.

Tampilkan postingan dengan label @S04-Ananda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @S04-Ananda. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 November 2020

   Pencemaran Udara Akibat Kendaraan Bermotor

oleh : Ananda Farhan
@S04-Ananda



                      Abstrak

            Udara merupakan aspek berarti dalam kehidupan, tetapi, di masa modern, sejalan dengan pertumbuhan pembangunan raga kota serta pusat industri, dan berkembangnya transportasi, sudah menimbulkan mutu udara hadapi pergantian. Dari yang mulanya fresh, saat ini, kering serta kotor akibat dari terbentuknya pencemaran udara sebab kendaraan transportasi. Melalui pemakaian tata cara kepustakaan, hingga, nampak dengan jelas terdapat sebagian perihal yang wajib memperoleh atensi yang sungguh- sungguh, di antara lain; 1. Pemberian izin untuk angkutan universal kecil lebih dibatasi, sedangkan, kendaraan angkutan massal, diperbanyak. 2. Kontrol jumlah kendaraan individu. 3. Pembatasan umur kendaraan. 4. Pembangunan MRT, serta pembuatan Electronic Road Pricing. 5. Pengaturan kemudian lintas, rambu- rambu, serta aksi tegas terhadap pelanggaran berkendaraan. 6. Uji emisi wajib dicoba secara berkala pada kendaraan universal ataupun individu. 7. Penanaman tumbuhan berdaun lebar di pinggir jalur yang kemudian lintasnya padat dan di sudut- sudut kota.

Kata kunci: pencemaran udara, emisi gas buang, kehidupan, lingkungan

 

Pendahuluan

 

Udara ialah aspek yang berarti dalam hidup serta kehidupan. Tetapi pada masa modern ini, sejalan dengan pertumbuhan pembangunan raga kota serta pusat- pusat industri, dan berkembangnya transportasi, hingga, mutu udara juga hadapi pergantian yang diakibatkan oleh terbentuknya pencemaran udara, ataupun, bagaikan berubahnya salah satu komposisi hawa dari kondisi yang wajar; ialah masuknya zat pencemar( berupa gas- gas serta partikel kecil) ke dalam udara dalam jumlah tertentu buat jangka waktu yang lumayan lama, sehingga bisa mengusik kehidupan manusia, hewan, serta tumbuhan( BPLH DKI Jakarta, 2013).

Riset ini spesial menyoroti penyumbang pencemaran terbanyak di Indonesia; ialah oleh kendaraan bermotor. Mengingat, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, sudah terjalin lonjakan jumlah kendaraan bermotor yang sangat pesat, spesialnya oleh pertambahan sepeda motor, yang menggapai 30%. Dekat lebih kurang 70% terdistribusi di wilayah perkotaan.

Pada rentang 2005, perbandingan antara jumlah sepeda motor serta penduduk di Indonesia diperkirakan menggapai 1: 8. Seterusnya, dari tahun ke tahun, keadaan tersebut terus menjadi bertambah. Dampaknya, ruas jalur di Indonesia terus menjadi padat. Bukan cuma di kota- kota besar, apalagi, hingga ke pelosok wilayah( World Health Organization, 1979).

Bagi informasi terakhir Korps Kemudian Lintas Kepolisian Republik Indonesia( Korlantas Polri), jumlah kendaraan yang beropersi di segala Indonesia pada rentang 2013 menggapai 104, 211 juta unit, naik sebesar 12% dari 2012; ialah sebanyak 94, 299 juta unit, serta pula naik sebesar 12% dari 2011; ialah sebanyak 84, 193 juta unit. Dari jumlah tersebut, hingga, populasi paling banyak disumbang oleh sepeda motor, ialah, rata- rata sebanyak 73%.

 

Hasil dan Pembahasan

 

A. Proses Terbentuknya Emisi Gas Buang oleh Kendaraan Transportasi

         Tidak terdapat yang dapat menepis, betapa, emisi gas buang, berbentuk asap knalpot, merupakan akibat terbentuknya proses pembakaran yang tidak sempurna, serta memiliki timbal/ timah gelap( Pb), suspended particulate matter( SPM), oksida nitrogen( NOx), oksida sulfur( SO2), hidrokarbon( HC), karbon monoksida( CO), serta oksida fotokimia( Ox)”( BPLH DKI Jakarta, 2013).

         Berikutnya, emisi gas buang yang sangat signifikan dari kendaraan bermotor ke suasana bersumber pada massa, merupakan gas karbondioksida( CO2), serta uap air( H2O) yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar yang berlangsung sempurna yang bisa dicapai dengan tersedianya suplai udara yang berlebih. Tetapi demikian, keadaan pembakaran yang sempurna dalam mesin kendaraan, tidak sering sekali terjadi.

