahan perasa yang yang diberikan pada makanan. Karena fungsinya hanya sebagai tambahan, maka pasti dalam kegunaannya ada batas ukuran sehingga tidak membahayakan kesehatan manusia. Oleh karena itu, penulis tertarik menyusun tentang manfaat zat kimia sebagai bahan tambahan pembuatan makanan.

PEMBAHASAN

Adanya bahan kimia dalam makanan sudah menjadi hal yang biasa seperti pewarna, pemanis, penyedap serta pengawet. Bahan tambahan makanan ini ada yang berasal dari produk alami seperti pemanis dari gula, pewarna dengan kunyit, penyedap dengan garam. Bahan tambahan makanan juga ada yang terbuat dari zat kimia buatan atau sintetis.

Bahan makanan yang diberi tambahan zat kimia berpotensi menimbulkan bahaya jika dikonsumsi secara berlebihan. Namun, apabila dikonsumsi sesuai takaran akan memberikan efek kesehatan bagi tubuh. Produk-produk makanan yang menggunakan bahan kimia harus melalui pengawasan agar layak untuk dikonsumsi. Bagan organisasi badan pengawas obat dan makanan (BPOM) merupakan badan yang bertugas melakukan pengawasan obat dan makanan yang beredar di Indonesia. Ada beberapa contoh tambahan makanan antara lain:

A.     Zat Pewarna

Zat ini bertujuan untuk memperbaiki atau memberi warna pada makanan agar lebih menarik. Namun pemberian warna dilarang jika dipergunakan untuk menutupi kekurangan, seperti makanan yang basi dan diberi warna kembali. Karena ini dapat membahayakan kesehatan. Zat pewarna dibagi menjadi 2 macam, yaitu zat pewarna alami dan zat pewarna sintetis.

1.       Zat Pewarna Alami

Dalam kehidupan sehari-hari sudah jarang menggunakan zat pewarna alami, terlebih bagi mereka yang mempunyai usaha makanan dengan skala besar. Karena pigmen yang dihasilkan zat pewarna alami kurang menarik dan penggunaannya yang kurang praktis.

2.       Zat Pewarna Sintetik

Kita banyak menjumpainya dalam makanan instan. Jika dilihat dari segi penampilan warnya yang ditampilkan lebih menarik. Berikut ada beberapa contoh zat pewarna sintetis yang diijinkan oleh PerMenKes RI No. 722/Menkes/Per/IX/1988:

a.   Brilliant Blue, dapat ditemukan pada es krim dan jelly.

b.   Coklat HT, dapat ditemukan pada minuman ringan atau makanan cair.

c.   Eritrosin, dapat ditemukan pada es krim dan udang kalengan.

d.   Hijau FCF, dapat ditemukan pada buah pear kalengan.

e.   Indigotin, dapat ditemukan pada es krim dan yogurt beraroma.

 

B.      Zat Pemanis

Zat ini merupakan bahan yang digunakan agar makanan mempunyai rasa manis. Gula bukan merupakan zat adiktif pemanis, karena gula merupakan sumber energi atau kalori bagi tubuh. Berbeda halnya dengan zat pemanis sintetis, seperti sakarin, siklamat dan sorbitol. Sakarin dan siklamat biasa ditemukan untuk permen, es krim, makanan ringan, minuman, buah kalengan, sirup. Sorbitol ditemukan pada kismis dan jelly.

 

C.     Zat Pengawet

Zat ini merupakan bahan kimia yang dapat mempertahankan makanan dari segala kerusakan akibat proses fermentasi, jamur, dan penguraian lainnya. Bahan pengawet yang terkenal adalah asam benzoat, namun karena kelarutannya kecil maka dibuat dalam bentuk natrium benzoat.

 

D.     Zat Penyedap

Penyedap rasa adalah bahan yang dapat memberikan, menambah, atau memperkuat rasa makanan. Bahan penyedap rasa yang sering kita gunakan adalah MSG (mono sodium glutamate). Sebenarnya untuk membuat makanan menjadi sedap tidak harus selalu menggunakan MSG, dapat pula menggunakan bahan alami yang dapat memberikan rasa dan aroma sedap, seperti daun salam, daun pandan dan daun jeruk.