 

B. Akibat Terbentuknya Pencemaran Udara Terhadap Kehidupan serta Lingkungan

         Sebagaimana kita tahu bersama, pencemaran udara ataupun pergantian salah satu komposisi udara dari kondisi wajar, menyebabkan terbentuknya pergantian temperatur dalam kehidupan manusia. Pembangunan transportasi yang terus dibesarkan menyusul dengan permintaan pasar, nyatanya, sudah mendesak terbentuknya musibah pembangunan. Dikala ini, kita seluruh sudah mengenali kalau pengaruh polusi hawa pula bisa menimbulkan pemanasan dampak rumah kaca ( ERK) bakal memunculkan pemanasan global ataupun ( global warming) ( Sudrajad, 2006).

         Pastinya, perihal ini wajib ialah suatu peringatan kepada para owner kebijakan industri serta kebijakan transportasi supaya memandang kepada permasalahan udara di sekitarnya. Proses pembangunan yang terdapat di Indonesia dalam konteks transportasi, nyatanya, sudah memunculkan musibah pembangunan yang pada kesimpulannya bermuara jadi kasus ekologis. Dampaknya, udara bagaikan salah satunya commons yang open access jadi beresiko untuk kesehatan manusia serta alam sekitarnya. Sumber serta Standar Kesehatan Emisi Gas Buang            

 

C. Keadaan Existing Pencemaran Udara Akibat Kendaraan Transportasi

         Dalam memandang permasalahan pencemaran hawa akibat kendaraan bermotor bagaikan sesuatu akibat, merupakan bukan salah satunya pemicu yang disalahkan. Hendak namun, penggunaannya yang tidak tertib( disorder) merupakan yang bisa memunculkan” abuse” untuk area kita, paling utama udara. Singgungan antara transportasi serta area pula bisa diungkapkan melalui permasalahan sikap manusia terhadap lingkungannya( Sudrajad, 2006). Perihal tersebut bertolakbelakang, mengingat, transportasi yang sepatutnya ialah salah satu fitur teknologi buat mempermudah manusia, malahan memunculkan akibat yang beresiko untuk kesehatan manusia serta lingkungannya.

D. Upaya buat Kurangi Akibat Polusi/ Pencemaran Udara

         Upaya pengendalian pencemaran udara akibat kendaraan bermotor yang mencakup upaya- upaya pengendalian baik langsung ataupun tidak langsung, hendak bisa merendahkan tingkatan emisi dari kendaraan bermotor secara efisien antara lain( Sudrajad, 2006):

1. Kurangi jumlah mobil kemudian lalang. Misalnya dengan jalur kaki, naik sepeda, kendaraan umum, ataupun naik satu kendaraan individu bersama teman- sahabat( car pooling).

2. Senantiasa menjaga mobil dengan saksama supaya tidak boros bahan bakar serta asapnya tidak mengotori udara.

3. Meminimalkan konsumsi AC. Memilih AC non- CFC serta hemat tenaga.

4. Memilih bensin yang bebas timbal

 

Simpulan

         Pemecahan buat menanggulangi polusi udara kota, paling utama diperuntukan pada pembenahan zona transportasi dengan tanpa mengabaikan sektor- sektor lain, hingga, tidak terdapat kata lain kecuali wajib ingin belajar dari kota- kota besar lain di dunia yang sudah sukses merendahkan polusi hawa serta angka kesakitan dan kematian yang disebabkan karenanya. Di antara lain, dengan pembatasan izin untuk angkutan universal kecil, dengan perbanyak kendaraan angkutan massal; semacam bis serta kereta api, diperbanyak. Setelah itu, kontrol terhadap jumlah kendaraan individu pula bisa dicoba bersamaan dengan revisi pada beberapa angkutan umum.

         Berikutnya, pembatasan umur kendaraan paling utama untuk angkutan universal pula butuh memperoleh pertimbangan secara spesial, mengingat, terus menjadi tua kendaraan, terlebih yang kurang terpelihara, sangat berpotensi besar bagaikan penyumbang polutan udara. Selaras dengan itu, pembangunan MRT, serta Electronic Road Pricing ( ERP), pula menekan buat direalisasikan. Di samping itu, pengaturan kemudian lintas, rambu- rambu, serta tindakan tegas terhadap pelanggaran berkendara betul- betul bisa diwujudkan, begitu pula uji emisi yang dicoba secara berkala, dan penanaman tumbuhan berdaun lebar di pinggir jalur, paling utama yang kemudian lintasnya padat, bisa serta mengurangi polusi udara.

 

Daftar Pustaka

 

Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Jakarta, 2013. Pengertian Pencemaran Udara

Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Jakarta, 2013. Zat – zat Pencemar Udara.

Sudrajad, Agung. 2006. Pencemaran Udara, Suatu Pendahuluan.

World Health Organization, (1979). Environmental Health Criteria No. 8, Sulfur oxides and suspended particulate matter. Geneva.

 

 

 

 

 

 

Senin, 02 November 2020

 PENGARUH PESTISIDA TERHADAP LINGKUNGAN

 Oleh Ananda Farhan

@S04-Ananda 


ABSTRAK

Penggunaan Pestisida adalah suatu bahan kimia yang digunakan untuk membunuh atau mengendalikan hama. Pestisida dapat digolongkan berdasarkan fungsi mekanisme biologisnya atau metode aplikasi. Setiap penggunaan pestisida membawa beberapa resiko yang terkait. Penggunaan pestisida yang tepat mengurangi risiko ini terkait ke tingkat yang dianggap dapat diterima oleh badan pengawas pestisida seperti Amerika Serikat Environmental Protection Agency (EPA) dan Badan Pengatur Manajemen Hama (PMRA) dari Kanada. Pestisida memegang peranan penting dalam melindungi tanaman, ternak, dan untuk mengontrol sumber-sumber vektor penyakit (vector-borne diseases). Penggunaan pestisida oleh petani tidak terelakan. Penggunaan pestisida yang memiliki kandungan bahan aktif pada suatu lingkungan akan menimbulkan kemungkinan terjadinya pencemaran air tanah oleh suatu kontaminan.

 

Kata kunci : Pestisida, bahan kimia, pencemaran.

 

PENDAHULUAN

            Mula-mula manusia membunuh hama secara sederhana yaitu dengan cara fisik dan mekanik sebagai bentuk reaksi pertahanan alami manusia. Namun dengan semakin luasnya daerah pertanian dan pertambahannya penduduk dunia caracara sederhana tersebut tak mampu membendung peningkatan populasi dan keganasan hama. Dengan berkembangnya ilmu dan teknologi, kemudian dikembangkan cara-cara pengendalian hama yang lebih efektif dibandingkan dengan metode fisik mekanik. Pengendalian dengan cara baru dikembangkan dan digunakan seperti cara bercocok tanam penggunaan jenis tanaman yang tahan terhadap hama parasitoid dan predator, dan penggunaan bahan kimia organik. Sampai pada era Perang Dunia II praktek pengendalian hama masih banyak dilandasi oleh bermacam-macam pengetahuan biologi dan ekologi sehingga cara-cara pengendalian hama kurang memberikan dampak negatif bagi lingkungan hidup dan keamanan kehidupan manusia.

            Tetapi metode pengendalian yang digunakan pada saat itu masih dianggap kurang efektif dan sering kurang praktis. Praktek pengendalian hama tersebut menjadi berubah drastis setelah ditemukan dan digunakannya secara luas insektisida organik sintetik sejak Perang Dunia II yang di mulai dengan DDT. Konsep pengendalian hama yang sejak semula banyak berdasar pada pengetahuan biologi dan ekologi semakin ditinggalkan dan diubah menjadi konsep pengendalian hama yang bertumpukan pada penggunaan pestisida. Hal ini disebabkan karena pada permulaannya pestisida menunjukkan hasil yang mengagumkan dalam efektifitas dan efisiensinya mengendalikan hama dibandingkan cara-cara pengendalian sebelumnya. Pestisida ternyata sangat efektif, praktis dan mendatangkan keuntungan ekonomi yang besar bagi petani. Tak heran setelah tahun 1950 an penggunaan pestisida pertanian diseluruh dunia semakin tinggi dan industri pestisida berkembang sangat cepat sehingga menjadi industri yang memiliki kekuatan ekonomi dan politik banyak negara di dunia. Sehingga timbul kesan dan pandangan seakan-akan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak dapat dilepaskan dari jasa pestisida.

            Semakin banyak pestisida digunakan semakin baik karena produksi pertanian menjadi semakin tinggi. Inilah pandangan umum yang masih berlaku di dunia sampai saat ini termasuk juga Indonesia. Disamping segala keberhasilannya manusia semakin merasakan dampak negatif pestisida yang semakin memprihatinkan rasa kemanusiaan dan juga rasa tanggungjawabnya terhadap kelangsungan hidup manusia di biosfer ini. Bukti-bukti semakin berdatangan tentang banyak korban pestisida baik binatang berharga, ternak dan manusia sendiri. Residu pestisida pada makanan dan lingkungan semakin menakutkan manusia (Anonimous, 1993). Hampir semua diantara kita pernah mendengar kata pestisida, herbisida, insektisida atau nama lainnya. Hampir dalam semua sisi kehidupan kita tidak bisa lepas dari pestisida dalam berbagai bentuknya. Dari gunung sampai pantai, dari desa sampai kota. Petani di pegunungan pun tidak lepas dari penggunaan pestisida.