 

HASIL


Kebanyakan bahan kimia dalam makanan seperti pada makanan kemasan yang menggunakan nama ilmiah yang belum dimengerti oleh sebagian masyarakat, apakah bahan kimia itu berbahaya atau tidak berbahaya. Penggunaan bahan kimia secara wajar dan tepat, dalam makanan sangat bermanfaat. Selain itu, bahan kimia juga dapat memperbaiki rasa, tekstur, memperpanjang masa simpan, serta meningkatkan nilai gizi. Penggunaaan bahan kimia pada makanan sudah tidak asing lagi, ini dapat dilihat dari sisi produsen makanan. Penggunaan bahan kimia sintetis masih diperbolehkan dengan ketentuan tidak melebihi ambang batas kewajaran. Oleh sebab itu, akan lebih menguntungkan dengan menggunakan bahan kimia sintetis daripada bahan kimia alami.


 

KESIMPULAN

Bahan kimia dapat berguna bagi kehidupan manusia jika digunakan sesuai dengan fungsinya. Tentunya masyarakat perlu mengetahui sifat serta penggunaan bahan-bahan kimia agar dapat menggunakannya dengan peruntukannya dan dapat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari seperti zat pewarna, pemanis, pengawet, dan penyedap.


DAFTAR PUSTAKA

Budiasih, Kun Sri. 2015. Bahan Kimia dalam Rumah Tangga. Yogyakarta: UNY.

Saati, Elfi Anis, dkk. 2019. Pigmen Sebagai Zat Pewarna dan Antioksidan Alami. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.

Sunarya, Yayan. 2010. Kimia Dasar I. Bandung: Yrama Widya.

Tim MGMP Pati. 2015. Undang-Undang Kesehatan Jilid 1. Yoogyakarta: Deepublish.


Selasa, 29 September 2020

Pembuatan Cuka Apel

 

Oleh : Rajib Fahmi (@S17-Rajib)

Abstrak :Terjadi perbedaan yang cukup signifikan antara jumlah impor dan ekspor untuk komoditas apel di Indonesia. Jumlah impor buah apel jauh lebih besar dibanding dengan jumlah ekspor apel lokal. Hal ini mengakibatkan berlebihnya panen apel lokal di Indonesia, sehingga salah satu alternatif cara untuk mereduksi kelebihan apel lokal adalah dengan mengolah apel lokal yang berlebih tersebut menjadi cuka apel. Cuka apel bersifat anti septik yang mampu membunuh bakteri-bakteri dalam saluran pencernaan, memperbaiki metabolisme tubuh, memperlancar aliran darah untuk mengatasi toxemia alias keracunan dalam peredaran darah dan mencegah obesitas. Proses pengolahan cuka apel menggunakan Apel Anna, dengan proses fermentasi dua tahap; yaitu fermentasi glukosa dalam apel menjadi alkohol dengan bantuan Saccharomyces cerevisiae. dan kemudian alkohol difermentasi menjadi asam asetat dengan bantuan bakteri Acetobacter aceti. Metode yang digunakan pada fermentasi ini adalah kombinasi fermentasi aerob dan anaerob. Pada penelitian ini dilakukan penambahan Saccharomyces cerevisiae dengan variasi 5 dan 7,5 gram. Variasi juga dilakukan pada penambahan gula dengan kadar 0%, 10%, dan 15%. Analisis kadar alkohol, kadar asam asetat, dan pH dilakukan 2 kali setiap seminggu selama 3 minggu masa inkubasi fermentasi aerob. Penentuan kadar alkohol dengan menggunakan Gas Chromatography, kadar asam asetat dengan titrasi asam-basa, dan penentuan pH dilakukan dengan pH meter. Hasil yang diharapkan pada penelitian ini adalah perancangan produk cuka apel, penambahan ragi Saccharomyces cerevisiae dan penambahan gula yang tepat untuk mencapai kondisi optimal dan menentukan kadar alkohol, kadar asam asetat, dan pH dari produk cuka apel sebagai parameter optimasi proses fermentasi.

Keyword :Apple Vinegar Fuji, fermentation, pH, Alcohol.