            Pestisida terbukti mempunyai peranan yang penting dalam peningkatan kesejahteraan rakyat. Pada bidang pertanian termasuk pertanian rakyat maupun perkebunan yang dikelola secara profesional dalam skala besar menggunakan pestisida yang sebagian besar adalah golongan organofosfat. Demikian pula pada bidang kesehatan masyarakat pestisida yang digunakan sebagian besar adalah golongan organofosfat. Karena golongan ini lebih mudah terurai di alam. Penggunaan pestisida di bidang pertanian saat ini memegang peranan penting. Sebagian besar masih menggunakan pestisida karena kemampuannya untuk memberantas hama sangat efektif. Pestisida adalah bahan yang beracun dan berbahaya, yang bila tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan dampak negatif yang tidak diinginkan. Dampak negatif tersebut akan menimbulkan berbagai masalah baik secara langsung ataupun tidak, akan berpengaruh terhadap kesehatan dan kesejahteraan manusia seperti keracunan. Dampak negatif yang terjadi dari penggunaan pestisida pada pengendalian hama adalah keracunan, khususnya para petani yang sering/ intensif menggunakan pestisida. (BIMAS, 1990).

PEMBAHASAN

            Penggunaan Pestisida sebagai salah satu bahan kimia untuk pencemaran ke dalam lingkungan baik melalui udara, air maupun tanah dapat berakibat langsung terhadap komunitas hewan, tumbuhan terlebih manusia. Pestisida yang masuk ke dalam lingkungan melalui beberapa proses baik pada tataran permukaan tanah maupun bawah permukaan tanah. Masuk ke dalam tanah berjalan melalui pola biotransformasi dan bioakumulasi oleh tanaman, proses reabsorbsi oleh akar serta masuk langsung pestisida melalui infiltrasi aliran tanah. Gejala ini akan mempengaruhi kandungan bahan pada sistem air tanah hingga proses pencucian zat pada tahap penguraian baik secara biologis maupun kimiawi di dalam tanah.

            Proses pencucian (leaching) bahan-bahan kimiawi tersebut pada akhirnya akan mempengaruhi kualitas air tanah baik setempat dan maupun secara region dengan berkelanjutan. Apabila proses pemurnian unsur-unsur residu pestisida berjalan dengan baik dan tervalidasi hingga aman pada wadahwadah penampungan air tanah, misal sumber mata air, sumur resapan dan sumur gali untuk kemudian dikonsumsi oleh penduduk, maka fenomena pestisida ke dalam lingkungan bisa dikatakan aman. Namun demikian jika proses tersebut kurang berhasil atau bahkan tidak berhasil secara alami, maka kondisi sebaliknya yang akan terjadi. Penurunan kualitas air tanah serta kemungkinan terjangkitnya penyakit akibat pencemaran air merupakan implikasi langsung dari masuknya pestisida ke dalam lingkungan.

            Aliran permukaan seperti sungai, danau dan waduk yang tercemar pestisida akan mengalami proses dekomposisi bahan pencemar. Dan pada tingkat tertentu, bahan pencemar tersebut mampu terakumulasi hingga dekomposit.

            Pestisida di udara terjadi melalui proses penguapan oleh foto-dekomposisi sinar matahari terhadap badan air dan tumbuhan. Selain pada itu masuknya pestisda diudara disebabkan oleh driff yaitu proses penyebaran pestisida ke udara melalui penyemprotan oleh petani yang terbawa angin. Akumulasi pestisida yang terlalu berat di udara pada akhirnya akan menambah parah pencemaran udara. Gangguan pestisda oleh residunya terhadap tanah biasanya terlihat pada tingkat kejenuhan karena tingginya kandungan pestisida persatuan volume tanah. Unsur-unsur hara alami pada tanah makin terdesak dan sulit melakukan regenerasi hingga mengakibatkan tanah tanah masam dan tidak produktif.

            Batas Toleransi Pestisida. Setiap perusahaan pestisida yang akan mengedarkan produknya untuk diaplikasikan ke tanaman diharuskan mendaftarkan pada komisi pestisida (Pesticide Commission), di Amerika di tangani oleh Badan Perlindungan Lingkungan (EPA/Environmental Protection Association). Sedangkan di Indonesia ditangani oleh Komisi Pestisida dibawah Departemen Pertanian.

            Keputusan lembaga untuk mengizinkan pemakaian pestisida tergantung pada evaluasi dari resiko dan kegunaan kimia. Resiko meliputi kemampuan dalam menimbulkan pengaruh yang merugikan terhadap kesehatan seperti kanker, cacat lahir, kerusakan syaraf, atau mutasi genetik, seperti juga pengaruh yang merusak lingkungan seperti membahayakan kehidupan liar atau pencemaran air tanah. Adapun kegunaannya terutama dalam upaya mempertahankan hasil pertanian. Dibawah ketentuan Undang-undang Makanan, Minuman dan Kosmetik Federal (FFDCA), maka EPA menetapkan batas toleransi terhadap pestisida yang didaftarkan untuk dipakai pada makanan berdasarkan dua prinsip dasar: batas toleransi harus melindungi kesehatan masyarakat dan harus ditetapkan pada aras yang tidak lebih tinggi dari pengendalian hama yang diperlukan. Batas toleransi adalah jumlah maksimal dari residu pestisida (dalam partper million – ppm atau miligram per kilogram (mg/kg) yang diijinkan terdapat pada makanan pada saat dijual. Dalam penentuan batas toleransi, EPA membandingkan potensi pemaparan terhadap pestisida dengan pemaparan maksimal diijinkan secara toksikologi terhadap substansi; potensi pemaparan harus tidak melebihi batas maksimal yang diijinkan, atau pemaparan yang “aman”. EPA dapat pula memberikan pengecualian dari batas toleransi untuk pestisida yang digunakan pada makanan bila tidak ada aras pestisida yang mungkin muncul pada makanan, atau bila EPA memutuskan bahwa tidak ada resiko yang berhubungan dengan pemaparan manusia terhadap residu.

KESIMPULAN

            Pestisida adalah bahan-bahan kimia yang tidak terlepas dari penggunaannya untuk mengendalikan hama dan jasad pengganggu lainnya. Hingga saat ini ketergantungan petani terhadap pestisida semakin tinggi untuk menghasilkan kuantitas dan kualitas produk. Hal tersebut menyebabkan keseimbangan ekologis yang tidak sempurna ( populasi hama tinggi, musuh alami semakin punah ).

            Pestisida tidak saja membawa dampak yang positif terhadap peningkatan produk pertanian, tapi juga membawa dampak negatif terhadap lingkungan di sekitarnya. Pengarahan dan penggunaan yang lebih tepat kepada para penggunaan dalam hal pemberian dosis, waktu aplikasi, cara kerja yang aman, akan mengurangi ketidakefisienan penggunaan pestisida pada lingkungan dan mengurangi sekecil mungkin pencemaran yang terjadi. Di sisi lain penggunaan pestisida membawa bencana yang sangat hebat terhadap kesehatan petani dan konsumen akibat mengkonsumsi produk yang mengandung residu. Dampak lain yang tidak kalah penting adalah timbulnya pencemaran air, tanah dan udara yang dapat mengganggu sistem kehidupan organisme lainnya.

            Di masa yang akan datang diharapkan penggunaan pestisida akan berkurang dan lebih selektif dan didukung oleh adanya penemuan-penemuan baru yang lebih efektif dalam mengatasi gangguan dari jasad pengganggu ini.



DAFTAR PUSTAKA

Anonimous. Prinsip-prinsip Pemahaman Pengendalian Hama Terpadu. Konsep Pengendalian Hama Terpadu. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Direktorat Bina Perlindungan Tanaman.B.I. Jakarta. 1993.

Bimas. Surat Keputusan Menteri Pertanian/Ketua Badan Pengendali BIMAS. 1990.

 


Senin, 05 Oktober 2020

                                               PENCEMARAN AIR PADA LINGKUNGAN

 

Oleh: Ananda Farhan ( @S04-Ananda )

 


Abstrak

 

Keadaan air sekarang ini sangat memprihatinkan,beberapa masalah yang terjadi karena ulah manusia yaitu menjadikan suatu sungai menjadi tempat pembuangan sampah rumah tangga dan tempat pembuangan limbah industri yang semakin banyak di jumpai di pinggir-pinggir desa.padahal fungsi sungai adalah sebagai pengaliran air dan jalan air menuju ke laut sebagai resapan. Sungai merupakan nadi kepada kehidupan. Sejarah awal tamadun manusia bermula disepanjang lembangan sungai. Menyedari interaksi yang penting antara sungai danhidupan manusia ini, seharusnya penilaian perlu dibuat agar sumber alam ini diuruskansebaik mungkin dan memberi manfaat yang berguna untuk seluruh hidupan. Pencemaransungai sedikit sebanyak akan menjejaskan dan mengganggu aktiviti kehidupan manusiauntuk mendapatkan bekalan air minuman dan juga untuk kegunaan domestik yang lainSuatu sumber asli dikatakan mengalami pencemaran apabila berlakunya perubahankepada kualitinya. Pencemaran air adalah disebabkan oleh gabungan pelbagai jeniskomponen alam sekitar seperti organisma, bahan organik, bahan bukan organik dan lain-lain. Kebiasaannya pencemaran sungai adalah dihasilkan daripada aktivi-aktiviti manusiayang menjadi punca kepada pencemaran air yang berlaku seperti berikut :· Agen pembawa penyakit (patogen)Organisma seperti bakteria, virus, protozoa dan parasit merupakan contoh agen penyakityang memasuki air melalui air kumbahan domestik dan juga bahan cernaan manusia dan hewan.