Pendahuluan

Cuka apel adalah minuman yang dibuat dengan cara melumatkan apel dan memeras cairannya. Setelah cairan apel didapat, nantinya akan dimasukkan bakteri dan ragi untuk memulai proses fermentasi alkohol. Selain ragi, ditambahkan juga gula dalam cairan apel yang akan diubah menjadi alkohol. Dalam proses fermentasi kedua, alkohol diubah menjadi cuka oleh bakteri pembentuk asam asetat (acetobacter). Cuka yang diperoleh dari proses fermentasi panjang ini juga menyisakan komponen seperti asam asetat, asam gallic, katekin, dan lain-lain. Ini menjadikan cuka memiliki manfaat sebagai antioksidan serta antibakteri. Saat ini cuka, terutama cuka apel, mulai kembali dimanfaatkan oleh masyarakat dan dikonsumsi untuk menjaga kesehatan tubuh. Bahkan cuka apel dikabarkan bisa membantu pengobatan penyakit.

Tugas Besar 1 (Bagian B)

Tulis sebuah artikel ilmiah dalam ruang lingkup ilmua kimia (boleh teori/kimia murni atau kimia terapan/kimia dalam kehidupan sehari-hari), dengan ketentuan :

Sistematika Penulisan Artikel Ilmiah

  • Judul (Maksimum 12 kata)
  • Identitas Penulis [Oleh : Nama lengkap (Kode Peserta)] > Daftar Kode Peserta : https://infostudikimia.blogspot.com/2020/09/daftar-peserta-kelas-s.html
  • Abstrak Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris (maksimal 250 Kata)
  • Keywords (3-5 kata)
  • PENDAHULUAN
  • METODE/PERMASALAHAN
  • HASIL DAN PEMBAHASAN
  • SIMPULAN
  • DAFTAR PUSTAKA, Untuk keseragaman, penulisan Daftar Pustaka artikel memakai cara penulisan kutipan menurut sistem [NA-TA-JU-KO-PE]:
  • Lengkapi dengan gambar/ilustasi ukuran medium.  
  • POSTING ARTIKEL DI KIMINTEKHIJAU.COM http://infostudikimia.blogspot.com/  Cara mengakses Web-blog Kimintekhijau.com terlebih dahulu daftarkan email (gmail) Anda melalui WAG Kelas. 
  • Dilarang Copy Paste (diberikan nilai nol bagi yang Copas). Diperkenankan mengutip dengan pustaka/referensi ilmiah dan dicantumkan sumbernya.

Daftar Peserta Kelas S

 KPLI  B

Selasa  10.15 – 12.45 WIB


NO

NAMA PESERTA

KODE PESERTA

 

 

 

1

Felix Marcell Siregar

@S01-Felix 

2

ZAHRA ANISA

@S02-Zahra

3

DINDA DAMARISA ANGGADEWI

@S03-Dinda

4

ANANDA FARHAN

@S04-Ananda

5

FAUZI ARDIANSYAH

@S05-Fauzi

Daftar Peserta Kelas R

 KPLI A

Selasa  07.30 – 10.00 WIB

 

NO

NAMA PESERTA

KODE PESERTA

 

 

 

1

YULFARA KARTINI

@R01-Yulfara 

2

SHEVA AMANDA

@R02-Sheva 

3

INDRIYANTO SAPTO NUGROHO

@R03-Indriyanto 

4

YONGKI PUTRA NARSO

@R04-Yongki 

5

MUHAMMAD FATIHUL FAWWAZ

@R05-Fatihul 

Selasa, 15 September 2020

Jadikan Kimia Sebagai Sahabat Manusia

Oleh : Marlina Christiaji 

(Mahasiswa Teknik Industri Universitas Mercu Buana Angkatan 2020)


Ilmu kimia merupakan ilmu yang mempelajari tentang komposisi, struktur, sifat dan yang secara khusus mempelajari tentang perubahan materi, yang meliputi perubahan materi secara kimia maupun fisika. Ilmu kimia berhubungan erat dengan permasalahan-permasalahan sifat suatu unsur dan atom, bagaimana pembentukan suatu senyawa, bagaimana atom berikatan satu sama lainnya, apa kegunaan dari suatu material, bagaimana reaksi yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan manusia.