 

Kata kunci : Limbah; Pencemaran; Sungai

 

PENDAHULUAN

 

Dalam kehidupan sehari-hari makhluk hidup tidak bisa terlepas dengan airkarena air merupakan salah satu kebutuhan makhluk hidup  yang sangat vital.

Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan umat manusia dan makhluk hidup lainnya, dan fungsinya bagi kehidupan tersebut tidak akan dapat digantikan oleh senyawa lainnya. Hampir semua kegiatan yang dilakukan manusia membutuhkan air, mulai dari membersihkan diri (mandi), membersihkan ruangan tempat tinggalnya, menyiapkan makanan dan minuman sampai dengan aktivitas-aktivitas lainnya.

Dalam jaringan hidup, air merupakan medium untuk berbagai reaksi dan proses ekskresi. Air merupakan komponen utama baik dalam tanaman maupun hewan termasuk manusia. Tubuh manusia terdiri dari 60-70% air, transportasi zat-zat makanan dalam tubuh semuanya dalam bentuk larutan dengan pelarut air. Juga hara-hara dalam tanah hanya dapat diserap oleh akar dalam bentuk larutannya. Oleh karena itu kehidupan ini tidak mungkin dapat diprtahankan tanpa air. (Ahmad R, 2004)

Secara garis besar air sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup untuk kepentingan dan kelangsungan hidupnya. Oleh karena itu janganlah merusak atau mencemarkan lingkungan ini karna akibatnya akan fatal bagi kehidupan. Seharunya kita menjaganya agar air yang ada dilingkungan akan selamanya bersih dan berguna bagi hidup ini. Masalah pencemaran air misalnya, selain menyebabkan gangguan estetis   (keindahan), berkurangnya sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pada tahap tertentu bahkan dapat menyebabkan penurunan kualitas kesehatan masyarakat.      

Mengingat berbagai permasalahan penting di atas maka perlu dilakukan berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan masalah pencemaran air. Upaya-upaya tersebut setidaknya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi harus pula didukung oleh lembaga-lembaga masyarakat, kalangan pendidikan serta masyarakat umum.

 

Permasalahan

 

Definisi pencemaran air menurut surat Keputusan Mentri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup Nomor: KEP-02/MENKLH/1/1988 Tentang Penetapan Baku Mutu Lingkungan adalah: masuk atau dimasukkan makhluk hidup, zat,energi, dan atau komponen lain ke dalam air dan atau berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, sehingga kualitas air turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan air menjadi atau sudah tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (pasal 1). Sedangkan menurut KBBI  Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. 

 

Dalam pasal 2, air pada sumber menurut kegunaan/peruntukannya digolongkan menjadi:

1)    Golongan A, yaitu air yang dapat digunakan sebagai air minum secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu.

2)   Golongan B, yaitu air yang dapat dipergunakan sebagai air baku untuk diolah sebagai air minum dan keperluan rumah tangga.

3)   Golongan C, yaitu air yang dapat dipergunakan untuk keperluan perikanan dan peternakan.

4)   Golongan D, yaitu air yang dapat dipergunakan untuk keperluan pertanian, dan dapat dimanfatkan untuk usaha perkotaan, industri, dan milik Negara

 

Secara garis besar, ada dua tipe polutan yang masuk ke dalam perairan yaitu: pertama, zat yang memperkaya perairan sehingga merangsang pertumbuhan mikroorganisme dan alga, dan yang kedua adalah materi-materi yang bersifat racun sehingga dapat membunuh mikroorganisme yang hidup dalam air. Zat yang memperkaya perairan pada umumnya sampah organik yang dibuang oleh manusia dan terbawa ke perairan, kotoran dan deterjen. Pencemaran air dapat diklasifikasikan menjadi tiga tipe yaitu;

1)    Pencemaran kimia berupa senyawa karbon dan senyawa anorganik.

2)   Pencemaran fisika yang dapat berupa materi terapung dan materi tersuspensi,

3)   Pencemaran biologi yang dapat berupa mikroba phatogen, lumut dan tumbuh-tumbuhan air.

 

PEMBAHASAN

Penyebab Pencemaran Air

Pencemaran air saat ini sudah semakin meresahkan, bahkan banyak menimbulkan kelangkaan air bersihAda beberapa penyebab pencemaran air, yakni:

1)   Limbah

Salah satu penyebab pencemaran air adalah pembuangan limbah dari hasil industri dan limbah rumah tangga . Limbah pabrik mengandung zat beracun mencakup unsur-unsur seperti timbal, merkuri, nitrat dan sulfat. Zat kimia ini cukup berbahaya bagi manusia maupun hewan air. Limbah pemukiman mengandung limbah domestik yang berupa sampah organik dan sampah anorganik serta deterjen. Air yang terkontaminasi limbah pemukiman membuatnya tidak layak untuk dikonsumsi lagi, selain itu air yang terkontaminasi juga akan meningkatkan suhu pada air sehingga membuat flora dan fauna air susdah untuk bertahan hidup.

2)   Sampah dan Kotoran

Inilah yang seringkali menjadi penyebab utama pencemaran air. Kurangnya kesadaran masyarakat serta pemukiman manusia yang memenuhi sepanjang tepi sungai mengakibatkan sungai menjadi tempat pembuangan sampah dan kotoran.

3)   Kendaraan Bermotor

Jutaan kendaraan bermotor berjalan dan melepaskan asap beracun setiap hari. Ketika dilepaskan ke udara, hal ini mengakibatkan kontak dengan uap air di udara dan menjadi asam korosif ringan seperti asam klorida dan asam sulfat. Setelah itu hal ini kembali lagi sebagi hujan asam. Asam diserap oleh tanah dan bercampur dengan air tanah yang mengakibatkan pencemaran air.

4)   Tumpahan Minyak

Seiring dengan ramainya lalu lintas di lautan, tumpahan minyak telah menjadi hal yang sangat umum. Ada  banyak contoh kapal tanker besar yang menumpahkan jutaan galon minyak di laut. Minyak yang tumpah  dan menyebar membuat kehidupan laut dan taman susah mendapatkan sinar matahari dan udara yang tepat. Hal ini menyebabkan beberapa spesies air yang terancam kepunahannya.

5)   Batu Bara

Ketika batu bara dibakar, hal itu mengarah pada pelepasan merkuri ke atmosfer. Merkuri ini beralih kembali ke permukaan bumi dan memasuki sungai, danau dan air dalam tanah. Pada akhirnya, ha ini dapat mencemari air dan tidak layak untuk digunakan bahkan dapat sangat berbahaya jika dikonsumsi ibu hamil dan bayi.

6)   Limbah Pertanian

Pupuk dan pestisida biasa digunakan para petani untuk merawat tanamannya. Namun pemakaian pupuk dan pestisida yang berlebihan dapat mencemari air.

Limbah pestisida mempunyai aktifitas dalam jangka waktu yang lama dan ketika terbawa aliran air keluar dari daerah pertanian, dapat mematikan hewan yang bukan sasaran seperti ikan, udang dan hewan air lainnya.

 

   C.   Dampak dan Bahaya Air yang Tercemar

Tercemarnya air memberikan banyak dampak merugikan bagi lingkungan, kesehatan manusia, dan berbagai makhluk hidup di bumi. Dampak pencemaran air yaitu:

1)   Dampak pencemaran air terhadap kehidupan biota air

Banyaknya zat pada pencemaran air limbah akan menyebabkan menurunnya kadar oksigen terlarut dalam air tersebut. Sehingga mengakibatkan kehidupan dalam air membutuhkan oksigen terganggu serta mengurangi perkembangannya.

Seiring dengan pencemaran air, hal ini akan mematikan kehidupan makhluk hidup yang berada disana. Banyaknya limbah industri seperti pabrik, rumah sakit, limbah logam berat membuat sungai yang dulunya menjadi tempat tinggal ikan menjadi tercemat dan membuat ikan-ikan tersebut mati. Selain itu populasi fitoplankton yang menjadi dasar utama kehidupan perairan lama-kelamaan akan punah, ini dapat berakibat buruk bagi ekosistem di lautan.

2)   Dampak negatif pencemaran air terhadap kualitas air tanah

a)   Timbulnya endapan, koloid dan Bahan Terlarut : Endapan, koloid dan bahan terlarut berasal dari bahan-bahan buangan industri, obat-obatan, dan pupuk pertanian. Bahan tersebut dapat menghalangi cahaya matahari ke perairan sehingga proses fotosintesis tumbuhan air terganggu. Jika bahan industri berupa logam berat, seperti air raksa, kadmium, dan timbel, maka logam tersebut dapat diserap oleh tumbuhan air. Di dalam tubuh tumbuhan, logam tersebut tidak dapat diuraikan dan menumpuk di dalam jaringan lemak tubuh. 

b)   Perubahan tingkat keasaman (pH) : Tingkat keasaman (pH) optimal untuk kehidupan organisme antara 6,5-7,5. Limbah industri, rumah tangga, dan pertanian di perairan akan memengaruhi konsentrasi ion-ion hidrogen sehingga pH air akan berubah. Mungkin di atas 7,5 atau dibawah 6,5. Hal ini akan mengganggu kehidupan organisme akuatik.

c)   Perubahan warna, bau, dan rasa : Syarat air yang dapat dimanfaatkan manusia adalah tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Dengan adanya buangan limbah industri yang terlarut dalam air maka air di perairan menjadi berwarna, berbau, dan berasa. Sering kali limbah industri yang berwarna dan berbau itu mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi organisme akuatik. Selain itu, bau juga dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang yang tinggal

3)   Dampak pencemaran air terhadap kesehatan

Penyakit yang ditimbulkan dari pencemaran air tersebut beraneka ragam. Tak jarang karena sulitnya air bersih menimbulkan sebagian orang terpaksa mengkonsumsi air yang telah tercemar limbah pabrik dan logam berat. Ini akan menimbulkan penyakit dan kerusakan organ-organ tubuh khususnya organ pencernaan. Selain itu air digunakan sebagai media untuk mandi dan mencuci. Ini juga akan menimbulkan penyakit kulit akibat menggunakan air yang tercemar tersebut.

 

 

    D.  Cara Mencegah Pencemaran Air

Agar terhindar dari krisis air dan pencemaran air, maka kita perlu mencegah terjadinya hal itu, yaitu:

1)   Gunakan air dengan bijaksana.

Kurangi penggunaan air untuk kegiatan yang kurang berguna dan gunakan dalam jumlah yang tepat. Dengan menggunakan air seperlunya maka kita tidak akan membuang-buang air sehingga tidak terjadi krisis air.

2)   Kurangi penggunaan detergen.

Gunakanlah detergen dengan secukupnya dan jangan membuang limbah detergen sembarangan yang mengarah ke sungai, danau, dsb. Sebisa mungkin pilihlah detergen yang ramah lingkungan dan dapat terurai di alam secara cepat.

3)   Kurangi konsumsi obat-obatan kimia berbahaya.

Obat-obatan kimia yang berbahaya seperti pestisida (yang digunakan para petani), dan obat nyamuk cair merupakan salah satu penyebab rusaknya ekosistem air.

4)   Tidak menggunakan sungai untuk mencuci mobil, truk, dan sepeda motor.

Dengan menggunakan sungai untuk mencuci otomatis bahan-bahan kimia dari sabun pencuci akan mengalir ke sungai dan menyebabkan pencemaran air.

5)   Jangan membuang sampah rumah tangga di sungai/danau.

Dengan membuang sampah rumah tangga di sungai/danau hal itu akan menyebabkan sampah tertumpuk di sungai dan dapat menyebabkan pencemaran air bahakan banjir dan erosi. Sebaiknya kelola sampah rumah tangga dengan baik dan usahakan menanam pohon di pinggiran sungai/danau.

6)   Tidak buang air di sungai

Buang air kecil dan air besar sembarangan adalahperbuatan yang salah. Kesan pertama dari tinja atau urin yang dibuan sembarangan adalah bau dan menjijikan. Tinja juga merupakan medium yang paliang baik untuk perekembangan bibit penyakit dari yang ringan sampai yang berat, oleh karena itu janganlah buang air besar sembarangan khususnya di sungai.

 

 

  Kesimpulan

(1)  Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal. Salah satunya penyebab pencemaran air adalah aktivitas manusia yang menciptakan limbah (sampah) pemukiman atau limbah rumah tangga. Selain itu pencemaran air juga disebabkan dari limbah industri yang dibuang sembarangan di sungai, selokan, laut, dan lain-lain. Hal itu mengakibatkan terjadinya bencana banjir, erosi, tanah longsor, dan lain-lain.

(2)  Pencemaran air merupakan masalah yang sangat serius dan memerlukan kerjasama semua pihak untuk menangani masalah ini supaya kita mendapat sumber air yang bersih dan dapat hidup dalam persekitaran yang tiada pencemaran air. Langkah-langkah yang tertentu perlu dijalankan sepanjang tahun supaya dapat mencapai tahap yang lebih efektif. Oleh itu,semua pihak termasuk pihak individu ataupun pihak kerajaan,kita semua perlu berusaha mengatasi masalah ini bersama dan seterunya mencapai Wawasan 2020.

 

Daftar Pustaka

 

·         https://keluhkesahilmu.blogspot.com/2016/06/karya-ilmiah-tentang-pencemaran-air.html

·         https://artikelsiana.com/dampak-pencemaran-air-dampak-air/

·         http://rahmankesling.blogspot.com/2012/12/pencemaran-air-dan-cara-mengatasinya.html